Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 152307 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Anita Rezeki Carolina
"Persentase cakupan imunisasi di Kota Jambi mengalami penurunan 7,1% selama masa pandemi COVID-19 dan angka capaian imunisasi di Puskesmas Kebun Kopi Kota Jambi menunjukkan persentase rendah (48%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional di wilayah kerja Puskesmas Kebun Kopi Kota Jambi pada bulan Maret-Mei 2021. Sampel dalam penelian ini adalah ibu yang memiliki baduta usia 9-24 bulan. Penarikan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel 251 ibu. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistika deskriptif univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil analisa data menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kepatuhan adalah tingkat pengetahuan (p = 0,023) dan dukungan suami (p = 0,001). Kesimpulannya semakin baik dukungan suami dan tingkat pengetahuan ibu maka akan semakin tinggi pula peluang ibu untuk patuh dalam pemberian imunisasi pada baduta. Rekomendasi pada penelitian selanjutnya adalah melaksanakan penelitian pada cakupan populasi yang lebih luas dan menganalisis seluruh faktor kepatuhan baik dari sisi internal maupun eksternal.

The percentage of immunization coverage in Jambi City decreased by 7.1% during the COVID-19 pandemic and the immunization achievement rate at the Puskesmas Kebun Kopi Kota Jambi showed a low percentage (48%). This study aims to determine the factors that influence maternal compliance in providing basic immunization during the COVID-19 pandemic. This study used a cross sectional design in the working area of the Puskesmas Kebun Kopi Kota Jambi in March- May 2021. The sample in this study was mothers who had children aged 9-24 months. Sampling used purposive sampling with a total sample of 251 mothers. The data analysis used in this research is univariate and bivariate descriptive statistical analysis with chi square test. The results of data analysis showed that the variables related to compliance were the level of knowledge (p = 0.023) and husband's support (p = 0.001). In conclusion, the better the husband's support and the mother's level of knowledge, the higher the chances of the mother to be obedient in giving immunizations to children under two. Recommendations for further research are to carry out research on a wider population coverage and analyze all compliance factors both internally and externally."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maulia Nuryah
"Imunisasi merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya akan mengalami sakit ringan. WHO dan UNICEF menunjukkan cakupan imunisasi secara global turun dari 86% pada tahun 2019 menjadi 83% pada 2020. Cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia dalam lima tahun terakhir selalu di atas 85%, namun masih belum mencapai target Renstra Kementerian Kesehatan yang ditentukan. Kota Tangerang Selatan yang mengalami penurunan pencapaian imunisasi dasar 97,6% menjadi 89,8% pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan ibu membawa anak untukmendapatkan imunisasi dasar sebelum sampai setelah masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional di wilayah Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan pada bulan Desember 2023. Sampel pada penelitian berjumlah 96 ibu dengan penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji statistika deskriptif univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kepatuhan ibu adalah tingkat pendidikan (p = 0.000) dan tingkat pengetahuan (p = 0.002). kesimpulannya semakin tinggi tingkat pendidikan ibu dan tingkat pengetahuan ibu maka akan semakin tinggi peluang ibu untuk patuh dalam pemberian imunisasi dasar.

Immunisation is an effort to actively increase a person's immunity to a disease so that if one day exposed to the disease, they will not get sick or will only experience mild pain. WHO and UNICEF show that immunisation coverage globally dropped from 86% in 2019 to 83% in 2020. Complete basic immunisation coverage in Indonesia in the last five years has always been above 85%, but it still has not reached the Ministry of Health's Renstra target. South Tangerang City experienced a decrease in the achievement of basic immunisation from 97.6% to 89.8% during the COVID-19 pandemic. This study aims to determine the factors that influence maternal compliance in bringing children to get basic immunisation before and after the COVID-19 pandemic. This study used a cross-sectional design in the Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan in December 2023. The sample in the study amounted to 96 mothers, with sample withdrawal using purposive sampling. The data analysis used in this study was a univariate descriptive statistical test and a bivariate chi-square test. The results of the data analysis showed that the variables associated with maternal compliance were the level of education (p = 0.000) and the level of knowledge (p = 0.002). The conclusion is that the higher the mother's education level and the mother's level of knowledge, the higher the mother's chance to be obedient in providing basic immunisation."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Athiya Fadlina
"Praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat perlu dipertahankan selama situasi pandemi COVID-19 untuk pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Tindakan pengendalian pandemi COVID-19 seperti pembatasan sosial skala besar dapat berdampak pada faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian MP-ASI. Namun, studi yang menilai faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian MP-ASI selama pandemi COVID-19 masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan pola pangan minimum yang dapat diterima (MAD) anak usia 6-11 bulan pada pandemi COVID-19 di Indonesia.
