Ditemukan 137271 dokumen yang sesuai dengan query
Rinaldy Suranta
"Jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak menyebabkan penggunaan sistem transportasi menjadi suatu kebutuhan. Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor maka meningkat pula jumlah penggunaan BBM. Melihat kondisi cadangan minyak bumi Indonesia yang menipis, maka salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan impor minyak bumi adalah dengan mengembangkan sumber bahan bakar alternatif yaitu Bioetanol. Sebelumnya telah dilakukan perancangan Compact Distilator untuk menghasilkan hydrous etanol (etanol dengan kadar air di atas 0,5%).
Pengembangan dilakukan dengan merancang mekanisme pencampuran etanol hasil dari distilasi dengan BBM. Penelitian ini membandingkan karakteristik performa mesin saat menggunakan gasohol E5, E10, E15, serta bensin murni. Data diambil dengan melihat torsi, daya, FC serta emisi gas buang pada tiap RPM. Dari mekanisme ini, didapatkan kualitas campuran bahan bakar yang maksimal.
The population in Indonesia is very much led to the use of the transportation system and becomes a necessity. With the increasing use of vehicles, also increase the amount of fuel usage. Seeing the condition of Indonesia's oil reserves are starting to depleted, then one way to reduce dependence on oil imports is to develop alternative fuel sources, we call it Bioethanol. Compact design previously been done Destilator to produce hydrous ethanol (ethanol with water content above 0.5%). Development is done by designing mechanisms result of the distillation of ethanol blending with fuel. This study compares the characteristics of engine performance while using gasohol E5, E10, E15, as well as pure gasoline. Data taken with the look of torque, power, FC and exhaust emissions at any RPM. From this mechanism, we obtained maximum quality."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S58877
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Arul Panji Abu Rochim
"Bioetanol saat ini banyak digunakan untuk menjadi bahan bakar alternatif pengganti bensin ( bahan bakar minyak) karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan juga mengurangi kadar emisi yang dihasilkan bahan bakar fosil seperti CO, CO2, HC, NOx. Bioetanol yang digunakan sebagai bahan bakar biasanya dicampur dengan bensin pada perbandingan tertentu. Di Indonesia penggunaannya masih sangat jarang. Kemudian bioetanol yang biasa digunakan ialah bioetanol anhidrat dengan kadar 99,5%. Maka dari itu, pada penilitian sebelumnya, dilakukan pemanfaatan gas buang untuk mendestilasi bietanol grade rendah menjadi high grade untuk mendapatkan etanol anhidrat. Namun hasilnya, hanya mampu mencapai kadar 95% atau bietanol hidrat.
Di sini penulis melakukan penelitian merancang suatu mekanisme pencampuran bietanol hidrat dengan bensin yaitu mekanisme fuel mixer untuk menganalisa hasil performa dan emisi dari motor bakar. Pencampuran dilakukan pada perbandingan E5h, E10h, dan E15h yang nantinya hasil performa dan emisi akan dibandingkan dengan bahan bakar bensin murni. Dari penelitian menunjukan bioetanol hidrat mampu digunakan sebagai bahan bakar dimana hasilnya dapat meningkatkan power dan torsi, masing-masing hingga 15% dan 11%, kemudian mengungari emisi CO hingga 40%.
Bioethanol is currently used to be an alternative to gasoline fuel (fuel oil) and can reduce dependence on fossil fuels and also reduce of emissions generated fossil fuels such as CO, CO2, HC, NOx. Bioethanol is used as a fuel, usually mixed with gasoline at a certain ratio. In Indonesia, the use of bioethanol fuel is still very rare. Then bioethanol is used anhydrous ethanol with 99.5% content. Therefore, the previous research, made use of exhaust gas for distilling bietanol low-grade to high-grade to obtain anhydrous ethanol. However, the results achieved are only able to reach content of 95% or hydrous bioethanol. Here the authors conducted a study about a mechanism design of mixing hydrous bioethanol with gasoline by fuel mixer mechanism to analyze the results of the performance and emissions of combustion engine. The mixing is is at comparison E5h, E10h, and E15h, which the performance and emission results will be compared with pure gasoline. The result shows hydrous bioethanol can be used as fuel, where can increase power and torque, respectively - each up to 15% and 11%, then reduce CO emissions by 40%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S58902
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Azami Indarabbi Zulfan
"Saat ini, penggunaan bahan bakar fosil sudah menjadi kebutuhan bagi segala jenis motor dan sudah menjadi ketergantungan bagi motor tersebut. Terdapat beberapa bahan bakar alternative pengganti bahan bakar minyak, salah satunya ialah bioetanol. Pada kebanyakan kasus, bioetanol biasanya dipakai sebagai bahan bakar campuran bensin. Pemakaiannya memerlukan perbandingan tertentu. Bioetanol yang biasa dipakai adalah bioetanol anhidrat dengan kadar air 0,1%. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan pemanfaatan gas buang sebagai alat destilasi bioetanol hidrat menjadi bioetanol anhidrat. Namun, hasil yang didapatkan hanya mampu mencapai kadar 96%. Akhirnya, penelitian berlanjut dengan melakukan perancangan mekanisme masukan bahan bakar campuran ke ruang bakar. Mekanisme fuel mixer tercipta. Dengan menggunakan mekanisme tersebut, penelitian berlanjut hingga menganalisa performa motor stastis menggunakan dynometer test.
