Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 219723 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Anang Nurwiyono
"Prevalensi gangguan jiwa berat Skizofrenia di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 prevalensi Skizofrenia di Indonesia sebesar 1,7‰. Resiko perilaku kekerasan adalah salah satu gejala positif dari Skizofrenia.
Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah memperoleh gambaran manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa terhadap pasien risiko perilaku kekerasan dengan pendekatan stres adaptasi Stuart dan model adaptasi Roy. Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah assertiveness training dan acceptance and commitment therapy pada 32 Pasien dalam kurun waktu 17 Februari - 18 April 2014 di Ruang Utari RSMM Bogor.
Hasil pelaksanaan manajemen kasus spesialis dapat menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial serta peningkatan kemampuan koping adaptif pasien.
Rekomendasi penulisan ini adalah bahwa penerapan stres adaptasi Stuart dan model adaptasi Roy dengan intervensi keperawatan assertiveness training dan acceptance and commitment therapy dapat menurunkan perilaku kekerasan.

Prevalence of the serious mental disorder Schizophrenia in Indonesia each year has increased significantly. Riskesdas result in 2013 the prevalence of Schizophrenia in Indonesia is 1,7‰. Violence risk behavior is one of the positive symptoms of Schizophrenia.
The objective of this paper was to describe the application a psychiatric nursing specialist case management for Patients with a risk of violence behavior by using the stress adaptation Stuart and Roy’s adaptation model. Nursing interventions was assertiveness training, asceptance and commitment therapy to the 32 Patients during 17 Februari - 18 April 2014 at Utari Ward RSMM Bogor.
The result of using the application a psychiatric nursing specialist has proven it can reduce symptoms of violence behavior in cognitive, affective, physiological, behavioral and social as well as improving adaptive coping Patients.
Recommendation from this report is by applying stress adaptation models of Stuart's and Roy's adaptation models with nursing intervention, assertiveness training acceptance and commitment therapy, it can reduce violence risk behavior.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ni Made Dian Sulistiowati
"Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan memberikan gambaran pemberian terapi spesialis ldquo Terapi Penerimaan Dan Komitmen rdquo pada klien harga diri rendah dan resiko perilaku kekerasan melalui pendekatan model adaptasi Roy dan interpersonal Peplau di Ruang Yudistira Rumah Sakit Dr H Marzoeki Mahdi Bogor ACT diberikan kepada 7 klien.
Hasil yang ditemukan ACT sama sama efektif dalam menurunkan gejala dari harga diri rendah maupun resiko perilaku kekerasanyang ditunjukkan melalui respon kognitif afektif fisiologis perilaku dan sosial tetapi penurunan gejala lebih besar terlihat pada klien dengan resiko perilaku kekerasan ACT direkomendasikan sebagai terapi spesialis keperawatan pada klien harga diri rendah dan resiko perilaku kekerasan.

This study described an overview specialist therapy Acceptance and Commitment Therapy to the patients with low self esteem and the risk of violent using Roy adaptation and Peplau interpersonal model approach at Yudistira Room Dr H Marzoeki Mahdi Hospital in Bogor ACT was provided to 7 clients.
The result found that ACT was equally effective in reduced the symptoms of low self esteem and the risk of violent was demonstrated by the response of cognitive affective physiological behavioral and social but a greater reduction in symptoms seen in clients with a risk of violent ACT was recommended as therapy of nursing specialists at the client with low self esteem and the risk of violent.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
I Ketut Sudiatmika
"Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan memberikan gambaran manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa pada klien harga diri rendah kronis melalui pendekatan model adaptasi Roy di Ruang Yudistira Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Rational emotive behavior therapy (REBT) dan cognitive therapy (CT) diberikan kepada 25 klien.
Hasil yang ditemukan REBT dan CT efektif dalam menurunkan gejala harga diri rendah kronis yang ditunjukkan melalui respon kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial. REBT dan CT direkomendasikan sebagai terapi spesialis keperawatan pada klien harga diri rendah kronis.

