Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 175327 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Annisa Rachmawati
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas mengenai pembangunan Tol Jagorawi dan dampaknya terhadap kota Jakarta dan Bogor, khususnya wilayah Cibubur dan Puncak pada tahun 1978 hingga 1996. Saat itu, Indonesia sangat memerlukan jalan bebas hambatan untuk mendukung pembangunan secara menyeluruh, khususnya pembangunan di Ibu Kota dan kawasan sekitarnya. Salah satu tol yang mempunyai pengaruh untuk Jakarta dan Bogor adalah Tol Jagorawi yang proyek pembangunannya diresmikan tahun 1978. Hasil penelitian ini menunjukkan Tol Jagorawi berdampak terhadap ekonomi, sosial dan budaya bagi kota Jakarta dan Bogor terutama di wilayah Cibubur dan Puncak. Dampak yang terlihat di Cibubur setelah pembangunan Tol Jagorawi menjadi padat dengan kawasan perumahan, sedangkan di Puncak menjadi pilihan utama untuk tujuan wisata.

ABSTRACT
This undergraduate thesis discusses the Jagorawi Toll Road project and its impact for Jakarta and Bogor, particularly Cibubur and Puncak area, from 1978 to 1996. At that time, Indonesia badly needed a highway to support the whole development, especially in the capital city and its neighborhood. The Jagorawi Toll Road has the influence for Jakarta and Bogor, which the construction project officially operated in 1978. The result of the research shows the impact of the Jagorawi Toll Road on economic, social, and cultural aspect in Jakarta and Bogor, espicially in Cibubur and Cisarua areas. Cibubur became one of the most populous and housing area, along with Puncak, which became the main destination for the local tourist. "
2017
S67377
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Joko Adi Nugroho
"ABSTRAK
Penelitian dilakukan karena permasalahan yang timbul di Gerbang Tol Cibubur
Utama, yaitu kemacetan di area ini khususnya pada jam padat.
Tujuan dari penelitian adalah menganalisa kinerja dan efektivitas dari Gerbang
Tol Otomatis. Sehingga diketahui permasalahannya dan dapat dicari solusi
terbaik. Adapun tiga parameter yang digunakan untuk menganalisa kinerja
tersebut yaitu waktu pelayanan gerbang tol, karakteristik pergerakan kendaraan
menuju gerbang tol, dan waktu antrian kendaraan dalam sistem. Setelah dilakukan
perhitungan didapatkan waktu pelayanan yang memenuhi standar hanya
pelayanan mobil pribadi di jam kosong dan padat serta truk engkel di jam kosong.
Dimana perbandingan waktu antrian di jam kosong dan padat tidak melebihi dua
kali lipat.

ABSTRACT
Travel time in the city are increasing rapidly due to the increasing number of road sections in the city experiencing congestion. Congestion causes traffic jams in all sections of roads in the city. The study aims at analyzing the effectivity of automatic toll gate that applies electronic ticketing system at Cibubur Utama. Three main parameters are service time, vehicle movement characteristics and queing time. One of the findings indicates that only private vehicles and small trucks which are within standard service time. It is also found that the queing time during peak hour is less than twice the queing time during off peak hour."
2013
T35776
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Siti Rahayu
"Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kompetensi yang dimiliki oleh Kepala Perpustakaan Sekolah di wilayah Kelurahan Cibubur Jakarta Timur, yang dilakukan di empat 4 sekolah, yaitu: SDIA 20 Cibubur, SDN 01 Cibubur, SDN 05 Cibubur, SDN 11 Cibubur sesuai dengan Permendiknas No.25 Th.2008. Pada penelitian ini yang menjadi subjek kajian adalah kompetensi yang dimiliki oleh Kepala Perpustakaan Sekolah yang ada di wilayah Kelurahan Cibubur. Informan yang diteliti empat 4 orang Kepala Perpustakaan, dengan menggunakan teknik wawancara dengan jenis penelitian kualitatif.
