Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 198478 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yogi Kristianto
"Komposit ZrO2/NGP dan ZrO2/graphene dengan masing-masing 5 massa dari NGP dan graphene telah disintesis dengan menggunakan metode sol-gel, dilanjutkan dengan metode kopresipitasi. Sampel tersebut dikarakterisasi dengan X-ray Diffraction XRD , Energy Dispersive X-ray EDX , Transmission Electron Microscopy TEM , Brunauer-Emmett-Teller BET , Fourier Transform Infrared FT-IR , UV-Visible Diffuse Reflectance UV-Vis dan Thermal Gravimetric Analysis TGA dalam rangka untuk menginvestigasi kristal struktur, komposisi atomic, morfologi, luas spesifik permukaan, mode vibrasi, nilai celah energi dan stabilitas panas dari komposit. Aktivitas catalytic dilakukan dengan menggunakan sinar ultraviolet photocatalytic , ultrasonic sonocatalytic dan gabungan antara ultraviolet dengan ultrasonic sonophotocatalytic sebagai sumber iradiasi pada proses degradasi limbah pewarna methylene blue MB . Hasil menunjukan bahwa ZrO2/graphene mampu menghadirkan kemampuan aktivitas catalytic dan adsorpsi yang lebih baik daripada ZrO 2/NGP dan ZrO2 pada proses degradasi MB. Pada aktivitas catalytic, ditunjukan bahwa sonophotocatalytic menghadirkan efisiensi terbagik, diikuti dengan sonocatalytic dan photocatalytic. Sebagai tambahan, efek dari, suhu kalsinasi, derajat keasaman pH , dosis katalis, konsentrasi MB, scavenger spesies aktif dan penggunaan kembali diinvestigasi dan hasilnya akan dibahas.

ZrO2 NGP and ZrO2 graphene composites with five weight percent 5 wt of NGP and graphene, respectively, where synthesized by sol gel method, followed by coprecipitation. The prepared samples were characterized by X ray Diffraction XRD , Energy Dispersive X ray EDX , Transmission Electron Microscopy TEM , Brunauer Emmett Teller BET , Fourier Transform Infrared FT IR , UV Visible Diffuse Reflectance UV Vis and Thermal Gravimetric Analysis TGA in order to investigate the crystal structure, atomic composition, morphology, specific surface area, vibration modes, bandgap energy value and thermal stability of the samples. The catalytic activities were performed using ultraviolet photocatalytic , ultrasonic sonocatalytic and the combination of ultraviolet and ultrasonic sonophotocatalytic as an irradation source in degrading methylene blue MB dye. The results showed that ZrO2 graphene could exhibit the best catalytic performance and adsorption than ZrO2 NGP and ZrO2 in degrading MB. In the catalytic activity, sonophotocatalytic exhibit the best catalytic performance, followed by sonocatalytic and photocatalytic. In addition, effect of contact time, calcination temperature, pH, catalyst dosage, MB concentration, scavenger of active species and reusability were investigated and the results were discussed."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S67787
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yulia Dwi Susanti
"Dalam studi ini, nanokomposit LaMnO3/TiO2 dan LaMnO3/ZnO disintesis menggunakan metode sol-gel. Penambahan material graphene pada nanokomposit LaMnO3/TiO2 dan LaMnO3/ZnO dilakukan dengan metode ko-presipitasi. Sampel tersebut dikarakterisasi dengan menggunakan spektroskopi X-ray Diffraction XRD, UV-Visible Diffuse Reflectance UV-Vis Thermogravimetric Analysis TGA, Fourier Transform Infrared FTIR, Raman dan Brunauer Emmet-Teller BET untuk mengamati struktur kristal, nilai celah energi, stabilitas panas, vibrasi molekul, sifat magnet dan luas permukaan pada sampel. Aktivitas catalytic nanokomposit LaMnO3/TiO2 dan LaMnO3/ZnO dengan variasi molar 1:0.5 menunjukan aktivitas catalytic yang paling baik dibandingkan variasi molar lainnya. Selain itu penambahan material graphene pada nanokomposit dapat meningkatkan aktivitas catalytic dari kedua nanokomposit dan 5 weight percentage wt. graphene menunjukan aktivitas catalytic yang paling baik. Aktivitas catalytic dengan menggabungkan photo dan sono sonophotocatalytic menunjukkan aktivitas catalytic yang lebih baik dibandingkan dengan photo- dan sono-catalytic akibat adanya efek sinergis antara photo- dan sono- catalytic. Penambahan scavenger dilakukan untuk mengetahui spesies aktif yang berperan dalam proses catalytic dan hole merupakan spesies paling aktif yang paling beperan dalam proses catalytic.

