Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 56121 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ratih Astiningsih
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamu kunyit asam terhadap kekasaran permukaan semen ionomer kaca konvensional. Pada penelitian ini digunakan 20 spesimen yang direndam dalam jamu kunyit asam kemasan dan bukan kemasan (masing-masing n=10) selama 1, 3, 5, dan 7 hari. Hasil uji statistik Two-way ANOVA menunjukkan antara jamu kunyit asam kemasan dan bukan kemasan menunjukkan terdapat perbedaan tidak bermakna (p>0,05), namun terdapat perbedaan bermakna pada lama waktu perendaman dalam kedua kelompok (p<0,05). Semakin lama waktu perendaman dalam jamu kunyit asam berpengaruh terhadap peningkatan nilai kekasaran permukaan semen ionomer kaca konvensional.

The aim of this study was to know the effect of turmeric tamarind solution on surface roughness of conventional glass ionomer cement. This study used 20 specimens were immersed in a turmeric tamarind solution of packaging and not the packaging (each n=10) for 1, 3, 5, and 7 days. Results analyzed by Two-way ANOVA showed between turmeric tamarind solution of packaging and not the packaging had no significant difference (p>0,05), but a significant difference on immersion duration in two groups (p<0,05). The longer of immersion duration in a trumeric tamarind solution affect to increase surface roughness."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Puti Bianca Sari
"Skripsi ini membahas pengaruh aplikasi pasta CPP-ACP terhadap kekasaran permukaan semen ionomer kaca (SIK) konvensional setelah perendaman Coca Cola® dengan cara merendam dalam akuabides (kontrol), Coca Cola®, serta pengaplikasian pasta CPP-ACP yang didiamkan 30 menit atau langsung direndam Coca Cola®. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kekasaran permukaan yang signifikan pada kelompok rendaman Coca Cola®, penurunan kekasaran permukaan yang tidak signifikan pada SIK konvensional yang diaplikasikan pasta CPP-ACP langsung direndam Coca Cola® dan penurunan kekasaran permukaan yang signifikan pada SIK konvensional yang diaplikasikan pasta CPP-ACP dan didiamkan 30 menit sebelum direndam Coca Cola®. Kesimpulan dari penelitian ini pengaplikasian pasta CPP-ACP baik didiamkan selama 30 menit ataupun langsung direndam Coca Cola® tidak menunjukkan perbedaan penurunan kekasaran permukaan yang signifikan.

This research discusses about the efficacy of application CPP-ACP paste toward surface roughness of conventional glass ionomer cement (GIC) after immersion in Coca Cola® by immersing the specimens in aquabides (control group), Coca Cola®, applying CPP-ACP paste then immersed in Coca Cola® directly or in the next 30 minutes. This research showed that the surface roughness of conventional GIC increased significantly after immersing in Coca Cola®, while after applying CPP-ACP paste then immersed in Coca Cola®, surface roughness of conventional GIC decreased. Furthermore, there were significant decreasing of surface roughness of conventional GIC after applying CPP-ACP paste then immersed in Coca Cola® in the next 30 minutes. The conclusion is the decreasing surface roughness of conventional GIC between after applying CPP-ACP paste then immersed in Coca Cola® directly and in the next 30 minutes are not significantly different."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2013
S45410
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jauza Khalilawisty
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh chlorhexidine gluconate 0,2% yang tidak mengandung alkohol terhadap kekasaran Semen Ionomer Kaca yang dilapisi coating agent. Spesimen Semen Ionomer Kaca Konvensional dan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin yang telah dilapisi varnish dan nanofilled coating agent direndam dalam aquades dan diletakkan pada inkubator 37 o C selama 24 jam. Spesimen dikeluarkan dari inkubator dan direndam dalam chlorhexidine gluconate 0,2% yang tidak mengandung alkohol selama 2 menit setiap hari. Spesimen direndam kembali dalam aquades dan diletakkan pada inkubator. Perendaman ini dilakukan selama dua minggu. Nilai kekarasan permukaan diuji menggunakan Surface Roughness Tester setelah perendaman dalam chlorhexidine gluconate 0,2% yang tidak mengandung alkohol pada harike-3, ke-7, dan ke-14.
Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna nilai kekasaran permukaan antar kelompok Semen Ionomer Kaca Konvensional maupun Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin yang dilapisi varnish dan nanofilled coating agent (p>0,05). Disimpulkan bahwa perendaman dapat mempengaruhi nilai kekasaran permukaan Semen Ionomer Kaca yang dilapisi coating agent."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Senyan Dwiseptyoga
"Latar Belakang: Kegagalan perawatan karies gigi dapat terjadi jika mineral intrafibrillar dentin tidak teremineralisasi secara biomimetik. Semen ionomer kaca (SIK) merupakan bahan restorasi gigi dengan kemampuan melepaskan ion kalsium yang merupakan bahan baku remineralisasi. Carboxymethyl chitosan (CMC) merupakan analog protein non-kolagen alami yang terbukti dapat menstabilkan ion kalsium fosfat dalam keadaan amorf dalam proses remineralisasi biomimetik. Pencampuran kedua bahan tersebut berpotensi menghasilkan bahan restorasi baru yang dapat meremineralisasi dentin secara biomimetik. Tujuan: Mengevaluasi hasil remineralisasi dentin yang tedemineralisasi setelah aplikasi material modifikasi SIK dengan CMC 5% dan 10% dengan memeriksa perubahan morfologi dan komposisi ion kalsium dentin. Metode: Proses remineralisasi dilakukan dengan mengaplikasikan material SIK, SIK-CMC 5% dan 10% selama 14 hari pada kavitas dentin yang terdemineralisasi dengan EDTA 17% selama 7 hari. Evaluasi morfologi dilakukan dengan Scanning Electron Microscope (SEM) dan nilai komposisi ion diperiksa dengan Energy Dispersive X-ray (EDX). Hasil: Terlihat perubahan morfologi tubulus dan permukaan dentin setelah aplikasi bahan SIK, SIK-CMC 5%, dan SIK-CMC 10% selama 14 hari yang dievaluasi dengan SEM. Hasil pemeriksaan EDX memperlihatkan peningkatan kandungan ion kalsium dan pembentukan hidroksiapatit setelah aplikasi material SIK-CMC 10%. Kesimpulan: Aplikasi modifikasi SIK dengan CMC berpengaruh terhadap perubahan morfologi dan komposisi ion kalsium pada dentin yang terdemineralisasi.

Background: Failure of dental caries treatment can occur if intrafibrillar dentin minerals are not biomimetically mineralized. Glass ionomer cement (GIC) is a dental restoration material with the ability to release calcium ions which are the raw material for remineralization. Carboxymethyl chitosan (CMC) is a natural non-collagen protein analogue which has been proven to stabilize calcium phosphate ions in an amorphous state in a biomimetic remineralization process. Mixing these two materials has the potential to produce new restorative materials that can biomimetically remineralize dentin. Objective: To evaluate the remineralization results of demineralized dentin after application of GIC modified material with 5% and 10% CMC by examining changes in the morphology and composition of dentin calcium ions. Method: The remineralization process was carried out by applying SIK material, SIK-CMC 5% and 10% for 14 days to the demineralized dentin cavity with 17% EDTA for 7 days. Morphological evaluation was carried out using a Scanning Electron Microscope (SEM) and ion composition values were examined using Energy Dispersive X-ray (EDX). Results: Changes in tubule morphology and dentin surface were seen after application of SIK, SIK-CMC 5%, and SIK-CMC 10% for 14 days as evaluated by SEM. The EDX examination results showed an increase in calcium ion content and hydroxyapatite formation after application of 10% SIK-CMC material. Conclusion: Application of GIC modification with CMC affects changes in morphology and calcium ion composition in demineralized dentin.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2023
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Almasulah Al-Akmaliyah
"Penelitian ini membahas pengaruh aplikasi pasta CPP-ACP terhadap kekasaran permukaan semen ionomer kaca modifikasi resin (SIKMR) setelah perendaman dalam Coca Cola® dengan melakukan perendaman spesimen SIKMR dalam akuabides (kontrol), dalam Coca Cola®, pengaplikasian pasta CPP-ACP yang dilanjutkan dengan perendaman dalam Coca Cola®, serta pengaplikasian pasta CPP-ACP yang didiamkan 30 menit kemudian dilanjutkan perendaman dalam Coca Cola®. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kekasaran permukaan yang signifikan pada spesimen yang direndam Coca Cola®, penurunan kekasaran permukaan yang tidak signifikan pada spesimen yang diaplikasikan pasta CPP ACP kemudian direndam Coca Cola®, serta penurunan kekasaran permukaan yang signifikan pada spesimen yang diaplikasikan pasta CPP ACP dan didiamkan selama 30 menit kemudian direndam Coca Cola®. Dapat disimpulkan pengaplikasian pasta CPP ACP langsung direndam Coca Cola® maupun didiamkan 30 menit tidak menunjukkan perbedaan kekasaran permukaan yang signifikan.

