Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 154059 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhamad Ali Sidiq
"Melinjo (Gnetum gnemon L.) mengandung banyak senyawa derivative stilbene yang memiliki banyak khasiat terutama dari sifat biologis dan farmakologisnya. Kulit melinjo diekstrak dengan etanol 80% selama 3 hari (diaduk sesekali). Senyawa derivative stilbene dipisahkan dari ekstrak kasar dengan kromatografi kolom dengan eluen n-heksana:etil asetat (sistim gradien). Hasil fraksinasi kromatografi kolom menghasilkan 3 isolat dengan dugaan terdapat lima senyawa derivative stilbene dan analognya (isorhapontigenin, resveratrol, gnetin D, gnetifolin K, gnetol) dan satu senyawa lignan ((+)-lirioresinol B) berdasarkan hasil karakterisasi LC-ESI-MS, FTIR, dan UV-Vis. Isolat 3 yang mengandung gnetol dan (+)-lirioresinol B dilakukan reaksi prenilasi dengan prenil bromida sebagai sumber gugus prenil dan katalis K2CO3 yang direfluks pada suhu 60°C selama 24 jam. Hasil karakterisasi LC-ESI-MS menunjukkan gnetol dan (+)- lirioresinol B berhasil diprenilasi dengan tambahan 1 gugus prenil. Spektrum FTIR menunjukkan gugus prenil terikat pada atom O dari gugus -OH serta spektrum UV-Vis menunjukkan pergeseran bathochromic dan hypsochromic pada produk prenilasi. Isolat sebelum dan sesudah reaksi prenilasi diuji aktivitas antioksidan dengan DPPH. Terjadi kenaikan nilai IC50 dari isolat terprenilasi sebesar 11,10%.

Melinjo (Gnetum gnemon L.) contain many compounds stilbene derivative which has many benefits especially from the biological and pharmacological properties. Bark of melinjo extracted with 80% ethanol for 3 days (stirring occasionally). Stilbene derivative compounds separated from crude extract by column chromatography with eluent n-hexane:ethyl acetate (gradient system). The results of the fractionation column chromatography resulted in 3 isolates with allegations contained five stilbene derivatives compounds (isorhapontigenin, resveratrol, gnetin D, gnetifolin K, gnetol) and one lignan compound ((+)-lirioresinol B) based on the results of the characterization of LC-ESI-MS, FTIR, and UV-Vis. Isolate 3 that containing gnetol and (+)-lirioresinol B conducted prenylation reaction with prenyl bromide as a source of prenyl group and K2CO3 as a catalyst with reflux system at a temperature of 60oC for 24 hours. The results of the characterization of LC-ESI-MS showed gnetol and (+)-lirioresinol B succeeded prenylated with an additional one prenyl group. The FTIR spectrum shows the prenyl group bound to the O atom of the -OH group and the UV - Vis spectra showed bathochromic and hypsochromic shift in prenylation product. Isolate 3 before and after the prenylation reaction tested antioxidant activity with DPPH. Percentage of IC50 of prenylated isolat is increasing to become 11,10%.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S55131
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riky Redmawati
"Biji melinjo Gnetum gnemon mengandung resveratrol, yaitu senyawa polifenol yang memiliki manfaat terhadap kesehatan manusia. Iradiasi gamma adalah salah satu teknologi dekontaminasi yang biasa digunakan untuk produk herbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek iradiasi gamma terhadap kadar resveratrol dan aktivitas antioksidan. Biji melinjo diiradiasi pada dosis 0.0; 2.5; 5.0; 7.5; dan 10.0 kGy. Masing-masing sampel diekstraksi dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol. Ekstrak yang diperoleh diuji untuk penetapan kadar resveratrol dengan KCKT, aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, dan kadar fenol total menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu. Iradiasi gamma meningkatkan kadar resveratrol, aktivitas antioksidan, dan kadar fenol total ekstrak biji melinjo. Iradiasi pada dosis 5 kGy menunjukkan hasil paling tinggi pada kadar resveratrol 0,18 0,004 mg/g serbuk simplisia , IC50 94,64 0,24 g/mL , dan kadar fenol total 15,01 0,24 mg EAG/g serbuk simplisia . Penelitian ini menunjukan hubungan signifikan antara kadar resveratrol, IC50, dan kadar fenol total p.

