Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 119317 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Marianne Wiguna
"[ABSTRAK
Industri farmasi merupakan badan usaha yang memiliki izin dari Kementerian Kesehatan untuk melakukan kegiatan pembuatan obat atau bahan obat Dalam pembuatan obat tersebut terdapat suatu Cara Pembuatan Obat yang Baik CPOB Apoteker bertanggung jawab dalam pelaksanaan pekerjaan kefarmasian dalam hal pembuatan obat Peranan penting Apoteker di industri farmasi yaitu bertanggung jawab dalam produksi pengawasan mutu dan pemastian mutu produk yang dibuat dalam industri farmasi Permasalahan kefarmasian yang dapat terjadi adalah pada proses produksi adanya keluhan pelanggan maupun adanya target hasil yang harus dicapai dalam jangka waktu yang singkat ABSTRACT Pharmaceutical industry is a business entity which has permission from Ministry of Health to produce drug or drug raw material In the drug production there is a Good Manufacturing Product GMP Pharmacist has responsibility in the implementation of pharmacy jobs especially in drug production The important roles of pharmacist in pharmaceutical industry are having responsibility for drug production quality control and quality assurance The pharmaceutical problems which can be occurred are in the drug production customer complaint and the target to be achieved in the short period of time ;Pharmaceutical industry is a business entity which has permission from Ministry of Health to produce drug or drug raw material In the drug production there is a Good Manufacturing Product GMP Pharmacist has responsibility in the implementation of pharmacy jobs especially in drug production The important roles of pharmacist in pharmaceutical industry are having responsibility for drug production quality control and quality assurance The pharmaceutical problems which can be occurred are in the drug production customer complaint and the target to be achieved in the short period of time ;Pharmaceutical industry is a business entity which has permission from Ministry of Health to produce drug or drug raw material In the drug production there is a Good Manufacturing Product GMP Pharmacist has responsibility in the implementation of pharmacy jobs especially in drug production The important roles of pharmacist in pharmaceutical industry are having responsibility for drug production quality control and quality assurance The pharmaceutical problems which can be occurred are in the drug production customer complaint and the target to be achieved in the short period of time , Pharmaceutical industry is a business entity which has permission from Ministry of Health to produce drug or drug raw material In the drug production there is a Good Manufacturing Product GMP Pharmacist has responsibility in the implementation of pharmacy jobs especially in drug production The important roles of pharmacist in pharmaceutical industry are having responsibility for drug production quality control and quality assurance The pharmaceutical problems which can be occurred are in the drug production customer complaint and the target to be achieved in the short period of time ]"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2015
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hasna Muthia Secundinani
"ABSTRAK
Praktek kerja profesi di PT. Kalbe Farma, Tbk. Periode Bulan Januari - Februari Tahun 2017 bertujuan untuk mengetahui tugas dan tanggung jawab apoteker di industri farmasi dan memahami penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik CPOB di Industi Farmasi. Selain itu calon apoteker juga dapat memiliki gambaran nyata tentang permasalahan pekerjaan kefarmasian di industri farmasi, memiliki wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman praktis untuk melakukan pekerjaan kefarmasian di industri farmasi. Praktek kerja profesi di PT. Kalbe Farma, Tbk dilakukan selama delapan minggu dengan tugas khusus yang diberikan yaitu berjudul ldquo;Pembuatan Protokol Validasi Proses Produksi Tablet X rdquo;. Tujuan dari tugas khusus ini adalah agar calon apoteker dapat membuat protokol validasi proses. Secara umum, PT. Kalbe Farma, Tbk. telah menerapkan 12 aspek CPOB dengan baik dan benar, penulis juga telah mendapatkan kemampuan untuk memahami peran, tugas, wawasan dan tanggung jawab apoteker dan memberikan solusi pada permasalahan di industri farmasi.

