Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 69557 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dwi Endang Maria
"ABSTRAK
Masalah gizi masih merupakan masalah utama di Indonesia. Salah satu
masalah gizi kurang adalah KEK yang ditandai dengan ukuran LILA < 23,5 cm.
Di Puskesmas Gunung Sugih masih dijumpai angka kejadian KEK yang melebihi
standar nasional. Kejadian KEK pada ibu hamil mempunyai dampak terhadap
kesehatan generasi berikutnya dan meningkatkan angka kematian ibu dan bayi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis hubungan pedidikan ibu,
pendidikan suami, pekerjaan ibu, pekerjaan suami, IMT pra hamil, Berat badan
pra hamil, KB dan ANC. Metode yang digunakan adalah Case Control Study,
sampel sebanyak 252 yang terdiri dari 84 orang ibu hamil mengalami resiko KEK
(LILA < 23,5 cm), sampel ini diambil dengan cara mengunjungi ibu hamil dari
rumah-kerumah sesuai dengan catatan register khohort ibu di Puskesmas, dan 168
orang ibu hamil tidak KEK (LILA ≥ 23,5 cm), sampel diambil dari kunjungan ibu
hamil ke Puskesmas bulan Juni 2010 hingga Mei 2011 . Uji statistik yang
digunakan Chi-square
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara
IMT pra hamil (OR= 4.148), Berat badan pra hamil (OR= 6.640), dan riwayat
kehamilan ibu yang sebelum hamil ikut KB (OR=4.335) dengan kejadian KEK .
Diharapkan adanya kebijakan pemerintah untuk pemantauan status gizi
pada remaja putri, dan mulai menggalakkan PKPR.

ABSTRACT
Malnutrition is still a main problem in Indonesia. One of such problem is
Calorie and Energy Deficiency (CED) which characterized by the upper arm
diameter (UAD) less than 23.5 cm. It is found that the number of CED cases at the
Puskesmas of Gunung Sugih is higher than the national standard. CED cases on
pregnant women will lead to emerging health problems towards their next
generation, and increasing the maternal and neonatal deaths.
The purpose of the study is to analyze the correlation of women’s level of
education and occupation, husbands’ level of education and occupation, Body
Mass Index and weight before pregnant, contraception use, and ante natal care.
The study uses the Case-control design, with 252 samples that consist of 84
pregnant women with CED risk and 168 pregnant women without risk of CED.
First cathegory samples are taken from house to house of pregnant women from
the list of the cohort register record of women visited at Puskesmas, while the
second cathegory are taken from pregnant women who visited Puskesmas from
June 2010 to May 2011. Statistical used is Chi-square.
The result of the study showed that there is a significant relationship
between Body Mass Index (OR= 4.148) and weight (OR= 6.640) before pregnant,
and the use of contraception before pregnant (OR=4.335) with the CED case.
It is expected that there will be a policy for monitoring the nutritional
status on adolescent girls, and started to work out on the program on adolescent
health friendly service (PKPR)."
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Sri Mulyaningrum
"Keadaan gizi ibu baik sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi kondisi kesehatan bayi. Salah satu masalah gizi yang dialami oleh ibu hamil adalah Kurang Energi Kronis (KEK), ibu hamil yang KEK kemungkinan akan berdampak melahirkan bayi berat lahir rendah, pertumbuhan dan perkembangan otak janin terhambat sehingga mempengaruhi kecerdasan anak di kemudian hari dan kemungkinan premature. Salah satu cara untuk mewaspadai kejadian tersebut adalah dengan melakukan pengukuran LILA pada ibu hamil. Ibu hamil yang beresiko KEK adalah ibu hamil yang mempunyai ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23.5. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan KEK pada ibu hamil di Provinsi DKI Jakarta. Alasan penulis memilih provinsi DKI Jakarta adalah berdasarkan laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, didapatkan DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi yang memiliki resiko KEK yang tinggi dan prevalensinya diatas angka nasional yaitu sebesar 16.6%.
Desain penelitian cross sectional dengan menggunakan data sekunder dari hasil Riskesdas yang merupakan salah satu wilayah yang diteliti oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Departemen Kesehatan. Penelitian tersebut dilakukan di seluruh Indonesia dan pelaksanaan pengumpulan data dilakukan dimulai awal Agustus 2007 sampai dengan Januari 2008. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang menjawab lengkap kuesioner yaitu sebesar 91 ibu hamil.
