Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 129037 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Albi Pradhyatama
"Makalah ini membahas mengenai register dokter di video Youtube berjudul Het Spreekuur Sint Andriesziekenhuis Tielt. Register dokter diamati melalui percakapan antara dokter Clara dengan Katty. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penulis menggunakan data berupa video Het Spreekuur Sint Andriesziekenhuis Tielt yang diunduh dari Youtube, kemudian dianalisis dari faktor field, tenor, dan mode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa field yang ditemukan dalam video membahas mengenai penyakit kista yang dialami Katty. Tenornya yaitu dokter Clara dan Katty. Mode yang digunakan di dalam video tersebut adalah ragam bahasa akrab. Ragam bahasa akrab digunakan oleh dokter Clara ketika sedang melakukan interaksi dengan Katty. Cara komunikasi antara 2 peserta tuturan tergantung dengan latar belakang sosial dan pendidikan masing-masing peserta. Apabila seorang dokter dan pasiennya memiliki latar belakang sosial dan pendidikan yang berbeda, sang dokter akan menyesuaikan atau mengubah cara komunikasinya dengan mengurangi penggunaan kosakata medis.

This article discusses the registers of physician at Youtube‟s Het Spreekuur Sint Andriesziekenhuis Tielt. The register of physicians can be identified by analyzing the conversations between doctor Clara and Katty. This study uses a qualitative descriptive method. The data, taken from the Youtube, namely Het Spreekuur Sint Andriesziekenhuis Tielt is then being analyzed by using the theory of field, tenor, and mode. The field of the video is the cysts disease, suffered by Katty. Doctor Clara and Katty play a role in the tenor. The intimate language is used the whole time by doctor Clara while interacting with Katty. The mode of speech being used between two participants, depend on the social and educational background of each participant. If doctors and patients have a different social- and educational background, the doctor have to adjust or change the way of communication by using less medical vocabulary.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Tyara Mulya Putri
"Alih kode dapat ditemukan di banyak negara yang terdapat kontak bahasa. Belanda adalah salah satu dari banyak negara tersebut, dan merupakan salah satu negara yang sangat terbuka dengan bahasa Inggris. Alih kode dari bahasa Belanda ke bahasa Inggris sering ditemukan pada umumnya di masyarakat Belanda dan juga di kanal-kanal youtuber Belanda. Makalah ini membahas alih kode yang ditemukan dalam kanal Youtube EnzoKnol, yakni vlog lsquo;Doe normaal man!!! ndash; ENZOKNOL VLOG 1313 rsquo; dan video gim lsquo;HIDE SEEK HACKER! rsquo;. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan wujud alih kode dan menjelaskan fungsi alih kode yang digunakan dalam kedua video tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan bantuan metode kuantitatif. Dari hasil analisis diperoleh bahwa wujud dan fungsi alih kode yang paling banyak ditemukan adalah intra-sentential switches dan fungsi ekspresif. Beberapa pemicu alih kode lainnya yang ditemukan adalah karena situasi emosional penutur dan kelaziman penggunaan istilah bahasa Inggris pada konteks gim.