Penelitian ini merupakan bagian dari "COVID-19 Mom-Infant Study" dan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan survei online. Uji regresi logistik ganda dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor dominan MAD dengan tingkat signifikan yang ditetapkan pada p <0,05. Sebanyak 262 data dikumpulkan dengan sekitar 74,0%, memenuhi MAD yang terdiri dari 94,3% memenuhi frekuensi makan minimum, dan 77,1% memenuhi keragaman makanan minimum.
Berdasarkan analisis multivariat ketahanan pangan rumah tangga (aOR=2.479; 95%CI [1.196 - 5.136]), suasana hati ibu (aOR=3.448; 95%CI [1.286 - 9.378]), jumlah anak di rumah tangga (aOR=2.493; 95%CI [1.131 - 5.495]), dukungan suami (aOR=4.365; 95%CI [1.450 - 13.083]), dan dukungan kelompok pendukung makanan (aOR=2.446; 95%CI [1.186 - 5.043]), ditemukan sebagai faktor dominan dari MAD. Hasil studi ini menunjukkan bahwa sepertiga anak tidak memenuhi pola pangan minimum yang dapat diterima. Peningkatan edukasi gizi dan aksesibilitas pangan dibutuhkan terutama untuk rumah tangga yang rawan pangan dan memiliki 3 atau lebih anak di dalamnya selama pandemi COVID-19. Peningkatan kesadaran suami tentang pentingnya dukungan pemberian makan anak bagi ibu baru, menjaga suasana hati ibu, dan menggunakan media online atau kelompok pendukung makan bayi untuk menyampaikan pesan gizi sebagai strategi untuk mempertahankan kualitas diet anak selama pandemi COVID-19.

Appropriate complementary feeding practices are needed to achieve optimal growth, development, and health that needs to be sustained during coronavirus disease 19 (COVID-19) pandemic situation. COVID-19 pandemic control measures such as large-scale social restriction and physical distancing can have an impact on factors that are associated with complementary feeding practice. However, study that assessing factors associated with complementary feeding practices during COVID-19 was still limited. Therefore, this study aims to identify dominant factors of minimum acceptable diet (MAD) of 6-11 months old children during COVID-19 pandemic in Indonesia.
This study was part of the "COVID-19 Mom-Infant Study" and conducted in all regions of Indonesia using an online survey. Multiple logistic regression test was run to identify dominant factors of MAD with a significant level set at p <0.05. A total of 262 data were collected with around 74.0% meeting MAD that consist of 94.3% were meeting minimum meal frequency, and 77.1% meeting minimum dietary diversity.