This study discusses the effect of CPP-ACP paste applications on surface roughness of resin modified glass ionomer cement (RMGIC) after immersing in Coca Cola® by means of RMGIC specimens immersed in aquabidest (control), immersed in Coca Cola®, applied by CPP-ACP paste then immersed in Coca Cola®, and applied by CPP-ACP paste then immersed in Coca Cola® 30 minutes later. There is a significant increase in surface roughness of the specimens immersed in Coca Cola®, no significant decrease in surface roughness of the specimens applied by CPP-ACP paste then immersed in Coca Cola®, and a significant decrease in surface roughness of the specimen applied by CPP-ACP then immersed in Coca Cola® 30 minutes later. It can be concluded that the application of CPP ACP paste either directly immersed in Coca Cola® or not, did not show a significant difference in surface roughness."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2013
S45463
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jesica Uli Giovani
"Semen Ionomer Kaca (SIK) konvensional dapat mengalami penurunan kekerasan permukaan pada pH 5,5 sehingga membutuhkan pemberian ion kalsium dan fosfat yang dapat ditemukan pada CPP-ACP untuk mencegah penurunan kekerasan. Penelitian terhadap CPP-ACP tengah dilakukan dengan penambahan propolis yang ditujukan untuk menambah sifat antimikroba. Berdasarkan penelitian sebelumnya diketahui bahwa penambahan propolis pada CPP-ACP menyebabkan ion kalsium dan fosfat yang dilepaskan berkurang sehingga mungkin memengaruhi kemampuannya dalam mencegah penurunan kekerasan SIK konvensional. Namun belum diketahui efek CPP-ACP apabila ditambahkan propolis pada SIK konvensional.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh CPP-ACP dengan dan tanpa kombinasi propolis terhadap kekerasan permukaan SIK konvensional.
Metode: Tiga puluh spesimen SIK konvensional berbentuk silinder dengan diameter 6mm dan tebal 3 mm dibuat dan diletakkan dalam inkubator selama 24 jam. Spesimen lalu dilakukan pengujian kekerasan awal menggunakan Vickers Micro Hardness Tester dengan indenter Knoop, setiap spesimen diberikan indentasi dengan beban 50 g selama 15 detik sebanyak 5 kali diposisi berbeda pada permukaan dan diambil rata-rata untuk merepresentasikan seluruh permukaannya. Spesimen kemudian dibagi menjadi tiga kelompok (masing-masing 10 spesimen), yaitu yang tanpa diaplikasikan CPP-ACP, yang diaplikasikan CPP-ACP, dan yang diaplikasikan CPP-ACP propolis. Spesimen yang diaplikasikan CPP-ACP atau CPP-ACP propolis didiamkan selama 30 menit di dalam inkubator. Spesimen kemudian direndam dalam asam laktat pH 5,5 selama 24 jam lalu diuji kekerasan akhirnya.
Hasil: Kekerasan awal didapat sebesar 74,51±1,82KHNdan setelah perendaman pada kelompok tanpa diaplikasikan CPP-ACP menjadi 40,82±0,71KHN, kelompok yang diaplikasikan CPP-ACP menjadi 57,94±1,40KHN dan kelompok yang diaplikasikan CPP-ACP propolis menjadi 52,01±1,23KHN. Terdapat penurunan bermakna (p<0,05) antara kekerasan sebelum dan setelah perendaman di semua kelompok dan terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) pada kekerasan antar kelompok dengan uji One-way ANOVA dan post hoc Tamhane.
Kesimpulan: Pengaplikasian CPP-ACP dengan kombinasi propolis pada SIK konvensional menyebabkan penurunan kekerasan permukaan lebih besar dibandingkan dengan yang hanya CPP-ACP.

