Ika Yuniar Cahyanti
"Orang tua adalah orang yang bertifungsi sebagai guru pertama bagi anak-anaknya dan mempunyai peran yang signifikan \mtuk pembentukan sikap, keyakinan, nilai-nilai dan tingkah laku pada anak. Bagaimana anak bermasyarakat (bersosialisasi) tergantung pada bagaimana cara orang tua mengajarkan pada anak tentang sosialisasi, apa yang dianggap orang tua sebagai hal penjng yang harus dipahami anak dan apa yang dianggap orang tua sebagai cara terbaik untuk mengarahkan perkembangan anak. Orangtua yang mengasuh secara tidak konsisten bisa menyebabkan anak mengalami temper tonirum. Anak yang terlalu dimanjakan dan selalu mendapatkan apa yang bisa tanirum ketika suatu kali permintaannya ditolak. Bagi anak yang terlalu dilindungi dan didominasi oleh orangtuanya sekali waktu anak bisa jadi bereaksi menentang dominasi orangtua dengan perilaku tonirum. Keadaan lain yang juga meningkatkan frekuensi temper tantrum adalah sikap orangtua yang cendenmg mengkritik dan terlalu cerewet Temper tantrum terbentuk secara kondisional Anak yang mengalami masalah dalam hubungan dengan orangtuanya, adakalanya tidak dapat menyalurkan emosinya dengan tepat, Salah satu benmknya adalah tantrum. Ia membutuhl-can waktu yang cenderung lama untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya, dan mengalami kesulitan dalam mengeksprosikan Menghadapi masalah seperti ini, salah satu media yang dapat dignmakan untuk mengekspresikan diri pada anak-anak adalah musik_ Secara umum, penelitian telah membuktikan bahwa musik memiliki pengaruh kuat tidak hanya pada suasana kuat tetapi juga pada persepsi dan sikap. Kata-kata lebih mudah diingat sebagai sesuatu yang positif apabila ada musik ringan dan ceria yang sedang dimainkan, sebaliknya akan dianggap negatif apabila diiringi dengan musik yang lamban dan berat. Terapi musik 'menawarkan konteks untuk membangun perasaan sense-in-relationship pada anak. Tujuau utama dari terapi musik adalah menciptakan pengalaman dalam berinteraksi, mengembangkan ekspresi self-orher melalui keterlibatan emosional, dan meningkatkan kornunikasi. Terapi musik memberikan dasar mengenai apa yang harus dilakukan manusia dalam bcrinteraksi dengan orang lain, selain ilu juga menawarkan konteks di mana motivasi dari diri dapat dikembangkau, luapan emosi dapat dialami, diekspresikan dan dibawa dalam komunikasi. Dalam penelitian kali ini, metode terapi musik yang akan diterapkan adalah Improvisarional Music Therapy menggunakan metode Orhl Terapi musik dengan metode Orff adaiah suatu multi sensoris tcrapi. Terapi musik dcngan metode Orff dapat diberikan pada berbagai kasus terutama pada anak-anak yang mcngalami gangguan Esik, mental maupmm emosional. Tcrapi musik dcngan menggunakan metode OrH` tidak hanya menekankan pada permainan alat, namun juga divariasikan dengan bermain irama, gerak, dan juga tepukan sehingga sesuai untuk anak-anak. Melihat beberapa perubahan yang terjadi pada R selama rcntang pelaksanaan terapi, dapat diprediksikan bahwa terapi musik cukup dapat membawa pembahan perilaku pada R, terutama dalah hal menurunkan kebiasaan ranirumnya. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka pendekatan dengan menggmakan terapi musik metode Orff ini dapat disarankan untuk menangani individu dengan kasus temper tamtur. Pcndekatan ini akan sangat membantu orangtua dalam menangani anaknya selain dibutuhkan dukungan dan kerjasama antara orangtua, psikolog dan terapis sehingga efek terapi dapat dicapai secara optimal. "
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2004
T38502
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library