Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 120120 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Niena Kirana Riskyana
"Dengan kemajuan teknologi masa kini dan penggunaan yang cepat dari Internet, PR online diperkenalkan. Penggunaan besar Internet yang diakses oleh publik melalui gadget dan perangkat yang berbeda telah memaksa perusahaan dan organisasi untuk membuat jalan mereka ke dunia digital untuk memasuki pasar untuk berinteraksi dan terlibat dengan target audience mereka sehingga mereka dapat menghadapi perkembangaan terkini.
Tulisan ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai aspek-aspek penting dari hubungan masyarakat yang organisasi harus pertimbangkan sebelum bermigrasi ke dunia digital.
Metode yang digunakan untuk penelitian ini meliputi kajian literatur dan penelitian desktop. Karena konsumen saat ini berada di dunia digital , perusahaan dan organisasi harus mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan perubahan konstan dan peran PR untuk media digital sangat dibutuhkan.

With today's advanced technologies and rapid use of the Internet, online public relations are introduced. The massive use of Internet, accessed by the publics through all different gadgets and devices has forced companies and organizations to make their way into the digital world in order to enter the market to interact and engage with their target audience so that they would be able to cope with the development.
This paper aims to get the better understanding regarding the important aspects of public relations that organizations should be able to consider prior to migrating into the digital world.
The methods used for this paper includes literature review and desktop research. Since the consumers are now in the digital world, companies and organizations should prepare themselves to adapt to the constant changes and the role of public relations for the digital media is crucially needed."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Brahma Putra Pratama
"[ABSTRAK
Media relation merupakan salah satu praktik yang terdapat dalam sistem dari Departemen Public Relations (PR) dan bertujuan supaya informasi dari suatu organisasi dapat disebarluaskan kepada publik melalui saluran suatu industri media. Ternyata terdapat departemen PR dari suatu industri media melakukan praktik media relations dengan industri media lain meskipun telah memiliki saluran media untuk menyebarkan informasi. Dalam praktik media relations yang terdapat dalam sistem Departemen PR, para anggota departemen PR sebagai para agen berhubungan dengan para agen lain dari redaksi industri media lain berdasarkan struktur yang terus-menerus diproduksi dan direproduksi. Struktur diproduksi dan direproduksi melalui interaksi dan tindakan para agen, baik dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal departemen. Ketika para agen berinteraksi, mereka juga melakukan tindakan komunikasi. Struktur dan sistem dalam praktik media relations yang terus diproduksi dan direproduksi dapat berlangsung secara dinamis (transformasi) dan stabil (rutinitas). Untuk mengetahui bagaimana proses produksi dan reproduksi tersebut dalam interaksi para agen, maka diperlukan analisis menggunakan teori strukturasi yang dikembangkan oleh McPhee dan Poole.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memberikan pemahaman mengenai strukturasi komunikasi internal dan komunikasi eksternal dalam praktik media relations yang terjadi di dalam departemen PR. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus instrumental tunggal dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Dari penelitian ini ditemukan bahwa di dalam sistem departemen PR, staf berhubungan dengan atasannya di lingkungan internal dan berhubungan dengan jurnalis dan atasan jurnalis di lingkungan eksternal. Dalam melakukan praktik media relations, para agen menggunakan struktur aturan berupa prosedur, kebijakan, job description, dan kode etik sebagai pedoman dan sumber daya berupa pengalaman, pengetahuan, dan kemampuan/skill dalam bertindak dan berinteraksi sehingga sistem dan praktik dapat berlangsung terus-menerus baik secara dinamis maupun statis.

ABSTRACT
Media relation is one of the practices that are found in the system of Public Relations (PR) department and it aims to spread information from an organization to its public through channel of a media industry. Apparently, a PR department of a media industry implements the media relations practice with other media industries, although it has already had its own channel to spread the information. In the practice of media relations in the PR department system, members of the PR department as agents are in contact with the other agents from the newsrooms of other media industries and it is done based on the structure that is continuously produced and reproduced. The structure is produced and reproduced through interactions and actions of the agents, both in the internal environment and external environment of the department. When the agents interact, they also do the actions of the communication. The structure and the system in the practice of media relations that are continuously produced and reproduction can happen dynamically (transformation) and stable (routines). To know how the process of production and reproduction in the interaction of the agents, then required an analysis using structuration theory developed by McPhee and Poole.
