Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 58296 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Irvan
"Penelitian ini mengkaji tentang pengimplementasian sistem penilaian kinerja supply chain produk A pada perusahaan stamping periode April - September. Pendekatan yang digunakan adalah metode SCOR (Supply Chain Operations Reference) untuk menentukan indikator kinerja yang akan dinilai dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mentukan bobot setiap indikator kinerja. Indikator kinerja yang dinilai berjumlah 28.
Hasil dari penelitian ini adalah nilai kinerja Supply Chain setiap bulannya dan tiga indikator kinerja yang diprioritaskan untuk untuk segera diperbaiki beserta beberapa saran untuk pihak perusahaan dan penilitian berikutnya.

This study evaluated the implementation of supply chain performance appraisal system of a product on the stamping?s company the period April to September. The approach used is a method of SCOR (Supply Chain Operations Reference) to determine which performance indicators will be assessed and the Analytical Hierarchy Process (AHP) to determine the weight of each performance indicators. Performance indicators are numbered 28.
The results of this study is the value of Supply Chain performance each month and the three performance indicators for the priority to be corrected along with some suggestions for the company and subsequent research.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S54639
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Marpaung, Joice Rosita
"Dalam kompetisi bisnis saat ini, pemasok dipandang sebagai sumber daya yang kritis bagi perusahaan Katana material mempakan hal yang substansial dalam proses produksi dan dan untuk sebagian industri, biaya material mencakup 50% dari harga penjualan. Seleksi dan evaluasi terhadap kinerja pemasok menjadi aktivitas yang sangat penting karena seleksi dan evaluasi yang salah terhadap pemasok dapat memberikan dampak yang buruk bagi kineria perusahaan. Oleh sebab itu evaluasi dan penilaian terhadap kinerja pemasok menjadi bagian yang sangat penting dalam menjamin tersedianya material yang berkualitas untuk prosas produksi.
Penilaian kinerja pemasok meliputi evaluasi dari berbagai kriteria yang berbeda. Tujuan penulisan iesis ini adalah untuk menetapkan kriteria-kriteria yang dianggap panting dalam penilaian kinerja pemasok tersebut. Penentuan knteria dan sub kritena penilaian beserta tingkat kepentingannya diperoleh dengan penyusunan hirarki kriteria penilaian terhadap kinerja pemasok yang meliputi kualitas harga, pengiriman, pelayanamkemampuan keuangan, kemampuan teknik, dan kemampuan manajemen.
Pengambilan keputusan terhadap kepentingan knteria dan sub kriteria tersebut dilakukan oleh pihak-bihak yang berkompeten dalam perusahaan yang berhubungan dengan pemasok yang dilakukan dengan mengisi kuisioner. Kriteria yang dinilai meliputi kualitas, harga, pengiriman, pelayanan, kemampuan keuangan, kemampuan teknik, dan kemampuan manajemen. Setelah memperoleh hasil kuisioner, penulis melanjutkan pengolahan data dengan menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk membuat hirarki metode evaluasi pemasok yang pengolahan datanya menggunakan program Expert Choice.
Hasil dari program Expert Choice menunjukkan bahwa kualiias memperoleh bobot penilaian tertinggi. Kualitas menjadi sangat penting karena dengan kualitas produk yang terjamin mulai dari materialnya, perusahaan menjamin bisa mengurangi biaya yang harus dikeluarkan sehingga perusahaan dapat meningkatkan keuntungan perusahaan.
Kriteria dan sub kriteria yang telah tersusun sebagai hirarki bisa dibandingkan dengan sistem evaluasi pemasok yang selama ini telah digunakan oleh pihak perusahaan dan dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk perbaikan di masa mendatang.

In business competition today, suppliers are viewed as critical sources for the company because materials represent a substantial part of the value of products, and for a majority of industries, represent more than 50 per cent of the sales price. Supplier selection and evaluation is one of the most important activities because improper evaluation and selection to their supplier results bad consequences in company performance. Evaluation for suppliers performances becomes the most important part to guarantee availability of the right quality of materials for production.