Di sini, penulis melakukan penelitian mencari kestabilan konsumsi bahan bakar campuran bioetanol hidrat-bensin untuk menganalisa hasil konsumsi bahan bakar. Variasi campuran bahan bakar yang digunakan ialah E5, E10, dan E15 yang nantinya nilai konsumsi bahan bakar tersebut dibandingkan dengan konsumsi bahan bakar bensin murni. Nilai konsumsi bahan bakar setiap variasi setiap percobaan dibandingkan dan didapatkan nilai konsumsi bahan bakar campuran stabil. Dari hasil penelitian, nilai konsumsi bahan bakar campuran lebih besar/boros jika dibandingkan dengan konsumsi bahan bakar bensin murni. Semakin banyak kandungan bioetanol hidrat, maka akan membuat ketidakstabilan konsumsi bahan bakar bensin tetapi membuat stabil konsumsi bahan bakar bioetanol hidrat.
Now, the use of fossil fuels has been a need of for all kinds of vehicle and has become dependence for vehicle. There are several alternative fuel as a substitute for fuel oil, one of them is bioethanol. In most cases, bioethanol usually used as fuel mixture of gasoline. Bioethanol is used as a fuel, usually mixed with gasoline at a certain ratio. Bioethanol is used anhydrous ethanol with 0.1% water content. Previous studies has done the utilization of the exhaust gases as hydrous bioethanol distillation instrument become anhydrous bioethanol. However, the results achieved are only able to reach content of 95% or hydrous bioethanol. Research continues about a mechanism design of mixing hydrous bioethanol with gasoline. Fuel mixer mechanism is created. By using this mechanism, writer conducting research looking for the stability of fuel consumption a mixture of hydrous bioethanol-gasoline to analyze the results of fuel consumption stability. Mixture variation of fuel that is used are E5, E10, and E15 which will value the consumption of the fuel compared to pure gasoline. Any variation and any attempt is compared, then the fuel consumption of each variation in every attempt can be said to be stable. The results show that the value of fuel consumption by mixture fuel is larger/wasteful compared with fuel consumption by pure gasoline except in E15h fuel mixture. The more bioetanol hydrate content, it will make instability consumption of fuel but make stable fuel consumption of bioetanol hydrate."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S62657
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Paulus Pirton Bertona Saraton
"Skripsi ini membahas pengujian konsumsi bahan bakar pada motor otto empat langkah menggunakan mekanisme fuel mixer yang mencampurkan bensin dan bioetanol dengan perbandingan terkontrol melalui bukaan valve. Pengujian ini merupakan uji jalan sepeda motor untuk dilihat nilai konsumsi bahan bakarnya. Uji jalan sepeda motor dilakukan sejauh 100km dengan kecepatan 30 km/jam. Variasi bahan bakar yang digunakan yaitu E0, E5, E10, E15. Hasil pengujian menjelaskan bahwa semakin tinggi kandungan etanol dalam campuran bahan bakar, maka akan meningkatkan efisiensi termal dan menghasilkan nilai fuel consumption yang rendah.
The focus of this study is testing fuel consumption in four stroke Otto engine using fuel mixer mechanism with mixed gasoline and bioethanol by controlled comparison with valve. The test is motorcycle road test to see the value of fuel consumption. Motorcycle road test was done for 100 km with speed 30 km/hour. The variance of the fuel being used is E0, E5, E10, E15. The result of the test explains that the higher ethanol contained in fuel mixture, the higher thermal efficiency and produce lower fuel consumption value."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S64275
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Fachry Husyaini
"Sampai saat ini penggunaan bahan bakar di Indonesia masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui sehingga Indonesia menjadi negara net importir bahan bakar minyak beberapa tahun terakhir ini. Salah satu bahan bakar alternatif yang sangat berpotensi untuk digunakan adalah bioetanol yang memiliki nilai oktan yang tinggi dan sifat anti knocking. Selain itu bioetanol yang berasal dari tanaman umbi yang dapat ditanam oleh masyarakat Indonesia membuatnya menjadi semakin berpotensi untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif.
