Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 42885 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nidya Zahra Hayumi
"Perkembangan teknologi komunikasi saat ini membawa sejumlah perubahan dalam perilaku manusia. Perubahan tersebut mencakup cara berpikir, cara berperilaku, dan berbagai aspek lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan eksistensi dalam diri remaja saat ini. Dengan berkembangnya media online, terdapat perubahan perilaku yang cukup spesifik bagi individu khususnya dalam cara bagaimana individu tersebut mempersepsikan atau memaknai diri mereka sendiri. Selanjutnya saat ini muncul aplikasi seperti Instagram yang dapat menampilkan foto dan video, yang mengambarkan citra diri individu.
Masyarakat terutama kaum muda di kalangan mahasiswa yang dinamis, cenderung senang untuk mengekspresikan diri melalui media online yang dianggap dapat meningkatkan eksistensi diri mereka. Dalam tulisan ini, metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada sejumlah responden. Dari hasil pengumpulan data, ditemukan bahwa remaja saat ini gemar menggunakan aplikasi Instagram untuk berbagi momentum agar keberadaannya lebih dianggap terkait dengan eksistensi diri mereka. Lebih lanjut, foto yang dimasukkan ke Instagram antara lain adalah foto tentang kegiatan sehari-hari bersama teman-teman mereka, termasuk juga foto berupa selfie.

The development of communications technology currently brought a number of changes in human behavior .The changes include the process of thinking, behaviour, and other various aspects. This study aims to identify the development of self existence in teenagers. With the rise of online media, there are specific behavior changes for individuals especially in how individuals perceive themselves. For now adays, then came an application such as instagram that can display photos and video which can form an individual image.
The society, especially for youth, among the students who dynamic tending to pleased to express their self through the media online that are considered to be an increase in existence. This research using quantitative method. To collect the data, writer uses a questionnaire to be distributed to a number of respondents. The results of research method found that, most of the teenager is using Instagram to share their moment in instagram more considered and related to their self existence. Further more, the type of photograph they usually uploaded are picture of their routine with their friends, including selfie photo.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Samuel Jeffrey Sukiatno Nugroho
"Seiring dengan perkembangan di dunia IT dan internet, game online pun menjadi permainan yang semakin populer. Awalnya, game online identik dengan permainan laki-laki. Namun saat ini sudah merambah ke perempuan. Fenomena ini menjadi dasar yang kuat bagi perempuan untuk menunjukkan potensi dirinya. Dari fenomena ini muncul pertanyaan, sejauh mana game online menjadi sarana yang memfasilitasi gamer perempuan melakukan aktualisasi diri. Berdasarkan hasil pengamatan isi permainan dan hasil wawancara, terungkap bahwa melalui game online, gamer perempuan merasa tertantang untuk meningkatkan potensi diri, manfaat lain adalah rasa kepuasan diri bisa setara dengan laki-laki dalam meraih prestasi sebagai gamer perempuan.

With the advances of IT and Internet, online games becomes more popular. Originally, online game is identical with the game for men. But today online game has expanded to women gamer. This phenomenon becomes a solid foundation for women to show their potential. This phenomenon raises a question, to what extent online game has become a means to facilitate women gamers, perform self-actualization. Based on the observation of games’ content and interviews, revealed that through online game, women gamers feel challenged to improve their potential. In addition, the feeling of satisfaction as women gamer in achieving their goal is equal with men.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Kusdini Kusuma Wardani
"Jurnal ini membahas tentang kasus diskriminasi yang dilakukan oleh warga Lenteng Agung terhadap Lurah Susan terkait dengan isu SARA. Yang menjadi permasalahan adalah dengan diangkatnya Lurah Susan memunculkan demo di kalangan Warga Lenteng Agung. Jika mengacu kepada konsep social cognition, terjadinya demo tersebut disebabkan adanya errors in social thinking berupa biased preception. Berdasarkan hal itu, yang menjadi pertanyaan penulis adalah apa yang dilakukan Lurah Susan untuk mengcounter prejudice terhadap dirinya untuk mendapatkan kesan positif. Dari hasil pembahasan, penulis mendapatkan bahwa cara yang dilakukan Lurah Susan sudah cukup efektif dalam membangun kesan positif, dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan dan sanjungan oleh Gubernur DKI.

