Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 96640 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Zahra Khairunnisa
"Film superhero telah mendominasi industri film Hollywood dan banyak di antaranya termasuk dalam daftar film-film terlaris sepanjang masa. Film superhero menjangkau jutaan orang di seluruh dunia setiap tahun, dan dengan demikian memiliki kekuatan untuk membangun ideologi dalam masyarakat, termasuk peran gender. Sayangnya, terlepas dari semua fakta ini, perempuan masih kurang terwakili dalam film-film superhero. Dalam kebanyakan kasus, perempuan dijadikan objek seksual secara berlebih (hypersexualized) atau menjadi perempuan dalam bahaya (damsel in distress). Wonder Woman (2017) dan Captain Marvel (2019) adalah dua film terbaru dalam dekade ini yang menunjukkan kemajuan dalam hal representasi perempuan. Dengan menggunakan teori tatapan laki-laki (male gaze) oleh Laura Mulvey dan Bem Sex-Role Inventory (BSRI), saya berpendapat bahwa film-film ini menentang objektifikasi tubuh perempuan dan pandangan tradisional tentang kelemahan feminin dengan menantang tatapan laki-laki (male gaze) dan menggunakan elemen feminin sebagai sumber kekuatan.

Superhero films have dominated the box office and many are in the list of highest-grossing films of all time. They reach millions of people all over the world each year, and thus have the power to construct ideology in society, including the gender roles. Unfortunately, despite all these facts, women are still underrepresented in superhero films. In most cases, they are either hypersexualized or become damsels in distress. Wonder Woman (2017) and Captain Marvel (2019) are two recent films of the decade that show progress in terms of female representation. Using Laura Mulvey`s male gaze theory and Sandra Bem`s Sex Role Inventory, I argue that these films defy female body objectification and traditional views of feminine weakness by challenging the male gaze and using feminine elements as source of power.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Rahmat Cahyanur
"Artikel ini memaparkan dekonstruksi gender dalam film pendek Majorité Opprimée karya Eleonore Pourriat dengan menggunakan konsep dekonstruksi Derrida, hubungan gender Connell, dan teori film dari Joseph M. Boggs. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa film pendek Majorité Opprimée karya Eleonore Pourriat ini mendekonstruksi dunia sosial yang biasanya dikuasai lakilaki, menjadi dikuasai perempuan. Peran sosial laki-laki dan perempuan juga didekonstruksi, sejalan dengan identitas gender dan perilakunya.

This article explained the deconstruction in the court-métrage of Eleonore Pourriat, called Majorité Opprimée by using Derrida?s deconstruction concept, Connell?s gender relations concept, and Joseph M. Boggs's film theory. The finding shows that the court-métrage called Majorité Opprimée deconstructed social world that is normally controlled by men, be controlled by women. Social role of men and women were also deconstructed, in line with their gender identity and behavior.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Anwar Gani Mustakim
"Fokus penelitian ini adalah buku pelajaran kanji yang berjudul "Kanji Pictographix". Mendasari pada konsep representasi dan kekerasan simbolik terhadap gender, penelitian ini ingin menemukan adanya bentuk-bentuk diskriminasi gender lewat penggambaran kanji sebagai aksara tulis yang digunakan dalam bahasa jepang.
Menggunakan metode semiotika roland barthes, penelitian ini menemukan bahwa banyak kanji-kanji yang direpresentasikan secara bias dan membawa kepada stereotip yang cenderung negatif terhadap gender perempuan. Stereotip yang negatif tersebut antara lain: Banyak bicara, Irasional karena cenderung menggunakan perasaan, Perempuan cantik memiliki tubuh yang langsing, dan Istri yang baik menjalankan peran domestik.

