Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 144846 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Agnes Sondita Payani
"ABSTRAK
LAPAN-A3 merupakan satelit eksperimental generasi ketiga milik LAPAN. Sebagai satelit pembawa misi observasi bum', data multispektral LAPAN-A3 dapat diaplikasikan untuk pemanfaatan Iebih lanjut. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui hubungan antara nilai spektral digital number imager LAPAN-A3 dan Sentinel-2A pada studi kasus wilayah Aceh Singkil. Uji korelasi dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi Pearson. Korelasi menunjukkan bahwa nilai digital number LAPAN-A3 dan Sentinel-2A memiliki hubungan yang rendah atau tidak menunjukkan adanya hubungan secara linear."
Jakarta: Bidang Diseminasi Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh LAPAN, 2018
520 IND 9:11 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Nisrina Alifah Sauda
"Beras merupakan bahan pangan pokok dengan tingkat kebutuhan tinggi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang menjadi produsen padi terbesar di kawasan ini. Sektor pertanian, khususnya produksi padi, berperan penting dalam mendukung misi Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mencapai ketahanan pangan. Namun, tantangan seperti alih fungsi lahan dan perubahan iklim mengancam keberlanjutan produksi padi, termasuk di Kabupaten Indramayu, salah satu lumbung padi utama di Jawa Barat. Untuk mendukung pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan, pemetaan padi berbasis pengindraan jauh menjadi solusi yang efisien, memanfaatkan teknologi satelit seperti Sentinel-2 dan Landsat-8. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan distribusi padi di Kabupaten Indramayu dengan mengintegrasikan metode Convolutional Neural Network (CNN) untuk ekstraksi fitur spektral-temporal dan algoritma Extreme Gradient Boosting (XGBoost) untuk klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema fitur terbaik, yaitu kombinasi data Raw Spectral Bands dengan NDVI, menghasilkan tingkat Overall Accuracy tertinggi sebesar 98,90%. Selain itu, metrik evaluasi lainnya seperti Recall, Precision, dan F1-Score juga menunjukkan hasil tertinggi, masing-masing sebesar 98,90%, yang mencerminkan kemampuan model yang konsisten dalam membedakan area padi dan non-padi. Model CNN-XGBoost menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan model CNN murni, dengan akurasi yang lebih tinggi dan hasil evaluasi yang lebih optimal. Dengan memanfaatkan data multispektral dan multitemporal dari kedua satelit, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data untuk pengelolaan pertanian yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya ketahanan pangan nasional.

Rice is a staple food with high demand in Southeast Asia, including Indonesia, which is the largest rice producer in the region. The agricultural sector, particularly rice production, plays a crucial role in supporting the Sustainable Development Goals (SDGs) for achieving food security. However, challenges such as land conversion and climate change threaten the sustainability of rice production, including in Indramayu Regency, one of the main rice granaries in West Java. To support sustainable agricultural land management, rice mapping based on remote sensing provides an efficient solution, utilizing satellite technologies such as Sentinel-2 and Landsat-8. This study aims to map the distribution of rice in Indramayu Regency by integrating the Convolutional Neural Network (CNN) method for spectral-temporal feature extraction and the Extreme Gradient Boosting (XGBoost) algorithm for classification. The results show that the best feature scheme, a combination of Raw Spectral Bands and NDVI, achieves the highest Overall Accuracy of 98.90%. Additionally, other evaluation metrics such as Recall, Precision, and F1-Score also show the highest values, each at 98.90%, reflecting the model's consistent ability to distinguish between rice and non-rice areas. The CNN-XGBoost model outperforms the pure CNN model, with higher accuracy and better evaluation results. By utilizing multispectral and multitemporal data from both satellites, this study significantly contributes to data-driven decision-making for sustainable agricultural management, while strengthening national food security efforts."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ijan Aprijana
"Ambilan oksigen maksimal (V02max) merupakan standar pengukuran kebugaran aerobik. Tujuan penelitian ini adalah (a) mengetahui korelasi antara nilai V02max basil uji berjalan satu mil dengan nilai V02max hasil uji dengan alat treadmill pada orang lanjut usia yang sehat di Indonesia, dan (b) mengetahui korelasi antara nilai V02max hasil uji berjalan lima menit dengan nilai V02max basil uji dengan alat treadmill pada orang lanjut usia yang sehat di Indonesia. Subyek penelitian sebanyak 25 terdiri dari laki-laki dan perempuan berusia - 60 tahun dan - 85 tahun. Hasil Penelitian menunjukkan adanya korelasi positifyang bermakna antara nilai V02max basil uji berjalan satu mil dengan nilai V02max hasil uji dengan memakai alat treadmill (r = 0,853) (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa pengukuran V02max dengan uji berjalan satu mil dapat digunakan sebagai alternatif pengukuran V02max tidak langsung di lapangan bagi orang lanjut usia yang sehat di KJS Senayan dan KJS Hang Tuah Jakarta. Hasil penelitian juga menunjukkan korelasi positif antara nilai V02max hasil uji berjalan lima menit dengan nilai V02max hasil uji dengan alat treadmill (r = 0,727)."