This journal discusses about discrimination case done by Lenteng Agung citizen against Lurah Susan related to SARA (Ethnicity, Religion, Race, and Social Groups). The main problem was the inaguration of Lurah Susan, Lenteng Agung citizen started a demonstration. Referring to social cognition concept, the demonstration occurent was caused by errors in social thinking in form of biased preception. Based on the research, arise a question on what Lurah Susan did to encounter the prejudice towards her to get a positive image. Conclusion of this matter is Lurah Susan did a quiet effective way in building her positive image, proven by her achievement and flattery she got from the DKI Governer.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Maya Talitha Az Zahra
"Maraknya kemunculan kafe di perkotaan kini telah menjadikan kegiatan nongkrong atau hangout di kafe sebagai gaya hidup yang sangat digemari oleh para remaja, khususnya di wilayah Jabodetabek. Beragamnya kafe yang tersebar di wilayah Jabodetabek dengan segala fasilitasnya menjadikan banyak remaja datang ke kafe dengan tujuan untuk mengupdate status dan mengunggah foto selfie mereka di media sosial sehingga bisa diketahui oleh banyak orang. Dengan kata lain, kegiatan mengunjungi kafe dengan tujuan melakukan selfie dan mengupdatenya ke media sosial saat ini merupakan salah satu bentuk aktualisasi diri remaja.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui karakteristik dari kafe yang dipilih dan digemari oleh para remaja di Jabodetabek sebagai tempat melakukan selfie untuk diupdate ke media sosial. Penelitian ini kemudian juga dilakukan untuk mengetahui bagaimana karakteristik spot pada kafe yang dipilih untuk dijadikan tempat swafoto atau selfie para remaja Jabodetabek berdasarkan motivasi mereka.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik kafe di Jabodetabek yang digemari remaja untuk melakukan selfie merupakan kafe yang memiliki konsep industrial dan memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Kemudian para remaja juga umumnya memilih mengunjungi kafe di Jabodetabek yang memiliki aksesibilitas yang mudah dijangkau, baik dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi, dan juga memilih kafe yang berada pada kawasan perkantoran, perdagangan dan jasa. Sebagian besar para remaja di Jabodetabek memilih spot selfie yang memperlihatkan signag atau logo branding kafe yang dikunjunginya, dimana selfie dilakukan dengan latar papan nama kafe atau bangunan dan bagian depan kafe yang menunjukkan logo branding atau lokasi kafe yang dikunjunginya tersebut.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, perilaku membagi foto dengan menunjukkan brand suatu kafe atau kedai kopi terkenal dilakukan remaja dengan maksud memberitahukan atau membagi informasi kepada khalayak bahwa mereka sedang melakukan tren yang ada, dimana ini merupakan bentuk aktualisasi diri mereka.