The focus of this study is the kanji textbook entitled 'Kanji Pictographix'. Based on the concept of representation and symbolic violence related to gender, this study aimed to expose the biases of gender discrimination described within kanji as script writing in Japanese.
Using Roland Barthes"s semiotics method, this thesis discovered that many kanji represented with biases that tend to lead to negatively stereotypes for female gender. Those stereotypes are: Talkactiveness , Irrational because women tend to use their feelings, beautiful woman has a slim body, and a good wife to run the domestic roles."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
T30878
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Prakosa,Gotot
Jakarta: FFTV-IKJ, 1997
791.43 Pra f
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Tambunan, Fitri
"Hubungan antara perempuan dan konstruksi gender telah banyak diteliti sampai saat ini. Beberapa penelitian mengenai kasus ini banyak berfokus pada dampak negatif dari konstruksi gender yang dialami perempuan. Seringkali perempuan menjadi korban dari fenomena konstruksi gender dalam masyarakat sebagaimana perempuan dituntut sesuai dengan harapan masyarakat pada umumnya. Adanya persepsi ini, memunculkan pertanyaan, seperti: apakah perempuan selalu seperti itu? Apakah perempuan harus selalu mengikuti konstruksi gender dalam masyarakat? Konstruksi gender juga berdampak pada peranan manusia dalam masyarakat, dan kemudian menciptakan suatu identitas. Tulisan ini membahas tentang gambaran seorang perempuan (khususnya perempuan yang belum menikah) melalui sebuah film berjudul Confession of a Shopaholic, yang dipengaruhi oleh konstruksi gender dalam masyarakat. Hal ini juga membahas bagaimana respon tokoh perempuan terhadap konstruksi gender yang pada akhirnya berpengaruh dalam pembentukan identitas tokoh perempuan tersebut.

The relation between women and gender construction has been discussed many times. Most discussions of the issue focus on the negative impacts of gender construction for women. Women become the victim of the phenomenon of gender construction in society that they have to be what the society expects them to be. This perception then leads to questions: are women always like that? Do women always have to follow gender construction in society? Gender also constructs human's roles in a society, and those roles then create an identity. This paper talks about a woman?s image (especially a single woman) through a movie Confession of a Shopaholic, which is influenced by gender construction in society. It also extends the woman?s response towards gender construction of the society around her as it later creates her identity."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Ulinnuha Gunawan
"Gender kerap disalahartikan sebagai jenis kelamin, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda. Pada tahun 2023, Korea Selatan meluncurkan film berjudul Kill Boksoon yang mencoba mengangkat isu dekonstruksi gender. Penulis tertarik untuk mengetahui gambaran perempuan yang bekerja sebagai pembunuh bayaran melalui produk budaya populer Korea Selatan tersebut. Pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana perempuan yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran digambarkan menjalankan perannya sebagai pencari nafkah dan ibu dalam film Kill Boksoon. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak catat untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan penggambaran perempuan dengan sifat maskulin saat bekerja dan sifat feminin ketika memenuhi peran seorang ibu.
Gender is often confused with sex, even though they are different things. In 2023, South Korea released a movie titled Kill Boksoon which tries to raise the issue of gender deconstruction. The author wants to explore the representation of women working as hitman through South Korea's popular culture product. The issue discussed in this research is how women working as hitmen are portrayed in carrying out their roles as breadwinners and mother in the movie Kill Boksoon. The method used in this research is descriptive qualitative with note-taking techniques to collect data. The result of this research shows the representation of women who exhibit masculine characteristics when working and feminine characteristics when fulfilling the role of a mother."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ariane sabarini
"ABSTRAK
Yingxiong (Hero) adalah film bergenre Wuxia karya Zhang Yimou. Film ini mengambil latar sejarah pada tahun 475-221 SM, menggali sejarah Tiongkok kuno dengan sebuah kisah fiksi tentang misi pembunuhan Kaisar Qin
oleh Wu Ming, seorang pekerja tingkat rendah, dengan cara membunuh tiga pembunuh dari negri Zhou yang mengancam nyawa Kaisar Qin dengan ilmu pedangnya yang luar biasa. Film ini memiliki nilai estetika yang tinggi dan secara terstruktur disajikan menggunakan nuansa warna-warna yang berbeda pada adegan film. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana warna dari setiap adegan mewakili makna dan hubungan alur film. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam jurnal ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan intrinsik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tidak ada makna lainnya dari penggunaan warna adegan melainkan hanya sebagai penanda alur maju atau mundurnya film.