This study aims to describe the case management specialist in mental nursing to the patients with chronic low self-esteem using Roy adaptation model approach at Yudistira Room Dr. H. Marzoeki Mahdi Hospital in Bogor. Rational emotive behavior therapy (REBT) and cognitive therapy (CT) provided to 25 clients.
The results of REBT and CT were found effective in reducing symtoms of chronic low self-esteem is demonstreted through the response of cognitive, affective, physiological, behavioral and social. REBT and CT is recommended as therapy of nursing specialists at the client's chronic low selfesteem.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Girsang, Yanti
"Orang Dengan Gangguan jiwa ODGJ berisiko tinggi untuk melakukan perilaku kekerasan baik pada diri sendiri, orang lain, maupun lingkungannya. Perilaku kekerasan muncul karena ketidakmampuan ODGJ dalam menghadapi stressor, dan melakukan perilaku kekerasan sebagai koping dalam menghadapi stressor. Tujuan karya ilmiah akhir ini untuk menggambarkan hasil penerapan terapi spesialis AT dan ACT pada risiko perilaku kekerasan. Tindakan keperawatan dilakukan terhadap empat klien risiko perilaku kekerasan dan dilaporkan dalam bentuk laporan kasus case report.
Hasil yang diperoleh yaitu terapi spesialis AT dan ACT terhadap empat klien risiko perilaku kekerasan mampu menurunkan tanda dan gejala pada seluruh aspek tetapi untuk aspek afektif, perilaku dan sosial belum tuntas. Selain itu ditemukan peningkatan kemampuan dalam mengatasi risiko perilaku kekerasan. Laporan kasus ini merekomendasikan pemberian terapi spesialis AT dan ACT dalam penanganan risiko perilaku kekerasan dan dilakukan penelitian lebih lanjut dengan pemberian terapi spesialis AT dan ACT dengan mempertimbangkan lama perawatan, kemampuan proses pikir klien dan dukungan dari lingkungan.

People with mental disorders are at high risk for violent behavior both for themselves, others, and the environment. Violent behavior arises because of the inability of people with mental disorders in the face of stressor, and conduct violent behavior as coping in the face of stressor. The purpose of this scientific paper to describe the results of the application of AT and ACT on clients at risk of violent behavior. Nursing actions are performed against four clients at risk of violent behavior and reported in the form of case reports.
The results show AT and ACT on four clients able to reduce the signs and symptoms in all aspects of risk of violent behavior but for affective, behavioral and social aspects have not been completed. It also found an increase in the ability to cope with the risk of violent behavior. This case report recommends the provision of AT and ACT in the treatment of violent behavior risk and further research by providing AT and ACT specialist therapies taking into consideration duration of care, client 39;s thought process and environmental support.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2018
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Winda Ratna Wulan
"Karya ilmiah akhir ini bertujuan menganalisis pelaksanaan aplikasi manajemen asuhan keperawatan pada keluarga dengan koping inefektif melalui pendekatan model adaptasi Roy di Ruang Arimbi Rumah Sakir Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Terapi psikoedukasi keluarga dan terapi keluarga triangles diberikan kepada 8 keluarga Hasil yang ditemukan adalah bahwa terapi psikoedukasi keluarga dan terapi kelompok triangles efektif untuk meningkatkan koping keluarga Terapi psikoedukasi keluarga dan terapi keluarga triangles direkomendasikan sebagai terapi spesialis keperawatan pada keluarga dengan koping inefektif

