Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 149830 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Recilia Martha Gunawan
"Minyak sereh mengandung senyawa-senyawa yang bermanfaat di bidang industri dan farmasi seperti sitronelal, sitronelol, geranial dan geraniol. Senyawa-senyawa tersebut memiliki struktur yang mirip namun berbeda pada gugus fungsinya. Karena itu, dapat digunakan oksidasi dan reduksi untuk meningkatkan kualitas dan kadar senyawa. Metode oksidasi reduksi yang dapat digunakan adalah elektrokimia. Pada penelitian ini dilakukan elektrolisis terhadap minyak sereh dengan menggunakan elektroda platina kasa. Studi awal dilakukan terhadap potensial oksidasi dan reduksi bagi senyawa dalam minyak sereh dengan metode voltametri siklik, disertai penambahan larutan buffer fosfat 0,05M pada sistem reduksi. Setelah itu, dilakukan penentuan kondisi terbaik dengan nilai % yield produk tertinggi.
Hasil yang diperoleh menunjukkan kenaikan jumlah senyawa asetal dari sitronellal dengan % luas area sebesar 48,63% diukur dengan instrumentasi GC-MS. Hal ini muncul disebabkan adanya metanol yang dapat bereaksi dengan sitronelal menjadi senyawa asetalnya. Hasil reduksi dengan kondisi asam senyawa aldehid bervariasi karena pengaruh potensial, waktu, dan volume larutan elektrolit. Hasil reduksi diukur pada instrumentasi GC menunjukkan yield sebesar 10,47% untuk sitronellol dan 10,34% untuk geraniol dengan potensial reduksi -1,2V dalam waktu 120 menit dan volume larutan elektrolit 30 ml.

Citronella oil contains many applicable compounds in industry and pharmaceutical field such as citronellal, citronellol, geranial, and geraniol. The compounds have similarity in structure, but different in their functional group. Oxidation and reduction to its functional group can be used to increase its quality and quantity. One of the common oxidation reduction method used is electrochemistry. In this research, electrolysis of citronella oil using platinum gauze electrode was conducted. Earlier study of oxidation and reduction potential were carried out by cyclic voltammetry, with addition of buffer phosphate solution 0,05M to reduction system. Determination of condition with the highest product yield was carried out.
The results showed the increase of citronellal dimethyl acetal from citronellal with 48,63% area on GC-MS. This was due to methanol reaction with citronellal to form its acetal derivation. Reduction process showed the varied results with potential, time, and volume of electrolyte solutions' influences. Results from reduction process in acidic conditions on GC showed the yield of 10,47% and 10,34% for citronellol and geraniol, with the potential of -1,2V, 120 minutes of reaction, and 30 ml of electrolyte solution's volume.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S70133
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Recilia Martha Gunawan
"Minyak sereh mengandung senyawa-senyawa yang bermanfaat di bidang industri dan farmasi seperti sitronelal, sitronelol, geranial dan geraniol. Senyawa-senyawa tersebut memiliki struktur yang mirip namun berbeda pada gugus fungsinya. Karena itu, dapat digunakan oksidasi dan reduksi untuk meningkatkan kualitas dan kadar senyawa. Metode oksidasi reduksi yang dapat digunakan adalah elektrokimia. Pada penelitian ini dilakukan elektrolisis terhadap minyak sereh dengan menggunakan elektroda platina kasa. Studi awal dilakukan terhadap potensial oksidasi dan reduksi bagi senyawa dalam minyak sereh dengan metode voltametri siklik, disertai penambahan larutan buffer fosfat 0,05M pada sistem reduksi. Setelah itu, dilakukan penentuan kondisi terbaik dengan nilai yield produk tertinggi.
Hasil yang diperoleh menunjukkan kenaikan jumlah senyawa asetal dari sitronellal dengan luas area sebesar 48,63 diukur dengan instrumentasi GC-MS. Hal ini muncul disebabkan adanya metanol yang dapat bereaksi dengan sitronelal menjadi senyawa asetalnya. Hasil reduksi dengan kondisi asam senyawa aldehid bervariasi karena pengaruh potensial, waktu, dan volume larutan elektrolit. Hasil reduksi diukur pada instrumentasi GC menunjukkan yield sebesar 10,47 untuk sitronellol dan 10,34 untuk geraniol dengan potensial reduksi -1,2V dalam waktu 120 menit dan volume larutan elektrolit 30 ml.

