Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 83 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Parasuram, K.S.
New Delhi: Tata McGraw-Hill, 1995
668.12 PAR s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
New York: CRC Pres, 2009
R 668.14 HAN
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Faiz Kevin Naufal
"

Peramalan permintaan berguna sebagai permulaan dalam perencanaan yang memiliki tujuan untuk memenuhi permintaan pelanggan di masa depan. Pada awalnya, metode peramalan dikembangkan berbasis statistik. Namun, seiring berjalannya waktu, metode peramalan saat ini juga ada yang menggunakan metode machine learning karena bertambahnya kompleksitas data dengan variabilitas permintaan yang tinggi. Industri FMCG, khususnya produk pembersih rumah tangga memiliki pola permintaan yang cukup dinamis. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk perusahaan sehingga mampu meramalkan secara akurat pola permintaan pada industri ini. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan peramalan permintaan untuk produk pembersih rumah tangga menggunakan metode deret waktu, yaitu Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), dan metode machine learning, yaitu Support Vector Regression (SVR). Objek penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah data permintaan dari 8 SKU produk pembersih rumah tangga yang dijual oleh PT Wijaya Agung Hutama sejak Januari 2014 hingga Desember 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SVR unggul untuk 6 dari 8 SKU yang diramalkan, dengan rata-rata Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 31,06%. Sementara itu, ARIMA mendapatkan rata-rata MAPE sebesar 33,52%. Metode yang diajukan peneliti juga dapat menurunkan error pada peramalan perusahaan hingga 8,31%.


Demand forecasting is useful as a starting point in planning with the objective of meeting customer demand in the future. Initially, forecasting methods were developed based on statistics. However, over time, current forecasting methods also incorporate machine learning techniques due to the increasing complexity of data and high demand variability. The Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) industry, particularly household cleaning products, has a dynamic demand pattern. This poses a challenge for companies to accurately forecast demand in this industry. This study conducted demand forecasting for household cleaning products using time series methods, namely Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), and machine learning methods, specifically Support Vector Regression (SVR). The research focused on the demand data for 8 SKU (Stock Keeping Unit) of household cleaning products sold by PT Wijaya Agung Hutama from January 2014 to December 2022. The results of the study showed that the SVR method outperformed ARIMA for 6 out of 8 forecasted SKUs, with an average Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 31.06%. Meanwhile, ARIMA obtained an average MAPE of 33.52%. The proposed method by the researchers also reduced the forecasting error for the company by 8,31%. These findings indicate that the suggested forecasting methods can help companies plan production and inventory more accurately. 

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Endah Kusumaningtyas
"ABSTRAK
Plak yang melekat pada basis gigi tiruan resin akrilik dapat menyebabkan peradangan papila berbentuk hiperpiastik, kandidiasis dan denture stomatitis. Salah satu cara untuk menghilangkan plak dan stain pada gigi tiruan adalah penyikatan memakai pasta gigi, namun pasta gigi diketahui mengandung bahan abrasif yang menyebabkan kekasaran gigi tiruan sehingga plak mudah melekat.
Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium yang bertujuan melihat kekasaran permukaan lempeng resin akrilik gigi tiruan akibat penyikatan memakai sabun cair yang dibandingkan dengan penyikatan memakai pasta gigi. Penyikatan dilakukan dengan sikat gigi elektrik sefama 7 dan 14 menit. Hasil kekasaran diuji dengan Surface roughness tester
Secara deskriptif nampak adanya kecenderungan peningkatan kekasaran permukaan lempeng resin akrilik dengan bertambahnya waktu penyikatan. Dari hasil uji limit significant difference, nampak tidak ada perbedaan bermakna kekasaran antara akibat penyikatan memakai air dan memakai sabun cair, namun terdapat perbedaan bermakna baik antara penyikatan memakai air dan memakai pasta gigi maupun antara penyikatan memakai sabun cair dan memakai pasta gigi.
Disimpulkan bahwa kekasaran lempeng resin akrilik akibat penyikatan memakai pasta gigi lebih besar dibandingkan penyikatan memakai sabun cair. Hal ini karena pasta gigi mengandung bahan abrasif, sedangkan sabun cair tidak mengandung bahan abrasif. Kekasaran akibat penyikatan memakai sabun cair diakibatkan oleh efek abrasif dari bulu sikat gigi."
1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yusnidar Yusuf
"Dari ekstrak n-heksana yang berasal dari talus Ramalina inflata, Hook, & Tayl tanaman tersebut di kumpulkan/diperoleh dari Taman Nasional Botani, Seblat, Gunung Kerinci, Propinsi Jambi, Sumatra, berhasil diisolasi (+) - asam usnat dalam bentuk kristal jarum berwarna kuning. Sedangkan dari ekstrak aseton berhasil diisolasi suatu senyawa baru dalam bentuk kristal putih, yang diduga merupakan turunan dari asam norstiktat, dimana strukturnya ditetapkan berdasarkan data spektrum 1H-NMR dan 13C-NMR serta massa. Diduga cincin D dari senyawa baru tersebut dibentuk oleh α, β, -δ- lakton (cincin 6), sedangkan cincin D dari asam norstiktat dibentuk dari cincin α, β, -γ-lakton tidak jenuh. Ada kemungkinan bentuk lain dari struktur senyawa B, dimana gugus metilenanya berada pada cincin depsidon (lingkar 8, sedangkan pada cincin depsidon normal terbentuk dari lingkar 7). Oleh karena itu senyawa baru tersebut diusulkan diberi nama asam norstiktat A. Sifat anti bakteri dari (+) -asam usnat sudah diketahui dan dikenal, sedangkan pada penelitian ini senyawa baru tersebut diketahui tidak mempunyai aktivitas biologi.

