Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 135100 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Anisa Kusuma Dewi
"Skripsi ini membahas tentang kesesuaian program pencegahan kecelakaan laboratorium dengan pendekatan SHELL di Laboratorium X. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan kepada 6 orang informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Laboratorium X memiliki program-program pencegahan kecelakaan laboratorium dengan pendekatan SHELL, yaitu memberikan pelatihan (Liveware), menggunakan APD saat praktikum, menyediakan emergency equipment, melakukan pengawasan, memasang safety sign (Software), memberi label dan tanda bahaya pada bahan, melakukan inventarisasi bahan dan alat, bekerja menggunakan lemari asam (Hardware), memasang exhaust pada ruangan laboratorium (Environment), dan menjalin komunikasi yang baik antara praktikan dengan dosen, asisten laboratorium maupun dengan teman praktiknya (Liveware Peripheral).

This thesis discusses the suitability of a laboratory accident prevention program with the approach SHELL Laboratory X. The study was conducted with a qualitative descriptive approach. Research carried out to six informants. The results showed that laboratory X have programs on accident prevention laboratory approach SHELL, which provide training (Liveware), using PPE when practical, providing emergency equipment, conduct surveillance, installing safety sign (Software), labeling and danger signs on materials, conduct an inventory of materials and equipment, work using the fume hood (Hardware), install exhaust in the laboratory (Environment), and establish good communication between the practitioner and lecturer, assistant laboratory practice or with friends (Liveware Peripheral)."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2016
S64937
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Najmi Laila
"Laboratorium X adalah salah satu fasilitas di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta yang menunjang fasilitas belajar dalam pendidikan. Berdasarkan hasil pendataan awal, terdapat 120 bahan kimia yang terdapat dalam laboratorium X ini. Hasil studi pendahuluan belum memadainya upaya pengendalian yang dijalankan seperti belum tersedianya MSDS (Material Safety Data Sheet) secara lengkap di Laboratorium X, pelabelan yang belum tepat, penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) yang belum sesuai dan lain-lain diperkirakan dapat meningkatkan risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Laboratorium X ini.
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi, analisa dan evaluasi manajemen laboratorium pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja di Laboratorium X FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2016 dengan menggunapan beberapa standar acuan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara serta telaah dokumen. Penelitian ini dilakukan dari bulan April-Juni 2016.
Hasil penelitian menunjukkan beberapa elemen masih belum sesuai dengan standar manajemen laboratorium yaitu belum tersedianya draft sistem manajemen dan system manajemen mutu laboratorium, belum adanya sistem transportasi dan penerimaan bahan kimia, lemari penyimpanan bahan kimia yang belum sesuai, sistem tanggap darurat yang belum lengkap, belum dilakukannya penilaian manajemen resiko dan biomonitoring pada pekerja.
Saran yang dapat diberikan yaitu Penting harus segera dilakukan adalah menyusun kembali system manajemen lab, Menyusun system manajemen mutu, Menyusun Sistem Tanggap Darurat dan Pelatihan keadaan darurat di Lab, Melakukan Penilaian Risiko yang ada di lab secara menyeluruh dan Melakukan pemeriksaan kesehatan pada pegawai secara berkala.

Laboratory X is one of the facilities in Faculty of Medicine and Health Sciences (FKIK) UIN Jakarta that support learning in educational. Based on the initial data, there are 120 chemicals contained in this X lab. Results of a preliminary study of inadequate control measures undertaken such as the placement of chemical substances that have not been right, not completely of MSDS (Material Safety Data Sheet), labeling is not proper, use of PPE (Personal Protective Equipment) is not appropriate and others are expected to increase the risk of occupational safety and health in this laboratory.
This study was done to identify, analyze and evaluate laboratory management aspects of Health and Safety in the Laboratory X FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta in 2016 with some reference standards. This is a qualitative study by observation, interviews and review of documents. This research was conducted from April to June 2016.
The results showed some elements are still not in accordance with the standards of the laboratory management, such as the unavailability of draft management systems and quality management system of the laboratory, no transport system and acceptance of chemicals, chemicals storage are not appropriate, emergency response system that is not yet complete, never done risk management assessment and biomonitoring of workers.