This research aims to describe and provide understanding of structuration of internal communication and external communication in the practice of media relations that occur in the department of PR. The method used in this research is instrumental case studies with single descriptive qualitative approach. From this study, it is found that in the PR department system, the staff is connected with his superiors in the internal environment and connected with the journalist and superiors journalists in the external environment. In conducting the practice of media relations, the agents utilize the structure of rules, such as procedure, policy, job description and code of ethics as the guidelines and of resources, such as experience, knowledge and skill to act and interact so that the system and practice can take place continuously, either dynamically or statically.
, Media relation is one of the practices that are found in the system of Public Relations (PR) department and it aims to spread information from an organization to its public through channel of a media industry. Apparently, a PR department of a media industry implements the media relations practice with other media industries, although it has already had its own channel to spread the information. In the practice of media relations in the PR department system, members of the PR department as agents are in contact with the other agents from the newsrooms of other media industries and it is done based on the structure that is continuously produced and reproduced. The structure is produced and reproduced through interactions and actions of the agents, both in the internal environment and external environment of the department. When the agents interact, they also do the actions of the communication. The structure and the system in the practice of media relations that are continuously produced and reproduction can happen dynamically (transformation) and stable (routines). To know how the process of production and reproduction in the interaction of the agents, then required an analysis using structuration theory developed by McPhee and Poole.
This research aims to describe and provide understanding of structuration of internal communication and external communication in the practice of media relations that occur in the department of PR. The method used in this research is instrumental case studies with single descriptive qualitative approach. From this study, it is found that in the PR department system, the staff is connected with his superiors in the internal environment and connected with the journalist and superiors journalists in the external environment. In conducting the practice of media relations, the agents utilize the structure of rules, such as procedure, policy, job description and code of ethics as the guidelines and of resources, such as experience, knowledge and skill to act and interact so that the system and practice can take place continuously, either dynamically or statically.
]"
2016
T45080
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fatihul Rahmi
"Dialog dipertimbangkan sebagai cara paling etis dalam praktik public relations. Sama halnya dengan public relations pemerintah, dialog seharusnya mendapatkan tempat utama dalam melakukan komunikasi dengan publik. Potensi media terutama media sosial untuk terlibat dalam dialog sebagian besar belum dimanfaatkan secara maksimal. Media sosial meyediakan saluran komunikasi dua arah sehingga public relations, khususnya pemerintah dapat membangun hubungan dialogis dengan para pemangku kepentingan atau publiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk komunikasi dialogis public relations pemerintah di media sosial, khususnya twitter.
Penelitian ini hanya berfokus pada sisi formal dialog dan bukan pada isinya. Dalam rangka untuk melihat ada atau tidaknya komunikasi dialogis, dua media sosial twitter kementerian komunikasi dan informatika akan dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi. Sejumlah sampel tweet akan dianalisis menggunakan prinsipprinsip dialogis di media sosial dan karakteristik pesan Twitter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media sosial Twitter Kementerian Kominfo tidak termasuk kedalam kelompok dialogis. Dengan demikian, media sosial tidak digunakan sebagai sarana untuk membangun hubungan dialogis antara organisasi dengan publik atau stakeholdernya.

Dialogue is considered as the most ethical way in the practice of public relations. Similarly with the government's public relations, dialogue should have a major place in their communication with the public. Especially social media potential for engaging in dialogue mostly not exploited to its full potensial. Social media providing two-way communication so that the government public relations can build dialogic relatinship with theirs stakeholders or public. This study aimed to explain the form of the government public relations dialogical communication in social media, especially in Twitter.
