Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 103203 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dwi Citra Annisa
"ABSTRAK
Keamanan informasi di dunia siber merupakan pondasi pembangunan ekonomi digital dan terwujudnya ketahanan informasi nasional di Indonesia namun pertumbuhan kasus kejahatan siber dari tahun ketahun mencapai 47 persen jika dibandingkan antara kuartal kedua 2017 dan kuartal kedua 2018. Media sosial merupakan salah satu fasilitator untuk terjadinya kejahatan di dunia siber. Dengan jumlah penetrasi pengguna media sosial yang tinggi yaitu 130 juta penguna aktif media sosial, ketergantungan masyarakat terhadap pemanfaatan media sosial dikehidupan sehari-hari, dan latar belakang serta pengetahuan pengguna terkait keamanan informasi dimedia sosial yang berbeda-beda, membuat media sosial menjadi media yang mudah untuk terjadinya kejahatan siber. Penelitian ini akan fokus pada faktor kesadaran manusia terhadap keamanan siber saat menggunakan media sosial dengan dengan menganalisis tingkat kesadaran keamanan informasi pengguna di media sosial. pengukuran dilakukan dengan pendekatan survei dengan menggunakan kuesioner pada dimensi pengetahuan, sikap dan perilaku pengguna dalam lima fokus area kesadaran keamanan dengan sepuluh subarea pada masing-masing dimensi. Penelitian ini juga menguji apakah terdapat perbedaan tingkat kesadaran keamanan di media sosial berdasarkan faktor usia, jenis kelamin dan latar belakang pendidikan dari pengguna. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah dari 404 responden yang merespon, disimpulkan hasil tingkat kesadaran keamanan pengguna di media sosial berdasarkan rata-rata keseluruhan masuk pada kelompok tingkat kesadaran keamanan yang sedang dengan dimensi pengetahuan 72%, sikap 69% dan perilaku 70%. Terdapat dua subarea yang memiliki tingkat kesadaran yang rendah yaitu terkait penggunaan password yang kuat dan tindakan keamanan saat menerima tautan pada pesan dari orang yang dikenal. Hasil penelitian ini juga ditemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terkait kesadaran keamanan di media sosial berdasarkan usia dan tingkat pendidikan, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan terkait kesadaran keamanan di media sosial berdasarkan jenis kelamin."
2019
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Pekik Indra Lesmana
"Media sosial kini tak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, tapi telah marak dipakai untuk kepentingan bisnis. Analisis sentimen merupakan penelitian komputasional dari ekspresi sentimen secara tekstual. Twitter adalah salah satu media sosial populer, keterbatasan karakter memberikan kesulitan tersendiri dalam menganalisis sentimen dibanding media sosial lainnya. Semua data yang dipakai dalam penelitian ini merupakan tweet yang disampaikan dalam Bahasa Indonesia. Hasil analisis sentimen di twitter memakai aplikasi yang ada menunjukkan tingkat akurasi yang kecil. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode pengklasifikasian sentimen yang lebih akurat antara 2 metode klasifikasi populer. Akurasi yang dihasilkan oleh Metoda SVM lebih bagus daripada Metode NBC.

