Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 89661 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Eliana Indah Sari
Depok: Universitas Indonesia, 1998
TA773
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rossalia Apriani
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2003
TA1199
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
S41157
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Erick Budhi Yulianto
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
S48245
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mutiara Ayu Annisa
"ABSTRAK
Mikroenkapsulasi memiliki peran penting dalam sistem drug delivery di dunia medis dan farmasi. Sebagai usaha untuk meningkatkan efek terapeutik dari obat, material mikrosfer dikembangkan dengan mengoptimalkan ukuran mikrosfer dan distribusi ukurannya agar sesuai untuk aplikasi drug delivery. Dalam penelitian ini polipaduan poli(asam laktat) dan polikaprolakton dengan komposisi 60:40 digunakan dalam pembuatan mikrosfer melalui metode penguapan pelarut (O/W) menggunakan campuran surfaktan non-ionik, Tween 80 dan Span 80 sebagai emulsifier. Distribusi ukuran mikrosfer diamati pada berbagai variasi komposisi (60:40, 50:50, 40:60) dan konsentrasi (0,5%-2,5% (v/v)) dari campuran Tween 80/Span 80. Mikrosfer yang dihasilkan berbentuk bulat dan memiliki diameter terdistribusi pada ukuran 30,07 μm. Mikrosfer juga dikarakterisasi menggunakan FTIR dan LS Particle size analyzer. Efek pencampuran Tween 80 dan Span 80 teramati pada ukuran microsphere yang terbentuk, yaitu memiliki diameter yang serupa dengan penggunaan Tween 80 saja (0,375-43,67 μm) dan lebih besar dari penggunaan Span 80 saja (0,375-0,791 μm). Distribusi ukuran dari mikrosfer yang dihasilkan lebih sempit jika dibandingkan dengan Mikrosfer Tween 80. Bentuk fisik dari mikrosfer diamati menggunakan mikroskop optik (MO).

< b>ABSTRACT
Microencapsulation have an important role in the drug delivery system in the medical and pharmaceutical world. As an attempt to improve the therapeutic effect of the drug, microspheres material are developed by optimizing the size of microspheres and their size distribution to be suitable for drug delivery applications. In this study, poly(lactic acid) and polycaprolactone polyblend with 60:40 (w/w) composition respectively, have been used in the preparation of microspheres through the solvent evaporation (O/W) method using a mixed of common non-ionic surfactants, Tween 80 and Span 80 as emulsifier. The microspheres size distribution observed at various compositions (60:40, 50:50, 40:60) and concentrations (0.5%-2.5% (v/v)) of Tween 80/Span 80. The resulting microspheres were round and have diameter distributed around 30.07 μm. Microspheres were also characterized by FTIR and LS Particle size analyzer. The effect of mixing Tween 80 and Span 80 was shown in microspheres size formed, which was similar to the use of Tween 80 (0.375-43.67 μm) and larger than the use of Span 80 (0.375-0.791 μm). The distribution size of the resulting microspheres were slightly narrow than the one with the use of Tween 80. The microspheres physical appearances were observed by optical microscope (OM)."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tengku Edo Nugraha Anshara
"Proses peleburan merupakan salah satu proses diatara, berbagai macam proses pabrikasi otomotif. Permasalahan yang sering dialami oleh industri yang menggunakan proses peleburan terutama peleburan alumunium adalah sifat dari alumunium yang reaktif sehingga pada temperatur tinggi cepat bereaksi dengan oksigen membentuk oksida disamping itu afinitas alumunium terhadap gas hidrogen pada temperatur tinggi cukup tinggi, sehingga dapat mengakibatkan timbulnya cacat porositas pada produk. Sedangkan pada temperatur penuangan yang rendah laju pembekuan alumunium menjadi tidak seragam dan mengakibatkan sifat mampu alirnya menjadi kurang baik, sehingga dapat menimbulkan cacat shrinkage pada produk. Penelitian ini memfokuskan pada pengaruh komposisi material umpan (300% ingot: 0% scrap, 60% ingot: 40% scrap, 50% ingot: 50% scrap, dan 40% ingot: 60% scrap), penambahan Grain refiner (0,05 % - 0,6%), dan penambahan modifier(0,001% -0,02%) terhadap nilai fluiditas dengan menggunakan variasi temperatur tuang (680_C, 700_C, 720_C, 735_C, dan 750_C) dari 2 ingot lokal alumunium tuang AC2B. Kemudian dilakukan pengujian SEM dan EDAX untuk melihat kadar dan jenis inklusi yang terdapat pada kedua ingot lokal (kondisi 100% ingot) dan juga pada scrap sebagai material tambahan dalam charging. