Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 158228 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Indra Sumantri
"ABSTRAK

Integrasi pemodelan isi fluida dan analisis seismik AVO untuk memetakan reservoar gas Globigerina limestone melalui simultaneous pre stack inversion telah dilakukan pada Cekungan Jawa Timur, Selat Madura. Penelitian ini memanfaatkan pemodelan ke belakang atau lebih dikenal sebagai inversion modelling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penyebaran reservoar gas dari Globigerina limestone sehingga hasil analisis kuantitatifnya dapat dijadikan sebagai rujukan didalam pemboran sumur berikutnya. Penelitian diawali dengan pembuatan low frequency model yang optimum yaitu dengan mengintegrasikan pemodelan isi fluida dan analisis seismik AVO. Integrasi keduanya diperlukan mengingat target penelitian banyak terpengaruh oleh zona gas dangkal yang mengakibatkan terdistorsinya puncak dan dasar dari struktur reservoar targetnya. Data penelitian terdiri dari data seismik tiga dimensi (3D) seluas 320km2 dengan kerapatan bin size 18.75m x 12.5m disertai dengan dua data sumur. Hasil dari crossplot menunjukan bahwa litologi target reservoar dapat dibedakan dengan litologi non reservoar melalui log Vp dan Vs. Hasil dari crossplot antara impedansi P dan Vp/Vs dapat menunjukkan bagaimana kualitas reservoar gas pada struktur F dan struktur H. Nilai cut-off pada crossplot utama yaitu antara impedansi P dan Vp/Vs adalah sebesar 2.400 - 5.500 gr/cc*m/s dan 2,0 - 2,1 pada rasio cepat rambat gelombang. Hasil dari optimasi low frequency model menunjukkan bahwa pada struktur G, yang merupakan target pemboran berikutnya, respon impedansi P dan Vp/Vs nya analog terhadap kedua struktur F dan H. Hal ini menunjukkan bahwa melalui integrasi pemodelan isi fluida dan analisis seismik AVO, low frequency model dapat dioptimasikan sehingga metode simultaneous seismic inversion mampu memetakan zona-zona reservoar gas lainnya.


ABSTRACT

Integration of fluid replacement modelling and seismic AVO analysis towards simultaneous seismic inversion had been done to delineate the distribution of Globigerina limestone gas reservoir in Madura Strait, East Java Basin. This study was using backward modelling or well known as inversion modelling to finish the quantitative analysis. The purpose of the study is to map the distribution of Globigerina limestone gas reservoir so that in the end the final result will be used as a guidance to drill the next exploration well. It started with an optimized low frequency model building by integrating fluid replacement modelling and seismic AVO analysis. By integrating these two methods, the distorted reservoir top structure and bottom can be compensated and the low frequency model will be optimized. The availability of the data includes 3D seismic data with acquisition bin size 18.75m x 12.5m, area of 320km2, with two well logs. The crossplot result showed that the reservoir and non-reservoir lithology can be distinguished by Vp and Vs log. By analysing the acoustic impedance together with Vp/Vs, the character of gas reservoir at surrounding F and H structures can also be delineated. The main cutoff for acoustic impedance and Vp/Vs were 2,400 - 5,500 gr/cc*m/s and 2.0 - 2.1. The final optimizing result of low frequency model showed that the target G structure, which will be the next exploration target, showed an analogue response with its neighbour F and H structures. It is concluded that by integrating both two methods, fluid replacement modelling and AVO seismic analysis, the optimizing of low frequency model can be achieved and the simultaneous seismic inversion can successfully map other gas reservoir.

