Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 61497 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Melissa Ilona Asri
"[ABSTRAK
Jurnal ini membahas tentang fenomena love hotel di dalam budaya Jepang kontemporer. Pembahasan ini
menggunakan konsep kebudayaan massa, penjelasan definisi dari kata love hotel serta konsep empat fenomena dalam kebudayaan massa Jepang. Hal yang dianalisis memfokuskan pada eksistensi love hotel di Jepang serta perkembangan tempat penginapan yang merupakan asal usul dari love hotel. Penelitian menggunakan metode
analisis deskriptif dengan pendekatan ekstrinsik, melalui tinjauan kepustakaan. Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk menjelaskan eksistensi dan perkembangan love hotel di dalam budaya Jepang kontemporer. Dari
hasil penelitian dapat disimpulkan keberadaan love hotel di wilayah Jepang telah memberikan suatu nuansa yang berbeda dari hotel pada umumnya di dalam budaya Jepang kontemporer. Keunikan yang ditawarkan love hotel
dapat membuat hotel tersebut tetap bertahan sampai sekarang di Jepang.

ABSTRACT
This journal discusses the phenomenon of love hotel in contemporary Japanese culture. This discussion uses
the concept of mass culture, the definition of the word love hotel and the concept of four phenomenon in
Japanese mass culture. The analysis will focus on the existence of love hotel in Japan and the development of the inn which is the origin of love hotel. This research uses the method of descriptive analysis with extrinsic
approach, and literary study. The purpose of this journal is to explain the existence and development of the love hotel in contemporary Japanese culture. The result of this journal concludes the existence of love hotel has provided a different feel from the hotel in general ini contemporary Japanese culture. Beside that, the uniqueness that offered by love hotel makes the hotel still exist until now in Japan. ;This journal discusses the phenomenon of love hotel in contemporary Japanese culture. This discussion uses
the concept of mass culture, the definition of the word love hotel and the concept of four phenomenon in
Japanese mass culture. The analysis will focus on the existence of love hotel in Japan and the development of the inn which is the origin of love hotel. This research uses the method of descriptive analysis with extrinsic
approach, and literary study. The purpose of this journal is to explain the existence and development of the love hotel in contemporary Japanese culture. The result of this journal concludes the existence of love hotel has provided a different feel from the hotel in general ini contemporary Japanese culture. Beside that, the uniqueness that offered by love hotel makes the hotel still exist until now in Japan. , This journal discusses the phenomenon of love hotel in contemporary Japanese culture. This discussion uses
the concept of mass culture, the definition of the word love hotel and the concept of four phenomenon in
Japanese mass culture. The analysis will focus on the existence of love hotel in Japan and the development of the inn which is the origin of love hotel. This research uses the method of descriptive analysis with extrinsic
approach, and literary study. The purpose of this journal is to explain the existence and development of the love hotel in contemporary Japanese culture. The result of this journal concludes the existence of love hotel has provided a different feel from the hotel in general ini contemporary Japanese culture. Beside that, the uniqueness that offered by love hotel makes the hotel still exist until now in Japan. ]"
2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Marisa Liska
"Skripsi ini membahas bagaimana konsumerisme yang menyebar melalui media informasi dan komunikasi menjadi faktor penarik terjadinya fenomena enjokousai dalam masyarakat Jepang kontemporer. Karya tulis ini disusun menggunakan teori konsumerisme, masyarakat konsumsi, perilaku konsumsi, serta globalisasi sebagai landasan pemikiran. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain argumentatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa konsumerisme muncul bersamaan dengan pembentukan Jepang sebagai masyarakat konsumsi sebagai dampak globalisasi ekonomi. Pada akhirnya, konsumerisme tersebut menyebar luas dalam masyarakat dan benar telah mempengaruhi para remaja putri terjun dalam praktik enjokousai.

The focus of this study is how consumerism that has spread through the information and communication media became a pull factor for the rising of the phenomenon of enjokousai in contemporary Japanese society. This research is qualitative argumentative interpretative. This study proved that consumerism coincides with the rise of Japan as a consumer society as the impact of economic globalization. In the end, consumerism are widespread in the society and with no doubt has influenced the girls engaged in the practice of enjokousai."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
S450
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Sigma Exacta
"ABSTRAK
Tesis ini berfokus pada salah satu fenomena hidden homeless di Jepang yaitu Net Café Refugees sebagai salah satu permasalahan sosial dalam masyarakat Jepang kontemporer.
Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah latar belakang yang dialami seseorang sehingga terjebak dalam situasi Net Café Refugees.
Data yang diperoleh merupakan data primer dari hasil wawancara melalui film dokumenter dan data sekunder dari hasil penelitian kepustakaan serta pengumpulan data dari sumber-sumber publikasi lainnya seperti artikel elektronik maupun jurnal ilmiah. Model analisis yang digunakan bersifat deskriptif eksploratif.

