Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 105222 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"enurunnya populasi ikan soro di alam akibat kerusakan lingkungan habitat dan penangkapan berlebih merupakan ancaman bagi kelestarian ikan ini. Pemijahan buatan telah dapat dilakukan dengan rangsangan hormon, namun hasil yang diperoleh masih perlu disempurnakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi jenis hormon yang tepat, dosis terbaik dan masa laten tercepat terhadap keberhasilan ovulasi dan pemijahan ikan soro. Perlakuan yang diberikan adalah Ovaprim 0,5 mL/kg Induk (O1), kombinasi Ovaprim + hCG (O2), Ovaprim+AI (O3), dan AI + Oxytocin (O4), Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa perlakuan O4, (kombinasi antara AI dengan Oxytocin) memiliki waktu laten untuk merangsang ovulasi yang tercepat (17,5� 0,52 jam) dibandingkan perlakuan lainnya. Secara umum derajat pembuahan perlakuan O4 (AI + Oxytocin) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain yaitu 96,60 � 1,00 percent. Demikian halnya dengan derajat penetasan sebesar 81,05�1,77 percent dan tingkat kelangsungan hidup larva yaitu 98,88 � 1,37 percent. Hasil yang diperoleh memberikan indikasi bahwa O4 (AI + Oxytocin) merupakan kombinasi hormon terbaik yang dapat diinduksi untuk ovulasi dan pemijahan semi alami (tanpa "stripping") pada soro."
551 LIMNO 21:1 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas campuran LHRH, anti dopamin, aromatase inhibitor, dan oxytocin sebagai alternatif pengganti ovaprim terhadap pemijahan dan ovulasi pada ikan Patin Siam (Pangasianodon hypopthalmus). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Kelima perlakuan tersebut adalah: kontrol positif (ovaprim), kontrol negatif (larutan fisiologis (0,90 % NaCl)), Spawnprime 1 (LHRHA+AI), Spawnprime 2 (AD+AI), dan Spawnprime 3 (AI+oksitosin). Ovulasi telah diamati pemijahan secara artifisial dengan cara distripping dan alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan disuntik dengan spawnprime mampu ovulasi dengan kualitas telur yang baik setelah induksi. Pada perlakuan spawnprime 3 dapat memijah secara alami. menghasilkan rata-rata waktu laten 8 jam 19 menit, derajat pembuahan sebesar 92,97 % ± 1,12; derajat penetasan sebesar 86,29 % ± 2,95; dan kelangsungan hidup larva ikan patin selama 4 hari yaitu 84,75 % ± 0,58. Pada perlakuan ovarprim, spawnprime 1 dan spawnprime 2 dapat memijah secara stripping."
OLDI 40:3 (2014) (1)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Veinardi Madjid
"Latar Belakang: Penggunaan klomifen sitrat sebagai obat induksi kehamilan masih memiliki angka keberhasilan kehamilan yang rendah. Letrozol merupakan agen penghambat aromatase yang dianggap memiliki efektivitas lebih baik dibanding klomifen sitrat, namun efektivitasnya masih dilaporkan bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemberian klomifen sitrat dan letrozol terhadap ketebalan endometrium, morfologi endometrium dan jumlah folikel dominan pada perempuan yang dilakukan induksi ovulasi atau stimulasi ovarium.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan menggunakan medis pasien yang dilakukan induksi ovulasi atau stimulasi ovarium pada Januari 2011 - Mei 2015. Didapatkan 143 wanita siklus anovulasi yang terbagi dalam empat kelompok: klomifen sitrat 50 mg, klomifen sitrat 100 mg, letrozol 2,5 mg dan letrozol 5 mg. Agen pemicu ovulasi pada subjek dimulai pada hari ke-2 selama berlangsung selama lima hari. Data ketebalan endometrium, morfologi endometrium dan jumlah folikel dominan didapat pada status dari data pemeriksaan ultrosonografi transvaginal di hari ke-12 siklus haid.
Hasil: Dari semua subjek, didapatkan 45 subjek (31,5%) mendapat klomifen sitrat 50 mg, 29 subjek (20,3%) dengan klomifen sitrat 100 mg, 23 subjek (16,1%) dengan letrozol 2,5 mg, dan 46 subjek (32,2%) dengan letrozol 5 mg. Subjek dengan letrozol memiliki endometrium yang lebih tebal dibandingkan dengan klomifen sitrat (p<0,05). Didapatkan pulan subjek dengan letrozol memiliki lebih banyak proporsi subjek dengan morfologi endometrium trilaminer. Tidak dijumpai perbedaan ketebalan endometrium pada subjek dengan perbedaan dosis pada masing-masing obat. Selain itu, tidak ditemukan perbedaan jumlah folikel dominan pada keempat kelompok.