In this study, LaMnO3 TiO2 and LaMnO3 ZnO nanocomposite was synthesized using sol gel method while LaMnO3 TiO2 graphene and LaMnO3 ZnO graphene composite was synthesized using co precipitation. The prepared sample was characterized using X ray diffraction XRD, Thermogravimetric Analysis TGA, Differential Thermal Analysis DTA , Fourier Transform Infrared Spectroscopy FTIR, Raman, Vibrating Sample Magnetometer VSM, UV vis diffuse reflectance UV vis DRS and Brunauer Emmet Teller BET spectroscopy to investigate crystal structure, band gap energy, thermal stability, molecule vibration, magnetization and surface area of the sample. The catalytic activity was performed using ultraviolet and visible light photocatalytic , ultrasonic sonocatalytic, and combination of photocatalytic and sonocatalytic sonophotocatalytic to degrade methylene blue MB. The results show that LaMnO3 TiO2 and LaMnO3 ZnO nanocomposite 1 0.5 have superior catalytic activity. The addition of graphene could increase the degradation of MB and 5 weight percentage wt. of graphene show the highst catalytic activity. Furthermore, the catalytic activity under the combination of visible and ultrasonic show higher catalytic activity that photocatalytic and sonocatalytic activity due to the synergistic effect between photo and sono catalytic. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Faurul Fitri Zulianti
"Komposit Fe3O4/ZnO/NGP dengan variasi wt NGP 5 , 10 dan 15 telah disintesis dengan menggunakan metode sol-gel dan co-precipitation. Pengukuran X-Ray Diffraction XRD , Energy Dispersive X-Ray EDX , nitrogen adsorption spectroscopy, Vibrating Sample Magnetometer VSM , Fourier Transform Infrared FTIR , dan Differential Thermal Analysis-Thermal Gravimetric Analysis DTA-TGA dilakukan untuk mengidentifikasi struktur, surface area, sifat magnet, vibrasi molekul dan analisis termal material. Pengujian aktivitas catalytic dilakukan dibawah paparan radiasi sinar ultraviolet, ultrasonik dan gabungan dari UV dan ultrasonik terhadap larutan limbah pewarna methylene blue. Komposit Fe3O4/ZnO/NGP 10wt menunjukkan degradasi maksimum pada aktivitas catalytic dengan dosis 0.2 g/L. Pada aktivitas catalytic, pengaruh penambahan scavenger menunjukkan bahwa hole merupakan spesies aktif utama yang berperan penting dalam aktivitas catalytic. Proses reusability membuktikan bahwa komposit Fe3O4/ZnO/NGP 10wt merupakan material yang baik yang dapat digunakan kembali pada aktivitas catalytic.