Based on multivariate analysis, household food security (aOR=2.479; 95%CI [1.196 - 5.136]), mother’s mood (aOR=3.448; 95%CI [1.286 - 9.378]), number of children in the household, (aOR=2.493; 95%CI [1.131 - 5.495]), support from husband (aOR=4.365; 95%CI [1.450 - 13.083]), and support from support group and online support (aOR=2.446; 95%CI [1.186 - 5.043]) were found to be dominant factors of MAD. These findings showed that one third of the children did not fulfill the MAD. Increased nutrition education and accessibility of food needed especially in the food insecure household with more than 3 children in it during this COVID-19 pandemic. Mother’s mood needs to be maintained as it was related to child feeding practices. Raising awareness of father about the importance of feeding support for new mothers and using online group or support groups to deliver nutrition messages as the coping strategy of many closure of health post during COVID-19 pandemic.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Apri Yani Melda
"Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2019, turut memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia, khususnya pada tahun 2020 dan 2021. Hal tersebut juga berimplikasi pada penerimaan masing-masing daerah, apalagi bagi pusat bisnis dan ekonomi, yaitu ibukota DKI Jakarta. Sektor penerimaan asli daerah terbesar DKI Jakarta meliputi Pajak Daerah yang terdiri dari berbagai jenis, salah satunya adalah Pajak Hotel. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan hotel, untuk menganalisis bentuk pemenuhan kewajiban perpajakan sebagai bentuk kepatuhan yang dilakukan Wajib Pajak Hotel X, dan untuk menganalisis Compliance Cost  dalam pemenuhan kewajiban pajak hotel wajib pajak hotel pada masa pandemi Covid-19 (Studi Kasus pada Hotel X Tahun 2020 dan 2021). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan studi literatur dan studi lapangan. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa yang menjadi faktor Wajib Pajak Hotel X patuh menjalankan kewajiban pajak hotelnya diantaranya dipengaruhi beberapa faktor, yaitu adanya sanksi yang menjerat jika melanggar, pemenuhan kewajiban pajak hotel yang cenderung mudah dan murah, serta adanya risiko diperiksa oleh fiskus. Kepatuhan pajak pada Hotel X dilakukan dengan menjalankan kewajiban mendaftarkan diri, menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak hotel terutang. Saran yang dapat diberikan untuk dapat meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak Hotel dalam memenuhi kewajiban perpajakannya disarankan Wajib Pajak Hotel X memiliki pengetahuan lebih mendalam terkait dengan alokasi dana pajak hotel yang setiap bulannya disetorkan, pemenuhan kewajiban pajak hotel yang diimplementasikan dalam sistem online diharapkan Wajib Pajak Hotel X dapat lebih pro-aktif, serta kepada pelayanan khususnya yang berkaitan dengan tax administration yang dilakukan oleh otoritas pajak (dalam hal ini yaitu Bapenda) perlu dioptimalkan kembali, dilakukan evaluasi, guna memberikan pelayanan yang mudah, murah, dan cepat bagi Wajib Pajak Hotel.

The Covid-19 pandemic that has occurred since 2019, has also had a significant impact on the Indonesian economy, especially in 2020 and 2021. This also has implications for the revenue of each region, especially for the business and economic center, namely the capital city of DKI Jakarta. The largest regional revenue sector for DKI Jakarta includes Regional Taxes which consist of various types, one of which is Hotel Tax. This thesis aims to analyze the factors that affect compliance with hotel tax obligations, to analyze the form of fulfillment of tax obligations as a form of compliance by Hotel Taxpayer X, and to analyze Compliance Cost in fulfilling hotel tax obligations of hotel taxpayers during the Pandemic Covid-19 (Case Study on Hotel X in 2020 and 2021). This study uses a qualitative approach by conducting literature studies and field studies. Based on the research, it was found that the factors contributing to the compliance of Hotel Taxpayers in carrying out their hotel tax obligations were influenced by several factors, namely the existence of sanctions that ensnared if they violated, the fulfillment of hotel tax obligations which tended to be easy and cheap, and the risk of being examined by the tax authorities. Tax compliance at Hotel X is carried out by carrying out the obligations of registering, calculating, depositing, and reporting hotel taxes owed. Suggestions that can be given to improve the compliance of Hotel Taxpayers in fulfilling their tax obligations are suggested that Hotel Taxpayers X have more in-depth knowledge related to the allocation of hotel tax funds that are deposited every month, the fulfillment of hotel tax obligations implemented in the online system is expected that Hotel X Taxpayers can more pro-active, as well as services, especially those related to tax administration, which are carried out by the tax authorities (in this case, Bapenda) need to be re-optimized, evaluated, in order to provide easy, cheap, and fast services for Hotel Taxpayers. "
