Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 79018 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Alfandri
"Daerah Aliran Ci pendawa (DA Ci pendawa) berada antara 1070 00' - 1070 05' BT dan 60 43' - 60 47' LS. DA Ci pendawa yang merupakan sub DA Citarum, dan merupakan hulu dari Citarum yang digunakan sebagai salah satu sumber air untuk Waduk Jatiluhur DA ini diapit oleh dua DAS yaitu DA Ci walen da DA Ci Gobong. Daerah Aliran Ci pendawa secara administratif terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. DA Ci pendawa mempunyai luas 840,5770 Ha. , mencakup tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Mande, Kecamatan Sukaresmi dan Kecamatan Pacet. Tingkat lereng dan penggunaan lahan yang intensif telah mempengaruhi potensi erosi dari DAS Cipendawa. Metode yang digunakan adalah deskriptif untuk variabel sosial dan analisis tumpang tindih (overlay) untuk mengetahui besaran potensi erosi dengan memakai rumusan dari USLE : A = R. K. LS. CP. Potensi erosi di DA Cipendawa sebagian besar masih rendah, hanya di wilayah I yang berpotensi tinggi, sedangkan pengelolaan tanah sebagian besar intensif."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2004
S64390
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2006
S34004
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Widodo
"Gerakan tanah merupakan peristiwa perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran yang bergerak ke bawah atau keluar lereng. Gerakan tanah dapat terjadi karena faktor alam maupun faktor perbuatan manusia. Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur merupakan salah satu wilayah yang mempunyai kejadian gerakan tanah yang cukup sering terjadi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeteksi serta menganalisis sebaran wilayah potensi gerakan tanah di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur.
Metode pendeteksian potensi gerakan tanah dilakukan dengan menggunakan metode Decision Tree pohon keputusan dengan algoritma C4.5 untuk mendapatkan nilai Gain tertinggi dalam penentuan akar pada pohon keputusan. Data aktual kejadian gerakan tanah digunakan untuk megetahui tingkat akurasi wilayah potensi gerakan tanah dengan uji confussion matrix. Selanjutnya, analisis keterhubungan antara titik aktual kejadian dengan kondisi fisik wilayah dan hasil model dilakukan menggunakan metode weighted of evidence.
Penelitian ini menggunakan data litologi, jenis tanah, penggunaan tanah, ekstrasi data citra Landsat 8 OLI pada bulan Agustus 2017 dengan analisis Normalized Difference Vegetation Index NDVI serta ekstrasi data citra Alos PALSAR untuk wilayah ketinggian, dan kemiringan lereng.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat gerakan tanah dengan potensi tinggi di wilayah penelitian seluas 18.23 Km2 atau 19.09 dari total wilayah penelitian. Asosiasi data kejadian aktual dengan hasil identifikasi potensi gerakan tanah menunjukkan akurasi model sebesar 80.91. Distribusi wilayah potensi gerakan tanah tersebar pada wilayah dengan ciri pada ketinggian 600-800 mdpl, kemiringan lereng 14-20, kerapatan vegetasi 50-75, penggunaan tanah permukiman, jenis batuan anggota batu pasir cantayan dengan jenis tanah asosiasi latosol coklat kemerahan dan latosol coklat.

Landslide is a phenomenon of movement of slope forming material in the form of rocks, soil, or mixed material moving down or out of the slope. Landslide can occur due to natural factors and factors of human action. Sukaresmi District, Cianjur Regency is one of the areas that has landslide occurrence which is quite common. Therefore, this study was conducted with the aim to detect and analyze the spread of landslide susceptibility areas in Sukaresmi District, Cianjur Regency.
The landslide susceptibility detection method was performed using the Decision Tree method with C4.5 algorithm to obtain the highest gain value in root determination in the decision tree. Actual data of landslide occurrence was used to determine the accuracy of susceptibility region with confussion matrix examination. Furthermore, the correlation analysis between the actual point of landslide occurrence with the physical condition of the region and the model results was done using the weighted of evidence method.
This research used lithology data, soil type, landuse, Landsat 8 multispectral imagery data extraction in August 2017 with Normalized Difference Vegetation Index analysis, and Alos PALSAR imagery data extraction for altitude area and slope.