Hasil penelitian adalah bahwa pencapaian Kepala Perpustakaan Sekolah di wilayah Kelurahan Cibubur belum sepenuhnya dapat menunjukan kompetensi yang baik, khususnya kompetensi pengembangan profesi, kompetensi pengelolaan informasi dan kompetensi kepribadian dan sosial. Penelitian ini menyarankan agar Kepala Perpustakaan Sekolah sebaiknya lebih merencanakan pengorganisasian sumber daya perpustakaan, mengembangkan kesadaran para pustakawan, melakukan sosialisasi lebih banyak, dan menghimbau pustakawan untuk mulai melakukan kajian-kajian ilmiah sehingga bisa memenuhi kompetensi Wawasan Kependidikan.

This research aims to explain the competence that is had by the Heads of School Libraries in the area of Kelurahan Cibubur Jakarta Timur, which is at SDIA 20 Cibubur, SDN 01 Cibubur, SDN 05 Cibubur, SDN 11 Cibubur, according to Permendiknas no. 25 of 2008. The subject of this research is the competence that is had by the Heads of School Libraries in the area of Kelurahan Cibubur. Informants of the research are four 4 Heads of School Libraries, analyzed by doing interviews with qualitative research type.
The result is that the Heads of School Libraries in the area of Kelurahan Cibubur have not fully shown good competence needed, especially in terms of professional development, information management, and personal and social competence. This research suggests that the Heads of School Libraries should plan the organization of library resources more, develop the awareness of librarians, do library socialization more and urge librarians to start doing scientific studies so that it can meet the competency of Wawasan Kependidikan Educational Insight.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
S66036
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nirwan Arfari
"Arsitektur oriental merupakan sebuah bentuk bahasa arsitektur yang kemunculannya tidak terlepas dari sejarah kemunculan sebuah paham orientalisme, yang merupakan sebuah mindset yang dibentuk orang - Barat - mengenai pandangannya terhadap - Timur - . Orientalisme yang muncul sebagai sebuah cara memulai masa dengan bangsa - Timur - kemudian pada perkembangannya cenderung menjadi sebuah alat untuk mendominasi dan menginvasi sebuah wilayah baru, kemudian menjadi sebuah alat legalisasi perwujudan praktek imperialisme dan kolonialisme, yang kemudian hingga sekarang berubah menjadi sebuah bentuk kapitalisme. Orientalisme yang mendorong sebuah invasi ke wilayah baru akhirnya menyebabkan pula suatu bentuk migrasi dan mendorong pula sebuah pembauran identitas. Migrasi sendiri mendorong terjadinya sebuah bentuk representasi makna, yang merupakan ekspresi budaya, dan kemudian muncul lewat sebuah bahasa yaitu arsitektur, yang kemudian digolongkan ke dalam arsitektur oriental. Representasi ini kemudian terjadi juga pada arsitektur oriental di Jakarta yang notabennya adalah kota yang multikultural. Hal yang terjadi kemudian adalah arsitektur modern yang mengangkat tema oriental di Jakarta sekarang seakan mengalami penyempitan akan makna oriental itu sendiri. Hal ini merupakan sebuah pergeseran makna dari representasi arsitektur oriental yang terjadi lewat sebuah perjalanan sejarah yang panjang, dan sayangnya pergeseran ini cenderung menyebabkan sebuah degredasi makna. Hipotesis awal ini kemudian dilihat kembali pada studi kasus yang ada dilapangan yaitu dengan membandingkan elemen identitas yang terdapat pada Klenteng Tan Seng Ong yang mewakilkan arsitektur oriental masa lalu dan Kampoeng Cina, Kota Wisata yang mewakilkan arsitektur oriental masa kini. Elemen identitas yang dianalisis kemudian terdiri dari elemen ruang dan ornamentasi, karena kedua elemen identitas ini merupakan hal yang dapat jelas terlihat dan sarat akan perubahan makna. Arsitektur Cina di Jakarta diangkat untuk mewakili arsitektur oriental di Jakarta, didasarkan oleh penelusuran sejarah yang menunjukkan peran penting pendatang Cina di Jakarta di setiap layer masa, yang memberikannya kesempatan lebih banyak untuk merepresentasikan makna melalui sebuah bahasa arsitektur. Pengetahuan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam pertimbangan saat penciptaan arsitektur, yang bertema oriental, sehingga arsitektur tidak hanya menjadi sebuah tampilan, tetapi merupakan sesuatu yang sarat makna.