ABSTRACT
This research focused on one of hidden homeless phenomenon in Japan, Net Café Refugees as one of social problem in contemporary Japanese society.
This study attemps to examine the background experienced by people who are stucked in a Net Café Refugees situation.
The primary data were obtained from interviews through documentary films and the secondary data were from the result of literature research as well as the collection of data from publications resources such as electronic articles and scientific journals. This research used descriptive explorative method to analyze the data.
Based on the findings, it can be concluded that the causes of the Net Café Refugees phenomenon are motivated by economic, political and cultural factors.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2015
T45568
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Diana Utami
"Skripsi ini menganalisis tentang fenomena perceraian pasangan lanjut usia (jukunen rikon) setelah tahun 2007. Fenomena jukunen rikon menimbulkan pembicaraan tentang hubungan pernikahan yang ideal dan diharapkan masyarakat Jepang sebelum tahun 2007. Jukunen rikon juga diprediksi oleh masyarakat Jepang akan meningkat tajam setelah tahun 2007, tepat setelah diberlakukannya Sistem Pembagian Dana Pensiun dan pensiun massal baby boomer. Skripsi ini menggunakan teori dari tulisan Alexy Allison mengenai fenomena jukunen rikon sebelum 2007. Hasil penelitian menemukan bahwa fenomena jukunen rikon tidak meningkat tajam seperti yang diprediksikan masyarakat. Meskipun demikian, pembicaraan mengenai hubungan pernikahan yang ideal antara pasangan lanjut usia terus berlanjut setelah tahun 2007.

The focus of this work is to analize later-life divorce phenomenon (jukunen rikon) after 2007. Jukunen rikon phenomenon has provoked conversations about ideals and expectations of marital relationships in Japanese society. Jukunen rikon also predicted by Japanese society would icreased dramatically after 2007, coincides with enactment of pension division system and baby boomer retirement. This work was compiled using Alexy Allison’s theory based on her paper about jukunen rikon before 2007. This work found that jukunen rikon phenomenon is not increased like Japanese society prediction. However, conversations about ideals of marital relationship among elderly couple are continue after 2007."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S56607
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vanny Fayanur
"Mempelajari agama dan mengikuti perintah-Nya merupakan salah satu kewajiban yang harus dikerjakan oleh penganut agama sesuai dengan ajaran agamannya tersebut. Hal ini dilakukan salah satunya untuk mencapai kebaikan, mengetahui hal-hal yang berada di luar alam, serta menjaga keseimbangan hidup di dunia dan di akhirat nanti. Kebanyakan masyarakat Indonesia mengangap agama adalah hal yang penting bagi hidupnya. Agama juga merupakan salah satu pendidikan formal di Indonesia. Namun hal ini sagatlah berbeda dengan masyarakat Jepang. Walaupun mereka menganut agama tertentu, bukan berarti mereka akan mempelajari dan mengikuti aturan atau perintah agamannya. Mereka kebanyakan mengangap agama sebagai sebuah tradisi dan kebiasaan. Mereka juga mengikuti upacara ataupun kegiatan keagamaan yang berbeda dari agamanya tanpa merasa bersalah dan toleran.

Learned and followed the commandments of God is one obligation that must be carried out by adherents of religion in accordance with the teachings of the their religion. This is done one of those to achieve goodness, know the things that are beyond nature, as well as maintain life balance in the world and in the hereafter. Most people in Indonesia regard that religion is important to his life. Religion is also one of formal education in Indonesia. But this is different with the Japan society. Although their follow a particular religion, does not mean they will learn and follow the rules or follow the command of their religion. They are mostly regard a religion as a tradition and habit. They also follow the ceremony or religious activities that are different from their religion without feeling guilty and tolerant."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Lantang, Ayu Gardenia
"ABSTRAK
Tesis ini membahas tentang fenomenakekkon iju josei dari negara-negara Asia lainnya, di wilayah prefektur Tohoku dan Niigata, di Jepang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan data sekunder dari jurnal Nihon Daigaku Sokosha Kaijo Hokenkyu, No.9, 305-316, 2008, jurnal Kanagawa Daigaku Hijou Kinko Ushi, dan jurnal GEMC University of Tohoku, No.7, Maret 2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekkon iju merupakan pernikahan yang dibentuk dan dilakukan untuk tujuan tertentu, yang cenderung meningkat karena adanya peran pemerintah daerah dan biro jodoh sebgai pihak komersial.