The results of this study indicate a high potential landslide in the research area of 18.23 Km2 or 19.09 of the total research area by accuracy level 80.91 with actual event data. Distribution of landslide susceptibility area was spread on area with characteristics at an altitude of 600 ndash 800 m, slope 14 20, vegetation density 50 75, settlement landuse, cantayan sandstone rock type with soil associations latosol reddish brown and brown latosol.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andri Setiawan
"Penelitian ini membahas tentang tingkat kerentanan tanah longsor di Kabupaten Cianjur. Bencana tanah longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang mempunyai lereng tidak stabil. Peristiwa tanah longsor dipengaruhi oleh faktor alam dan faktor manusia. Di Indonesia, bencana tanah longsor seringkali merugikan manusia berupa harta benda, kerusakkan lingkungan bahkan hingga hilangnya nyawa manusia. Kabupaten Cianjur memiliki topografi yang berbukit-bukit dan memiliki morfologi wilayah yang beragam (heterogen). Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi wilayah potensi longsor, wilayah terdampak tanah longsor dan wilayah rentan tanah longsor di Kabupaten Cianjur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode SINMAP (Stability Index Mapping) untuk menghasilkan wilayah potensi longsor dan metode analisis spasial untuk menentukan wilayah terdampak dan rentan tanah longsor. Alat dan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peta administrasi Kabupaten Cianjur, peta topografi Kabupaten Cianjur, peta jenis tanah dan Global Positioning System (GPS) untuk mengecek koordinat titik longsor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 43 % luas wilayah penelitian merupakan wilayah yang berpotensi longsor, sedangkan 44 % dari luas total wilayah penelitian yang merupakan wilayah terdampak dan rentan tanah longsor. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa wilayah potensi tanah longsor cenderung merata dan menyebar di wilayah penelitian, dan wilayah terdampak dan wilayah rentan tanah longsor cenderung lebih dominan di Cianjur bagian Utara.

This study discusses the level of vulnerability of the landslide in Cianjur. Landslides are one of the disasters that often occur in Indonesia, particularly in areas that have unstable slopes. Events landslides affected by natural factors and human factors. In Indonesia, landslides often detrimental to humans in the form of property, environmental damage and even to loss of human lives. Cianjur Regency topography is hilly and has the morphology of a region as diverse (heterogeneous). This study aims to predict potential areas of landslides, mudslides affected areas and areas prone to landslides in Cianjur. The method used is the method SINMAP (Stability Index Mapping) to generate potential areas of landslides and methods of spatial analysis to determine the area affected and vulnerable to landslides. Tools and materials used in this study are maps Cianjur regency administration, topographic maps Cianjur, soil type maps and Global Positioning System (GPS) to check the coordinates of landslides. The results showed that 43% of the area of ​​research is an area that is prone to landslide, while 44% of the total area of ​​research that is affected areas and are vulnerable to landslides. This study also shows that the area of ​​potential landslides tend evenly and spread in the area of ​​research, and the affected areas and areas prone to landslides tend to be more dominant in the northern part of Cianjur."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2015
S61102
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Armila Rista Septina
"Banjir bandang merupakan bencana hidrometeorologi yang dapat menyebabkan kerugian besar dalam waktu yang cepat. Kabupaten Cianjur, khususnya DAS Cikundul merupakan daerah yang sering terjadi banjir bandang. Melihat ancaman tersebut, diperlukan pemetaan potensi banjir bandang untuk mengurangi ancaman kerugian yang dapat ditimbulkan banjir bandang. Dalam pemetaan wilayah potensi banjir bandang, metode Flash Flood Potential Index FFPI masih jarang diterapkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan wilayah potensi banjir bandang berdasarkan model yang telah dikembangkan dalam metode FFPI yaitu model Smith, Brewster, Krudzlo, dan Ceru. Keempat model menggunakan variabel kemiringan lereng, penggunaan tanah, tekstur tanah, dan tutupan vegetasi. Analisis spasial overlay dan uji statistik dilakukan untuk menvalidasi wilayah potensi banjir bandang dengan lokasi terdampak banjir bandang. Hasil penelitian menunjukkan DAS Cikundul didominasi oleh wilayah potensi rendah berdasarkan model Smith, dan wilayah potensi sedang berdasarkan model Brewster, Krudzlo, dan Ceru. Sebanyak 65 dari 68 Sub-Sub DAS memiliki potensi berbeda dan 35 memiliki potensi sama. Wilayah dengan potensi tinggi pada keempat model cenderung berada di bagian Hulu DAS Cikundul. Hasil uji Fit Test Crosstab menunjukkan model Smith merupakan model yang paling mendekati dengan kejadian aktual.