Kesimpulan: Penggunaan letrozol menghasilkan endometrium yang lebih tebal dan endometrium trilaminer dibandingkan klomifen sitrat. Tidak dijumpai perbedaan jumlah folikel dominan pada kedua kelompok.

Background: The use of clomiphene citrate as an induction agent still has dissappointing results regarding its pregnancy rate. Letrozole is an aromatase inhibitor that is perceived to has better efficacy compared to clomiphene citrate, however, the reporting results were still varied. This study aimed to know the efficacy of clomiphene citrate and letrozol for ovulation induction in anovulation women.
Method: This was a retrospective study using medical recors of women undergone ovulation induction from January 2011-May 2015. A number of 143 anovulation women were divided into clomiphene citrate 50 mg, clomiphene citrate 100 mg, letrozol 2,5 mg and letrozol 5mg. Every group of ovulation induction agent recieved the agent daily on 3rd until 7th day menstrual cycle. On 12th menstrual cycle the transvaginal ultrasound was performed to measure endometrial thickness and dominant follicle number.
Results: From all subjects, 45 subjects (31,5%) were in 50 mg clomiphene citrate groups, 29 subjects (20,3%) in 100 mg clomiphene citrate group, 23 subjects (16,1%) in 2,5 mg letrozole group, and 46 subjects (32,2%) in 5 mg letrozole group. Subjects receiving letrozol had thicker endometrium compared to clomiphene citrate (p<0,05). Different doses did not associated with different endometrial thickness between subjects receiving either letrozole or clomiphene citrate. In addition, subjects receiving letrozole had higher proportion of having trilaminar endometrium morphology. We did not observe a difference in total number of dominant follicle between groups.
Conclusion: The usage of letrozol resulted in thicker endometrium and proportion of subjects with trilaminar endometrium. Yet, there is no difference in number of dominant follicle between groups.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2015
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Indra Muhiardi
"Ikan kancra Tor soromerupakan ikan air tawar yang digemari oleh masyarakat untuk dikonsumsi dan digunakan untuk upacara adat. Sehingga permintaan konsumen terhadap ikan kancra meningkat. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penangkapan ikan kancra yang berlebih di alam sehingga populasi ikan kancra menurun. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelestarian ikan kancra dengan cara kriopreservasi spermatozoa. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Empat perlakuan terdiri atas sari buah tomat 0% + DMSO 10% (SBt 0%); sari buah tomat 10% + DMSO 10% (SBt 10%); sari buah tomat 20% + DMSO 10% (SBt 20%); dan sari buah tomat 30% + DMSO 10% (SBt 30%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian sari buah tomat Lycopersicon esculentumsebagai antioksidan alami terhadap spermatozoa ikan kancra 24 jam pascakriopreservasi. Parameter uji kualitas spermatozoa meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan kemampuan fertilisasi. Data hasil penelitian yang diperoleh diuji dengan menggunakan uji Analisis Variansi (ANAVA) satu faktor. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata (P < 0,05) pada nilai rata-rata persentase viabilitas dan kemampuan fertilisasi serta tidak adanya perbedaan nyata (P > 0,05) pada nilai rata-rata persentase motilitas dan abnormalitas. Hasil penelitian membuktikan bahwa penambahan konsentrasi 10% sari buah tomat dalam ekstender memberikan pengaruh yang cukup positif terhadap kualitas spermatozoa ikan kancra 24 jam pascakriopreservasi, yaitu dengan ditunjukkan nilai rerata persentase motilitas (32,57 ± 5,94%); viabilitas (14,5 ± 4,88%); abnormalitas (74,16 ± 2,13%); dan kemampuan fertilisasi (81,25 ± 6,07%).  