Penelitian kali ini dilakukan dengan menggunakan 3 jenis campuran bahan bakar, yaitu E5, E10, dan E15 untuk dilakukan pengujian terhadap daya, torsi, emisi, dan fuel consumption. Penggunaan bahan bakar E5, E10, dan E15 secara umum dapat meningkatkan daya dan torsi, serta menurunkan tingkat CO dan menaikkan tingkat CO2 pada emisi, namun fuel consumption motor uji menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan saat mengggunakan bahan bakar bensin.
Until now the use of fuel in Indonesia is still very dependent on fossil fuels which cannot be renewed so that Indonesia becomes a net importer of fuel oil in the last few years. One of the alternative fuel that has the potential to be used are bioethanol which has a high octane rating and the anti-knocking properties. In addition bioethanol derived from plant tubers that can be planted by the people of Indonesia makes it more potential to be used as an alternative fuel. The research was conducted using three types of fuel mixture, ie E5, E10, and E15 to be tested on the power, torque, emissions and fuel consumption. The use of fuel E5, E10, and E15 generally can increase power and torque, as well as lower the percentage of CO and raise the percentage of CO2 in emissions, but the fuel consumption of the testing motorcycle becomes higher than when using traditional gasoline fuel."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S58829
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Aditia Aulia
"Jumlah kendaraan bermotor yang ada di Jakarta mengalami peningkatan pada tiapmoda transportasi, dengan total prosentase peningkatan di atas 10%. Jumlahpeningkatan terbesar yang terjadi yaitu pada moda transportasi sepeda motordengan prosentase sebesar 13,11%. Peningkatan ini tidak berjalan lurus denganjumlah cadangan minyak bumi di Indonesia yang terus menurun. Maka dari itudibutuhkan bahan bakar alternatif. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki secara eksperimental performa dan Emisi mesin Otto empat langkah menggunakancampuran etanol anhidrat dan bensin pada berbagai rasio (E0, E5, E10, dan E15).
Dari studi ini didapatkan hasil penggunaan etanol pada berbagai rasio menyebabkan pengingkatan daya motor uji, tetapi membuat konsumsi bahan bakar lebih boros. Selain itu Penambahan etanol menyebabkan pembakaran pada ruang bakar lebih sempurna. Hal ini terbukti dengan kadar emisi CO yang berkurang dan kadar emisi CO2 yang menigkat setalah menggunakan etanol sebagai campuran bahan bakar.
The number of vehicles in Jakarta has increased in each mode of transportationwith the total percentage increase above 10%. The largest amount ofenhancement occurring in the motorcycles transportation modes with apercentage of 13.11%. This increase does not run straight with the amount of oil reserves in Indonesia, which continues to decline. Therefore needed alternative fuels. The purpose of this study is to investigate experimentally the performance and emissions of four-stroke Otto engine using a mixture of anhydrous ethanol and gasoline in various ratios (E0, E5, E10, and E15). This study showed the use of ethanol in various ratios lead enhancement in output power, but also lead to make more fuel consumption. Then, the addition of ethanol makes the combustion in the combustion chamber more perfect. This is proven by reduced levels emissions of CO and increasing CO2 emissions after the addition of ethanol. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S58904
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Dimas Cahya Negara
"
ABSTRAKSaat ini kebutuhan manusia pada kendaraan semakin meningkat. Akibat peningkatan jumlah kendaraan membuat naiknya angka penggunaan bahan bakar. Solusi memperkecil penggunaan bahan bakar diperlukan dinamometer untuk mengukur daya yang dikeluarkan oleh motor, baik motor bakar atau motor listrik. Hal ini ditujukan agar perencanaan kendaraan sesuai dengan kemampuan optimal kendaraan menjalankan fungsinya. Sehingga hasil dari perencanaan tidak melebihi kapasitas kendaraan tersebut. Dinamometer yang akan dirancang adalah dinamometer eddy current. Penulis membahas metode perancangan struktur dari dynamometer baik secara teoritikal dan perhitungan numerik menggunakan software. Penulis juga akan membandingkan hasil dari perhitungan teoritikal dengan hasil dari simulasi software. Diharapkan perbandingan dari hasil perhitungan teoritikal dengan hasil simulasi software akan menjadi acuan pembuatan struktur dinamometer.