"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2018
T52374
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hendra Himawan
"Karakterisasi reservoar merupakan tahapan yang sangat penting dalam memahami penyebaran heterogenitas reservoar secara vertikal dan lateral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebaran vertikal dan lateral dari flow units sehingga penempatan dan target sumur pengembangan dapat optimal. Pemahaman penyebaran heterogenitas reservoar secara vertikal umumnya berdasarkan hasil analisa petrofisika yang dikombinasikan dengan hydraulic flow units. Nilai flow zone indicator dari hydraulic flow units merupakan cerminan kualitas batuan yang dipengaruhi komposisi mineralogi dan tekstur batuan sebagai efek dari lingkungan pengendapan dan facies sebagai pengontrol. Sedangkan untuk memahami penyebaran heterogenitas reservoar secara lateral umumnya berdasarkan hasil inversi seismik model based. Hasil analisa petrofisika pada Sumur C-1 diperoleh karakter reservoar dengan ketebalan gross = 370.5 ftMD, ketebalan net pay = 346.0 ftMD, NtG = 93.4%, Vclay = 6.9%, Phie = 38.7%, permeabilitas = 22.6mD dan Sw = 46.6%. Sedangkan penyebaran heterogenitas reservoar berdasarkan hasil analisa hydraulic flow units pada Sumur C-1 diperoleh lima flow units dengan flow unit ke lima mempunyai kualitas yang paling bagus. Karakteristik flow unit ke lima mempunyai nilai FZI = 0.727, Vclay = 3.9%, Phie = 45.1%, Permeabilitas = 229.6mD dan Sw = 31.1% dengan dominan batuan yaitu grainstone. Pola persebaran lateral good flow unit yang mempunyai nilai AI 3600 – 4300 (gr/cc*m/s) berdasarkan hasil analisa inversi seismik mengikuti pola struktur pada Lapangan C yang relatif berarah barat laut – tenggara. Semakin mendekati puncak struktur ketebalan good flow unit akan menipis karena truncated oleh fault.

Understanding of vertical and lateral reservoir heterogeneity has always been crucial for reservoir characterization. The purpose of this study is to determine the lateral distribution of good flow unit so that the development well placement and targets can be optimized. Understanding the vertical reservoir heterogeneity generally based on petrophysical analysis result combined with hydraulic flow units. Hydraulic flow units is based on the flow zone indicator which reflect to rock quality that influenced by the mineralogical composition and texture of lithology. Whereas to understand the lateral heterogeneity, generally based on the quantitative analysis as results from model based seismic inversion. The petrophysical results obtain 370.5ft gross thickness with net pay = 346.0 ftMD, NtG = 93.4%, Vclay = 6.9%, Phie = 38.7%, permeability = 22.6mD and Sw = 46.6%. From hydraulic flow units results obtain five flow units with the fifth flow unit has best quality. Characteristics of the fifth flow unit has FZI = 0.727, Vclay = 3.9%, Phie = 45.1%, Permeability = 229.6mD and Sw = 31.1%, with grainstone as dominant lithology. The good flow units have AI value 3600 gr/cc*m/s - 4300 gr/cc*m/s and have lateral distribution relatively northwest - southeast. Going to the crest of structure, the thickness of good flow unit will be thinner because it is truncated by the fault."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2018
T52149
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizqi Wahyu Nurcahyo
"Analisis AVO dan inversi simultan merupakan metode yang berperan penting dalam mengidentifikasi litologi dan fluida reservoar. Pada penelitian ini, analisis AVO dan inversi simultan dilakukan pada lapangan X, cekungan Sumatera Selatan. Berdasarkan analisis data Uji Kandungan Lapisan, pada sumur RWN-1 di kedalaman 1165 - 1170 meter terdapat kandungan fluida hidrokarbon berupa gas pada litologi batupasir. Penelitian ini menggunakan data pre-stack super gather yang dianalisis dengan menggunakan AVO. Dari hasil analisis ini, ditemukan anomali AVO kelas IIp pada kedalaman zona target, yaitu 1165 - 1170 meter (time 778 - 782 ms), inline 1678 dan crossline 5556. Analisis AVO dilakukan pada atribut AVO, yaitu intercept yang bernilai positif, gradient yang bernilai negatif, product yang bernilai negatif, dan scaled poisson’s ratio changed yang bernilai rendah. Analisis inversi simultan dilakukan pada partial angle stack, yaitu near angle stack (0° - 10°), mid angle stack 10° - 20°), dan far angle stack (20° - 30°). Inversi simultan dilakukan untuk identifikasi reservoar batupasir menggunakan parameter impedansi S dengan range nilai (4543,48 - 5512,35 (m/s)*(gr/cc)) dan densitas dengan range nilai (2,35 - 2,56 (gr/cc)). Sedangkan parameter impedansi P dengan range nilai (8373,25 - 9047,45 (m/s)*(gr/cc)) dan VpVs ratio dengan range nilai (1,53 - 1,87 unitless) digunakan untuk identifikasi fluida reservoar.

