Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 25751 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Tembakau memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai sumber penda-patan petani, bahan baku industri rokok, dan devisa negara. Nilai ekspor tembakau pada tahun 2011 mencapai USD 595,61 juta. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, tembakau dan rokok sering diperdebatkan karena adanya kandungan nikotin yang dikaitkan dengan kesehatan. Industri rokok telah mencoba meningkatkan produksi rokok ringan sampai 40% pada tahun 2013, tetapi biayanya mahal sehingga dibutuhkan bahan baku tembakau dengan nikotin rendah. Penurunan kadar nikotin tembakau madura dilakukan melalui pemuliaan secara konven-sional. Seleksi individu dilakukan pada 137 galur. Setelah diskrining, diperoleh 44 galur dan akhirnya tinggal sembilan galur yang memiliki indeks tanaman tinggi dan kadar nikotin rendah. Uji multilokasi menghasilkan dua galur yang kemudian dilepas pada tahun 2004 dengan nama Prancak N-1 dan Prancak N-2. Melalui sosialisasi, pada tahun 2012 kedua varietas telah dikembangkan pada area 3.000 ha di Kabupaten Sumenep dengan produktivitas masing-masing 700 dan 900 kg/ha. Kebijakan yang diusulkan agar petani tetap dapat membudidayakan tembakau ialah (1) peningkatan produktivitas tembakau berkadar nikotin rendah dengan memanfaatkan teknologi maju seperti genetika molekuler; (2) perimbangan alokasi dana pusat dan daerah, dan (3) penelitian pemanfaatan tembakau untuk produk lain."
PIP 7:3 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
M. Nasir
Jakarta: Dikti, 2001
581.6 NAS p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Warwick, E.J.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1983
636.082 WAR p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
"Indonesia is the 5th largest country that consumes tobacco in the world. Eighty five percent smokers, smokes local brand cigarette names clove cigarette...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Heape, Walter
Cambridge, UK: Cambridge University Press, 2014
631.52 HEA b
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Hendro Prasetyo
"Perekonomian Kabupaten Kudus memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap industri rokok/pengolahan tembakau. Perkembangan industri ini kedepan kurang bagus, karena menjngkatnya kesadaran hidup sehat tanpa rokok, dan campur tangan pemerintah dalam menentukan harga jual eceran, penetapan cukai yang tinggi bahkan cukai ganda, dan perkiraan rencana stagnasi produksi tahun 2015-2020.
Penelitian ini bcrtujuan mengidentifikasi sektor/sub sektor lmggulan di Kabupaten Kudus selain industri pengolahan tembakau, sebagai langkah antisipasi untuk menentukan stmtsgi pembangunan ekonomi dimasa datang. Analisis dilakukan terhadap PDRB riil Kabupaten Kudus dan Provinsi Jawa Tcngah tahun 2000-2006,tanpa komponen industri pengolahan tembakau. Dengan mengglmakan metodc Klassen T}po!og)4 Shy?-Share dan Location Quotient (LQ), dihasilkan enam (6) klasifikasi yang berbeda yaitu unggulan, potensial, berkembang, tumbdh, tenekan dan tertinggal. Terbukti sebagai unggulan adalah (i) sektor perdagangan, hotel dan restoran (sub sektor perdagangan besar dan eoeran), 69 sektor industri pengolahan (sub sektor industri tanpa migas khususnya industri makanan dan minuman; kertas dan barang cetakan; alat angkutan, mesin, dan peralatan; barang lainnya), dan sub-sub sektorjasa swasta sosial kemasyarakatan.
Hasil ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pcrtimbangan bagi pemerintah Kabupaten Kudus dalam menentukan strategi kebijakan ekonomi yang lebih naemprioritaskan sektor/sub sektor unggulan
Kudus economy was highly dependens on tobacco industry. But whitc the increase of awareness for healthy life and government interference on retail selling price, through high and double tax, make the growt of tobacco industry seems have no prospect in the future. Production stagnancy forecast in 2015-2020 also contribute to its slower growth.
This research aims to identify base sector/sub sector other than tobacco , industry, as an anticipation to determine Kudus district strategy on economic I development in the future. The analysis use on real GRDP 2000-2006 of Kudus l and Central Java, excluding tobacco industry component.
Typology, Shift-Share and Location Quotient (LQ) methods, give six different 4; classification of sectors as follows : excel, potent, develop, growth, depress, and 5 undeveloped. Trading, hotel & restaurant sector (wholesale and retail sub sector), Q manufactur (non oil & gas industry, especially food and beverages; printing and paper; transportation, apparatus and machinery; others product), and social &. E community service is proven to be the exceled sector in Kudus.
The result of this research could be use for Kudus government in a determine strategic economic policy.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T-pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>