Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 27254 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ramon Akbar
"Tingginya penggunaan telepon seluler untuk internet serta beasrnya ukuran data yang diakses mengakibatkan semakin pentingnya pengembangan komunikasi seluler di Indonesia yang dapat mengakomodasi pengguna internet dengan memberikan layanan internet yang cepat melakukan transkasi data serta mempunyai bandwith yang besar. Salah satu teknologi baru yang dapat diaplikasikan di jaringan internet seluler adalah teknologi 5G. Teknologi ini membutuhkan arsitekur dan platform yang memadai. Salah satu platform yang memadai, murah, dan open sourceadalah OpenAirInterface(OAI). OAI adalah platform fleksibel yang dibuat berdasarkan sistem 4G-5G dan memberikan bandwithyang besar untuk jaringan dan dapat diaplikasikan pada perangkat komputer biasa sehingga tidak perlu membeli perangkat khusus untuk mengelola lalu lintas data.
Tujuan penelitian adalah untuk membuat purwarupa teknologi seluler 5G dengan OpenAirInterface yang berbasis open source.Penelitian berfokus pada studi kualitas sinyal yang didapat dari hasil percobaan. Evualiasi meliputi kecepatan unduh dan unggah,serta waktu tunda pada jarak yang ditentukan. Hasil pengujian menunjukkan jarak memengaruhi waktu tunda jaringan seluler.Pada jarak 8 meter, waktu tunda yang didapat sebesar 87,45 ms, tertinggi pada pengujian. Namun jarak tidak terlalu memengaruhi kecepatan unduh dan unggah pada jaringan. Berdasarkan hasil pengujian, tidak ditemukan korelasi antara jarak dengan kecepatan.

The high use of cellular telephones for the internet as well as the large size of the data accessed has resulted in the growing importance of developing cellular communication in Indonesia that can accommodate internet users by providing fast internet services that have data transactions and having a large bandwidth. One of the new technologies that can be applied on cellular internet networks is 5G technology. This technology requires adequate architecture and platforms. One of the platforms that is adequate, inexpensive, and open source is OpenAirInterface (OAI). OAI is a flexible platform created based on the 4G-5G system and provides a large bandwidth for the network and can be applied on ordinary computer devices so there is no need to buy special devices to manage data traffic.
The research objective is to create a prototype 5G cellular technology with OpenAirInterface based on open source. Research focuses on studies of signal quality obtained from experimental results. Evaluationincludes download andupload speeds, delays, and jitters at the specified distance. Test results show that distance affects the delay of cellular network. At distance of 8 meters, the delay time obtained was 87.45 ms, the highest in testing. But the distance does not really affect download speed and upload speed on the network. Based on the test results, no correlation was found between distance and speed.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abdusy Syarif
"Tesis ini membahas mengenai jaringan ad hoc, khususnya ad hoc hybrid. Pada Mobile Ad hoc NETwork (MANET), node yang dilengkapi dengan peralatan wireless memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengorganisasi secara mandiri, walaupun tanpa kehadiran suatu infrastruktur jaringan. Jaringan ad hoc hybrid memungkinkan beberapa node yang bergerak bebas (mobile) membangun komunikasi yang seketika (instant) dan terbebas dari ketergantungan pada infrastruktur dapat mengakses ke Local Area Network (LAN) atau ke Internet. Fungsi dari jaringan ad hoc sangat tergantung pada routing protocol yang menentukan jalur atau rote diantara node. Ad hoc On-demand Distance Vector (AODV) adalah salah satu routing protocol pada jaringan ad hoc yang bersifat reactive. Protokol ini adalah salah satu protokol yang paling banyak diteliti dan digunakan.
Pada tesis ini dilakukan pengkajian protokol AODV dengan membangun suatu testbed menggunakan Personal Computer, beberapa Laptop (sistem operasi Linux Red Hat 9.0 dan Fedora Core 2), serta Personal Digital Assitant (PDA) atau PocketPC Hewlett Packard iPAQ seri 5550 yang telah diinstal Linux Familiar vO.7.2 Opiel.2. Penulis juga membuat package yang lengkap dengan cara cross compilation untuk PDA iPAQ. Hasil yang didapat dalam menganalisa protokol AODV dengan menggunakan Network Simulator NS-2 didapatkan packet delivery ratio 99,89%, end-to-end delay sebesar 0,14 detik dari routing overhead sebesar 1.756,61 byte per detik. Kemudian hasil pengukuran simulasi dibandingkan dengan hasil pengukuran testbed. Dari hasil pengukuran testbed didapatkan packer delivery ratio adalah sebesar 99,57%, end-to-end delay sebesar 1,004 detik dan routing overhead sebesar 1.360,36 byte per detik.