Fe3O4 ZnO NGP composites with variations of wt NGP 5 , 10 and 15 were synthesized using sol gel and coprecipitation methods. Measurement of X Ray Diffraction XRD , Energy Dispersive X Ray EDX , nitrogen adsorption spectroscopy, Vibrating Sample Magnetometer VSM , Fourier Transform Infrared FTIR , and Differential Thermal Analysis Thermal Gravimetric Analysis DTA TGA to identify structures, surface area, magnetic properties, molecular vibrations and thermal analysis of materials. The catalytic activity test is performed under exposure of ultraviolet, ultrasonic and combination of ultrasonic and UV irradiation to methylene blue dye solution. The Fe3O4 ZnO NGP 10wt composite showed maximum degradation in catalytic activity at a dose of 0.2 g L. In catalytic activity, the effect of scavenger addition indicates that holes are the main active species that play an important role in catalytic activity. The reusability process proves that the Fe3O4 ZnO NGP 10wt composite is a good material which can be reused in catalytic activity."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S67145
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Wahyudi
"Sebelum dibuang ke air, limbah pewarna harus diolah terlebih dahulu. Metilen Biru merupakan salah satu limbah dari proses pencelupan. Zat ini berbahaya bagi ekosistem perairan dan bersifat karsinogenik. Limbah pewarna dapat dihilangkan melalui degradasi fotokatalitik. Metal-Organic Framework (MOF) memiliki karakteristik semikonduktor dan dapat digunakan sebagai fotokatalis. MOF mengandung logam fotoaktif dan ligan dengan aktivitas fotokatalitik. Dengan mengubah ligan, logam, dan modulator, dimungkinkan untuk menghasilkan bahan fotoaktif dengan aktivitas fotokatalitik yang sangat baik. MOF berbasis zirkonium diproduksi dengan ligan perilena 3,4,9,10-tetrakarboksilat dan dimodulasi dengan asam isonikotinat dalam penelitian ini (Zr MOF). Dilakukan dengan beberapa rasio mol modulator untuk melihat bagaimana mereka mempengaruhi struktur, morfologi, dan sifat fotokatalitik Zr MOF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zr MOF memiliki energi celah pita yang relatif kecil. Dalam degradasi Metilen Biru, MOF yang mengandung 10 ekivalen modulator yang diaktivasi menunjukkan aktivitas yang baik. Berat optimal per satuan volume larutan yang digunakan adalah 25 mg dalam 50 mL Metilen Biru 100 ppm, dengan tingkat degradasi 79,32%.

Prior to being released into the water, the dye waste must be treated. Methylene Blue is one of the wastes from the dyeing process. This substance is harmful to aquatic ecosystems and is carcinogenic. Dye waste can be removed through photocatalytic degradation. Metal-Organic Framework (MOF) has semiconducting characteristics and can be used as a photocatalyst. MOF contains photoactive metals and ligands with photocatalytic activity. By changing the ligands, metals, and modulators, it is possible to generate photoactive materials with excellent photocatalytic activity. Zirconium-based MOF was produced with a perylene 3,4,9,10-tetracarboxylate ligand and modulated with isonikotinat acid in this study (Zr MOF). It experimented with several metal-to-modulator molar ratios to see how they affected the structure, morphology, and photocatalytic properties of Zr MOF. The result showed that Zr MOF has a relatively small bandgap energy. In the degradation of Rhodamine B, MOF containing 10 equivalent modulators and activated exhibited good activity. The optimal weight per unit volume of the used solution is 25 mg per 300 mL of 100 ppm Methylene Blue, with a 79,32 percent degradation rate."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ratu Aliah Sanada
"Zat warna kationik Methylene Blue (MB) yang bersifat non biodegradable dapat dihilangkan dengan metode adsorpsi menggunakan karbon aktif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kombinasi optimum pH, dosis adsorben, dan waktu kontak dalam adsorpsi MB menggunakan karbon aktif komersial berbahan dasar tempurung kelapa (KATK) dan batu bara (KABB) dengan sistem batch dan metode two level full factorial design. Readsorpsi menggunakan karbon aktif jenuh yang telah diregenerasi dengan aseton 60% juga dilakukan untuk mengetahui efisiensi regenerasinya. Hasil penelitian menunjukkan penyisihan tertinggi oleh KATK sebesar 80,39% pada pH 9,5, dosis 6,5 g, dan waktu kontak 100 menit. Sedangkan, penyisihan oleh KABB mencapai 99,82% pada pH 7,5, dosis 6 g, dan waktu kontak 90 menit. Dari proses readsorpsi diperoleh penyisihan dengan KATK sebesar 48,54% dan KABB sebesar 66,79%. Efisiensi regenerasi KATK dan KABB yaitu 56,61% dan 66,79%. Data equilibrium adsorpsi MB menunjukkan kecocokan dengan model isoterm Langmuir untuk kedua jenis karbon aktif. Aplikasi di lapangan juga dibahas berdasarkan model isoterm adsorpsi tersebut.