Social media is now not used for personal purposes only, but also adopted for business purposes. Sentiment analysis is a computational research of sentiments expressed textually. Twitter is a popular social media in Indonesia, its character limitations make it more challenging to be analyzed than the other social media. All data used in this research is tweets delivered in Bahasa Indonesia. The results of sentiment analysis in twitter using existing applications show low accuracy. This research aims to compare the sentiment classification method that more accurately between two popular classification methods. Accuracy produced by the SVM is better than NBC."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Venera Genia
"Digitalisasi dalam sektor konstruksi membuat industri konstruksi lebih rentan terhadap serangan siber. PT XYZ, sebagai BUMN konstruksi terkemuka di Indonesia, sedang bertransformasi dengan Konstruksi 4.0. PT XYZ telah mengadopsi teknologi pertahanan keamanan informasi seperti perangkat lunak anti-virus, perangkat firewall, Intrusion Prevention Systems (IPS), Web Application Firewall serta melakukan implementasi Data Loss Prevention (DLP) untuk melindungi aset dan reputasi perusahaan. Meski telah mencapai level 4 - Managed dalam keamanan IT dengan skor 3,83, perusahaan masih sering mengalami insiden siber. PT XYZ belum menerapkan praktik kebijakan keamanan informasi yang sudah ada di perusahaan, sehingga insiden siber masih sering terjadi. Penelitian ini betujuan untuk mengevaluasi tingkat kesadaran keamanan informasi karyawan serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesadaran keamanan informasi pada karyawan PT XYZ dengan menggunakan pendekatan pada aspek knowledge, attitude, behavior (KAB) dan human aspects of information security questionnaire (HAIS-Q). Dalam penelitian ini terdapat delapan fokus area kesadaran keamanan informasi yang dievaluasi serta 12 hipotesis yang diuji dengan mengadopsi sebuah pendekatan yang belum banyak dieksplorasi oleh studi lain dengan memasukkan tiga variabel baru: dukungan manajemen puncak, kepastian sanksi, dan keparahan sanksi pada model KAB. Dalam penelitian ini, survei online yang berisi 75 indikator pernyataan disebarkan kepada 1.268 karyawan, mengumpulkan total 289 sampel yang valid. Hasil pengukuran tingkat kesadaran keamanan informasi yang didapatkan menunjukkan hasil rata – rata karyawan PT XYZ telah berada pada tingkat kesadaraan keamanan informasi yang cukup baik (79%). Dari hasil pengujian 12 hipotesis, teridentifikasi bahwa enam hipotesis diterima dengan menunjukkan hasil yang positif dengan pengaruh yang signifikan. Pengetahuan karyawan tentang kebijakan keamanan informasi berpengaruh signifikan terhadap sikap dan perilaku karyawan terhadap kebijakan keamanan informasi dan sikap karyawan tentang kebijakan keamanan informasi berpengaruh signifikan terhadap perilaku karyawan untuk mematuhi kebijakan keamanan informasi. Sedangkan dukungan manajemen puncak, kepastian sanksi serta keparahan sanksi memengaruhi secara signifikan pengetahuan karyawan tentang kepatuhan terhadap kebijakan keamanan informasi perusahaan. Penelitian ini merekomendasikan langkah-langkah untuk meningkatkan kesadaran keamanan informasi karyawan PT XYZ untuk setiap fokus area kesadaran keamanan informasi. Dengan adanya rekomendasi ini, diharapkan dapat mengatasi masalah kesadaran keamanan informasi yang ada pada perusahaan PT XYZ.

Digitalization in the construction sector makes the construction industry more vulnerable to cyber-attacks. PT XYZ, as a leading state-owned construction company in Indonesia, is transforming with Construction 4.0. PT XYZ has adopted information security defense technologies such as antivirus software, firewalls, Intrusion Prevention Systems (IPS), and Web Application Firewalls, and implemented Data Loss Prevention (DLP) to protect the company's assets and reputation. Although it has reached level 4 - Managed in IT security with a score of 3.83, the company still frequently experiences cyber incidents. PT XYZ has not yet implemented existing information security policies, resulting in frequent cyber incidents. This study aims to evaluate the level of information security awareness among employees and to analyze factors influencing information security awareness among PT XYZ employees using an approach focusing on knowledge, attitude, behavior (KAB), and the human aspects of the information security questionnaire (HAIS-Q). The study evaluated eight focus areas of information security awareness and tested 12 hypotheses by adopting an approach not widely explored in other studies, incorporating three new variables: top management support, certainty of sanctions, and severity of sanctions into the KAB model. In this study, an online survey containing 75 statement indicators was distributed to 1,268 employees, collecting a total of 289 valid samples. The results of the information security awareness level measurement show that the average PT XYZ employees are at a fairly good level of information security awareness (79%). From the testing of 12 hypotheses, it was identified that six hypotheses were accepted, showing positive results with significant influence. Employees' knowledge of information security policies significantly affects their attitudes and behaviors towards information security policies, and employees' attitudes about information security policies significantly influence their behavior in complying with those policies. Additionally, top management support, certainty of sanctions, and severity of sanctions significantly influence employees' knowledge about compliance with company information security policies. This research recommends measures to enhance the information security awareness of PT XYZ employees for each focus area of information security awareness. With these recommendations, it is hoped to address the existing information security awareness issues at PT XYZ.
"
Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dika Bahrul Ilmi
"ABSTRAK
Sejak tahun 1996, Kementerian Agama telah menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) sebagai sarana untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kehadiran TIK tentu mendukung tugas dan fungsi Kementerian Agama, tetapi disisi
lain dapat menimbulkan gangguan jika terpapar ancaman keamanan. Hasil survey
GovCSIRT, memperlihatkan masih terdapat kerentanan pada domain go.id.
Berdasarkan hasil evaluasi indeks KAMI, tingkat kematangan keamanan informasi
Kementerian Agama berada pada level I-I+, belum mencapai tingkat kematangan yang
diharapkan pada level III+. Dalam literatur, faktor manusia dapat menjadi aspek
terlemah dalam area keamanan informasi. Oleh karena itu, penelitian ini fokus pada
aspek manusia dengan melakukan pengukuran tingkat kesadaran keamanan informasi
pegawai Kementerian Agama. Metode yang digunakan dalam pengukuran kesadaran
adalah knowledge, attitude, dan behavior (KAB) dengan 8 area dan 25 sub area
keamanan informasi. Sampel penelitian sebanyak 311 responden yang dipilih secara
kuota. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kesadaran keamanan informasi pegawai
Kementerian Agama berada pada kategori sedang, atau membutuhkan pemantauan dan
perbaikan organisasi. Manajemen kata sandi, penggunaan internet, dan pelaporan
insiden keamanan informasi merupakan tiga fokus area dengan tingkat kesadaran paling
rendah yang perlu mendapat prioritas dalam program kesadaran keamanan informasi.
Hasil analisis juga membuktikan bahwa pengetahuan mempengaruhi secara positif
terhadap sikap dan perilaku pegawai. Dengan demikian program kesadaran keamanan
informasi Kementerian Agama dapat efektif diterapkan dengan meningkatkan
pegetahuan pegawai.

