Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 195604 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sara Gabriella
"ABSTRAK
Karakter Donald Duck atau yang kita kenal dengan Donald Bebek mempunyai satu ciri khas yaitu sebagai tokoh yang suka marah, Hal tersebut membuat karakter ini menjadi sangat menarik untuk diteliti dari tindak tuturnya. Tulisan ini menganalisis mengenai permasalahan tindak lokusi, ilokusi, dan perlokusi apa yang terdapat dalam tindak tutur emosi (marah) karena kecemburuan pada karakter Donald Duck. Dengan tujuan mengetahui tindak tutur tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini adalah ada beberapa hal dimana apa yang Donald katakan tidak bermakna sama dengan apa yang ia inginkan sebenarnya.
Kesimpulan penelitian ini adalah kemarahan Donald yang disebabkan oleh kecemburuan banyak menimbulkan perlokusi tidak langsung dan menunjukkan kemarahannya dengan penggunaan tanda seru dan juga huruf kapital dalam penulisan.

ABSTRACT
Donald Duck or "Donal Bebek" is well known as a character who gets angry easily. This makes this character interesting to be analysed from his speech acts. This study analyses locutionary acts, illocutionary acts, and perlocutionary acts in the main character Donald Duck?s anger speech act caused by jealousy. By knowing the speech act as the purpose, this study uses the qualitative method.
The result of this study is that there are moments when things Donald says are not what he really means. As the conclusion of this study Donald?s jealousy makes many indirect-perlocutionary acts, and he shows his anger in the use of exclamation marks and capital letters in text.
"
2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Zaenab Karimah
"ABSTRAK
lappy Bird merupakan sebuah permainan yang fenomenal di akhir tahun 2013 yang menjadi sorotan publik. Permainan ini kemudian dibuat film kartun pendek yang menarik banyak penonton dari berbagai belahan dunia. Film kartun adalah salah satu media hiburan untuk masyarakat. Kud merupakan kanal di Youtube yang mengunggah film kartun dengan genre komedi dan tema-tema yang sedang hangat di masyarakat. Penulis ingin mengetahui bagaimana tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi pada tuturan antara tokoh-tokoh yang terdapat di dalam film Kud Flappy Bird. Tuturan tokoh yang telah ditranskrip kemudian dianalisis berdasarkan teori tindak tutur menurut Austin dengan melihat tindak lokusi dan ilokusinya serta melihat arah perbubahan antara kata-kata (woorden) dengan fakta (wereld). Jenis tindak ilokusinya dianalisis berdasarkan teori tindak ilokusi oleh Searle. Selain itu, untuk melihat bentuk perlokusinya film ini dianalisis berdasarkan teori perlokusi menurut Cohen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis deskriptif untuk menganalisis tuturan pada film kartun secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukan bagaimana tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi yang terkandung pada tuturan film kartun Kud Flappy Bird.

ABSTRACT
Flappy Bird is a fenomenal game that has entered the public spotlight in the end of 2013. Afterwards This game has risen in popularity on other platforms as well, such as being made into a short film cartoon which attracted a lot of viewers around the world. Cartoons are generally one of the most popular forms of media entertainment. Kud is a Youtube channel that uploads cartoon videos within the comedy genre and it discusses trending topics in the society. The writer is doing his best to implement the locutionary, ilocutionary and perlocutionary acts within the speech of the characters. This can for example be seen in the video of Kud called Flappy Bird. The dialogs of the characters that have been transcripted and then analyzed. This was based on the speech acts theory of Austin by looking at the locutions and the ilocutions as well as the change occurred between the words (woorden) and the world (wereld). The illocutionary category is analyzed based on the speech according to Searle?s theory. Beside of that, to see the form of the perlocutionary acts in this film is analyzed through the theory of perlocutionary acts of Cohen. This study uses qualitative methods and descriptive analysis to analyze the whole speech in this cartoon film. The result of this locutionary, illocutionary and perlocutionary can be seen in the speech of the cartoon film of Kud's Flappy Bird.