Conventional glass ionomer cement (GIC) can be decreased in surface hardness at critical pH (5,5) so calcium and phosphate ions, which can be found in CPP-ACP, are needed to prevent it. Research about CPP-ACP were being developed by adding propolis to increase antimicrobial properties. However, study before stated that the addition of propolis into CPP-ACP could be decreasing ions release so probably decreasing its ability to prevent conventional GICs surface hardness reduction. But the effect of CPP-ACP if were added with propolis toward conventional GIC not yet known.
Aims: This study aims to compare the effect of CPP-ACP with and without propolis on conventional GICs surface hardness.
Methods: Thirty specimens of conventional GIC, 6mm in diameter and 3 mm in thick were prepared and saved in incubator for 24 hours. Specimens initial surface hardness were measured by Vickers Micro Hardness Tester with Knoop indenter. Each specimen was indented using 50 g weigh in 15 seconds for five times on different spot to represent all the surface hardness of the specimen and the mean value was calculated. Specimens then divided into three groups (each group contain 10 specimens), which were without CPP-ACP, applicated with CPP-ACP and applicated with CPP-ACP propolis. CPP-ACP or CPP-ACP propolis were applicated to conventional GIC and kept for 30 minutes in incubator. After that, specimens were immersed in lactic acid pH 5,5 for 24 hours and the final surface hardness were tested. The surface hardness values then were analyzed using One Way Anova and Post Hoc Tamhane test.
Result: Initial surface hardness value was 74,51±1,82KHN, and decreased after immersion. The final surface hardness value become 40,82±0, 71KHN on without CPP-ACP group, 57,94±1, 40KHN on with CPP-ACP group, and 52,01±1, 23KHN on with CPP-ACP propolis group. There were statistically significant (p<0.05) in specimens hardness reduction between before and after immersion in all groups and in hardness differences between groups after immersion.
Conclusion: Application of CPP-ACP combined with propolis on conventional GIC caused greater surface hardness reduction compared to CPP-ACP without propolis.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sumendap, Indira Betari
"Semen Ionomer Kaca (SIK) Konvensional dapat mengalami diskolorasi.Untuk mengetahui pengaruh penyikatan pasta gigi terhadap tingkat diskolorasi SIK Konvensional, dilakukan penelitian terhadap 24 spesimen SIK konvensional yang disikat oleh empat jenis pasta gigi dengan lama penyikatan 1, 2 dan 4 minggu, setelah sebelumnya direndam dalam larutan kopi. Terdapat peningkatan kecerahan warna seiring lama penyikatan pada setiap kelompok. Uji antar kelompok waktu menunjukkan adanya perubahan bermakna (p<0,05) pada beberapa kelompok pasta gigi sedangkan antar jenis pasta gigi menunjukkan perubahan bermakna (p<0,05) hanya pada minggu pertama dan ketiga. Penyikatan menggunakan pasta gigi pemutih menyebabkan peningkatan kecerahan warna SIK konvensional yang sebelumnya mengalami diskolorasi karena kopi.

Discoloration can also happen to restorative material, such as Conventional Glass Ionomer Cement (Conventional GIC). To identify the effect of brushing with whitening toothpaste to discoloration level of conventional GIC, twenty-four specimens were first immersed in coffee, then brushed by four different toothpastes. There were increase of lightness at longer time of brushing in every specimens. Test between time groups showed significant changes (p<0,05) only in some toothpaste groups and also significant changes (p<0,05) between toothpaste groups only in the first and third week. Whitening toothpaste can decrease discoloration level of stained conventional GIC.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farih Aminah
"Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyikatan dengan dan
tanpa pasta gigi charcoal terhadap kekerasan permukaan material restorasi semen
ionomer kaca modifikasi resin. Metode penelitian: Dalam penelitian ini digunakan
semen ionomer kaca modifikasi resin Fuji II LC. Sejumlah 24 spesimen berbentuk
silinder dengan ukuran diameter 6 mm dan tebal 2 mm yang dipolimerisasi dengan