ABSTRACT
Internship at PT. Kalbe Farma, Tbk. month period January February 2017 aims to understand the duties and responsibilities of pharmacists in the pharmaceutical industry and the understanding of the application of good manufacturing practice GMP in the pharmaceutical industry. In addition, the pharmacist candidate can also have the insight, knowledge, skills and practical experience to undertake pharmaceutical work in the pharmaceutical industry. Practice professional work in PT. Kalbe Farma, Tbk. conducted for eight weeks with a special assignment given is ldquo Creation Protocol Validation Process of Tablet X rdquo . The purpose of this special assignment is the pharmacist candidate can create a protocol validation process. In general, PT. Kalbe Farma, Tbk. has applied 12 aspects of GMP well and correctly, the authors also have the ability to understand the roles, duties, insights and responsibilities of pharmacists and provide solutions on products in the industry pharmacy"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2017
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Irghazi Respayondri
"Industri farmasi dalam melakukan seluruh aktivitas pembuatan obat atau bahan obat wajib menerapkan pedoman terbaru Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). CPOB juga menyatakan bahwa apoteker merupakan personil kunci di industri farmasi yakni sebagai kepala bagian produksi, kepala bagian pengawasan mutu, dan kepala pengawasan mutu. Apoteker dituntut memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman praktis dalam menerapkan CPOB di industri farmasi. Oleh karena itu, PT. Kalbe Farma, Tbk. memberikan kesempatan kepada calon apoteker untuk dapat melaksanakan praktik kerja profesi apoteker sehingga membantu calon apoteker dalam berpraktik di dunia industri farmasi pada masa mendatang.

In conducting all of drug manufacturing activities, pharmaceutical industries are required to apply the latest guideline of Good Manufacturing Practice (GMP). GMP states that pharmacists are the key pesonnel in pharmaceutical industry as head of production, head of quality control, and head of quality assurance . Pharmacist are required to have knowledge, skills, and experience in applying GMP in pharmaceutical industry. Therefore, PT Kalbe Farma Tbk. provides the opportunity for apothecary student to have practical experience in pharmaceutical industry for the future.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2016
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Mayangsari
"Praktek kerja profesi di industri farmasi dilaksanakan di Corporate Business Development PT. Kalbe Farma, Tbk. selama 2 bulan. Pada praktek kerja profesi ini, mahasiswa dapat mengetahui peran Apoteker sebagai Business Development di industri farmasi. Tugas dari Business Development adalah mengembangkan bisnis dengan inovasi dan melihat tren kesehatan sehingga memiliki daya saing yang tinggi dan menjaga pertumbuhan perusahaan tetap berjalan. Tahapan dari Business Development adalah pencarian ide, pemtangan dan penilaian ide, pengambilan keputusan bisnis layak atau tidak layak, persiapan rencana bisnis, pembuatan formulir usulan produk baru, persetujuan dari berbagai departemen yang terkait, dan yang terakhir eksekusi ide serta pengawasan ide sampai peluncuran produk