Melinjo Gnetum gnemon seeds contain resveratrol, a polyphenol compound which has beneficial on human health. Gamma irradiation is a technology used to be decontamination on herbal product. Gamma irradiation can effect polyphenol compound on them. The aim of this study was to determine the effect gamma irradiation on resveratrol content and antioxidant activity. Melinjo seeds were irradiated at doses of 0.0 2.5 5.0 7.5 and 10.0 kGy. Each sample was extracted by reflux method with ethanol. The extracts were tested for resveratrol content with HPLC, antioxidant activities by DPPH assay, and total phenolic content using Folin Ciocalteu method. Gamma irradiation increased resveratrol content, antioxidant activity, and total phenolic compound on melinjo seeds extracts MSE . The irradiation at 5 kGy demonstrated the highest resveratrol content 0.18 0.004 mg g seeds powder , IC50 94.64 0.24 g mL , and total phenolic compound 15.01 0.24 mg GAE g seeds powder. This study showed significant corellation between resveratrol, IC50, and total phenolic compound."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2017
S68842
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aditya Sindu Sakti
"Iradiasi gamma dapat mengeliminasi jamur berfilamen tanpa hilangnya senyawa fitokimia yang terkandung dalam bahan alam. Resveratrol adalah senyawa yang terkandung dalam biji Melinjo Gnetum gnemon Linn. , dilaporkan memiliki menguntungkan terhadap diabetes melitus.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek iradiasi gamma terhadap biji melinjo yang dilaporkan berkhasiat untuk pengobatan diabetes melitus tipe 2 DMT2 terkait dengan penghambatan DPP-4. Biji melinjo diiradiasi pada dosis 0.0; 2.5; 5.0; 7.5; dan 10.0 kGy, kemudian ditentukan angka kapang-khamir AKK dengan menggunakan 3M trade; Petrifilm Rapid Yeast and Mold Count Plates. Penetapan kadar air dilakukan dengan metode oven kering, serbuk biji melinjo dipanaskan pada suhu 105 C hingga perbedaan antar penimbangan kurang dari 2.5 . Biji melinjo kemudian diekstraksi menggunakan refluks dengan pelarut etanol, ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas penghambatan DPP-4 menggunakan Biovision trade; DPP-4 Inhibitor Screening Assay Kit.
Diperoleh hasil bahwa pada dosis iradiasi 2.5 kGy hingga 10.0 kGy tidak terjadi pertumbuhan kapang dan khamir. Diperoleh data bahwa biji melinjo memiliki kadar air sejumlah 13.48 . Iradiasi gamma tidak memberikan efek yang signifikan terhadap aktivitas DPP-4, namun demikian dosis iradiasi gamma mulai dari 2.5 kGy memberikan peningkatan profil persen penghambatan DPP-4 jika dibandingkan dengan dosis 0.0; 2.5; 5.0; dan 10.0 kGy.

Gamma irradiation capable to eliminate filamentous fungi without of increasing temperature, moreover certain doses of gamma irradiation prevented the loss of phytochemical compounds in irradiated materials. Resveratrol is a polyphenol compound that can be found in Melinjo Gnetum gnemon Linn. seeds.
This study investigated effect of gamma irradiation on Melinjo which have beneficial effects for diabetes mellitus type 2 DMT2 related to inhibition of dipeptidyl peptidase 4 DPP 4 activity. The seeds irradiated at doses of 0.0 2.5 5.0 7.5 and 10.0 kGy, then enumerate total yeast and mold count test by using 3M trade Petrifilm Rapid Yeast and Mold Count Plates. Seeds were extracted using reflux with ethanol as solvent, the the extract was tested for its inhibitory activity to DPP 4 using Biovision trade DPP 4 Inhibitor Screening Assay Kit.