Oriental Architecture is a form of the achitecture language whose occurrence can not be separated from the history of the emergence of an Orientalism concept, which is a mindset that is formed by the 'West' about his views on the 'East'. Orientalism is emerging as a way to start the period with the 'East' and then on its development tends to be a tool to dominate and invade a new area, then became a practical embodiment of legalization tool of imperialism and colonialism, which was until now transformed into a form of capitalism. Orientalism that encourages an invasion into new areas also, eventually cause a form of migration and also push an identity assimilation. Migration itself encourages a form of representation of meaning, which is a cultural expression, and then emerges through a language ' architecture ' which was then classified into oriental architecture. This representation then also happened in Jakarta's oriental architecture, where Jakarta is a multicultural city. What happens then is the modern architecture in Jakarta today, which is take the oriental as a theme, looks like it's oriental meaning is being constrictive itself. This represents a shift in meaning from the representation of oriental architecture, which occurs through a long historical journey, and unfortunately, these shifts tend to cause a degradation of meaning. This initial hypothesis was later seen back on the existing case studies in the field by comparing the identity element contained in Klenteng Tan Seng Ong, who represents the oriental architecture of the past and Kampoeng Cina, Kota Wisata which represents the oriental architecture of the present. Identity elements that are analyzed consist of element of space and element of ornamentation, as both elements of this identity is something that can be clearly seen and loaded with the change of meaning. Chinese Architecture in Jakarta then, was appointed to represent the oriental architecture in Jakarta, this is based on the search of history that shows the important role of Chinese migrants in Jakarta at every layer of the period, which give them more opportunities to represent meaning through a language of architecture.This knowledge is expected to give a donation in consideration of the creation of the architecture, the oriental-themed, so the architecture is not just an appearance, but something full of meaning."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S52256
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1983
S16852
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, Sucipto
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1994
S34250
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Peter Yogan Gandakusuma
"Banyak bentuk duplikasi dan salinan arsitektur yang bermacam-macam rupa memenuhi wajah arsitektur kota Jakarta akhir-akhir ini. Hal ini dapat dilihat oleh kita melalui berbagai tampak, bentuk, nama-nama berbahasa asing yang memiliki konotasi tertentu atas image arsitektur yang muncul, serta pertumbuhan apartment, condominium, berbagai pengembangan area rumah tinggal, bangunan mall dan ITC di seluruh pelosok Jakarta yang cukup pesat setelah krisis moneter 1997. Hal tersebut juga memberikan kontribusi bagi pemandangan arsitektur yang gegap gempita, hingar bingar, penuh warna, dan semangat peniruan yang tampak sering diulan-gulang. Penelitian ini memfokuskan pada studi tentang kemunculan image arsitektur pada real estate yang memiliki nama berkonotasi tertentu dengan studi kasus Kota Wisata Cibubur. Penelitian bersifat kualitatif dengan tujuan memahami mengapa pengembang real estate tersebut memakai nama-nama tersebut sebagai ide perencanaan dan pengembangan lahannya. Berangkat dari pengamatan image yang muncul pada media cetak harian Kompas, brosur, studi banding melalui image lainnya, dan pengamatan ke Kota Wisata Cibubur saya menemukan bahwa bentuk arsitektur tersebut adalah penanda bagi kehadiran suatu image real estate si pengembang itu sendiri. Pengembang terlibat sebagai produsen realitas imitasi yang muncul melalui image duplikasi bentuk tampak hunian dan lewat nama-nama yang dipersepsikan sebagai image arsitektur yang dianggap lazim dan benar melalui iklan pemasaran pada media cetak. Disinilah pesan arsitektur sebagai bahasa komunikasi bisa menjadi baur seperti dugaan Baudrillard, yang menyatakan bahwa meskipun informasi itu menghasilkan makna tetapi ia tidak dapat menghindari hilangnya makna penting dari setiap informasi tersebut, yaitu makna yang menjadi kabur karena dibungkus oleh banyaknya pesan-pesan citra iklan di luar informasi yang ingin disampaikan. Pengembang berusaha mengisi kekosongan makna kebutuhan hunian bagi konsumen yang