Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 172050 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Simanjuntak, Melling
"The number of digital natives is growing in exponential manner. In Indonesia, they are those who were born in 1995 afterwards. They live with digital technologies centered at the Internet, speak their own "language", and developing identities differ from those of their parents. These include preferences in finding and using information that do not fit existing library system built over the old paradigm of analog world. "
Jakarta: Pusat jasa Perpustakaan dan Informasi ( Perpustakaan Nasional RI), 2012
020 VIS 14:1 (2012)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ridho Mardatilah
"ABSTRAK
Perkembangan teknologi komunikasi internet membuat masyarakat menjadi lebih mudah dalam mendapatkan informasi khususnya informasi kesehatan. Salah satu media yang digunakan adalah media Online, seperti Kompas dan Detik health. Media ini dapat diiadikan sebagai sumber informasi dan interaksi bagi pengunjung untuk mendapatkan infonnasi kesehatan. Oleh karena itu,
diharapkan tampilan struktural dari media online tersebut dapat mempermudah pengunjung dalam mengakses informasi kesehatan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan memberikan gambaran dan analisis mengenai perilaku pengunjung dalam berinteraksi dan tampilan struktural yang disajikan oleh Kompas dan Detik health. Penggambaran dan analisis dilakukan dengan mengamati Kompas dan detik health secara online dan membandingkan dengan menggunakan teori uses and gratyication dan tampilan struktural media online.
Hasil analisis perbandingan yang dapat disimpulkan yaitu penggunaan media online sebagai media untuk mendapatkaninformasi kesehatan. Dari hasil tersebut diketahui bahwa ada persamaan dan perbedaan dalam penyajian pada media online Kompas dan Detik health.

ABSTRACT
Development of internet communications technology make the public become easier to get information, especially health information. One of the media used is online media, such as Kompas and Detik Health. This media can be used as a source of information and interaction for visitors to get health information. Therefore, the expected structural view of online media can facilitate visitor to access health information.
Research type is a descriptive qualitative research with providing an overview and analysis of visitor behavior on interaction and structural display presented by Kompas and Detik Health. Overview and analysis done with observing the Kompas and Detik Health and compare with the uses and gratification theory and the structural display of online media.
The result of comparative analysis can be concluded that use of online media as a media to get health information. From the result, was found similarities and differences on the presentation online media Kompas and Detik Health.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Retno Dewiyanti
"Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1156 tahun 2016 menunjuk Kepala Pusat Data dan Sarana Informatika PDSI sebagai CIO Kementerian Kominfo dengan tugas pengelolaan layanan teknologi informasi TI di lingkungan internal Kementerian Kominfo. Berdasarkan katalog layanan, terdapat 27 layanan TI yang diberikan PDSI kepada internal Kementerian Kominfo. Dari hasil survei, indeks kepuasan pegawai terhadap layanan TI PDSI tertinggi yang dicapai adalah 61.33. Sedangkan harapan dari Kepala PDSI adalah 85. Berdasarkan analisis fishbone, salah satu sebab permasalahan tidak tercapainya indeks kepuasan pegawai adalah belum adanya Service Level Agreement SLA layanan TI. Untuk meningkatkan indeks kepuasan pegawai terhadap layanan TI PDSI dengan memastikan bahwa layanan TI telah dilakukan sesuai dengan harapan maka perlu disusun rancangan SLA layanan TI PDSI Kemkominfo.
Perancangan SLA pada penelitian ini mengacu pada kerangka kerja ITIL v3 2011. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan kategori studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap pejabat dan pengelola TI di PDSI sebagai pemilik layanan, serta perwakilan pengguna layanan TI. Untuk memperoleh data yang lebih mewakili pengguna layanan, dilakukan survei dengan 307 sampel pegawai Kemkominfo. Hasil survei divalidasi oleh perwakilan pengguna. Selain itu dilakukan pula observasi dokumen dan lapangan. Dari penelitian ini, diperoleh empat SLA layanan TI yang dapat membantu meningkatkan indeks kepuasan pegawai Kominfo.