Code switching can be found in many countries where language contact is involved. The Netherlands is one of those countries and it is very open to English. Code switching from Dutch to English is often discovered generally in the Dutch society and also on the channels of Dutch youtubers. This article discusses the code switching found in the Youtube channel EnzoKnol, specifically in the vlog lsquo Doe normaal man ndash ENZOKNOL VLOG 1313 rsquo and the game video lsquo HIDE SEEK HACKER rsquo . The objective of the research is to explain the types and functions of the code switsching discovered in the videos. Qualitative research method is used in this article with the help of quantitative method. Based on data analysis, the most frequent type and function of code switching found in the videos are intra sentential switches and expressive function. Other reasons that stimulated the code switching are the emotional situation and the common terms of English used in the context of video game.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Regina Yolanda Lasso
"[ABSTRAK
Cuaca merupakan keadaan yang berkaitan dengan udara dan dapat diprediksi atau diramalkan. Salah satu sarana
untuk melihat hasil prediksi tersebut adalah melalui program ramalan cuaca pada stasiun televisi. Peranan seorang pembawa berita ramalan cuaca sangatlah penting dalam program tersebut. Dalam penelitian yang bersifat
kualitataif deskriptif ini ajektiva yang digunakan oleh pembawa berita ramalan cuaca akan dianalisis
menggunakan teori ragam bahasa wanita dan pria. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh suatu gambaran
mengenai pemakaian ajektiva dalam laras bahasa pembawa berita ramalan cuaca di Belanda. Hasil analisis
menunjukkan bahwa para pembawa berita ramalan cuaca wanita lebih sering menggunakan ajektiva daripada pria
meskipun selisihnya tidak terlalu signifikan. Para pembawa berita ramalam cuaca wanita menggunakan ajektiva atributif lebih banyak daripada ajektiva predikatif. Terdapat juga pemakaian ajektiva jenis komparatif, yaitu 4 kata. Sementara itu, para pembawa berita ramalan cuaca pria lebih sering menggunakan ajektiva atributif. Pada
ragam bahasa pria tersebut terdapat satu kata yang termasuk dalam ajektiva komparatif. Pembawa berita ramalan cuaca wanita juga menggunakan kosakata yang berkaitan dengan nuansa warna.

ABSTRACT
The weather is a condition associated with air and can be predicted. The predictions are to be seen through the TV weather forecast. The weather forecasters play a very important role. This qualitative descriptive research analyses the adjectives used by Dutch male and female weather forecasters using the theory of male and female language. The adjective is one of the distinguishing aspects of the male and female languages. The purpose of this research is to get a clear description of the usage of adjectives in the register of the weather forecasters. The results of this study show that the female weather forecasters tend to use more adjectives especially the attributive adjective. A very small number of comparative adjectives are also found in both languages. Meanwhile, the male weather
forecasters use more of the attributive adjectives. The female weather forecasters also use adjectives, which are related to colors., The weather is a condition associated with air and can be predicted. The predictions are to be seen through the TV weather forecast. The weather forecasters play a very important role. This qualitative descriptive research analyses the adjectives used by Dutch male and female weather forecasters using the theory of male and female language. The adjective is one of the distinguishing aspects of the male and female languages. The purpose of this research is to get a clear description of the usage of adjectives in the register of the weather forecasters. The results of this study show that the female weather forecasters tend to use more adjectives especially the attributive adjective. A very small number of comparative adjectives are also found in both languages. Meanwhile, the male weather
forecasters use more of the attributive adjectives. The female weather forecasters also use adjectives, which are related to colors.]"
2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Angie Ratih Desnaria
"[ABSTRAK