This study focuses only on the formal side of the dialogue, not the content of dialogue itself. In order to see whether or not the dialogical communication, two social media Twitter ministry of communications and information technology will be analyzed using content analysis method. Sample tweet will be analyzed using the principles of dialogue in social media and Twitter message characteristics. The results showed that both social media Twitter Ministry of Communications is not included in the dialogic group. Therefore, social media is not used to build a dialogical relationship between the organization and the public or stakeholders.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
T46677
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pupung Puad Hasan
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pemasaran digital pada organisasi sektor publik dilakukan dan juga untuk mengetahui bagaimana organisasi sektor publik menyampaikan nilai (value delivery process) melalui proses pemasaran digital khususnya melalui platform media sosial. Selanjutnya penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan strategi yang paling tepat bagi organisasi publik dalam menyampaikan nilai. Proses pemasaran digital yang diteliti dalam penelitian ini dilakukan pada instansi salah satu unit eselon II di Lembaga Administrasi Negara. Untuk mengetahui proses pemasaran digital yang dilakukan instansi pemerintah dilakukan analisis media sosial dengan menggunakan aplikasi infact social media analytic. Hasil dari analisis tersebut ditemukan bahwa proses pemasaran digital melalui media sosial belum benar-benar dilakukan dengan efektif dan optimal. Hal tersebut tergambar dari hasil analisis media sosial akun Instagram @puslatbang_pkasn yang menunjukan nilai 1,04 post perbulan dan engagement sebesar 0,01 yang artinya masih rendah serta konten didominasi oleh konten seremoni. Kemudian untuk menentukan strategi yang paling tepat dalam melakukan value delivery process dilakukan analisis dengan menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP). AHP merupakan metode yang menggabungkan faktor kualitatif dan kuantitatif. Expert yang dilibatkan pada pengisian metode AHP berjumlah lima orang expert dan praktisi yang merupakan pakar pemasaran sektor publik dan influencer media sosial. Hasil analisis dengan AHP ditemukan bahwa platform media sosial dengan urutan prioritas: Instagram 0,78, facebook 0,14, dan twitter 0,06. Sedangkan untuk konten paling baik dalam menyampaikan nilai adalah konten edukasi sebesar 0,48, konten info program sebesar 0,20, konten Q&A sebesar 0,14 dan sisanya adalah konten quiz, meme populer dan konten seremoni."
Sumedang: Puslatbang Pkasn Lan, 2023
JWK 26:1 (2023)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Deilika Chairuni Haryadi
"ABSTRAK
Hubungan antara PR (Public Relations) dengan jurnalis media secara ideal merupakan hubungan profesional yang saling membutuhkan. Hal ini disebabkan oleh PR yang membutuhkan pemberitaan klien mereka di media, dan jurnalis yang membutuhkan informasi untuk dapat diberitakan di media yang dapat menarik pembaca. Meskipun demikian, akibat keterbatasan kolom dan kriteria tersendiri yang dimiliki setiap media, maka media tidak dapat memuat seluruh informasi yang diberikan oleh PR. Atas alasan ini akhirnya PR menerapkan strategi-strategi tertentu yang melibatkan pertukaran 'gift' agar tercipta hubungan resiprositas dengan tujuan membuat jurnalis merasa memiliki kewajiban untuk menulis berita terkait klien mereka. Skripsi ini berkonsentrasi pada hubungan resiprositas yang terbentuk atas pertukaran 'gift' antara PR dan jurnalis juga pemahaman-pemahaman yang terbentuk di antara mereka. Hubungan ditelusuri melalui observasi selama empat bulan bekerja di salah satu PR consultant di Jakarta, wawancara mendalam, dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan praktisi PR dan jurnalis. Skripsi ini menggambarkan bagaimana hubungan antara PR dan jurnalis yang berasal dari dua organisasi yang berbeda telah menghasilkan interorganizational cultures yang merupakan perpaduan nilai antara keduanya.

ABSTRACT
The relationship between PR (Public Relations) and media journalists is supposed to be professional, where each other need for working matters. This is because PR needs media coverage for their clients, while the journalist needs publishable information to attract its readers. However, the media's column limitations and particular criteria tend to become barrier to the PR's desired coverage for the information they have provided. Thus PR applies special strategies involving gift- giving to build reciprocal relationship with media journalists. This way, PR expects that the journalists involved would assume a sense of obligation, so that they do harder work to give the PR's clients media coverage. This undergraduate thesis does not only concentrate on the reciprocal relationship formed as a consequence of the gift exchange, but also the unspoken understandings between PR and Journalists. This relationship is examined through ethnographic research methodology as platform, where the writer spent four months working in a Jakarta-based PR consultant. While working as PR, the writer was involved with various activities where PR and Journalists meet. Furthermore, this undergraduate thesis illustrates the interorganizational cultures formed as a consequence of the distinctive PR's gift-giving strategy to approach journalists."
[Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, ], 2014
S56359
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bland, Michael
Jakarta: Erlangga, 2001
070.1 BLA et
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Yahya
"Instansi pemerintah di berbagai belahan dunia mulai mengadopsi media sosial untuk mensosialisasikan berbagai program dan kebijakan kepada masyarakat. Di Indonesia, pemerintah memanfaatkan kanal media sosial untuk menjalankan program kehumasan pemerintah, yaitu Government Public Relations GPR . Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna media sosial di Indonesia terus meningkat. Namun, pada konteks partisipasi di halaman media sosial yang dikelola pemerintah justru berbanding terbalik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari faktor-faktor apa saja yang mendorong niat follower berpartisipasi dalam halaman media sosial program GPR.Penelitian ini menggunakan model stimulus ndash;organism ndash;response SOR , dimana faktor-faktor pemenuhan kepuasan digunakan sebagai faktor perangsang, faktor sensasi dan rasa memiliki digunakan sebagai faktor organik, dan faktor niat berkelanjutan digunakan sebagai respon yang hendak diamati. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif, pendekatan eksplanatori, dan teknik analisis eksploratori, ditemukan bahwa faktor-faktor utama yang mendorong niat follower berpartisipasi adalah konsumsi konten, sensasi, dan rasa memiliki.

Social media has been adopted widely on government sector as a tool to spread and gather information to or from citizen. In Indonesia, government utilize social media channel to run government public relations program GPR . In term of number, Indonesia has many active social media user. However, in term of engagement rate on government social media GSM , the result says inversely. This study aims to identify key factors to improve follower rsquo s intention to engage on government public relations program.This study utilize stimulus organism response framework, where gratificaton factors act as stimuli, flow state of experience and sense of belonging act as organic, and continuance intention is the observed response. Through quantitative method, explanatory approach, and exploratory analysis, the result show that key factor to imporove follower rsquo s engagement are content consumption factor, flow state of experience, and sense of belonging."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2017
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rivers, William L.
Jakarta: Prenada Media , 2003
302.23 RIV m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Dinie Ulfa Amaliya
"Makalah ini membahas mengenai kampanye public relations #SmallActsofLove dari brand Love Beauty and Planet di media sosial Instagram pada tahun 2019. Brand ini muncul dengan nilai yang tergolong baru di industry kosmetik dan perawatan tubuh, dengan nilai yang dibawa produk perawatan tubuh berupa nilai ramah lingkungan dan ramah alam melalui prawatan tubuh yang alami. Hal yang melatarbelakangi kampanye ini adalah munculnya masyarakat yang mulai gemar dengan konsep vegan – vegetarian dan peduli terhadap alam dan hewan, sehingga mereka menjadi target utama bagi brand ini. Kampanye ini bertujuan untuk memperkenalkan produk dengan memberi awareness of product pada audiens juga memberi brand image terkait mengenai nilai bahan produk brand yang ramah lingkungan dan ramah alam. Hasil penulisan makalah ini adalah Brand Love Beauty and Planet menggunakan strategi Social Media Marketing untuk mencipatakan brand awareness dan brand image.

This paper discusses the #SmallActsofLove public relations campaign from the Love Beauty and Planet brand on Instagram social media in 2019. This brand appears with a relatively new value in the cosmetics and body care industry, with the value brought by body care products in the form of environmentally friendly values ​​and friendly to nature through natural body treatments. The background of this campaign is the emergence of people who are starting to like the vegan concept - vegetarian and care for nature and animals, so they become the main target for this brand. This campaign aims to introduce products by providing awareness of the product to the audience as well as providing a related brand image regarding the value of the ingredients for environmentally friendly and nature friendly brand products. The result of this paper is that Brand Love Beauty and Planet uses a Social Media Marketing strategy to create brand awareness and brand image."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Rivers, William L.
Jakarta: Prenadamedia Group, 2015
302.23 RIV m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>