Faculty is advised that is important has to be done is rearrange the system management lab, Develop quality management systems, Develop Emergency Response System and Training of emergency in the Lab, Conducting Risk Assessment in the lab thoroughly and Perform health checks on employees on a regular basis.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2016
T46637
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Adi Sugiarto
"Coronavirus Disease 2019 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Covid-19 telah dinyatakan sebagai pandemik sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan termasuk penguatan fungsi laboratorium yang berfungsi melakukan pemeriksaan spesimen, untuk menjamin kesinambungan pemeriksaan screening spesimen Coronavirus Disease 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hierarki pengendalian risiko dalam pencegahan penularan Covid-19 pada pekerja di Laboratorium Biomolekular PT X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif . Pengumpulan data dilakukan melalui data sekunder, wawancara dan observasi. Penelitian dilakukan dari November 2021-Juli 2022. Hasil penelitian menunjukkan proses kerja di PT. X terdiri enam jenis dari pengambilan sampel hingga pelaporan ke pasien. Masing-masing proses memiliki risiko masing-masing dalam pekerjaannya, dimana risiko tertinggi pada petugas pengambilan sampel. Pengetahuan dan perilaku pekerja terhadap hirarki pengendalian risiko dapat dikatakan sangat baik. Perilaku pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh pekerja di PT. X sudah ada upayanya, seperti mereka paham pentingnya bekerja dengan SOP dan menggunakan alat pelindung diri. PT.X telah mengimplementasikan hirarki pengendalian risiko meliputi pengendalian teknis seperti memberi pembatas dan pengaturan ventilasi, pengendalian administrasi seperti pembuatan SOP dan pengaturan shift kerja, dan penggunaan alat pelindung diri seperti masker, baju gown, sarung tangan, dsb. Terkait implementasi pengendalian risiko pada Laboratorium ada dua hal yang belum terpenuhi yaitu tidak adanya pengelolaan limbah padat B3 dan tidak ada manajemen biosecurity secara mandiri. Adapun saran yang dapat direkomendasikan adalah perlu memberikan edukasi, sosialisasi, maupun pelatihan secara berkala terkait manajemen pengendalian risiko dan melakukan upaya pengelolaan limbah B3 sendiri mengacu pada peraturan kementerian kesehatan untuk keamanaan baik para pekerja dan pelanggan yang berkunjung ke PT.X.

Coronavirus Disease 2019 is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Covid-19 has been declared a pandemic so it is necessary to take countermeasures including strengthening the laboratory function that functions to examine specimens, to ensure the continuity of the 2019 Coronavirus Disease specimen screening examination. This study aims to analyze the implementation of the risk control hierarchy in preventing the transmission of Covid-19 to workers in Biomolecular Laboratory of PT X. This research uses qualitative research methods. Data was collected through secondary data, interviews and observations. The research was conducted from November 2021-July 2022. The results showed that the work process at PT. X consists of six types from sampling to reporting to patients. Each process has its own risks in its work, where the risk is highest for the sampling officer. Knowledge and behavior of workers on the hierarchy of risk control can be said to be very good. Covid-19 prevention behavior carried out by workers at PT. X has made an effort, as they understand the importance of working with SOPs and using personal protective equipment. PT.X has implemented a risk control hierarchy including technical controls such as providing barriers and ventilation settings, administrative controls such as making SOPs and setting work shifts, and the use of personal protective equipment such as masks, gowns, gloves, etc. Regarding the implementation of risk control in the laboratory, there are two things that have not been fulfilled, namely the absence of B3 solid waste management and no independent biosecurity management. The suggestions that can be recommended are that it is necessary to provide education, socialization, and periodic training related to risk control management and make efforts to manage B3 waste itself referring to the regulations of the ministry of health for the safety of both workers and customers who visit PT.X.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anggi Kurniawan Alfarisi
"ABSTRAK
Stres kerja merupakan psychological hazard yang terkadang tidak terlihat, dan
tidak diperhatikan oleh managemen perusahaan, padahal dampak dari bahaya
psikososial tersebut jika tidak segera direspon dalam jangka waktu tertentu dapat
menimbulkan dampak yang merugikan. Tenaga Analis Kesehatan merupakan
salah satu pekerja yang berisiko mengalami stres kerja, dikarenakan rutinitas
pekerjaannya yang monoton dan selalu berinteraksi dengan bahaya biologis
merupakan salah satu faktor penyebab stres kerja. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada
Tenaga Analis Kesehatan di laboratorium X. Dari hasil penelitian, diketahui
faktor-faktor yang menyebabkan stres kerja pada tenaga Analis kesehatan di
Laboratorium X adalah beban kerja, rutinitas kerja, jadwal kerja, dan bahaya
biologis.