telah dipenuhi dengan realitas kemacetan, masalah kebanjiran di lingkungan tinggal, buruknya masalah infrastruktur kota, lemahnya rencana perkotaan secara umum, buruknya manajemen transportasi angkutan umum, masalah keamanan, serta budaya harus memiliki hunian permanen. Semuanya itu ditawarkan pengembang melalui image berkonotasi yang terlihat positif di mata konsumennya dengan pesan tertentu yang menyatakan bahwa hunian yang mereka kembangkan adalah hunian yang dekat dengan tema alam, aman, nyaman, cluster dengan keamanan 24 jam, bentuk tampak hunian dengan nama dan image yang memakai kata-kala atau bentuk arsitektur `luar negeri' seperti `Mediterania', `Vienna', `Virginia', `Ambassador', dsb. Faktor itulah yang mendorong para pengembang akhirnya berlomba-lomba menawarkan beragam image tadi. Masyarakat pun akhirnya bisa bebas memilih dan tinggal di dalam citra hunian seperti yang ditawarkan oleh pengembang tadi.

Many of architecture copies and duplicating designs in various forms have fully faced Jakarta now days. Apparently we can see all of these forms through the several designs with foreign names and words in connotation meaning and images outside architecture context especially after monetary crisis in 1997. All of the development and growth give a contribution to the architectural sight in the various design, fully colors, glamorous style, Roman types, Mediterranean images, and nonetheless the spirit of duplicating image of architectural. This research is focusing in the study of rising of the architectural image in the real estate, especially landed house real estate, which is naming their area development with connotation meaning. Kota Wisata Cibubur is my case study, which is, has many several images in connotation meaning. Starting from the observation images of others real estate in Kompas as comparative study to others, I find that architectural form is the signifier image of the real estate its self The developer involves as producer of an imitation realty which appears through duplicated forms and image of housing their developed to percept an architectural images as common opinion and right through marketing advertisement in media. In this point of view, the architectural massage as a communication language becomes matching likes Baudrillard hypotheses that loss meaning is directly linked to the dissolving, dissuasive action of information, the media, and the mass media. The developer try to fill the society need of the consumer in their living problems like 24 hours security, architectural form images using names or words related to foreign architecture e.g. `Vienna', `Orlando', `San Francisco', etc. Those need factors is motivating the developers to offer their product through the images mention above and tries to compete in the market place. Because of this, their consumer could choice their residence freely under architectural image built through the marketing campaign. My research observes these phenomena and tries to explain the reason behind developers mind when they develop their properties area."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16177
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simanjuntak, Fredrick Adrianto
"Kecelakaan lalu lintas telah menjadi salah satu masalah penting yang tidak lepas dari aspek perencanaan jalan atau sistem jaringan jalan. Karena itu perlu dilakukan usaha - usaha untuk mengurangi jumlah kecelakaan. Penyebab kecelakaan di jalan Tol, seperti kita kctahui terdiri dari banyak faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain manusia (pengemudi), kendaraan dan jalan. Pada dasamya faktor-faktor tersebut berkaitan atau saling menunjang bagi terjadinya kecelakaan. Usaha pengurangan kecelakaan pada jalan Tol dapat dilaksanakan dengan dua metode yaitu metode pencegahan kecelakaan dan metode pengurangan kecelakaan. Metode pencegahan berorientasi pada perencanaan dan disain jalan, sedang pengurangan lebih bersifat penanganan terhadap jalan. Skripsi ini merupakan suatu studi awal pengurangan kecelakaan yang berupa studi identifikasi daerah rawan kecelakaan (Blackspot) pada Tol Jagorawi dan Tol Cikampek. Data kecelakaan yang digunakan adalah berdasarkan pencatatan yang dilakukan oleh P.T Jasa Marga (Persero) dengan periode tahun 1998 sampai tahun 1999. Langkah selanjutnya, data tersebut diolah dengan menggunakan aplikasi teknik statistika, yakni dengan metode Frekuensi dan metode Upper Control Limit. Dengan kedua metode tersebut menghasilkan lokasi yang dianggap rawan kecelakaan. Dengan melihat atau mengetahui daerah rawan kecelakaan maka dapat ditentukan upaya yang tepat dalam pengurangan jumlah kecelakaan pada tol Jagoiawi dan Tol Cikampek.