The performance rating process involves evaluation of different criteria. The purpose of the paper is to determine these criteria that are considered important for the performance evaluation of suppliers. These criteria and sub-criteria as well as their importance levels are obtained with criteria hierarchy arrangement. Decision making to these criteria and sub criteria is executed by parties who have relationship competencies with suppliers. They have asked to till the questionnaire about criteria quality, price, delivery, service,financial ability, technical ability, and management ability. After the questionnaire is obtained, the' next step is to build hierarchy for suppliers evaluation method with Analytical Hierarchy Process (AHP). Data for AHP is proceed by using Expert Choice Program.
Expert Choice result shows that quality have the highest point and as key criteria. Quality becomes the most important thing because with product quality guarantee from the beginning -the material - company can assure to reduce cost in order to increase their profit.
These criteria and sub criteria that have resulted can be compared with evaluation and verification system that have been implemented in the company. It also can be implemented for the company development in the future.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
T4758
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ismoyo
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S50246
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marimin
"Pada paper ini mendiskusikan pengembangan modul perangkat lunak pemeriksaan kinerja tingkat kesehatan perusahaan dengan menggunakan teknik neuro-fuzzy. Modul pemeriksaan meliputi tahap operasional dan keuangan. Modul perangkat lunak tersebutdikenal dengan sistem intelijen penilaian kinerja perusahaan (SIPKP). SIPKP dapat digunakan sebagai media konsultasi. Keluaran dari SIPKP meliputi identitas perusahaan, prestasi penilaian kinerja, struktur ANFIS (adaptive, neuro-fuzzy inference system), fungsi keanggotaan, rule dan saran terapo. Teknik neuro-fuzzy menerapkan teknik fuzzy inherence system (FIS) dan algoritma dari jaringan saraf tiruan (JST). FIS berfungsi untuk menggambarkan pemetaan input ke output dengan logika fuzzy. Algoritma pembelajaran jaringan saraf tiruan digunakan untuk mengoptimalkan nilai parameter keanggotaan dalam FIS sedangkan proses terapi atau analisa hasil pemeriksaan menggunakan metode rule base atau aturan if then."
2001
JIKT-1-1-Mei2001-51
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"The fragmented nature of the construction industry can be alleviated by implementing the concept of
"lean construction, " particularly supply chain management. Studies on the performance of supply chains
in manufacturing industry are accessible, however, its adaptation in developing performance indicators
of supply chains in construction industry is much needed. The development of performance indicators
suitable for the construction industry is discussed in this paper. These indicators can be used as tools for
evaluating the performance of supply chains in the context of their efectiveness and efficiency during
production process towards lean condition, on Indonesian construction projects. The attempt to formulate
these indicators involved identifying the types of data commonly recorded on typical large construction
projects, based on _field surveys. The survey was supported with literature study on the indicators used in
manufacturing industry for possible adaptation. The potential application of the initial set of indicators
were then verified on several construction sites, and resulted in ten indicators recommended for
application on large construction projects. Because most large projects have implemented comprehensive
data recording system, these data should optimally be used for analyzing the production process in the
efforts to minimize wastes. It is recommended that contractors improve their data recording systems by
adding monitoring of material arrivals, formulating standard forms, and documenting customers'
complaints. This can benefit a contractor efforts in providing the value demanded by the client, but also
the satisfactory of and positive cooperation from other stakeholders in the supply chains.