ABSTRACT
Work stress is psychological hazard that are sometimes not seen, and go
unnoticed by the management company, but the impact of the psychosocial
hazards if not immediately responded in a certain period of time can cause adverse
impacts. Health Analyst is one of the workers at risk of occupational stress, due to
the monotonous routine work and always interacting with biological hazards is
one of the causes of work stress. The purpose of this study was to determine the
factors associated with work stress on Health Analyst at X Laboratory. From the
research lab, the causes factors of work stress on health Analyst at X Laboratory
are the workload, work routines, work schedules, and biological hazards ."
2016
S62681
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rysha Dwi Septerini
"Program 'Behavior Based Safety' dirancang untuk melindungi pekerja dari risiko bahaya dan mencegah kecelakaan kerja. Meskipun tujuannya positif, implementasi program ini sering dihadapkan pada tantangan, termasuk kurangnya partisipasi dan penolakan oleh beberapa pekerja. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai aspek yang berkaitan dengan program 'Behavior Based Safety' dari Penerapan program, analisis tren kecelakaan, pengaruh sikap dan perilaku pada penerapan program 'Behavior Based Safety' terhadap Kejadian Kecelakaan Kerja. Penelitian ini dilakukan di PT. X dengan lokasi di beberapa wilayah di Indonesia, antara April hingga Juli 2023. Studi melibatkan 299 karyawan dari berbagai jenis layanan di 35 lokasi PT. X. program dinilai dengan menganalisis data kecelakaan selama periode FY15-FY16 dan FY18-FY20. Studi ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif dengan melibatkan data primer yang diperoleh melalui kuesioner, mengukur sikap dan perilaku terkait program ini. Data sekunder juga digunakan untuk mendukung penelitian ini. Data dianalisis menggunakan berbagai metode statistik, termasuk analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Dalam penerapan program ‘Behavior Based Safety’, responden memiliki beberapa sikap dan perilaku baik/kurang baik yang tidak berbeda secara signifikan maupun yang berbeda secara signifikan. Sebagian besar responden memiliki sikap yang baik terhadap safety walk, safety observation dan nearmissed report serta sebagian besar responden memiliki perilaku yang baik terhadap risk assessment, safe system of work serta training & supervision. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa program Behavior Based Safety secara statistik berpengaruh terhadap angka kecelakaan kerja, namun sikap dan perilaku pekerja penerapan program tidak ada pengaruh secara signifikan terhadap kejadian kecelakaan kerja. Maka perlu meningkatkan program Behavior Based Safety dan memastikan pekerja konsisten dalam penerapan program Behavior Based Safety.

The 'Behavior Based Safety' program is designed to protect workers from hazards and prevent work accidents. Despite the positive goals, implementation of these programs has often been met with challenges, including lack of participation and resistance by some workers. This study aims to examine various aspects related to the 'Behavior Based Safety' program from program implementation, analysis of accident trends, the influence of attitudes and behavior on the implementation of the 'Behavior Based Safety' program for Occupational Accidents. This research was conducted at PT. X with locations in several regions in Indonesia, between April and July 2023. The study involved 299 employees from various types of services in 35 locations of PT. X. program was assessed by analyzing accident data during the period FY15-FY16 and FY18-FY20. This study uses a descriptive analysis approach involving primary data obtained through questionnaires, measuring attitudes and behavior related to this program. Secondary data is also used to support this research. Data were analyzed using various statistical methods, including univariate analysis and bivariate analysis with the chi-square test. In implementing the 'Behavior Based Safety' program, respondents had several good/bad attitudes and behaviors that were not significantly different or significantly different. Most of the respondents had a good attitude towards safety walk, safety observation and near-missed report and most of the respondents had good attitude towards risk assessment, safe system of work and training & supervision. The results of this study prove that the Behavior Based Safety program statistically has an effect on the number of work accidents, but the attitude and behavior of workers implementing the program has no significant effect on the occurrence of work accidents. Therefore, it is necessary to enchance the Behavior Based Safety program and ensure that employees are consistent in implementing the Behavior Based Safety program."
Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wahyu Hidayat
"Sektor pertambangan merupakan sektor pekerjaan yang sangat sarat dengan kecelakaan kerja. Hal ini disebabkan karena karakteristik pekerjaan yang berkaitan dengan kondisi alam yang beragam dan sulit diprediksi kondisinya. Berdasarkan data statistik dari Kementerian ESDM Tahun 2009, di lokasi PTA terjadi kasus kecelakaan keija terjepit secara nasional sebesar 4 kali kecelakaan. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab kecelakaaan terjepit di perusahan pertambangan dianalisis menggunakan konsep dalam buku human error in mine safety oleh Geoff Simpson, dkk mengenai konsep human error likelihood influence framework. Dimana, kecelakaan keija dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah faktor organisasi, pengawasan/supervisi, training dan kompetensi, SOP (Standards Operating Procedure), peraturan, kondisi tempat kerja/lingkungan kerja serta adanya interaksi antara pekerja dengan mesin/peralatan yang digunakan (Simpson, 2009).
Sector mining is one of work sector that really crowded with job accident. It corresponds to work characteristic that gets bearing face to face with nature condition that really medley and difficult being predicted its condition so causing in height job accident zoom, Base statistical of ESDM'S ministry Year 2009, at PTA was happen 4 cut accident happening work accident ca.w is in a bind national ala as big as 4 accident time be in a bind. To understand accident causation factor in mining sector can be analyze by use of framework in books human error in mine safety by Geoff Simpson with concept human error likelihood influence framework. In this book explain that accident can caused by safety management system/organization and safety culture.,. supervision/first line management roles and responsibilities, training and competence, codes, rules and procedures, the workplace environment, the person and machine interface (Simpson, 2009)."
Depok: Universitas Indonesia, 2010
T32427
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Zaky
"ABSTRAK
Penggunaan bahan kimia berbahaya di laboratorium pengujian kimia seperti Laboratorium X terkadang tak terhindarkan. Sementara itu, penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa pekerja laboratorium yang telah bekerja lebih dari 20 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, kanker ovarium, leukemia, melanoma, kanker prostat, dan kanker tiroid dibandingkan jenis pekerja lain di laboratorium. Oleh karena itu, penilaian risiko kesehatan dari penggunaan bahan kimia berbahaya sangat penting dilakukan di Laboratorium X untuk memastikan kesehatan pekerja laboratorium di masa depan. Tujuan dari penilaian ini untuk mengevaluasi risiko yang timbul dari aktivitas di laboratorium dan untuk mengevaluasi tindakan pengendaliannya. Penilaian risiko kualitatif ini telah dilakukan di Laboratorium X yang diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut lembar data keselamatannya dan telah dilakukan dengan menggunakan alat yang dikembangkan oleh Jabatan Keselamatan dan Kesihatan Pekerjaaan, Kementerian Sumber Manusia, Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat bahaya yang terdapat pada Laboratorium X sangat bervariasi sebagian besar bahaya yang ada pada bahan kimia yaitu bersifat iritan. Hasil evaluasi risiko menunjukkan bahwa pekerja laboratorium memiliki risiko kesehatan yang signifikan dari bahan kimia berbahaya yang digunakan baik pada pajanan inhalasi dan dermal juga langkah-langkah pengendaliannya yang diterapkan untuk mengontrol pajanan bahan kimia di laboratorium dapat ditingkatkan dan beberapa di antaranya sudah memadai.

ABSTRACT
The use of hazardous chemicals in a chemical testing laboratory such as Laboratory X sometimes inevitable. Meanwhile, previous research concluded that laboratory workers who have worked more than 20 years have a higher risk of developing breast cancer, ovarian cancer, leukemia, melanoma, prostate cancer, and thyroid cancer than other types of workers in the laboratory. Therefore, a health risk assessment from using hazardous chemicals is very important to be done in Laboratory X to ensure the health of laboratory workers in the future. The purpose of the assessment is to evaluate of risk arise from activity in the laboratory and to evaluate its control measures. This qualitative risk assessment has been conducted in Laboratory X that uses chemicals that are classified as hazardous according to its safety data sheets and has been done using the tool developed by the Department of Safety and Health, Ministry of Human Resources, Malaysia. The results show that the hazard levels found in Laboratory X vary greatly in the majority of the hazards present in chemicals which are irritants. From the risk evaluation results show that laboratory workers have significant health risks from hazardous chemicals used both in inhalation and dermal exposures also the control measures applied to control exposure to chemicals in the laboratory can be increased and some of them are adequate."