Flash flood is a hydrometeorological disaster that can cause huge losses in a short period of time. Cianjur regency, especially Cikundul Watershed is a flash flood frequent area. Therefore, flash flood potential mapping is needed to reduce the threat that can be caused by flash flood. In the flash flood potential mapping, Flash Flood Potential Index FFPI method is still rarely applied in Indonesia. This study aims to see the comparison of flash flood potential areas based on models developed in the FFPI method which is Smith, Brewster, Krudzlo, and Ceru models. The four models used slope, land use, soil texture, and vegetation cover as variables. Spatial analysis and statistical test was implemented to validate the flash flood potential areas with flash flood affected locations. The result reveals that Cikundul Watershed was dominated by moderate potential areas based on Brewster, Krudzlo, and Ceru model but low by Smith model. The result also reveals that 65 of 68 Sub Sub Watershed have different potential and 35 have same potential. High potential areas in all four models was distributed in the Upper Cikundul Watershed. The Crosstab Fit Test result shows that Smith model is the closest model to the actual event.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Restu Adjie Rivanda
"Erosi merupakan salah satu proses geomorfologi yang berperan dalam perkembangan bentuklahan. Peristiwa erosi dikendalikan oleh kekuatan eksogen melalui agen geomorfologi. Laju erosi tanah pada setiap ekosistem berbeda-beda tergantung seberapa kuat faktor erosi mempengaruhi kondisi tanah. Laju erosi akan sangat berbahaya jika erosi terjadi pada erosi yang besar dan pada daerah yang luas. Hal ini akan mengakibatkan terganggunya aktivitas manusia dan merugikan masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui laju erosi tanah dan variabel-variabelnya agar dapat dimanfaatkan dalam melaksanakan pembangunan dan agar tidak merugikan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan luasan erosi tanah yang terjadi di DA Ci Lutung dan seberapa besar erosinya serta untuk mengetahui seberapa efektif konservasi tanah terhadap erosi yang terjadi. Dalam penelitian ini digunakan metode RUSLE (Revised Universal Soil Loss Equation) sebagai persamaan untuk menentukan besarnya erosi dan sebaran erosi di DA Ci Lutung.

Erosion is one of the geomorphological processes that play a role in the development of landforms. Erosion events are controlled by exogenous forces through geomorphological agents. The rate of soil erosion in each ecosystem varies depending on how strongly erosion factors affect soil conditions. The rate of erosion will be very dangerous if erosion occurs in large erosion and over large areas. This will result in disruption of human activities and harm the community. Therefore, it is important to know the rate of soil erosion and its variables so that it can be used in carrying out development and so as not to harm the community. The purpose of this study was to map the extent of soil erosion that occurred in the Ci Lutung DA and the extent of the erosion and to find out how effective soil conservation was against erosion that occurred. In this study, the RUSLE (Revised Universal Soil Loss Equation) method was used as an equation to determine the magnitude of erosion and the distribution of erosion in the Ci Lutung DA."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2007
S33977
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arifah
"Monitoring terhadap Pelayanan Kesehatan Maternal di Kabupaten Cianjur khususnya Dinas Kesehatan belum berjalan sebagaimana mestinya. Masalah utama yang dihadapi adalah belum optimalnya pengolahan data yang dilakukan, belum dimanfaatkannya data Bidan di Desa dan data kematian maternal untuk keperluan analisis, termasuk belum pernah dikembangkannya analisis dengan menggunakan peta. Disamping itu berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Cianjur cakupan pelayanan K1 untuk akses layanan antenatal adalah 79,8% dan K4 untuk cakupan ibu hamil lebih rendah yaitu 68,4% sedangkan cakupan persalinan oleh nakes baru 50,3% sehingga program pelayanan kesehatan maternal di Kabupaten Cianjur perlu dipantau terus menerus karena cakupan program masih belum memenuhi target yang ingin dicapai.