Hasil penelitian didapatkan prevalensi ibu hamil KEK yang diukur dengan menggunakan LILA di provinsi DKI Jakarta tahun 2007 adalah sebesar 20.9%. Kelompok umur ibu < 20 tahun dan >35 tahun (33.0%) lebih berisiko untuk KEK. kelompok ibu yang mempunyai kebiasaan merokok memiliki risiko lebih tinggi (50.0%) untuk KEK dan ibu yang memiliki penyakit infeksi lebih berisiko (30.0%) untuk mengalami risiko KEK. Pendidikan Ibu hamil dan Kepala RT yaitu SMA atau kurang lebih banyak (24.4%) mengalami risiko KEK, pengeluaran bahan pangan < 80% lebih banyak yang mengalami risiko KEK (21.1%). Selain itu ibu yang tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan lebih besar (25.0%) untuk mempunyai risiko KEK."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Budi Utami
"Angka Kematian Ibu di Banjarnegara masih tinggi, salah satu penyebab kematian ibu adalah komplikasi kehamilan, upaya penurunan kematian ibu adalah dengan deteksi komplikasi sedini mungkin sehingga akan segera memperoleh pelayanan rujukan yang efektif. Cakupan deteksi dini ibu hamil risiko tinggi oleh bidan di Kabupaten Banjarnegara tahun 2010 11,6% masih di bawah Standar Pelayanan Minimal, Untuk itulah penelitian ini dilakukan, untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan deteksi dini ibu hamil risiko tinggi oleh bidan di Kabupaten Banjarnegara Tahun 2011. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional.
Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil yaitu 58,8 pengetahuan responden rendah, 51% responden tidak mendapat pelatihan, 61,9% responden mendapat buku pedoman, ada hubungan bermakna antara pengetahuan, pelatihan dan pemanfaatan buku pedoman dengan praktik deteksi dini ibu hamil risiko tinggi oleh bidan. Untuk meningkatkan ketrampilan bidan dalam praktik deteksi dini ibu hamil risiko tinggi, Dinas kesehatan perlu melakukan pelatihan, pengadaan buku pedoman tehnis bagi bidan,koordinasi dengan organisasi terkait.

Maternal Mortality in Banjarnegara still high, one of the causes of maternal death is complications of pregnancy, maternal mortality reduction efforts is to detect complications as early as possible so that it will soon acquire an effective referral service. Coverage of early detection of high risk pregnant women by midwives in Banjarnegara District in 2010 was still 11.6% below the Minimum Service Standards, for the research was conducted, to determine factors associated with early detection of high risk pregnant women by midwives in the District Banjarnegara 2011. This research was carried out using methods of quantitative research with a design of cross section.
Research determined that the result is 58.8 survey under knowledge, 51% of respondents did not receive training, 61.9 per cent of respondents receive manuals, significant relationship between knowledge, training and the use of the guidelines to the practice of the early detection of the mothers of high risk of pregnancy by midwives. To improve the skills of midwives in the practice of early detection of pregnant women at high risk, the Health Department needs to carry out the training, the provision of technical manuals for midwives, coordination with relevant organizations.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
M. Djakfar Sadik R.
"ABSTRAK
Latar belakang dilakukannya penelitian ini karena dengan Antenatal Care (ANC) yang baik, akan memberikan sumbangan dalam pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah merupakan Kecamatan yang rendah dalam hal cakupan Ibu hamil termasuk frekuensi kunjungannya.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang hubungan antara faktor Predisposisi yang terkelompok dalam Socio Demographic dan Socio Psychologic, faktor Pemungkin (Enabling factor) dan faktor Penguat (Reinforcing factor)terhadap derajat pemanfaatan Pelayanan Antenatal di wilayah Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah.
Pada peneltian ini akan dilihat hubungan beberapa variabel yang menyangkut faktor Predisposisi seperti Amur, Pendidikan responden dan Suami, Pekerjaan responden dan suami, Jumlah anak, Jarak kehamilan, Pengetahuan dan Sikap responden serta persepsi responden tentang kehamilannya, faktor Pemungkin seperti; Ketersediaan fasilitas, Jarak tempat tinggal dengan Puskesmas, Biaya transportasi dan pengobatan, Pengahasilan Keluarga dan adanya faktor resiko dan yang menyangkut faktor Penguat yaitu Perilaku Petugas Kesehatan dan Dukungan Keluarga/lingkungan.