Non-biodegradable cationic dye Methylene Blue (MB) can be removed by adsorption method using activated carbon. This study was conducted to determine the optimum combination of pH, adsorbent dosage and contact time on the MB adsorption using activated carbon made from coconut shell (KATK) and coal (KABB) through a batch system and two-level full factorial design method. The readsorption using spent activated carbon regenerated by acetone 60% was also conducted to determine the regeneration efficiency. The highest removal of KATK is 80.39% at pH 9.5, dose 6.5 g, and contact time 100 minutes. Meanwhile, KABB reaches 99.82% at pH 7.5, dose 6 g, and contact time 90 minutes. Removal from the readsorption process is 48,57% for KATK and 66,79% for KABB. Regeneration efficiency of KATK and KABB is 56.61% and 66.79%. Equilibrium data of MB adsorption is closely fit to Langmuir isotherm for both activated carbons. The field application is also discussed based on that isoterm model."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S57062
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cindy Claudia
"Limbah zat warna merupakan salah satu kontributor terbesar dalam terjadinya polusi air. Degradasi limbah zat warna menggunakan suatu fotokatalis perlu dilakukan untuk menangani permasalahan limbah tersebut. CuBi2O4 dan CuO merupakan suatu semikonduktor tipe-p berbasis oksida logam yang memiliki celah pita sempit, menunjukkan respons yang sangat baik terhadap cahaya tampak, dan dapat digunakan sebagai fotokatalis. Akan tetapi, kedua  material tersebut menunjukkan aktivitas fotokatalitik yang buruk akibat laju rekombinasi pasangan elektron dan hole yang cepat, sehingga sintesis material heterojunction dilakukan untuk mengatasi kekurangan ini. Komposit CuBi2O4/CuO disintesis dengan berbagai variasi rasio massa CuBi2O4:CuO (1:1, 1:2, dan 2:1) menggunakan metode grinding annealing. Lebih lanjut, CuBi2O4/CuO CuBi2O4, dan CuO yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan instrumen XRD, FTIR, UV-Vis DRS, dan TEM. CuBi2O4 dan CuO menunjukkan celah pita sebesar 1,76 eV dan 1,55 eV. Perubahan nilai energi celah pita teramati ketika modifikasi dilakukan, yakni 1,73 eV, 1,70 eV, dan 1,59 eV. Pengujian aktivitas fotokatalitik terhadap metilen biru di bawah cahaya tampak selama 180 menit menunjukkan bahwa sintesis CuBi2O4/CuO efisien dalam meningkatkan aktivitas fotokatalitiknya dengan persentase degradasi sebesar 81,1%. Sedangkan CuO dan CuBi2O4 masing-masing menunjukkan persentase degradasi sebesar 73,3% dan 64,2%.