This study aims to analyze the implementation of nursing care management applications on to the family with inefective coping using Roy adaptation model approach at Arimbi ward Dr H Marzoeki Mahdi Hospital in Bogor Family psychoeducation therapy and triangles therapy provided to 8 families The results of Family psychoeducation therapy and triangles therapy were found effective to increasing family coping Family psycho education therapy and triangles therapy are recommended as therapy of nursing specialist at the family with ineffective coping."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Arya Ramadia
"Perilaku kekerasan merupakan respon maladaptif dari marah. Respon Maladaptif yang muncul dari marah dapat mengancam dan membahayakan diri sendiri, keluarga dan lingkungan masyarakat sehingga meraka memerlukan pengobatan dan perawatan dirumah sakit. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penerapan terapi cognitive behaviour therapy dan assertive training dengan pendekatan Model Adaptasi Roy pada klien risiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor. Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah cognitive behaviour therapy dan assertive training pada 8 orang dan assertive training pada 10 orang klien dalam kurun waktu 17 Februari - 18 April 2014 di Ruang Gatot Kaca RSMM Bogor.
Hasil pelaksanaan cognitive behaviour therapy dan assertive training dapat menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial dan peningkatan kemampuan koping adaptif dalam menghadapi peristiwa yang menimbukan perilaku kekerasan. Berdasarkan hasil diatas rekomendasi penulisan ini adalah terapi cognitive behaviour therapy dan assertive training pada klien risiko perilaku kekerasan dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa.

Violence behavior is a maladaptive response of anger. Maladaptive Response that occur in anger can menca and endanger ownself, family and society enviroment so they need treatment and medication in hospital. The aim of this Study is to describe the application of Cognitive Behavior Therapy and assertive training by using Roy Adaptation Model to client risk of violent behavior at Marzoeki Mahdi Hospital. in Bogor. Nursing interventions was cognitive behavior therapy and assertive training on 8 people and assertive training to 10 clients during 17 February to 18 April 2014 at Gatot Kaca Room RSMM in Bogor.
The results of the implementation of assertive training and cognitive behavior therapy may reduce signs and symptoms of violence behavior in cognitive, affective, physiological, behavioral and social and increase in adaptive coping skills to face of events that raises violence behavior. Based on the result above, recommendation from this paper is Cognitive Behavior Therapy and Assertive Training can be used as standard therapy of psychiatric nursing specialist to client with risk of violence behavior Key Word: Risk of Violence Behavior.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Pasaribu, Jesika
"Perilaku kekerasan merupakan salah satu respon terhadap stresor, ditunjukkan dengan perilaku aktual melakukan kekerasan, baik pada diri sendiri, orang lain maupun lingkungan, secara verbal maupun nonverbal (Stuart, 2009). Klien dengan perilaku kekerasan merupakan cerminan ketidakmampuan klien dalam mengekspresikan emosi marah secara konstruktif. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penatalaksanaan asuhan keperawatan dengan pendekatan Johnson?s Behavioural System Model pada klien risiko perilaku kekerasan. Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah assertive training dan cognitive behaviour therapy pada 13 orang klien dalam kurun waktu 12 Februari - 19 April 2013 di Ruang Gatot Kaca RSMM Bogor.
Hasil pelaksanaan assertive training dan cognitive behaviour therapy dapat menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial dan peningkatan kemampuan koping adaptif dalam menghadapi peristiwa yang menimbukan perilaku kekerasan. Rekomendasi penulisan ini adalah bahwa penerapan Johnson?s Behavioural System Model dengan intervensi keperawatan assertive training dan cognitive behaviour therapy dapat dilakukan untuk menurunkan perilaku kekerasan.