Citronella oil contains many applicable compounds in industry and pharmaceutical field such as citronellal, citronellol, geranial, and geraniol. The compounds have similarity in structure, but different in their functional group. Oxidation and reduction to its functional group can be used to increase its quality and quantity. One of the common oxidation reduction method used is electrochemistry. In this research, electrolysis of citronella oil using platinum gauze electrode was conducted. Earlier study of oxidation and reduction potential were carried out by cyclic voltammetry, with addition of buffer phosphate solution 0,05M to reduction system. Determination of condition with the highest product yield was carried out.
The results showed the increase of citronellal dimethyl acetal from citronellal with 48,63 area on GC MS. This was due to methanol reaction with citronellal to form its acetal derivation. Reduction process showed the varied results with potential, time, and volume of electrolyte solutions rsquo influences. Results from reduction process in acidic conditions on GC showed the yield of 10,47 and 10,34 for citronellol and geraniol, with the potential of 1,2V, 120 minutes of reaction, and 30 ml of electrolyte solution rsquo s volume.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wiwit Kurniati
"Vanilin 4-hidroksi-3-metoksibenzaldehid adalah senyawa organik aromatik yang banyak digunakan sebagai bahan pewangi dan perasa dalam makanan, minuman dan industri farmasi. Sintesis vanillin bisa dilakukan dengan cara alami dan sintetik. Namun, produksi dengan cara alami ini tidak dapat memenuhi permintaan vanillin yang tinggi. Dalam penelitian ini, vanilin disintesis dari trans-isoeugenol dengan metode elektrooksidasi menggunakan elektroda kasa platina dan elektrolit natrium nitrat NaNO3 dalam metanol. Penentuan potensial oksidasi dilakukan dengan menggunakan metode voltametri siklik. Kemudian, elektrolisis trans-isoeugenol dilakukan dengan memvariasikan potensial oksidasi, waktu elektrolisis, penambahan air dan memvariasikan konsentrasi trans-isoeugenol untuk menentukan kondisi optimum dalam sintesis vanilin. Hasil elektrolisis dipekatkan untuk memperoleh kristal padat vanilin dan kemudian dikarakterisasi dengan kromatografi lapis tipis, Kromatografi Gas Spektro Massa GC-MS dan FTIR. Hasil elektrolisis menunjukkan bahwa kondisi optimum, diperoleh pada potensial 1.2 V dalam 30 menit tanpa penambahan air dalam 0.1 M trans-isoeugenol dengan yield vanilin sebesar 23.15 dan selektivitas 32.29.

Vanillin 4 hydroxy 3 methoxybenzaldehyde is an aromatic organic compound widely used as perfumes and flavoring material in the industries of foods, beverages and pharmaceutical. Vanillin can be produced by natural and synthetic process. However, the production under a natural process can not meet the high demand on vanillin. In this study, vanillin was synthesized from trans isoeugenol by the electrooxidation method using platinum gauze electrode and electrolyte sodium nitrate NaNO3 in methanol. The required oxidation potential was determined using cyclic voltammetric method. The electrooxidation of trans isoeugenol was carried out by varying the oxidation potential, the period of electrolysis, the addition of water and varying the concentration of trans isoeugenol to obtain the optimum condition in the synthesis of vanillin. The electrolysis products were concentrated to obtained the solid crystals of vanillin which were characterized by Thin Layer Chromatography, Gas Chromatography Mass Spectrometry GC MS and FTIR. The analysis results showed that the optimum condition, was obtained at the potential of 1.2 V in 30 minutes without water addition in 0.1 M trans isoeugenol. The yield of vanillin was 23.15 and the selectivity was 32.29."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S69221
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nuur Indah Wulan Sari
"Pada penelitian ini, telah dilakukan metode distilasi uap dengan penambahan kolom fraksionasi. Komponen utama yang dipisahkan dalam minyak sereh wangi yaitu sitronela, sitronelol, geraniol dan pada minyak nilam yaitu patchouli alkohol. Dalam kolom fraksionasi, terjadi kontak antara cairan dan uap yang lebih lama dibandingkan tanpa menggunakan kolom fraksionasi, sehingga komponen ringan dengan titik didih yang lebih rendah akan lebih mudah diuapkan dan kemudian didinginkan pada kondensor.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh dari metode distilasi uap dengan kolom fraksionasi terhadap kualitas dari produk minyak atsiri. Variasi pada tinggi kolom fraksinasi telah dilakukan dalam metode distilasi uap, untuk menemukan waktu dan suhu optimal pada proses distilasi. Penentuan parameter kualitas minyak atsiri yaitu warna minyak, berat jenis, indeks bias, dan kadar relatif sitronela, sitronelol, geraniol, dan patchouli alkohol yang diukur dengan instrumen GC-MS.
