Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 33267 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Btari Nadine Isaputri
"Industri fashion di Indonesia sendiri telah memberikan kontribusi yang cukup besar untuk Produk Domestik Bruto (PDB) sektor ekonomi kreatif senilai Rp166 triliun (18,01%) di tahun 2016. Perkembangan teknologi dan informasi yang cepat juga meningkatkan popularitas produk fashion lokal di kalangan konsumen, khususnya generasi milenial. Namun, khalayak membutuhkan lebih dari sekedar informasi referensi. Kaum milenial tertarik pada cerita di balik sebuah merek, proses pembuatannya, hingga keterkaitan merek dengan isu tertentu. Sayangnya, media gaya hidup lebih banyak menyajikan fashion seperti iklan, tanpa disertai kaidah jurnalistik seperti kritis dan memberikan konteks lebih luas. Media baru jurnalisme fashion ini dapat menjadi upaya dalam menyajikan laporan yang kritis dan dengan konteks lebih luas tentang dunia fashion lokal di Indonesia. Manfaat dan tujuan pengembangan prototipe ini adalah menyajikan informasi tentang dunia fashion lokal Indonesia dalam bentuk jurnalistik yang kritis. Tujuannya adalah menjadi pionir jurnalisme fashion kritis di Indonesia degan format situs web yang mudah diakses, interaktif, menarik dan menawarkan informasi komprehensif. Local Thread adalah media jurnalisme fashion lokal di Indonesia berbasis situs. Media ini menyajikan konten laporan fashion yang kritis dan memberikan konteks yang lebih luas, sehingga konten tidak sekedar perpanjangan iklan. Konten juga disesuaikan dengan selera fashion khalayak target, yaitu para milenial. Evaluasi dibagi menjadi evaluasi khalayak dan evaluasi produk. Evaluasi khalayak dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online yang dipasang di situs Local Thread dan tautan e-mail di database subscribers Local Thread. Sementara evaluasi produk akan dilakukan oleh tim Local Thread melalui rapat redaksi berkala.

Indonesian fashion industry has contributed largely in the creative economy sector of Gross Domestic Product (GDP), which accounted for Rp166 trillion (18,01%) in 2016. The rapid rise of technology and information has also increased the popularity of local fashion products in consumers, especially millennials. But, the audience needs more than just reference information. Millennials are interested in the story behind a brand, the process of making, to a brand's association with certain issues. Yet, most lifestyle media presents fashion as an advertisement, without attributing journalistic elements such as criticality and wider context. This new fashion journalism media will be an effort to provide more critical reports with wider context about the local fashion in Indonesia. Benefit and purpose of the prototype is to present information about Indonesian fashion world in critical journalistic product. The purpose is to become a pioneer in critical fashion journalism in Indonesia through the format of a website that is accessible, interactive, interesting and providing comprehensive information. Local Thread is a web-based local fashion journalism media in Indonesia. This media provides critical fashion content that gives wider context, so the content will not just be another form of advertisement. Content is adjusted to the fashion sense of target audience, which is millennials. The evaluation is divided into public evaluation and product evaluation. Public evaluation will be done by distributing online questionnaires through Local Thread website and e-mail links to Local Thread subscribers' database. Whilst, product evaluation will be done by Local Thread team through periodic editorial meetings."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2018
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
New York: teNeues, 2006
R 728.5 FAS
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Troxell, Mary D.
New York: Gregg Division McGraw-Hill Book Company, 1981
687.068 8 TRO f
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Dea Maria Christa
"Penelitian ini membahas bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional yang memiliki kekuatan untuk menentukan perilaku konsumen dan produsen terhadap merek fesyen Indonesia yang menggunakan bahasa Inggris. Bahasa Inggris merupakan bahasa yang telah diterima secara luas oleh dunia. Banyak ahli menyatakan bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa yang eksotis dan eksklusif. Selain itu, bahasa Inggris juga dipercaya sebagai bahasa yang sempurna untuk digunakan untuk berbisnis, khususnya sebagai merek, karena bahasa Inggris dapat memberikan kebanggaan tersendiri dan kesan internasional. Oleh karena itu, banyak perancang busana lokal berpikir bahwa menggunakan bahasa Inggris sebagai identitas dari produk mereka merupakan sebuah cara untuk berkompetisi dengan merek-merek fesyen asing. Bahasa Inggris dianggap sebagai bahasa yang memiliki peranan besar dalam pemberian sebuah merek, khususnya untuk menentukan perilaku konsumen dan produsen. Konsumen menganggap bahasa Inggris sebagai bahasa yang lebih menarik dan menambahkan kesan mahal pada sebuah produk. Produsen mendapatkan keuntungan dari perilaku konsumen tersebut dengan memasang kisaran harga produk yang tinggi untuk menambah laba.