The results reveal that Melinjo seeds treated with at irradiation doses of 2.5 kGy to 10.0 kGy there is no yeast and mold growth. It was found that melinjo seeds had a moisture content of 13.48 . We conclude that gamma irradiation has no significant effect on the inhibitory activity of DPP 4, however irradiation dose of 2.5 kGy show an increase in percent inhibition profile of DPP 4 compared with treatment at doses 0.0 2.5 5.0 7.5 and 10.0 kGy."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2017
S69580
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuditya Artha
"Obat ndash, obat golongan statin berkhasiat sebagai penurun kolesterol dan digunakan sebagai pencegahan pertama penyakit - penyakit kardiovaskuler. Namun, beberapa studi menyatakan bahwa ditemukan berbagai efek samping akibat penggunaan statin. Pencarian senyawa sebagai alternatif untuk pengobatan hiperkolesterlemia ditemukan dalam kandungan ekstrak biji melinjo. Ekstrak diklormetan memperlihatkan aktivitas penghambatan terhadap Hidroksimetilglutaril KoA Reduktase HMGCR berdasarkan uji in vitro sehingga berpotensi mengurangi pembentukan kolesterol dalam darah. Percobaan melalui penambatan molekuler menggunakan Autodock dan simulasi dinamika molekuler menggunakan AMBER dilakukan sebagai pelengkap terhadap uji in vitro. Suhu yang diterapkan dalam simulasi adalah 300 K sebagai suhu acuan dan 310 K sebagai penyesuaian dengan suhu tubuh normal. Parameter ndash; parameter yang diamati antara lain interaksi senyawa ligan dengan residu, afinitas ikatan, RMSD, RMSF, analisis ikatan hidrogen, MMPBSA dan MMGBSA. Dalam simulasi ini, trans-resveratrol, trans-piceid, Gnemonol M, Gnemonosida B, Viniferin dan Gnetin C memberikan energi lebih rendah dibandingkan HMG yang berperan sebagai ligan alami, sehingga berpotensi sebagai inhibitor alternatif terhadap HMGCR. Rentang energi untuk docking ligan ndash; ligan adalah -5,43 kkal/mol hingga 8,63 kkal/mol, serta -11,1 kkal/mol hingga 31,38 kkal/mol untuk simulasi. Suhu simulasi yang lebih disukai adalah 310 K karena terbentuk lebih banyak interaksi dan diperoleh afinitas yang lebih tinggi dibandingkan suhu 300 K.
Statins are cholesterol lowering drug and used as primary prevention of cardiovascular diseases CVD , but numerous studies show adverse effects of statin medication. Recent study found alternative nature compounds as treatment of high blood cholesterol level which are contained within melinjo seed extract. Dichloromethane extract has inhibitory activity over Hydroxymethylglutaryl CoA Reductase HMGCR based on in vitro study, therefore has potent activity for lowering blood cholesterol. Molecular docking using Autodock and molecular dynamic simulation using AMBER are conducted for complementary study to in vitro experiment. Simulation was set at 300 K as default temperature and 310 K, normal human body temperature. The main parameters of this study are ligand residue interaction, binding affinity, RMSD, RMSF, hydrogen bonds analysis, MMPBSA and MMGBSA. In this simulation, trans resveratrol, trans piceid, Gnemonol M Gnemonoside B, Viniferin and Gnetin C have lower energy than HMG, the original ligand of HMGCR. Free energy binding obtained from docking range between 5,43 kcal mol to 8,63 kcal mol and 11,1 kcal mol to 31,38 kcal mol for the simulation. Also, simulation at 310 K is preferable than 300 K as more interactions are performed and higher affinity is obtained."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2017
S68818
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kholid Abdul Hafidz
"Resveratrol diketahui memiliki banyak aktivitas biologis sebagai anti sindrom metabolik. Resveratrol dan turunannya dilaporkan banyak ditemukan pada bagian-bagian tanaman melinjo, terutama biji. Penelitian bertujuan untuk menganalisis aktivitas penghambatan aktivitas HMG CoA reduktase dan kadar resveratrol dari biji melinjo (Gnetum gnemon L.). Simplisia biji melinjo diekstraksi secara refluks menggunakan lima pelarut bertingkat berbeda kepolaran yaitu n-heksana, diklorometana, etil asetat, metanol, dan air. Tiap ekstrak ditetapkan kadar resveratrolnya dan diuji aktivitas penghambatannya terhadap HMG CoA reduktase.