"
2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Alfiyah Kurnia
"Penelitian ini membahas tindak tutur ilokusi direktif dalam film Майор Гром: Чумной Доктор (Major Grom: Čumnoj Doktor) ‘Mayor Grom: Dokter Wabah’ dan implikasi penggunaannya dengan mengeksplorasi hubungan antara tindak tutur dan kelas sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan mengklasifikasikan jenis dan fungsi tindak tutur direktif pada sebuah film yang mengangkat tema superhero. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori tindak tutur milik John Searle. Penyajian hasil analisis data menunjukkan terdapat total 23 tuturan ilokusi direktif dari 18 potongan percakapan film Майор Гром: Чумной Доктор (Major Grom: Čumnoj Doktor) ‘Mayor Grom: Dokter Wabah’. Ada 5 tuturan direktif yang diujarkan oleh tokoh-tokoh yang tergolong kaum elite, 2 jenis persyaratan, 2 jenis nasihat, dan 1 jenis permohonan. 10 tuturan direktif yang diujarkan oleh tokoh-tokoh yang tergolong kelas menengah, 6 termasuk jenis persyaratan, 3 jenis larangan, dan 1 jenis permohonan. 7 tuturan direktif yang diujarkan oleh tokoh-tokoh yang tergolong kelas pekerja, 5 termasuk jenis permohonan dan 2 jenis persyaratan. 1 tuturan direktif yang diujarkan oleh tokoh yang tergolong kelas bawah di bidang ekonomi termasuk ke dalam jenis permohonan.
This study discusses the directive illocutionary speech act in the film Майор Гром: Чумной Доктор (Major Grom: Čumnoj Doktor) ‘Major Grom: Plague Doctor’ and the implications of its use by exploring the relationship between the speech act and social class. The study aims to identify, describe, and classify the types and functions of directive speech acts in a film with a superhero theme. The research method employed is descriptive qualitative using John Searle's speech act theory. The results of the data analysis showed that there were total of 23 illocutionary directives from 18 conversations in the film Майор Гром: Чумной Доктор (Major Grom: Čumnoj Doktor) ‘Major Grom: Plague Doctor’. Of these, 5 directive speech acts were performed by the elites, 2 types of requirements, 2 types of advice, and 1 type of request. 10 were performed by the middle class, 6 including requirements, 3 prohibitions, and 1 request. 7 were performed by the working class, 5 including types of requests and 2 types of requirements. 1 were performed by the lower class in the economic field and is included in the type of request."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Thalita Aria Suryani
"ABSTRAK
Komunikasi merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi yang baik bersifat komunikatif, yaitu apabila pesan/tuturan yang disampaikan penutur dapat diterima dengan baik oleh mitra tutur. Penulisan jurnal ini bertujuan untuk menganalisis ketidakberhasilan sebuah komunikasi dalam film Erbsen Auf Halb 6 dengan menggunakan teori tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dari John Langshaw Austin. Selain itu, jurnal ini juga bertujuan untuk mengetahui penyebab dan akibat dari ketidakberhasilan komunikasi tersebut.

ABSTRACT
Communication is a necessary thing in everyday life. Good communication is communicative. Communicative is when a communication that is delivered by a speaker can be accepted well by a partner. This journal intend to analyze failure of communication through a film ldquo Erbsen Auf Halb 6 rdquo using the theory of locutionary, illocutionary, and perlocutionary speech act from John Langshaw Austin. In addition, this journal intend to know the causes and consequences of the unsuccessful communication."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Eunike Kezia Priska
"Komik serial Tintin merupakan salah satu bentuk kartun yang terkenal di dunia. Tak hanya dalam bentuk Komik namun serial Tintin juga dibuat kedalam film di layar besar. Komik adalah salah satu media untuk menghibur bahkan dapat digunakan sebagai media penyampaian pikiran suatu individu. ?Kuifje en Het Zwarte Goud? atau Tintin dan Negeri Emas Hitam adalah salah satu sarana Hergé, penulis petualangan Tintin untuk menyampaikan situasi politik yang terdapat di Timur Tengah ketika itu. Dalam komik Tintin karangan Hergé banyak terdapat maksud dan opini yang ia sampaikan melalui pertuturan antartokoh. Penulis hendak melihat apa saja tindak tutur yang terdapat dalam komik Tintin ?Kuifje en Het Zwarte Goud? pada empat halaman pertama komik ini. Teks yang berupa tuturan dari tokoh dianalisis berdasarkan teori tindak tutur menurut Austin dengan melihat tindak tutur ilokusi dan perlokusi. Selain itu dilihat pula tanda bahasa (Onomatope) yang terdapat dalam percakapan antartokoh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis deskriptif untuk menganalisis peruturan secara keseluruhan. Hasil penelitian mendeskripsikan berbagai macam tindak tutur yang muncul terkait tema cerita dalam komik ini.