Berdasarkan penelitian ini, hasil rendemen minyak sereh wangi yang diperoleh sekitar 0,9710 - 0,973 ; indeks bias sebesar 1.460 - 1.472 dan kandungan sitronelol adalah 1,09 - 18,55, sitronelol 5,09 ndash;12,49 , dan geraniol 28,49 - 36,66 . Kondisi optimum proses distilasi uap pada minyak sereh wangi diperoleh pada tinggi kolom fraksionasi adalah 24 cm yang menghasilkan rendemen minyak sereh wangi sebesar 0,9713, kandungan sitronelal sebesar 18,55 . Sementara itu, rendemen hasil distilasi uap minyak nilam adalah 0,6858 - 0,9982 ; indeks bias sebesar 1,498 - 1,504; dan kandunga patchouli alkohol sebesar 20,05 - 22,60. Kondisi optimum minyak nilam pada proses distilasi uap dengan kolom fraksionasi diperoleh pada tinggi kolom fraksionasi 32 cm yang menghasilkan kandungan patchouli alkohol sebesar 22,60.

In this research, steam distillation method were used with a fractionated column. The separated products of the main components in citronella oil were citronella, citronellol, geraniol and in patchouli oil was patchouli alcohol. In the fractionated column, the contact between liquid and gas is longer compared to without the fractionation column, so the small components with a lower boiling point will be further vaporized and then cooled on the condenser.
The aim of this research is to study the effect of steam distillation methods on the quality of the essential oils products. The variation of fractionated columns height had been conducted in the steam distillation, as well as to find the optimum time and temperature for the distillation process. The determination of the quality parameters in these essential oils included oils color, density, refracting index, and the relative amounts of citronella, citronellol, geraniol, and patchouli alcohol which were measured with gas chromatography mass spectrometry instrument.
The results showed that the citronella oil yield was around 0.971 ndash 0.973 refracting index 1.460 ndash 1.472 and the content of citronella was 1.09 18.55, citronellol 5.09 ndash 12.49, and geraniol 28.49 ndash 36.66. The optimum height of fractionated column was 24 cm which produced 0.9713 oils the content of citronella was 18,55. Meanwhile, patchouli oil yield was 0.6858-0.9982 refracting index 1.498 ndash 1.504 and the content of patchouli alcohol was 20.05 ndash 22.60. The optimum height of fractionated column was 32 cm which produced 22.60 patchouli alcohol.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hafifah Frawita
"Ketombe merupakan gangguan kulit kepala yang diakibatkan oleh salah satu jenis khamir yaitu Malassezia furfur. Gangguan kulit kepala ini dapat dikendalikan dengan menggunakan sediaan farmasetika kosmetik, seperti sampo. Berbagai agen antijmur baik sintetis maupun alami digunakan dalam formulasi sediaan antiketombe tersebut. Serai wangi (Cymbopogon winterianus J.) umum digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat-obatan tradisional. Kandungan utama dari minyak atsiri tanaman ini, sitronelal, terbukti memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur.
Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan minyak serai wangi ke dalam tiga formula sampo yang berbeda konsentrasinya yaitu F1 (1,0%); F2 (1,5%); dan F3 (2,0%). Uji stabilitas dilakukan terhadap sampo, yaitu penyimpanan pada tiga suhu yang berbeda; suhu rendah (4±2°C), suhu kamar (27±2°C), dan suhu tinggi (40±2°C); uji sentrifugasi, dan cycling test. Parameter yang digunakan untuk uji kestabilan, antara lain penampilan fisik, viskositas atau konsistensi, diameter globul, dan pH. Dari hasil penelitian, sampo mengandung minyak serai wangi dapat disimpulkan stabil selama penyimpanan 8 minggu.

Dandruff is a scalp disorder caused by a type of yeast, Malassezia furfur. Scalp disorders can be controlled using medicated-cosmetic preparations, such as shampoo. Various antifungal agents, either synthetic or herbal compounds have been used in the formulation of the anti-dandruff shampoo. Citronella (Cymbopogon winterianus J.) is commonly used by Indonesian people as traditional medicines. The main compound of the essential oil of this plant, citronella, is shown to have antibacterial and antifungal activity.