ABSTRACTNowadays human needs in a vehicle is increasing. As a result of the increase in the number of vehicles making use of the increased number of fuel. Solution minimize fuel usage required dynamometer to measure the power output by the motor, either internal combustion engines or electric motors. It is intended for planning optimal vehicle according to the vehicle 39 s ability to perform its functions. So that, the results of the plan does not exceed the capacity of the vehicle. Dynamometer to be designed is eddy current dynamometer. The author discusses the method of designing the structure of a dynamometer, both theoritical and numeric using software. The author also will compare the results of theoritical calculations with the results of the simulation using the software. Expected comparison results of the theoritical calculations with the results of the simulation software will be a reference for the manufacture of dynamometer structure."
2017
S67640
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Widiajaya
"Pada mesin otto empat langkah yang sekarang banyak beredar dipasaran khususnya sepeda motor memiliki konfigurasi bore dan stroke yang hampir sama atau square. Walaupun lebih dominan memiliki langkah (stroke) yang lebih besar. Hal tersebut bertujuan agar torsi yang dimiliki mesin tersebut lebih cepat didapat disaat rotasi atau putaran mesin tidak terlalu tinggi. Dengan torsi yang didapatkan lebih cepat disaat putaran mesin yang tidak terlalu tinggi ini, diharapkan konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan tidak terlalu banyak.
Agar tercapainya tujuan tersebut yang disesuaikan dengan kebutuhan atau bobot yang akan diterima oleh mesin tersebut, maka didesain mesin otto empat langkah yang berkapasitas 65cc. Digunakannya kapasitas sebesar itu karena bobot kendaraan yang akan ditopangnya sebesar 90kg termasuk pengendaranya. Sebab mesin sepeda motor yang beredar dipasaran sebagian besar berkapasitas 110cc atau lebih dan torsi maksimum yang dimilikinya baru akan didapat pada saat putaran mesin yang cukup tinggi. Sehingga konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan hingga keluarnya torsi maksimum yang dimiliki mesin tersebut tinggi.
Untuk tercapainya konfigurasi mesin tersebut, maka didesain connecting rod dan crankshaft yang sesuai. Dimensi dari connecting rod tersebut memiliki diameter dari small end sebesar 12mm dan memiliki ketebalan 3mm, big end memiliki diameter sebesar 30mm dan memiliki ketebalan 5mm, untuk shank dari batang connecting rod tersebut memiliki lebar 8mm dan ketebalan 10mm. Untuk dimensi dari crankshaft, ketebalan dari crankweb sebesar 12mm dan untuk kelebaran dari crankweb sebesar 34,14mm. Dan untuk counter weight dari crankshaft memilki massa sebesar 408,4 gram. Dan setelah diuji melalui software Ansys didapatkan lifetime dari connecting rod yaitu 123 hari dan untuk crankshaft 270 hari.
In the four-stroke engine is now widely circulated in the market, especially motorcycles has bore and stroke configuration is almost the same or square. Although it has a more dominant stroke is greater. It is intended that the engine torque owned more quickly gained when rotation or engine speed is not too high. Torque is obtained more quickly when the engine speed is not too high, the expected consumption of fuel needed is not too much. In order to achieve these objectives are adjusted to the needs or weight that will be accepted by the machine, otto four-stroke engine was designed with a capacity of 65cc. The use of capacity for it because of the weight of the vehicle which will ditopangnya of 90kg including the rider. Because motorcycle engines in the market most of the capacity of 110cc or more and its maximum torque will be gained when the engine speed is high enough. So the consumption of fuel is required to release the maximum torque of the engine owned higher. To achieve the configuration of the machine, connecting rod and crankshaft designed accordingly. Dimensions of the small end connecting rod has diameter is12 mm and a thickness is 3 mm, big end has a diameter is 30 mm and has a thickness is 5 mm, for the shank of the rod connecting rod has a width is 8 mm and 10 mm thickness. For the dimension of the crankshaft, the thickness of crankweb is 12 mm and width crankweb amounted to 34.14 mm. And to have the counter weight of the crankshaft mass 408.4 grams. And having tested Ansys software obtained through the lifetime of the connecting rod to the crankshaft 123 days and 270 days."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S46048
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Maha Willy Chandra
"Mesin otto empat langkah pada umumnya memiliki konfigurasi bore dan stroke yang hampir sama atau square.Walaupun lebih dominan memiliki langkah (stroke) yang lebih besar. Hal tersebut bertujuan agar torsi yang dimiliki mesin tersebut lebih cepat didapat disaat rotasi atau putaran mesin tidak terlalu tinggi. Dengan torsi yang didapatkan lebih cepat disaat putaran mesin yang tidak terlalu tinggi ini, diharapkan konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. Agar tercapainya tujuan tersebut yang disesuaikan dengan kebutuhan atau bobot yang akan diterima oleh mesin tersebut, maka didesain mesin otto empat langkah yang berkapasitas 65cc. Digunakannya kapasitas sebesar itu karena bobot kendaraan yang akan ditopangnya sebesar 90kg termasuk pengendaranya. Pengembangan mesin otto empat langkah berkapasitas 65 cc meliputi perancangan crankshaft dengan nilai von Mises stress sebesar 65,6 MPa dan pengukuran data performa mesin. Torsi maksimum yang terukur adalah sebesar 5,7 Nm pada 2500 RPM dan daya maksimum yang terukur adalah 1.47 kW pada 2500 RPM.