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Armeityansyah Wahyudiputra
"Peserta PBPU nonaktif per Juli 2021 mencapai 16,6 juta, 3,3 juta lebih banyak dari pada Desember 2019. Data Laporan Pengelolaan Program Tahun 2020 menunjukkan pada tahun 2019 BPJS Kesehatan memiliki 224.149.019 peserta terdaftar JKN sedangkan pada 2020 berkurang sebesar 1.687.113 peserta. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran JKN di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini berbentuk narrative unsystematic review dengan pendekatan kualitatif. Pencarian artikel menggunakan basis data GARUDA Kemdikbud dan Google Scholar. Hasil pencarian ditemukan 7 artikel terseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa tingkat kepatuhan peserta berkisar antara 25,9-69%. Dari ketujuh artikel tersebut didapatkan bahwa peserta yang patuh membayar iuran JKN adalah peserta yang memiliki pendidikan tinggi, pendapatan tinggi, persepsi positif terhadap pelayanan kesehatan, bekerja, berpengetahuan cukup, berkemauan membayar tinggi, dan memiliki kecenderungan tinggi untuk mengimitasi kelompok rujukan. Pengetahuan menjadi faktor signifikan yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran JKN. BPJS Kesehatan diharapkan untuk dapat lebih massif melakukan berbagai upaya edukasi melalui media sosial dengan melibatkan influencer sebagai brand ambassador untuk meningkatkan pengetahuan peserta JKN akan pentingnya kepatuhan membayar iuran JKN.

Inactive PBPU participants as of July 2021 reached 16.6 million, 3.3 million more than in December 2019. Data for the 2020 Program Management Report shows that in 2019 BPJS Kesehatan had 224,149,019 registered JKN participants, while in 2020 it was reduced by 1,687,113 participants. This study identifies the factors that affect the compliance of independent participants in paying JKN contributions during the COVID-19 pandemic. This research is in the form of a narrative unsystematic review with a qualitative approach. Search for articles using the GARUDA Kemdikbud database and Google Scholar. The search results found 7 selected articles based on inclusion and exclusion criteria. In this study, it was found that the compliance level of participants ranged from 25.9–69%. From the seven articles, it was found that participants who obediently pay JKN contributions are participants who have a higher education, a high income, a positive perception of health services, work, have sufficient knowledge, are willing to pay high, and have a high tendency to imitate referral groups. Knowledge is a significant factor related to compliance with paying JKN contributions. BPJS Kesehatan is expected to be able to more massively carry out various educational efforts through social media by involving influencers as brand ambassadors to increase the knowledge of JKN participants about the importance of compliance with paying JKN contributions.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harahap, Sarah Geltri
"Latar belakang: Perawat adalah tenaga kesehatan sebagai garda terdepan yang selalu kontak dengan pasien dalam menghadapi COVID-19. Pandemi COVID-19 memberikan dampak pada kesehatan psikologis perawat. Oleh karena itu perlu mengetahui determinan gangguan kesehatan mental perawat.
Metode: Kategori insomnia, ansietas, dan depresi dinilai menggunakan kuesioner Insomnia Severity Index, Generalized Anxiety Disorder, dan Patient Health Questionnaire. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data primer. Analisis yang digunakan adalah univariat, uji chi square, uji regresi logistik berganda. Hasil: Dari total 240 responden ditemukan perawat mengalami insomnia (45%), ansietas (45%), dan depresi (42.5%) dengan mayoritas derajat ringan. Insomnia berhubungan signifikan dengan faktor status pernikahan (p = 0.005), tinggal bersama lansia (p=0.036), serta mengalami stigma penolakan ( p= 0.002). Ansietas berhubungan signifikan dengan tinggal bersama lansia (p= 0.018), penggunaan APD Level III ( p= 0.0005), stigmatisasi penolakan (p= 0.009) serta status kepegawaian ( p= 0.05). Depresi berhubungan signifikan dengan faktor tinggal bersama keluarga yang memiliki penyakit kronik ( p= 0.013), dan penggunaan APD Level III ( p=0.002). Hasil uji multivariat faktor yang paling mempengaruhi insomnia adalah stigmatisasi penolakan [OR 2.629(95%CI:1.439-4.802)]. Ansietas dan depresi paling dipengaruhi oleh penggunaan APD Level III [OR 3.497 ( 95% CI 1.859-6.579)];[OR 2.629 (95% CI : 1.439-4.802).
