Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 154960 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Alessandro Fabian
"Artikel ini akan membahas masalah dan tanggung jawab Tokopedia dalam hal perlindungan data pribadi, yang juga mencakup perlindungan perangkat pengguna, dan mengapa peraturan yang telah ditetapkan dalam "syarat dan ketentuan" Tokopedia bermasalah itu mungkin telah melanggar aturan dan peraturan Indonesia tentang layanan dan tanggung jawab elektronik, serta langkah dan tindakan apa yang dapat diambil untuk mengurangi jika tidak sepenuhnya membalikkan masalah ini. Untuk penelitian ini, metode penelitian yang akan digunakan adalah metode analisis kualitatif untuk melihat hubungan antara peraturan di Indonesia dengan syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh Tokopedia, serta bagaimana syarat dan ketentuan tersebut dapat dilanggar. bahwa dari peraturan Indonesia tersebut di atas tentang tanggung jawab dan kewajiban penyelenggara layanan elektronik sehubungan dengan perlindungan data pribadi penggunanya, keamanan dan juga potensi perangkat pengguna. artikel ini juga akan menganalisis dan menjelaskan mengenai konsep data pribadi dan hak privasi, serta koneksi mereka untuk memahami dan menjelaskan konsep dalam penelitian itu sendiri, terakhir analisis komparatif juga akan digunakan dalam kasus ini untuk membandingkan situasi dengan syarat dan ketentuan perusahaan serupa lainnya untuk mengetahui sepenuhnya bagaimana tepatnya mereka dapat meningkatkan syarat dan ketentuan mereka yang akan dianggap bermasalah untuk membuat mereka mematuhi peraturan dan regulasi Indonesia yang ada.

This article would discuss the problems and responsibilities of Tokopedia in terms of personal data protection, which would also include that of hardware protection as well, and why the regulations which have been stipulated within that of Tokopedia's "terms and conditions" would be problematic in the sense that it may have violated indonesian rules and regulations regarding electronic services and responsibilities, as well as what steps and measures can be taken to reduce if not completely reverse this problem. For this study, the research method that would be utilized will be the qualitative analysis method in order to see the relationship between regulations in Indonesia and the terms and conditions placed by Tokopedia, as well as how these particular terms and conditions may be in violation to that of the aforementioned Indonesian regulations regarding the responsibilities and obligations of electronic service providers with regards to the protection of their users personal data, security and also potentially their hardware. the article would also analyze and explain regarding the concepts of personal data and privacy rights, as well as their intermittent connection in order to fully understand and explain the concepts within the research in itself, lastly comparative analysis will also be used in the case as well in order to compare this situation with other similar companies' terms and conditions to fully discover how exactly they may improve their terms and conditions which would be seen as problematic in order to make them compliant with the existing Indonesian rules and regulations."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bintang Aprilio Putra
""ABSTRACT
"
Tanggung jawab dan tuntutan ganti rugi penyedia aplikasi merupakan hal penting untuk diketahui oleh masyarakat dalam menggunakan layanan jasa transportasi berbasis teknologi informasi yang mana dapat ditemukan dalam syarat dan ketentuan yang dikeluarkan oleh penyedia aplikasi pada website masing-masing penyedia aplikasi, khususnya terhadap konsumen yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan sebagaimana yang menjadi inti dari penelitian ini. Selain membandingkan syarat dan ketentuan dua penyedia aplikasi, penelitian ini juga membahas permasalahan mengenai permintaan tuntutan ganti rugi kepada dua penyedia aplikasi. Adapun metode penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan alat pengumpulan data primer yaitu studi dokumen dan wawancara. Sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan melalui pendekatan yuridis normatif. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah lebih dalam mengenai perbandingan tanggung jawab dua penyedia aplikasi terhadap para konsumen yang mengalami kecelakaan yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan ketika menggunakan layanan transportasi yang ditawarkan oleh penyedia aplikasi. Dari hasil penelitian ini dapat ditemukan bahwa terdapat perbedaan dan persamaan antara dua penyedia aplikasi yang Penulis tinjau. Selain itu, diketahui dalam penelitian ini bahwa penyedia aplikasi tidak dapat dituntut rugi oleh konsumen yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan ketika mengalami kecelakaan saat menggunakan layanan jasa transportasi yang ditawarkan oleh penyedia aplikasi.