Hasil analisis menunjukkan ekstrak etil asetat, diklorometana, dan metanol berturut-turut memiliki kandungan resveratrol dengan kadar sebesar 8190, 3184, 686 mg/kg simplisia kering. Ekstrak diklorometana, etil asetat, dan metanol memberikan persen penghambatan terhadap aktivitas HMG CoA reduktase 64,78%, 41,84%, 25,63%. Ekstrak diklorometana diuji IC50-nya didapatkan nilai sebesar 0,4037 μg/mL dibandingkan IC50 pravastatin 0,0373 μg/mL.
Hasil analisis ekstrak diklorometana menggunakan UPLC-MS memberikan data senyawa spesifik yaitu resveratrol, gnemonosida B, gnetin C, epsilon-viniferin dan gnetifolin K. Berdasarkan hasil ini, ekstrak diklorometana potensi terhadap penghambatan HMG CoA reduktase sehingga ke depannya dapat dikembangkan sebagai agen inhibitor HMG CoA reduktase.

Resveratrol has known as anti-metabolic syndrome agent. Resveratrol and its derivate successfully isolated from melinjo (Gnetum gnemon L.). Melinjo seed extract has been reported with many bilogical activities including antioxidant, antidiabetic, anticancer, antiinflammatory effect, antibacterial, and lipase-amylase inhibition. The research aimed to analyze HMG CoA reductase inhibitory activity and resveratrol assay quantification from melinjo seed extracts. Dried melinjo seeds were successively extracted by reflux method using five solvents with gradient polarity. Each of extracts was tested using HMG CoA Reductase Assay Kit Sigma Aldrich ©, to analyzed the inhibition activity.
Ethyl acetate extract showed their highest resveratrol assay in amount of 8190, 3184, 686 mg/kg dried seed. On the other hand, dichloromethane extract gave result as the highest inhibitory activity against HMG CoA Reductase with IC50 value is 0.4037 μg/mL. Further, dichloromethane extract subjected to UPLC-MS to define the exact constituent which are responsible for its inhibition.
Results showed that resveratrol, gnetin C, epsilon-viniferin and gnetifolin K, gnemonoside A/B appeared in dichloromethane extract. In conclusion, dichloromethane extract of Gnetum gnemon L. seed might suggest its role in inhibiting HMG CoA reductase activity."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2016
S64922
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agung Kristiyanto
"Ekstrak biji melinjo Gnetum gnemon L. diketahui berperan dalam aktivitas penghambatan HMG-KoA reduktase. Sedangkan iradiasi adalah salah satu metode dalam sterilisasi bahan alam. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iradiasi gama terhadap aktivitas penghambatan HMG-KoA reduktase dan angka lempeng total pada biji melinjo. Biji melinjo diiradiasi dengan berbagai dosis yaitu 0, 2,5, 5, 7,5, dan 10 kGy. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode refluks dengan pelarut etanol. Angka lempeng total ALT ditentukan menggunakan metode aerobic count plate melalui pengenceran suspensi serbuk biji melinjo. Sementara uji aktivitas penghambatan HMG-KoA reduktase menggunakan assay kit HMG-KoA reduktase. Dalam uji aktivitas penghambatan HMG-KoA reduktase, diperoleh persentase penghambatan oleh standar pravastatin sebesar 97,41 dengan IC50 76,70 nM. Ekstrak biji melinjo berbagai dosis iradiasi diuji aktivitas penghambatannya dan diperoleh persentase penghambatan tertinggi sebesar 97,30 pada dosis iradiasi 2,5 kGy. Pada penetapan ALT, serbuk biji melinjo berbagai dosis iradiasi menunjukkan tidak adanya pertumbuhan mikroba. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa biji melinjo berada dalam kondisi steril dan iradiasi 2,5 kGy adalah dosis optimum untuk menghambat HMG-KoA reduktase secara signifikan.