Traffic accident has become one of necessary problems that connected with road planning aspect or road net system. Therefore, it needs an effort to reduce the number of accident. As we knew, the cause of the accident on Highway consist of many factors. The factors are: human (driver), car and road. Basicly, those factors are related to the accident. The effort to reduce number of accident on Highway can be divided into two methods, that is Accident Prevention Method and Accident Reducement Method. Accident Prevention Method is oriented on road planning and road design. On the other hand. Accident Reducement Method is relating to the road handling. This paper discusses a beginning study of accident reducement that consist of identification study of blackspot area on Jagorawi Highway and Cikampek Highway. The accident data that used in this paper are originate from P.T. Jasa Maraa's registration from 1998 until 1999. The next step , the data are processed with technical statistic application, that is Frequency Method and Upper Control Limit Method. Both methods create location that assume as BlackSpot area. By seeing and knowing BlackSpot area, we can make a great effort to reduce the number of accident on Jagorawi Highway and Cikampek Highway."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
S34916
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Herman Darmawan
"ABSTRAK
Background research : Air pollution due to road traffic is a serious health hazard and thus the collector toll who are continuously exposed to pollutant, may be at an increased risk. Types of main pollutants in the outdoor air pollution will significantly influence lung function. This study determined the factors that affect spirometry lung function, chest x-ray, and respiratory symptoms of collector toll working in the area of Jagorawi toll in East Jakarta. Methods: This study is a cross sectional study was conducted among collector toll of Jagorawi toll in East Jakarta in the period of December 2012 with total sampling method. This study has assessed respiratory clinical symptoms using questionnaires of Pneumobile Project Indonesia, examined spirometry, and chest x-ray. Results: A total of 129 subjects were included in this study. Most of them are men (71,3%), aged 40 to 49 years (48,8%), were over weight (46,5%), active smokers (55%), most of them have worked 15 to 19 years, did not use masker properly (65,9%), and had abnormal chest x-ray (3,9%). Results of spirometry examination showed mild restriction in 12 subjects (9,3%), mild obstruction in 2 subjects (1,6%). There are significant association between age and period of working with spirometry abnormalities (p<0,05), but no significant association found between nutritional status, smoking history, chest x-ray, using of masker, place of working with spirometry of collector toll (p>0,05). There is significant association between respiratory clinical symptoms with mild lung restriction (p<0,05). There are significant association between age and smoking history with respiratory clinical symptoms (p<0,05). There is significant association between period of working with chest x-ray abnormalities. Conclusion: This study showed that there are significant association between age and period of working with spirometry abnormalities (p<0,05), but no significant association found between nutritional status, smoking history, chest x-ray abnormalities, using of masker, place of working with spirometry abnormalities of collector toll (p>0,05).