Makalah ini memaparkan dan mengindentifikasi kata sapaan ? kata sapaan yang dipakai untuk menyebutkan orang tua dalam masyarakat Indonesia dan Belanda. yang ditemukan dalam 4 forum di internet (Femaledaily, Rahasiabunda, Gooievraag dan Zegmaaryes). Selain itu, dengan menggunakan metode deskriptif kualitaitf, makalah ini juga membahas faktor-faktor yang mempengaruhi keberagaman kata sapaan untuk orang tua di kedua negara tersebut. Keberagaman kata sapaan dilihat dari nuansa yang muncul pada kata sapaan tersebut. Kata sapaan-kata sapaan yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah bapak dan ibu, ayah dan bunda, papa dan mama, papi dan mami, abah dan emak, babe dan nyak, pipi dan mimi untuk pemakaian dalam masyarakat Indonesia dan untuk pemakaian di dalam masyarakat Belanda adalah vader dan moeder, papa dan mama, pappa dan mamma, pap dan mam, pappie dan mammie, pa dan ma, moeke, dan nama depan orang tuanya. Latar belakang sejarah dan budaya tak dapat dilepaskan dari pengaruh pemilihan dan penggunaan kata sapaan ? kata sapaan untuk menyebutkan orang tua. Nuansa makna yang mendominasi pemilihan kata sapaan tersebut adalah nuansa moderen dan netral

ABSTRACT
This paper describes and identifies various terms of address for parents, which are commonly used in Indonesia and in the Netherlands, based on 4 internet forums ( Femaledaily, Rahasiabunda, Gooievraag dan Zegmaaryes). Furthermore, using the qualitative descriptive method this paper also discusses the factors that might be the cause of the diversity of the terms which address parents in the two countries. The diversity of the terms of address is viewed from the nuances. This paper gives an updated list of terms of address for parents in Indonesia such as bapak and ibu, ayah and bunda, papa and mama, papi and mami, abah and emak, babe and nyak, pipi and mimi and in the Netherlands terms such as vader and moeder, papa and mama, pappa and mamma, pap and mam, pappie and ma, moeke and their first names. The historical and cultural background plays an important role in influencing the choice of using the terms of address for parents. The two dominant nuances attached to the terms of address for parents are modern and neutral., This paper describes and identifies various terms of address for parents, which are commonly used in Indonesia and in the Netherlands, based on 4 internet forums ( Femaledaily, Rahasiabunda, Gooievraag dan Zegmaaryes). Furthermore, using the qualitative descriptive method this paper also discusses the factors that might be the cause of the diversity of the terms which address parents in the two countries. The diversity of the terms of address is viewed from the nuances. This paper gives an updated list of terms of address for parents in Indonesia such as bapak and ibu, ayah and bunda, papa and mama, papi and mami, abah and emak, babe and nyak, pipi and mimi and in the Netherlands terms such as vader and moeder, papa and mama, pappa and mamma, pap and mam, pappie and ma, moeke and their first names. The historical and cultural background plays an important role in influencing the choice of using the terms of address for parents. The two dominant nuances attached to the terms of address for parents are modern and neutral.]"
2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Farah Husna Nabilah
"Dampak pandemi COVID-19 telah mengubah perilaku masyarakat Indonesia dalam mendapatkan hiburan, salah satunya dengan memanfaatkan platform digital, seperti layanan Video-on-Demand (VOD). Salah satu bentuk layanan VOD adalah Advertising Video-on-Demand (AVoD) di mana pengguna dapat menikmati konten secara gratis dengan menonton iklan yang ditampilkan. YouTube, sebagai salah satu aplikasi AVoD yang terkenal di Indonesia, menjadi fokus penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor push, pull, dan mooring yang memengaruhi switching intention pengguna YouTube versi gratis di Indonesia ke layanan berbayar YouTube, yaitu YouTube Premium. Penelitian ini dilakukan karena rendahnya angka pengguna YouTube versi gratis yang berpindah ke YouTube Premium. Penelitian ini memanfaatkan teori push-pull-mooring (PPM) yang kerap digunakan untuk meneliti niat beralih pengguna. Responden valid penelitian ini berjumlah 476 orang yang telah berlangganan akun YouTube Premium setidaknya sekali dalam satu tahun terakhir. Penelitian ini dianalisis secara kuantitatif (CB-SEM) dan kualitatif (wawancara). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perceived time efficiency, social influence, switching cost, dan habit memiliki pengaruh terhadap switching intention. Sementara itu, dissatisfaction, intrusiveness of advertising, perceived functional benefits, perceived emotional benefits, dan free mentality tidak berpengaruh pada switching intention. Untuk faktor moderasi, tiga dari empat faktor mooring terbukti memoderasi beberapa faktor push dan pull terhadap switching intention. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk perkembangan industri AVoD, khususnya perusahaan YouTube, dalam meningkatkan jumlah pengguna premium pada layanan mereka. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap celah penelitian pada konteks layanan freemium ke premium dengan memanfaatkan teori PPM.