Melinjo Gnetum gnemon L. seed extract is known to play a role in the inhibitory activity of HMG CoA reductase. Irradiation is a method to sterilize natural products. This study aimed to determine the effect of gamma irradiation on the inhibitory activity of HMG CoA reductase and total plate count TPC . Melinjo seeds were irradiated with various doses of 0, 2.5, 5, 7.5, and 10 kGy. The extraction was carried out by ethanol using reflux method. TPC was determined by aerobic count plates method using stock dilution of melinjo seeds powder suspensions. HMG CoA inhibitory activity was determined using HMG CoA reductase assay kit. In determination of HMG CoA reductase, the inhibitory percentage of pravastatin standard was 97.41 and the IC50 was 76.70 nM. Irradiated melinjo seed extracts were tested for inhibitory activity and the highest inhibition percentages were 97.30 of 2,5 kGy. In the determination of TPC, the powder of melinjo seeds for all irradiation doses showed no microbial growth. Based on this research, it can be concluded that non irradiated and irradiated melinjo seeds were free from microbial growth and the gamma irradiation dose of 2.5 kGy was optimum dose to inhibit HMG CoA reductase, significantly."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2017
S69840
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nisrina Dhia Fauziah
"Resveratrol memiliki banyak manfaat dalam bidang kesehatan. Resveratrol dapat ditemukan dalam biji melinjo Gnetum gnemon L. . Di Indonesia, biji melinjo biasa di diproses menjadi emping dengan cara dibuat menjadi pipih, lalu digoreng dalam minyak gore ng. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh proses penggorengan terhadap kadar resveratrol dalam emping dari biji melinjo. Pada penelitian ini, emping mentah digoreng dalam minyak goreng selama 2 dan 4 menit pada suhu 160-170 C. Kemudian emping mentah dan emping yang digoreng dengan durasi yang berbeda diekstraksi dengan etanol 96 menggunakan alat refluks. Setelah itu dilakukan penetapan kadar resveratrol dalam ekstrak menggunakan KCKT dengan detektor UV dan penetapan kadar fenol total menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Hasil penetapan kadar resveratrol dalam emping mentah, emping goreng 2 menit, emping goreng 4 menit berturut-turut yaitu 0,123 0,002, 0,095 0,002, dan 0,085 0,002 mg/g ekstrak. Sedangkan fenol total berturut-turut yaitu 99,621 0,63, 84,829 1,013, dan 56,794 1,14 mg GAE/g ekstrak. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan bahwa proses penggorengan dapat mempengaruhi kadar resveratrol dan fenol total dalam emping.