Profession internship in the pharmacy industry was held at Corporate Business Development PT. Kalbe Farma, Tbk. for two months. In this internship, student knows that the Pharmacist works as business development in pharmacy industry.
The duties of business development is to develop business with innovation to health trends that have high competitiveness and maintain the growth of the company afloat. The stages of Business Development is the search of ideas, ripening and assessment of ideas, business decision-making feasible or not feasible, the preparation of business plans, creation proposal form of new products, approval of the various departments involved, and the last execution of ideas as well as the supervision of an idea until the launch of the product
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2016
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fauzi Rahman
"ABSTRAK
Praktek Kerja Profesi dilaksanakan di PT. Kalbe Farma, Tbk di Lippo
Cikarang. Praktek kerja profesi ini bertujuan untuk mengerti peranan, tugas dan
tanggung-jawab apoteker di industri farmasi; memiliki wawasan, pengetahuan,
ketrampilan, dan pengalaman praktis untuk melakukan pekerjaan kefarmasian di
industri farmasi; memahami penerapan CPOB di industri farmasi; dan memiliki
gambaran nyata tentang permasalahan pekerjaan kefarmasian di industri farmasi.
Prakek kerja profesi yang dilaksanakan di PT. Kalbe Farma, Tbk mempunyai
tujuan khusus yaitu penyempurnaan prosedur induk kemasan primer dan sekunder
sediaan sirup line 5 PT. Kalbe Farma, Tbk serta menarik kesimpulan berupa
rekomendasi terhadap prosedur pengemasan induk kemasan primer dan sekunder
sediaan sirup.ABSTRACT Professional Internship was held at PT. Kalbe Farma, Tbk on Lippo Cikarang.
This professional internship is intended to comprehending and understanding the
role, duties and responsibilities of a pharmacist in the pharmaceutical industry;
having knowledge, skills and practical experience to do the job of pharmacist in
the pharmaceutical industry; comprehending implementation of GMP in the
phamaceutical industry; and having representation of problems in the
pharmaceutical industry. Professional internship at PT. Kalbe Farma, Tbk have a
special assigment. It is improvement main procedure of primary and secondary
packaging for liquid form and take the conclussion whether recomendation face to
main procedure of primary and secondary packaging for liquid form. "
Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2016
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Jennifer Christie
"Industri Farmasi merupakan badan usaha yang memiliki izin dari Menteri Kesehatan untuk melakukan kegiatan pembuatan obat atau bahan obat. Setiap industri, baik industri dalam negeri maupun industri luar negeri yang akan memasarkan produknya di Indonesia harus melalui proses registrasi terlebih dahulu di BPOM atau KemenKes untuk mendaftarkan produknya. Dalam pelaksanaan prosedur pendaftaran atau registrasi tersebut, industri terkait dalam hal ini industri farmasi memerlukan bagian yang dapat mengetahui, mengerti, dan memahami secara jelas pelaksanaan prosedur registrasi tersebut, persyaratan yang diperlukan, dan peraturan perundang-undangan terkait. Regulatory Affairs merupakan bagian tersebut dan menjadi penghubung antara pihak industri dengan pihak pemerintah dalam hal ini BPOM dan KemenKes. Apoteker sebagai salah satu tenaga kesehatan profesional, tentunya berperan di Regulatory Affairs karena salah satu tanggung jawab seorang apoteker adalah menjamin kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, calon apoteker perlu diberikan pembekalan ilmu dan informasi yang lebih mendalam mengenai Regulatory Affairs sehingga memahami tentang tugas dan fungsinya.
Tujuan dari praktek kerja profesi ini adalah mengetahui peranan, tugas, dan tanggung jawab apoteker di Industri Farmasi; memiliki wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman praktis untuk melakukan pekerjaan kefarmasian di Industri Farmasi khususnya di bagian Regulatory Affairs; memahami mekanisme pendaftaran atau registrasi produk, baik obat, produk biologi, obat tradisional, pangan, kosmetika, serta alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Peran apoteker di bagian Regulatory Affairs adalah melakukan proses pendaftaran produk dimulai dari menyiapkan dan menyusun seluruh dokumen sesuai yang dipersyaratkan hingga menyerahkan dokumen pendaftaran ke pihak regulator.

Pharmaceutical industy is a business entity that has a license from the Minister of Health to conduct the manufacture of medicines or medicines ingredients. Every industry, both domestic and foreign which will market its products in Indonesia must go through the registration process prior to BPOM or the Ministry of Health to register their products. In the implementation of the registration procedure, pharmaceutical industry requires division to understand the implementation of the registration procedure, the necessary requirements, and related regulation. Regulatory Affairs is the part and be a liaison between the industry and the government institution, BPOM and the Ministry of Health. Pharmacists as one of the health professionals, play a role in Regulatory Affairs due to responsibilities of a pharmacist is to ensure public health. Therefore, pharmacists should be given a knowledge and in-depth information on Regulatory Affairs to understand their duties and functions.
The purpose of this profession internship are to understand the role, duties and responsibilities of pharmacists in the pharmaceutical industry; have the insight, knowledge, skills, and practical experience in working in the pharmaceutical industry, especially regulatory affairs; understand the registation process of products, whether medicines, biologics, traditional medicines, food, cosmetics, medical devices, home medical supplies and equipment. The role of pharmacists at the Regulatory Affairs is to register the product begins of preparing all documents as required to submit registration documents to the regulator.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2016
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Anastasia, translator
"ABSTRAK
Industri farmasi merupakan salah satu faktor penting dalam ketersediaan obat. Dalam melakukan kegiatannya, industri farmasi harus menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik CPOB . Salah satu aspek pada CPOB adalah personalia. Oleh karena itu, apoteker berperan penting sebagai personil kunci dalam industri farmasi yaitu kepala bagian produksi, kepala bagian pemastian mutu, dan kepala bagian pengawasan mutu. Untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai peran apoteker dalam industri farmasi, PT. Kalbe Farma, Tbk. memberikan kesempatan bagi calon apoteker untuk melaksanakan praktek kerja profesi. Setelah praktik kerja, calon apoteker diharapkan dapat memahami peran apoteker di industri farmasi dan memiliki pengetahuan, keterampilan, danpengalaman praktis untuk melakukan pekerjaan kefarmasian di industri farmasi.