The aims of this study were to formulate citronella oil into three different shampoo formulas with various concentration of F1 (1.0%); F2 (1.5%); and F3 (2.0%). Stability tests performed on shampoos consist of storage at different temperatures; low temperature (4±2°C), room temperature (27±2°C), and high temperature (40±2°C); centrifugation test, and cycling test. Parameters used on this test are physical appearance, viscosity or consistency, globul size, and pH. This formulated shampoo are stable in storage for 8 weeks based on the test above."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
S55006
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
"Beton dengan baja tulangan sebagai penguat merupakan material konstruksi yang memiliki sifat mekanis yang sangat baik dan umur layanan yang relatif tinggi. Beberapa tahun terakhir ini telah muncul sejumlah kasus dalam pengaplikasian beton pada berbagai bidang struktural. Kasus yang sering muncul yaitu korosi pada baja tulangan dalam beton akibat serangan ion klorida yang umumnya terjadi pada bangunan-bangunan dan jembatan-jebatan yang terdapat di sekitar laut. Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan penambahan inhibitor korosi Ca(NO3)2. Mekanisme inhibisi inhibitor Ca(NO3)2 terhadap perilaku korosi baja tulangan diamati dengan menggunakan metode Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS).
Penelitian dilakukan dengan mencelupkan baja karbon rendah yang telah dipreparasi ke dalam larutan pori artifisial yang mengandung 35 gpl NaCl dengan perubahan inhibitor Ca(NO3)2 masing-masing dengan konsentrasi 0 gpl (tanpa inhibitor), 1.302 gpl, 1.860 gpl, dan 2.418 gpl. Pengukuran dilakukan setiap minggu dari minggu kesatu hingga minggu kelima. Dengan metoda EIS, sistem baja tulangan dalam larutan pori digambarkan sebagai rangkaian listrik ekivalen yang harga tahanan dan kapasitasnya dapat diukur pada berbagai frekuensi (5000 Hz sampai 0.002 Hz). Interpretasi perilaku korosi baja tulangan digambarkan melalui enam model rangkaian ekivalen, dan penentuan model yang sesuai dilakukan dengan mengalurkan hasil pengukuran dan hasil interpretasi (fitting) model dalam bentuk kurva Nyquist dan kurva Bode.
Hasil penelitian menunjukkan potensial larutan SPS + 35 gpl NaCl tanpa inhibitor berada antara -538 mV hingga -355 mV. Untuk larutan yang mengandung inhibitor Ca(NO3)2, konsentrasi 1.302 gpl menunjukkan efek inhibisi yang lebih baik. Namun demikian konsentrasi yang digunakan masih belum efektif dalam menginhibisi korosi baja tulangan dalam larutan. Efek inhibisinya dari akhir minggu kesatu hingga akhir minggu kelima ekivalen dengan model 2 yang menunjukkan bahwa telah terbentuk lapisan pasif yang belum merata di seluruh permukaan baja."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
S41292
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Aulia Juni Shafiranty Pringgo Hardjoso
"Nitrogen sering disebut sebagai unsur hara makro primer karena merupakan penyusun sel hidup pada seluruh bagian tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan pupuk nitrat cair melalui metode elektrolisis plasma dengan pengaruh suhu, komposisi larutan elektrolit, dan diameter elektroda. Metode ini dilakukan pada reaktor batch menggunakan kombinasi elektrolit K2SO4 dan KH2PO4 dengan variasi suhu 30oC - 50 oC; 50oC; 60 oC, variasi konsentrasi 0,011 M; 0,013 M; 0,015 M; 0,04 M; 0,041 M; 0,043 M, dan diameter elektroda 1,0 mm; 1,6 mm; 2,4 mm; 2,4 mm tungsten murni. Selanjutnya diujikan pada tanaman sawi hijau, pakcoy, dan cabai untuk melihat efektivitas pupuk yang dihasilkan dengan menggunakan kondisi tanpa pupuk, pupuk nitrat dengan pengenceran 10 kali, dan pupuk KNO3 komersial. ­Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa radikal OH dapat bekerja efektif pada suhu rendah. Kemudian semakin kecil konduktivitas larutan dan semakin besar tegangan yang dihasilkan serta semakin besar diameter yang digunakan maka akan meningkatkan produksi nitrat yang dihasilkan. Penelitian ini terbukti dapat menghasilkan nitrat tertinggi sebesar 1932,90 ppm pada daya 600 Watt, laju alir udara 0,6 lpm, selama 90 menit, dan menggunakan kombinasi larutan 0,011 M K2SO4 dan 0,04 M KH2PO4. Dari ketiga kondisi yang digunakan pada uji efektivitas pupuk, kondisi dengan menggunakan pupuk nitrat dengan pengenceran 10 kali mendapatkan hasil terbaik pada tanaman sawi hijau, pakcoy, dan cabai.