"hr>"
"b>ABSTRACT
"
The liability and claim for compensation of application provider are important aspects to be acknowledged by the people when using the online transportation services which can be found through the terms and conditions made by the application providers on each of application provider 39 s website, especially for the consumers who do not comply with the terms and conditions. Other than comparing the terms and conditions of two application provers, this research will also discuss about the claim for compensation for the two application providers. The research rsquo s method is analytical descriptive with the primary data collection tool is document studies and interview. While the secondary data is collected through literature studies and juridical normative approach. This research 39 s goal is to review much deeper about the comparison between two application providers rsquo liability towards its consumers who do not comply with the terms and conditions who also undergo an accident while using the transportation service offered by the application provider. From this research, writers will be able to know that there are differences and also similarities between the two application providers rsquo terms and conditions. Other than that, the writers will also know that the application providers can not be claimed for compensation by the consumers who do not comply with the terms and conditions when undergo accident while using the online transportation services offered by the application providers. "
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pasaribu, Winner
"Tulisan ini membahas mengenai perlunya berbagai bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen yang dapat mengikuti setiap perkembangan dunia usaha khususnya dengan hadirnya teknologi yang mempertemukan konsumen dengan pelaku usaha dalam ruang perdagangan elektronik atau dikenal juga dengan istilah e-commerce. Pelaku Usaha yang memiliki e-commerce sering menggunakan Syarat dan Ketentuan Penggunaan Aplikasi sebagai perjanjian baku yang mengatur hubungan hukumnya dengan konsumen karena belum ada regulasi yang spesifik mengatur hubungan hukum kontraktual antara keduanya. Disisi lain, perjanjian baku yang berisi klausula baku ternyata ditemukan adanya pencantuman klausula baku yang berpotensi melanggar ketentuan perundang-undangan, salah satunya klausula yang memberikan hak kepada Pelaku Usaha PMSE untuk membaharui Syarat dan Ketentuan secara sepihak. Lebih lanjut, Pelaku Usaha PMSE juga mengakui telah melakukan pembaharuan Syarat dan Ketentuan tersebut dari waktu ke waktu. Hal ini menyebabkan keinginan konsumen untuk mencapai posisi yang lebih setara dengan pelaku usaha semakin jauh dari kenyataan. Selain itu, tulisan ini juga menganalisis apakah aturan mengenai klausula baku sudah cukup komprehensif, baik mengenai rumusan ketentuan, unsur pasal, sanksi, penerapannya terhadap perilaku Pelaku Usaha PMSE serta perbandingan pengaturannya dibeberapa negara.  Tulisan ini menekankan bahwa hukum harus hadir untuk memberikan perlindungan kepada konsumen, baik melalui langkah-langkah hukum yang tersedia di pengadilan, maupun lewat campur tangan negara melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

This article discusses the need for various of law protections for consumers so that any consumer protection systems or methods stay relevant with any developments in the business world, especially with the existence of technology that brings consumers and entrepreneurs into an electronic commerce space or also known as e-commerce. Entrepreneurs who own an e-commerce platform often use the Terms and Conditions as a standard contract that regulates their legal relationship with consumers because there are no specific regulations governing the contractual legal relationship between them. On the other hand, a standard contract containing standard clause, where that kind of clause have possibility to violate the statutory provisions, one of which was a clause that gave PMSE Entrepreneurs the right to unilaterally update or change the Terms and Conditions. Furthermore, PMSE Entrepreneurs in Indonesia also acknowledge that they have updated that kind of Terms and Conditions from time to time. This causes consumers' desire to achieve a more equal position with Entrepreneurs to be increasingly far from reality. On the other hand, this paper also analyzes whether the regulations regarding standard clauses are comprehensive enough, both regarding the formulation, elements of articles, sanctions, their application to PMSE Entrepreneurs and comparisons of regulations in regarding to Enterpreneur’s right to unilaterally change or update the contract in several countries. This article emphasizes that the law must be present to provide protection to consumers, through any available legal action existed in court, as well as the role of The State through Consumer Dispute Settlement Agencies and Ministry of Communication and Information."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simatupang, Andika Immanuel
"Peristiwa Uberlingen Mid-Air Collision tahun 2002 di wilayah Jerman antara Bashkirian Airlines dengan DHL menarik perhatian khalayak luas kepada dunia penerbangan internasional. Bashkirian kemudian membawa kasus ini ke Pengadilan Konstanz di Jerman dalam perkara perdata untuk meminta ganti kerugian kepada Jerman atas segala tuntutan dari pihak ketiga. Pengadilan kemudian memutuskan Jerman harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut dan harus menanggung biaya ganti kerugian akibat peristiwa tersebut. Diketahui bahwa kejadian tersebut berada di wilayah udara Jerman yang lalu-lintas penerbangannya dilakukan oleh Skyguide. Skripsi ini dimaksudkan untuk menjelaskan bentuk tanggung jawab negara atas keselamatan dan keamanan navigasi di wilayah udaranya yang apabila tidak dilakukan dapat menimbulkan tanggung jawab negara. Skripsi ini kemudian akan menganalisis terkait pengaturan dan kewajiban negara dalam memberikan fasilitas navigasi penerbangan yang aman menurut hukum internasional.