Decree of the Minister of Communication and Information Technology Number 1156 of 2016 appoint the Head of center for data and ict infrastructure PDSI as CIO Ministry of Communications and Informatics with the task of managing information technology services IT within the internal Ministry of Communications and Information Technology. Based on the service catalog, there are 27 IT services provided by PDSI to the internal Ministry of Communications and Information Technology. From the survey results, the highest employee satisfaction index of PDSI 39 s IT service is 61.33. While the expectation of PDSI Head is 85. Based on fishbone analysis, one of the reasons for the problem of not achieving the index of employee satisfaction is the absence of Service Level Agreement SLA IT services. To improve the employee satisfaction index for PDSI IT services by ensuring that IT services have been conducted in line with expectations, it is necessary to draft design of Service Level Agreement for Information Technology Services.
The design of SLA in this research refers to the framework of ITIL v3 2011. This research is a qualitative research with case study category. Data collection was conducted through interviews of IT officials and managers in PDSI as service owners, as well as IT service user representatives. To obtain data that is more representative of service users, a survey was conducted with 307 samples of employees of Kemkominfo. The survey results are validated by the user representative. In addition, document and field observations were also conducted. From this research, it is obtained four SLA IT service that can help improve the index of satisfaction of Kominfo employeesof development of information system to prevent implementation failure of the information system in the future.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2018
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Akrivopoulou, Christina M.
""This book explores the emergence and evolution of ’digital’ rights that challenge and transform more traditional legal, political, and historical understandings of human rights, not only uncovering emerging changes in discussions of human rights, but also proposing legal remedies and public policies to mitigate the challenges posed by new technologies and globalization"--Provided by publisher."
Hershey, PA : Information Science Reference, 2012
303.483 3 AKR h
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tredinnick, Luke
Oxford: Chandos, 2008
303.483 3 TRE d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Dona Refina Diantiny
"Harari mengatakan bahwa manusia saat ini sedang berada pada Era Revolusi Teknologi dimana revolusi kembar dari bioteknologi dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akan memungkinkan manusia untuk mengendalikan dunia dalam dirinya dan memungkinkan manusia untuk merekayasa dan memproduksi kehidupan. Revolusi teknologi ini tentunya akan membawa perubahan besar pada segala aspek kehidupan manusia baik secara sosial, ekonomi, politik, pendidikan, budaya, bahkan sampai pada ideologi dan kepercayaan manusia. Revolusi ini akan mengantarkan manusia pada ancaman bencana disrupsi teknologi. Disrupsi teknologi ini dapat mengganggu masyarakat dan makna kehidupan manusia dalam berbagai cara, mulai dari penciptaan kelas global yang tidak berguna, kebangkitan kolonialisme data dan kediktatoran digital hingga pada kehancuran diri manusia. Kita bukan hanya sedang mengalami krisis teknologi, tapi juga mengalami krisis filosofi. Maka melalui tulisan ini penulis sebagai peneliti mencoba menjawab pertanyaan, bagaimanakah revolusi teknologi ini bisa membawa manusia pada ancaman disrupsi teknologi yang mengarah pada kehancuran diri manusia? Penulis akan menggunakan metode pasca fenomenologi sebagai alat komparasi dalam melihat hubungan manusia, teknologi dan dunia. Metode ini banyak digunakan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang futuristik. Oleh karena itu, penulis akan melakukan refleksi kritis dalam menjelaskan bagaimana teknologi akan mengambil alih diri manusia secara perlahan yang pada akhirnya akan membawa kehancuran pada diri manusia.

Harari said that humans are currently in the Technological Revolution Era, where the twin revolutions of biotechnology and information communication technology (ICT) will allow humans to control the world within themselves, and allow humans to engineer and produce life. This technological revolution will certainly bring major changes to all aspects of human life, socially, economically, politically, educationally, culturally, even to human ideology and belief. This revolution will lead humans to the threat of technological disruption. This technological disruption can disrupt society and the meaning of human life in a variety of ways, from the creation of a useless global class, the rise of data colonialism, and digital dictatorships to the destruction of humanity. We are not only experiencing a technological crisis, but also a philosophical crisis. So through this paper, the author as a researcher tries to answer the question, how can this technological revolution bring humans to the threat of technological disruption that leads to human self-destruction? The author will use the post-phenomenological method as a comparative tool in seeing the relationship between humans, technology, and the world. This method is widely used in answering futuristic questions. Therefore, the author will do a critical reflection in explaining how technology will take over human beings slowly and will eventually bring destruction to humans."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2021
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Lutfiah Iramani
"Pemerintah saat ini sedang mengimplementasikan program pembangunan pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi atau disebut dengan istilah sistem e-government berdasarkan Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai auditor internal pemerintah, merupakan salah satu instansi pemerintah yang saat ini sedang menerapkan SPBE dimana dalam melaksanakan proses bisnis manajemennya mulai beralih dari pendekatan konvensional menuju pendekatan berbasis teknologi informasi. BPKP memiliki unit TI yaitu Pusat Informasi Pengawasan (Pusinfowas) yang bertanggungjawab dalam pengelolaan teknologi informasi dalam menunjang dan mewujudkan fungsinya di bidang pengawasan. Saat ini Pusinfowas mempunyai layanan TI untuk mendukung dan melayani unit kerja BPKP. Tetapi, kondisi layanan TI di BPKP belum berjalan optimal dengan adanya keluhan yang dirasakan pegawai-pegawai terkait layanan TI tersebut.
Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi tingkat kapabilitas layanan TI di BPKP dengan menggunakan kerangka kerja gabungan ITIL V3 2011 dan COBIT 5. Kerangka kerja COBIT 5 digunakan untuk mengukur tingkat kapabilitas proses-proses manajemen layanan TI dan dilakukan pemetaan dengan kerangka kerja ITIL V3 2011 dalam memilih proses-proses yang akan diukur. Pengukuran tingkat kapabilitas menggunakan Process Assessment Model (PAM) yang dilakukan terhadap 12 proses relevan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa 8 proses yang berada pada kapabilitas tingkat 1 (performed) dan 4 proses lainya masih berada pada kapabilitas tingkat 0 (incomplete). Setelah dilakukan pengukuran 12 proses domain, dilakukan pengukuran gap antara kapabilitas saat ini (as-is) dengan kapabalitas harapan dari manajemen TI (to-be) sebagai referensi rekomendasi perbaikan layanan TI berdasarkan ITIL V3 dan COBIT 5.