Penelitian ini dilakukan di Kec. Gunung Sugih Lampung Tengah dengan responden Ibu-ibu hamil trimester III sebanyak 140 sampel. Analisa dilakukan dengan analisa univariat untuk melihat distribusi frekuensi populasi penelitian, analisa bivariat untuk melihat hubungan variabel babas dengan variabel terikatnya menggunakan tabel silang dan uji Khai kuadrat. Sedangkan analisa multivariat dengan menggunakan tabel silang dua variabel terhadap variabel terikat, juga menggunakan uji Logistik regresi.
Dari penelitian ini dihasilkan beberapa variabel yang mempunyai hubungan dengan derajat pemanfaatan pelayanan antenatal responden seperti umur, pendidikan responden, jumlah anak, jarak anak, pengetahuan responden tentang kesehatan kehamilan, sikap responden jarak tempat tinggal responden dengan Puskesmas, social support dan lain-.lain.
Responden yang berumur 30 thn ke bawah cenderung memeriksakan kehamilannya secara baik. Faktor ini erat kaitannya dengan jumlah anak yang dimiliki reponden dan jarak kehamilannya. Responden yang mempunyai anak kurang dari tiga orang pemeriksaan kehamilan dengan kategori baik lebih besar (58,9%) dari responden dengan jumlah anak tiga orang atau lebih. Sedangkan sebaliknya pada responden yang mempunyai anak tiga orang atau lebih, pemeriksaan kehamilan dengan kategori jelek lebih besar tiga kali (35,6%) dari pada responden dengan jumlah anak kurang dari tiga orang (11,6%). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa responden dengan jumlah anak lebih sedikit cenderung akan lebih baik dalam pemeriksaan kehamilannya dari pada responden dengan jumlah anak yang lebih banyak.58% dari 93 responden yang berumur 30 thn ke bawah dan mempunyai anak kurang dari 3 orang memeriksakan kehamilannya dengan baik lebih besar dari responden yang mempunyai anak 3 orang atau lebih. Dari responden yang berumur di atas 30 thn dan memiliki anak kurang dari 3 orang, 100% (dari 2 responden) memeriksakan kehamilannya dengan baik (tabel 53). Sedangkan pada tabel 54, responden yang jarak kehamilannya lebih dari 3 thn pemeriksaan kehamilannya secara baik cenderung tinggi (49% dan 50%) pada masing-masing kelompok umur.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa responden yang memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan ibu hamil dengan jarak kehamilan yang jarang serta dekatnya lokasi pusat pelayanan antenatal dan dengan mendapat dorongan dari keluarganya terutama suami responden maka pemanfaatan pelayanan antenatalnya cenderung baik.
Daftar bacaan : 29 (1973 - 1995).

ABSTRACT
The opinion and background of this research carried out because the adequate Antenatal Care gives contributing in order to make good Human Resources. Kecamatan Gunung Sugih has low coverage about pregnant women and their visited frequencies.
The objective of this research obtain information about relationship between Predisposing factor, Enabling factor and Reinforcing factor lead to degree of utilization Antenatal Care (ANC) in Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah.
This research intended to know relationship about several variables that consist of Predisposing factor like ages, respondents and husband's education, occupations, parity, child spacing, knowledge and attitude and also respondents perception their pregnancy; Enabling factor like facility available, house distance to Health Center, transportation, family income, pregnancy with risk factor and related to Reinforcing factor like health provider behavior and social or family support.
The respondents were pregnant women with gestational age trimester 11I amounts 140 samples. Univariate Analysis was to knew population distribution frequency. Result of this research was founded several variables has relation-ship to dependent variable, that was; age, respondents education, parity, child spacing, knowledge about health of pregnancy, attitude, house distance to Health Center. Respondent with small child (less than three years) has good Antenatal Care categories (58,4%) more than respondent with rare child spacing.
The conclusion of this research is; respondent that has well known about health pregnancy with spacing of the child rares than other, and also antenatal care service center is near to their houses, the utilization of respondent antenatal care tends are well.
"
Depok: Universitas Indonesia, 1996
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tarigan, Rifka
"Skipsi yang saya tulis ini tentang Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Perilaku Seksual remaja di SMAN 1 Way Pengubuan Kabupaten Lampung Tengah tahun 2011, Banyaknya Sempel dari Penelitian ini adalah 107 Responden. Jenis Penelitian kuantitatif dengan desain Cross Secsional. Dengan Variabel Dependen (Perilaku Seks Remaja) dan Variabel Independen (Pengatahuan, Sikap, Keterpaparan Informasi Masa, Pengaruh Teman Sebaya dan Peran Orang Tua). Penelitian ini menggunakan Analisis Univarian dan Analisis Bivariat. Hasil Penelitian diketahui proporsi remaja SMA terdapat 30,8% beresiko dan 69,2% dengan perilaku tidak beresiko.