Tujuan pengembangan Monitoring Pelayanan Kesehatan Maternal Berbasis Wilayah adalah dikembangkannya sebuah aplikasi program yang dapat mempercepat proses pemasukan, pengolahan dan penyajian data sehingga dapat membantu proses pengambilan keputusan. Selain itu, dapat pula dilakukan pemetaan untuk melihat indikator input, output dan outcome dan pelayanan kesehatan maternal berdasarkan kecamatan, sehingga diperoleh variasi per wilayah dengan perbandingan warna termasuk melakukan teknik analisis spasial terhadap indikator-indikator tersebut untuk melihat wilayah yang perlu ditingkatkan manajemen pelayanan kesehatan maternal. Dalam pengembangan sistim ini indikator utama yang digunakan adalah rasio keberadaan Bidan di Desa, cakupan pemanfaatan pelayanan kesehatan maternal (dilihat dari cakupan akses pelayanan antenatal (KI), cakupan ibu hamil (K4) dan cakupan persalinan oleh nakes) dan indikator kematian maternal absolut.
Metodologi yang digunakan adalah pendekatan sistim terdiri dari analisis sistim yang dimulai dengan menetapkan masalah dalam sistim informasi yang ada, informasi peluang pengembangan, indikator dan data yang dibutuhkan. Kemudian mendesain sistim pengumpulan, pengolahan dan penyajian data, mendesain format input dan output laporan, serta perancangan program aplikasinya. Tahap selanjutnya dilakukan analisis data secara spasial dan secara statistik mengunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antar indikator rasio keberadaan Bidan di Desa, daerah prioritas peningkatan pemanfaatan pelayanan kesehatan maternal dan kematian maternal.
Dalam penelitian ini telah berhasil disusun prototipe pengembangan Sistim Monitoring Pelayanan Kesehatan Maternal Berbasis Wilayah secara komputerisasi dengan menghasilkan informasi laporan Bidan di Desa, laporan kematian, laporan dan grafik bulanan program.
Berdasarkan hasil pemetaan diperoleh gambaran bahwa kecamatan di Kabupaten Cianjur yang memiliki rasio keberadaan Bidan di Desa < 1 sebesar 91,7 %, merupakan daerah prioritas I yang perlu ditingkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan maternalnya sebesar 45,8%. Hasil analisis spasial antara indikator rasio keberadaan Bidan di Desa, daerah prioritas dan kematian maternal dilanjutkan dengan uji bivariat untuk melihat hubungan antar indikator tersebut, diperoleh tidak ada hubungan yang bermakna (P > 0,05), kemungkinan karena data yang dimanfaatkan adalah data rutin di tingkat kabupaten.
Dengan tersusunnya prototipe Sistim Monitoring Pelayanan Kesehatan Maternal Berbasis Wilayah yang telah diujicoba di laboratorium computer, sebaiknya Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur segera mengimplementasikan dengan jalan melengkapi perangkat lunak pendukung yaitu Arcview.
Daftar Bacaan : 33 (1980 -- 2002)

The monitoring of Maternal Health Services at Kabupaten Cianjur especially at Dinas Kesehatan has not been running as well as expected. Some of the problems are because the data management has not been yet optimalized, underutilization on village midwives, and the use of maternal mortality data for analysis, including the use of regional map for analysis has not been yet developed. According to the Health Profile of Kabupaten Cianjur, the coverage of K 1 for the accessibility on antenatal services is 79.8% but the K4 coverage on pregnant mothers is lower, at 68.6%, while the coverage of delivery attended by health personnel is only 50.3%. Looking at those figures above, there is a need for monitoring on maternal health services at Kabupaten Cianjur, as the target is still beyond the expectation.
The purpose of the development of regional-base monitoring system for Maternal Health Services is to develop an application program that can be use to speed the process on inputting, managing and displaying the data in order to facilitate the decision making process. Another reason is that the program will help to map the data in looking at the input, output and outcome indicators of maternal health services based on the district (kecamatan). Then, the variation between areas can be look at the difference of the color as the result of spatial analysis technique used at the program. Therefore, based on the color of the area, the priority is given to the area that needs to improve its maternal health services. In order to develop the system, the indicators used are: the ratio of midwife staying at the village; the coverage on the utilization of maternal health services - which look at the coverage of the access on antenatal services (K 1), the coverage of pregnant mothers (K4) and the coverage of delivery attended by health personnel; and the indicator of absolute maternal mortality.
The method use for this study is the system approach that be composed of system analysis, system design, and spatial data analysis. The system analysis is started with the determination of problems on the existed information system, the information of the possibility for developing the system, indicators and data needed. The next step is to design the system for gathering, managing, and displaying data, including to design the report on the input and output form, and to design its application program. Then, to carry the spatial data analysis and statistical analysis using chi-square test in order to find out the relationship between the indicator of ratio of midwife staying at the village, priority area need to improve its maternal health services, and the maternal mortality.