ABSTRACT
The pharmaceutical industry is one of the important factors in the availability of drugs. In conducting its activities, the pharmaceutical industry must apply Good Manufacturing Practice GMP . One aspect of the GMP is personnel. Therefore, the pharmacist plays an important role as a key personnel in the pharmaceutical industry namely the head of production, the head of quality assurance, and the head of quality control. To obtain a clearer picture of the role of pharmacists in the pharmaceutical industry, PT. Kalbe Farma, Tbk. provides an opportunity for prospective pharmacists to carry out professional work practices. After the internship, prospective pharmacists are expected to understand the role of pharmacists in the pharmaceutical industry and have the knowledge, skills and practical experience to undertake pharmaceutical work in the pharmaceutical industry.
"
2017
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fransisca Fortunata
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2018
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hansen
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Corporate Business Development PT. Kalbe Farma, Tbk. bertujuan untuk memahami peran apoteker di industri farmasi khususnya pada bagian Corporate Business Development. Di samping itu, terdapat tugas khusus yang berjudul "PERBANDINGAN PENGEMBANGAN INTELIJEN BISNIS DI PERUSAHAAN P&G DENGAN PT. KALBE FARMA,TBK.". Tujuan dari tugas khusus adalah untuk mempelajari tentang bisnis intelijen pada perusahaan P&G dan menemukan hal baru yang dapat dikembangkan pada bisnis intelijen di PT. Kalbe Farma, Tbk.

Pharmacists Professional Practice at Corporate Business Development of PT. Kalbe Farma, Tbk. aims to to understand the roles of pharmacist at Pharmacy Industry especially Corporate Business Development Division. Beside that, there is specific assignment titled "Comparison of Business Intelligence Development between P&G and PT. Kalbe Farma, Tbk.". While the purpose of the specific assignment to learn the process of P&G in developing its business intelligence and to seek the new knowledge which can be used by PT. Kalbe Farma in developing the business intelligence.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Theresa
"Industri farmasi wajib menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik. CPOB mengatur berbagai aspek penting yang berperan dalam menjamin mutu obat. salah satu aspek yang diatur dalam CPOB adalah personalia. Apoteker merupakan personil kunci dalam industri farmasi yang berperan sebagai kepala bagian produksi, kepala bagian pemastian mutu, dan kepala bagian pengawasan mutu. Calon apoteker dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan CPOB. PT. Kalbe Farma, Tbk. memberikan kesempatan pada calon apoteker untuk melaksanakan praktik kerja profesi guna mendapat pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman praktis di industri farmasi

Pharmaceutical industry is obliged to apply Good Manufacturing Practice. GMP regulate various important aspects in ensuring the quality of medicines. One of which is personnel. Pharmacists are key personnel in the pharmaceutical industry who served as head of production, head of quality assurance, and the head of quality control. Prospective pharmacists are required to have knowledge and skills in implementing GMP. PT. Kalbe Farma Tbk. provide opportunities for prospective pharmacists to carry out professional work practices in order to gain the knowledge, skills, and practical experience in the pharmaceutical industry.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2016
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>