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk ingot A memiliki nilai fluiditas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan ingot B pada kondisi 100% ingot. Sedangkan rasio charging pada kedua ingot memiliki nilai fluiditas optimal yang berbeda-beda pada ingot A nilai fluiditas optimal berada pada komposisi 60% ingot (40% scrap) sedangkan pada ingot B nilai optimum fluiditas didapat pada komposisi 40% ingot (60% scrap). Pada penambahan grain refainer AlTiB dari kadar 0,05 - 0,8 %, dari kedua ingot nilai fluiditas optimum dicapai saat penambahan 0,6%.. Sedangkan penambahan modifier AlSr dari kadar 0,001 0,02 %, untuk ingot B nilai fluiditas optimum dicapai saat penambahan 0,01%. Sedangkan ingot A tidak memberikan pengaruh penambahan nilai fluiditas."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S41696
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Iding Jahidin
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S41419
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
[Universitas Indonesia, ], 2007
S30659
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adira Nofeadri Ryofi
"Ukuran mikrosfer merupakan faktor utama penentu laju pelepasan obat. Keseragaman ukuran akan meningkatkan efesiensi dan laju dissolusi obat. Pada penelitian ini span 80 digunakan sebagai surfaktan penstabil emulsi dan pengontrol ukuran dalam pembuatan mikrosfer polipaduan poli asam laktat PLA dan polikaprolakton PCL melalui metode penguapan pelarut emulsi water-in-oil W/O. Pengaruh penambahan span 80 terhadap ukuran mikrosfer polipaduan PLA dan PCL dipelajari melalui variasi volume span 80, waktu pengadukan dispersi, dan kecepatan pengadukan emulsi. Mikrosfer yang terbentuk pada berbagai perlakuan dikarakterisasi menggunakan PSA dan FTIR.
Hasil variasi menunjukkan bahwa ukuran mikrosfer menurun seiring dengan meningkatnya volume span 80, waktu pengadukan dispersi dan kecepatan pengadukan emulsi. Ukuran mikrosfer yang dihasilkan melalui variasi volume adalah 1,128, 1,004, dan 0,764 m untuk setiap penambahan volume 0,5, 1, dan 1,5 ml. Variasi waktu pengadukan dispersi selama 0,5, 1,5, dan 2 jam menghasilkan ukuran mikrosfer sebesar 2,233, 1,918, dan 1,045 m secara berturut-turut. Variasi kecepatan pengadukan emulsi 800 rpm dan 900 rpm menghasilkan ukuran 1,178 dan 0,839 m. Bentuk fisik mikrosfer sebagian speris dan sebagian lainnya membentuk aggregat dikarakterisasi menggunakan mikroskop optik.

AbstractMicrosphere size is primary determinants of drug release rate. The microspheres of uniform size will increase efficiency and the dissolution rate of drug loaded. In this study, span 80 was used as emulsion stabilizer and size controller in preparation of polyblend polylactic acid PLA and polycaprolactone PCL microspeheres by water in oil W O emulsion solvent evaporation method. The effect of span addition on the size of PLA and PCL microspheres was studied by volume variation of span 80, stirring time of dispersion and emulsion stirring speed.
The result of variation treatment of microspheres were characterized using PSA and FTIR spectrophotometer. The variasion result showed that the particle size of PLA PCL microspheres decreased with increasing volume of span 80, dispersion stirring time, and emulsion strirring speed. Microspheres size generated through variations of volume were 1,128, 1,004, and 0,764 m for the addition volume of span 80 0.5, 1, 1.5 ml respectively. Variations of dispersion stirring time yielded size 2,233, 1,918, and 1,045 m for 0.5, 1.5, 2 h in a row. Variations in stirring speed emulsion 800 rpm dan 900 rpm resulted in size 1,178 and 0,839 m respectively. Physical forms of microspheres showed that some spherical and the other aggregates were characterized by optical microscope.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>