AVO analysis and simultaneous inversion is the important method to identify lithology and reservoir fluid. In this research, AVO analysis and simultaneous inversion were applied to the field X, South Sumatera Basin. Based on Drilled Stem Test (DST) data analysis, in the RWN-1 well at depth 1165 - 1170 meters, there is gaseous hydrocarbon content in sandstone lithology. This study used pre-stack super gather data that was analyzed by using AVO .This analysis showed AVO class IIp anomaly in the depth of target zone, 1165 - 1170 meters (time 778 - 782 ms), inline 1678 and crossline 5556. AVO analysis was carried out on AVO attributes, positive intercept, negative gradient, negative product, and low scaled poisson’s ratio changed. Simultaneous inversion analysis was performed on partial angle stack start from near angle stack (0° - 10°), mid angle stack (10° - 20°), and far angle stack (20° - 30°). Simultaneous inversion analysis was applied to identify sandstone reservoir by using S impedance parameter with range (4543,48 - 5512,35 (m/s)*(gr/cc)) and density with range (2,35 - 2,56 (gr/cc)). Furthermore, P impedance parameter with range (8373,25 -9047,45 (m/s)*(gr/cc)) and VpVs ratio with range (1,53 - 1,87 unitless) were used to identify reservoir fluid."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
S47518
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Nuruddianto
"Reservoar gas batu pasir pada formasi Arang telah berhasil di karakterisasi dengan mengintegrasikan ketiga metode dari inversi simultan, analisis LMR dan analisis AVO. Karakterisasi difokuskan dalam dua hal yaitu identifikasi litologi dan kandungan fluidanya. Pada studi ini masing-masing metode akan menghasilkan parameter fisis yang sensitif terhadap karakter dari reservoar.Inversi simultan menghasilkan tiga parameter fisis berupa impedansi P (Zp), impednasi S (Zs), dan rasio Vp/Vs. Sementara transformasi LMR akan menghasilkan dua parameter fisis yaitu Mu-rho dan Lamda-rho. Identifikasi litologi dilakukan melalui analisis parameter fisis Mu-rho dan impedansi S sedangkan identifikasi kandungan fluida melalui analisis parameter Lamda-rho, impedansi P, dan rasio Vp/Vs. Analisis AVO dilakukan untuk mengetahui tipe kelas anomali dari gas yang mengisi reservoar melalui analisis gradien. Hasil studi menunjukan parameter Mu-rho dan lamda rho berhasil menggambarkan persebaran reservoar gas batu pasir secara 3D. Hasil impedansi S, impedansi P, dan Vp/Vs juga menujukan indikasi dari reservoar batu pasir di daerah yang sama. Terakhir berdasarkan analisis AVO tipe gas dalam reservoar adalah kelas IIp.

Gas sand resrvoir at Arang formation has been characterized by integrating three method from simultaneous inversion, LMR analysis, and AVO analysis.Characterization is focused on two things, litologi identification and fluid content. Each method in this study will produce parameter which sensitive to reservoar character. Simultaneous inversion results three physical parameters P-impedance, S-impedance, and ratio Vp/Vs. Whereas LMR transformation results two parameters, Lamda-rho and Mu-rho. Litology identification is done with Mu-rho and S-impedance analysis while fluid content identification is done with Lamda-rho, P-impedance, and ratio Vp/Vs. AVO analysis has purpose to know anomaly type from gas in reservoar through gradient analysis. This study shows that Mu-rho and Lamda-rho analysis can deliniate Gas Sand Reservoar in 3D form. While S-impdance, P-impedance, and Vp/Vs also indicate gas sand reservoar in the same spot. Finally based on AVO analysis, gas type in reservoar is class IIp.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2015
S59557
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mangasi, Nosevin
"Aplikasi Inversi Seismik Post-Stack dan AVO dalam penyebaran Lapisan Hidrokarbon Gas Pada Lapangan Nauli Formasi Talang Akar Cekungan Sumatera Selatan Lapangan Nauli adalah salah satu lapangan marginal yang berada di wilayah Barat Indonesia dan telah terbukti menghasilkan hidrokarbon minyak dan gas. Lapangan ini berada pada Cekungan Sumatera Selatan dengan target reservoir batupasir pada Formasi Talang Akar.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengindentifikasi fluida hidrokarbon gas dari data log sumur dan mengintegrasikan dengan data seismik untuk mengetahui kemungkinan penyebarannya di seluruh lapangan. Karakteristik reservoir seperti porositas dan saturasi air dihitung pada masing-masing lapisan di tiap sumur.