"
Jurnal Teknologi, 22 (3) September 2008 : 169-178, 2008
JUTE-22-3-Sep2008-169
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Industri konstruksi memiliki tingkat fragmentasi yang tinggi. Salah satu kemungkinan solusi dalam mengatasinya adalah dengan penerapan konsep konstruksi ramping (lean construction), khususnya
dalam pengelolaan rantai pasok, atau supply chain management. Berbagai studi mengenai kinerja supply chain pada industri manufaktur telah dilakukan, namun pengembangan indikator kinerja supply chain
dalam industri konstruksi masih belum banyak dikenal. Pada makalah ini dibahas pengembangan indikator-indikator sebagai alat bantu untuk mengevaluasi kinerja terkait efektifitas dan efisiensi supply chain pada proyek konstruksi di Indonesia, dalam konteks pencapai
an proses produksi yang lebih ?ramping.? Metoda penyusunan dimulai dengan identifikasi jenis-jenis data yang tipikal tersedia dalam
proyek-proyek konstruksi (kontraktor besar) melalui survey. Studi litera
tur terhadap berbagai indikator yang biasa digunakan dalam sektor manufaktur juga dilakukan untuk kemungkinan proses adopsi maupun adaptasi. Setelah indikator-indikator disusun, dilanjutkan dengan telaah potensi penggunaannya pada proyek konstruksi. Sepuluh indikator diusulkan dan potensi penggunaannya cukup baik, terutama pada perusahaan kontraktor besar. Penggunaan indikator dalam menunjang tercapainya konstruksi ramping ini akan menjadi lebih optimal apabila terdapat beberapa perbaikan kondisi yang diharapkan,
yaitu: pencatatan data mengenai monitoring kedatangan material;pembakuan seluruh formulir yang diperlukan; dan dokumentasi hal-hal yang berhubungan dengan keluhan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. Hal ini akan bermanfaat dalam upaya perbaikan pencapaian value bukan saja bagi pihak owner namun juga bagi seluruh pihak yang terlibat.

Abstract
The fragmented nature of the construction industry can be alleviated by implementing the concept of ?lean construction,? particularly supply chain mangement. Studies on the performance of supply chains
in manufacturing industry are accessible, however, its adaptation in
developing performance indicators of supply chains in construction industry is much needed. The development of performance indicators
suitable for the construction industry is discussed in this paper. These indicators can be used as tools for evaluating the performance of supply chains in the context of their effectiveness and efficiency during
production process towards lean condition, on Indonesia n construction projects. The attempt to formulate these indicators involved identifying the types of data commonly recorded on typical large construction projects, based on field surveys. The survey was supported with literature study on the indicators used in manufacturing industry for possible adaptation. The potential application of the initial set of indicators were then verified on several construction sites, and resulted in ten indicators recommended for
application on large construction projects. Because most large projects have implemented comprehensive data recording system, these data should optimally be used for analyzing the production process in the efforts to minimize wastes. It is recommended that contractors improve their data recording systems by adding monitoring of material arrivals, formulating standard forms, and documenting customers? complaints. This can benefit a contractor?s efforts in providing the value demanded by the client, but also the satisfactory of and positive cooperation from other stakeholders in the supply chains."
Fakultas Teknik UI, 2008
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Industri konstruksi dikenal sebagai industri yang tidak efisien. Penerapan lean construction khususnya pengelolaan rantai pasok, atau Supply Chain Management (SCM), adalah salah satu usaha
yang berpotensi untuk meningkatkan efisiensi suatu pelaksanaan proyek konstruksi. Pada proyek pembangunan gedung bertingkat tinggi,
terdapat kecenderungan peningkatan peran pemilik proyek
dalam penyusunan jaringan supply chain konstruksi. Strategi pemecahan kontrak merupakan upaya pihak pemilik untuk meningkatkan value atas biaya yang sudah dikeluarkannya. Namun, jaringan supply chain konstruksi yang efektif selayaknya adalah jaringan yang dapat meningkatkan value bagi seluruh pihak yang terlibat. Untuk mengetahui gambaran kinerja supply chain pada proyek konstruksi bangunan gedung, telah dilakukan survei ke empat lokasi proyek di Jakarta. Dengan menggunakan sepuluh indikator yang dipilih berdasarkan konsep-konsep lean construction (conversion, flow, dan value), didapatkan gambaran karakteristik kinerja proyek-
proyek yang memiliki bentuk supply chain yang berbeda. Analisa terhadap nilai-nilai indikator menunjukkan bahwa para
kontraktor secara umum telah menjalankan konsep conversion. Pembentukan hubungan kerjasama jangka panjang dengan pihak
subkontraktor dan supplier, serta pengadaan material strategis secara terpusat adalah upaya kontraktor dalam SCM. Di sisi lain, implementasi konsep flow dan value dalam proyek konstruksi masih lemah.

