Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 113870 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Hamonangan, William
"ABSTRACT
Penyebab utama kegagalan dalam memutar mesin terutama rotor yang tidak seimbang yang dapat terjadi di berbagai pesawat. Proses untuk memperbaiki masalah ketidakseimbangan dalam mesin turbofan Tekanan Tinggi (HPC) dengan mesin keseimbangan biasa masih tanpa kemampuan untuk memprediksi keseimbangan yang diperlukan. Mesin seperti itu hanya menentukan hasil ketidakseimbangan pada 2 bidang referensi, yaitu tahap kompresor 2 dan 9 pesawat. Oleh karena itu, proses penyeimbangan membutuhkan waktu lama karena penentuan bobot penyeimbang serta lokasi dilakukan dengan trial and error berdasarkan pengalaman operator. Sebuah perhitungan analisis keseimbangan multiplane dikembangkan pada platform Matlab (Matrix Laboratory) untuk menjadi prosedur tambahan yang mendukung sebelum pemasangan bobot penyeimbang. Dengan menggunakan Matlab Graphics User Interface (GUI), perangkat lunak aplikasi ini menjadi user friendly bagi operator yang bisa mendapatkan hasil sebagai posisi ketidakseimbangan dan massa dengan memasukkan hasil ketidakseimbangan dari mesin penyeimbang biasa. Perangkat lunak tambahan offline ini dikembangkan untuk melakukan penghitungan analisis analitik hanya dalam beberapa menit. Selain itu, prosesnya diharapkan dapat meningkatkan waktu pemasangan dan keakuratannya juga.

ABSTRACT
The main cause of failures in rotating machinery is particularly unbalanced rotor that could occurs in different planes. Process to correct the unbalance problem in High Pressure Compressor (HPC) turbofan engine with ordinary balancing machines still without the capability to predict the counter balances needed. Such machines only determine the unbalance resultants on 2 reference planes, i.e. compressor stage 2 and 9 planes. Therefore, the balancing process take a long time to accomplished since the determination of the counterbalance weights as well as their locations are done by trial and error based on the operators experiences. A multiplane balancing analysis calculations were developed on MatlabĀ (Matrix Laboratory) platform to be a supporting additional procedure prior the counter balance installation. By using Matlab Graphics User Interface (GUI), this application software becomes user friendly for the operator who could get the results as the unbalance positions and their magnitudes as well by input the unbalance resultants from the ordinary balancing machine. This offline auxiliary software was developed to perform balancing analytics calculations in only a few minutes. Moreover, the process are expected to improve the installation time and the accuracy as well."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tondi Halomoan Raja
"ABSTRAK
Sumber yang menyebabkan tingginya tingkat getaran tidak mungkin bisa ditentukan tanpa metode yang tepat karena banyaknya jumlah komponen dan tingkat kompleksitas struktur yang tinggi pada mesin turbofan. Dengan memanfaatkan tranduser getaran pada mesin turbofan, karakter getaran dan tingginya tingkat getaran yang terbaca oleh tranduser dapat menghasilkan spektrum frekuensi dan dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan diagnosa lengkap dan akurat mengenai setiap sumber yang menyebabkan getaran dan tingkat getaran yang dihasilkan sumber tersebut. Penelitian dilakukan dengan membuat tabel diagnosa getaran yang mencakup seluruh frekuensi getaran yang mungkin dihasilkan oleh mesin turbofan CFM56-7B dan melakukan analisis spektrum frekuensi terhadap kasus getaran berlebih yang terjadi. Analisis spektrum frekuensi dilakukan terhadap kasus getaran berlebih yang terjadi pada mesin turbofan CFM56-7B di ruang uji saat menjalankan rangkaian uji performa. Analisis spektrum frekuensi yang dilakukan menghasilkan diagnosa bahwa getaran berlebih diakibatkan oleh unbalance yang terjadi pada sudu-sudu fan. Setelah dilakukan rektifikasi, nilai amplitudo getaran mengalami penurunan dan berada di bawah batas getaran yang telah ditetapkan.

