Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2885 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Zalmi Zubir
Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2006
650ZALS001
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
Zalmi Zubir
Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2006
650ZALS002
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
Zalmi Zubir
Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2006
650 ZAL s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Zalmi Zubir
Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2006
650ZALS003
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
Albert Setiawan
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1992
S38269
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eko Ihsanto
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1994
S38680
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marpaung, Budi
"Salah satu masalah besar yang dihadapi oleh perekonomian Indonesia dewasa ini adalah belum berfungsinya perbankan secara baik. Walaupun dana yang mengalir ke perbankan menunjukkan perkembangan yang berarti, namun perkembangan ini tidak diikuti oleh pengucuran kredit ke sektor riil secara memadai sesuai dengan skala kebutuhan. Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan masih jauh di bawah 50%. Walaupun LDR perbankan mengalami perbaikan, namun kredit ke berbagai sektor rill temyata tidak sepadan dengan peningkatan tersebut. Rendahnya pertumbuhan kredit yang disalurkan ke sektor industri manufaktur oleh berbagai pihak disebutkan sebagai akibat tingginya ketidakpastian (uncertainty) di sektor industri manufaktur. Pihak perbankan pada masa transisi seperti sekarang tidak berani mengambil risiko yang relatif tinggi bila mengucurkan kredit ke sektor riil, termasuk ke sektor industri manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan antara berbagai risiko kredit di sektor industri manufaktur dengan persentasi jumlah kredit dan persentasi kredit macet bank BUMN pada sektor industri manufaktur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam merumuskan kebijakan dan program dalam pengembangan industri manufaktur nasional. Data dikumpulkan dengan menyebar kuisioner kepada pimpinan cabang bank 3 BUMN, Bank Mandiri, BNI dan BCA, yang beroperasi di DKI Jakarta. Dengan menggunakan analisa korelasi dan regresi, dengan bantuan SPSS 11.0, diperoleh persamaan linier, yang menghubungkan antara berbagai variabel risiko kredit dengan persentasi jumlah kredit dan kredit macet bank BUMN pada sektor industri manufaktur. Persamaan tersebut selanjutnya disimulasikan dengan menggunakan Crystal Ball, untuk memperoleh gambaran tentang besamya persentasi jumlah kredit dan persentasi kredit macet bank BUMN pada sektor industri manufaktur. Hasil penelitian menunjukan, persentasi kredit bank BUMN pada sektor industri manufaktur semakin membaik, berada pada kisaran 9,26 hingga 41,16 persen, dengan rata-rata dan standard deviasi masing-masing sebesar 24,82 dan 5,57 persen. Nilai ini meningkat dibanding persentasi total kredit perbankan nasional di sektor industri manufaktur yang mencapai 28.9 persen pada tahun 2003 lalu. Sedangkan persentasi kredit macet bank BUMN pada sektor industri manufaktur tergolong tinggi, berada pada kisaran 0,92 hingga 2,56 persen, dengan rata-rata dan standard deviasi masing-masing sebesar 1,76 persen dan 0,33 persen. Variabel risiko yang signifikan mempengaruhi pertumbuhan kredit di sektor industri manufaktur adalah kualitas hubungan perusahaan penerima kredit dengan berbagai pihak, perhitungan biaya, proyek neraca keuangan beberapa periode, dan kemudahan penjualan. Sedangkan variabel risiko yang signifikan mempengaruhi kredit macet di sektor industri manufaktur adalah legalitas perusahaan, kebutuhan investasi dan peraturan pemerintah setempat. Berdasarkan lokasi operasional bank BUMN pemberi kredit, dibanding wilayah lainnya, bank BUMN yang berada di wilayah Jakarta Utara memberikan porsi kredit terbesar sekaligus persentasi kredit macet paling kecil pada sektor industri manufaktur. Sedangkan berdasarkan group bank BUMN pemberi kredit, bank Mandiri yang fokus pada kredit korporasi memiliki persentasi kredit industri manufaktur yang terbesar sekaligus persentasi kredit macet terkecil pada sektor industri manufaktur."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16172
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sulistyarso Raharjo
"ABSTRAK
Salah satu unit produksi PT. X yang memproduksi crankcase, dalam proses
manufakturnya mclayani proses permesinan 10 jenis variasi produk, Sistem produksi yang
bertipe job shop menyebabkan adanya masalah dalam penetapan berapa kapasitas produksi
yang sebcnamya yang bisa dilayani. Untukitu perlu dilakukan review dan analisa tentang
perilaku dan kinerja sistem sehubungan dengan walctu total pelayanan (throughput time) dan
work in process. V
Metode yang dapat digunakan untuk analisa diatas adalah dengan melakukan
simulasi atas variabel yang termasuk dalam proses produksi, seperti jumlah mesin, walclu
proses, fluktuasi entiti, dan umtan proses permesinan setiap entitas/produlc- Vanabel-
variabel tersebut dibuat dalam satu model simulasi. Dan agar dapat lebih m dekati kondisi
sebenamya, maka dilakukan analisa pada data waktu proses untuk mengetahui distribusi
waktu pe|ayanan_ Demilcian juga untuk llulctuasi entiti unfuk menentukan tingkat
probabilitas kedatangannya.