The government is currently implementing an Information and Communication development program called the e-government system based on Presidential Regulation No. 95 of 2018 concerning Electronic-Based Government Systems (SPBE). The Financial and Development Supervisory Agency (BPKP) as the government's internal auditor, is one of the government agencies that is currently implementing SPBE, which is in the process of implementing its business management. BPKP has an IT unit that is the Supervision Information Center (Pusinfowas) which is responsible for managing information technology in supporting and realizing its functions in the field of supervision. Currently Pusinfowas has IT services to support and serve BPKP work units. However, the condition of IT services at BPKP has not been optimal due to complaints received by employees related to IT services.
Based on this, this study discusses the capabilities of IT services at BPKP using the combined work of ITIL V3 2011 and COBIT 5. The COBIT 5 framework is used to measure the capability level of IT service management processes and is carried out with the help of ITIL V3 2011 framework in selecting selected processes. Capability level measurements using the Process Assessment Model (PAM) conducted on 12 relevant processes. The measurement results show that 8 processes that correspond to capability level 1 (carried out) and 4 other processes still depend on capability level 0 (incomplete). After measuring 12 domain processes, measuring the gap between current capabilities (as is) with the expected capability of IT management (to come) as a reference for improving IT services based on ITIL V3 and COBIT 5.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2020
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Surya Bakti
"Model penanggulangan terorisme Indonesia yang mengedepankan pada upaya pencegahan daripada penindakan sangat relevan dalam mengatasi radikalisme baru. Radikalisasi di dunia maya tidak akan tuntas dengan sekedar melakukan penindakan. Dibutuhkan suatu upaya sistematis untuk mengubah dunia maya yang saat ini disesaki dengan konten radikal menjadi tidak radikal serta melawan pengaruh konten radikal di jagat antarjaringan alias internet itu gar tidak mempengaruhi para pembaca dan penggunanya. Diperlukan rekayasa sosial dan budaya untuk menjalin kerjasama dan sinergi dengan semua pihak, khususnya generasi muda, untuk melakukan pencegahan melalui kontranarasi, kontraideologi, dan kontraideologi dan kontrapropaganda terorisme di dunia maya. Di sinilah pentingnya "Deradikalisasi Dunia Maya" yang melibatkan seluruh komponen bangsa untuk membanjiri jadat maya itu dengan pesan dan konten bernuansa perdamaian."
Jakarta: Daulat Press, 2016
306.460 AGU d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Muhammad Ganjar Nugraha
"Berdasarkan Peraturan Presiden Perpres Nomor 53 Tahun 2017, pemerintah membentuk Badan Siber dan Sandi Negara BSSN yang merupakan penguatan dan perluasan fungsi dari Lembaga Sandi Negara dan Direktorat Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika. BSSN mempunyai tugas melaksanakan keamanan siber secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan, dan mengonsolidasikan semua unsur yang terkait dengan keamanan siber. Dengan dilaksanakannya reformasi birokrasi di seluruh Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah sejak tahun 2010, maka BSSN yang mempunyai perluasan fungsi dalam bidang persandian dan keamanan informasi dituntut untuk meningkatkan kualitas dan mengintegrasikan pelayanan berbasis teknologi informasi.
Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu rancangan awal pelayanan teknologi informasi pada BSSN dengan menggunakan suatu kerangka kerja IT Service Management ITSM , yaitu Information Technology Infrastructure Library ITIL v3 Tahun 2011 pada domain Service Strategy dan Service Design. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan awal strategi dan portofolio pelayanan TI BSSN.

Based on Presidential Regulation Perpres No. 53 of 2017, the government established the National Crypto and Cyber Agency NCCA which is the strengthening and expansion of the function of the National Crypto Agency and the Directorate of Information Security of the Ministry of Communications and Information Technology. BSSN has the duty to implement cyber security effectively and efficiently by utilizing, developing, and consolidating all elements related to cyber security. With the implementation of bureaucratic reforms throughout the Ministries, Institutions, and Local Governments since 2010, BSSN which has an expansion of functions in the field of cryptography and information security is required to improve the quality and to integrate the information technology based services.
This research aims to create an initial design of information technology service at BSSN by using IT Service Management framework ITSM , which is Information Technology Infrastructure Library ITIL v3 2011 at Service Strategy and Service Design domains. The result of this research is the initial design of BSSN IT service strategy and portfolio.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2018
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>