Metode seismik inversi dipilih untuk memperkirakan attribut P-impedance Zp , S-impedance Zs dan densitas r . Inversi Amplitude Versus Offset diterapkan dengan menggunakan attribut Lambda-Mu-Rho. Perubahan pada hasil inversi Lambda-Mu-Rho dapat memberikan informasi mengenai litologi dan kandungan fluida di dalam pori-pori reservoir.
Hasil analisis dan pengolahan mendapatkan nilai porositas efektif pada Lapangan Nauli berkisar antara 10-20 p.u dengan saturasi air 20-70 dengan ketebalan Net pay berkisar antara 2-8 meter. Inversi post-stack menunjukkan adanya anomali impedansi pada skala waktu 1580 ndash; 1590 ms dengan nilai impedansi 22.000 ndash; 25.000 m/s g/cc.
Hasil analisis petrofisika menunjukkan posisi ini pada lapisan-X yang merupakan salah satu lapisan pembawa gas gas bearing layer . Attribut inversi AVO Lambda-Mu-Rho LMR mengkonfirmasi adanya kehadiran gas pada anomali impedansi tersebut yang ditandai dengan nilai Lambda-Rho sebesar 11-20 Gpa g/cc relatif bernilai lebih kecil dari nilai Mu-Rho yaitu sebesar 28-32 Gpa g/cc.

Title Application of Seismic Post Stack Inversion and AVO for Gas Reservoir Delineation in Nauli Field, Talang Akar Formation South Sumatera Basin. Nauli Fields is one of the marginal fields located in the western region of Indonesia and has been proven to produce oil and gas hydrocarbons. This field is located in the South Sumatra Basin with target reservoir is sandstone from Talang Akar Formation.
The purpose of this study is to integrate petrophysical interpretation and seismic data analysis.Reservoir characterization such as porosity and water saturation calculated for each layer within the wells.
Seismic inversion methods chosen to estimate the attributes of P impedance Zp , S impedance Zs dan densitas r . AVO inversion applied using Lambda Mu Rho attribute can provide information on lithology dan fluids content in the reservoirs.
Data processing and analysis shows that the effective porosity for Nauli Field is 10 20 porosity unit p.u with 20 70 water saturation. The thickness of net pay is 2 8 meters. Post stack inversion shows impedance anomaly around 1580 1590 ms with value 22.000 25.000 m s g cc.
Petrophysics analysis estimate this anomaly in layer x with gas fluid estimated. Lambda Mu Rho attribute confirm this fluid with lower Lambda Rho values around 11 20 Gpa g cc than Lambda Rho values around 28 32 Gpa g cc.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
T46838
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Anshariy
"[ABSTRAK
Lapangan Athar mulai berproduksi sejak tahun 1975 dengan produksi kumulatif mencapai 900 MMbbls dan RF 50%. Pada tahun 2011 dilakukan akuisisi seismik 3D untuk melihat remaining potential yang ada di lapangan ini. Analisa seismik 3D dengan atribut seismik dan inversi simultan memberikan hasil yang cukup baik untuk menentukan penyebaran batupasir dan hidrokarbon yang ada di dalam nya. Volume densitas hasil inversi, atribut minimum amplitude, dan atribut arc length membantu dalam mengidentifikasi penyebaran reservoar. Lambda-Rho dan AI membantu dalam mengidentifikasi area-area yang mengandung hidrokarbon. Interpretasi struktur di seismik menunjukkan adanya sesar minor, yang sebelumnya tidak teridentifikasi pada seismik 2D. Hasil analisa seismik digunakan dalam pembuatan 3D geomodel. Penentuan batas channel, dan area hidrokarbon di dipandu hasil dari analisa seismik dan data sumur. Empat tubuh channel teridentifikasi dari analisis tersebut, sementara overbank deposit disebarkan secara statistik. Data interpreasi struktur digunakan untuk menentukan jumlah segmen atau kompartemen, dan hasilnya adalah lima segmen selatan dan satu segmen utara terdapat di zona dangkal Lapangan Athar. Hasil pemodelan geologi menunjukkan bahwa segmen 5 menjadi area yang masih memiliki prosepek untuk produksi minyak, sementara segmen 2 memiliki prospek untuk produksi gas.