The COVID-19 pandemic has affected Indonesians in ways of finding entertainment, and one is to utilize digital platforms, such as Video-on-Demand (VOD). Advertising Video-on-Demand (AVoD) is one type of VOD service where the contents are free to watch, but the users need to watch certain advertisements. This research focuses on YouTube as one of the most popular AVoD in Indonesia. The research aims to identify push, pull, and mooring factors affecting Indonesian YouTube free users’ switching intention to a paid version of YouTube, namely YouTube Premium. This particular problem needs to be studied since the number of YouTube free user that have subscribed to YouTube Premium is exceedingly low. This research utilizes push-pull-mooring (PPM) theory, which researchers have often used to assess users' switching intentions in the past. The research has 476 valid respondents who have subscribed to YouTube Premium at least once in the past year. This study was analyzed quantitatively and qualitatively using CB-SEM and interview methods. This study shows that perceived time efficiency, social influence, switching cost, and habit affect users’ switching intention. Meanwhile, dissatisfaction, intrusiveness of advertising, perceived functional benefits, perceived emotional benefits, and free mentality do not affect users' switching intention. As for the moderating factors, three of the four mooring factors were found to affect a few of the push and pull factors' relation with switching intention. With those findings, it is hoped that this research can contribute to developing the AVoD industry, especially YouTube, in increasing its premium users. It is also hoped that this research can contribute to the freemium to premium service research gap incorporating PPM theory. "
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Najwa Lathifah Ulima
"Dampak pandemi COVID-19 telah mengubah perilaku masyarakat Indonesia dalam mendapatkan hiburan, salah satunya dengan memanfaatkan platform digital, seperti layanan Video-on-Demand (VOD). Salah satu bentuk layanan VOD adalah Advertising Video-on- Demand (AVoD) di mana pengguna dapat menikmati konten secara gratis dengan menonton iklan yang ditampilkan. YouTube, sebagai salah satu aplikasi AVoD yang terkenal di Indonesia, menjadi fokus penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor push, pull, dan mooring yang memengaruhi switching intention pengguna YouTube versi gratis di Indonesia ke layanan berbayar YouTube, yaitu YouTube Premium. Penelitian ini dilakukan karena rendahnya angka pengguna YouTube versi gratis yang berpindah ke YouTube Premium. Penelitian ini memanfaatkan teori push- pull-mooring (PPM) yang kerap digunakan untuk meneliti niat beralih pengguna. Responden valid penelitian ini berjumlah 476 orang yang telah berlangganan akun YouTube Premium setidaknya sekali dalam satu tahun terakhir. Penelitian ini dianalisis secara kuantitatif (CB- SEM) dan kualitatif (wawancara). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perceived time efficiency, social influence, switching cost, dan habit memiliki pengaruh terhadap switching intention. Sementara itu, dissatisfaction, intrusiveness of advertising, perceived functional benefits, perceived emotional benefits, dan free mentality tidak berpengaruh pada switching intention. Untuk faktor moderasi, tiga dari empat faktor mooring terbukti memoderasi beberapa faktor push dan pull terhadap switching intention. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk perkembangan industri AVoD, khususnya perusahaan YouTube, dalam meningkatkan jumlah pengguna premium pada layanan mereka. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap celah penelitian pada konteks layanan freemium ke premium dengan memanfaatkan teori PPM.