Jakarta: Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, 2003
T58392
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Dengan meningkatnya ketergantungan pada sistem penentuan posisi berbasis satelit, navigasi dan waktu pada GNSS, prediksi kejadian gelembung plasma menjadi lebih dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter dampak iregularitas ionosfer yang terkait dengan kejadian gelembung plasma dan sintilasi pada aplikasi GNSS selama aktivitas matahari menurun. Untuk mendapatkan informasi variasi musiman iregularitas ionosfer yang terkait dengan gelembung plasma, kami menggunakan All-sky Airglow Imager (ASI) yang dipasang di Kototabang (0.2ºLS, 100.3ºBT, -10,4º lintang magnetik) Indonesia, untuk mendeteksi penipisan kepadatan plasma skala besar dalam bentuk citra dua dimensi, indeks amplitudo sintilasi (S4) yang diperoleh dari tiga single-frequency GPS receiver yang dipasang di lokasi yang sama dan kejadian badai magnetik (indeks Dst) yang diperoleh dari World Data Center for Geomagnetism, Kyoto. Kami menganalisis kejadian gelembung plasma pada citra ASI dari tahun 2003-2009 dan menemukan bahwa tingkat kejadian tertinggi pada bulan Mei-Juli yang berbeda dari variasi musiman kejadian gelembung plasma yang umumnya diketahui selama ini. Tingkat kejadian yang tinggi pada Mei-Juli bukan disebabkan oleh badai magnetik, karena statistik menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan setelah peristiwa gelembung plasma yang mungkin disebabkan oleh badai magnetik dieliminasi. Kami juga mempelajari hubungan spasial antara sintilasi ionosfer dan struktur gelembung plasma skala besar yang terlihat pada citra ASI. Kami menemukan beberapa peristiwa dimana IPPs dari satelit GPS berada di dalam struktur gelembung plasma skala besar pada citra ASI, tetapi tidak teramati adanya sintilasi. "
600 JADIR 11:1 (2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Rizky Miftahul Akbar
"ABSTRAK
Produksi sumur minyak sangat ditentukan oleh parameter porositas dan permeabilitas. Kedua parameter ini dapat menggambarkan karakter reservoar, salah satunya pada reservoar karbonat. Permeabilitas reservoar karbonat sulit diestimasi karena heterogenitasnya cukup tinggi. Untuk melakukan penentuan zona permeabilitas, diperlukan metoda yang dapat memberikan estimasi yang akurat. Estimasi permeabilitas yang umum digunakan adalah menggunakan parameter gelombang Stoneley pada log Dipole Shear Sonic Imager DSI dan metoda rocktyping. Pendekatan pertama menggunakan log DSI untuk mengestimasi zona permeabilitas melalui parameter gelombang Stoneley. Sedangkan pendekatan kedua, metoda rocktyping digunakan untuk memperoleh hasil estimasi zona permeabilitas bawah permukaan dengan berdasarkan analisis Flow Zone Indicator FZI . Kedua pendekatan ini metoda DSI dan rocktyping , sama-sama dapat mengestimasi zona permeabilitas pada suatu reservoar. Dalam penelitian ini, kami melakukan perbandingan antara kedua metoda ini untuk mengetahui kesamaan dan perbedaan antara keduanya, seberapa efektif dan akurat dalam penentuan zona permeabilitas pada masing-masing tipe pori di reservoar karbonat. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil estimasi nilai permeabilitas berdasarkan tipe pori lebih efektif dan efisien menggunakan metoda rocktyping. Yang mana dari hasil tersebut didapat bahwa nilai kedalaman yang didominasi oleh tipe pori crack memiliki nilai permeabiitas yang paling tinggi. Yakni, 3617,689 mD pada Upper reservoir dan 1814,108 mD pada Reef reservoir.