Hasil analisis bivariat variabel yang berhubungan pengetahuan dan pengaruh taman sebaya. Mengatasi masalah permasalahan pada Remaja salah satunya adalah meningkatkan pengetahuan pendidikan seksual, yang bertujuan untuk mengatasi sikap emosiamal yang sehat terhadap masalah seksual dan mengarakan remaja kearah hidup yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksual, Seyogianya Orang Tua juga membina hubungan yang baik dalam mendidik remaja di dalam keluarga.

This thesis that I write is about the Factors that Connect with the Sexual Behavior of Teen of SMAN1 Way Pengubuan the District of Central Lampung year 2011. The amount of sample from this research is 107 respondents. The kind is quantitative research with Cross Sectional design. It is with the Dependent Variable (The Teen Sexual Behavior) and Independent Variable (Knowledge, Attitude, Mass Information Bias, Peer Influence, and Parents Role). This research uses the Univarian Analysis and Bivariat Analysis. From the result of this research it is known that the SMA teen proportion of riskiness is 30,8% and 69,2% with no riskiness behavior.
The result of bivariat analysis variable connects with the knowledge and the peer influence. To overcome the problem of the trouble in teen, one of many is to increase the knowledge of sexual education, which aims to conquer the healthy emotional attitude toward the sexual problem and direct the teen to healthy life and responsible toward the sexual life, nevertheless parents should also manage a good relationship in educating the teen in the family.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Handayani
"Masalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sampai saat ini masih tinggi baik di negara maju maupun negara berkembang seperti Indonesia. Menurut hasil SKRT tahun 2006 menyebutkan bahwa angka kematian ibu di Indonesia mencapai 307 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi baru lahir di Indonesia mencapai 32 per 1.000 kelahiran hidup. AKI dan AKB merupakan masalah prioritas yang belum teratasi. Penanganan masalah ini tidak mudah karena factor yang melatar belakangi kematian ibu dan kematian bayi baru lahir sangat kompleks sehingga memerlukan keterlibatan berbagai pihak terkait secara terintegrasi dalam mengatasinya.
Kematian ibu dapat terjadi pada periode kehamilan, persalinan dan postpartum. Faktor penyebab kematian pada ibu tidak dapat diketahui tanpa memperhatikan latar belakang (underlying factor) yang dapat bersifat medic maupun non medic. Anemia dalam kehamilan merupakan salah satu faktor resiko terjadinya kematian pada ibu hamil.
Tujuan penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya prevalensi anemia ibu hamil dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Tahun 2009. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel dalam penelitian adalah sebanyak 284 ibu hamil.
Dari hasil penelitian menunjukkan tiga variabel yang terbukti secara statistic memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian anemia pada ibu hamil yaitu umur dengan nilai p=0,026 (< α) dan nilai OR=1,937, paritas dengan nilai p=0,023(< α) dan nilai OR=2,006 dan LILA dengan nilai p=0,000 (< α) dan nilai OR=2,969. Sedangkan empat variabel lainnya tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian anemia pada ibu hamil.

Issues Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) is still high in both the developed and developing countries like Indonesia. According to the results of the 2006 Household Health Survey stated that maternal mortality in Indonesia reaches 307 per 100,000 live births. While neonatal mortality in Indonesia reached 32 per 1,000 live births. MMR and IMR is a priority issue that has not been resolved. Handling this issue is not easy because of the background factors of maternal and newborn death are complex and require the involvement of various stakeholders are integrated in it.
Maternal deaths can occur in the period of pregnancy, childbirth and postpartum. Causative factor in maternal deaths can not be known regardless of background (underlying factor) which can be both medic and non-medic. Anemia in pregnancy is a risk factor for mortality in pregnant women.
The purpose of this study aims to know the magnitude of prevalence of anemia among pregnant women and the factors associated with the incidence of anemia in pregnant women in Kramat Jati subdistrict health centers in 2009. The study design was cross sectional with the number of samples in research is as much as 284 pregnant women.