The Uberlingen Mid-Air Collision which happened in Germany in 2002 between Bashkirian Airlines and DHL had attracted the international community to international civil aviation activities. Bashkirian then brought this case before the Dictrict Court in Konstanz which sued Republic of Germany to indemnify the company for damage claims against the airine by third parties. The Court then decided Germany should responsible to Bashkirian and indemnify all the cost claimed against the airline. The collision occured at German?s territory which controlled by Skyguide. This thesis is aimed to elaborate the state liability on safety and security of air navigation in its territory which failure to do so will result a state responsibility. This thesis will analyze the provisions and the state?s liabilities in providing the safe air navigation facilities according to international law.
"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2014
S57724
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sherlya Evangelista
"ABSTRAK
Dunia menjadi desa global yang memungkinkan orang-orang untuk melakukan interaksi dan transaksi secara online. Dengan demikian, pasar online telah menjadi populer, dan telah menjadi alternatif bagi orang-orang dengan mobilisasi tinggi untuk membeli produk kapan saja dan dimana saja. Pasar online Indonesia telah tumbuh secara signifikan dalam dekade terakhir, dan kini telah menjadi sektor dengan perkembangan tercepat di Indonesia (Kowanda et al., 2018). Tokopedia adalah salah satu aplikasi perdagangan elektronik terkemuka di Indonesia yang telah dikunjungi sebanyak 153.64 juta kali pada tahun 2018 (Databoks, 2018). Selain popularitasnya, Tokopedia telah menghadapi banyak tantangan termasuk masalah kepercayaan, yang mana merupakan masalah besar yang sering terjadi di Internet. Masalah kepercayaan sering kali berhubungan dengan masalah privasi dan penipuan. Tantangan-tantangan ini dapat berdampak buruk kepada imej Tokopedia. Maka dari itu, krisis manajemen pada hubungan masyarakat diperlukan untuk mencegah dan mengatasi isu-isu tersebut. Penelitian ini akan membahas bagaimana manajemen krisis bisa menjadi cara untuk mengatasi tantangan ini.

ABSTRACT
The world becomes a global village which allows its people to do interaction and transaction online. Accordingly, the online marketplace has become popular and has been an alternative for people with high mobilization to purchase products anytime and anywhere. Indonesias online marketplace has grown significantly in the last decade and now has become one of the fastest-growing sectors in Indonesia (Kowanda et al., 2018). Tokopedia is one of the leading e-commerce in Indonesia, with 153.64 million visitors in 2018 (Databoks, 2018). Aside from its popularity, Tokopedia has faced many challenges, including trust, which is a major contributor to problems that occur on the Internet (Rainie & Anderson, 2017). Trust issues are often related to privacy and fraud. These challenges can disadvantage Tokopedias brand image. Therefore, a management crisis is needed to prevent and tackle the issues. This research will examine how crisis management in public relations solve these challenges."