ABSTRACT
Production of oil well is determined by parameter of porosity and permeability. Both of these parameters can describe the reservoir character, one of them in the carbonate reservoir. The permeability of the carbonate reservoir is difficult to estimate because of the high heterogeneity. To determine the permeability zone, a method that can provide accurate estimates is needed. The commonly used permeability estimation is to use the Stoneley wave parameters in the Dipole Shear Sonic Imager log DSI and the rocktyping method. The first approach uses the dsi log to estimate the permeability zone via the Stoneley wave parameter. While the second approach, rocktyping method is used to obtain the estimate of sub surface permeability zone based on Flow Zone Indicator FZI analysis. Both of these approaches DSI method and rocktyping , can equally estimate the permeability zone in a reservoir. In this study, we compared the two methods to determine the similarities and differences between the two, how effective and accurate the determination of permeability zones in each pore type in the carbonate reservoir. From the results of this study can be concluded that the results of permeability value estimation based on pore type more effective and efficient using method rocktyping. Which of the results obtained that the value of depth is dominated by pore crack type has the highest permeabiitas value. Namely, 3617.689 mD on the top reservoir and 1814.108 mD at the Reef reservoir."
2017
S70117
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Yani
"Tesis ini merupakan hasil penelitian tentang pelaksanaan tugas tenaga penggerak lapangan dan faktor penghambat dalam pelaksanaan tugas tenaga penggerak lapangan dalam program Pembangunan Masyarakat Mulia Sejahtera (PMMS) di Desa Ujung Bawang dan Desa Rantau Gedang Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil. Pelaksanaan program Pembangunan Masyarakat Mulia Sejahtera merupakan tanggung jawab pemerintah daerah provinsi dan kabupaten melalui mekanisme pembiayaan bersama, dimana program ini merupakan upaya dalam mengatasi dampak dari konflik bersenjata yang menyebabkan masyarakat Aceh terpuruk dalam kehancuran dan kemiskinan dengan memberdayakan masyarakat agar hidup mulia dan sejahtera melalui pendekatan agama islam dan adat istiadat Aceh. Sesuai dengan tujuan program masyarakat yang diberdayakan adalah masyarakat miskin yang terkena dampak konflik seperti kaum duafa, anak-anak yatim dan para janda.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan para informan, observasi dan studi kepustakaan. Pemilihan informan dilakukan secara snowball sampling terhadap aparat pemerintah daerah, camat, tenaga penggerak lapangan, kepala desa, tokoh masyarakat dan kelompok sasaran dengan jumlah 16 orang. Hasil penelitian dianalisa dengan mengkaitkan kebijakan program dan kerangka pemikiran tentang kemiskinan, pembangunan daerah, pemberdayaan masyarakat, partisipasi, pengembangan masyarakat dan community worker serta faktor penghambat pelaksanaan tugas community worker.
Dalam pelaksanaan program PMMS di Desa Ujung Bawang dan Desa Rantau Gedang Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil, tenaga penggerak lapangan terlibat membantu masyarakat mulai dan tahap sosialisasi, pembentukan kelompok, pembinaan kelompok sasaran, pemanfaatan dana bantuan dan penyusunan pelaporan kegiatan.
Tahap sosialisasi, panitia program memberikan penjelasan program kepada peserta dengan jelas dan peserta diberi kesempatan untuk bertanya apabila ada hal yang kurang dimengerti. Di awal sosialisasi tenaga penggerak lapangan dalam hal ini menggunakan pendekatan direktif serta mendampingi Kepala Desa dan tokoh masyarakat masing-masing desa dan membantu memberi pemahaman tentang program PMMS. terutama hal-hal yang kurang dimengerti, dafam hal ini TPL berperan sebagai pendidik educator. Selain sosialisasi secara formal, peserta sosialisasi dari Desa Rantau Gedang ikut berparlisipasi untuk mensosialisasikan program pada saat di kedai kopi dan pasta di desa mereka. Sosialisasi program PMMS di Desa Ujung Bawang ditakukan hanya secara formal.