ABSTRACT
Since 1996, Ministry of Religious Affairs (MoRA) has used information and
communication technology (ICT) as a means to provide services to the community. The
presence of ICTs certainly supports MoRA's tasks and functions, but on the other hand
it can cause interference if exposed to security threats. The GovCSIRT survey shows
that there are still vulnerabilities in the go.id domain. Based on the results of the index
KAMI evaluation, the level of information security maturity of the MoRA is at the I-I +
level, not yet reaching the expected maturity level at III +. In the literature, human
factors can be the weakest aspects of the information security area. Therefore, this study
focuses on human aspects by measuring MoRA employee information security
awareness levels. The method used in measuring awareness is knowledge, attitude, and
behavior (KAB) with 8 areas and 25 sub-areas of information security. The study
sample consisted of 311 respondents selected by quota. The results of this study indicate
that the level of information security awareness of MoRA employees is in the medium
category, or requires monitoring and improvement of the organization. Password
management, internet use, and information security incident reporting are the three
lowest focus areas of awareness that need to be prioritized in information security
awareness programs. The results of the analysis also prove that knowledge positively
influences employee attitudes and behavior. Thus the MoRA information security
awareness program can be effectively implemented by increasing employee knowledge."
2019
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Novely Siswaningsih
"[Tujuan utama skripsi ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi pengguna media sosial, terhadap brand awareness dan purchase intention. Studi kasus dilakukan pada jenis media sosial Instagram, khusus akun NYX Cosmetics (@nyxcosmetics). Penelitian ini diolah dengan software SPSS 20 untuk pretest dan SmartPLS 2 & 3 untuk main test, menggunakan teknik Partial Least Square Path Modeling (PLS-PM). Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa annoyance mempengaruhi brand page commitment secara positif. Lalu, brand page commitment memiliki pengaruh positif terhadap brand awareness tetapi annoyance tidak memiliki pengaruh terhadap brand awareness. Kemudian, brand page commitment dan brand awareness memiliki pengaruh positif terhadap word of mouth, sedangkan annoyance tidak memiliki pengaruh terhadap word of mouth. Brand page commitment, annoyance, brand awareness, dan word of mouth memiliki pengaruh positif terhadap purchase intention.;The objective of this case is to determine the effect of user interactions in social media on brand awareness and purchase intention. This study involves Instragram account OF NYX Cosmetics (@nyxcosmetics). This research was processed by SPSS 20 software for pretesting and Smart PLS 2 & 3 for main test using Partial Least Square Path Modeling (PLS-PM) technique. The results show annoyance has a positive effect on brand page commitment. Then, brand page commitment has a positive effect on brand awareness, but annoyance has no effect on brand awareness. Brand page commitment and brand awareness have positive effects on word of mouth, and annoyance has no effect on word of mouth. Brand page commitment, annoyance, brand awareness, and word of mouth have positive effects on purchase intention.;The objective of this case is to determine the effect of user interactions in social media on brand awareness and purchase intention. This study involves Instragram account OF NYX Cosmetics (@nyxcosmetics). This research was processed by SPSS 20 software for pretesting and Smart PLS 2 & 3 for main test using Partial Least Square Path Modeling (PLS-PM) technique. The results show annoyance has a positive effect on brand page commitment. Then, brand page commitment has a positive effect on brand awareness, but annoyance has no effect on brand awareness. Brand page commitment and brand awareness have positive effects on word of mouth, and annoyance has no effect on word of mouth. Brand page commitment, annoyance, brand awareness, and word of mouth have positive effects on purchase intention., The objective of this case is to determine the effect of user interactions in social media on brand awareness and purchase intention. This study involves Instragram account OF NYX Cosmetics (@nyxcosmetics). This research was processed by SPSS 20 software for pretesting and Smart PLS 2 & 3 for main test using Partial Least Square Path Modeling (PLS-PM) technique. The results show annoyance has a positive effect on brand page commitment. Then, brand page commitment has a positive effect on brand awareness, but annoyance has no effect on brand awareness. Brand page commitment and brand awareness have positive effects on word of mouth, and annoyance has no effect on word of mouth. Brand page commitment, annoyance, brand awareness, and word of mouth have positive effects on purchase intention.]"
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
S59331
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anwar Wijaya
"ABSTRAK