Nitrogen is often referred to as a primary macronutrient because it is a constituent of living cells in all plant parts. This study aims to determine the process of making liquid nitrate fertilizer through the plasma electrolysis method with the influence of temperature, electrolyte solution composition, and electrode diameter. This method is carried out in a batch reactor using a combination of electrolytes K2SO4 and KH2PO4 with temperature variations of 30oC - 50oC; 50oC; 60oC, concentration variation 0.011 M; 0.013 M; 0.015 M; 0.04 M; 0.041 M; 0.043 M, and the electrode diameter is 1.0 mm; 1.6 mm; 2.4 mm; 2.4 mm pure tungsten. Furthermore, it was tested on green mustard, pak choy, and chilies to see the effectiveness of the fertilizer produced using conditions without fertilizer, nitrate fertilizer with a dilution of 10 times, and commercial KNO3 fertilizer. The results of the study show that the OH radical can work effectively at low temperatures. Then the smaller the conductivity of the solution and the greater the resulting voltage and the larger the diameter used, the higher the nitrate production produced. This research proved to be able to produce the highest nitrate of 1932.90 ppm at 600 Watt power, air flow rate of 0.6 lpm, for 90 minutes and using a combination of 0.011 M K2SO4 and 0.04 M KH2PO4 solutions. Of the three conditions used in the fertilizer effectiveness test, the condition using nitrate fertilizer with a dilution of 10 times got the best results on green mustard, pak choy, and chilies."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hanif Mubarok
"ABSTRAK
Meningkatnya permintaan vanillin oleh industri yang mencapai 15000 ton/tahun mendorong peneliti untuk mengembangkan metode alternatif untuk sintesis vanillin. Selain ekstraksi dari vanilla alami, vanillin dapat disintesis dari bahan berbasis minyak dan produksi secara mikroba, yang membutuhkan biaya tinggi, metode berkelanjutan, dan langkah yang rumit. Pada penelitian ini vanillin disintesis dari isoeugenol dengan metode elektrokimia menggunakan elektroda Boron Doped Diamond (BDD) dan Platina dalam sel satu kompartemen. Kondisi optimum diperoleh dengan memvariasikan potensial oksidasi, pelarut, waktu elektrolisis, dan jumlah air. Sintesis vanillin dilakukan menggunakan teknik kronoamperometri dan diperoleh kondisi optimum pada sistem potensial 0.3 V (vs Ag/AgCl) dalam metanol selama 30 menit pada untuk elektroda BDD, dan 0.41 V (vs Ag/AgCl) dalam metanol selama 30 menit untuk elektroda Platina, keduanya dengan penambahan 1 mL air. Analisis dilakukan menggunakan HPLC dan GC dengan konversi 9.48% dan 4.11% untuk masing-masing kondisi optimum. Pada mekanisme yang diajukan, isoeugenol mengalami oksidasi gugus alil menjadi diol yang diikuti pemutusan oksidatif menjadi aldehid.
ABSTRAK
The increased demand on vanillin by industries up to 15000 tons/year encourage researcher to develop an alternative method in vanillin synthesize. Beside extraction from natural vanilla, vanillin can be synthesized from petroleum based material and microbial production which require high cost, consecutive method, and complicated steps. In this study, vanillin was synthesized from isoeugenol through electrochemical method using Boron Doped Diamond (BDD) and Platinum (Pt) electrode in one compartment cell. Optimum condition was obtained with varying the oxidation potential, solvents, time of electrolysis, and amount of water. The synthesis of vanillin was conducted using chronoamperometry technique, and optimum contidion was obtained at potential 0.3 V (vs Ag/AgCl) in methanol for 30 minutes at BDD electrode, and 0.41 V (vs Ag/AgCl) in methanol for 30 minutes at Pt electrode, both in 1 mL water addition respectively. Analysis was done using HPLC and GC/MS with conversion 9.48% and 4.11% for both optimum conditions. In the proposed mechanism, isoeugenol undergoes oxidation of allyl group into diol and followed by oxidative cleavage into aldehyde."
2016
S64944
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>