The COVID-19 pandemic has affected Indonesians in way of finding entertainment, one is to utilize digital platforms, such as Video-on-Demand (VOD). Advertising Video-on- Demand (AVoD) is one type of VOD service where the contents are free to watch, but the users need to watch certain advertisements. This research focuses on YouTube as one of the most popular AVoD in Indonesia. The research aims to identify push, pull, and mooring factors affecting Indonesian YouTube free users’ switching intention to a paid version of YouTube, namely YouTube Premium. This particular problem needs to be studied since the number of YouTube free user that have subscribed to YouTube Premium is exceedingly low. This research utilizes push-pull-mooring (PPM) theory, which researchers have often used to assess users' switching intentions in the past. The research has 476 valid respondents who have subscribed to YouTube Premium at least once in the past year. This study was analyzed quantitatively and qualitatively using CB-SEM and interview methods. This study shows that perceived time efficiency, social influence, switching cost, and habit affect users’ switching intention. Meanwhile, dissatisfaction, intrusiveness of advertising, perceived functional benefits, perceived emotional benefits, and free mentality do not affect users' switching intention. As for the moderating factors, three of the four mooring factors were found to affect a few of the push and pull factors' relation with switching intention. With those findings, it is hoped that this research can contribute to developing the AVoD industry, especially YouTube, in increasing its premium users. It is also hoped that this research can contribute to the freemium to premium service research gap incorporating PPM theory.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fariz Habibie Permana
"Dampak pandemi COVID-19 telah mengubah perilaku masyarakat Indonesia dalam mendapatkan hiburan, salah satunya dengan memanfaatkan platform digital, seperti layanan Video-on-Demand (VOD). Salah satu bentuk layanan VOD adalah Advertising Video-on-Demand (AVoD) di mana pengguna dapat menikmati konten secara gratis dengan menonton iklan yang ditampilkan. YouTube, sebagai salah satu aplikasi AVoD yang terkenal di Indonesia, menjadi fokus penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor push, pull, dan mooring yang memengaruhi switching intention pengguna YouTube versi gratis di Indonesia ke layanan berbayar YouTube, yaitu YouTube Premium. Penelitian ini dilakukan karena rendahnya angka pengguna YouTube versi gratis yang berpindah ke YouTube Premium. Penelitian ini memanfaatkan teori push-pull-mooring (PPM) yang kerap digunakan untuk meneliti niat beralih pengguna. Responden valid penelitian ini berjumlah 476 orang yang telah berlangganan akun YouTube Premium setidaknya sekali dalam satu tahun terakhir. Penelitian ini dianalisis secara kuantitatif (CB-SEM) dan kualitatif (wawancara). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perceived time efficiency, social influence, switching cost, dan habit memiliki pengaruh terhadap switching intention. Sementara itu, dissatisfaction, intrusiveness of advertising, perceived functional benefits, perceived emotional benefits, dan free mentality tidak berpengaruh pada switching intention. Untuk faktor moderasi, tiga dari empat faktor mooring terbukti memoderasi beberapa faktor push dan pull terhadap switching intention. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk perkembangan industri AVoD, khususnya perusahaan YouTube, dalam meningkatkan jumlah pengguna premium pada layanan mereka. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap celah penelitian pada konteks layanan freemium ke premium dengan memanfaatkan teori PPM.

The COVID-19 pandemic has affected Indonesians in ways of finding entertainment, and one is to utilize digital platforms, such as Video-on-Demand (VOD). Advertising Video-on-Demand (AVoD) is one type of VOD service where the contents are free to watch, but the users need to watch certain advertisements. This research focuses on YouTube as one of the most popular AVoD in Indonesia. The research aims to identify push, pull, and mooring factors affecting Indonesian YouTube free users’ switching intention to a paid version of YouTube, namely YouTube Premium. This particular problem needs to be studied since the number of YouTube free user that have subscribed to YouTube Premium is exceedingly low. This research utilizes push-pull-mooring (PPM) theory, which researchers have often used to assess users' switching intentions in the past. The research has 476 valid respondents who have subscribed to YouTube Premium at least once in the past year. This study was analyzed quantitatively and qualitatively using CB-SEM and interview methods. This study shows that perceived time efficiency, social influence, switching cost, and habit affect users’ switching intention. Meanwhile, dissatisfaction, intrusiveness of advertising, perceived functional benefits, perceived emotional benefits, and free mentality do not affect users' switching intention. As for the moderating factors, three of the four mooring factors were found to affect a few of the push and pull factors' relation with switching intention. With those findings, it is hoped that this research can contribute to developing the AVoD industry, especially YouTube, in increasing its premium users. It is also hoped that this research can contribute to the freemium to premium service research gap incorporating PPM theory."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Luthfia Amaris Zahra
"At the beginning of the Covid-19 pandemic, an Australian YouTuber specialising in women's fitness, Chloe Ting, gained a significant audience because of her workout routines on her website and YouTube account. The workout program she created promises her audiences to lose fat in specific areas of the body parts—also known as spot training—in a short period. Some of Ting's video titles are "Get Abs in Two Weeks | Abs Workout Challenge," "Tiny Waist & Round Butt Workout | At Home Hourglass Challenge," and "Hips Dips Workout | 10 Min Side Booty Exercises At Home Hourglass Challenge", these videos could play a role in promoting a negative body image for women. Owing to the misrepresentation of body image in the media industry, women of all ages are often exposed to quite a number of body standards or body images, stating that they have to look in a particular shape to be considered "beautiful" by society. To test the hypothesis that Chloe Ting's videos have a role in promoting negative body image, qualitative research, content analysis, and sentiment analysis will be conducted on three of the selected videos on Chloe Ting's YouTube channel. The gathered data will be analysed by relating it to the first three stages of sociocultural models. Based on the selected comments, there are no indications that Chloe Ting is disseminating unfavourable ideas that women should have a particular body type. Additionally, Chloe Ting's audience does not appear to have any negative emotions regarding the content.