2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Utami Triwidayati
"Perkembangan infrastruktur jalan adalah sebuah kebutuhan mutlak bagi pengembangan transportasi di Indonesia. Jalan juga menjadi unsur penting dalam rangka pengembangan wilayah serta peningkatan kesejahteraan secara umum. Untuk itu Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum bertekad untuk terus melakukan pengembangan infrastruktur khususnya jalan. Pengelola jalan tol memiliki kewajiban Standar Pelayanan Minimum seperti, Kondisi jalan tol, Kecepatan tempuh rata-rata, Aksessibilitas, Mobilitas, Keselamatan, dan Unit pertolongan/penyelamatan dan bantuan pelayanan. Oleh karena itu pengusaha jalan tol harus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan harus menyadari bahwa sumber pendapatan adalah pemakai jalan. Pelayanan yang buruk berakibat pada minat pemakai jalan untuk menggunakan jalan tol. Atas dasar itu, betapa pentingnya mendengarkan dan memahami kebutuhan pengguna jalan tol. Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2005 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 392/PRT/M/2005 tentang Standar Pelayanan Minimal adalah ukuran yang harus dicapai dalam pelaksanaan penyelenggaraan jalan tol. SPM jalan tol mencakup kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan, serta unit pertolongan/penyelamatan dan bantuan pelayanan. Besaran ukuran yang harus dicapai untuk masing-masing aspek dievaluasi secara berkala berdasarkan hasil pengawasan fungsi dan manfaat. SPM jalan tol wajib dilaksanakan oleh Badan Usaha Jalan Tol ( BUJT) dalam rangka peningkatan pelayanan kepada pengguna jalan tol. Pada intinya penerapan SPM perlu diterapkan untuk menjunjung prinsip dimana jalan tol mempunyai tingkat pelayanan, keamanan dan kenyamanan yang lebih tinggi dari jalan umum yang ada dan dapat melayani arus lalu lintas dengan mobilitas tinggi. Dalam Kajian Pustaka telah dibahas mengenai PP No.15 Tahun 2005 Pasal 8 yang menyebutkan bahwa standar pelayanan minimal adalah ukuran yang harus dicapai dalam pelaksanaan penyelenggaraan jalan tol. Besaran ukuran sebagaimana dimaksud sebelumnya dievaluasi secara berkala berdasarkan hasil pengawasan fungsi dan manfaat Standar Pelayanan Minimal. Jalan Tol diselenggarakan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai pengguna jalan tol dan wajib dilaksanakan oleh Badan Usaha Jalan Tol.

Development of road infrastructure is an absolute necessity for the development of transportation in Indonesia. The road is also an important element in the development of the region as well as improving the general welfare. For the Government of Indonesia through the Ministry of Public Works is committed to continuing to develop infrastructure, particularly roads. Is the highway has an obligation as the Minimum Service Standards, highway conditions, average travel Speed??, Accessibility, Mobility, Safety, and Unit relief / rescue and relief services. Therefore, employers must motorway is committed to providing the best service and should be aware that the source of income is the road user. Poor service resulted in the interests of road users to use the toll road. On that basis, the importance of listening to and understanding the needs of highway users. Minimum Service Standards (MSS) in accordance with Government Regulation No. 15 of 2005 and the Regulation of the Minister of Public Works No. 392/PRT/M/2005 on Minimum Service Standards is a measure that must be achieved in the implementation of the implementation of the toll road. SPM highways include toll roads, the average travel speed, accessibility, mobility, safety, and rescue units / rescue and relief services. Sizing is to be achieved for each of the aspects evaluated periodically based on the results of monitoring functions and benefits. SPM highway must be carried out by the Business Entity Toll Road (BUJT) in order to improve service to toll road users. In essence, the application of SPM needs to be applied to uphold the principle that the highway has a level of service, security and comfort that is higher than the existing public road and can serve traffic with high mobility. In Studies Library has been discussed on PP 15 Year 2005 Article 8 which states that the minimum standard of service is a measure that must be achieved in the implementation of the implementation of the toll road. Sizing as mentioned previously evaluated regularly based on the results of monitoring functions and benefits of Minimum Service Standards. Toll Road was held to improve the public as users of the highway and shall be implemented by the Entity Toll Road"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2013
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Saverio Davin Ditasyah Riyandi Putra
