Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 93600 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Universitas Indonesia, 2006
S31335
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eddy Yusron
"Pada bulan Oktober dan Nopember 1990, komunitas teripang penghuni mintakat litoral Pulau Kai Besar, Maluku Tenggara, dicuplik di lima lokasi : Borang, Ohoiwait, Nuwahan, Wahadan dan Kurit Wur. Analisis terhadap data jumlah dan jenis fauna melibatkan lima indeks ekologis; meliputi kepadatan, kekayaan jenis, keragaman, kemerataan dan kemiripan. Terungkap bahwa komunitas teripang terdiri dari 14 jenis dimana lima jenis diantaranya hadir dengan kepadatan yang lebih tinggi di semua lokasi, yaitu Holothuria edulis, H. scabra, H. nobilis, H. atra dan Stichopus chloronatus. Kecilnya variasi indeks ekologis pada seluruh lokasi menunjukkan bahwa karakteristik komunitas pada seluruh lokasi tersebut relatif sama.

Holothurian (Holothuroidea) Community Structure in Some Coastal Waters of Kai Besar Island, South-East Maluku. During October and November 1990 the holothurian community inhabiting littoral areas was assessed at five locations : Borang, Ohoiwait, Nuwahan, Wahadan and Kurit Wur. This involved five ecological indices: density, species richness, diversity, evenness and similarity. It was revealed that the holothurian community consisted of 14 species in which five among them occurred in all locations at higher densities: Holothuria edulis, H. scabra, H. nobilis, H. atra and Stichopus chloronatus. Small variations of the ecological indices at all locations may indicate that the community characteristics at the five locations were relatively similar."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 2004
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Katarina Siena
"Telah dilakukan penelitian inventarisasi jenis-jenis teripang di rataan
terumbu Pulau Penjaliran Barat, Teluk Jakarta, pada bulan Maret 1996.
Penelitian dilakukan karena belum ada data mengenai jenis-jenis teripang di
rataan terumbu Pulau Penjaliran Barat, padahal teripang memiliki nilai
ekonomis dan ekologis yang penting. Sifat penelitian kualitatif-deskriptif,
pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposif {purposive sampling) di
13 substasiun yang masing-masing luasnya ±100 m^. Teripang yang
diperoleh dalam penelitian ini 13 jenis, yaitu: Bohadschia graeffei, B.
marmorata, Holothuria {Acanthotrapeza) coluber, H. (Halodeima) atra, H.
{Halodeima) edulis, H. {Mertensiothuria) fuscocinerea, H. {Mertensiothuria)
leucospilota, H. {Thymiosycia) arenicola, H. {Thymiosycia) impatiens,
Stichopus chloronotus, S. variegatus, Opheodesoma grisea, dan Synapta
maculata. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan dua hal utama, yaitu (1)
setiap jenis teripang memiliki spikula dengan bentuk yang khas sebagai
penunjuk jenis; dan (2) tidak lagi didapati teripang bernilai ekonomis sedang
dan mahal di rataan terumbu Pulau Penjaliran Barat, Teluk Jakarta."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1996
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anjar Prianto
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
S31639
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Eddy Yusron
"Pengamatan keanekaragaman jenis teripang telah dilakukan di wilayah perairan pesisir desa Pai dan desa Imbeyomi di Perairan Padaido, Biak Numfor. Pengambilan contoh dikerjakan dengan menggunakan transek kuadran ukuran 1m x 1m sebanyak 3 garis transek. Sampling dan pengamatan mikrohabitatnya dilakukan dengan snorkling. Analisis terhadap struktur komunitas berdasarkan pada analisis kehadiran, keanekaragaman, dan kepadatan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa di dua lokasi tersebut terdapat 10 jenis teripang jenis Holothuria edulis, H. atra, dan H. nobilis melimpah.