ABSTRACT
Source that is causing high level of vibration cannot be determined without correct method due to high amount of components and high structure complexity in turbofan engine. By taking advantage of vibration tranduscers in turbofan engine, vibration levels and characteristics that is sensed by the transducers can provide frequency spectrum and can be interpreted to produce complete and accurate diagnosa of every vibration source. The research is done by making vibration diagnostic table which contains every possible vibration in turbofan CFM56 7B and doing frequency spectrum analysis on a vibration exceedance case. Frequency spectrum analysis is performed on vibration exceedance case occuring on a turbofan CFM56 7B which is undergoing an engine performance test in test cell. The result of the frequency spectrum analysis is the diagnosis of unbalanced fan blades. Vibration amplitude value is decreased to below the regulated limit after rectification to the problem is done."
2017
S68583
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Breva Walandaya
"ABSTRAK
Mesin turbofan CFM56-7B diproduksi oleh CFM-international. Pada dasarnya mesin turbofan menggunakan prinsip kerja turbin gas yang menggunakan prinsip siklus Bryton. Turbofan CFM56-7B terdiri dari 2 jalur aliran udara yaitu Primary Airflow (proses pembakaran) dan Secondary Airflow (Bypass). Sistem primary airflow sangat berperan penting terhadap kinerja dari mesin, jika sistem ini mengalami masalah maka mesin akan mengalami penurunan daya hisap udara. Untuk itu pemantauan kondisi kehandalan sistem ini perlu diperhatikan. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis nilai reliabilitas atau kehandalan dari sistem primary airflow pada mesin CFM56-7B dengan melihat kegagalan yang terjadi pada sistem seperti fan, kompresor, combustion chamber dan turbin.

ABSTRACT
The CFM56-7B turbofan engines manufactured by CFM International. Basically, turbofan engines using the working principle of gas turbine which use the principle of Bryton Cycles. The CFM56-7B turbofan consist of 2 airflow paths namely Primary Airflow (combustion process) and Secondary Airflow (Bypass). Primary Airflow system plays a major role on the engine performance, if the system has problems then the engine will decrease the air suction power. Therefore, monitoring the condition of system reliability needs to be considered. This research will discuss the analysis of the reliability or the realibility value of Primary Airflow system on CFM56-7B engine by seeing the failure that occur in the system such as fan, compressor, combustion chamber, and turbine."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ambari
"Penelitian ini membahas perbandingan waktu standar pada proses inspeksi sebelum dan sesudah proses dengan tujuan menyeimbangkan lintasan pada stasiun kerja. Waktu proses di lintasan inspeksi sebelum perbaikan adalah 0.56 menit/pcs dan setelah dilakukan aktivitas perbaikan menggunakan keseimbangan lintasan dengan metode bobot posisi (weighted position) di dapat 0.51 menit/pcs. Pengukuran waktu standar di lintasan inspeksi dilakukan dengan menggunakan jam henti (stopwatch), data yang diambil sebanyak 50 data yang kemudian dilakukan uji keseragaman dan kecukupan data. Jumlah stasiun kerja berkurang menjadi 3 stasiun kerja dengan menyederhanakan lintasan agar terjadi keseimbangan lintasan. Telah terjadi penurunan nilai efisiensi dan besarnya persentase balance delay sesudah dilakukan perbaikan, sehingga makin memperbesar bottleneck pada proses inspeksi. Efisiensi di stasiun kerja 1 sampai 4 berturut-turut adalah 53.85%, 29.17%, 50%, dan 41.18%. Jika dilihat dari total waktu standar proses inspeksi yang dihasilkan sesudah perbaikan didapat hasil yang kecil di bandingkan sebelum perbaikan, sehingga dapat mengakibatkan kecepatan rata-rata proses inspeksi meningkat sebesar 8.93% dari 0.56 menit/pcs menjadi 0.51 menit/pcs. Selain itu, terjadi kenaikan produktivitas sesudah perbaikan sebesar 0.05 menit/pcs, dengan membandingkan total waktu proses operasi inspeksi sudah perbaikan dengan sebelum perbaikan. Berkurangnya 1 stasiun kerja maka berkurang pula waktu proses inspeksi. Hal ini berakibat terjadinya penghematan biaya sebesar 0.24 JPY/pcs atau sekitar Rp.25. Selain itu dapat pula menghemat area pemisahan produk.