The study has accomplishes on arranging a computerized of a prototype of the development of regional-base monitoring system for Maternal Health Services that can produce the information on the report of village midwives, mortality report, monthly program report and its graphs. Based on the mapping result from the application program, it can be seen that Kabupaten Cianjur has a ratio of midwife staying at the village < 1 is 91.7%, the area that has Priority I need to improve its utilization of the maternal health services is found at 45.8%. The result from spatial analysis between indicator of ratio of midwife staying at the village, priority area and the maternal mortality, and continued by bivariat test to see the relationship between those indicators, has found that there is no significant relationship (P>0.05). This might be because the source of the data used is come from routine kabupaten data.
As the prototype of the development of regional-base monitoring system for Maternal Health Services has accomplished and has been tried out at computer lab at the Faculty of Public Health, it is suggested that the Health Authority of Kabupalen Cianjur will implement the system as soon as possible by completed the system with supported software, the Arcview.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2003
T12968
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bulan Karlina
"Perubahan penggunaan lahan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) menghasilkan dorongan masyarakat untuk membuka lahan pertanian di daerah hulu. Deforestasi yang terjadi di Kabupaten Bandung dapat mengganggu stabilitas tanah untuk menyerap air, sehingga memicu erosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memprediksi perubahan penggunaan lahan dan laju erosi pada tahun 2036 di Citarum Hulu DA di Kabupaten Bandung. Prediksi penggunaan lahan pada tahun 2036 menggunakan metode Seluler Automata Markov Chain, dan memprediksi tingkat erosi berdasarkan perubahan penggunaan lahan pada tahun 2000, 2015, 2018 dan 2036 menggunakan metode perhitungan USLE (Universal Soil Loss Equation) dengan variabel erosivitas hujan, erodibilitas tanah, panjang tanah dan kemiringan lereng dan penggunaan dan pengelolaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan penggunaan lahan di Sub DA Ci Tarum Hulu dari tahun 2000-2036, di mana pada tahun 2036 hutan dan sawah mengalami penurunan besar diikuti oleh peningkatan area permukiman dan pertanian lahan kering. Hasil tes akurasi pada CA Markov ditunjukkan oleh nilai Kappa 0,8079 atau 80%. Prediksi model laju erosi pada tahun 2036 menunjukkan bahwa laju erosi di DA Ci Tarum Hulu Kabupaten Bandung didominasi oleh erosi ringan dan erosi yang sangat berat. Erosi sangat rendah dengan kehilangan tanah <15 ton/ha/tahun di daerah tersebut, sementara erosi sangat berat dengan jumlah kehilangan tanah> 480 ton/ha/tahun di Sub DA Ci Kapundung dan Ci Widey dengan penggunaan lahan dalam bentuk pertanian lahan kering. terletak di daerah dengan kemiringan curam, yaitu 25% -> 40%.

Changes in land use around watersheds (DAS) resulted in community encouragement to open up agricultural land in upstream areas. Deforestation that occurs in Bandung Regency can disturb the stability of the soil to absorb water, thus triggering erosion. This study aims to analyze and predict changes in land use and erosion rates in 2036 in the Upper Citarum DA in Bandung Regency. Land use prediction in 2036 uses the Cellular Automov Markov Chain method, and predicts erosion rates based on land use changes in 2000, 2015, 2018 and 2036 using the USLE (Universal Soil Loss Equation) calculation method with rain erosivity, soil erodibility, soil length variables and slope and land use and management. The results showed that there were changes in land use in the Sub DA Ci Tarum Hulu from 2000-2036, where in 2036 the forests and rice fields experienced a large decline followed by an increase in settlements and dryland farming areas. Accuracy test results on CA Markov indicated by a Kappa value of 0.8079 or 80%. The prediction of the erosion rate model in 2036 shows that the erosion rate in DA Ci Tarum Hulu Bandung Regency is dominated by mild erosion and very heavy erosion. Erosion is very low with soil loss <15 tons/ha/year in the area, while erosion is very heavy with total soil loss> 480 tons/ha/year in Sub DA Ci Kapundung and Ci Widey with land use in the form of dry land agriculture. located in an area with a steep slope, which is 25% -> 40%."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2000
S33767
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>