Abstract
Construction has not been considered as an efficient industry. The application of lean construction principles, particularly the Supply Chain Management (SCM), is potential to improve the efficiency of
construction processes. Recent trends show the increasing role of owners in selecting the construction supply chains on high-rise building projects. Owners prefer to deal with different partners using
separate contracts in order to increase value of their expenses. While this strategy has benefited owners, however, an effective supply chain should also increase values for all the parties involved in the supply chain. The effect of separating contract on supply chain performance
has been contemplated; thus, the first step of the study was
to obtain a general portrayal of supply chain performance.
Surveys to four high-rise building construction sites in Jakarta, each had different characteristics, were conducted and by using the previously developed performance indicators, arough assessment on
their performances has been identified. The indicators include three aspects, namely, ?conversion,? ?flow,? and ?value.? The findings
indicate that among the three issues, the concept of ?conversion? is the most realized in construction projects. The study also found that contractors maintain long term partnerships with subcontractors and
suppliers; furthermore, contractors have implemented central-based strategic material procurement. Although ?flow? and?value?
concepts have only been partially recognized, these findings demonstrated that contractors had implemented strategies in line with supply chain management."
[Fakultas Teknik UI, Institut Teknologi Bandung. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan], 2008
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Samei Komayadi
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh dari implementasi ERP
terhadap sistem supply chain management perusahaan. Model penelitian yang
digunakan berdasarkan pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Shuai,
Su, & Yang (2007). Model penelitian tersebut menjelaskan hubungan antara ERP
benefit, kompetensi perusahaan, dan supply chain performance. Dalam model
penelitian tersebut menggambarkan bahwa ERP benefit merupakan variabel bebas
yang mempengaruhi kompetensi perusahaan, dan kompetensi perusahaan
merupakan variabel bebas yang akan mempengaruhi kinerja supply chain
management perusahaan. Penelitian ini melibatkan 50 responden yang berasal dari
berbagai perusahaan yang sudah menerapkan ERP dan SCM di perusahaan
mereka. Data yang digunakan didapatkan dari kuesioner yang dikirimkan kepada
responden. Penelitian ini meng-hipotesiskan bahwa lima ERP benefit akan
memberikan pengaruh positif pada sistem supply chain management perusahaan.
Lima ERP benefit tersebut terdiri dari operational, managerial, strategic, IT
infrastructure, dan organizational benefit. Sedangkan kompetensi perusahaan
terdiri dari operational process, planning and control process, dan behavioral
process. Analisa regresi linier berganda akan digunakan untuk menguji hipotesis
yang telah dibuat. Hasil dari penelitian ini memberikan bukti bahwa implementasi
ERP memberikan pengaruh yang positif terhadap performa supply chain
management perusahaan.

ABSTRACT
This research investigates the influence of ERP integration on firm competence in
Supply Chain Management system. A conceptual research model was proposed
based on previous research by Shuai, Su, & Yang (2007). The framework
explaining the relationship between ERP benefit, firm competence, and supply
chain performance. The framework describing an ERP benefits as an independent
variable that will impact the firm competency in supply chain, and firm
competency is an independent variable that will impact the firm supply chain
performance. This research involves 50 respondent from various firms which is
applying ERP and SCM to strengthen their business process. The data from firms
collected through questionnaire. This research also hypothesize five construct of
ERP benefit will positively impact the firm competencies in SCM. The influence of
ERP define by five ERP benefit consist of operational benefit, managerial benefit,
strategic benefit, IT infrastructure benefit, and organizational benefit. This
research will use multiple regression analysis to analyze the data and testing the
hypothesize. The result provide an evidence that ERP implementation has a
positively significant impact on firm supply chain performance."