Tahap pembentukan kelompok, Dalam pembentukan kelompok mengalami hambatan dikarenakan jumlah anggota kelompok hanya 15 orang sementara keinginan warga masyarakat sangat besar untuk tergabung ke dalam kelompok sasaran. Namun keadaan tersebut dapat diatasi oleh masing-masing tenaga penggerak lapangan yaitu sebagai educator dan enabler sehingga pembentukan kelompok dapat berjalan dengan baik. Penentuan ketua dan bendahara sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing kelompok. Tahap pembinaan, dalam kegiatan pembinaan kelompok, anggota kelompok mendapat pengetahuan tentang pemanfaatan dana bantuan, pemilihan kegiatan dan administrasi dari tenaga penggerak lapangan dalam tahap ini berperan sebagai expert, dan enabler.
Pada tahap penyusunan laporan kegiatan kelompok masing-masing tenaga penggerak lapangan berperan sebagai edocafar yaitu mengajak anggota kelompok secara bersama-sama untuk membuat laporan. Tahap pelaksanaan program, Pembangunan Masyarakat Mulia Sejahtera terdapat faktor penghambat dari luar dan dalam diri tenaga penggerak lapangan. Faktor penghambat dan luar diri tenaga penggerak lapangan adalah rendahnya tingkat pendidikan serta tidak terbiasa dengan urusan surat-menyurat dari masingmasing kelompok, rasa tidak percaya diri, keamanan dan ketergantungan. Faktor penghambat dan dalam diri tenaga penggerak lapangan adalah tidak dapat mengawasi kelompok setiap dua minggu sekali seperti yang terdapat dalam kebijakan program PMMS. Berdasarkan berbagai temuan lapangan dapat disimpulkan secara umum pelaksanaan tugas dan tenaga penggerak lapangan dapat berjalan dengan baik. Dan merujuk kepada faktor penghambat diatas disarankan agar pemerintah daerah sebaiknya memilih tenaga penggerak lapangan yang dapat meluangkan waktu sepenuhnya untuk membina kelompok. Dan kepada tenaga penggerak lapangan agar memberikan masukan kepada pemerintah daerah tentang tugas-tugas di tempat tugasnya."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
T22331
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Samsul Arifin
"ABSTRACT
Satelit LAPAN-A3 adalah salah satu satelit buatan LAPAN dalam pengembangan satelit penginderaan jauh dengan tujuan untuk pemantauan sumber daya alam di permukaan bumi. Mengingat satelit LAPAN-A3 satelit yang hanya memiliki 4 band, maka diperlukan suatu pengkajian potensi untuk mendeteksi parameter geobiofisik permukaan bumi dengan batasan kajian unsur vegetasi, tanah, dan air. Formula yang digunakan antara lain formula Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Soil Index (NDSI), Normalized Difference Water Index (NDWI) yang
telah diaplikasikan pada data satelit optik lainnya. Hasil analisis berupa data satelit LAPAN-A3 berpotensi mendeteksi parameter geobiofisik vegetasi, tanah, dan air dengan modifikasi formula yang
diterapkan."
Jakarta: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, 2019
520 DIRGA 20:1 (2019)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Tristan Dimastyo Ramadhan
"Kawasan pedesaan merupakan wilayah yang kerap kali terlupakan dalam pembahasan pembangunan. Saat ini, pemanfaatan teknologi geospasial telah digunakan untuk berbagai sektor. Salah satu metode yang paling umum adalah pengamatan melalui penginderaan jauh. Penginderaan jauh kerap kali digunakan dalam pengamatan pembangunan suatu wilayah. Penelitian ini memanfaatkan penginderaan jauh untuk mengamati pembangunan di Kabupaten Sumedang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola spasial dari suhu permukaan di Kabupaten Sumedang pada tahun 2007, 2013, 2017, dan 2022 serta korelasi antara suhu permukaan darat tersebut dengan tutupan lahan berdasarkan indeks spektral (NDVI, NDWI, dan EBBI). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra dari Landsat-5 TM, Landsat-8 OLI/TIRS, dan Landsat-9 OLI-2/TIRS-2. Citra didapatkan dan diolah menggunakan Google Earth Engine dan divalidasi dengan menggunakan data lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata suhu di daerah penelitian secara konstan mengalami peningkatan sejak tahun 2007 hingga 2022. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2017 ke 2022, suhu meningkat hingga 4,41℃. terdapat tiga jenis tutupan lahan yang mengalami kenaikan LST yang signifikan yaitu lahan terbuka, lahan pertanian, dan lahan terbangun. Berdasarkan analisis yang dilakukan pola spasial LST di daerah penelitian terdapat 3 jenis sebaran yaitu terpusat, menyebar dan memanjang. LST menunjukan korelasi yang sedang dengan EBBI dan NDWI, sedangkan terdapat korelasi negatif dengan NDVI. NDVI memiliki korelasi negatif yang kuat dengan EBBI dan NDWI. Selanjutnya, NDWI dan EBBI menunjukan angka korelasi sebesar 0,816. Hal ini memiliki arti adanya korelasi positif yang kuat antara NDWI dan EBBI.

