Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 37 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ibrahim Kadir
Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah. Depdikbud, 1980
899.224 2 IBR C
Koleksi Publik  Universitas Indonesia Library
cover
Ibrahim Kadir
Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah. Depdikbud, 1980
899.224 2 IBR C
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Hussain, Shahanara
Dacca: Asiatic Society of Pakistan, 1968
913.549 HUS e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Rosniati A. Risna
"ABSTRAK
Mysritiqa tesysmanii Miq. (Mysriticaceae or nutmeg family) is locally named Durenan, Kayu Palan, Kosar, or Kayu Resep. This species is categorized as edangered species under the IUCN category and criteria Herbarium on information gathered from herbarium collections in herbarium Bogoriense and Natio0nal Herbarium the Netherlands, this species was found only in eastern part of java island, indicating the distinctiveness of its geographic distribution. its morhological characters, current population status, potential threats and human values, as well as amplications for its conservation are described."
Bogor: Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas, 2019
580 WKR 17:1 (2019)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Banda's nutmeg oil is one of the moluccas export commodities beside seeds and mace. Nutmeg oil is produced by steam distilation of the dried seeds that do not fulfill export quality..."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Elizah
"Penurunan knalitas bahanmakanan yang menggunakan lipid sebagai bahan
dasamya, mempakan fenomena yang tidak dapat dihindari. Kerusakan yang terjadi
pada bahan makanan ini disebabkan oleh proses oksidasi, baik selama penyediaan
bahan baku, proses produksi, distribusi, maupun preparasi makanan tersebut. Proses
oksidasi dapat di{)ercepat oleh cahaya, panas, enzirn, dan logam berat.
Proses oksidasi yang teijadi pada bahan makanan dapat dihambat dengan cara
menambahkan zat antioksidan baik yang bersifat alami maupun sintetik. Pada
kenyataannya, antioksidan sintetik dapat menyebabkan efek samping yang bersifat
negatif, yaitu efek racun dan efek karsinogen pada tubuh. Oleh karena itu, perlu Penurunan knalitas bahanmakanan yang menggunakan lipid sebagai bahan
dasamya, mempakan fenomena yang tidak dapat dihindari. Kerusakan yang terjadi
pada bahan makanan ini disebabkan oleh proses oksidasi, baik selama penyediaan
bahan baku, proses produksi, distribusi, maupun preparasi makanan tersebut. Proses
oksidasi dapat di{)ercepat oleh cahaya, panas, enzirn, dan logam berat.
Proses oksidasi yang teijadi pada bahan makanan dapat dihambat dengan cara
menambahkan zat antioksidan baik yang bersifat alami maupun sintetik. Pada
kenyataannya, antioksidan sintetik dapat menyebabkan efek samping yang bersifat
negatif, yaitu efek racun dan efek karsinogen pada tubuh. Oleh karena itu, perluPenurunan knalitas bahanmakanan yang menggunakan lipid sebagai bahan
dasamya, mempakan fenomena yang tidak dapat dihindari. Kerusakan yang terjadi
pada bahan makanan ini disebabkan oleh proses oksidasi, baik selama penyediaan
bahan baku, proses produksi, distribusi, maupun preparasi makanan tersebut. Proses
oksidasi dapat di{)ercepat oleh cahaya, panas, enzirn, dan logam berat.
Proses oksidasi yang teijadi pada bahan makanan dapat dihambat dengan cara
menambahkan zat antioksidan baik yang bersifat alami maupun sintetik. Pada
kenyataannya, antioksidan sintetik dapat menyebabkan efek samping yang bersifat
negatif, yaitu efek racun dan efek karsinogen pada tubuh. Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai penelitian yang dapat menemukan sumber antioksidan alami
lain yang dapat menggantikan keberadaan antioksidan sintetik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa kimia yang ada dalam
kulit batang pala dengan menggunakan tiga jenis pelarut organik yang berbeda
kepolarannya dan menguji aktivitas antioksidannya.
Uji aktivitas antioksidan pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
3 metode yang berbeda dan saling mendukung, yaitu metode TLC-fluorescence
sebagai metode pendahuluan ,metode Carotene bleaching dan metode TEA.
Dari basil uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode Carotene
bleaching dan TEA, diperoleh basil bahwa aktivitas antioksidan ekstrak kasar etil
asetat > ekstrak kasar metanol > ekstrak kasar w-heksana. Aktivitas antioksidan ketiga
ekstrak kasar tersebut dibandingkan dengan aktivitas antioksidan tokoferol dan EHT
dengan beberapa variasi konsentrasi. Semakin besar konsentrasi antioksidan yang
ditambahkan menyebabkan aktivitasnya meningkat.
