Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 15164 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mohamad Saekhu
"Kadar matrix metalloproteinase?9 (MMP-9) yang tinggi diyakini merusak sawar darah otak (SDO) sehingga terjadi edema serebri dan menambah lama rawat inap pasien. Penelitian pada binatang menunjukkan tigesiklin menurunkan kadar MMP-9. Kemampuan tigesiklin menurunkan kadar MMP-9 yang berdampak pada pengurangan edema serebri dan lama rawat inap pasien perdarahan."
2016
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammed S. Alhussaini
"Helicobacter pylori adalah patogen
gastrointestinal yang penting yang berkaitan dengan gastritis,
ulkus peptikum, dan peningkatan risiko kanker lambung. Studi
ini bertujuan mencari hubungan patogen ini dengan berbagai
kelainan gastrointestinal."
2016
PDF
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Emilda Narcis
"Kompleksnya pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan peluang terjadinya kesalahan, terutama dengan adanya tindakan invasif di bagian bedah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kejadian dan faktor-faktor yang berkontribusi pada kesalahan medis di bagian bedah rawat inap terkait keselamatan pasien di sebuah Rumah Sakit Umum Daerah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kesalahan medis yang terjadi yaitu 2 kasus KPC, 1 kasus KNC dan 3 kasus KTC. Belum adanya SOP, audit klinis, tempat kerja yang tidak kondusif, kurangnya sarana prasarana, pendidikan, pelatihan, kerja tim dan komunikasi menjadi latar belakang kesalahan.
Kesimpulannya adalah kejadian kesalahan medis dipengaruhi oleh faktor organisasi, tempat kerja, individu dan barier. Belum adanya clinical governance dan program keselamatan pasien yang belum berjalan dengan baik. Pelaksanaan keselamatan pasien sangat dipengaruhi oleh pimpinan institusi.

The complexity of medical services in a hospital creates a change for an error, particularly on an invasive action in surgery unit. This study is aimed to analyse events and contributing factors to medical error in the inpatient unit regarding patient safety in a district hospital.
Using Qualitative with case study design, this study records some medical error events, which are 2 KPC cases, 1 KNC case and 3 KTC cases. Unexisting SOP, clinical audit, unconvenient place of work, lack of equipment/supporting tools, education, training, teamwork and communication are identified as the major causes.
The conclution is that medical errors are influenced by organization factor, work place, individual and defences factors. Unexisting clinical governance and uncontrolled patient safety program. The implementation of patient safety program is greatly influenced by institution leader.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
T36037
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ihsanijah Mukarramah
"Menurut Departemen Kesehatan RI untuk angka kejadian seksio sesarea bagi rumah sakit tidak Iebih dari 20% dari total persalinan per tahun. Tindakan seksio sesarea merupakan peringkat pertama dari semua operasi yang terdapat di RS. Karya Husada. Angka kejadian seksio sesarea di RS. Karya Husada pada tahun 2005 mengalami peningkatan 17.1% dari tahun 2004. Pelayanan kesehatan dinilai dari rekam medis yang dipergunakan. Semua catatan yang terdapat dalam rekam medis dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan oleh rumah sakit.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelengkapan pengisian status rekam medik pasien seksio sesarea dalam pelaksanaan standar operasional prosedurnya di RS. Katya Husada, Cikampek Tahun 2005 berdasarkan data rekam medik pasien seksio sesarea dan hubungannya dari variabel umur, kelas perawatan, lama hari rawat, status pasien masuk, status pasien keluar, penyakit penyulit, dan status kepegawaian dokter spesialis kebidanan, Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei, pendekatan eksploratif dan evaluatif, deskriptif retrospektif Berdasarkan hasil analisa kuantitatif, peneliti melakukan wawancara lanjutan sebagai pendukung penelitian ini.
Hasil penelitian yang didapatkan berhubungan bermakna antara kelengkapan pengisian status rekam medik pasien seksio sesarea dari SPM profesi dan SOP RS. Karya Husada tindakan seksio sesarea dengan beberapa variabel pasien seksio sesarea. Dominasi penulisan tidak lengkap pada status rekam medik pasien seksio sesarea oleh dokter spesialis kebidanan berstatus dokter tamu mempunyai hubungan yang bermakna (p value < 0-05) dengan SPM profesi tindakan seksio sesarea, yaitu anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, persetujuan tindakan medik, menentukan jenis seksio sesarea, pencegahan infeksi dan persiapan operasi, tindakan operasi, perawatan pasca bedah, nasehat dan konseling pasca operasi. Dari sejumlah variabel SOP RS. Karya Husada tindakan seksio sesarea yang diuji, ternyata keberadaan dokter spesialis kebidanan (dokter tamu) berpengaruh dengan tingkat bermakna < 0.05 dengan persiapan pasien, persiapan anestesi, persiapan dokter anak, penatalaksanaan (teknik transperitoneal profunda), namun untuk variabel umur tidak berpengamh pada variabel yang terdapat terdapat dalam SPM profesi dan SOP untuk kelengkapan pengisian status rekam medik tersebut. Menurut hasil wawancara, pengisian status rekam medik merupakan rutinitas dokter dan pengesahan SOP RS. Karya Husada bulan April 2006.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa karakter dokter spesialis kebidanan yang berstatus tamu kurang patuh dalam mengisi lengkap status rekam medik, sementara dokumen tersebut sangat diperlukan sebagai pelaporan tindakan seorang tenaga medis. Oleh karena itu peran dokter mengisi status rekam medik sesuai prosedurnya perlu dievaluasi, walaupun dalam melakukan tindakan tersebut dokter sudah mengikuti prosedurnya tapi tidak tertulis di dalam dokumen rekam medik yang sangat diperlukan sebagai bukti pelaksanaan tindakan medis tersebut.