ABSTRACT
Athar Field start producing since 1975 up to now with cummulative production reached 900 MMbbls and RF 50%. 3D seismic was acquired in 2011 to identify the remaining potential in this field. Analysis of 3D seismic with attribute and simultaneous inversion provide a good result to determine reservoar distribution and hydrocarbon contained. Density cube from inversion, minimum amplutide attribute, anda arc length attribute are used to map the sand distribution. Lambda Rho and AI (Ip) are usefull to identify the remaining hyrocarbon area. Structural interpretation from seismic shows there are minor faults which is not identified before with 2D seismic. The result of the analysis was used to create 3D Geomodel. The channel limit determination, and remaining hydrocarbon area guided by analysis from seismic and well data. As a result, four channel bodies were identified, whilst overbank deposit distributed statistically. Structural interpretation data used to determine the number of segment or compartment, and the result are five segments in the south and one segment in the north identified in the shallow zone Athar Field. The result of geological modeling shows that segment 5 still has prospect in oil production, whilst segment 2 has prospect in gas production.;Athar Field start producing since 1975 up to now with cummulative
production reached 900 MMbbls and RF 50%. 3D seismic was acquired in 2011 to
identify the remaining potential in this field.
Analysis of 3D seismic with attribute and simultaneous inversion provide a
good result to determine reservoar distribution and hydrocarbon contained. Density
cube from inversion, minimum amplutide attribute, anda arc length attribute are used
to map the sand distribution. Lambda Rho and AI (Ip) are usefull to identify the
remaining hyrocarbon area. Structural interpretation from seismic shows there are
minor faults which is not identified before with 2D seismic.
The result of the analysis was used to create 3D Geomodel. The channel limit
determination, and remaining hydrocarbon area guided by analysis from seismic and
well data. As a result, four channel bodies were identified, whilst overbank deposit
distributed statistically. Structural interpretation data used to determine the number of
segment or compartment, and the result are five segments in the south and one
segment in the north identified in the shallow zone Athar Field.
The result of geological modeling shows that segment 5 still has prospect in
oil production, whilst segment 2 has prospec in gas production, Athar Field start producing since 1975 up to now with cummulative
production reached 900 MMbbls and RF 50%. 3D seismic was acquired in 2011 to
identify the remaining potential in this field.
Analysis of 3D seismic with attribute and simultaneous inversion provide a
good result to determine reservoar distribution and hydrocarbon contained. Density
cube from inversion, minimum amplutide attribute, anda arc length attribute are used
to map the sand distribution. Lambda Rho and AI (Ip) are usefull to identify the
remaining hyrocarbon area. Structural interpretation from seismic shows there are
minor faults which is not identified before with 2D seismic.
The result of the analysis was used to create 3D Geomodel. The channel limit
determination, and remaining hydrocarbon area guided by analysis from seismic and
well data. As a result, four channel bodies were identified, whilst overbank deposit
distributed statistically. Structural interpretation data used to determine the number of
segment or compartment, and the result are five segments in the south and one
segment in the north identified in the shallow zone Athar Field.
The result of geological modeling shows that segment 5 still has prospect in
oil production, whilst segment 2 has prospec in gas production]"
Depok: Universitas Indonesia, 2015
T44190
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahsanulkhair Y. R.
"Lateral lithology and saturation heterogeneities are key aspects of reservoir characterization. Amplitude versus offset (AVO), which is based on the change in reflection response caused by the change in incident angle, provides the relationship between reservoir parameters, petrophysical parameters, and elastic constants.
Conventional AVO analysis and modeling by iteratively picking on the reflection event can sometimes be challenging due to practicalities of picking, resolution problems, and thin layer effects. Lithofacies identification based on seismic impedance inversion can alleviate these difficulties. Impedance inversion is also relatively free from the horizon interpretation problem, which can be subjective in heterogeneous reservoirs.
In this study, we modify the Extended Elastic Impedance (EEI) method to predict lateral lithologic and saturation heterogeneities from seismic data. To validate the developed method, we apply Simultaneous AVO inversion. The modified extended elastic impedance method uses a least squares weight combination of intercept and gradient to produce lateral and vertical elastic parameters or log analysis of interest. This method provides more reliable and stable results compared to the original extended elastic impedance. In addition, the method produces any type of elastic parameter without an explicit relation function."