This work reviews the ad hoc network, punctually the hybrid ad hoc. In Mobile Ad hoc NETwork (MANET), nodes are equipped with wireless device, which provides self-manage and self-organize capability, even when there is no infrastructure network present. Ad hoc hybrid network, which enables mobile nodes to form instant communication without depending on infrastructure network, can communicate with the other through LAN or Internet. The function of ad hoc network is very much depending on the routing protocol that determines a path between nodes in network. Ad hoc On-demand Distance Vectore (AODV) is a kind of a reactive routing protocol for ad hoc network. This protocol is the most popular and must widely used routing protocol in research and deployment.
In this thesis we review and implement AODV routing protocol in a testbed consisting of some PCs, laptops (using Linux Red Hat 9.0 and Fedora Core 2), and PDA?s Hewlett Packard iPAQ 5550 series (using Linux Familiar vO.7.2 with Opie 1.2). We particularly focus on the AODV-UU routing protocol. We provide packages (by cross compile) AODV for PocketPC (PDA), and evaluate the packet delivery ratio, end-to-end delay, and routing overhead of different topologies using ns-2 as a simulation tool. The result shows 99.89% packet delivery ratio, 0.14 s end-to-end delay and 1,756.61 bytes per second routing overhead. And testbed result 99.57% packet delivery ratio, 1.004 s end-to-end delay and 1.360,36 bytes per second for routing overhead.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16107
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arif Adi Kusuma
"ABSTRAK
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-empat di
dunia. Kebutuhan akan jaringan telekomunikasi semakin hari semakin meningkat. Saat
ini, Indonesia sudah menggelar jaringan 3G serta 4G-LTE (Long Term Evolution).
Namun, beberapa kota sudah mengalami congestion dan mempunyai kebutuhan data
telekomunikasi yang sangat tinggi. Kebutuhan data yang meningkat, serta mobilitas
tinggi penggunaannya merupakan sebuah kebutuhan yang perlu diperhitungkan dalam
industri telekomunikasi. Teknologi 5G merupakan suatu keberlanjutan dari
perkembangan teknologi 4G-LTE. Teknologi 5G diperkirakan paling cepat digelar
tahun 2020 oleh Indonesia. Oleh karena itu perlu perencanaan sebaik mugkin baik di
sisi teknis teknologi dan sisi ekonomi, agar tidak hanya kebutuhan data yang terpenuhi,
tetapi juga feasibilitas ekonomi untuk operator.
Penelitian ini membahas dan memperhitungkan kebutuhan data di Indonesia,
dalam hal ini kota besar dengan kebutuhan data yang tinggi, dan juga untuk menghitung
aspek tekno-ekonomi dari penyebaran jaringan 5G di Indonesia dalam rentang tahun
2020 hingga 2025. Pembangunan teknologi telekomunikasi 5G di Indonesia
membutuhkan perencanaan yang cermat untuk memenuhi traffic requirement, juga
untuk mengidentifikasi aspek kelayakan teknis dan kelayakan ekonomi untuk operator
telekomunikasi. Kota Jakarta dipilih sebagai kota utama di Indonesia dengan berbagai
pertimbangan, antara lain : pusat perekonomian, ibu kota negara saat ini, serta kota yang
menjadi role model dalam penerapan teknologi baru.
Dari hasil penelitian diperoleh kebutuhan gNodeB berdasarkan forecast demand
trafik sebesar 221 MaBS atau 237 metro gNodeb, sementara untuk mencukupi coverage
minimal memerlukan sebanyak 715 gNodeB. Total CAPEX yang dibutuhakan di awal
sebesar Rp.114.662.694.517. Kebutuhan OPEX sebesar Rp.228.618.905.616 (untuk
pemodelan tahun 2020-2026) dengan NPV (Net Present Value) sebesar Rp.