Saran yang dapat diberikan kepada manajemen rumah sakit dan profesi kedokteran adalah revisi dan evaluasi SPO RS. Karya Husada tindakan seksio sesarea sesuai praktek yang terjadi di lapangan; sosialisasi SPO RS. Katya Husada yang telah diresmikan Direktur RS. Karya Husada, disertai bukti sosialisasinya; audit medis status rekam medik secara rutin 3 (tiga) bulan sekali; pembinaan dokter-dokter daiam mengisi status rekam medik yang lengkap dalam suatu forum komite medik; manajemen rumah sakit harus dapat menugaskan pegawai rumah sakit untuk memonitor kelengkapan pengisian status rekam medik oleh tenaga medis; manajemen rumah sakit dapat memberikan konsekwensi yang diperketat berupa pemotongan honor dokter dalam pengisian status rekam medik pasien seksio sesarea yang tidak lengkap."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
T21162
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marchen Prasetyaningrum
"Penggunaan cisplatin sebagai agen kemoterapi menyebabkan efek samping berupa nefrotoksisitas yang perlu mendapatkan perhatian serta penanganan khusus. Nefrotoksisitas akan memengaruhi fungsi ginjal pasien yang ditandai dengan adanya penurunan Laju Filtrasi Glomerulus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penurunan fungsi ginjal pasien yang mendapatkan kemoterapi cisplatin di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta periode Juli – Desember 2012. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dan pengambilan data retrospektif dilakukan dengan menggunakan rekam medik pasien. Sampel adalah pasien kanker yang mendapatkan kemoterapi cisplatin di Rumah Sakit Dharmais Jakarta periode Juli - Desember 2012. Pengambilan sampel sebanyak 53 pasien dilakukan secara consecutive sampling. Berdasarkan perhitungan klirens kreatinin pasien, persentase penurunan fungsi ginjal pasien yang mendapatkan kemoterapi cisplatin di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta periode Juli-Desember 2012 pasca kemoterapi siklus pertama sebesar 17,96%, pasca kemoterapi siklus kedua sebesar 18,29%, dan pasca kemoterapi siklus ketiga sebesar 21,11%.

Use of cisplatin as chemotherapeutic agent cause side effect such as nephrotoxicity that need attention and special handling. Nephrotoxicity will affect renal function characterized by impairment in glomerular filtration rate. This research aimed to evaluate the decrease in patient’s renal function who got chemotherapy cisplatin at Dharmais Cancer Hospital. The research design was cross-sectional and retrospective by using the patient's medical record. Samples were cancer patients who got chemotherapy cisplatin in Dharmais Cancer Hospital period July to December 2012. Sampling was carried out as many as 53 patients with consecutive sampling. Based on the calculation of patient's creatinine clearance, percentage of decline in renal function of patients treated with Cisplatin Chemotherapy in Dharmais Cancer Hospital Jakarta Period July – December 2012 after the first chemotherapy was 17,96%, after the second chemotherapy was 18,29%, and after the third chemotherapy was 21,11%."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
S46789
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Monika Rini Puspitasari
"Latar belakang: Karsinoma rektum merupakan salah satu keganasan neoplastik yang banyak terjadi pada bagian rektum dan umumnya terjadi pada negara maju yang terus menerus meningkat setiap tahunnya. Tujuan: menganalisis asuhan keperawatan pasien kanker rektum menggunakan pendekatan teori Peacefull End Of Life (PEOL). Metode: metode yang digunakan pada asuhan keperawatan ini yaitu case study, satu pasien dengan karsinoma rektum. Hasil: nyeri yang dirasakan pasien bersifat kronis dengan skala 5, fase kenyamanan: pasien mengalami keterbatasan dalam mobilisasi. Setelah dilakukan tindakan perawatan selama 7 hari, keluhan nyeri kronis tetap dirasakan pasien karena massa yang ada dibagian rektum tidak dapat dioperasi, namun selain penggunaan terapi opioid berupa Morfin MST 2x10 mg pasien juga diajarkan penggunaan terapi komplementer berupa terapi musik untuk mengurangi rasa nyeri. Kesimpulan: Penggunaan teori Peacefull End Of Life dapat digunakan dalam pengelolaan pasien dalam kondisi paliatif dan terminal yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan serta mengurangi keluhan yang dirasakan pasien hingga akhir hidupnya.