The serial comic books of the Adventures of Tintin is one of the best famous Cartoon in the world. It is not only in the form of comic books, but this serial has also made into a big box office movie. Comic is the media to entertain and also it can be used to interpret the way of think of men. ?Kuifje en Het Zwarte Goud? or Tintin And The Land of Black Golds, is the one which distribute the way of thinking from the author from Tintin, Hergé. He speaks out his mind about the political issues in the Middle East and pour it down to this serial. In this comic, there are so many Hergé?s intention and opinion which can be seen through the speech acts. The author would like to see what are the speech acts that contained in this comic book throughout the first 4 pages. The text in the form of speech acts is analyzed based on Austin?s theory of speech acts by looking at the illocutions and the perlocutions. The text also analyzed by looking at the sign of language (onomatope) which included in the conversation between the characters. This study uses qualitative methods and descriptive analysis to analyze the whole speech acts in this comic book. The results describe a wide variety of speech acts which appear accordance to the theme of the comic."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Fiqi Khoiriyan Wanhar
"Dalam kehidupan sehari-hari manusia terlibat dalam interaksi dan komunikasi secara verbal. Dalam hal ini tentunya Bahasa mempunyai kaitan yang erat dengan proses komunikasi karena tidak ada satupun peristiwa komunikasi yang tidak melibatkan bahasa. Film merupakan cerita penggambaran kehidupan sehari-hari yang menyajikan konflik kehidupan tertentu. Dialog dalam film merupakan sarana verbal utama yang digunakan untuk mengungkapkan pesan melalui film salah satunya mengenai ungkapan tuduhan. Tujuan penelitian ini adalah menjabarkan strategi tindak ilokusi tuduhan yang dilakukan tokoh Bu Tedjo pada dialog film pendek Tilik karya Ravacana Film. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk menganalisis penggunaan bahasa dalam tuturan dialog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak ilokusi menuduh disampaikan dengan menggunakan kategori tindak tutur expressive accusing yang disertai dengan tindak tutur assertive stating sebagai wujud dari upaya meyakinkan tuturan tuduhan. Tuturan tuduhan tokoh Bu Tedjo disampaikan dalam dua bentuk tuturan, yakni tindak tutur langsung yang dengan mematuhi prinsip kerjasama Grice dan tindak tutur taklangsung yang tidak mematuhi prinsip kerjasama Grice. Penggunaan tindak tutur taklangsung yang produktif mencapai 62.5% dalam dialog menunjukkan ciri-ciri strategi tutur menuduh pada orang Jawa yang bergosip dalam film Tilik.