Berdasarkan simulasi atas model yang telah dibuat dengan berbagai kondisi, maka dapat
dikemhua pemaku p?roses produksi remadap umilims mesin, jumlah annum, dan bonzeneck.
Kondisi yang ditcrapkan dalam simulasi tersebut adalah kondisi mesin yang-ada padalsaat
ini, pengurangan jumlah mesin, penambahan jumlah mesin, dan pengurangan waktu proses
permesinan bersamaan dengan peningkatan waktu kedatangan entiti.
Berbagai hasil yang 'diperoleh dari simulasi al-can menunjukkan performance dad
sistcm, sehingga darinya dapat digunakan sebagai dasar unluk memilih alternatif perbaikan
mana yang baik dan yang paling menguntungkan. Seperti misal apakah perlu dilakukan
investasi untuk penambahan mesin ataukah tidak, ataukah dengan cara yang lain.

Abstract
One of production unit of PT. X which produces crankcase, in their manufacture
process takes in hand machining process on 10 type product variation. Production system
which have job shop type cause the problem to determine how many production capacity
which can take in hand actually. So, it is necessary to review and analyst about behavior and
system performance of the system in relation to throughput time and work-in-process.
Method which can be used for the above analyst is simulation on variable of
production process, such as quantity of machine, process time, fluctuation of entity, and
sequence of machining process every entity/product. These variables are formulated in the
simulation model. And, in order to the model represent actual condition, so processing time
data to be analyzed to get distribution of processing time. So entity fluctuation likewise to
determine probability level of arrival time.
On the basis of simulation of model which had formulated with various condition, so can be
found out behavior of productioii process conceming machine utility, quantity of queue, and
bottleneck. The conditions that apply on simulation are machine condition at present
situation, increase of machine quantity, decr se of machine quantity, and decrease of
machining processing timeat the same time with increase arrival time of entity.
Various result simulations will show performance ofthe system; so can be used as a
basis to choice improvement altemative which better and/or profitable. For an example, is it
necessary to invest machine or not, or is it the other way."
1994
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anwar Abdillah
"ABSTRAK
Investment casting dikenai juga sebagai "lost wax process". Dengan proses ini dapai dihasilkan produk "as-cast" yang hanya membutuhkan pengerjaan lanjutan yang sangat minimum, atau bahkan produk "as-cast"-nya merupakan produk akhir. Investment casting digolongkan sebagai pengecoran khusus, dimana desain dengan toleransi yang tipis membutuhkan penerapan metode ini. Salah satu bidang dimana investment casting telah terbukti efektif adalah pada pengecoran paduan-paduan dan bentuk-bentuk khusus yang digunakan untuk produk sudu turbin gas dan komponen-komponen lainnya dimana produk tersebut tidak dapat dibentuk oleh metode lain secara langsung.
Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan prorotip sudu turbin gas yang dimensinya rumit dan sangat presisi, dimana sebelumnya diproduksi melalui proses permesinan. Sebagai material.simulasi digunakan Stainless Steel tipe CF -8 ekivalen dari AISI 304. Semenlara cetakan pola lilin dibuat dari epoxy resin tipe FMSC 935 dan Iilin untuk pola menggunakan lilin tipe 2379A (none filter) dan NF-411 (filler in). Juga dilakukan percobaan dengan memanfaattan tepung zircon Bangka untuk salah satu satu campuran formulasi slurry pada proses pembuaran cetakan keramik
Hasil penelitian dengan 3 buah produk cor yang baik menunjukkan bahwa produk cor prototip sudu turbin gas yang dihasilkan dari pola lilin tipe 2379A (none filler) mengalami penyusutan dari cetakan pola Iilinnya sebesar 3,181 % dengan kekasaran permukaan rata-rara, yang dihasilkan dari formulasi slurry 1, Rq 7,76 μm. Sedangkan produk cor prototip sudu turbin gas yang dihasilkan dari pala Iilin tipe NF-411 (filler in) mengalami penyusuian dari cetakan pola Iilinnya sebesar 2,241 % dengan kekasaran permukaan rata-rata, yang dihasilkan dari formuiasi slurry II, Rq 14,36 μm. Dimana cacat-cacat pengecoran yang terjadi berupa shrinkage dan porositas.

"
2001
S41509
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marpaung, Budi
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
TA3426
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>