Background: Rectal carcinoma is one of the most common neoplastic malignancies that occurs in the rectum and generally occurs in developed countries which continues to increase every year. Objective: to analyze the nursing care of rectal cancer patients using the Peaceful End Of Life (PEOL) theoretical approach. Method: the method used in mental care is a case study, one patient with rectal carcinoma. Results: the pain felt by the patient is chronic with a scale of 5, the comfort phase: the patient experiences limitations in mobilization. After treatment for 7 days, patients still felt complaints of chronic pain because the mass in the rectum could not be operated on, but apart from the use of opioid therapy in the form of Morphine MST 2x10 mg the patient was also taught the use of complementary therapy in the form of music therapy to reduce pain. Conclusion: The use of the Peaceful End Of Life theory can be used in the management of patients in palliative and terminal conditions which aims to increase comfort and reduce complaints felt by patients until the end of their lives"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2023
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Cornelia Callandra Sani Fenat
"Metode cuci otak merupakan metode pengobatan yang baru diperkenalkan dalam dunia kedokteran. Munculnya metode cuci otak menuai berbagai kontroversi, terlebih saat Surat MKEK IDI terkait penerapan metode cuci otak bocor di kalangan publik. Pihak yang mendukung menyatakan bahwa metode ini merupakan suatu penemuan baru dalam dunia kedokteran. Sedangkan, pihak yang tidak setuju menyatakan bahwa metode ini bukan merupakan penemuan, melainkan hanya sebuah bentuk inovasi dari metode yang telah ada. Ditemukan beberapa pelanggaran oleh dokter dalam menerapkan metode cuci otak dalam praktik kedokterannya. Pelanggaran tersebut berujung pada pemberian sanksi terhadap dokter yang bersangkutan, yaitu berupa pemberhentian sementara yang bersangkutan sebagai anggota IDI, diikuti pernyataan tertulis terkait pencabutan rekomendasi surat izin praktiknya. Tidak sampai di situ, isu ini dibahas hingga pada Muktamar IDI ke-31 di Banda Aceh. Dengan beberapa pertimbangan, pada Muktamar diputuskan bahwa yang bersangkutan diberhentikan secara tetap sebagai anggota IDI. Penelitian ini akan menganalisis terkait penerapan metode cuci otak oleh dokter berdasarkan hukum dan etika. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode yuridis normatif. Data dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur serta wawancara dengan narasumber. Data yang diperolah akan dianalisis menggunakan metode analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan metode cuci otak oleh dokter dinilai belum mematuhi hukum dan etika yang berlaku.

The brainwashing method is a new treatment method introduced in the medical world. The emergence of the brainwashing method reaped various controversies, especially when IDI's MKEK Letter regarding the application of the brainwashing method was leaked among the public. Those who support it state that this method is a new discovery in the world of medicine. Meanwhile, those who disagree state that this method is not an invention, but only a form of innovation from existing methods. Several violations were found by doctors in applying the brainwashing method in their medical practice. This violation resulted in the imposition of sanctions on the doctor in question, namely in the form of temporary dismissal as a member of the IDI, followed by a written statement regarding the revocation of the recommendation for his practice license. It didn't stop there, this issue was discussed up to the 31st IDI MUKTAMAR in Banda Aceh. With several considerations, at the MUKTAMAR it was decided that the person concerned was permanently dismissed as an IDI member. This study will analyze the application of brainwashing methods by doctors based on law and ethics. The research was conducted using normative juridical methods. The data and data sources used in this study are secondary data obtained through literature studies and interviews with informants. The data obtained will be analyzed using qualitative data analysis methods. Based on the research results, the application of the brainwashing method by doctors is considered not to comply with applicable laws and ethics."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aulia Chairani
"Backgrounds: The Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), questionnaire that used for detection if a person has trouble with the locomotive organs. Validity test of NMQ has been tested in French, with results were good, otherwise in Indonesia NMQ never been tested yet. We can?t find standarized questionnaire in Indonesian languange version that ready to use. However, the aim to developed validity test NMQ Indonesian languange wheater it?s good so for that reason we used the same characteristic of subject which is administration workers using VDT.
Methods: Research design was cross sectional study used total sampling that involved 80 workers as subject. Data collected used NMQ self administered and as a structured intervew for all respondents, plus additional question and medical examination relating to the spesific area (the lower back, the neck, and the shoulder) for further detail relevant issues that respondent has trouble with the locomotive organs. SPSS version11.5 was used for analized data.