Saat ini kasus pencurian mobil kian meningkat, sedangkan alarm mobil yang ada saat ini masih memiliki kekurangan. Di sisi lain jumlah pengguna internet dan media sosial juga kian meningkat. Oleh karena itu pada penelitian ini dirancang sistem notifikasi untuk keamanan pada mobil berbasis Raspberry Pi dan media sosial yang dapat memberikan notifikasi 3 kali berturut-turut ke pemilik mobil, yaitu notifikasi teks melalui Instapush, notifikasi foto melalui Twitter, dan notifikasi video melalui YouTube yang terintegrasi dengan Twitter. Hasil dari 20 kali uji coba menunjukan bahwa rata-rata pengiriman notifikasi teks melalui Instapush lebih cepat dan stabil pada tempat parkir ruang terbuka dengan waktu 7,2 detik sejak pintu mobil terbuka hingga tiba di smartphone pemilik mobil. Untuk pengiriman notifikasi foto melalui Twitter rata-rata lebih stabil pada tempat parkir ruang terbuka, tapi lebih cepat pada tempat parkir ruang tertutup dengan waktu 29,55 detik sejak pintu mobil terbuka. Untuk pengiriman notifikasi video melalui YouTube yang terintegrasi Twitter rata-rata lebih stabil dan cepat pada tempat parkir ruang terbuka dengan waktu 217,2 detik sejak pintu mobil terbuka. Foto dan video yang diunggah ke Twitter dan YouTube memiliki tingkat kesamaan yang berkualitas tinggi terhadap foto dan video asli hasil pemotretan dan perekaman webcam yang dipasang di dalam mobil.


ABSTRACT

Nowadays the cases of car theft are increasing, whereas the conventional alarm system has no direct notification feature. On the other side active internet users and active social media accounts continue to rise. Therefore, a notification system for car security based-Raspberry Pi and social media is designed to give 3 fold notifications. Those are text notification through Instapush, photo notification through Twitter, and video notification through Twitter-activated YouTube. Our test shows this system can run 100%. Average delivery time of text notification through Instapush is faster and more stable in the outdoor parking area. It takes only 7.2 seconds from the car door opened event until delivered at car owners smartphone. Average delivery time of photo notification through Twitter is more stable in the outdoor parking area, but is faster in the indoor parking area. It takes only 29.55 seconds after triggered. Average delivery time of video notification through Twitter-activated YouTube is faster and more stable in the outdoor parking area. It takes only 217.2 seconds after triggered. Photos and videos which are uploaded to Twitter and YouTube have a high degree of similarity with the original photos and videos that are captured and recorded by webcam mounted in a car