2019
T52739
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zully Achmad Fattatulhidayat
"Analisis senyawa organik di laboratorium umumnya menggunakan pelarut organik untuk keperluan ekstraksi dan destilasi. Pelarut organik yang banyak digunakan adalah diklormetan dan n-heksan. Penggunaan diklormetan dan nheksan berisiko terhadap kesehatan pekerja laboratorium. Diklormetan adalah senyawa karsinogenik kategori 2 B menurut IARC, sedangkan pajanan heksan berisiko terhadap kerusakan sistem syaraf.
Penelitian ini untuk mengetahui sebaran konsentrasi diklormetan dan n-heksan di ruangan laboratorium, profil pajanan dan pengendalian yang sudah dilakukan dan risiko pajanan berdasarkan konsentrasi diklormetan dan n-heksan pada pengambilan sampel perseorangan, durasi pajanan dan hazard rating.
Hasil analisis konsentrasi diklormetan dan nheksan di seluruh ruangan laboratorium masih di bawah nilai rekomendasi treshold limit value dari American Conference of Governmental Industrial Hygienist. Sistem pengendalian pajanan secara administratif dan penggunaan alat pelindung diri sebagai pencegahan pajanan diklormetan dan n-heksan di laboratorium sudah memadai, namun diperlukan perbaikan untuk kondisi ventilasi di laboratorium sebagai bagian dari pengendalian teknis.
Hasil analisis risiko kesehatan menggunakan sistem risk rating adalah teknisi laboratorium 1, operator GC ECD dan asisten laboratorium memiliki risiko kesehatan medium sedangkan operator GC MS dan Teknisi laboratorium 2 memiliki risiko kesehatan rendah terhadap pajanan n-heksan. Teknisi laboratorium 1, teknisi laboratorium 2 ,operator GC MS dan asisten laboratorium memiliki risiko kesehatan medium sedangkan operator GC ECD memiliki risiko kesehatan rendah terhadap pajanan diklormetan.

Generally organic coumpound analysis in laboratory need organic solvent for extraction and distilation purpose. Dichlormethane and n-hexane are a common organic solvent for laboratory analysis. The use of dichlormethane and n-hexane in laboratory have a high risk for employees health. Diclormethane is classify as 2 B group of carcinogenic material of IARC, while n-hexane could chronically cause a nervous system damage.
The purposes of this research are to determine the concentration of dichlormethane and n-hexane in workplace, the exposure and exist control profile in laboratory and to do chemical exposure risk assessment according to dichlormethane and n-hexane analysis from employees personal sampling, duration of exposure and hazard rating.
The result of dichlormethane and n-hexane analysis in workplace are still below the value of treshold limit value of american conference of governmental industrial hygienist. Laboratory has a good administratif control and PPE control to prevent the exposure of dichlormethane and n-hexane but the enginering control need improvement for ventilation system.
The result of n-heksan exposure health risk assessment using risk rating system are laboratory technician 1, GC ECD operator, and laboratory assistance were categorized as medium risk, while GC MS operator and laboratory technician 2 were categorized as low risk. The result of diklormetan health risk assesment were laboratory technician 1, laboratory technician 2, GC MS operator and laboratory assistance are categorized as medium risk, while GC ECD operator was categorized low risk."