30.118.427.755.076,-. serta IRR (Internal Rate of Return) sebesar 33,07.

ABSTRACT
Indonesia is the fourth most populous country in the world. The need for
telecommunications networks is increasing significantly. At present, Indonesia has
deployed 3G and 4G-LTE (Long Term Evolution) networks. However, some cities have
experienced congestion and have very high telecommunications data requirements.
Increased data requirements and the mobility of their use are needs that need to be taken
into counting in the telecommunications industry. The 5G technology is a continuation
of the development of 4G-LTE technology. The 5G technology is estimated to be held
most quickly in 2020 by Indonesia. Therefore it is necessary to plan as well as possible
both on the technical and economic sides, so that not only data needs are met, but also
economic feasibility for operators.
This research discusses and calculates data needs in Indonesia, especially in big
cities with large data requirements, and also to calculate the techno-economic aspects of
the spread of 5G networks in Indonesia range from 2020 to 2025. Development of 5G
telecommunications technology in Indonesia requires careful planning to meet traffic
requirements, also to identify aspects of technical feasibility and economic viability for
telecommunications operators. Jakarta was chosen as the main city in Indonesia for
many reasons, such as : economic center, the national capital, and cities that are role
models in the application of new technology..
From the results of the study obtained results : Jakarta needs gNodeB which
based on traffic demand forecast : 221 MaBS or 237 Metro gNodeb, while to meet the
minimum coverage requires need amount 715 of gNodeB. The total CAPEX needed at
the beginning was Rp.114,662,694,517. Also needs OPEX amount Rp.228,618,905,616
(for modeling in 2020-2026) with NPV (Net Present Value) Rp. 30.118.427.755.076,-.
and IRR (Internal Rate of Return) of 33.07.
"
[, ]: 2019
T55219
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Firman Al Amin
"Pada skripsi ini akan membahas tentang perencanaan jaringan Fiber To The Home dengan teknologi Gigabit Passive Optical Network untuk Komplek Perumahan Graha Hijau 2 yang berada di daerah Ciputat, Tangerang Selatan. Perumahan ini merupakan salah satu kawasan elit di Ciputat, namun masih memakai kabel tembaga sebagai perantara komunikasi, maka dari itu dibuatlah perencanaan Fiber To The Home di daerah ini. Dari perolehan data perumahan, dimana ada sekitar 124 rumah pada perumahan ini. Lalu didesain sebuah sistem jaringan akses FTTH dengan teknologi GPON yang membutuhkan 4 buah ODC, 32 buah ODP dan 124 buah ONT di rumah pengguna FTTH. Sesuai dengan penghitungan link budget menunjukkan nilai margin yang didapat pada keadaan uplink adalah 6,15 dB dan pada keadaan downlink adalah 7,72 dB, keduanya di atas nilai margin 3 dB. Sedangkan untuk penghitungan rise time budget menunjukkan nilai rise time total yang didapat pada keadaan uplink adalah 0,25 ns dan pada keadaan downlink adalah 0,262 ns, keduanya tidak melebihi 70 persen periode bit NRZ, yaitu 0,563 ns untuk uplink dan 0,281 ns untuk downlink. Nilai link budget dan rise time budget yang didapat menunjukkan bahwa jaringan FTTH telah memenuhi parameter yang ditentukan.
In this paper, we will discuss about Fiber To The Home network planning with Gigabit Passive Optical Network technology for Residential of Graha Hijau 2 which is in the Ciputat area. This housing is one of the elite in Ciputat, yet still use copper wires as a mediator of communication, therefore a single planning FTTH in these areas. Data acquisition of housing, where there are 124 houses on this estate. Then designed a system of access network FTTH GPON technology that require 4 pieces of ODCs, 32 ODPs and 124 ONTs at home FTTH users. According of network link budget calculations showed the value of the margin obtained when the uplink is 6,15 dB and when the downlink is 7,72 dB, both above the value of the margin of 3 dB. Whereas for the calculation of rise time budget shows the value rise time total obtained uplink is 0.25 ns and downlink is 0,262 ns, both of which does not exceed 70 per cent of the period, i.e. NRZ bit 0,563 ns for the uplink and 0,281 ns for the downlink.The value of link budget and rise time budget that be obtained indicates network of FTTH has fulfilled defined parameters."