Di awal pandemi Covid-19, YouTuber Australia berfokuskan kebugaran wanita, Chloe Ting, mendapatkan banyak penonton karena video olahraga di situs dan akun YouTube-nya. Program olahraga yang dia buat menjanjikan penonton untuk menghilangkan lemak di area tertentu di bagian tubuh—juga dikenal sebagai spot training—dalam waktu singkat. Beberapa judul video Ting adalah “Get Abs in Two Weeks | Abs Workout Challenge”, “Tiny Waist & Round Butt Workout | At Home Hourglass Challenge” dan “Hips Dips Workout | 10 Min Side Booty Exercises At Home Hourglass Challenge”, video-video ini dapat berperan dalam mempromosikan citra tubuh yang negatif bagi wanita. Akibat misrepresentasi wanita dalam industri media, perempuan segala usia seringkali dihadapkan pada sejumlah standar atau citra tubuh yang menyatakan bahwa mereka harus berpenampilan tertentu agar dianggap “cantik” oleh masyarakat. Untuk menguji hipotesis bahwa video Chloe Ting memiliki peran dalam mempromosikan citra tubuh yang negatif, penelitian kualitatif serta analisis konten akan dilakukan pada tiga video YouTube milik Chloe Ting yang memenuhi kriteria penelitian. Data yang terkumpul akan dianalisa juga dengan mengaitkan tiga tahapan pertama model sosiokultural. Berdasarkan komentar yang dipilih, tidak ada indikasi bahwa Chloe Ting menganjurkan wanita harus memiliki tipe tubuh tertentu. Selain itu, penonton Chloe Ting tampaknya tidak memiliki emosi negatif terkait konten tersebut.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2022
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Fabian Raffa Reyhan
"Recaps film adalah salah satu jenis konten yang dapat dibuat oleh para creator YouTube untuk mendapatkan uang atau keuntungan dari sistem monetisasi yang disediakan oleh YouTube. Saqahayang adalah salah satu creator yang membuat jenis konten ini pada kanal YouTube-nya. Recaps film sendiri dapat di definisikan sebagai suatu konten penceritaan kembali suatu film/serial yang sedang atau sudah tayang di publik, dengan menggunakan narasi pembuat konten sendiri serta menggunakan unsur audio dan visual dari film atau serial yang dijadikan subjek yang memiliki sifat ‘pengganti’, dimana penonton atau calon penonton suatu film dapat menonton dan mengerti isi dari suatu film dalam waktu 15 sampai 30 menit tanpa harus menonton film yang dijadikan subjek secara keseluruhan di bioskop atau layanan streaming. Walaupun YouTube sebagai penyedia platform sudah memiliki aturan tentang larangan penggunaan karya orang lain tanpa ijin pengguna, pelanggaran mengenai hal tersebut masih kerap terjadi. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, pembuatan konten berjenis recaps film yang dibuat oleh Saqahayang memiliki potensi pelanggaran Hak Cipta. Tindakan yang dilakukan Saqahayang juga tidak dapat dikategorikan sebagai ‘penggunaan yang wajar’ karena terdapat kepentingan ekonomi pencipta cuplikan film atau serial yang dirugikan. Sebagai bentuk tanggung jawab dan cara untuk menanggulangi permasalahan tersebut, YouTube memiliki Formulir Web DMCA Publik, Copyright Match Tool, dan Content ID yang dapat membantu dan melindungi pencipta dan para pemilik hak cipta. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normative, tulisan ini akan menganalisis mengenai bentuk pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh Saqahayang dan bagaimana bentuk tanggung jawab hukum YouTube sebagai penyedia platform.