Kancra fish Tor soro are freshwater fish that are favored by the community for consumption and use for traditional ceremonies. So that consumer demand for kancra fish increases. This causes the occurrence of over-fishing in the wild which causes the population of fish to decrease. Therefore, it is necessary to preserve kancra fish by cryopreservation of spermatozoa. The study used a completely randomized design with four treatments and six replications. Four treatments consisted of 0% tomato juice + 10% DMSO (0% SBt); 10% tomato juice + 10% DMSO (10% SBt); 20% tomato juice + 10% DMSO (20% SBt); and 30% tomato juice + 10% DMSO (SBt 30%). The purpose of this study was to determine the administration of tomato juice Lycopersicon esculentum as a natural antioxidant on spermatozoa of kancra fish 24 hours post cryopreservation. Spermatozoa quality test parameters include motility, viability, abnormality, and fertilization rates. The research data obtained were tested using the one-factor Variance Analysis (ANOVA) test. The results showed a significant difference (P < 0.05) in the average value of the percentage of viability and fertilization rates, and no significant difference (P > 0.05) in the average value of the percentage of motility and abnormality. The results of the study prove that the addition of 10% concentration of tomato juice in the extender has a quite positive influence on the quality of spermatozoa of kancra fish 24 hours post cryopreservation, that is indicated by the mean value of the percentage of motility (32.57 ± 5.94%); viability (14.5 ± 4.88%); abnormalities (74.16 ± 2.13%); and fertilization ability (81.25 ± 6.07%)."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mega Laeni
"ABSTRAK
Ikan kancra merupakan salah satu spesies air tawar di Indonesia yang populasinya terus terancam. Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan material genetik hewan yang terancam punah yaitu kriopreservasi spermatozoa. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan kriopreservasi adalah krioprotektan. Salah satu krioprotektan alami potensial yaitu kuning telur puyuh. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengevaluasi konsentrasi optimal dari berbagai konsentrasi kuning telur puyuh (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%) terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas dan kemampuan fertilisasi spermatozoa ikan kancra 48 jam pascakriopreservasi. Rasio antara semen dan larutan pengencer yang digunakan yaitu 1:10. Analisis data menggunakan uji ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Berdasarkan hasil uji ANAVA, pemberian berbagai konsentrasi kuning telur puyuh yang dikombinasikan dengan metanol 10% menghasilkan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan fertilitas spermatozoa pascakriopreservasi. Kuning telur 10% merupakan konsentrasi optimal yang dapat mempertahankan persentase motilitas, viabilitas, dan fertilitas tertinggi yaitu masing-masing 85,10 ± 1,51%, 84,75 ± 1,71% dan 95,00 ± 1,83% serta menghasilkan nilai persentase abnormalitas terendah yaitu 20,25 ± 1,71%.

ABSTRACT
Kancra fish is one of the freshwater species in Indonesia, whose population is continues to be threatened. The efforts that can be done to preserve the endangered animal's genetic material are cryopreservation of spermatozoa. One of the factors that determines the success of cryopreservation is cryoprotectant. One of the potential natural cryoprotectants is quail egg yolks. The purpose of this research is to evaluate the optimal concentration of various concentrations of quail egg yolks (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, and 25%) on motility, viability, abnormality and fertilization ability of kancra fish spermatozoa 48 hours post-cryopreservation. The ratio between semen and diluent solution used was 1:10. Data was analyzed using one-way ANOVA test and continued with the Tukey test. Based on the results of the one-way ANOVA test, it was found that cryoprotectant of quail egg yolk combined with 10% methanol had significant effect (P <0.05) on motility, viability, abnormality, and fertility of spermatozoa post-cryopreservation. The 10% of quail egg yolk concentration was the optimal concentration that could maintain the highest percentage of motility, viability and fertility, respectively 85.10 ± 1.51%, 84.75 ± 1.71%, 95.00 ± 1.83% and produced the lowest percentage value of abnormality 20.25 ± 1.71%."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nuke Anjani Anabella