Resveratrol has many benefit in medical aspect. Resveratrol can be found in melinjo Gnetum gnemon L. seeds. In Indonesia, melinjo seeds are processed by pounding into flat cakes, then fried in cooking oil, called Emping. This Study investigated the effect of frying on resveratrol rsquo s content in Emping from melinjo seeds. In this study raw empings were fried in cooking oil for two and four minutes at 160 170 C. Then raw empings and fried empings with different frying time were refluxed with 96 ethanol as a solvent. Then extracts were determined resveratrol content using HPLC with UV detector and total phenolic with Folin Ciocalteu method. Resveratrol content of raw emping, fried for 2 min and 4 min were 0,123 0,002, 0,095 0,002, and 0,085 0,002 mg g extract, respectively. While total phenolic were 99,621 0,63, 84,829 1, and 013, 56,794 1,14 mg GAE g extract, respectively. The result showed that frying reduced resveratrol and total phenolic contents in Emping.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2017
S67696
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadine Alifyarini
"Diabetes mellitus adalah penyakit yang terjadi akibat hiperglikemia yang berkepanjangan, yang dapat menyebabkan kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan baik. Untuk mengelola kondisi kadar gula darah tinggi, metformin telah digunakan sebagai obat antidiabetes oral. Namun, meningkatnya konsumsi metformin dan kebutuhan resep dokter telah menumbuhkan minat pada solusi alternatif. Obat alternatif memanfaatkan fitokimia yang terdapat dalam ekstrak biji melinjo (Gnetum gnemon L.) yang memiliki sifat antidiabetes. Penelitian ini mensimulasikan produksi ekstrak melinjo dengan pelarut etanol-air menggunakan SuperPro Designer v.13. Simulasi ini memproyeksikan produksi tahunan sebesar 174.197 botol ekstrak dengan harga IDR 300.000 (USD 20) per botol. Komposisi zat aktif per kapsul dan analisis keuangan menunjukkan rasio investasi yang menguntungkan (ROI sebesar 152%, PBP sebesar 1,03 tahun, BEP sebesar 69.918 botol, IRR sebesar 112%, dan NPV sebesar IDR 54.376.500.000 (USD 3.531.000). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak melinjo (Gnetum gnemon L.) berpotensi menjadi obat alternatif yang hemat biaya, dengan peluang industri untuk investasi di masa depan.

Diabetes mellitus is a disease that occurs within the prolonged period of hyperglycemia, it will lead to a condition where the body cannot produce insulin properly. To manage high blood sugar conditions, metformin has been used as an oral anti-diabetic medicine. However, the ever-increasing consumption of metformin and obtaining it need a doctor's prescription have grown an interest in alternative solutions. The alternative medicines utilize the phytochemicals present in melinjo (Gnetum gnemon L.) seed extract that have antidiabetic properties. The study effectively simulated the production of melinjo extracts with an ethanol-water solvent using SuperPro Designer v.13. The simulation projected an estimated annual production of 174,197 extract bottles priced at IDR 300,000 (USD 20) per bottle. The composition of active substances per capsule and the financial analysis indicated favorable ratios for investment (ROI of 152%, PBP of 1.03 years, BEP of 69,918 bottles, IRR of 112%, and NPV of IDR 54,376,500,000 (USD 3,531,000). It can be concluded by melinjo (Gnetum gnemon L.) extracts might become a cost-effective alternative medicine, with industrial possibilities for future investment."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Intan Fikri Purnama Sari
"Biji melinjo Gnetum gnemon L. diketahui mengandung senyawa fenolik yang mampu menghambat aktivitas HMG-KoA reduktase. Ionic liquid IL [bmim]Br merupakan green solvent, yang dengan menggunakan metode microwave assisted extraction MAE dilaporkan dapat menarik senyawa fenolik setara dengan pelarut organik.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar fenolik total dan penghambatan aktivitas HMG-KoA reduktase dari ekstrak biji melinjo yang diekstraksi menggunakan metode [bmim]Br-MAE. Biji melinjo diekstraksi dengan berbagai faktor ekstraksi berdasarkan Response Surface Methodology RSM dengan jumlah total ekstraksi yaitu 17 runs menggunakan metode [bmim]Br-MAE.
Ekstrak yang diperoleh ditentukan kadar fenolik total dan penghambatan aktivitas HMG-KoA reduktase. Pada penentuan penghambatan aktivitas HMG-KoA reduktase, persentase inhibisi pada standar pravastatin yaitu 96.25 dengan IC50 76.72 nM. Semua ekstrak diuji dan didapati bahwa ekstrak pada run ke-11 merupakan yang paling optimum dengan persentase inhibisi 95.89 dan kadar fenolik total 1.96 mg GAE/ g simplisia.
Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metode [bmim]Br-MAE dapat digunakan sebagai salah satu metode ekstraksi untuk senyawa fenolik yang bertanggung jawab pada penghambatan aktivitas HMG-KoA reduktase.

Melinjo Gnetum gnemon L. seed was known to contain phenolic compounds that capable of inhibiting the activity of HMG CoA reductase. Ionic liquid IL bmim Br is a green solvent, with microwave assisted extraction MAE method, reported to be able to extract phenolic compounds comparable to organic solvent.
This study aims to determine the total phenolic content and inhibitory activity of HMG CoA reductase from melinjo seed extract which was extracted using bmim Br MAE method. Melinjo seeds were extracted with various extraction factors based on Response Surface Methodology RSM with a total of 17 runs, using bmim Br MAE method.
The obtained extract was determined of total phenolic content and inhibitory activity of HMG CoA reductase. In determination of HMG CoA reductase inhibition activity, the inhibitory percentage of pravastatin standard was 96.25 and the IC50 is 76.72 nM. All the extracts were tested and was found that the 11th run was the optimum condition with 95.89 inhibition and total phenolic content of 1.96 mg GAE g the seed powder.
Based on this study, it can be concluded that bmim Br MAE method can be used as an extraction method for the extraction of phenolic compounds, that responsible on HMG CoA reductase inhibitory activity."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2017
S68055
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Christopher Gunawan
"Efek Perebusan Terhadap Kadar Reveratrol Pada Biji Melinjo Gnetum gnemon L. Biji melinjo sebagai bahan pangan di Indonesia seringkali diolah menjadi sayur asem dengan proses perebusan. Kandungan senyawa dalam biji melinjo adalah resveratrol dengan bentuk aktifnya adalah trans-Resveratrol.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek perebusan terhadap kadar resveratrol pada biji melinjo. Perebusan yang dilakukan pada penelitian ini dilakukan pada biji melinjo dengan kulit terluar dan biji melinjo tanpa biji terluar dengan variasi waktu 5, 15, dan 30 menit.
Penelitian dilakukan menggunakan metode pereaksi Folin-Ciocalteu untuk mendapatkan hasil kadar fenol total pada biji melinjo dengan hasil terjadi penurunan dengan persentase pada biji melinjo dengan kulit luar 36,43 , 36,09 , dan 97,34 sedangkan pada biji melinjo tanpa kulit luar 40,79 , 44,76 , dan 97,17.
Selanjutnya dilakukan penetapan kadar trans-Resveratrol dengan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi KCKT juga mengalami penurunan dengan persentase pada biji melinjo dengan kulit luar 66,4 , 64,29 , dan 93,33 sedangkan pada biji melinjo tanpa kulit luar 63,81 , 68,42 , dan 91,67. Hasil akhir menunjukkan terjadinya penurunan signifikan P.

Boiling effect to The Percentages of Resveratrol Melinjo Gnetum gnemon L. Seed. Melinjo Gnetum gnemon L. seeds had been used as food source in Indonesia. One of the common food made from melinjo seed is Sayur Asem that made by using boiling processed. Phytochemical compound in melinjo seed is resveratrol with an active form in trans Resveratrol.
This research aimed to study the boiling effect to the percentages of resveratrol in melinjo seed. Boiling in this research was using melinjo seed with and without peeling skin with variation of time 5, 15, and 30 minutes.
Total fenolic was measured using Folin Ciocalteu method, the result of total phenolic were getting decreased each time with percentages extract with peeling skin are 36,43 , 36,09 , and 97,34 and without peeling skin 40,79 , 44,76 , and 97,17 .
The same result was showed in trans Resveratrol with High Performance Liquid Chromatography HPLC the percentages were getting decreased with results extract with peeling skin are 66,4 , 64,29 , and 93,33 and without peeling skin 63,81 , 68,42 , and 91,67 with P value P
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2017
S69735
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>