Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 100197 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Fatma Lestari
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2020
614 FAT p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Fatma Lestari
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2020
614 FAT p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Fatma Lestari
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2020
614 FAT p
UI - Publikasi  Universitas Indonesia Library
cover
Fatma Lestari
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2020
614 FAT p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Fatma Lestari
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2020
614 FAT p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Lisa Amelia
"Dikarenakan COVID-19 disebabkan oleh infeksi virus, maka pengobatan yang diperlukan untuk membunuh atau menghentikan replikasi SARS-CoV-2 di dalam tubuh manusia adalah antivirus. Tujuan tugas khusus ini adalah mengevaluasi penggunaan Antivirus COVID-19 terbanyak di Depo Farmasi Rawat Inap dan ICU RSUI pada Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan pengambilan data secara retrospektif. Pengolahan data dengan cara menghitung persentase penggunaan obat-obatan antivirus yang termasuk dalam tatalaksana terapi pengobatan COVID-19. Dari studi menunjukkan antivirus COVID-19 yang paling banyak digunakan pada Depo Farmasi Rawat Inap dan ICU RSUI tahun 2021 yaitu Favipiravir (55,78%), diikuti oleh Desrem (20,60%), Remdesivir (11,66%), Covifor (7,02%), Oseltamivir (4,58%), dan Jubi R (0,35%). Jika digolongkan berdasarkan zat aktif, maka penggunaan Remdesivir selama setahun adalah 39.63%.

Because COVID-19 is caused by a viral infection, the treatment needed to kill or stop the replication of SARS-CoV-2 in the human body is an antiviral. The aim for this report is to evaluate the most use of COVID-19 Antivirus at the Inpatient Pharmacy Depot and ICU RSUI in 2021. The research method used is descriptive analytic with retrospective data collection. Processing data by calculating the percentage of use of antiviral drugs included in the management of COVID-19 treatment therapy. The most widely used COVID-19 antivirus at the RSUI Inpatient Pharmacy Depot and ICU in 2021 is Favipiravir (55.78%), followed by Desrem (20.60%), Remdesivir (11.66%), Covifor (7.02%), Oseltamivir (4.58%), and Jubi R (0.35%). If classified based on the active substance, the use of Remdesivir for a year is 39.63%."
Lengkap +
Depok: 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nabila Ariestiani
"Favipiravir adalah agen antivirus yang selektif dan dapat digunakan untuk menghambat enzim RNA-dependent RNA polimerase (RdRp) dari virus RNA yang digunakan dalam terapi COVID-19. Favipiravir sebagai obat COVID-19 masih terus diteliti, terutama mengenai efek terapi yang ditimbulkan dari favipiravir. Pada penelitian ini dilakukan melalui studi farmakokinetik dalam sampel Volumetric Absorptive Microsampling (VAMS) yang cocok digunakan pada masa pandemi untuk menghambat penyebaran virus. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini merupakan darah yang diambil dari enam subjek sehat yang telah diberikan tablet oral favipiravir Avigan® 200 mg pada jam ke-0 (pre-dose); 0,083; 0,167; 0,33; 0,5; 0,75; 1; 1,5; 2;  4; 6; 8; dan 12 jam setelah pemberian obat. Kondisi kromatografi yang digunakan adalah kolom Acquity UPLC BEH C18 (2,1 x 100 mm; 1,7 um); fase gerak asam format 0,2% dalam air – asetonitril (50:50 %v/v); dan asiklovir sebagai baku dalam. Profil farmakokinetika favipiravir dalam sampel VAMS memberikan hasil rata-rata AUC0-12h sebesar 8016,98 0-∞8075,45 ng.jam/mL; konsentrasi maksimum (Cmaks) dari keenam subjek sehat berkisar antara 3684,06 – 5338,38 ng/mL dengan rata-rata konsentrasi maksimum sebesar4501,02 ± 680,63ng/mL; waktu puncak (tmaks) keenam subjek adalah 0,5 jam; dan rata-rata waktu paruh (t1/2) 1,51 ± 0,15