Depok: Universitas Indonesia, 2012
T31763
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Riki Johari
"Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di laboratorium terutama di bagian Mikrobiologi merupakan hal penting yang harus dijalankan, dimana laboratorium di bagian Mikrobiologi merupakan salah satu tempat kerja yang mengandung bahaya kesehatan mudah terjangkit penyakit, risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tujuanya adalah diketahuinya tingkat risiko K3 pada aktivitas pemeriksaan sampel yang rutin dilakukan seperti pemeriksaan kultur darah, sputum dan memberikan rekomendasi. Tahapan manajement risiko dilakukan berdasarkan pendekatan manajemen risiko AS/NZS 4360:2004, metode identifikasi hazard yang digunakan adalah Generic Model dan untuk penentuan level risiko metode analisa risiko semikuantitatif mengunakan nilai berupa skor berdasarkan W.T. Fine dalam Cross Jean, 1998. Existing risk (dengan memperhitungkan pengendalian yang telah ada) pada aktivitas pemeriksaan kultur darah dan sputum dikelompokan menurut tahapan kerja dan dilakukan skoring berdasarkan Fine untuk menentukan level risikonya, didapatkan level risiko Besar sebanyak 13, level risiko Prioritas 3 sebanyak 17, dan level risiko Diterima sebanyak 6. Untuk mengurangi risiko K3 pada petugas analis kesehatan di bagian Mikrobiologi dilakukan engineering control, administrative control, dan alat pelindung diri (APD).

Implementation of Occupational Health and Safety in the Microbiology laboratory is especially important to be performed, where the Microbiology laboratory isone of workplace helath hazards easily contract the disease, the risk of occupational accidents and occupational diseases. The aim is to know the level of risk k3 activity routine sample check such as checking blood culture, sputum and provide recommendations. Stages of Management of risk approach to risk management i based on AS/NZS 4360:2004, hazard identification methods used are Generic Model for determinaation of the level of risk and risk analysis methods semiquantitatively using a score based on the value in WT Fine in Jean Cross, 1998. Existing risk (taking into account existing controls) on the activityof blood and sputum culture examination are grouped according to the stages of labor and scoring done by Fine to determine the level of risk, Great risk levels obtained were 13, the risk level Priority 3 as many as 17, and as Acceptable risk levels 6. To reduce the risk of K3 on workers health analyst at the Microbiology conducted engineering controls, administrative controls, and personal protective equipment (PPE)."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S44946
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Weny Liviana
"Studi kelayakan sebuah proyek merupakan suatu studi yang meneliti apakah sebuah proyek atau peluang usaha layak untuk dijalankan. Pada skripsi ini studi kelayakan yang dilakukan yaitu menentukan kelayakan investasi pembelian NMR Spectrometer. Studi kelayakan telah dilakukan berdasarkan aspek permintaan pasar, aspek teknis dan aspek keuangan. Ketiga aspek tersebut diolah untuk dapat menghitung pendapatan, laba dan parameter keuangan NPV, IRR, IP dan Payback Period. Berdasarkan analisa yang dilakukan dengan tinjauan aspek permintaan pasar, aspek teknis dan aspek keuangan dengan nilai NPV = 0 yaitu sebesar Rp 7.709.732.831,87, nilai IRR = 9,28% yaitu sebesar 36 %, nilai PI = 1 yaitu sebesar 2,87 dan Payback Period yaitu 4,11 tahun, maka investasi ini dikatakan layak. Dan pada pilihan alternatif make or buy desicion, perusahaan dapat melakukan penghematan jika melakukan investasi ini. Selain ketiga aspek diatas, dilakukan analisa sensitifitas untuk melihat perubahan nilai NPV terhadap kenaikan total cost dan penurunan total revenue. Dan dihasilkan bahwa investasi ini dinyatakan layak untuk dijalankan.

Project Feasibility Study is a study that learned about project or bussines oportunity is determine whether worth to carried out. In this paper, feasibility study is performed investment of NMR Spectrometer is worth to carried out. Feasibility study had been conducted based on market demand, technical aspect, and finaces aspect. That three aspects processed to calculate income, profit, and NPV, IRR, IP and Payback Period finances parameter. According to the analyse that conducted with market demand observation, technical aspect, and finaces aspect, this investment are worthed to be carried out. On the alternative make or buy decision choise, company could perform the retrenchment if carry out this investment. In addition that three aspects that mention before, sensitivity analysis performed to see changed value of NPV is about Rp .709.732.831,87, IRR = 9,28% is about 36 %, PI = 1 is about 2,87 and Payback is about 4 years to concerning profit decrease. And as a conculusion, this investment is worthed to carry out."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia;, 2009
S51995
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>