In everyday life, humans are involved in verbal interaction and communication. In this case, of course, language has a close relationship with the communication process because there is not a single communication event that does not involve language. Film is a story depicting everyday life that presents certain life conflicts. Dialogue in films is the main verbal means used to express messages through films, one of which is the expression of accusations. The purpose of this study is to describe the strategy of the illocutionary act of accusations carried out by the character of Bu Tedjo in the dialogue of the short film Tilik by Ravacana Film. This study uses a qualitative descriptive research method to analyze the use of language in dialogue. The results showed that the illocutionary act of accusing was conveyed by using the category of expressive accusing speech act accompanied by assertive stating as an effort to convince the accusation. The accusations made by Mrs. Tedjo are presented in two forms, namely direct speech acts that comply with Grice's cooperation principle and indirect speech acts that do not comply with Grice's cooperation principle. The productive use of indirect speech acts reached 62.5% in the dialogue, showing the characteristics of the accusing speech strategy of the gossiping Javanese in the film Tilik."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Aninda Savira Sofandy
"Penelitian ini membahas kategori dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam lakon Wabah yang dipentaskan oleh Teater Koma. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam lakon Wabah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian ini adalah dialog yang dituturkan oleh tokoh-tokoh pada lakon Wabah yang berdurasi 25:26 menit. Pengumpulan data dimulai dengan melakukan transkripsi data dan mengelompokkan data-data berdasarkan jenis tindak tuturnya. Penelitian ini menggunakan teori tindak tutur ilokusi Searle (dalam Leech, 1993). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat jenis tindak tutur yang ditemukan, yaitu tindak tutur direktif, asertif, komisif, dan ekspresif. Pada tindak tutur direktif, ditemukan tujuh fungsi komunikatif, yaitu menasihati, mengingatkan, menyuruh, melarang, menuntut, memohon, dan mengajak. Pada tindak tutur asertif, ditemukan dua fungsi komunikatif, yaitu menyatakan dan menyangkal. Pada tindak tutur komisif, ditemukan satu fungsi komunikatif, yaitu berjanji. Lalu, pada tindak tutur ekspresif, ditemukan dua fungsi komunikatif, yaitu mengeluh dan memuji.

This study discusses the categories and functions of illocutionary speech acts in Teater Koma's drama. This research aims to describe the types of illocutionary acts found in the drama entitled Wabah. This research is qualitative research with a descriptive-analytical approach. The data source in this study is the dialogue spoken by the characters in the drama Wabah, which lasts 25:26 minutes. Data collection begins by transcribing and grouping the data based on the categories of speech acts. This study uses Searle's speech act theory (in Leech, 1993). The results of this study indicate that there are four categories of speech acts found, namely directive, assertive, commissive, and expressive speech acts. In directive speech acts, seven communicative functions are found; advising, reminding, ordering, forbidding, demanding, begging, and inviting. In assertive speech acts, two communicative functions are found; stating and denying. In commissive speech acts, one communicative functions are found; promises. Then, in expressive speech acts, two communicative functions are found: complaining and praising."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Diah Rigelina S.P.
"Skripsi ini menganalisis tindak lokusi , tindak ilokusi dan tindak perlokusi dalam komik Hagar. Tujuannya adalah untuk melihat hubungan antara tindak ilokusi dan tindak perlokusi dalam masing-masing cerita komik Hagar, menganalisis apakah terjadi ketidaksesuaian antara tindak ilokusi dan tindak perlokusi dan penyebab ketidaksesuaian tersebut, serta apa penyebab kelucuan di dalam masing_-masing cerita.
Dari kelima cerita yang menjadi korpus data, dua cerita merupakan cerita dimana tindak ilokusinya menghasilkan tindak perlokusi yang sesuai, satu cerita merupakan cerita dimana tindak perlokusi yang muncul tidak dapat sepenuhnya memenuhi tindak ilokusinya, satu cerita lain merupakan cerita dimana tindak perlokusi yang muncul merupakan tindak ilokusi yang tidak diharapkan, sedangkan dalam satu cerita terakhir, tidak ada tindak perlokusi yang terjadi, karena cerita tersebut, merupakan sebuah monolog.
Ketidaksesuaian antara tindak ilokusi pembicara dan tindak perlokusi mitra bicaranya hanya terdapat pada cerita pertama, yang disebabkan karena situasi dimana ada pihak yang merasa berkepentingan terhadap isi pembicaraan pembicara dengan mitra bicaranya, walaupun pihak tersebut sebenarnya berada di luar pembicaraan itu. Di dalam tiga cerita lainnya, tindak perlokusi yang terjadi adalah tindak perlokusi yang sesuai dengan tindak ilokusinya. Sedangkan di dalam satu cerita terakhir, tindak ilokusi pembicara tidak menghasilkan tindak perlokusi, karena di dalam cerita ini si pembicara tidak memiliki mitra bicara.