Results: Analysis Criterion validity of NMQ found Sensitivity at three regio, the lower back 91%, neck 86% and shoulder 89.5%. Specificity 100%, Positive Predictive Value (PPV) 100% and Negative Predictive Value (NPV) 97% for all regio.
Conclusions: Criterion validity of NMQ in the study, sensitivity were good more than 80%, so the questionnaire useful as screening tool for musculoskeletal disease and NMQ can be suggestion for standarized in Indonesia."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Febrian Mulya Santausa
"Prevalensi enterobiasis tinggi pada murid SD. Melalui penyuluhan terhadap guru SD, informasi mengenai enterobiasis diharapkan lebih mudah disampaikan kepada murid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat pengetahuan guru SD sebelum dan sesudah penyuluhan. Penelitian dilakukan di Jakarta dengan mengundang perwakilan guru SD Jakarta ke acara penyuluhan. Desain penelitian adalah eksperimental dengan intervensi penyuluhan kesehatan mengenai enterobiasis. Semua guru yang hadir saat penyuluhan dijadikan subyek penelitian. Pengambilan data menggunakan kuesioner berisi pertanyaan mengenai siklus hidup, patogenesis, gejala, penularan, dan pencegahan enterobiasis yang dibagikan sebelum dan sesudah penyuluhan. Jumlah responden 67 orang, 31,3% laki-laki dan 68,7% perempuan. Sebelum penyuluhan responden dengan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 47,8%, cukup 35,8%, dan baik 16,4%. Sesudah penyuluhan, responden dengan tingkat pengetahuan baik menjadi 83,6%, cukup 13,4%, dan kurang 3%. Dari uji marginal homogeneity didapatkan nilai p<0,01 yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara tingkat pengetahuan guru SD sebelum dan sesudah penyuluhan. Jika ditinjau per nomor, uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna pada semua skor jawaban kecuali pertanyaan mengenai gejala enterobiasis (p=0,083). Hal tersebut disebabkan sebelum penyuluhan 95,5% responden telah menjawab pertanyaan tersebut dengan benar dan menjadi 100% setelah penyuluhan. Disimpulkan penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan guru SD mengenai enterobiasis

The prevalence of enterobiasis is high among elementary school students. Through providing health education to the teachers, information can be more easily delivered to the students. Our study was aimed to assess the difference between knowledge level of enterobiasis among elementary school teachers before and after health education. This experimental study was held in Jakarta by inviting representatives of elementary school teachers in Jakarta to follow health education about enterobiasis. The teachers (n=67), 31,3% male and 68,7% female, completed pre-test and post-test questionnaire consisting of questions about life cycle, pathogenesis, symptoms, transmission, and prevention of enterobiasis. Prior to health education, there were 47,8% respondents with poor knowledge level, 35,8% average, and 16,4% good. After health education, there were 83,6% respondents with good knowledge level, 13,4% average, and 3% poor. Based on marginal homogeneity test, the difference is significant (p<0,01). If we assess the score of each number before and after health education, Wilcoxon test shows significant difference in all numbers, except question about enterobiasis symptoms (p=0,083). It is because 95,5% respondents had already answered the question correctly before health education, and became 100% after health education. In conclusion, health education effectively improves knowledge level of enterobiasis among elementary school teachers."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, Angginia Nita
"Skripsi ini membahas tentang pengetahuan tenaga kesehatan yang mempunyai peran dalam analisis ketidaklengkapan isian resume medis di RS. Hospital Cinere tahun 2009. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, pendekatan kualitatif dilakukan untuk mengetahui gambaran variabel dependen (ketidaklengkapan isian resume medis) dengan faktor-faktor variabel independen (manfaat resume medis, syarat resume medis, item terpenting di resume medis, dan peraturan menteri kesehatan tentang resume medis). Data yang diambil merupakan hasil penelitian terhadap kelengkapan pengisian formulir rekam medis yang diperoleh langsung dari subjek penelitian, yaitu berupa hasil wawancara mendalam dengan informan yang terkait dalam analisis ketidaklengkapan isian resume medis sebanyak 6 informan.

The focus of this study about knowledge of health resource having role inanalyzing un-equipment of medical resume stuffing in RS. Hospital Cinere the year 2009. This research applies qualitative approach with descriptive design, approach qualitative done to know image of variable dependent (incomplete of medical resume stuffing) with independent variable factors ( medical resume benefit, condition of medical resume, all important item in medical resume, and
regulation of health minister about medical resume). Data taken is result of research to equipment of admission filling of medical record form obtained directly from research subject that is in the form of result of in-depth interview with related informant in analyzing incomplete of medical resume stuffing counted 6 informant.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>