ABSTRACT
Latar belakang penelitian: Petugas gerbang tol merupakan profesi yang mempunyai risiko sangat besar untuk terpajan zat-zat polutan yang berasal dari asap kendaraan bermotor yang akan memberikan efek berupa penurunan fungsi paru dan keluhan respirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran spirometri, foto toraks dan keluhan respirasi pada petugas gerbang tol Jagorawi di Jakarta Timur. Metode penelitian : Penelitian ini dilakukan di wilayah Tol Jagorawi di Jakarta Timur bulan Desember 2012 dengan desain uji potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling melalui kuesioner, pemeriksaan spirometri, foto toraks PA. Hasil : Seratus dua puluh Sembilan subjek diikutkan dalam penelitian ini, laki-laki (71,3%) terbanyak usia 40-49 tahun yaitu 63 orang (48,8%), berat badan lebih 60 orang (46.5%) , perokok aktif 71 orang (55%) dengan IB ringan 41 orang (31,8%), bekerja selama 15-19 tahun sebanyak 46 orang (30,7%). Prevalens kelainan spirometri sebanyak 14 orang (10,9%) yaitu restriksi ringan 12 orang (9,3%) dan obstruksi ringan didapatkan pada 2 orang (1,6 %). Penggunaan APD masker buruk (65,9%), kelainan foto toraks (3,9%), keluhan respirasi (10,1%). Secara statistik terdapat hubungan bermakna antara usia, masa kerja dengan kelainan obstruksi. Terdapat hubungan bermakna antara usia, masa kerja dengan kelainan restriksi. Terdapat hubungan bermakna antara keluhan respirasi dan indeks brinkman dengan kelainan restriksi. Terdapat hubungan bermakna antara masa kerja dengan kelainan foto toraks. Terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan merokok dan usia dengan keluhan respirasi. Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara usia, masa kerja dengan kelainan obstruksi. Hubungan bermakna antara usia, masa kerja dengan kelainan restriksi. Hubungan bermakna antara keluhan respirasi dan indeks brinkman dengan kelainan restriksi. Hubungan bermakna antara masa kerja dengan kelainan foto toraks. Hubungan bermakna antara kebiasaan merokok dan usia dengan keluhan respirasi."
2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Napitupulu, Sondang M.
"Tingginya penduduk di kota Metropolitan Jakarta membutuhkan lahan permukiman. Lahan yang terbatas mengakibatkan berkembangnya kota-kota baru di pinggiran Jakarta Metropolitan Area (JMA). Salah satunya adalah di kawasan Cibubur dan sekitarnya. Aktivitas penduduk yang tinggal di kota baru mayoritas masih bergantung ke kota utama. Dengan demikian perlunya penyediaan aksesibilitas yang baik dari kota baru ke kota utama. Aksesibilitas yang baik adalah yang memberikan dampak yang minimal kepada lingkungan, kesehatan dan permasalahan sosial, serta yang mendukung perekonomian masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola aksesibilitas berkelanjutan pada kota baru. Penelitian bersifat deskriptif analitif menggunakan metode kuantitatif. Penelitian mengkaji karakteristik permintaan perjalanan (travel demand), sistem transportasi, aksesibilitas kawasan ditinjau dari konsep keberlanjutan lingkungan, keberlanjutan ekonomi, dan keberlajutan sosial. Pola perjalanan bekerja pada kota baru mayoritas keluar kawasan dengan tujuan dominan ke kota utama (kota metropolitan). Bangkitan dan distribusi perjalanan harus dapat dilayani oleh aksesibilitas yang berkelanjutan.

Metropolitan city, such as Jakarta, faces huge number of urban population, which has been driving the urban sprawl in the Jakarta?s urban periphery in particular as an effect of the high demand of affordable housing. Limited affordable land for housing drives rapid growth of real estate and new city around Jakarta Metropolitan Area (JMA), one of the rapid growth area is Cibubur, which the majority of inhabitants have highly depending to Jakarta for living. Thus, provision of proper accessibility may mitigate impact to environment, health, socio economy of the commuters. Objective of this research is aiming to explore the sustainable accessibility in new city. The research applied descriptive analysis using quantitative method and analyzed travel demand characteristics, system transportation from sustainable development perspectives. Majority of travel demand are heading to outside of Cibubur area to the main city (Jakarta). Sustainable accessibility is envisaged to serve all of travel demand and distribution from new city."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2016
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>