Favipiravir is a selective antivirus agent that is capable to hinder the presence of RNA- dependent RNA polymerase (RdRp) enzyme from the RNA-virus used in COVID-19 therapy. The study of favipiravir as a COVID-19 drugs still being carried out regarding the therapeutic effects caused by favipiravir. During the pandemic, the microsampling such as Volumetric Absorptive Microsampling become the alternative for collecting the blood because it can inhibit the virus transferred. Therefore, in this study, six healthy subjects were tested for favipiravir content with the use of Volumetric Absorptive Micro- sampling (VAMS) that is safe for use. Blood samples were taken before the dose, and at t+0.083; 0.167; 0.33; 0.5; 0.75; 1; 1.5; 2; 4; 6; 8; and 12 hours after the dose of favipiravir Avigan® 200mg. By using Ultra-Performance Liquid Chromatography – Tandem Mass Spectometry (UPLC-MS/MS), pharmacokinetic study was done in order to obtain parameters such as AUC0-12h AUC0-∞, Cmax, Tmax, and t1/2. The chromatographic conditions used in the experiment were Acquity UPLC BEH C18 (2.1 x 100 mm; 1.7 um) column; mobile phase of formic acid 0.2% in water – acetonitrile (50:50 %v/v); injection volume of 10 μl; flow rate of 0.15 mL/min; column temperature of 50°C; acyclovir as internal standard; and analysis time was 3.5 minutes. Pharmacokinetic profile of favipiravir content in the VAMS sample generates AUC0-12h was 8016.98 ± 1135.89 ng.hour/mL; AUC0-∞ was 8075.45 ± 1139.97 ng.hour/mL; a maximum concentration (Cmax) ranging from 3684.06 to 5338,38 ng/mL, averaging at 4501.02 ± 680.63 ng/mL; peak time (tmax) of the six subjects was at 0.5 hour; and half-time (t1/2) was 1.51 ± 0.15 hours."
Lengkap +
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yasmin Hasna Jamila
"

Negara menjamin hak dasar warga negara atas kesehatan sebagaimana diatur dalam UUD NRI 1945. Munculnya virus SARS nCoV-2 yang menyebabkan sindrom dan penyakit COVID-19 yang terdeteksi pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada akhir tahun 2019, mengharuskan pemerintah Republik Indonesia mengevakuasi 245 WNI yang terjebak di sana dan mengadakan karantina sebelum memulangkan mereka ke daerah asal. Dari pelaksanaan karantina selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau, Bulan Februari 2020 lalu, penulis hendak melakukan penelitian mengenai implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dalam penanggulangan wabah penyakit COVID-19 di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian yuridis-normatif. Penelitian ini dilakukan dengan studi perundang-undangan dan studi pustaka. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan memiliki kapasitas mengatur dalam area pencegahan dan penanganan masuknya wabahnya penyakit menular dan resiko kesehatan yang dapat menimbulkan ancaman bagi kesehatan masyarakat. Dalam upaya karantina WNI di Natuna pada tahun 2020, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 telah terlaksana dengan cukup baik walaupun terdapat beberapa kendala seperti terbatasnya keteresediaan air bersih, penolakan warga sekitar area karantina, dan mis-koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia harus segera membuat Peraturan Menteri Kesehatan untuk menunjang pelaksanaan UU No. 6 Tahun 2018.

 


Indonesia is obliged to ensure its citizens’ fundamental right to health care as stipulated in the Constitution. The outbreaks of SARS nCoV-2 virus which caused the syndrome and diseases of COVID-19 was first detected in Wuhan city, Hubei Province, China at the end of 2019, requiring the Government to evacuate 245 Indonesian citizens who were trapped there to held quarantine before returning them home. From the 14-day quarantine in Natuna, Riau in February 2020, the authors about to conduct research on the implementation of Law No. 6 of 2018 on Health Quarantine in response to the outbreak of the COVID-19 disease in Indonesia. This research is a juridical-normative study. This research was conducted with statutory study and library studies. Law No. 6 of 2018 on health quarantine has a capacity to regulate in the area of prevention and treatment of the inclusion of infectious diseases and health risks that can pose a threat to public health. In Natuna quarantine, Law No. 6 of 2018 has been carried out quite well despite some constraints such as limited clean water, rejection of residents around the quarantine area, and miss-coordination between the central Government and the region. Ministry of Health of Indonesia must immediately create regulation under Minister of Health to support the implementation of LAW No. 6 of 2018.