Sea Cucumber Resources At Tanjung Pai Waters Padaido Biak Numfor Papua. Observation on sea cucumber diversity was carried out at coastal waters of Pai and Imbeyomi Islands in the Padaido Island Biak Numfor. Sampling was done by using a transect quadrant of 1 m x 1 m. This sampling and observation on its microhabitat were conducted by snorkling. Analyses on the sea cucumber community structure were based on its frequency of occurance, diversity, and density. The results showed that at both locations 10 species of sea cucumber were found where Holothuria edulis, H. atra, and H. nobilis were predominant common and more evenly distributed than the other species."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 2004
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Dedi Adhuri
"Natural resource management discourse and practice, as in politics but in different level, are shifting from centralized to local autonomy. Consequently, local government has to undertake many tasks. One important task is to formulate natural resource management policy that can contribute to enhance social welfare without disturbing natural resource sustainability. Hence, it is useful to evaluate existing management practices to learn its weaknesses and strengths as the basis in formulating new management policy. This article discussed conflict potential among stakeholders in the exploitation of sea natural resources in Kei islands, Southeast Mollucan. By analyzing the conflict, the discussion will identify stakeholders and power relations among them (interests, strategies and resource controls) to reveal challenges in natural resource management practices in the local autonomy era."
2005
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Fuji Pratiwi
"Telah dilakukan inventarisasi jenis Holothuroidea di Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS) Jakarta dan dilakukan juga pengamatan pola pemisahan senyawa ekstrak kasar dari marga-marga Holothuroidea yang diperoleh menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT). Koleksi Holothuroidea dilakukan dengan cara snorkeling di rataan terumbu dan identifikasi dilakukan berdasarkan ciri morfologi serta spikula. Pengamatan spikula dilakukan dengan melarutkan dinding tubuh sampel dan tentakel dalam natrium hipoklorit komersial. Sampel Holothuroidea diekstrak menggunakan metanol, dipekatkan di rotary evaporator lalu dikeringkan dalam oven. Pengamatan pola pemisahan senyawa Holothuroidea dilakukan setelah ekstrak dielusi pada KLT dengan eluen n-heksan:etilasetat (95:5).
Hasil KLT disinari UV dan disemprot anesaldehid. Hasil penelitian diperoleh 15 jenis Holothuroidea dan beberapa jenis diantaranya baru pertama kali tercatat (new record) di TNKpS Jakarta yaitu Holothuria (Acanthotrapeza) pyxis, Stichopus quadrifasciatus, dan Synaptula reticulata. Pola pemisahan senyawa ekstrak kasar Holothuroidea dengan KLT pun dapat digunakan untuk membedakan marga. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaan pola pemisahan senyawa dari ekstrak kasar Holothuroidea mempertegas taksonomi Holothuroidea yang dilakukan melalui identifikasi berdasarkan karakter morfologi dan spikula.

Inventory of Holothuroidea in Kepulauan Seribu National Park, Jakarta and separation pattern of their extracts using TLC have been conducted. Holothuroidea were collected by snorkeling along reef flat. Identification based on morphological characters and spicules observation. Spicules were observed by disolving body wall and tentacle of Holothuroidea in comercial natrium hypochloride. Samples were extracted with methanol, concentrated in rotary evaporator and dried in oven. Extracts separation pattern were observed after the extracts chromatographed on TLC plate eluted with n-hexane: ethilacetate (95:5). Separation pattern of their extracts detected under UV light and sprayed with anesaldehyde.
The inventory result showed that there were some new record species among 15 identified species in Kepulauan Seribu National Park, Jakarta, they were Holothuria (Acanthotrapeza) pyxis, Stichopus quadrifasciatus, and Synaptula reticulata. TLC result showed that extracts separation pattern were able to distinguish Holothuroidea genus. The conclusion of the result is that the extract separation pattern affirms taxonomy of Holothuroidea which previously based on morphology and spicules indentification.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
S1205
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Ratu Putri Khairina
"ABSTRAK
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifeedant pada ekstrak kasar Synapta maculata telah dilakukan pada tanggal 4 sampai 10 Mei 2018 di perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Sampel Synapta maculata diekstrak dengan menggunakan pelarut metanol dan menghasilkan presentase ekstrak kasar sebesar 3,41 serta konsentrasi fisiologis sebesar 32,37 mg/mL. Uji antifeedant dilakukan dengan menggunakan pakan yang mengandung ekstrak kasar Synapta maculata sebagai pakan perlakuan, pakan yang hanya mengandung pelet komersil sebagai pakan kontrol positif, serta pakan yang tidak mengandung keduanya sebagai pakan kontrol negatif jeli , dalam bentuk kubus berukuran 1cm3 yang dikaitkan pada tali pancing. Pakan tersebut kemudian diujikan pada ikan yang berada di terumbu karang pada kedalaman 3--5 meter dan dihitung jumlah pakan yang dimakan dan tidak dimakan. Hasil uji statistik Chi-kuadrat pada taraf signifikasi ? ? 0,01 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian pakan perlakuan terhadap ketidaksukaan ikan karang. Hasil tersebut membuktikan bahwa ekstrak kasar Synapta maculata positif memiliki aktivitas antifeedant terhadap ikan karang di perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

ABSTRACT
To investigate the antifeedant activity of crude extract of Synapta maculata againts reef fishes, a field experiment was conducted on May 4th to 10th 2018 at Pramuka Island, Seribu Islands, DKI Jakarta. Synapta maculata samples were extracted using methanol solvent and resulted in a crude extract percentage of 3,41 and a physiological concentration of 32,37mg mL. The antifeedant assay was conducted by using artificial food that contain the crude extract of Synapta maculata as a treatment food, contain only commercial pellets as a positive control food, and did not contain both as a negative control food jelly , in the form of a 1 cm3 cube attached to the fishing lines. The foods were subjected to coral reefs fishes at depth of 3 5m and the amount of food eaten and not eaten by reef fishes was recorded. Chi square analysis at the significance level 0,01 revealed that there is a treatment effect on the feeding preferences of reef fishes. This means that the crude extract of Synapta maculata has an antifeedant activity againts reef fishes at Pramuka Island, Seribu Islands, DKI Jakarta."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>