"
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
S60065
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kemas Khaidar Ali Indrakusuma
"Bank digital merupakan inovasi dari perbankan untuk menghadapi keperluan nasabah ritel yang semakin tinggi. Bank BTPN merupakan salah satu bank yang mengeluarkan produk bank digital, yaitu Jenius. Ancaman fraud terhadap pengguna Jenius akan terus ada dan mengalami peningkatan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan mengukur tingkat kesadaran keamanan informasi nasabah Jenius serta memberikan rekomendasi langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengurangi kasus fraud yang diakibatkan oleh kelalaian nasabah. Penelitian ini juga dapat dijadikan acuan bagi penelitian lain di masa yang akan datang di bidang kesadaran keamanan informasi pengguna. Area fokus yang dipakai di penelitian ini merupakan adaptasi dan perluasan dari framework HAIS-Q. Pengukuran tingkat kesadaran keamanan informasi ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner dengan lima skala Likert ke 385 responden lalu diolah dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan melibatkan delapan pakar untuk mengukur bobot dari beberapa area fokus yang teridentifikasi serta diklasifikasi dengan skala Kruger. Hasil pengukuran kesadaran keamanan informasi mendapatkan nilai 81,9770 yang menunjukkan bahwa kesadaran keamanan informasi pengguna Jenius memiliki tingkat yang baik. Pengolahan data menunjukkan bahwa terdapat dua area fokus dan sepuluh sub-area fokus yang masih belum dalam kategori baik. Area fokus yang kategorinya belum baik adalah email use dan internet use. Selain itu, diberikan beberapa rekomendasi untuk Jenius agar area fokus dan sub-area fokus yang kategorinya belum baik dapat ditingkatkan sehingga kesadaran keamanan informasi nasabah Jenius menjadi lebih baik.

Digital bank is an innovation from bank to deal with the high demand of retail customer. Bank BTPN is one of the bank that launch its own digital bank, Jenius. Customers of Jenius are increasing in number every year. The threat of fraud to its users will continues to exist and has increased. This study aims to analyse and measure the level of information security awareness of Jenius customers and provide recommendations for steps that need to be taken to reduce fraud cases caused by customer negligence. This study can also be used as a reference for other research in the future particularly in the field of user information security awareness. Focus areas that included in this research are the adaptation and extension of HAIS-Q framework. The measurement of the information security awareness is carried out by distributing questionnaires with five Likert scale to 385 respondents and then processed using the Analytic Hierarchy Process (AHP) method which involves eight experts to measure the weight of several identified focus areas and then classified using Kruger scale. The information security awareness measurement has a result of 81,9770 which indicates that information security awareness of Jenius users has a good level. The results of data processing show that there are two focus areas and ten focus sub-area that are still not in good category. Focus areas that are still not in good category are email use and internet use. In addition, several recommendations are given to Jenius so that the focus areas and focus sub-areas that are not categorized as good can be improved to make sure the information security awareness of Jenius customers become better."
Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Andhika P. Putra Mapparesa
"ABSTRAK
Masalah kemacetan di Jakarta merupakan kumulasi dari berbagai masalah lalu
lintas. Polda Metro Jaya selaku penegak hukum dan pelaksana manajemen lalu
lintas membuat TMC sebagai wadah untuk penyebaran informasi lalu lintas.
Namun pada kenyataannya, TMC belum terbukti dapat membantu pengguna
jalan dalam menghadapi lalu lintas. Penelitian ini menganalisis apakah
penyebaran informasi oleh TMC Polda Metro Jaya di media sosial berdampak
terhadap pengambilan keputusan pengguna jalan, terutama ketika berhadapan
dengan kemacetan. Metode pengambilan data dari penelitian ini menggunakan
survey dengan waktu pengambilan sampel cross section yang disebar pada
follower akun Twitter dan Facebook TMC Polda Metro Jaya. Hasil survey
yang diperoleh dianalisis menggunakan piranti lunak olah data statistik dengan
uji regresi linear berganda. Dari 624 responden, diperoleh hasil bahwa faktor
fungsional, bauran pemasaran, dan kualitas informasi dari TMC Polda Metro
Jaya berpengaruh terhadap keputusan pengguna jalan.