Depok: [Fakultas Teknik Universitas Indonesia, ], 2014
S55961
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dina Apriasari
"Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kepadatan traffic wireless terhadap performa Kismet WIDS dalam mendeteksi spoofed Access Point (AP) dengan parameter kepadatan traffic di channel yang sama dan berbeda yang dihasilkan dari jumlah spoofed AP dan serangan beacon flood serta performa Kismet WIDS dengan GPS untuk mendeteksi posisi spoofed AP dengan metode warwalking. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis, kepadatan traffic wireless di channel wifi yang sama mempengaruhi performa Kismet WIDS dalam mendeteksi spoofed AP. Sedangkan kepadatan traffic wireless di channel wifi yang berbeda tidak mempengaruhi performa Kismet WIDS dalam mendeteksi spoofed AP. Kismet dan GPS tidak dapat mendeteksi letak spoofed AP. Kismet hanya mendeteksi posisi dari sinyal pertama yang terdeteksi dan menggunakan SSID pertama yang terlihat untuk mac address tersebut. Perubahan data pada kepadatan traffic di channel yang sama dari jumlah spoofed AP dan beacon flood, jumlah alert -30,17% dan -36,72%, persentase false negative -7,93% dan -7,46%, response time 42,17% dan 53,09%. Perubahan data pada kepadatan traffic di channel yang berbeda dari jumlah spoofed AP dan beacon flood, jumlah alert - 1,38% dan -7,14%, persentase false negative 12,42% dan 9,62%, response time - 41,56% dan 40,14%.

This thesis aims to determine the effect of wireless traffic density on the performance of Kismet WIDS to detect spoofed Access Point (AP) with traffic density parameters on the same and different channel produced from the number spoofed AP and the beacon flood attack as well as the performance of Kismet WIDS with GPS to detect spoofed AP position with warwalking method. Based on the results of testing and analysis, wireless traffic density on the same wifi channel affects the performance of Kismet WIDS to detect spoofed AP. While the density of wireless traffic on different wifi channels does not affect the performance of Kismet WIDS to detect spoofed AP. Kismet and a GPS can not detect the location of the spoofed AP. Kismet only detect the position of the detected first signal and using the first SSID visible for that the mac address. Data changes on traffic density in the same channel from the number of spoofed AP and beacon flood attack, the number of alerts -30.17% and -36.72%, the percentage of false negative -7.93% and -7.46%, response time 42.17% and 53.09%. Data changes on traffic density in different channel from the number of spoofed AP and beacon flood attack, the number of alerts -1.38% and -7.14%, the percentage of false negative 12.42% and 9.62%, response time -41.56% and 40.14%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S55826
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"A moving network (MONET) scenario is a particular case in which a group of nodes move to gether as a unit with respect to the ground network. Such groups are comman characteristics of the vehicular environments..."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Antoni
"Studi ini merupakan studi jaringan komunikasi interlocking directorate yang diteliti melalui jaringan yang terbentuk di dalam perbuatan korupsi. Hasil studi ini dalam rangka mengembangkan teori jaringan komunikasi interlocking directorate, khususnya kontribusi dari studi interlocking directorate pada masyarakat di luar Amerika dan Eropa yang selama ini mendominasi. Sejauh ini, kontribusi Indonesia belum pernah disinggung dalam telaah perkembangan studi interlocking directorate dari negara-negara Asia. Hanya beberapa negara di Asia yang disebut telah memberi sumbangan bagi pengembangan studi interlocking directorate yakni China, Hong Kong, Taiwan, Piliphina, Thailand, Jepang, Timur Tengah, dan Singapura.
Studi ini meneliti praktek jaringan komunikasi interlocking directorate dalam fenomena hubungan hubungan yang mengandung konflik kepentingan sebagaimana berlangsung di dalam perbuatan korupsi. Studi jaringan komunikasi interlocking directorate ini menunjukkan bahwa sejumlah latar belakang hubungan kedekatan yang bersifat informal telah menjadi dasar terbentuknya jaringan komunikasi interlocking directorate dimana telah memuluskan berlangsungnya praktek-praktek korupsi. Sejumlah latarbelakang kedekatan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah hubungan keluarga, pertemanan, dan hubungan pekerjaan sebelumnya.