Kesimpulan: Perawat mengalami insomnia, ansietas, dan depresi dengan kondisi pasien COVID-19 mengalami penurunan. Stigmatisasi dan penggunaan APD Level III adalah faktor yang paling mempengaruhi kesehatan mental perawat. Diperlukan evaluasi secara berkelanjutan disaat terjadi peningkatan pasien COVID-19.

Background: Nurses are one of the health care workers who are on the frontline who are always in contact with patients in dealing with COVID-19.The COVID-19 pandemic has an impact on the psychological health of nurses. Therefore, it is necessary to know the determinants of mental health disorders in nurses.
Methods: The degree of symptoms of insomnia, anxiety, depression was assessed by the 7-item Insomnia Severity Index ( ISI), the 7-item Generalized Anxiety Disorder 7-item (GAD-7) and 9- item Patient Health Questionnaire (PHQ) This study was conducted with a quantitative approach with a cross sectional design using primary data. The analysis used was univariate, chi square test, and multiple logistic regression test.
Results: From a total of 240 respondents it was found that nurses experienced insomnia (45%), anxiety (45%), and depression (42.5%) with the majority of mild degrees. Insomnia is related to marital status (p=0.005), living with the elderly (p=0.036), and experiencing stigmatization (p=0.002). Anxiety related to living with the elderly( p=0.018), use of PPE Level III (p=0.0005), stigmatization (p=0.0049), and employment status ( p=0.05). Depression is related to factors of living with family who have chronic disease (p=0.013), and the use of PPE Level III ( p=0.002). The result of multivariate test of the most influencing factor for insomnia was stigmatization [OR 2.629 (95% CI: 1.439-4.802)]. Anxiety and depression were most affected by the use of Level III PPE [OR 3,497 (95% CI 1,859-6,579)];[OR 2,629 (95% CI: 1,439-4,802)
Conclusion: Nurses who work during the pandemic still experience mental health disorders in the form of insomnia, anxiety, and depression even though the condition of patients with COVID-19 has decreased. The stigmatization experienced by nurses and working in high-risk units in contact with COVID-19 patients is the factor that most influences the mental health of nurses during the pandemic. Continuous evaluation is needed when there is a spike in the increase in COVID-19 patient.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahimatul Fikri
"Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi perekonomian di seluruh dunia termasuk negara-negara di kawasan ASEAN. Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi diprediksi negatif dan resesi terjadi, mulai dari kuartal ketiga tahun 2020. Sebaliknya, kegiatan sosial Islam termasuk sedekah menunjukkan perkembangan yang signifikan selama periode Covid-19 karena dana zakat, infak, sedekah dan wakaf yang terkumpul menjadi yang tertinggi. Studi ini menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku bersedekah selama pandemi Covid-19. Meski roda perekonomian sangat terguncang oleh situasi pandemi, mayoritas masyarakat masih bersemangat untuk bersedekah dalam menerapkan nilai-nilai Islam yaitu persaudaraan dan saling membantu, terutama di masa sulit ini. Regresi logistik digunakan sebagai metode untuk melihat faktor dominan yang mempengaruhi masyarakat cenderung bersedekah di tengah pandemi. Pendapatan, pendidikan dan religiusitas ternyata berpengaruh signifikan terhadap perilaku sedekah di masa pandemi Covid-19, sementara variabel kepuasan, umur, gender, status perkawinan, porsi belanja, porsi hutang, porsi investasi, sikap, norma subjektif dan perceived behavioral control tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku bersedekah masyarakat selama pandemic Covid-19.