ABSTRACT
Yingxiong (Hero) is a Wuxia genre movie by Zhang Yimou. Set in 475-221 BC, the movie delves into ancient China with a fictional tale about Emperor Qin s assassination mission by Wu Ming, a low-level functionary, by eliminating three potential assassins from Zhou country with his invincible swordsmanship. The movie posses high aesthetic value and is very structurally presented with color-coded scenes. The purpose of this study is to describe how the colors of each scene represent the meaning and relationship of the movie plot. The research
method used by the author in this journal is descriptive analysis with an intrinsic approach, that revealed there are no other meanings of the color-coded scenes other than to mark the progessive or flash back plot of the movie."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Fatma Dyah Savira
"Fandom sebagai ruang yang didominasi perempuan seringkali dianggap lebih ramah gender. Melalui berbagai aktivitas, seperti menulis fanfiksi, menggambar fan art, dan mengonsumsi juga membagikan karya pengemar lain, serta membangun jejaring sesama penggemar, para penggemar perempuan dapat berkegiatan dengan relatif lebih bebas, tanpa batas-batas yang ditetapkan lelaki. Penelitian ini bertujuan untuk mencaritahu cara-cara penggemar perempuan dapat mengeksplorasi dan mengekspresikan dirinya di fandom, dan bagaimana kegiatan mereka dalam ruang penggemar dapat berkelindan dengan hal tersebut. Melalui pendekatan etnografi, dengan metode observasi partisipan dan wawancara mendalam secara daring, studi ini juga menggunakan studi pustaka untuk memperkaya analisa. Hasilnya menunjukkan bahwa informan dapat mengeksplorasi dan mengekspresikan gender mereka melalui berbagai kegiatan penggemar, termasuk terlibat dalam, atau sekadar memperhatikan, diskursus yang sering muncul dalam fandom. Sekalipun ruang fandom masih heteronormatif, informan dapat menentukan sendiri pendekatan mereka pada fandom, termasuk dalam menghadirkan diri mereka.

Fandom as a female-dominated space is often considered more gender-friendly. Through various activities, such as writing fan fiction, drawing fan art, consuming and sharing the fan works of other fans, as well as building networks with fellow fans, female fans can carry out their activities relatively freely, without scornful limitations imposed by men. This research aims to find out the ways female fans can explore and express themselves in fandom, and how their activities in the fan space can be related to this. Through an ethnographic approach, with participant observation methods and online in-depth interviews, this study also uses literature research to enrich the analysis. The results show that informants can explore and express their gender through various fan activities, including engaging in, or simply paying attention to, discourses that often arise in fandom. Even though the fandom space is still heteronormative, informants can determine their own approach to fandom, including in presenting themselves."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rani Hastari
"The Princess and the Frog (2009) merupakan film animasi pertama Disney yang menggambarkan kehidupan seorang putri kulit hitam. Isu peran gender dan rasial dalam film ini dianggap krusial untuk dianalisis karena perempuan Afrika-Amerika mengalami kolonisasi ganda, terutama dalam mengejar American Dream. Analisis terhadap beberapa unsur film seperti penokohan, konflik, latar, dan tema berperan penting untuk memahami isu-isu tersebut. Film ini memperlihatkan bahwa Disney melakukan upaya negosiasi terhadap beberapa nilai yang telah dikritik oleh para feminis dalam Disney Princess Fairy Tales sebelumnya. Namun, hasil analisis film ini menunjukkan bahwa Disney tidak menunjukkan perubahan yang begitu berarti dalam menghadirkan aspek cinta dan pernikahan untuk menciptakan sebuah akhir yang bahagia.

The Princess and the Frog (2009) is the first Disney?s animated movie which depicts the life of a Black princess. Gender roles and racial issues are the two important points in this thesis because African-American women experience double-colonization, especially in pursuing American Dream. Those issues will be analyzed by examining some movie elements such as characterization, conflict, setting, and theme. This movie seems to show that Disney try to negotiate some values that have previously been criticized by feminists in Disney Princess Fairy Tales. However, the result of the analysis shows that Disney does not do significant changes in presenting love and marriage aspects to create a happy ending."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S42485
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>