From the results showed that three variables are statistically proven to have a meaningful relationship with the incidence of anemia in pregnant women of age with a p-value = 0.026 (<α) and the value of OR = 1.937, parity with the pvalue = 0.023 (<α) and the OR = 2.006 and lilac with a p-value = 0.000 (<α) and OR = 2.969 value. While four other variables had no significant association with the incidence of anemia in pregnant women.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
S-pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Djamilah Albugis
"Berbagai penelitian menunjukkan bahwa status gizi ibu tidak hanya memberikan dampak negatif terhadap status kesehatan dan resiko kematian dirinya, tetapi juga terhadap kelangsungan hidup dan perkembangan janin yang dikandungnya dan lebih jauh lagi terhadap pertumbuhan janin tersebut sampai usia dewasa. KEK pada wanita di negara berkembang merupakan hasil komulatif dari keadaan kurang gizi sejak masa janin, bayi, dan kanak-kanaknya, dan yang berlanjut hingga masa dewasa. BBLR adalah salah satu hasil dari ibu hamil yang menderita kurang energi kronis dan akan mempunyai status gizi buruk. Secara spesifik, penyebab KEK adalah akibat dari ketidakseimbangan antara asupan untuk pemenuhan kebutuhan dan pengeluaran energi. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor - faktor yang berhubungan dengan ibu hamil risiko KEK.
Penelitian ini menggunakan data sekunder hasil Prakesmas Mahasiswa FKM UI di wilayah Puskesmas Jembatan Serong Kecamatan Pancoran Mas. Rancangan penelitian adalah rancangan penelitian cross sectional. Sebagai populasi adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Jembatan Serong. Sedangkan sebagai sampel adalah seluruh ibu hamil yang menjadi sampel Prakesmas di 4 kelurahan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Serong sebanyak 220 orang. Prevalensi Ibu Hamil berisiko KEK berdasarkan LiLA pada penelitian ini sebasar 21,8 %. Faktor pendidikan , pekerjaan, pengeluaran pangan keluarga, kontribusi protein, lemak dan karbohidrat terhadap total energi, paritas, usia ibu hamil dan jumlah anggota keluarga tidak mempunyai hubungan bermakna dengan ibu hamil risiko KEK. Sedangkan , konsumsi energi ibu hamil dan jarak kehamilan mempunyai hubungan bermakna dengan ibu hamil risiko KEK. Ibu hamil yang mengkonsumsi energi < 100 % AKG mempunyai peluang 6,08 kali untuk berisiko KEK dan ibu hamil yang mempunyai jarak kehamilan < 2 tahun mempunyai peluang 5,905 kali untuk berisiko KEK.
Disarankan perlunya peningkatan pengetahuan ibu hamil melalui penyuluhan gizi dengan menggunakan poster-poster yang menarik, audio visual seperti film - film berdurasi pendek, penggunaan tape recorder yang dipasang diruang tunggu puskesmas dan menambah 1 kegiatan pelayanan lagi pada ANC yaitu pengukuran LiLA, terutama pada trimester awal."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sondang, Mei
"Data Dinas Kesehatan Kab. Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, menunjukkan bahwa cakupan Imunisasi Hepatitis B 0 Tahun 2009 sebanyak 36 % dan di Puskesmas Gonting Mahe Kecamatan Sorkam hanya 7 %, tahun 2010 15,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara factor pemudah (umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap), faktor pemungkin (frekuensi ANC, tempat persalinan, penolong persalinan, keberadaan bidan desa) dan faktor penguat (keterpaparan media informasi, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan, dukungan tokoh masyarakat) dengan perilaku ibu dalam memberikan imunisasi Hepatitis B 0 (0-7 hari) pada bayi 8 hari-12 bulan. Desain yang digunakan adalah cross sectional, dengan wawancara dan menggunakan instrumen kuesioner yang telah diuji coba. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi berumur 8 hari sampai 12 bulan di Puskesmas Gonting Mahe yang berjumlah 130 orang. Sedangkan pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji chi square dengan 9=0,05).
Dari hasil penelitian didapatkan ibu yang memberikan imunisasi Hepatitis B 0 ada 12,3%. Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan perilaku ibu adalah pengetahuan ibu (p=0,001), sikap ibu (p=0,000), tempat persalinan (p=0,001) dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,025). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan perilaku ibu adalah umur, pekerjaan, pendidikan, frekuensi ANC, penolong persalinan, keterpaparan media informasi, dukungan suami, dukungan tokoh masyarakat. Dari hasil analisis ini disarankan untuk meningkatkan efektifitas program pemberian imunisasi hepatitis B 0 (0-7 hari) di wilayah kerja Puskesmas Gonting Mahe.