The COVID-19 pandemic has affected the economies throughout the globe including countries in ASEAN region. In Indonesia, economic growth is predicted to be negative and recession is happening, starting from the third quarter of 2020. In contrast, Islamic social activities including charity giving has shown an encouraging development during the COVID-19. This study analyzes the factors that affect charity behavior during the Covid-19 pandemic. Although the economy is badly affected by the pandemic situation, people are still eagerly giving charity to implement Islamic values of brotherhood and helping each other, especially during this difficult period. Regression logistics is used as a method to see the dominant factors that affect people who tend to give charity in the midst of a pandemic. Income, education and religion have a significant effect on alms behavior during the pandemic. While satisfaction, age, marital status, gender, shopping portion, debt portion, investment portion, attitude, subjective norm and perceived behavioral control have negative effect on alms behavior during the pandemic."
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sherly Ardi Vantono
"There are several tools to measure coping mechanisms. However, there is not yet adapted to Indonesian situation and not yet specific to measure mother coping mechanisms in maintaining adequate dietary intake for children aged 6–23 months during pandemic situation. Therefore, this study aims to develop a tool to measure mother’s coping mechanisms in maintaining adequate dietary intake of children aged 6–23 months during COVID-19 Pandemic in Jakarta. The method of this study was a mixed-method with qualitative and quantitative study that involved three phases. Phase I was a formative study. There were 22 mothers involved in the in-depth interview. Transcript verbatim and Microsoft Excel were used to analyze data. Three themes with 13 lists of mother coping mechanisms were explored. Phase II was the development of a tool with 4 steps such as listing the mother’s coping mechanism, counting the relative frequency of the coping mechanism, categorizing and weighting the coping mechanism, and combining frequency and severity for analysis. Phase III was a pre-testing questionnaire with the reliability and validity test on the developed tool with 13 items list of questions. After the reliability and validity test, there were 9 items question of the tool is reliable (cronbach alpha = 0.719) and valid (r count > r table). To conclude, the tool has 9 item questions is reliable and valid to rapidly measure mother’s coping mechanisms in maintaining adequate dietary intake for children aged 6–23 months in Jakarta. This tool can be useful for government and community health centers to having the right target of households with food insecurity, identification children aged 6–23 months with risk of undernutrition, and prioritizing the family in need especially in COVID-19 pandemic situation.

Alat pengukur mekanisme koping sudah ada beberapa. Namun, belum terdapat alat yang telah diadaptasikan pada situasi di Indonesia dan belum spesifik untuk mengukur koping mekanisme ibu dalam mempertahankan asupan gizi yang baik untuk anak yang berusia 6–23 bulan selama situasi pandemi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur mekanisme koping ibu dalam mempertahankan asupan gizi yang baik bagi anak usia 6–23 bulan selama pandemi COVID-19 di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan studi kualitatif dan kuantitatif yang melibatkan 3 fase. Fase 1 adalah studi formatif. Terdapat 22 ibu yang ikut serta pada wawancara