menggunakan LED light cured LEDMAX-Hilux selama 20 detik dengan irradiansi 800
mW/cm2. Setelah polimerisasi, spesimen direndam dalam akuades pada suhu 37C
selama 24 jam. Spesimen diukur kekerasan permukaan awal dengan dengan Knoop
Microhardness tester Shimatzu HMV-G21 DT yang diindentasikan dengan beban 50 gf
selama 15 detik. Selanjutnya, specimen dibagi menjadi tiga kelompok (n=8) dengan
perlakuan penyikatan dengan akuades, pasta gigi tanpa charcoal Colgate Total
Professional Clean®, dan pasta gigi dengan charcoal Colgate Total Charcoal Deep
Clean® selama 4 menit 40 detik setara satu bulan penyikatan dengan beban 150 gram
menggunakan Oral-B DB4010 Advance Power Battery Toothbrush. Spesimen kemudian
dibersihkan dengan ultrasonic cleaner selama 20 detik dan diuji kekerasan permukaan
akhir. Data dianalisis menggunakan uji One Way Anova untuk menilai perbedaan
kekerasan permukaan antara kelompok penyikatan. Hasil: Semen ionomer kaca
modifikasi resin yang diberikan penyikatan dengan akuades, pasta gigi tanpa charcoal,
dan pasta gigi charcoal menunjukkan peningkatan kekerasan permukaan yang signifikan
antar kelompok (p<0,5). Peningkatan kekerasan permukaan paling tinggi terjadi pada
penyikatan dengan pasta gigi charcoal. Kesimpulan: Semen ionomer kaca modifikasi
resin setelah penyikatan menggunakan pasta gigi yang mengandung charcoal memiliki
kekerasan permukaan yang lebih tinggi dibandingkan pasta gigi yang tidak mengandung
charcoal

Objective: The aim of this study was to determine the effect of brushing with and without
charcoal toothpaste to surface hardness changes of resin modified glass ionomer cement.
Method: Resin modified glass ionomer cement Fuji II LC was used in this study. 24
specimens of 6 mm in diameter and 2 mm in thinkness with disk-shaped were prepared
and polymerized using LED light cured LEDMAX-Hilux in 20 seconds with irradiance
800 mW/cm2. After polymerization, specimens were immersed in 37C aquadest solution
for 24 hours. Specimens were measured initial surface hardness using Knoop
Microhardness tester Shimatzu HMV-G21 with 50 gf indentation in 15 seconds.
Futhermore, specimens were divided into three groups (n=8); brushed using distilled
water (group A), toothpaste without charcoal Colgate Total Professional Clean® (group
B), and toothpaste with charcoal Colgate Total Charcoal Deep Clean® (group C) for four
minutes and 40 seconds (equivalent to a month brushing) using Oral-B DB4010 Advance
Power Battery Toothbrush with a load of 150 gr. Specimens were cleaned with ultrasonic
cleaner in 20 seconds and were measured for final surface hardness. Data were anylized
using One Way Anova to assess the significant differences between brushed groups.
Result: The value of surface hardness of resin modified glass ionomer cement specimens
were increased significantly between groups (p<0,05). The enhancement of surface
hardness value of charcoal toothpaste was highest between brushed groups. Conclusion:
It was concluded that resin modified glass ionomer cement specimens after brushed with
charcoal toothpaste have a higher surface hardness than toothpaste without charcoal
"
Depok: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Akib
"SIK modifikasi resin dapat mengalami penurunan kekerasan permukaan pada pH kritis rongga mulut 5,5 yang dapat dicegah dengan pemberian ion kalsium dan fosfat. Ion tersebut bersumber dari CPP ACP. Pengaplikasian CPP ACP pada SIK modifikasi resin diketahui mampu mencegah terjadinya penurunan kekerasan permukaan SIK modifikasi resin. Saat ini telah ada penggabungan propolis pada CPP ACP yang bertujuan untuk meningkatkan sifat antibakteri tetapi diketahui penambahan propolis mengurangi pelepasan ion kalsium dan fosfat dari CPP ACP sehingga berpengaruh terhadap kemampuannya dalam melindungi SIK modifikasi resin dari penurunan kekerasan permukaan. Namun belum diketahui efek pengaplikasian CPP ACP yang ditambahkan propolis terhadap kekerasan permukaan SIK modifikasi resin.
Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh aplikasi pasta CPP ACP dengan dan tanpa kombinasi propolis terhadap kekerasan permukaan semen ionomer kaca modifikasi resin.