In the four-stroke engine is now widely circulated in the market, especially motorcycles has bore and stroke configuration is almost the same or square. Although it has a more dominant stroke is greater. It is intended that the engine torque owned more quickly gained when rotation or engine speed is not too high. Torque is obtained more quickly when the engine speed is not too high, the expected consumption of fuel needed is not too much. In order to achieve these objectives are adjusted to the needs or weight that will be accepted by the machine, otto four-stroke engine was designed with a capacity of 65cc. The use of capacity for it because of the weight of the vehicle which will handle of 90kg including the rider. Maximum torque of the engine is 5.7 Nm at 2600 RPM and the maximum power of the engine is 1,47 kW at 2500 RPM."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S64838
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Gema Perwira Putra
"Perkembangan teknologi dari motor pembakaran dalam merupakan salah satu perkembangan teknologi tercepat yang pernah ada. Sebagai mahasiswa tentunya kita harus ikut terjun dalam perkembangan yang sedang terjadi, salah satunya dengan mendesain mesin sesuai dengan kebutuhannya. Pada penelitian ini akan dibahas karakterisasi dari mesin otto satu silinder empat langkah berkapasitas 65 cc. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data efisiensi bahan bakar dan emisi terendah dari karakterisasi mesin tersebut untuk dijadikan acuan dalam pengembangan awal sistem EFI pada mesin otto satu silinder berkapasitas 65 cc. untuk itu pembuatan alat uji dilakukan, kemudian pengujian alat menggunakan buret untuk mendapatkan data konsumsi bahan bakar dan gas analyzer untuk mendapatkan data emisi (CO, CO2, O2, HC). Pengujian dilakukan dengan variasi dari letak busi, jumlah busi dan perbedaan derajat pengapian. Dari hasil pengujian diperoleh data peletakan busi mempengaruhi jumlah konsumsi bahan bakar dan kadar emisi gas buang, jumlah busi yang digunakan meningkatkan efisiensi dari konsumsi bahan bakar dan kadar emisi yang rendah. Berdasarkan pengujian tersebut, pengembangan ECU mutlak diperlukan untuk perbaikan dari sistem pembakaran agar diperoleh efisiensi bahan bakar yang besar dan kadar emisi yang rendah.
Technological developments in an internal combustion engine is one of the fastest technological developments ever. As a student of course we had to go jump in a development that is going on, one of them with designed a machine according to his needs. This research will discuss the characterization of otto engine single cylinder four stroke 65cc of capacity . The purpose of this study was to obtain data fuel efficiency and lowest emissions of the engines characterization as a reference in the initial development of the EFI system on a single-cylinder otto engine 65 cc of capacit. For that the manufacture of test equipment is built, then use the testing tools to obtain data fuel consumption and gas emissions analyzer to obtain the data (CO, CO2, O2, HC). Tests carried out with variations of the location of spark plugs, number of spark plug and the degrees difference in ignition. From the test results obtained from the data the location of the spark affect the fuel consumption levels and exhaust emissions, the amount of used spark plugs increase the efficiency of fuel consumption and lower emission levels. Based on these tests, ECU development is absolutely necessary for the improvement of combustion systems in order to obtain great fuel efficiency and low emission levels."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S53034
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library