mendalam. Transkrip verbatim dibuat dari semua hasil rekaman wawancara mendalam dan Microsoft Excel digunakan untuk menganalis data. Tiga tema dengan 13 daftar koping mekanisme ibu telah dieksplorasi. Selanjutnya, fase II dilakukan pembuatan alat dengan menggunakan 4 langkah yaitu membuat daftar item mekanisme koping ibu. menghitung relatif frekuensi, mengkategorikan koping mekanisme, dan mengkombinasikan relatif frekuensi dengan kategori mekanisme koping untuk analisis. Fase III dilakukan pre-testing kuesioner dengan tes uji reliabilitas dan validitas dengan 13 daftar pertanyaan menggunakan SPSS Software 20.0. Setelah uji reliabilitas dan validitas, terdapat 9 item pertanyaan pada alat ini yang dinyatakan reliabel (cronbach alpha = 0.719) dan valid (r hitung > r tabel). Oleh karena itu, alat ini memiliki 9 item pertanyaan yang reliable dan valid untuk mengukur koping mekanisme ibu dalam mempertahankan asupan bergizi bagi anak usia 6–23 bulan selama pandemi COVID-19 di Jakarta secara cepat. Alat ini dapat berguna bagi pemerintah dan puskesmas untuk membantu membuat target rumah tangga rawan pangan yang tepat, mengidentifikasikan anak usia 6-23 bulan yang memiliki risiko kurang gizi akibat kerawanan pangan keluarga, dan mengukur prioritas keluarga yang membutuhkan bantuan saat pandemic COVID-19."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Akbar Husaini Angkat
"Menurut data WHO 2018, angka kejadian stunted mencapai 21,9% yang berarti sekitar 140 juta anak di dunia mengalami kejadian stunted. Prevalensi stunted di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 30,8%. Artinya, kejadian stunted diderita oleh sekitar 7,3 juta anak Indonesia. Pandemi Covid 19 yang terjadi sejak 2020 menyebabkan banyak perubahan pola kondisi sosial ekonomi pada masyarakat, yang tentu saja mempengaruhi kemampuan orang tua menyediakan makanan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan asupan nutrisi anak. Jika kecukupan zat gizi inadekuat, proses metabolisme tubuh dapat terganggu dan akan menyebabkan terhambatnya proses pembentukan sel atau jaringan dalam tubuh yang selanjutnya menjadi stunted. Salah satu nutrisi yang harus tercukupi adalah zat besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan asupan dan status besi pada anak stunted dan non stunted pada anak usia 24 – 35 bulan pada masa pandemi Covid-19 di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah potong lintang komparatif menggunakan data sekunder dari 77 anak usia 24 – 35 bulan di Puskesmas Kampung Melayu, Jakarta Timur pada bulan September sampai dengan Oktober 2020. Data karakteristik subjek diambil dengan kuesioner. Data asupan zat besi, kalori dan protein didapat dengan metode semikuantitatif Food Frequency Questionnaire. Dilakukan pemeriksaan antropometri dan laboratorium untuk kadar hemoglobin, ferritin dan hs–CRP. Analisis bivariat t tidak berpasangan digunakan untuk mengetahui perbedaan kadar Hb antara anak stunted dan non-stunted, dan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan asupan besi dan kadar ferritin antara anak stunted dan non-stunted, dengan batas kemaknaan p<0,05. Didapatkan perbedaan rerata yang bermakna kadar Hb (9,91±1,93 g/dL kelompok stunted dan 12,18±1,20 g/dL kelompok non-stunted, p<0,001) dan kadar ferritin (4,9 (1,5 - 67,4) μg/L kelompok stunted dan (26,8 (1,6 - 91,1) μg/Lkelompok non-stunted, p<0,001). Asupan besi tidak terdapat perbedaan bermakna di antara kedua kelompok (8,85 (1,5 -74) mg kelompok stunted dan 11,1 (1,9 - 118,6) mg kelompok non-stunted, p = 0,676). Hasil analisis menemukan Kadar Hb dan ferritin anak stunted lebih rendah dibandingkan pada anak non-stunted.