 

"
Lengkap +
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia , 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hendra Wahyuni MS
"Latar Belakang: Kejadian pandemi penyakit Coronavirus disease 2019 (COVID-19) telah menyebar ke berbagai belahan dunia dengan peningkatan angka pasien terkonfirmasi dan meninggal. Cedera miokard akut merupakan salah satu manifestasi klinis yang sering timbul pada pasien terkonfirmasi COVID-19 yang mengakibatkan meningkatnya risiko morbiditas dan mortalitas. Meskipun demikian, kejadian cedera miokard akut pada pasien COVID-19 belum banyak didokumentasikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kejadian cedera miokard akut pada pasien COVID-19 serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan menggunakan data rekam medis pasien COVID-19 yang dirawat di RSUP Persahabatan, Jakarta, selama periode Juni-Desember 2020. Prevalens cedera miokard akut dinilai dengan menggunakan kadar pemeriksaan high sensitivity Troponin I (hsTrop-I). Penelitian ini juga menentukan hubungan antara faktor demografi, riwayat penyakit komorbid kardiovaskular, derajat penyakit, penanda respon inflamasi serta faktor koagulasi dengan kejadian cedera miokard akut pada pasien terkonfirmasi COVID-19.
Hasil: Dari total 340 sampel yang diikutkan dalam penelitian ini didapatkan sebanyak 62 (18,2%) sampel mengalami cedera miokard akut, mayoritas berusia diatas 40 tahun (93,5%). Cedera miokard akut lebih dominan terjadi pada sampel dengan riwayat komorbid (90,3%) dan derajat penyakit berat-kritis (87,1%). Prokalsitonin dan d-Dimer secara konsisten menunjukkan hubungan yang bermakna pada uji bivariat dan multivariat dengan kejadian cedera miokard akut.
Kesimpulan: Prevalens cedera miokard akut pada pasien COVID-19 di RS Persahabatan sebesar 18,2%. Cedera miokard akut berhubungan dengan kadar prokalsitonin, d-Dimer dan komorbid kardiovaskular.

Background: The pandemic of Coronavirus disease 2019 (COVID-19) has spread worldwide with the growing number of confirmed patients and deaths. Acute myocardial injury is one of the most common clinical manifestations in COVID-19 patients, results in higher risk of morbidity and mortality. However, the prevalence of acute myocardial injury in COVID-19 patients is not well documented. This study aimed to assess the prevalence of acute myocardial injury in COVID-19 patients.
Methods: This is a cross-sectional study utilizing medical record on COVID-19 patients admitted to Persahabatan hospital, Jakarta, within the period of June to December 2020. The prevalence of acute myocardial injury was assessed through high sensitivity Troponin I (hsTrop-I) levels examination. The association of demographic factors, cardiovascular disease comorbidities, disease severity, levels of inflammatory biomarkers and coagulation factor with acute myocardial injury were also determined.
Results: From a total of 340 patients enrolled in the study, 62 (18.2%) samples experienced acute myocardial injury, in which majority (93.5%) aged >40 years. The prevalence of acute myocardial injury was more dominant in patients with the history of comorbidities (90.3%) and severe-critically ill COVID-19 patients (37.1%). Procalcitonin and d-Dimer levels consistently showed significant association with acute myocardial injury from bivariate and multivariate analysis.
Conclusion: The prevalence of acute myocardial injury in COVID-19 patients in Persahabatan Hospital was 18,2%. Acute myocardial injury was significantly associated with procalcitonin levels, d-Dimer levels and cardiovascular comorbidities.
"
Lengkap +
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2022
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>