Health service data of central Tapanuli District, showed that Hepatitis B 0 Immunization in 2009 coverage as much as 36% and Public Health Center Gonting Mahe, Sorkam district only 7%, in 2010 as much as 15.4 %. This study aims to analyze the corelation between predisposing factors (age, education, occupation, knowledge, attitude), enabling factors (frequence of ANC, delivery place, birth attendants, the village midwife) and reinforcing factors (exposure information media, husband support, health workerst support, community leaders support) with the behaviour of mothers in providing the Hepatitis B 0 Immunization (0-7 days) in infant 8 days-12 months The design used was cross sectional, with interview and questionnaire instruments that have been tested. The population in this study were infants aged 8 days to 12 months in Public Health Center Gonting Mahe, amounting to 130 people while the selection of the sample in this study is the total population. Data analysis was done using univaraite and bivariate (chisquare test, 8=0,05).
From the results, mother who provide Hepatitis B 0 Imunization is 12.3%. Factors significantly associated with maternal behaviour is the knowledge of mothers (p=0.001), maternal attitude (p=0.000), delivery place (p=0.001) and health workers support (p=0.025). While the factors that are not associated with maternal behaviour are age, occupation, education, frequency of antenatal care (ANC), birth attendants, exposure to information media, husband suggested to increase the effectiveness of Hepatitis B 0 Immunization in Public Health Center.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
S299
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Eko Hendro Saputra
"Kinerja petugas sanitasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya mutu/kualitas lingkungan, khususnya sanitasi dasar yang berdampak terhadap timbulnya penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan seperti diare, kulit, ISPA dan lain-lain. Selain itu peningkatan kinerja merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di daerah yang mandiri dan berkualitas.
Dalam penelitian ini, rendahnya cakupan ISPA dan tingginya jumlah penyakit yang berbasis lingkungan dijadikan latar belakang timbulnya rnasalah. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kinerja petugas sanitasi puskesmas di Kabupaten Lampung Tengah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja petugas sanitasi di Kabupaten Lampung Tengah dan faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kinerja tersebut. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh petugas sanitasi di Kabupaten Lampung Tengah yang berjumlah 30 petugas. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dengan ukuran persentase, sedangkan analisa bivariat menggunakan uji chi square. Nilai alpha yang digunakan adalah 5% (CI 95%).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kinerja dengan tingkat pendidikan, aktifitas sosial, sarana dan prasarana, imbalan, struktur, dukungan pimpinan, desain pekerjaan, kontrol dan motivasi.
Disarankan kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah untuk meningkatkan kinerja petugas sanitasi dengan upaya-upaya antara lain: peningkatan pendidikan, peningkatan aktifitas sosial, pengadaan sarana dan prasarana, pernberian imbalan, peningkatan kerjasama lintas program, dukungan pimpinan, pengurangan tugas rangkap secara bertahap, peningkatan kontrol terhadap petugas sanitasi dan peningkatan motivasi kerja petugas sanitasi.

Factor Related to the Sanitation Officials Performance of Public Health in Order to Improve Coverage Waste Water Treatment System in Central Lampung Region 2003The sanitation officials performance is one factors which influence low environmental quality, Especially the basic sanitation which causes the disease from environment such as : Diarrhea, Scabies, ISPA, etc. Besides the improvement of performance is one way to improve human resources in region which is qualified and self relied on.
In this research, low coverage of waste water treatment system and the high number of diseases which are environment based is the back ground. The problem of this research is the low performance of sanitation officials in Public Health Centre in Central Lampung. The objectives of this research were to find out the performance of sanitation officials in Central Lampung and factor related to performance. The population and sample of the research were all sanitation officials of thirty Central Lampung. This research is quantitative using cross sectional. The data were analyzed univariate and bivariate. Univariate used frequent distribution with percentage, while bivariate analysis used chi square test. Alpha being used was 5 % (Cl 95 % ).
The result of the research shows that there is a meaningful correlation between the sanitation officials performance with educational level, social activities, accommodation, incentive, divisional relationship inter organizational, leader support, work design, control and motivation.
It is suggested to public Health Centre and Health Institution of Central Lampung to improve the sanitation officials performance with some efforts such as : the improvement of education, the improvement of social activities, providing accommodation, providing financial support, the better cooperation across program, leader support, the step by step reduction of double functions, better control to the sanitation officials and their motivation.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2002
T12770
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>