ABSTRACT
This thesis is focus on the phenomenon of kekkon iju josei from other Asian countries, in the countryside areas of Tohoku and Niigata prefecture, in Japan. This research is descriptive interpretative by using secondary data from journal Nihon Daigaku Sokosha Kaijo Hokenkyu, No.9, 305-316, 2008,journal Kanagawa Daigaku Hijou Kinko Ushi, and journal GEMC University of Tohoku, No.7, Maret 2012, entitled“Jenda to Tabunka no Hazama de - Tohoku Nouson no Kekkon Iju Josei wo Meguru Shomondai.” The result of this research shows that kekkon iju is marriage by design for specific purpose, that tend to increasing by role of local government and marriage broker as commercial agencies."
Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rita Silvia
" Pernikahan merupakan suatu momen dalam hidup bagi setiap orang. Bahkan dianggap sebagai hal yang penting dan sakral bagi sebagian besar orang. Sebelum Perang Dunia ke II penduduk jepang memiliki pandangan bahwa pernikahan dianggap sebagai suatu hal yang sangat penting, bahkan digunakan sebagai alat memperbesar luas wilayah dan strategi politik maupun perang. Namun, seiring perkembangan zaman, pandangan tersebut berubah. Terutama bagi kaum perempuan di Jepang. Pasca perang dunia ke II hingga abad 21 sekarang, perempuan jepang berpandangan bahwa pernikahan hanya membuat diri mereka terikat sehingga membatasi kebebasan mereka untuk melakukan apa yang mereka inginkan termasuk bekerja dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pandangan tersebut memunculkan fenomena baru di Jepang. Fenomena tersebut disebut 晩婚化(bankonka). Bankonka merupakan kecenderungan perempuan jepang untuk menunda pernikahan. Bankonka menyebabkan beberapa masalah sosial di Jepang terutama masalah populasi. Dengan mencari perubahan makna pernikahan di Jepang dan mengkaji sudut pandang wanita Jepang pada saat ini terhadap pernikahan, diharapkan mendapatkan pemahaman mengapa fenomena Bankoka ini terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dengan pengumpulan data sekunder. Setelah itu, Kesimpulan ditarik berdasarkan data sekunder yang terkumpul.

Marriage is a moment in the life for everyone. Marriage being an important thing and sacred for many peoples. Before world war 2 the Japanese peoples have a view that marriage is being more important thing, and using for increasing the region and politic strategy as well as ar. However, over the times that view has changed. Especially for women in Japan. Post world war 2 to the 21st century now, Japanese women have a view that marriage is only making themselves bound there by limiting their freedom to do what they want, including work and continue their education to a higher level. View raises new phenomenon is called bankonka. bankonka is a woman tendency of Japanese woman to delay marriage. Bankonka caused some social problem in japan, especially the population problem. By looking for changes in the meaning of marriage in japan and study japanese female perspective of this time of the marriage, expected to gain an understanding of why this phenomenon occurs bankonka. methods used in this research is data collection method of secondary literature. After that, the conclusios drawn based on secondary data collected."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Fadilla Choirunnisa
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas budaya partisipasi pada internet dalam fenomena konsumsi naratif josei-muke kontentsu konten untuk perempuan di Jepang. Budaya partisipasi menandakan pergeseran peran konsumen yang tidak hanya mengonsumsi konten namun juga aktif dalam sirkulasi informasi konten. Skripsi ini menggunakan teori budaya partisipasi yang dikemukakan oleh Henry Jenkins, serta teori konsumsi naratif oleh Otsuka Eiji dan media mix oleh Marc Steinberg sebagai teori pendukung untuk menganalisis pemasaran narasi produk josei-muke kontensu, konsumsi naratif konsumen, budaya partisipasi konsumen di Jepang pada internet, serta hubungan ketiga fenomena tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Dalam skripsi ini ditemukan bahwa budaya partisipasi konsumen josei-muke kontentsu memang terjadi dalam konsumsi naratif karena adanya tumpang tindih narasi konten. Melalui budaya partisipasi konsumen juga menegaskan identitasnya sebagai penggemar yang menjadi bagian dari sebuah fandom yang semakin membuka akses untuk mendapatkan narasi. Di sisi lain, produsen memanfaatkan budaya partisipasi konsumen untuk penyebaran informasi dan mempertahankan eksistensi konten dalam pasar industri josei-muke kontentsu di Jepang.