Temuan penelitian ini juga didiskusikan dengan Teori Ketergantungan Sumber Daya (Resource Dependence Theory). Hubungan konflik kepentingan didalam perbuatan korupsi dilatarbelakangi motif adanya saling ketergantungan terhadap sumberdaya yang dibutuhkan. Sehingga pada hakikatnya terjadi proses transaksi terhadap sumberdaya yang dimiliki. Selanjutnya proses komunikasi dalam kontek jaringan korupsi ini merupakan suatu bentuk komunikasi korupsi yaitu komunikasi tertutup yang ditandai dengan digunakannya kode ? kode verbal yang hanya dipahami anggota kelompok jaringan.

This research explains a communication network of interlocking directorate that examine the network of corruptions in Indonesia. Focus of this study is on the conflict of interest relationship as happens in corruption network. Research findings of this study has a significance contribution to the development of theories of communication network of interlocking directorate, particularly, as the one from outside the American and European countries; the countries which have, sofar, been dominating the field of studies. Although, there are a number of such studies from other Asian countires i.e.: China, Hong Kong, Taiwan, Thailand, Singapore, Japan, and the Middle Ease; however, this research is a pioneer in Indonesia.
Research findings in this study shows that some backgrounds of informal close relationship contribute to the formation of communication networks of interlocking directorate that smoothen the practices of corruption. The findings show that some backgrounds of close relationships include family relationships, friendships, and previous work relationships. The data is analyzed using Resoure Dependence Theory ofPfeffer andSalancik (1978).
The results show that the conflict of interest in corruption practices are driven by the interdependence needs on the available resources, which motivates the process of transaction on the resources owned. The communication process occured in this context is thus a form of corruption communication; which is practiced and understood only amongst the members of the network using particular verbal codes.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
D1456
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"The Japanese economy is emerging from a long term revession following the bubble and is in the economic recovery phase...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Rian Constantino Adi
"Jaringan Mobile IPv6 merupakan teknologi yang mendukung perpindahan mobile node dari titik akses jaringan satu ke titik akses lain tanpa harus memutuskan koneksi. Pada jaringan mobile, perpindahan ini disebut handover yang dibedakan atas vertical handover dan horizontal handover. Untuk mengetahui performa jaringan dengan kedua jenis handover tersebut, dapat diukur beberapa parameter QoS diantaranya adalah throughput, packet loss, dan transfer time. Dalam hal ini, aplikasi yang digunakan berupa download manager yang akan mengunduh file dari sebuah link yang terdapat dalam HMTL file.
Hasil pengukuran tersebut bila dibandingkan akan memperjelas perbedaan antara vertical network dan horizontal network untuk kemudian dipelajari berdasarkan teorinya masing-masing. Hasil pengukuran transfer rate, didapatkan bahwa transfer rate pada vertical handover lebih rendah 2,16% dibanding transfer rate pada horizontal handover. Pengukuran packet loss, didapatkan bahwa packet loss pada vertical handover lebih banyak 1831,74% dibanding packet loss pada horizontal handover. Pengukuran transfer time, didapatkan bahwa vertical handover lebih lambat 14,06% dibanding transfer time pada horizontal handover.

Mobile IPv6 network is a technology that supports mobile nodes movement from one location to another within the network without having to disconnect. In mobile networking, the movement is called handover which is divided into vertical handover and horizontal handover. To determine the network performance with both types of handovers, we can measure several QoS parameters such as throughput, packet loss, and transfer time. In this case, application that is used is the Download Manager, which will download a file from link in the HTML file.
The measurement results are compared to clarify the difference between vertical network and horizontal network for further study based on their respective theories. Measurement results of transfer rate, shows that transfer rate in vertical handover is 2,16% lower than transfer rate in horizontal handover. Packet loss measurement shows that packet loss in vertical handover is 1831,74% higher than packet loss in horizontal handover. Transfer time measurement shows that transfer time in vertical handover is 14,06% slower than transfer time in horizontal handover.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43240
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
S38470
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>