Rural areas are areas that are often forgotten in development discussions. Currently, the utilization of geospatial technology has been used for various sectors. One of the most common methods is observation through remote sensing. Remote sensing is often used in observing the development of an area. This research utilizes remote sensing to observe development in Sumedang Regency. The purpose of this study was to analyze the spatial pattern of surface temperature in Sumedang Regency in 2007, 2013, 2017, and 2022, as well as the correlation between land surface temperature and land cover based on spectral indices (NDVI, NDWI, and EBBI). The data used in this study are images from Landsat-5 TM, Landsat-8 OLI/TIRS, and Landsat-9 OLI-2/TIRS-2. The image is processed using the Google Earth Engine and validated using field data. The results of this study are that the average temperature in the study area has constantly increased from 2007 to 2022. The most significant increase occurred from 2017 to 2022. The temperature increased to 4.41℃. Three types of land cover experienced a significant increase in LST, namely bare land, agricultural, and built-up. Based on the analysis carried out by the LST spatial patterns in the study area, there are 3 types of distribution, namely centralized, disperse and linear. LST shows a moderate correlation with EBBI and NDWI, while there is a negative correlation with NDVI. NDVI has a strong negative correlation with EBBI and NDWI. Furthermore, NDWI and EBBI show a correlation number of 0.816. This means that there is a strong positive correlation between NDWI and EBBI.

 

"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Barozi
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2003
T40541
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ilham Bagus
"Salah satu aplikasi struktur perkerasan jalan adalah dengan penggunaan paving block yang merupakan komposisi dasar bahan bangunan yang dibuat dari semen Portland dengan perekat hidrolik seperti campuran air dengan agregat. Karena kekuatan yang tinggi, mudah dikerjakan dan banyak diperoleh dipasaran mengakibatkan penggunaan Paving block menjadi popular pada pekerjaan konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kuat tekan akibat perbedaan pemadatan dan umur sampel, serta mencari nilai korelasi antara kuat tekan dua dimensi paving block yang berbeda. Sasaran dari penelitian ini adalah menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengaruh besar kuat tekan antara dua bentuk yang berbeda. Metode pengujian dengan uji kuat tekan adalah metode yang paling sesuai untuk menentukan pengaruh kepadatan terhadap kuat tekan sampel berbentuk balok dan kubus. Dengan mengetahui hasil nilai kuat tekan berdasarkan dua dimensi benda uji yang berbeda, diharapkan dapat diketahui sebuah nilai konversi antara balok ke kubus yang dapat memudahkan permintaan pasar akan kebutuhan paving block tanpa memerlukan waktu pengujian yang lebih lama.

One of road pavement application is paving block filled by Portland cement binded with aggregates and water. Paving block become broadly used because of high compressive strength, relatively convenient to be assembled and its availability on market. The purpose of this research is to find the effect of compressive strength based on density, age, and correlation between two dimension of test samples. The goal of this research is to broaden the knowledge about effect of compressive strength with difference of two test sample shape. Compression test as the most suitable test method is being used to find compressive strength effect on density. By finding compressive strength based on two different dimension of test samples, conversion factor is hoped to be obtained which will facilitate suppliers on paving block demand and enabling much easier and shorter duration of test."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
Ilham Bagus
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>