ABSTRACT
This study discusses the participatory culture on the internet in the phenomenon of narrative consumption of josei muke kontentsu contents for female in Japan. Participatory culture shows a shift in the role of consumers who are not only passively consume contents but also actively play a role in driving the flow of contents information. This study uses the theory of participatory culture by Henry Jenkins, as well as the theory of Narrative Consumption by Otsuka Eiji and Media Mix by Marc Steinberg as supporting theories to analyze the narrative marketing of josei muke kontentsu products, consumers rsquo narrative consumption, consumers rsquo participatory culture in Japan on the internet, and the relationship of these three phenomena. The research method used is descriptive analysis method. The result of this study indicates that the participatory culture of josei muke kontentsu consumers indeed occur in narrative consumption due to the overlapping narrative of the contents. Through participatory culture, consumers also affirm their identity as a fan that becomes part of a fandom that increasingly opens access to get the narrative of the contents. On the other hand, producers utilize the participatory culture for information dissemination and maintain the existence of contents in the josei muke kontentsu industry market in Japan. "
2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cristine, Grace
"Makalah ini membahas tentang bagaimana perkembangan peranan seorang chounan dalam masa Jepang Kontemporer dalam sistem keluarga Jepang, yang dikenal dengan system Ie. Chounan anak laki-laki tertua pada system keluarga Jepang memang memiliki arti dan peranan yang khusus. Hak dan kewajiban mereka pun berbeda dengan anak yang lainnya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan bagaimana peranan chounan pada masa Jepang Kontemporer saat ini. Adapun metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode deskriptif, sehingga dalam pengumpulan data penulis menggunakan data kepustakaan mengenai masalah yang terkait serta pengumpulan data melalui internet.

This study directs the reader to discusses how the development of the role of a chounan Contemporary Japanese during the Japanese family system, known as the system Ie. Chounan eldest boy in a Japanese family system does have a special meaning and role. Rights and obligations are different to other children. The purpose of this paper is to explain how the role of Japanese Contemporary chounan during this time. The research method used is descriptive writer, so the data collecting authors used data on issues related literature and data collection via the internet.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Adella Christabel Faustina Setianingrum Nugroho
"Artikel ini membahas ikumen sebagai active fathers dalam dinamika peran gender keluarga Jepang kontemporer. Upaya penulis adalah untuk memahami peran aktif ikumen secara komprehensif, baik dalam wacana maupun praktik pengasuhan anak dalam kehidupan sehari-hari, melalui perspektif gender equal parenting. Metode yang digunakan adalah metode studi pustaka pendekatan kualitatif dengan interplanetary theory of complete and universal gender difference oleh Michael Kimmel. Hasil penelitian menunjukkan fenomena ikumen sebagai active fathers merupakan suatu bentuk perubahan sikap (attitudes) dan perilaku (behaviors) ayah dalam konteks peran pengasuhan anak yang pada gilirannya membawa dinamika tersendiri dalam peran gender di antara ayah dan ibu. Wacana dan praktik pengasuhan anak yang lahir dari media seperti Ikumen Project, majalah FQ Japan, NPO Fathering Japan, serta usaha pemerintah dengan digagasnya UU Pengasuhan Anak, turut berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran para ayah akan pentingnya kontribusi mereka. Namun demikian, perubahan sikap dan perilaku ayah dalam pengasuhan anak melalui fenomena ikumen ini, belum dapat dikatakan merevolusi habitus bekerja dan pembagian peran gender tradisional dalam masyarakat Jepang.

This article discusses ikumen as active fathers in the dynamics of gender roles in contemporary Japanese families. The author's effort is to understand the active role of ikumen in a comprehensive way, both in the discourse and practice of parenting in everyday life, through the perspective of gender equal parenting. The method used is a qualitative approach literature study method with interplanetary theory of complete and universal gender difference by Michael Kimmel. The results of the study show that the ikumen phenomenon as active fathers is a form of change in the attitudes and behavior of fathers in the context of the parenting role which in turn brings its own dynamics in gender roles between fathers and mothers. Discourses and practices of parenting born from media such as Ikumen Project, FQ Japan magazine, NPO Fathering Japan, as well as the government's efforts with the initiation of the Child Care Law, have contributed to increasing the awareness of fathers about the importance of their contribution. However, the changes in fathers' attitudes and behavior in parenting through this ikumen phenomenon, cannot be said to have revolutionized work habits and the division of traditional gender roles in Japanese society.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>