Jakarta: Universitas Indonesia, 2006
T20911
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Joko Kristanto
"Perubahan impedansi seismik memberikan petunjuk adanya perubahan sifat-sifat batuan, seperti porositas, densitas, saturasi dan lain-lain. Dengan inversi seismik kita dapat membuat korelasi pada domain impedansi berdasarkan perubahan sifat-sifat batuannya. Namun demikian, analisa seismik inversi dengan full stack gelombang-P memberikan kesimpulan yang terlalu umum, masih mengandung multi interpretasi pada kondisi eksplorasi tertentu.
Melalui inversi simultan, kita mendapatkan kesimpulan yang lebih pasti dimana kita dapat mengestimasi densitas, impedansi P dan impedansi S, dimana masing-masing memberikan respon yang cukup berbeda dalam memisahkan pengaruh lithology dan fluida. Proses inversi simultan menggunakan data partial angle stack, yang kemudian wavelet yang diekstrak dari setiap offset diinversikan secara bersamaan.
Dari hasil inversi simultan diatas, selanjutnya dengan teknik analisa rock physics kita dapat memprediksi distribusi lithology, porosity dan kandungan hidrokarbon (gas). Proses selanjutnya dengan mentransformasikan hasil inversi menjadi Lambda-Rho (λρ) dapat digunakan untuk memperkuat argumentasi adanya indikator kandungan fluida di pori batuan.
Akhirnya dengan melakukan analisa peta distribusi sifat batuan yang di overlay dengan peta struktur dan sumur produksi, kita dapat mengidentifikasi area potensial untuk strategi pengembangan lebih lanjut untuk mengoptimalkan pengurasan hidrokarbon pada area studi.

The change of seismic's impedance giving clues that there is change of lateral rock properties such as porosity, density, fluid saturation etc. Seismic inversion allows us to make correlation in the impedance domain based on the change of rock properties. However the analysis of the early P-wave fullstack seismic inversion data alone can lead to ambiguous conclusions in many exploration conditions.
By performing simultaneous inversion will bring us to a less ambiguous interpretation of our inversion results in which we are able to estimate Density, Pimpedance and S-impedance which they are giving different response to discriminate fluid and lithology effects. Simultaneous inversion process uses partial angle stack data which can be inverted simultaneously using wavelet extracted from each offset.
Based on result above, using further rock physics technique analysis we can predict sand, porosity and hydrocarbon content distribution. Further process, the result can be transformed to Lambda-Rho (λρ) that can be used for pore fluid content indicator.
Finally by analyzing the rock properties distribution map overlaid by structure map and producer well, we can identify the potential area for further development strategy to optimize the hydrocarbon recovery of the study area.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
T29615
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ayu Septiani
"Dalam dunia eksplorasi, analisis AVO digunakan untuk mengetahui keberadaan gas pada suatu zona target eksplorasi minyak dan gas bumi. Analisis tersebut didukung dengan inversi simultan dalam mengidentifikasi fluida dan litologi reservoir. Kedua analisis tersebut diterapkan pada penelitian ini dimana wilayah penelitian ini terletak pada lapangan R - Jambi Formasi Gumai dengan dominasi batu pasir dan batu lempung.
Hasil analisis AVO ditemukan anomali AVO kelas IIP pada sumur A yang berada pada time 700-730 ms dan anomali AVO kelas III pada sumur C yang berada pada time 800-830 ms. Dari inversi simultan didapatkan atribut angle stack, impedansi akustik, impedansi elastis dan densitas, yang menunjukkan respon amplitudo yang berbeda pada setiap atribut di lapisan.
Analisis inversi simultan dilakukan pada partial angle stack, yaitu near angle stack (3° - 15°), mid angle stack (15° - 27°), dan far angle stack (27° - 39°). Inversi simultan dilakukan untuk identifikasi reservoar batupasir menggunakan parameter impedansi S dengan range nilai (4500 - 5000 m/s) dan densitas dengan range nilai (2.0 - 2.5 g/cc). Sedangkan, parameter impedansi P dengan range nilai (8500-9000 m/s) dan VpVs ratio dengan range nilai (1,67 - 1,86 unitless) digunakan untuk identifikasi fluida dan litologi reservoir. Besar nilai VpVs ratio yang rendah menunjukkan bahwa pada zona target eksplorasi terdapat gas.

In the world of exploration, AVO analysis is applied to determine the presence of gas in a target zone of oil and gas exploration. The analysis is supported by simultaneous inversion in identifying fluid and lithology of the reservoir. Both of the analysis are applied in this study to identify the bright-spot as an indication of sandstone reservoir which is contained gases. This field of study lies on the field of R - Jambi Gumai formation with domination of sandstone and shale.