People would respond to threatning situation/stressor in various ways. Violence was the actual aggressive behaviour directly toward to them selves, other people or external environment, with physical or verbal violence (Stuart, 2009). People with tendency to act aggressively shown that they used destructive coping strategies to express their anger. The objective of this paper was to describe the application of Johnson?s Behavioural System Model, focusing on aggresive behavior. Assertive training and cognitive behaviour therapy were recognized as nursing intervention that provided to 13 clients during 12 February - 19 April 2013 at Gatotkaca Dr. H.Marzoeki Mahdi Hospital-Bogor.
Result of this study shown that sign and symptoms of aggressive behaviour were decreased (cognitive, affective, psychic, behavior and social) and increased of client's ability to express their emotion in contructive way. This study proved that the application of Johnson?s Behavioural System Model with assertive training and cognitive behaviour therapy as nursing intervention were recommended to derecrease aggresive behaviour.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Nurjanah
"Bunuh diri merupakan tindakan yang secara sadar dilakukan oleh seseorang untuk mengakhiri kehidupannnya. Perilaku bunuh diri adalah tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk membunuh diri sendiri. Bunuh diri melibatkan ambivalensi antara keinginan untuk hidup dan keinginan untuk mati. Perilaku bunuh diri terdiri dari tiga tingkatan berupa ide/isyarat bunuh diri, ancaman bunuh diri, dan percobaan bunuh diri (Videbeck,2011). Seseorang yang berisiko melakukan bunuh diri adalah ketika mereka tidak mampu mendapatkan solusi dari permasalahan dan penderitaan yang dialami.
Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah memberikan gambaran hasil manajemen kasus spesialis pada klien risiko bunuh diri melalui pendekatan model stress adaptasi Stuart dan teori Chronic Sorrow Eakes di rumah sakit Marzuki Mahdi. Tindakan keperawatan diberikan kepada 11 klien dengan menggunakan terapi kognitif. Terapi kognitif yang diberikan pada klien menunjukkan peningkatan dalam pencegahan perilaku bunuh diri. Terapi kognitif menunjukkan efektifitas kemampuan klien untuk berpikir positif.
Rekomendasi: pada klien risiko bunuh diri dengan pendekatan model teori Chronic Sorrow bisa diberikan terapi kognitif. Untuk meningkatkan efektifitas perlu adanya terapi kombinasi bagi klien risiko bunuh diri.

Suicide is considered as a conscious of a person to end her or his life. Suicidal behavior is a deliberate act to kill her or himself. Suicide involves an ambivalence between the desire to live and wanting to die. Suicidal behavior consists of three tiers in the form of ideas / cues suicide, self unuh threats, and suicide attempts (Videbeck, 2011). Someone at risk of suicide is when they are not able to get the solution of problems and suffering.
The purpose of writing this scientific paper was to describe the result of specialized case Stuart’s Stress Adaptation and Eakes’s Chronic Sorrow Theories in Marzuki Mahdi Hospital. The Nursing interventions were provided to 11 clients using cognitive therapy. The cognitive therapy provided to the clients showed the improvement in the prevention of suicidal behavior. The cognitive therapy has demonstrated the effectiveness of positive thingking abilitiet of the cliens.
It is recommended that the suicidal risk clients can be treated with ognitive therapy using the combination of the Stuart’ Stress Adaptation and Eakes’ Chronic Sorrow Theories, as well as the combination of other therapies to be complemented to each other.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Pardede, Jek Amidos
"Masalah keperawatan skizofrenia yang paling banyak ditemukan adalah risiko perilaku kekerasan, halusinasi dan harga diri rendah. Ditemukan 55% klien risiko perilaku kekerasan, halusinasi dan harga diri rendah yang mengalami kekambuhan dan tidak patuh minum obat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pangaruh Acceptance and Commitment Therapy dan Pendidikan Kesehatan kepatuhan minum obat terhadap gejala, kemampuan menerima dan berkomitmen pada pengobatan dan kepatuhan klien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara Medan. Desain penelitian ini quasi eksperimental pre testpost test with control group. Tehnik pengambilan sampel ini adalah purposive sampling, dimana sampel penelitian ini 90 orang klien skizofrenia, 30 kelompok intervensi yang diberikan Acceptance and Commitment Therapy dan pendidikan kesehatan kepatuhan minum obat, 30 kelompok intervensi yang diberikan Acceptance and Commitment Therapy dan 30 kelompok kontrol.
Hasil penelitian ini ditemukan penurunan gejala risiko perilaku kekerasan, halusinasi dan harga diri rendah serta peningkatan kemampuan menerima dan berkomitmen pada pengobatan dan kepatuhan klien skizofrenia yang medapatkan Acceptance and Commitment Therapy dan pendidikan kesehatan kepatuhan minum obat lebih besar secara bermakna dibandingkan kelompok yang hanya mendapatkan Acceptance and Commitment Therapy (pvalue < 0.05). Acceptance and Commitment Therapy dan pendidikan kesehatan kepatuhan minum obat direkomendasikan sebagai terapi keperawatan dan pendukung terapi keperawatan lanjutan dalam merawat klien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan, halusinasi dan harga diri rendah.