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi intrinsik dan keterlibatan berbelanja terhadap niat beli pengguna aplikasi Tokopedia dan Shopee, khususnya pada generasi Milenial dan Gen Z di Indonesia. Dengan menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini mengkaji variabel-variabel seperti shopping gamification, focused attention, shopping enjoyment, dan socialness yang dikategorikan sebagai motivasi intrinsik. Pengaruh dari variabel-variabel ini terhadap shopping engagement dan intention to buy using mobile apps juga dieksplorasi. Selanjutnya, penelitian ini mengumpulkan data melalui survei daring terhadap 210 responden, dan dianalisis menggunakan Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar hipotesis didukung oleh data, kecuali pengaruh focused attention terhadap shopping engagement yang tidak signifikan. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang perilaku konsumen online dan strategi pemasaran yang efektif untuk e-commerce. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti peran langsung previous online shopping experience terhadap intention to buy using mobile apps, di mana hasilnya menunjukkan pengaruh positif. Namun, ketika previous online shopping experience berperan sebagai moderasi antara shopping engagement dan intention to buy using mobile apps, hasilnya menunjukkan pengaruh yang melemahkan. Implikasi manajerial dari temuan ini dapat membantu pengelola e-commerce dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif dengan memanfaatkan motivasi intrinsik dan keterlibatan berbelanja untuk meningkatkan niat beli pengguna.

This research aims to analyze the influence of intrinsic motivation and shopping engagement on the purchase intention of Tokopedia and Shopee app users, particularly among Millennials and Gen Z in Indonesia. Using quantitative methods, this research examines variables such as shopping gamification, focused attention, shopping enjoyment, and socialness, which are categorized as intrinsic motivation. The influence of these variables on shopping engagement and intention to buy using mobile apps is also explored. Furthermore, this research collected data through online surveys from 210 respondents and analyzed it using Structural Equation Modeling (SEM). The results show that most of the hypotheses are supported by the data, except for the influence of focused attention on shopping engagement, which is not significant. This research provides new insights into online consumer behavior and effective marketing strategies for ecommerce. Additionally, this research highlights the direct role of previous online shopping experience on the intention to buy using mobile apps, where the results show a positive influence. However, when previous online shopping experience acts as a moderator between shopping engagement and intention to buy using mobile apps, the results indicate a weakening effect. The managerial implications of these findings can help e-commerce managers design more effective marketing strategies by leveraging intrinsic motivation and shopping engagement to enhance user purchase intention."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ken Ayu Windianari
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2008
T36908
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rita Nurfitria
"Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku Post-Adoption: Continuance Intention Dan Word Of Mouth Pada Pengguna Aplikasi M-Commerce Tokopedia Di Kota Depok. Variabel yang diuji pada penelitian ini adalah variabel confirmation, satisfaction,perceived usefulness, continuance intentiondan word of mouth. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan data penelitian dikumpulkan melalui survei dengan menyebarkan kuesioner kepada 143 orang responden yang berusia 18 sampai 34 Tahun yang merupakan pengguna aplikasi m-commerce Tokopedia, yang bedomisili di Depok, menggunakan aplikasi m-commerce Tokopedia dalam kurun waktu 6 bulan terakhir dengan frekuensi berbelanja lebih dari atau sama dengan 1 kali dalam sebulan. Teknik analisis yang digunakan yaitu untuk analisis deksriptif menggunakan SPSS 17, untuk analisis inferensial dan uji hipotesis menggunakan Structural Equation Model-Partial Least Square dengan menggunakan SmartPLS Versi 3.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku continuance intention berhasil dipengaruhi oleh confirmation, satisfaction dan perceived usefulness, dan terdapat pengaruh positif yang signifikan antara confirmation, satisfaction dan perceived usefulness pada continuance intention dari pengguna aplikasi m-commerce Tokopedia. Serta perilaku word of mouth berhasil dipengaruhi oleh confirmation dan satisfaction dan terdapat pengaruh positif yang signifikan antara confirmation dan satisfaction pada word of mouth pengguna aplikasi m-commerce Tokopedia.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa word of mouth tidak dapat dipengaruhi oleh perceived usefulness dan tidak terdapat signifikansi antara perceived usefulness terhadap word of mouth. Serta perilaku word of mouth berhasil dipengaruhi oleh continuance intention dan terdapat pengaruh positif yang signifikan antara continuance intention pada word of mouth pengguna aplikasi m-commerce Tokopedia. Hasil penelitian menyarankan bahwa perusahaan harus memenuhi harapan pengguna aplikasi m-commerce Tokopedia dengan meningkatkan satisfaction dan perceived usefulness sehingga akan berdampak positif terhadap perilaku continuance intention dan word of mouth pengguna.