"Tor soro adalah ikan endemik yang ditemukan di beberapa pulau di Indonesia meliputi Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan. Ikan kancra Tor soro) mengalami penurunan jumlah di alam karena adanya overfishing,rusaknya habitat dan waktu pematangan kematangan gonad jantan dan betina yang berbeda. Upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi hal salah satunya dengan melakukan kriopreservasi materi genetik (spermatozoa). Telah dilakukan penelitian mengenai kriopreservasi ikan kancraTor soromenggunakan berbagai konsentrasi sari buah anggur Vitis vinifer sebagai antioksidan alami yang dikombinasikan dengan DMSO 10%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi sari buah anggur (KK 0%; KP1 10%; KP2 20%; dan KP3 30%) yang dikombinasikan dengan DMSO 10% terhadap kualitas spermatozoa dan kemampuan fertilisasi spermatozoa ikan kancra 24 jam pascakriopreservasi. Hipotesis penelitian adalah sari buah anggur dengan berbagai konsentrasi (KK 0%; KP1 10%; KP2 20%; dan KP3 30%) memberikan pengaruh terhadap parameter uji meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas dan kemampuan fertilisasi spermatozoa ikan kancra 24 jam pascakriopreservasi. Hasil uji ANAVA satu faktor menunjukkan pemberian berbagai konsentrasi sari buah anggur memiliki rata-rata persentase motilitas, viabilitas, dan kemampuan fertilisasi spermatozoa ikan kancra 24 jam pascakriopreservasi berbeda yang nyata (P<0,05). Sedangkan pada rata-rata abnormalitas tidak ditemukan perbedaan (P>0,05). Hasil uji perbandingan berganda Tukey menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antarkelompok perlakuan KK (Sari buah anggur 0%) dengan KP1 (Sari buah anggur 10%) terhadap persentase motilitas, viabilitas dan kemampuan fertilisasi spermatozoa ikan kancra 24 jam pascakriopreservasi. Kombinasi terbaik adalah DMSO 10% dan sari buah anggur 10% karena dapat mempertahankan nilai persentase motilitas, viabilitas, kemampuan fertilisasi tertinggi dan nilai peresentase abnormalitas terendah dengan nilai 41,8 ± 11,2 %; 31,7%± 10,1 %; 77,8% ± 1,7 % ; dan 77,8% ± 1,7 %.Tor soro is an endemic fish found on several islands in Indonesia including Java, Sulawesi and Kalimantan. Kancra fishTor sorohas decreased in number due to overfishing, habitat destruction and asynchronous maturation timr of male and female gonad. Efforts that can be made to overcome this problems are cryopreserving of genetic material (spermatozoa). Cryopreservation of kancra fish Tor soro using various concentrations of grape juice (Vitis vinifera) as a natural antioxidant combined with 10% DMSO has been studied. The objective of this study was to determine the effect of grape juice (KK 0%; KP1 10%; KP2 20%; and KP3 30%)  combined with 10% DMSO on spermatozoa quality and fertilitation rate of spermatozoa kancra fish 24 hours postriopreservation. The hypothesis is grape juice concentration (KK 0%; KP1 10%; KP2 20%; and KP3 30%) influences the test parameters including motility, viability, abnormality and fertilization rates of kancra fish spermatozoa 24 hours postcryopreservation. The results of the one factor ANAVA test showed that giving various concentrations of grape juice had an average percentage of motility, viability, and fertilization rates of spermatozoa for 24 hour cryopreservation significantly different (P <0.05). While the abnormalities were found no difference (P> 0.05). The results of Tukey's multiple comparison test showed that there were significant differences between the control groups (0% grape juice) and KP1 (10% grape juice) to the percentage of motility, viability and fertilization ability of spermatozoa of kancra fish 24 hours postriopreservation. The best combination is DMSO 10% and grape juice 10% because it can maintain the highest percentage of motility, viability, fertilization ability and the lowest percentage of abnormalities with a values are 41,8 ± 11,2 %; 31,7%± 10,1 %; 77,8% ± 1,7 % ; and 77,8% ± 1,7 %."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rothmadani
"The research conducted to see the influence of the sperm preserve to confront with fertilization of degree and hatch capacity of jambal siam fish. The research conducted in BBI Rambah Village from June until August 2002...."
Jakarta: Jurnal Akademika, 2007
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Puyu (Anabas testudineus) is a freshwater fish that has tolerance to a wide water quality. Puyu fish has more potential as an economic commodity than any oher freshwater fisj in fry availability an ddificulty to maintain natural prpagation in hatchery. To maintain puyu in natural habitat, culture systems and technology should be a priority. Spawning experiment in laboratory showed that puyu could spawn with artificially techniques. Natural habitats of puyu was relatively acidic environment (pH 4.0 to 6.5) slowly moving water, muddy sediment and densed water plants with thcik fine roots. Artificially spawning through the simulation of male and female using harmones worked well. Washing the eggs before hatching could increase eggs hatching rate from 51,3 to 83,2 percent. Their fecundity of the parent ranged between 536 and 713 eggs per gram parents weight. In the relatively acidic pH conditions (4-6.5) and at constant water temperature (30-32 celcius degree), the survival rate of larvae of 15 days was 49.05 percent.
"
551 LIMNO 19:1 (2012)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Langkosono
"resulth of growth the barramundi cod (Cromilepstes altivelis) ,flowery cod (Epinephelus juscoguttatus) and estuary grouper (E., Tauvina) at the best in float net cages conducted at December month 2004 until June 2005 in the coastal waters Telok Kodek Malaka village,west Lombok...."
Jakarta: Neptunus: Majalah Ilmiah Kelautan, 2008
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Karyaningsih
"Assessment of fecundity and hatching rate of betutu fish-sand goby (Oxyeleotris marmorata) eggs has been done at the station rearing center in Ngrajek, Magelang Regency, Central Java...."
Jakarta: Berita Biologi, 2008
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>