The rise of cafes in urban areas has now made hanging out or hanging out at cafes a lifestyle that is very popular with teenagers, especially in the Greater Jakarta area. The variety of cafes spread across the Jabodetabek area with all the amenities makes many teenagers come to the cafe with the aim of updating their status and uploading their selfies on social media so that many people can find them. In other words, visiting cafes with the aim of taking selfies and updating them on social media is currently a form of adolescent self-actualization.
This study aims to analyze and find out the characteristics of cafes that are chosen and favored by teenagers in Jabodetabek as a place to take selfies to be updated on social media. This research was then also conducted to find out the characteristics of the spots in cafes that were chosen to be used as selfie spots for Jabodetabek teenagers based on their motivation.
The results of this study indicate that the characteristics of cafes in Jabodetabek which are popular with teenagers to take selfies are cafes that have an industrial concept and have very complete facilities. Then teenagers also generally choose to visit cafes in Jabodetabek which have easy accessibility, both by public transportation and private vehicles, and also choose cafes that are in office, trade and service areas. Most teenagers in Jabodetabek choose selfie spots that show the signage or branding logo of the cafe they visit, where selfies are taken against the backdrop of the cafe or building's signboard and the front of the cafe showing the branding logo or location of the cafe they visited.
Based on the results of the analysis carried out, the behaviour of sharing photos by showing the brand of a famous cafe or coffee shop is carried out by teenagers with the intention of informing or sharing information with the public that they are following an existing trend, which is a form of self-actualization.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sihotang, Ruth Mutiara
"Quarter life crisis adalah kondisi krisis identitas yang merupakan sebuah respons atas ketidakstabilan yang memuncak, perubahan yang cepat, terlalu banyaknya pilihan, serta perasaan panik dan tidak berdaya yang dirasakan oleh individu dalam proses transisi dari masa remaja menuju masa dewasa. Jika individu tidak mampu menghadapi quarter life crisis, akan mengakibatkan berbagai permasalahan baik dari segi psikologis, sosial, maupun fisik yang berdampak pada timbulnya kesulitan dan kemunduran dari segi perkembangan individu. Pencapaian aktualisasi diri dan ketersediaan dukungan sosial dari keluarga dapat menjadi sumber daya internal dan eksternal bagi individu dalam menghadapi quarter life crisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktualisasi diri dan dukungan sosial keluarga dengan quarter life crisis pada individu dewasa awal yang didasarkan pada teori quarter life crisis menurut Robbins & Wilner (2001), teori aktualisasi diri menurut Maslow (1954), dan teori dukungan sosial menurut House (1981). Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode survei dengan mendistribusikan instrumen penelitian berupa kuesioner. Sampel dalam penelitian ini ditetapkan menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik quota sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 377 mahasiswa yang seluruhnya terhimpun sebagai mahasiswa tingkat akhir program sarjana Universitas Indonesia angkatan 2021. Hasil uji hubungan Somers’D menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktualisasi diri dengan quarter life crisis, d = 0.525, p < .001. Demikian juga, dukungan sosial keluarga menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan quarter life crisis, d = 0.528, p < .001. Temuan ini menunjukkan bahwa aktualisasi diri dan dukungan sosial keluarga memiliki peranan yang cukup berarti, meskipun tidak terlalu kuat dengan quarter life crisis. Adapun hasil penelitian ini dapat menjadi sumbangsih tidak hanya pada aspek akademis, tetapi juga dapat dijadikan sebagai dasar dalam upaya merumuskan strategi intervensi untuk mengatasi quarter life crisis, khususnya di kalangan mahasiswa tingkat akhir.

Quarter life crisis is a condition of identity crisis which is a response to overwhelming instability, constant change, too many choices, and a panicked sense of helplessness felt by individuals in the transition process from adolescence to adulthood. If individuals are unable to overcome with this crisis, it can cause various problems across psychological, social, and physical aspects, resulting in difficulties and setbacks in their personal development. The achievement of self-actualization and the availability of social support from family can serve as internal and external resources for individuals in facing a quarter life crisis. This study aims to determine the relationship between self-actualization and family social support in relation to quarter life crisis in early adulthood, based on Robbins & Wilner’s (2001) theory of quarter life crisis, Maslow’s (1954) theory of self-actualization, and House’s (1981) theory of social support. This research uses a quantitative approach and uses a survey method by distributing questionnaires as the research instrument. The sample in this research was determined using a nonprobability sampling method with a quota sampling technique. Respondents in this research totaled 377 students, all of whom were final-year students of the bachelor’s program at Universitas Indonesia class of 2021. The results of the Somers’ D relationship test showed a significant relationship between self-actualization and quarter life crisis, d = 0.525, p < .001. Likewise, family social support showed a significant relationship with quarter life crisis, d = 0.528, p < .001. These findings indicate that self-actualization and family social support has a meaningful role, although not very strong with quarter life crisis. The results of this research can be a contribution not only to the academic aspect but can also be used as a basis for formulating intervention strategies to overcome the quarter life crisis, especially among final-year students."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ratu Vashti Annisa
"ABSTRAK
Pertanyaan lsquo;siapakah kita di dunia maya rsquo; mulai muncul dengan lahirnya internet dan media sosial, dimana kita diberikan kesempatan untuk mempertunjukan diri kita kepada dunia. Di dalam dunia tersebut, tidak ada batasan dan siapapun bisa menjadi apa atau siapapun yang mereka mau. Di Instagram--medium dimana orang mengunggah foto dan video--orang-orang dapat melakukan hal tersebut kepada publik, baik publik secara luas atau publik pilihan mereka dimana akun mereka tidak terbuka untuk umum.Bagaimana kita menggambarkan diri kita di dunia maya biasanya membutuhkan lsquo;impression management rsquo;. Goffman membuat teori ini di tahun 1967 dimana ia mengatakan bahwa orang-orang mempunyai kesan yang mereka buat untuk diri mereka sendiri dalam kontak secara langsung atau komunikasi melalui medium perharinya. Walaupun media sosial belum ada pada tahun tersebut, teori Goffman dapat diaplikasikan jaman sekarang. Terlebih lagi karena media sosial adalah tempat untuk membentuk kesan kita dan hal tersebut akan dilihat oleh banyak orang bahkan orang yang tidak kita kenal jika kita memperbolehkan hal itu untuk terjadi. Presentasi diri merupakan hal yang menarik untuk digali lebih dalam karena hal ini sering terlihat di akun banyak orang.