This research discusses the comparison of the standard time in the inspection process before and after the process with the goal of balancing the track at the work station. The time on the track inspection process before improvement is 0.56 minutes / pcs and after repair activity using a balance weight position trajectory method (weighted position) in the can 0.51 min / pcs. Measurement standard time on the track inspection is done using clock-stop (stopwatch), data collected by 50 then carried out test data uniformity and adequacy of the data. The number of work stations is reduced to 3 work stations by simplifying the track so that a balance trajectory. There has been a decline in the percentage of the value of efficiency and balance delay after repairs, further increase the bottleneck in the inspection process. Efficiency at work stations 1-4, respectively 53.85%, 29.17%, 50%, and 41.18%. When viewed from the total time of the standard inspection process produced results obtained after a small improvement compared to before the repair, which would cause the average speed of the inspection process increased by 8.93% from the 0.56 minute/pcs a 0.51 minute/pcs. In addition, an increase in productivity after the improvement of 0.05 minute/pcs, by comparing total operating time of the inspection has been improved with prior repair. Reduced one work station then diminish its inspection process time. This results in cost savings of $ 0.24 JPY/pcs or about Rp 25. Moreover, it can also save product separation area."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S45161
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, Muhammad Sutan Gerry
"Skripsi ini dibuat dengan pengkajian dari dua prosedur pengukuran untuk diagnosis sistem isolasi pada generator tegangan tinggi. Pengukuran dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu pengukuran secara online dan offline. pengukuran secara offline terdiri atas resistansi isolator, faktor disipasi, dan peluahan parsial, sedangkan pengukuran secara online hanya terdiri atas peluahan parsial.
IEEE and IEC telah membuat standar yang disebut praktik yang direkomendasikan atau spesifikasi teknis untuk mengukur resistansi isolator, faktor disipasi, dan peluahan parsial dengan menggunakan peralatan diagnostik elektris. Pengukuran secara offline akan dibandingkan dengan pengujian sebelumnya untuk melihat sejauh mana degradasi isolator yang terjadi.
Pengukuran secara online didasarkan pada perubahan beban dan waktu kerja dari mesin tersebut. Parameter ketika mesin bekerja seperti beban, tekanan gas pendingin akan dianalisis untuk melihat bagaimana parameter tersebut mempengaruhi degradasi dari sistem isolasi.
Pengujian secara offline menunjukkan bahwa fasa R memiliki kondisi isolator terburuk, fasa S memiliki penurunan kualitas isolator yang paling signifikan dan, fasa T memiliki kualitas dan stabilitas nilai isolator bila dibandingkan dengan fasa lainnya.
Selain itu, pengujian peluahan parsial menunjukkan telah terjadi delaminasi tape layer pada ketiga fasa yang diakibatkan adanya perubahan nilai vibrasi yang signifikan selama pengoperasian mesin. Pengujian secara online menunjukkan bahwa fasa S memiliki perubahan arus dan daya disipasi yang paling besar dibandingkan fasa lainnya seiring bertambahnya waktu pengoperasian dan meningkatnya pembebanan.