Film recaps are one type of content that can be created by YouTube creators to earn money or profit from the monetization system provided by YouTube. Saqahayang is one of the creators who produces this type of content on their YouTube channel. Film recaps can be defined as a retelling of a movie/TV series that is currently airing or has already been released to the public, using the creator's own narration and incorporating audio and visual elements from the film or series being discussed. It serves as a 'substitute' that allows viewers or potential viewers to understand the content of a film within 15 to 30 minutes, without having to watch the entire film in theaters or on streaming services. Although YouTube, as a platform provider, has rules against the unauthorized use of others' work, violations still occur frequently. Referring to Law Number 28 of 2014 concerning Copyright, the production of film recap content by Saqahayang has the potential to infringe on Copyright. Saqahayang's actions cannot be categorized as 'fair use' because they economically affect the creators of the film or series excerpts. As a form of responsibility and a way to address this issue, YouTube provides the Public DMCA Web Form, Copyright Match Tool, and Content ID to assist and protect creators and copyright owners. Using a normative juridical research method, this paper will analyze the forms of copyright infringement committed by Saqahayang and the legal responsibilities of YouTube as a platform provider."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Inggita P.
"Perkembangan teknologi internet di bidang audio visual menciptakan sebuah video streaming platform yang menggeser peran TV terestrial sebagai media informasi dan hiburan. Pergeseran ini telah terlihat bukan hanya dari sisi teknologi distribusinya, tetapi juga dari sisi bisnis. Salah satu video streaming platform paling populer adalah situs Youtube, yang akan menjadi bahan penelitian dalam penulisan ini. Permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini adalah (1) Bagaimana pengaruh pergeseran media menonton video terhadap jenis konten video, dan (2) Video seperti apakah yang sebaiknya dibuat oleh penyedia konten di Youtube. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh pergeseran media menonton video terhadap konten video dan mengetahui jenis video yang sebaiknya dibuat oleh penyedia konten di Youtube. Penulisan dilakukan dengan cara mengadakan survei sederhana. Hasilnya, didapatkan bahwa pergeseran media menonton video tidak berpengaruh terhadap jenis konten video yang sudah ada, namun pergeseran ini menciptakan jenis konten video baru. Jenis konten video baru yang muncul pada platform video streaming Youtube, seperti vlog dan webseries.

The evolution of internet technology in the field of audio-visual creating a video streaming platform which shifts the role of TV as a medium of information and entertainment. This shifting has been seen not only in terms of its distribution technology, but also from the business side. One of the most popular video streaming platform is Youtube site, which will be the subject of research in thhis paper. Issues raised in this paper are (1) How the influence of the shifting of watching video medium to the type of video content, and (2) What kind of video that should be made by the provider of the content on Youtube. The goal is to find out the shifting effect to the type of video content and to determine the type of video that should be made by the provider of the content on Youtube. The writing is done by conducting a simple survey. As a result, it was found that the shifting of media watching video does not affect the type of video content that is already there, but shift is creating new types of video content that appears on Youtube streaming video platform, such as vlog and webseries and 2 What kind of video that should be made by the provider of the content on Youtube The goal is to find out the shifting effect to the type of video content and to determine the type of video that should be made by the provider of the content on Youtube The writing is done by conducting a simple survey As a result it was found that the shifting of media watching video does not affect the type of video content that is already there but shift is creating new types of video content that appears on Youtube streaming video platform such as vlog and webseries.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>