AVO analysis results found AVO anomaly class of IIP at well A which is located on 700-730 ms and AVO anomaly class of III at well C which is located on 800-830 ms. From simultaneous inversion, it is obtained angle stack attributes, acoustic impedance, elastic impedance and density, which shows the different of amplitude response on each attribute in a layer. Simultaneous inversion are performed on partial angle stack, which are near angle stack (3° - 15°), mid angle stack (15° - 27°), and far angle stack (27° - 39°).
Simultaneous Inversion is performed to identify the sandstone reservoir using S Impedance parameter with value of (4500 - 5000 m/s) and density value of (2.0 - 2.5 g/cc). Meanwhile, PImpedance parameter with value of (8500-9000 m/s) and VpVs ratio with range value of (1.67 - 1.86 unitless) are performed for the identification of reservoir fluid and lithology. Low value of VpVs ratio indicate gases on the exploration target zone.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2015
S58821
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fiky Firdaus
"Analisis AVO dan inversi simultan merupakan metode yang berperan penting dalam mengidentifikasi litologi dan fluida reservoir. Pada penelitian ini, analisis AVO dan inversi simultan dilakukan pada lapangan F, cekungan Sumatera Selatan. Analisis anomali AVO diterapkan untuk mengidentifikasi bright-spot sebagai indikasi adanya reservoir batu pasir yang mengandung gas. Dengan menggunakan angle plot pada data prekondisi, crossplot atribut intercept dan gradient, ditemukan anomali AVO yang disesuaikan dengan klasifikasi AVO Rutherford dan William. Dari hasil analisis ini, ditemukan anomali AVO kelas I pada kedalaman zona target, yaitu time 1222 - 1250 ms, inline 2103 dan crossline 10382.
Analisis AVO dilakukan pada atribut AVO, yaitu intercept yang bernilai positif, gradient yang bernilai negatif, product yang bernilai negatif, dan scaled Poisson’s ratio changed yang bernilai rendah. Dari inversi simultan didapatkan atribut angle stack, impedansi akustik, impedansi elastis dan densitas, yang menunjukkan respon amplitudo yang berbeda pada setiap atribut di lapisan.
Analisis inversi simultan dilakukan pada partial angle stack, yaitu near angle stack (0° - 12°), mid angle stack 10° - 22°), dan far angle stack (15° - 25°). Inversi simultan dilakukan untuk identifikasi reservoar batupasir menggunakan parameter impedansi S dengan range nilai (14649 -20413 (ft/s)*(gr/cc)) dan densitas dengan range nilai (2,13 - 2,32 (gr/cc)). Sedangkan parameter impedansi P dengan range nilai (24584 - 30187 (ft/s)*(gr/cc)) dan VpVs ratio dengan range nilai (1,3 - 1,63 unitless) digunakan untuk identifikasi fluida reservoar. Nilai VpVs_ratio yang rendah menunjukkan adanya gas.

AVO analysis and simultaneous inversion is the important method to identify lithology and reservoir fluid. In this research, AVO analysis and simultaneous inversion were applied to the field F, South Sumatera Basin. Anomaly of AVO analysis applied to identify bright-spot as an indication of a reservoir sandstone containing gas. Using a plot angle on pre-conditioning data, crossplot attribute between intercept and gradient, AVO analysis based on the classification AVO of Rutherford and William. This analysis showed AVO class I anomaly in the depth of target zone, time 1222 - 1250 ms, inline 2103 and crossline 10382.
AVO analysis was carried out on AVO attributes, positive intercept, negative gradient, negative product, and low scaled Poisson’s ratio changed. Simultaneous Inversion obtained angle stack attributes, acoustic impedance, elastic impedance and the density, which show response amplitude different on every attribute in layers.
Simultaneous inversion analysis was performed on partial angle stack start from near angle stack (0° - 12°), mid angle stack (10° - 22°), and far angle stack (15° - 25°). Simultaneous inversion analysis was applied to identify sandstone reservoir by using S impedance parameter with range (14649 -20413 (ft/s)*(gr/cc)) and density with range (2,13 - 2,32 (gr/cc)). Furthermore, P impedance parameter with range (24584 - 30187 (ft/s)*(gr/cc)) and VpVs ratio with range (1,3 - 1,63 unitless) were used to identify reservoir fluid. The low value of VpVs_ratio shows containing gas.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S57200
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>