According to WHO 2018 data, the stunted incidence rate reached 21.9%, which means that around 140 million children in the world experienced stunted events. The prevalence of stunted in Indonesia in 2018 reached 30.8%. This means that around 7.3 million Indonesian children are stunted. Since 2020, the Covid 19 pandemi has caused many changes in the pattern of socioeconomic conditions in society, which, of course, affects parents' ability to provide nutritious food to meet the nutritional needs of their children. If nutrients are insufficient, the body's metabolic processes will be disrupted, and the process of forming cells or tissues in the body will be inhibited, causing growth to be stunted. Iron is one of the nutrients that must be met. The goal of this study was to see if there were any differences in iron intake and status between stunted and non-stunted children aged 24-35 months during the Covid-19 pandemi in Jakarta. From September to October 2020, 77 children aged 24-35 months were studied in a cross-sectional comparative study using secondary data at the Kampung Melayu Health Center in East Jakarta. A questionnaire was used to collect data on the subjects' characteristics. Data on iron, calorie and protein intake were taken using the semi-quantitative Food Frequency Questionnaire method. Anthropometric and laboratory examinations were performed for hemoglobin, ferritin and hs-CRP levels. Independent sample t-test was used to determine differences in Hb levels between stunted and non-stunted children, and the Mann-Whitney test to determine differences in iron intake and ferritin levels between stunted and non-stunted children, using a significance limit of p < 0.05. There was a significant difference in Hb levels (9.91±1.93 g/dL in the stunted group and 12.18±1.20 g/dL in the non-stunted group, p<0.001) and ferritin levels (4.9 (1.5 - 67.4) μg/L in the stunted group and (26.8 (1.6 -91.1) μg/L in the non-stunted group, p<0.001) There was no significant difference in iron intake between the two groups (8.85 (1.5-74) mg in the stunted group and 11.1 (1.9 - 118.6) mg in the non-stunted group, p = 0.676. The results of the analysis found Hb and ferritin levels in stunted children were lower than in non-stunted children"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2022
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muh Idhiel Fitriawan Rahman
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Non Performing Financing (NPF), Inflasi, Bank Indonesia-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR), Dana Pihak Ketiga (DPK), Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Return on Asset (ROA) terhadap Pembiayaan Murabahah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia pada masa Pandemi Covid-19.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data triwulan laporan keuangan empat belas Bank Umum Syariah di Indonesia periode Desember 2018-Desember 2020. Penelitian ini menggunakan metode regresi data panel dengan menggunakan program Eviews. Variabel dependen adalah Pembiayaan Murabahah sedangkan variabel independennya adalah NPF, Inflasi, BI7DRR, DPK, FDR dan ROA. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel NPF tidak berpengaruh terhadap Pembiayaan Murabahah dengan nilai Probabilitas p-value sebesar 0.6218 > 0.05. Inflasi berpengaruh positif terhadap Pembiayaan Murabahah dengan nilai Probabilitas p-value sebesar 0.0309 < 0.05. BI7DRR tidak berpengaruh terhadap Pembiayaan Murabahah dengan nilai Probabilitas p-value sebesar 0.5534 > 0.05. DPK berpengaruh positif terhadap Pembiayaan Murabahah dengan nilai Probabilitas p-value sebesar 0.0309 < 0.05. FDR berpengaruh positif terhadap Pembiayaan Murabahah dengan nilai Probabilitas p-value sebesar 0.0000 < 0.05. ROA berpengaruh positif terhadap Pembiayaan Murabahah dengan nilai Probabilitas p-value sebesar 0.0014 < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Non Performing Financing (NPF), Inflasi, Bank Indonesia-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR), Dana Pihak Ketiga (DPK), Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Return on Asset (ROA) berpengaruh secara simultan terhadap variabel Pembiayaan Murabahah dengan nilai probabilitas F Statistik sebesar 0.0000 < 0.05.

The data used in this study is quarterly data on the financial statements of fourteen Islamic Commercial Banks in Indonesia for the period December 2018-December 2020. This study uses the panel data regression method using the Eviews program. The dependent variable is Murabahah Financing while the independent variables are NPF, Inflation, BI7DRR, DPK, FDR and ROA. This study uses panel data regression analysis with a Random Effects Model approach.
The results of this study indicate that partially the NPF variable has no effect on Murabahah financing with a probability p-value of 0.6218 > 0.05. Inflation affects Murabahah Financing with a probability p-value of 0.0309 < 0.05. BI7DRR has no effect on Murabahah Financing with a probability p-value of 0.5534 > 0.05. DPK has an effect on Murabahah Financing with a probability p-value of 0.0309 < 0.05. FDR has an effect on Murabahah Financing with a probability p-value of 0.0000 < 0.05. ROA has an effect on Murabahah Financing with a probability p-value of 0.0014 < 0.05. The results showed that the variables of Non Performing Financing (NPF), Inflation, Bank Indonesia-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR), Third Party Funds (DPK), Financing to Deposit Ratio (FDR), and Return on Assets (ROA) had a significant effect. Simultaneous to the Murabahah Financing variable with a probability value of F Statistics of 0.0000 < 0.05
"
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>