This work is based on the study of two different measurements procedures for the diagnosis of insulation systems of high voltage generators. The measurement can be conducted into two ways, offline or online measurement. The offline measurements consist of Insulation Resistance, Partial Discharge, and Dissipation Factor measurement, meanwhile online measurements consist only partial discharge measurement. The measurements were done in stator windings not only to check the quality but also for the investigation of changes in operating processes.
IEEE and IEC have created standards called recommended practices or technical specifications to address polarization index, dissipation factor, and offline online PD measurement using electrical diagnostic equipment. The offline measurement will be comparated with previous measurement to see how degradation takes place.
The online measurement will be based on on load variable and machine rsquo s working hour. Also, the online parameter such as load, vibration, coolers pressure, and temperature will be analysed to see how it can affect the degradation of the insulation system.
The result of offline measurements show that phase R has the worst condition, phase S has the most significant deterioration, and phase T has the best condition and stability in deterioration.
In addition, partial discharge measurement indicates that the insulation has been undergoing delamination of the tape layer due to significant changes in vibration values during the operation of the machine. The result of online measurements show phase S has the most significant changes in current and power dissipation compared to other phases due to increment of operation time and load.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
David Natanael
"Penggunaan Load Balancing pada aplikasi E-Voting memberikan hasil performa yang effisien untuk hasil test GET (download) dan hasil yang tidak effisien untuk hasil test POST (upload). Dengan menggunakan Load Balancing, angka yang diperoleh untuk throughput sebesar 750kbps. Pada test POST membutuhkan proses read dan write, throughput yang diperoleh kurang dari 2kbps. Pengukuran POST mendapatkan hasil yang tidak efisien dikarenakan penggunaan content server secara virtual (3 server pada satu machine). Algoritma Least Current Request menunjukkan performa terbaik dibandingkan dengan 3 algoritma lainnya, yaitu Least Response Time, Weighted Round Robin, dan Weighted Total Traffic. Kinerja Load Balancing tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah paket data yang diakses, tetapi juga proses request apa yang dilakukan. Solusi terbaik adalah, Load Balancing diimplementasikan dengan menggunakan mesin yang memiliki spesifikasi yang tinggi pada database server dan setiap server pada server farms tidak dijalankan secara virtual.

The use of Load Balancing in the E-Voting application gives an efficient result for the GET (download) test, and an inefficient one for the POST (upload) test. Using Load Balancing, the resulting throughput is 750 kbps. The POST test needs read and write processes, making the resulting throughput less than 2 kbps. The POST test obtained inefficient results because the uses of content server virtualy (3 servers in one machine). Least Current Request algorithm shows the best performance compared to the other three in the measurement, which are Least Response Time, Weighted Round Robin, and Weighted Total Traffic. The performance of Load Balancing not only influenced by the numbers of data packet accessed, but also by the request process. The best solution is to implement Load Balancing on a high specification system on the server database, with no virtual machines for the servers"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S46517
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ekania Widyasari
"Penyebab utama kerusakan pada rotating machinery adalah unbalance khususnya yang terjadi pada bidang rotor yang berbeda. Kebutuhan yang besar pada untuk mengeliminir unbalance pada berbagai industri, khususnya industri pembangkit listrik, tidak diiringi dengan pengetahuan dan keterampilan tentang balancing secara baik. Penelitian ini ditujukan untuk dapat menghasilkan suatu multiplane balancing machine yang dapat membalans rotor yang memiliki diameter maksimum 160 mm, dengan diameter jurnal antara 20 mm sampai 150 mm, panjang maksimum keseluruhan 450 mm dan berat maksimum 70N sehingga dapat digunakan dalam kegiatan pendidikan dan penelitian di instansi akademik ataupun kebutuhan industri. Multiplane balancing machine ini terdiri dari kotak kontrol, base, cradle, motor 12 volt DC, transduser accelerometer, stroboskop dengan range frekuensi 8-16 Hz dan tegangan 12 volt yang tersambung dengan data akuisisi NI 9234 dan NI cDAQ 9174 serta instrumentasi virtual platform NI LabView 2010. Proses balancing dilakukan melalui pembacaan amplitudo dan beda fase serta analisis penjumlahan vektor untuk mengetahui besar dan lokasi massa counter balance yang selanjutnya proses dimasukkan dalam SOP. Multiplane balancing machine dapat membalans rotor hingga amplitudo getaran memenuhi kualitas G1 dalam ISO 1940, yang jauh memenuhi standar secara umum di industri yaitu grade G2.5.