Dye waste is one of the biggest contributors to water pollution. Degradation of dye waste using a photocatalyst needs to be done to deal with this waste problem. CuBi2O4 and CuO are metal oxide-based p-type semiconductors that have a narrow band gap, responsive to visible light, and can be used as photocatalysts material. Synthesis of CuBi2O4 and CuO using solvothermal and hydrothermal methods was successfully carried out which was confirmed by XRD, FTIR, TEM, and UV-Vis DRS. CuBi2O4 and CuO show bandgap energy 1.76 eV and 1.55 eV, respectively. However, both materials exhibit poor photocatalytic performance due to the fast recombination rate of electron-hole pairs, so that the synthesis of heterojunction materials was carried out to overcome this deficiency. CuBi2O4/CuO composite was synthesis by grinding annealing method using various CuBi2O4:CuO mass ratios (1:1, 1:2, and 2:1). Furthermore, CuBi2O4/CuO composite were characterized using XRD, FTIR, UV-Vis DRS, and TEM. Changes in the value of the band gap energy observed when modifications were made to 1.73 eV, 1.70 eV and 1.59 eV. The heterojunction CuBi2O4/CuO showed an enhanced photocatalytic performance with 81,1% removal of methylene blue within 180 min of visible light irradiation, compared to the results obtained with the pristine materials. While CuO and CuBi2O4 only showed 73,3% and 64,2% removal of methylene blue within 180 min of visible light irradiation."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mochammad Rully Indrawan
"Titanium dioksida (TiO2) memiliki sifat yang ramah lingkungan seperti nontoxic, relatif tidak terlalu mahal dan stabil. Karena kelebihannya, TiO2 terus dikembangkan untuk kegiatan yang positif bagi lingkungan, salah satunya untuk mendegradasi polutan organik. Akan tetapi, energi band gap dari TiO2 yang cukup lebar (sekitar 3,2 eV) yang setara dengan cahaya UV sehingga aktifitas fotokatalitiknya hanya terbatas pada daerah UV dan tidak dapat digunakan pada daerah sinar tampak. Sementara itu sistem Dyes Sensitized Solar Cell (DSSC) relatif sukses mengkonversi sinar matahari menjadi energi listrik. Sistem ini kemudian dikembangkan dengan mengganti dye (zat warna) dengan quantum dots CdS, dan memodifikasi bagian TiO2 yang tidak dilapisi TiO2 sebagai zona katalisis. Terkait permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana preparasi TiO2 termodifikasi dalam degradasi methylene blue dengan sistem zona katalis berbasis QDSSC. Penelitian ini dilakukan dengan metode anodisasi untuk mendapatkan TiO2 dengan morfologi nanotube yang dilanjutkan dengan kalsinasi pada suhu 450⁰C untuk membentuk fasa kristal TiO2. Imobilisasi CdS nanopartikel pada TiO2 nanotube (TNTAs) dilakukan dengan metode SILAR (Succesive Ionic Layer Adsorption and Reaction)-Ultrasonikasi. Karakterisasi terhadap TNTAs/TNTAs-CdS meliputi Field Emmision Scanning Electron Microscope (SEM), UV-Vis Diffuse Reflectance Spectrometry (DRS), X-ray Diffraction (XRD), dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Pada proses degradasi, dengan sistem QDSSC termodifikasi, yang dilakukan selama 30 menit terjadi penurunan konsentrasi methylene blue sebesar 59%.

Titanium dioxide (TiO2) is an environmentally friendly such as nontoxic, relatively inexpensive and stable. Because of its advantages, TiO2 has been being developed for activities that are positive for the environment, one of them is to degrade organic pollutants. However, the energy band gap of TiO2 is quite wide (about 3.2 eV) which is equivalent to UV light so that the photocatalytic activity is confined to the UV region and can not be used in the visible light region. While the Dyes Sensitized Solar Cell (DSSC) system is relatively success converting sunlight to electricity. This system subsequently further developed by replacing dye with CdS quantum dots, and modify parts of TiO2 which is uncoated as catalysis zone. Related to these problems, researcher is interested to know how the modified DSSC can be utilized in degrading methylene blue. The TiO2 nanotube (TNTAs) morphology was obtained by anodizing titanium metal, followed by calcination at 450⁰C temperature to get a crystal phase of TiO2. Immobilization of CdS nanoparticles on TiO2 nanotube (TNTAs) was conducted by using SILAR (Succesive Ionic Layer Adsorption and Reaction) method. Characterization of TNTAs/TNTAs-CdS include Scanning Electron Microscope (SEM), UV-Vis Diffuse Reflectance Spectrometry (DRS), X-Ray Diffraction (XRD) and Fourier Transform Infra Red (FTIR). The catalyze zone of modified QDSSC was applied to degrade methylens blue (MB) in water, where approximately 59% MB was eliminated during 30 minutes."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2015
S60913
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ervita Shelvia Anggraeni
"Pada penelitian ini dilakukan fotodegradasi metilen biru dengan menggunakan katalis berbagai morfologi TiO2 (TiO2 nanocube dan TiO2 nanospindel) yang diintegrasikan dengan nanopartikel Au. Pengujian aktivitas fotokatalitik untuk degradasi metilen biru dilakukan dengan menggunakan sinar tampak. Hasil karakterisasi XRD membuktikan bahwa nanopartikel TiO2 nanocube dan TiO2 nanospindel memiliki struktur kristal tetragonal. Aktivitas fotokatalitik nanopartikel TiO2 mengalami peningkatan karena dapat aktif pada daerah sinar tampak setelah diintegrasikan dengan nanopartikel emas, didukung melalui hasil karakterisasi UV-Vis DRS yaitu nilai energi band gap pada kedua Au-TiO2 nanohybrids sebesar 3.3 eV. Studi aktivitas fotokatalitik TiO2 nanocube, TiO2 nanospindel dan Au-TiO2 nanohybrids diamati dengan reaksi degradasi metilen biru dibawah sinar tampak. Persentase degradasi pada konsentrasi 0.01 mM TiO2 nanocube yaitu 27,11%, TiO2 nanospindel sebesar 35,59 %, pada Au-TiO2 nanocube yaitu 40 %, dan Au-TiO2 nanospindel 55,67 % selama 1 jam waktu penyinaran. Perhitungan kinetika reaksi fotodegradasi metilen biru didapatkan bahwa Au-TiO2 nanohybrids mengikuti kinetika orde satu.

In this study photodegradation of methylene blue using Au-TiO2 nanohybrids, TiO2 nanocube, TiO2 nanospindel as catalyst. Photocatalytic activity test for degradation of methylene blue using visible light. Characterization with XRD proves TiO2 nanocube and TiO2 nanospindle have a tetragonal structure, Photocatalytic activity of TiO2 nanoparticles can be active in visible light radiation after it modified by Au nanoparticles, UV-Vis DRS has proven that nanohybrids have band gap energy of 3.3 eV. The study of photocatalytic activity TiO2 nanocube, TiO2 nanospindle, and nanohybrids Au-TiO2 were observed with methylene blue degradation using visible light radiation. Percentages of degradation at the concentration of 0,01 mM. TiO2 nanocube is 27,11%, TiO2 nanospindle is 35,59%, nanohybrids Au-TiO2 nanocube is 40% and nanohybrids Au-TiO2 spindle is 55,67% for 1 hour irradiation time.  In study of reaction kinetics shows that degradation of methylene blue followed the pseudo-first order kinetics."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hesni Adila Shabrany
"Nanokomposit ZnO/CuO dengan lima variasi molar ZnO:CuO (1:3, 1:1, 1:0.5, 1:0.3, dan 1:0.1) telah disintesis dengan menggunakan metode sol-gel. Pengukuran X-ray Diffraction (XRD), Energy Dispersive X-Ray (EDX), Field Emission Scanning Electron Microscopy (FESEM), nitrogen adsorption spectroscopy, Electron Spin Resonance (ESR), dan UV-Visible spectroscopy dilakukan untuk mengindentifikasi struktur, morfologi, luas permukaan, resonansi ion-ion, dan nilai celah energi dari nanokomposit. Aktivitas katalitik dari nanokomposit ZnO/CuO diuji dibawah pemaparan cahaya visible, ultraviolet, ultrasonik, dan gabungan antara visible/UV dengan ultrasonik dalam mendegradasi larutan pewarna methylene blue (MB). Hasil aktivitas katalitik dari nanokomposit ZnO/CuO menunjukkan aktivitas photosonocatalytic mempunyai performa lebih baik dibandingkan aktivitas photocatalytic dan sonocatalytic. Penambahan beberapa scavenger menunjukkan hole merupakan spesies aktif yang berperan paling penting dalam mekanisme katalitik.