Kelucuan terjadi di dalam semua cerita. Kelucuan itu terjadi karena reaksi yang terjadi pada mitra bicara si pembicara. Akan tetapi, khusus untuk satu buah cerita yang merupakan monolog, kelucuan terjadi karena reaksi yang terjadi pada diri si tokoh sendiri."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1995
S14624
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nabila Rahil Fikriyah
"Penelitian ini adalah kajian tentang jenis-jenis tindak tutur ilokusi ekspresif yang  terdapat dalam  film Belanda 'Jongens', Film 'Jongens' merupakan film yang dirilis di tahun 2014 tentang pencarian jati diri seorang atlet estafet remaja bernama Sieger serta kebingungannya dengan seksualitas dan label diri. Tujuan dari kajian ini adalah untuk memaparkan tindak tutur ilokusi ekspresif apa saja yang terdapat di dalam film 'Jongens'. Kajian ini berlandaskan teori John Langshaw Austin dalam How To Do Things With Words dan John R. Searle dalam Speech Acts: An Essay in the Philosophy of Language dan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Terdapat total 32 tindak tutur ilokusi ekspresif yang dapat diidentifikasi dalam kajian ini dan tindak jenis ekspresif yang ditemukan adalah sarkasme, memberi sindiran, pujian, kekhawatiran, amarah, dan kekecewaan.

This research is a study of the types of expressive illocutionary speech acts through linguistic perspective contained in the Dutch film 'Jongens', the film 'Jongens' is a film released in 2014 about the search for the identity of a teenage relay athlete named Sieger and his confusion with his sexuality and self label. The purpose of this study is to describe what expressive illocutionary speech acts are in the film 'Jongens'. This study is based on the theory of John Langshaw Austin in How To Do Things With Words and John R. Searle in Speech Acts: An Essay in the Philosophy of Language and uses a qualitative descriptive method. There are a total of 32 examples of expressive illocutionary speech acts that can be identified in this study and the identified expressive acts are sarcasm, praise, worry, anger, and disappointment.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Salsabila Libna Safitri
"Tujuan dari iklan adalah untuk menarik perhatian dan mempengaruhi konsumen, untuk dapat mencapai tujuan tersebut dalam ikan digunakan tindak tutur ilokusi. Dengan menggunakan teori tindak tutur ilokusi menurut Searle, 1979 (dalam Levinson 1983) penelitian ini menganalisis penggunaan fungsi tindak tutur ilokusi dalam iklan produk kecantikan Weleda. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dengan teknik menyimak dan mencatat. Dari enam iklan produk terdapat sembilan kalimat memiliki tindak tutur ilokusi representatif dan tiga kalimat yang memiliki tindak tutur ilokusi direktif. Tindak tutur ilokusi dalam data iklan berfungsi membangun konsep tubuh ideal yang sejalan dengan teori 'aturan' kecantikan konsumen Benwell dan Stokoe (2006) yang menyatakan bahwa kulit harus halus, kenyal, dan kencang; konsistensi penampilan itu bagus; transformasi atau perubahan itu baik; penuaan itu buruk dan harus diusahakan untuk dihilangkan atau disamarkan; dan tampil cantik natural itu diidamkan.

The purpose of advertising is to attract attention and influence consumers. In order to achieve that, Illocutionary speech acts are used. By using illocutionary speech act theory according to Searle, 1979 (in Levinson 1983) this research analyzes the use of illocutionary speech act functions in Weleda beauty product advertisements. This research data was analyzed using descriptive methods with listening and note-taking techniques. From the six product advertisements, nine sentences have representative illocutionary speech acts and three sentences have directive illocutionary speech acts. Illocutionary speech acts in advertising data function to build the ideal body concept which is in line with Benwell and Stokoe's (2006) theory of consumer beauty 'rules' which states that skin should be smooth, supple and firm; consistency of appearance is good; transformation or change is good; aging is bad and should be attempted to be eliminated or disguised; and looking naturally beautiful is desirable."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>