ABSTRACT
The principal objective of this paper is to analyze the impact of information
sharing done by Jakarta Metropolitan Police Headquarter’s Traffic
Management Centre (TMC) with the road users’ decision making process. The
impact of TMC is hoped to enease road users handling traffic congestion.
Traffic congestion has always been main problem for any metropolitan cities,
including Jakarta. This paper research how information sharing involving
interaction, trust, online marketing mix, information quality and service quality
impacts the road users’ decision making process. Research method used in this
research is cross sectional, where questionaires were shared among the
Facebook and Twitter followers of TMC. A total of 624 respondents replied
the questionaires and the data then processed using statistical software package
with linear regression analysis. The result of this research proves that
functionality, online marketing mix, and information quality of TMC impact
significantly on road users’ decision making."
Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Valentina Siwi Saridewi
"Penelitian ini membahas tentang membangun model machine learning pada aspek manusia dalam kesadaran keamanan informasi. Model dibangun melalui pendekatan classification dan clustering melalui proses secara garis besar meliputi: impor data, menangani data tidak lengkap, penyusunan dataset, feature scaling, membangun model serta mengevaluasi model. Dataset disusun berdasarkan hasil kuisioner yang merujuk The Human Aspects of Information Security Questionnaire pada masyarakat di Indonesia. Hasil model classification dievaluasi dengan beberapa metode yaitu analisa k-fold Cross Validation, Confusion Matrix, Receiver Operating Characteristic, serta perhitungan skor pada masing-masing model. Salah satu algoritma pada classification yang digunakan yaitu Support Vector Machine memiliki kinerja dengan akurasi 99,7% dan error rate sebesar 0,3%. Algoritma pada clustering salah satunya yaitu DBSCAN memiliki nilai adjusted rand index selalu mendekati nilai 0.

This research discusses building a machine learning model on the human aspect of information security awareness. The model built through a classification and clustering approach through a broad outline process, including importing data, handling incomplete data, compiling datasets, feature scaling, building models, and evaluating models. Dataset arranged based on the results of a questionnaire that referred to The Human Aspects of Information Security Questionnaire to Indonesia society. The results of the classification model evaluated by several methods, namely k-fold Cross Validation analysis, Confusion Matrix, Receiver Operating Characteristics, and score calculation for each model. One of the algorithms for classification, the Support Vector Machine, has a performance with an accuracy of 99.7% and an error rate of 0.3%. One of the algorithms in clustering is that DBSCAN has an adjusted rand index value consistently close to 0."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amartya Maulana Insan
"Penelitian ini menganalisis perilaku pencarian informasi Generasi Z melalui media sosial pada Pemilu 2024 yang penuh dengan tantangan dalam verifikasi informasi karena banyaknya hoaks di media sosial dan bias konfirmasi yang mempengaruhi penerimaan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, wawancara semi-terstruktur, dan purposive sampling, penelitian ini melibatkan informan berusia 19 hingga 24 tahun yang berdomisili di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z memulai pencarian informasi melalui platform seperti TikTok dan Instagram, menggunakan fitur "For Your Page" (FYP) untuk konten yang relevan dan singkat. Proses pencarian informasi melibatkan beberapa tahapan, dari starting hingga ending. Tantangan utama yang dihadapi adalah keberlimpahan informasi dan bias konfirmasi, yang menyebabkan kesulitan dalam membedakan antara fakta dan hoaks. Informan cenderung mengabaikan informasi yang bertentangan dengan keyakinan mereka, yang memperkuat preferensi politik yang sudah ada. Penelitian ini memberikan wawasan bagaimana Generasi Z menggunakan media sosial untuk mencari informasi politik dan tantangan yang mereka hadapi.

This study analyses the information-seeking behaviour of Generation Z through social media during the 2024 election, which is fraught with challenges in verifying information due to the prevalence of hoaxes on social media and confirmation bias affecting information reception. Using a qualitative approach, semi-structured interviews, and purposive sampling, this research involves informants aged 19 to 24 years residing in Jakarta. The findings show that Generation Z starts their information search through platforms like TikTok and Instagram, using the "For Your Page" (FYP) feature for relevant and concise content. The information-seeking process involves several stages, from starting to ending. The main challenges faced are information overload and confirmation bias, which make it difficult to distinguish between facts and hoaxes. Informants tend to ignore information that contradicts their beliefs, reinforcing existing political preferences. This study provides insights into how Generation Z uses social media to seek political information and the challenges they face.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>