ABSTRACT
The question of lsquo Who Are We Online rsquo arises with the birth of the internet and social media, where we are given the opportunity to present ourselves to the world. That being said, it is important to highlight the fact that there is no boundary in this particular medium, one can be anyone they want. On Instagram a photo sharing platform people can post photos or videos of themselves to their public, whether it is to the free public or to their chosen public when their profile is private. How we portray ourselves online nowadays usually involve a very heavy impression management. Goffman created this theory back in 1967 where he described that people tend to have an image that they create for themselves in daily contact whether it is face to face or in mediated communication. Even though social media was not created back in his days, his theory can very much be applied to this time and age. Especially because social media acts as a platform to build an image of yourself and it is seen by everyone from the people we know even to strangers if we allow them to. Self presentation is an interesting topic to explore as it is often seen that people rsquo s account is carefully crafted for its audience. "
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Sitorus, Dewi Novita
"Makalah ini akan membahas aktualisasi diri seorang perempuan yang berada dalam lingkungan masyarakat patriarki berdasarkan sebuah novel The Attack karya penulis Yasmine Khadra (2006). Masyarakat patriarki menciptakan stereotype akan bagaimana perempuan seharusnya bertindak di dalam masyarakat tersebut dan juga menetapkan status sosial di dalam tatanan masyarakat. Kemudian, masyarakat patriarki juga menciptakan batasan-batasan mengenai perbedaan status dan peranan perempuan dan laki-laki. Batasan-batasan ini kemudian berbenturan dengan kebutuhan seorang perempuan. Beberapa perempuan memilih untuk tetap dalam batasan tersebut, atau memilih memperjuangkan apa yang menjadi hak mereka. Sihem adalah salah satu perempuan yang keluar dari batasan tersebut untuk kemudian mencari apa yang menjadi kebutuhannya dan melakukan aktualisasi diri. Makalah ini menyimpulkan bahwa seorang perempuan dapat memperoleh kebutuhan mereka meskipun adanya batasan-batasan di dalam masyarakat itu sendiri.

This paper examines the self actualization of a woman who lives in a patriarchy society based on The Attack by Yasmine Khadra(2006). Patriarchy society creates the stereotypes of how a woman should act and the social status of a woman. The society creates some rules and boundaries regarding the difference between the women and men. These rules and boundaries happen to clash with the women needs. However, some women can decide to follow the rules and boundaries or find their needs. Sihem is one of the women who can break the rules and boundaries and then go for the self actualization. The paper concludes that a woman can obtain their needs even though there are some barriers."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Syifa Nabila Yusmita
"Media sosial saat ini, khususnya Instagram, sudah menjadi hal yang umum bagi satu individu untuk mengelola beberapa akun dalam satu perangkat melalui fitur switch account yang memungkinkan pengguna untuk dapat menampilkan presentasi diri yang berbeda. Penggunaan fitur switch account terbagi menjadi dua akun, yaitu: akun publik dan akun privat. Penelitian sebelumnya menunjukkan penggunaan fitur ini dapat mengarah pada fragmentasi identitas sekaligus fleksibilitas dalam mempresentasikan diri di ruang digital. Penelitian ini menerapkan teori dramaturgi dan presentasi diri dari Erving Goffman untuk menganalisis bagaimana individu mengelola panggung depan dan panggung belakang mereka di Instagram melalui konten visual. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengambilan data dari wawancara mendalam serta observasi akun Instagram informan. Tujuan penelitian ini untuk memahami bagaimana individu mengelola kesan mereka yang ditunjukkan pada akun ganda. Penelitian ini menemukan adanya diferensiasi presentasi diri pada akun publik sebagai panggung depan yang menunjukkan kesan yang terkurasi karena memiliki audiens yang luas, sedangkan akun privat sebagai panggung belakang yang menunjukkan kesan yang lebih personal dan autentik karena audiens berasal dari lingkaran teman dekat.