The focus of this study is to examine the factors that influence post-adoption behavior: continuance intention and word of mouth on Tokopedia M-Commerce Application Users at Depok City. The variables in this study are confirmation, satisfaction, perceived usefulness, continuance intention and word of mouth. This research is a quantitative approach. The data were collected by distributing questionnaires to 143 respondents aged 18 to 34 years, users of m-commerce Tokopedia, living at The Depok City, using the Tokopedia m-commerce application within 6 months with shopping frequency more than or equal to 1 time a month. The analysis technique for descriptive analysis were analysed using SPSS 17 and for inferential analysis and hypothesis testing were analysed using Structural Equation Model-Partial Least Square with SmartPLS Version 3.0.
The results indicate that continuance intention behavior was successfully influenced by perceived usefulness, confirmation, satisfaction, and then there was a significant positive relationship between perceived usefulness, confirmation, satisfaction with the continuance intention of Tokopedia m-commerce application users. Word of mouth behavior is successfully influenced by confirmation and satisfaction, and then there was a significant positive relationship between confirmation and user satisfaction with word of mouth behavior of Tokopedia m-commerce application users.
The results also show that word of mouth cannot be influenced by perceived usefulness and there is no significance between perceived usefulness to word of mouth. Then, the results also show that continuance intention positively influence on word of mouth. The researcher suggests that companies need to fulfill the expectations of Tokopedia m-commerce application users by increasing satisfaction and perceived usefulness, so that it will have a positive impact on continuance intention and word of mouth users.
"
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Darell Hendry
"Online grocery menjadi industri yang cepat pertumbuhannya sehingga sekarang menjadi potensi bisnis besar. Khususnya di Indonesia yang saat ini banyak perusahaan yang model bisnisnya menerapkan konsep online grocery. Online grocery secara luas sudah dikenal masyarakat Indonesia, tetapi masih belum diterima oleh mereka untuk penggunaan secara rutinitas. Hal ini menyebabkan beberapa perusahaan mengalami kesulitan bahkan menutup bisnisnya. Mengetahui hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi niat keberlanjutan dari masyarakat saat menggunakan aplikasi online grocery. Penelitian ini menggunakan model CB-SEM denga dasar teori yang memadukan expectation confirmation theory, service quality dan personalized product recommendation. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang didistribusikan secara self-selection dan snowball sampling (N=285). Ditemukan bahwa personalized product recommendation dan system quality secara signifikan memengaruhi continuance intention melalui confirmation, customer satisfaction dan perceived usefulness. Disisi lain, security, privacy dan content quality tidak ditemukan pengaruh terhadap customer satisfaction yang akan memengaruhi continuance intention. Selain itu, hasil penelitian dapat memberi manfaat bagi akademisi dan praktisi dengan menghasilkan rekomendasi untuk meningkatkan continuance intention dengan mengevaluasi sistem rekomendasi serta mempertahankan service quality platform online grocery.

Online grocery has become a fast-growing industry so now it is a big business potential. Especially in Indonesia that today many companies whose business models implement the concept of online groceries. Online Grocery is widely known to the Indonesian community, but still not accepted by them for routine use. This has caused some companies to have trouble even closing their. Knowing that, the aim of this research is to identify the factors that influence the sustainability intentions of people when using online grocery applications. The study uses the CB-SEM model on the basis of the theory that combines expectation confirmation theory, service quality and personalized product recommendation. Data collection was done using self-selection and snowball sampling (N=285) distributed questionnaires. It was found that personalized product recommendation and system quality significantly influenced continuuance intention through confirmation, customer satisfaction and perceived usefulness. In addition, research results can benefit academics and practitioners by generating recommendations to improve continuuance intention by evaluating recommendation systems as well asining service quality platform online grocery."
Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>