Pemumian ekstrak kasar menghasilkan zat A, zat E, zat D, dan zat E, yang
masib memiliki aktivitas antioksidan yang cukup signifikan.Eerdasarkan uji kualitatif
dan pengukuran spektrum dengan spektrofotometer UV-Vis dan spektrofotometer
diperkirakan senyawa aktif yang berbasil diekstrak dari kulit batang pala adalab
senyawa fenolik yang merupakan flavonoid dan diperkirakan senyawa aktif pada zat
A dan zat E adalab flavanon, pada zat E adalab flavon, dan pada zat D adalab
flavonol. ยป
Daftar Pustaka"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2001
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Roorda, Taco, 1801-1874
"Buku ini berisi tentang cerita-cerita wayang, yaitu: Pala-sara, Pandu, dan Raden Panji (dalam bahasa Jawa)."
's-Gravenhage: Martinus Nijhoff, 1869
BKL.1136-CW 45
Buku Klasik  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Handayani
"ABSTRAK
Monodora myristica (Gaertn) Dunal., is a member of Annonaceae family, native to West, Central and East Africa. The description, used, propagation and collection in Bogor Botanical Garden were described in this paper."
Bogor: Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas, 2017
580 WKR 15:1 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Hutagalung, Bermand Ardha
Depok: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1986
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bayu Wisnumurti
"Tesis ini membahas tentang keteraturan sosial yang terdapat dalam kehidupan masyarakat RT 01 RW 06 kelurahan Kebon Pala Kecamatan Makasar Jakarta Timur. Masyarakat yang tinggal di permukiman ini merupakan warga dari Jakarta maupun pendatang dari luar Jakarta. Mereka yang datang ke Jakarta untuk mencari nafkah dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya dan umumnya bekerja pada sektor informal. Karena ketidak mampuan dan kekurangan harta mereka terpaksa memilih tempat tinggal di suatu permukiman kumuh dengan kurang penataan ruangn hunian, kotor serta kurang memadainya fasilitas-fasilitas seperti air bersih, sampah, listrik dan lain-lainnya.
Sebagai suatu masyarakat yang masih relatif baru, hidup dalam kemiskinan di lingkungan yang kumuh akan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan setempat. Mereka saling berinteraksi satu sama lainnya sehingga terdapat hubungan-hubungan sosial di dalam kehidupan masyarakat tersebut, baik dalam lingkup keluarga, tetangga, kegiatan mata pencaharian,dan lingkup rekan sedaerah. Di dalam hubunganhubungan tersebut terdapat pedoman-pedoman, aturan-aturan yang disepakati, digunakan serta dioperasionalkan sehingga mewujudkan keteraturan sosial dalam masyarakat di lingkungan itu, yang membedakan dengan masyarakat lainnya. Pedoman-pedoman itu ada yang diwujudkan dalam hubungan patron klien, di mana patron yang menentukan adanya aturan dan klien yang melaksanakan. Di lain hal ada pula pedoman itu dibuat atas kesepakatan bersama karena adanya rasa senasib ataupun karena merasa sama-sama dari satu daerah.
Dalam tesis ini ditunjukkan bahwa corak keteraturan sosial yang terdapat dalam kehidupan masyarakat RT 01 RW 06 Kebon Pala banyak dipengaruhi oleh peranan ketua RT setempat. Tetapi peranannya baru terlihat jika suatu waktu terjadi peristiwa dalam hubungan-hubungan social yang menuntut peranannya untuk segera memecahkan atau menyelesaikannya. Bila tidak ada, maka yang berpengaruh adalah hubungan-hubungan perorangan di masyarakat tersebut. Sehingga dalam ketua RT dalam hal dapat dikatakan patron, di mana dibawahnya terdapat patron-patron lain sesuai dengan kelompoknya masing-masing.
Implikasi corak keteraturan sosial tersebut dengan Program Pembinaan Kamtibmas adalah memanfaatkan patron dalam hal ini ketua RT dalam penyampaian pesan-pesan kamtibmas untuk disampaikan kepada warganya. Hal ini akan lebih efektif karena ia sangat berpengaruh terhadap warga di lingkungan tersebut. Di samping itu bahwa corak keteraturan setiap masyarakat tidak selalu sama, sehingga untuk menjalankan program kamtibmas ini harus betul-betul mengetahui corak keteraturan setiap masyarakat yang dibinannya agar pesan yang disampaikan dapat menyentuh dan dilaksanakan oleh warganya."
Depok: Universitas Indonesia, 1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>