ZnO/CuO nanocomposites with five different ZnO:CuO ratios (1:3, 1:1, 1:0.5, 1:0.3 and 1:0.1) were prepared using sol-gel method. X-ray Diffraction (XRD), Energy Dispersive X-Ray (EDX), Field Emission Scanning Electron Microscopy (FESEM), nitrogen adsorption spectroscopy, Electron Spin Resonance (ESR) and UV-Visible spectroscopy were employed to investigate the structural, morphology, surface area, ions resonance and energy band gap of nanocomposites. The catalytic activity of ZnO/CuO nanocomposites were tested under visible light, ultraviolet light, ultrasound irradiation and the combination of visible/UV light with ultrasound irradiation on the degradation of methylene blue (MB) aqueous solution. The observed catalytic activity of nanocomposites shows that photosonocatalytic has better performance than photocatalytic and sonocatalytic activity. The addition of scavengers suggested that holes are the most important active species in the catalytic mechanism."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2016
S62823
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ardiansyah Taufik
"Pada penelitian ini, dua jenis graphene graphene dan nanographene platelets NGP dipergunakan sebagai supporting adsorbent dan juga katalis untuk proses degradasi limbah pewarna. Material graphene dan NGP dipergunakan untuk men-support kemampuan adsorpsi dari material nanopartikel Fe3O4. Kemampuan adsorpsi dari nanopartikel Fe3O4 meningkat dengan penambahan material NGP dan graphene. Penambahan material graphene pada Fe3O4 menunjukan kemampuan adsorpsi yang paling baik dibandingkan dengan penambahan material NGP. Material NGP dan graphene juga dipergunakan untuk meningkatkan kemampuan fotokatalitik nanokomposit Fe3O4/ZnO/CuO FZC dibawah penyinaran cahaya ultraviolet UV dan cahaya tampak serta kemampuan sonophotocatalytic dibawah radiasi UV ultrasound US dan cahaya tampak US . Penambahan material graphene menghasilkan kemampuan adsorpsi dan aktivitas fotokatalitik dikarenakan memiliki luasan area yang lebih besar serta oxygen functional group dari material graphene. Penambahan material NGP dan graphene juga mampu menghambat laju rekombinasi elektron dan hole dikarenakan kemampuan graphene dan NGP untuk bertindak sebagai electron acceptor. Hal tersebut berdampak terhadap peningkatan kemampuan aktivitas katalitik dari sampel. Sifat fisis dari seluruh material dianalisis menggunakan X-ray diffractions XRD , energy dispersive X-ray EDX , transmission electron microscope TEM , UV-Vis diffuse reflectance spectroscopy, Fourier transform Infra-red FT-IR spectroscopy Raman spectroscopy, Brunauer ndash;Emmett ndash;Teller BET , differential thermal analysis and thermogravimetric analysis DTA/TGA , vibrating sample magnetometer VSM.

In this study, two types of Carbon nanographene platelets NGP and graphene has been used as supporting adsorbent and catalyst for waste water removal. Both NGP and graphene were used to support the adsorption ability of Fe3O4 nanoparticles. The adsorption ability of Fe3O4 was increase with the incorporation of NGP and graphene. The incorporation of graphene resulted in the higher adsorption ability of the samples. Moreover, NGP and graphene also used to support the photocatalytic performance under UV and visible light irradiation as well as sonophotocatalytic under UV ultrasound US and visible US of Fe3O4 ZnO CuO FZC nanocomposites. The incorporation of graphene has better adsorption and catalytic performance than the incorporation of NGP due to the higher specific surface area and also the oxygen functional group in graphene materials. The incorporation of NGP and graphene has an ability to prevent recombination electron and hole due to both NGP and graphene could act as electron acceptors. It impacts on the improvement the catalytic performance. The combination of The physical properties of the samples was investigated using X ray diffractions XRD , energy dispersive X ray EDX , transmission electron microscope TEM , UV Vis diffuse reflectance spectroscopy, Fourier transform Infra red FT IR spectroscopy, Raman spectroscopy, Brunauer ndash Emmett ndash Teller BET , differential thermal analysis and thermogravimetric analysis DTA TGA , vibrating sample magnetometer VSM."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
T47676
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>