Social media today, especially Instagram, has become common for one individual to manage multiple accounts on one device through the switch account feature that allows users to be able to display different self-presentations. The use of the switch account feature is divided into two accounts, namely: public account and private account. Previous research shows that the use of this feature can lead to identity fragmentation as well as flexibility in presenting oneself in the digital space. This study applies Erving Goffman's theories of dramaturgy and self-presentation to analyse how individuals manage their front stage and back stage on Instagram through visual content. This study uses a qualitative approach with data collection methods from in-depth interviews and observations of informants' Instagram accounts. The purpose of this study is to understand how individuals manage their impressions shown on dual accounts. This study found a differentiation of self-presentation on public accounts as a front stage that shows a curated impression because it has a wide audience, while private accounts as a back stage that shows a more personal and authentic impression because the audience comes from a close circle of friends. "
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maria Santi Widyartini
"Perilaku mengambil tanggung jawab merupakan perilaku peran ekstra yang berorientasi mempengaruhi fungsi organisasi dengan mengubah cara berjalannya proses kerja. Nilai yang menjadi pedoman hidup individu dan menjadi tujuan yang ingin dicapainya diduga dapat menjelaskan fenomena perilaku mengambil tanggung jawab. Dengan menggunakan teori nilai dasar dari Schwartz (1992), studi ini menguji apakah nilai keterarahan diri, keselarasan, prestasi, dan kekuasaan dapat memberikan efek utama pada perilaku mengambil tanggung jawab. Persepsi individu pada iklim kelompok yang mendukung inovasi juga diduga akan berpengaruh memperkuat hubungan antara nilai individu dengan perilaku mengambil tanggung jawab. Penelitian korelasional dilakukan pada 111 responden di suatu BUMN pada karyawan level staf. Metode pengumpulan data dengan menggunakan dua sumber yaitu penilaian diri sendiri dan penilaian dari atasan. Hasil menunjukkan dari tipe nilai keterarahan diri, keselarasan, dan prestasi, dan kekuasaan, hanya nilai kekuasaan yang memiliki efek utama. Dengan koefisien regresi sebesar .242 p<0.05, nilai kekuasaan menjelaskan 6.3% pada perubahan perilaku mengambil tanggung jawab. Namun hasil menunjukkan bahwa iklim yang mendukung inovasi tidak berkorelasi dengan perilaku mengambil tanggung jawab. Iklim inovasi juga tidak memberikan efek moderasi bagi hubungan nilai keterarahan diri, keselarasan, prestasi dan kekuasaan dengan perilaku mengambil tanggung jawab.

Taking charge is an extra-role behaviour which intend to effect organizationally functional change by giving constructive effort in changing how work is executed within the jobs. This research attempts to examine individual values in order to understand taking charge behaviour at work. By using Schwartz's basic individual theory, this study proposed there are main effects from type of values selfdirection, conformity, achievement, and power to taking charge behaviour. The role of perceived innovation support climate as moderator between each values and taking charge behaviour was also proposed in this study. The study was conducted in state owned enterprises organization and all the respondents were employees in staff level. I used data from different sources (self-report and supervisor-rating) and obtained 111 respondents. The findings show only power could become a main predictor for taking charge otherwise the others values have no significant main effect. With R2= .063 (βpower = .242, p<0.05), power can only explain 6.3% variance of taking charge. Perceived innovation support climate also shows no significant correlation with taking charge. Moreover, perceive innovation support climate has no moderation effect to each values and taking charge.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2016
T46223
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
King, Vex
London: Bluebird, 2022
155.2 KIN g
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>