This research examines English, as the lingua franca which has a power to determine both consumers and producers' behavior toward Indonesian fashion brands which use the English language. English is a language which has been accepted widely and globally by the world. Many experts point out that the English language is an exotic and exclusive language. Moreover, English is also believed to be the perfect language to use for business purposes, especially as a brand name, since it gives more prestige and global impression. Therefore, many local designers think that using English as the identities of their products is a way to compete the international fashion brands. It is argued that the English language has a huge role in branding, especially in determining consumers' and producers' behavior. Consumers find the English language as a more attractive language, and it gives prestigious and sophisticated impression to the products. Meanwhile, producers get the advantage of consumers' behavior toward local fashion brands which use English by setting a higher range of price and gaining more profit, compared to the local fashion brands which use Indonesian."
Depok: Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Los Angeles: TeNeues, 2006
647.94 FAS
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Ester Sugiarti
"Budaya Indonesia semakin dikembangkan saat ini. Berbagai kampanye sosial atau gerakan untuk mengajak belajar mengenal dan mencintai budaya lokal saat ini marak dilakukan. Begitu halnya dengan dunia fashion tanah air, saat ini berkembang ditandai dengan munculnya berbagai pagelaran fashion produk desainer dalam negeri. Meningkatnya perkembangan kedua bidang tersebut, memunculkan ide untuk mengkombinasikan keduanya.
Manfaat dari pengembangan prototype adalah memberi pengenalan kepada khalayak mengenai keragaman budaya Indonesia dalam kemasan yang kreatif, yakni fashion. Selain itu, pengembangan prototype program ini diharapkan dapat memberi inspirasi bagi pecinta mode tanah air untuk berkreasi.
Prototype yang dikembangkan : Corak Khatulistiwa, judul dari program yang akan dikembangkan prototype-nya akan menghadirkan program fashion yang unik karena dikombinasikan dengan wisata. Variasi gambar dan musik akan membuat program ini lebih dinamis dan atraktif. Corak Khatulistiwa akan terdiri dari beberapa rubrik, mulai dari rubrik wisata, rubrik inspirasi, rubrik informasi, dan rubrik gaya.
Evaluasi :
- Pre-Test media yang dilakukan dengan metode survey dengan menyebar kuisioner kepada 50 responden. Evaluasi ini ditujukan untuk memperoleh kritik dan saran dari penonton mengenai program Corak Khatulistiwa.
- Evaluasi Internal dan Eksternal yang dilakukan secara berkala. Evaluasi yang melibatkan tim produksi inti (internal) dilakukan dengan melakukan rapat redaksi. Evaluasi Eksternal yang melibatkan khalayak penonton akan menggunakan metode survey dan Riset oleh Lembaga Riset AGB Nielsen (Eksternal).
Anggaran :
- Anggaran pembuatan prototype Rp. 971.000,00
- Rencana anggaran produksi program (JABODETABEK) Rp 4.800.000,00
- Rencana anggaran produksi program (di luar JABODETABEK) Rp 13.660.000,00
- Perkiraan laba maksimal (JABODETABEK) Rp 187.200.000,00
- Prakiraan laba maksimal (di luar JABODETABEK) Rp 178.340.000,00
- Perkiraan laba maksimal (LUAR JABODETABEK 12 episode) Rp 2.332.080.000,00
- Rencana anggaran Evaluasi Rp 6.260.000,00