Schizophrenia nursing problems most commonly found is the risk of violent behavior, hallucinations, and low self esteem. Found 55% of client risk violent behavior, hallucinations, and low self-esteem who have a relapse and medication adherence.
This study aims to obtain the effects Acceptance and Commitment Therapy and Health Education adherence to symptoms, ability to accept and commit to treatment and compliance in schizophrenia clients Mental Hospital of Medan, North Sumatra. This research design quasi-experimental pre-test post-test with control group. This sampling technique was purposive sampling, where the sample is 90 clients with schizophrenia, 30 the intervention group were given Acceptance and Commitment Therapy and medication adherence health education, intervention group were given 30 Acceptance and Commitment Therapy and 30 control group.
Results of this study found a reduction in symptoms risk of violent behavior, hallucinations, and low self-esteem and increased ability to accept and commit to the treatment of schizophrenia and compliance client who gets Acceptance and Commitment Therapy and health education medication adherence was significantly greater than the group that only get Acceptance and commitment Therapy (pvalue <0.05). Acceptance and Commitment Therapy and medication adherence health education recommended as a therapeutic nursing and therapy support advanced nursing care for clients in the risk of schizophrenia with violent behavior, hallucinations, and low self esteem.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
T35905
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Endang Widuri
"Penderita gagal ginjal kronik di dunia mengalami peningkatan sebesar 20%-25% setiap tahunnya. Masalah psikososial yang sering menyertai penyakit kronik salah satunya adalah ketidakberdayaan yang dapat mengakibatkan perburukan kondisi gagal ginjal kronik. Terapi spesialis untuk mengatasi ketidakberdayaan adalah Acceptance and Commitment Therapy. Acceptance and Commitment Therapy (ACT) adalah terapi yang menggunakan pendekatan proses penerimaan, komitmen, dan perubahan perilaku untuk menghasilkan perubahan psikologis yang lebih fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ACT terhadap respon ketidakberdayaan klien gagal ginjal kronik yang dirawat di RSUP Fatmawati Jakarta. Desain penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan jumlah sampel sebanyak 56 orang.
Hasil penelitian menunjukan penurunan respon ketidakberdayaan secara bermakna pada kelompok yang mendapat terapi ACT dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapat terapi ACT (p value < 0,05). Saran dari penelitian ini adalah terapi ACT dapat secara efektif digunakan untuk mengatasi respon ketidakberdayaan sedang pada klien gagal ginjal kronik.

Number of Chronic Kidney Disease in the world increasing up to 20%-25% in every year. Common psychosocial problems that often occurs within this disease is helplessness that could caused bad prognosis of the disease. One of specialist nursing therapy to solve this is Acceptance and Commitment Therapy. Acceptance and Commitment Therapy (ACT) is a therapy using an acceptance, commitment and behavior change approach to make a flexible psychological change. This research aimed to found the affect of ACT to helplessness response of chronic kidney disease in Fatmawati Hospital Jakarta. This research used a quasy experiment study design with 56 client as sample.
This research shows a significant decrease of helplessness for the group received ACT more than control group (p value < 0,05). This research suggest the use of this therapy for moderate helplessness of chronic kidney disease."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
T31214
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>