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
T34722
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ihsan Aviangga Putra
"Proses produksi sebuah produk saat ini sudah mulai merambah ke aspek lingkungan. Hal ini disebabkan banyaknya isu lingkungan yang ramai dibicarakan di masyarakat sehingga aspek lingkungan ini akan menjadi parameter yang cukup penting dari sisi perspektif pelanggan. Untuk menjaga nilai aspek lingkungan tersebut dapat digunakan sistem produksi rantai tertutup (closed loop supply chain) yang dapat meminimalisasi penggunaan sumber daya alam. Selain itu, secara teori, penerapan rantai suplai loop tertutup merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dari penggunaan bahan baku dari sebuah lini produksi yang akan dapat mengurangi jumlah bahan baku yang digunakan untuk keperluan produksi. Akan tetapi dalam penerapannya closed loop supply chain masih memiliki banyak kendala. Salah satunya adalah dalam hal perencanaan inventory.Karena pengembalian produk dari returnable product berfluktuasi, maka kapasitas inventory yang optimal dari returnable product tersebut sulit untuk ditentukan. Untuk memecahkan masalah ini dapat digunakan metode fixed time period model dan discrete event modelling. Dengan menggunakan discrete event modelling pola pergerakan returnable products akan dapat di telusuri dengan melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi dan dengan metode fixed time period model akan dapat ditentukan jumlah quantity order yang optimal pada suatu rentang waktu.

Production process of products today not only focused on quality and quantity, but also start to concern the environmental issues. "Environmental issues" become an important aspect from the costumer?s perspective. In order to perserve this environmental aspects, closed-loop supply chain become a popular concept in this recent decades. Through closed-loop supply chain, the usage of natural resources could be reduced. Further to production line, the implementation of closed-loop supply chain is one way to improve the efficiency level of raw materials usage of a production line. Because, in closed-loop supply chain, the used product that collected from the costumer will be used again for next production process. However, the implementation of closed loop supply chain still has many obstacle, inventory planning is one of considered obstacles. This problem happened due to uncertainity of returning rate of returnable product that resulting inaccuracy of inventory planning. In order to solve this problem, the combination of discrete event modelling and fixed time period model approach can be used. Through discrete event modelling, the movement pattern and factors of retunable product can be traced and through fixed time period model can be determined the optimum order quantity in certain time limit."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S53352
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arief Hendarto
"ABSTRAK
Keperayaan dan inovasi diidentifikasi sebagai predictor pada kinerja dalam
hubungan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Trust dan
Innovativeness terhadap Kinerja Supply Chain khususnya perusahaan manufaktur
yang berada di sepanjangJalan Raya Bogor. Responden dalam penelitian ini
adalah 49 perusahaan manufaktur yang berada di sepanjang Jalan Raya Bogor.
Analisa yang digunakan adalah uji regresi berganda dengan menggunakan SPSS
19.0. Hasil penelitian menyatakan bahwa trust memiliki pengaruh terhadap
kinerja supply chain dan innovativeness jua memiliki pengaruh terhadap kinerja
supply chain.

ABSTRACT
Trust and innovativeness is identified as a significant predictor of positive performance in business relationships This study aims to determine the impact of the Trust and Trust and innovativeness is identified as a significant predictor of positive
performance in business relationships.This study aims to determine the impact of
the Trust and Innovativeness on Performance of Supply Chain particularly
manufacturing companies located along Jalan Raya Bogor. Respondents in this
study were 49 manufacturing companies located along Jalan Raya Bogor. The
study states that the trust has no effect on the performance of the supply chain but
innovativeness has an influence on supply chain performance."
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S53170
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>