Indonesian Culture are developed at this time. Various culture social campaign and movement now exist to inform society about indonesian culture. Likewise indonesian fashion world which is currently developing marked by the emergence of designer fashion products in its country. Since development of that two fields increased, an idea comes to combine both.
The Benefits from developing this prototype is to give an introduction to the audience about the cultural diversity of Indonesia in the creative packaging, namely fashion. In addition, prototype development program is expected to provide inspiration for fashion lovers of Indonesia to be more creative.
The developing prototype of Corak Khatulistiwa, will present a different fashion program because it will combined with the travelling theme. Variation images and music will make this program more dynamic and attractive. Corak Khatulistiwa will consist of several sections, ranging from travelling rubrics, inspiration rubrics, information rubrics, and style rubrics.
Evaluation :
- Media Pre-Test is conducted with survey method by spreading questionnaire to 50 respondents. The evaluation is intended to obtain criticism and suggestions from the audience about Corak Khatulistiwa.
- Internal and external evaluation conducted periodically. Evaluation involving the core production team (internal) is done by making editorial meeting. External evaluation involving the audience-will use the survey method and research by AGB Nielsen Research Institute (External).
Budget :
- Prototype budget is Rp 971.000,00
- Program Production (JABODETABEK) budget plan is Rp 4.800.000,00
- Program production (Outside JABODETABEK) budget plan is Rp 13.660.000,00
- Maximum profit estimation (JABODETABEK) is Rp 187.200.000,00
- Maximum profit estimation (Outside JABODETABEK) is Rp 178.340.000,00
- Maximum profit estimation (JABODETABEK 13 episodes) is Rp 2.332.080.000,00
- Budget plan for evaluation is Rp 6.260.000,00
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Pelangi
"Industri fashion terus berkembang sesuai dengan peningkatan jumlah pasar, sehingga menjadikan banyak merek-merek fashion bermunculan. Karena itu, perusahaan merek fashion terus bersaing dan melaksanakan berbagai strategi pemasaran untuk mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada untuk terus meningkatkan pembelian. Penelitian ini dilakukan untuk bisa mengetahui faktor-faktor penting yang bisa menentukan passion-driven behavior konsumen terhadap merek. Penelitian ini membahas mengenai pengaruh biaya iklan, sikap terhadap iklan, dan sales promotion (promosi monetary)dan (promosi non-monetary) terhadap brand prestige dan brand love, serta pengaruh brand prestige, brand love, dan brand trust terhadap passion-driven behavior. Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner (online) dalam bentuk pengisian survei oleh 215 responden yang pernah melakukan pembelanjaan fashion secara offline maupun online dalam enam bulan terakhir. Hasil data yang dikumpulkan kemudian diolah menggunakan software LISREL 8.7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand prestige dipengaruhi oleh sikap terhadap iklan dan promosi monetary. Brand love dipengaruhi oleh promosi monetary dan brand prestige. Sedangkan brand trust dipengaruhi oleh brand love. Passion-driven behavior dipengaruhi oleh brand love dan brand trust.

Fashion industry keep growing as the increasing of its market. This situation makes many fashion companies appear. These fashion companies compete each other and use varies of marketing strategies to get new customers and keep their existing costumer. This study was conducted to understand the important factors that can be the determinants of costumer's passion-driven behavior toward a brand. This study discuss about the influence of advertising spending, attitude toward advertisements, and sales promotion (monetary promotion and non-monetary promotion) to brand prestige and brand love, the influence of brand prestige, brand love, and brand trust to passion-driven behavior. The research method used by spreading the questionnaire (online) in a survey form which filled by 215 respondents who ever purchased fashion offline or online in the last six months. The collected data result was processed using LISREL 8.7 software. The findings show that brand prestige is influenced by attitude toward advertisement and monetary promotion. Brand love is influenced by monetary promotion and  brand prestige. Meanwhile, brand trust is influenced by brand love. Passion-driven behavior is influenced by brand love and brand trust."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Muzammil Sanusi
Jakarta: Elex Media Komputindo, 2008
746.92 MUZ k (1);746.92 MUZ k (2)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Eka Pujiastuti
"Penelitian ini menganalisis determinan performa ekspor industri kreatif Indonesia, khususnya industri fesyen. Pengujian dilakukan dengan berbagai determinan yang didapat dari studi terdahulu dan pengalaman pelaku industri ini. Mengaplikasikan model khusus untuk data fraksional, Papke-Wooldridge model, Peneliti secara spesifik menggunakan data level perusahaan dari statistik industri dengan klasifikasi sesuai dengan blueprint ekonomi kreatif Indonesia. Ditemukan bahwa ukuran perusahaan, upah pekerja, juga peran pemilik asing dan bahan baku impor memiliki korelasi yang signifikan dengan performa ekspor industri ini.

This study analyzes export performance of Indonesian creative industries, especially the fashion industry. We test a range of determinants obtained from the literature and experiences of the industry. To estimate the relation between export performance and its determinants, we apply specific model for fractional data and also specifically using firm-level data from industrial statistics classified by blueprint of Indonesian creative industry. Our analysis points that size of the company, cost of workers, also role of foreign owners and imported raw materials have significant correlation with the export performance of the industry."
Depok: Universitas Indonesia, 2014
S56335
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>