Metode: Tiga puluh spesimen semen ionomer kaca modifikasi resin berbentuk silinder berukuran 6 x 3 mm, di polimerisasi menggunakan LED curing unit irradiansi 700 mW/cm2, selama 20 detik kemudian disimpan selama 1 hari kering dalam inkubator. Spesimen diuji kekerasan awalnnya dengan Knoop Hardness Tester (50 g selama 15 detik) dengan penjejasan 5 kali di 5 lokasi permukaan yang berbeda kemudian diambil nilai rata-ratanya untuk mempresentasikan permukaan spesimen. Spesimen dibagi menjadi tiga kelompok yaitu spesimen tanpa dan dengan pengolesan CPP ACP yang didiamkan 30 menit dan dengan pengolesan CPP ACP propolis yang didiamkan 30 menit. Seluruh spesimen direndam dalam larutan asam laktat pH 5,5 selama 24 jam dan diuji nilai kekerasan permukaan akhirnya. Data dianalisis menunggunakan uji statistik Kruskal Wallis dan uji Post Hoc Mann Whittney.
Hasil: hasil menunjukkan bahwa kekerasan awal seluruh spesimen adalah 30,68, 0,03 dan setelah diberi perlakuan kelompok A menjadi 24,96, 0,07, kelompok B menjadi 27,9, 0,01 dan kelompok C menjadi 26.5, 0,03. Pengaplikasian CPP ACP propolis pada SIK modifikasi resin menyebabkan penurunan kekerasan permukaan yang lebih besar dibandingkan dengan yang hanya diaplikasikan CPP ACP.

The surface hardness of Resin modified glass ionomer cement can be decrease at the critical pH of the oral cavity 5.5 which can be prevented by giving calcium and phosphate ions. These ions can be sourced from CPP ACP. Aplication CPP ACP is known to be able to prevent a decrease in the surface hardness of resin modified glass ionomer cement. Now there has been the addition of propolis to CPP ACP which functions as an antibacterial but it is known the further addition of propolis reduces ion calcium and phosphate release from CPP ACP which influences its capability in protecting RMGIC from further reduction of surface hardnes. However, the effect of CPP ACP application that added propolis is not yet known on resin modified glass ionomer cement.
Objective: this study aims to compare the effect of CPP ACP paste application with it and without a combination of propolis against the surface hardness of glass ionomer cement modified resin.
Methods: thirty specimens of Resin Modified Glass Ionomer Cement in cylindrical shape (6 x 3 mm), 1 day dray storage in the incubator and the specimen are polymerized for 20 seconds using a 700 mW/cm irradiance LED curing unit. The initial specimens were tested for hardness with Knoop Hardness Tester (50 g for 15 seconds) with 5 times of crushing in 5 different surface locations then the average value was taken to present the specimen surface. The specimens were divided into three groups: without CPP ACP application, CPP ACP and CPP ACP Propolis application which were allowed to stand for 30 minutes. All specimens were immersed in lactic acid pH 5.5 for 24 hours and tested for final surface hardness values. Data obtained analyzed using Kruskal Wallis dan Mann Whittney.
Results: the test showed that the initial hardness of all specimens were 30,68, 0,03 and after treatment group A becomes 24,96, 0,07, group B becomes 27,9, 0,01 and group C becomes 26.5, 0,03. There was a decrease surface hardness of the resin modified glass ionomer cement before and after immersion at all groups. The initial hardness of all specimens were 30,68, 0,03 and after treatment group A becomes 24,96, 0,07, group B becomes 27,9, 0,01 and group C becomes 26.5, 0,03. The application of CPP ACP propolis to RMGIC caused.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dicky Yudha Andhika Zikrullah
"Latar Belakang : SIK sebagai bahan restorasi memiliki kemampuan untuk berikatan secara kimiawi terhadap struktur gigi dan kemampuan melepaskan fluoride sehingga cocok digunakan pada pasien dengan risiko karies tinggi namun memiliki kekuatan mekanis yang buruk. Modifikasi bahan restorasi SIK melalui penggabungan dengan bahan bioaktif untuk mendapatkan manfaat seperti meningkatnya sifat mekanis, sifat antibakteri dan potensi remineralisasi telah di sebutkan pada beberapa literatur penelitian. Pada studi ini, bubuk carboxymetyl-chitosan (CMC) ditambahkan pada komponen bubuk dari SIK konvensional. Tujuan: Menganalisis pengaruh modifikasi material semen ionomer kaca (SIK) dengan carboxymetyl-chitosan (CMC) terhadap Kekuatan kompresi dan morfologi permukaan. Metode: Tiga puluh lubang pada cetakan akrilik silindris Diameter 4 mm tinggi 8 mm diisi dengan material SIK (FUJI IX, GC corp, Japan), modifikasi SIK dengan CMC 5% dan 10% yang di campurkan pada komponen bubuk SIK. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol SIK (n=10) dan kelompok SIK-CMC 5% (n=10) serta kelompok SIK-CMC 10% (n=10). Kekuatan kompresi diukur dengan menggunakan Universal Testing Machine (Tensilon RTG-10Kn, A&D, Japan) dan dihitung dengan rumus KK= P/(πr2) dimana P adalah beban maksimum dan r adalah radius dari spesimen. Data dianalisis dengan analisis statistik menggunakan One-Way ANOVA dan Post hoc Bonferroni (p<0,5). Morfologi permukaan material modifikasi SIK-CMC dan kontrol di amati dengan menggunakan Scanning Electronic Microscope (EVO MA-0, Zeiss, Germany). Hasil: Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok modifikasi SIK-CMC 5% dan SIK-CMC 10% dengan kelompok kontrol (One-Way ANOVA; p<0,05). Berdasarkan uji Post Hoc Bonferroni (p<0,5) terdapat perbedaan yang bermakna Kekuatan kompresi pada material modifikasi SIK-CMC 5 % dan SIK-CMC 10% dengan kelompok kontrol SIK. Modifikasi SIK dengan CMC mempengaruhi perubahan morfologi berupa berkurangnya porusitas dan bertambahnya permukan retakan seiring dengan penambahan persentase CMC.
Kesimpulan: Modifikasi SIK dengan Penambahan CMC Mengurangi kekuatan kompresi dengan rerata hasil paling rendah pada penambahan CMC 10%. Porusitas permukaan material modifikasi SIK dengan penambahan CMC memiliki kecenderungan berkurang dan bertambahnya permukaan retakan yang melebar seiring dengan penambahan persentase CMC

Background: GIC as a restorative material has the ability to chemically bond to the structure of teeth and the ability to release fluoride so that it is suitable for use in patients with a high caries risk but has poor mechanical strength. Modification of GIC restorative materials with combination with bioactive materials to obtain benefits such as increasing mechanical properties, antibacterial properties and remineralization potential has been mentioned in some research literature. In this study, Carboxymethyl-chitosan (CMC) is added to the powder phase of conventional GIC to increase the compressive strength. Objective: to analyze the influence of modified GIC with the addition of CMC on compressive strength and surface morphology. Methods: Thirty holes in a cylindrical acrylic mold, each hole has a diameter of 4 mm and thickness of 8 mm, were filled with conventional GIC restorative material (FUJI IX, GC corp, Japan), modified GIC with 5% CMC and 10% CMC added in the powder phase. The samples were divided into 3 groups: control group GIC (n=10), GIC-CMC 5% group (n=10) and GIC-CMC 10% group (n=10). The compressive strength measurement performed with Universal testing machine (Tensilon RTG-10Kn, A&D, Japan), and were calculated according to the following equation: CS= P/(πr2)
Where P is the maximum load and r is the radius of the cylinder-shaped specimen
Statistical analysis was done by One-Way ANOVA and Post hoc Bonferroni (p<0.05). The surface morphology of the material modification of GIC-CMC and control group was observed using the Scanning Electronic Microscope (EVO MA-0, Zeiss, Germany).
Results: There is a significant difference between the GIC-CMC 5% and GIC-CMC 10% modification groups and the control group (One-Way ANOVA; p<0.05). Based on the Post Hoc Bonferroni (p<0.5) test there is a significant difference in compressive strength in SIK-CMC modification materials of 5% and SIK-CMC of 10% with the SIK control group. Modification of SIK with CMC affects morphological changes in the form of reduced porosity and increased fractures along with the addition of CMC percentage.Conclusion: Modification of GIC with CMC addition reduces compressive strength with the lowest average yield at 10% CMC addition. The surface porusity of SIK modification material with the addition of CMC tends to decrease and increase the surface of cracks that widen along with the addition of CMC percentage.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>