The main cause of damage in rotating machinery is particularly unbalanced rotor that occurs in different planes. Great need to eliminate the unbalance in various industries, particularly power generation industry, is not accompanied with the knowledge and skills of balancing. This study aimed to produce a multiplane balancing machines that can balance the rotor which has a maximum diameter of 160 mm, with diameters between 20 mm journals to 150 mm, the maximum overall length of 450 mm and a maximum weight of 70N so that it can be used in educational and research activities at the institution academic and industrial needs. Multiplane balancing machine consists of a control box, base, cradle, 12 volt DC motors, displacement transducers, stroboscopes with a frequency range of 8-16 Hz and a voltage of 12 volts is connected to the data acquisition NI 9234, NI cDAQ and virtual instrumentation platform NI LabView 2012 . Balancing is conducted through a process of reading the amplitude and phase difference of the vector sum analysis to determine the mass and location of the counter balance which will be included as standard operation procedure. Multiplane balancing machines can balance the rotor vibration amplitude to meet the ISO 1940 quality G1, which far meet the general standards in the industry grade G2.5."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S47030
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Richter, Hanz
"Advanced control of turbofan engines describes the operational performance requirements of turbofan (commercial) engines from a controls systems perspective, covering industry-standard methods and research-edge advances. This book allows the reader to design controllers and produce realistic simulations using public-domain software like CMAPSS (Commercial Modular Aero-Propulsion System Simulation). The scope of the book is centered on the design of thrust controllers for both steady flight and transient maneuvers. "
New York: [, Springer], 2012
e20418407
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Bisuk Yohanes
"Peningkatan efisiensi untuk menghadapi kenaikan permintaan dari pelanggan perlu dilakukan oleh PMA industri otomotif dimana metode Line Balancing digunakan untuk menyeimbangkan beban kerja tiap stasiun kerja dan metode Value Stream Mapping untuk mengetahui aktifitas pemborosan yang terjadi. Pada lini produksi Main Pipe Assy terdapat aktivitas pemborosan berupa operator yang menunggu akibat beban kerja yang tidak seimbang.
Efisiensi lini produksi Main Pipe Assy rendah yaitu sebesar 52.15% dan setelah dilakukan pengurangan stasiun kerja dari 7 menjadi 4 stasiun kerja, efisiensi naik menjadi 99,91%. Idle time atau waktu menunggu sebelumnya adalah 47.86 detik dan setelah dilakukan pengurangan stasiun kerja menjadi 0.09 detik.

Increase efficiency to fulfill increasing demand from customers needs to be done by the Foreign Investment Company which major on automotive industry which Line Balancing method is used to balance the workload of each work station and VSM method is used to identify wasteful activities occurring. On the Main Pipe production line there waste activity form of the operator is waiting due to an unbalanced workload.
Production line efficiency of Main Pipe Assy is low, amounting to 52.15% and after the reduction of work stations from 7 to 4 work stations, the efficiency coming up to 99.91%. Idle time or waiting time is 47.86 seconds earlier and after the reduction of work stations to be 0.09 seconds.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S52050
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Metania Oktaviani
"Tujuan penelitian ini untuk memperoleh struktur biaya output, target output yang sulit diestimasi dan bobot biaya masing-masing aktivitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Kerangka untuk memperoleh struktur biaya yaitu kerangka logic model. Target output yang sulit diestimasi ditentukan dengan simulasi Monte Carlo. Hasil penelitian diperoleh bahwa outcome Ditjen Kekayaan Negara yaitu optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak PNBP . Output yang dihasilkan terdiri dari pengelolaan aset, penyelesaian piutang negara dan pelayanan lelang. Indikator masing-masing output yaitu total optimalisasi penilaian aset, total bea administrasi dan total bea lelang. Kerangka logic model membuktikan bahwa anggaran disusun berdasarkan kinerja aktual.

The objective of this study is to obtain output cost of structure, to determine output 39 s target and the weight cost of each activity. This research uses qualitative and quantitative methods with case study approach. The logic model framework is used to produce the cost structure of output. Monte Carlo simulation is used to estimate the output rsquo s target which hardly estimated. The result of the research is that the outcome of Directorate General of State Assets is based on Non tax state revenue optimization. Outputs consist of asset management, completion of state account receivable, and the service of auction. Indicator for each of output are total optimization of asset valuation, total custom of administration, and total custom of auction. The logic model framework proves that budgeting is based of actual performance."
Depok: Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>