From the n-hexane extracto£ the Ramalina inf lata's thallus, that is collected from the Seblat-National Botanical Garden, Mount Kerinci, West Sumatra, has been isolated usnic acid as light yellow crystal. Whereas from the acetone extract has been isolated a new compound as white crystal with structure as derivative from the norstictic acid. Its structure is established by nmr-and mass spectral data. The D-ring of the norstictic acid is formed by α, β, -unsaturated- γ-lactone, whereas the new compound is formed by α, β, -unsaturated- γ-lactone. Another possibilities are, the B compound from the depsidone ring is formed by eight ring, that means methylene group belongs to the depsidone ring. Normally depsidone ring is formed by seventh ring. So that we give the name for this new compound is norstictic acid A. The Biological activities of usnic acid is well known, but unfortunately the new isolated compound has no biological activities."
Depok: Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Desya Pramadhanti
"Sabun antibakteri merupakan sabun yang paling diminati di Indonesia sebagai agen pembersih. Sayangnya, sabun antibakteri yang selama ini digunakan memiliki beberapa masalah, seperti bahan antibakteri yang digunakan. Bahan antibakteri yang biasa digunakan dalam sabun, seperti triclosan, triclocarban, dan lainnya, telah dilarang penggunaannya oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat karena berbahaya untuk penggunaan jangka panjang. Namun, sabun antibakteri tetap diperlukan di tempat-tempat yang memiliki tingkat penyebaran bakteri yang tinggi, seperti rumah sakit. Untuk itu, diperlukan bahan antibakteri yang aman, baik digunakan dalam jangka panjang maupun pendek. Mikroalga Spirulina platensis merupakan salah satu microflora dengan kandungan zat esensial yang beragam serta berpotensi sebagai zat antibakteri. Di samping itu, jenis mikroalga ini memiliki khasiat lain yang sangat banyak bagi kulit. Selain bahan, bentuk sabun juga perlu dipertimbangkan untuk menghindari kontaminasi. Bentuk sabun dengan lapisan tipis merupakan bentuk yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh suhu reaksi saponifikasi dan konsentrasi NaOH yang optimal. Variasi suhu reaksi yang digunakan adalah 50, 60 dan 70oC, sedangkan variasi massa NaOH yang digunakan adalah 3,75, 5, 6,25, dan 8,75 M. Konsentrasi NaOH yang optimal untuk pembuatan sabun antibakteri ini berkisar 5-6,25 M dengan suhu 60oC. Namun, berdasarkan kualitas sabun dengan konsentrasi 5 M dan suhu 60oC merupakan sampel terbaik dengan kadar air 13,86, kadar asam lemak bebas 0,18 dan nilai konsentrasi hambat minimum 0 atau tidak ada bakteri yang hidup hingga pengenceran 25.

Antibacterial soap is the most popular soap in Indonesia as a cleaning agent. Unfortunately, antibacterial soap has some issues, such as the antibacterial ingredients used. Antibacterial ingredients commonly used in soaps, such as triclosan, triclocarban and others, have been banned from use by the United States Food and Drug Administration (FDA) because they are dangerous for long-term use. However, antibacterial soap is still needed in places that have high levels of bacterial spread, such as hospitals. For this reason, we need safe antibacterial ingredients for long and short term use. Microalgae Spirulina platensis is one of microalgae that contains safe antibacterial compound. In addition, these types of microalgae have other compounds that are very beneficial for skin. Besides the ingredients, the form of soap also needs to be considered to avoid bacterial contamination. The form of soap with a thin layer is the right form to solve this problem. This research aims to obtain the optimal saponification reaction temperature and NaOH concentration. The variation of reaction temperature used is 50, 60 and 70oC, while the mass variations of NaOH used are 3.75, 6.25, and 8.75 M. Optimal NaOH concentration for making this anti-bacterial soap is about 5-6.25 M at 60oC. But, based on quality, soap that made of 5 M NaOH concentration solution at 60oC is the best sample with 13.86 of water, 0.18 of free fatty acid and minimum inhibitory value 0 or no bacteria growth until 25 of dilution.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
London: Routledge, 1995
302.234 5 TOB
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Herry Hermawan
"Sinetron tidak hanya dapat dipandang sebagai karya seni budaya tapi juga produk komunikasi di mana keduanya memiliki hubungan timbal balik. Artinya sinetron mencakup pengoperan simbol yang mengandung arti, sedangkan arti dari setiap lambang tersebut merupakan produk kebudayaan dari setiap sistem nilai. Sebab itu sinetron dapat dikategorikan sebagai suatu proses sosial. Konsekuensinya, keberhasilan sinetron tak hanya diukur dari ada tidaknya keterpaduan antara unsur komersial dengan kualitas tapi juga dari ada tidaknya faktor-faktor yang dapat menumbuhkan Berta rnendorong partisipasi sosial masyarakat dalam setiap proses perubahan ke arah yang lebih baik.
Kendati demikian dari data-data yang ditunjukkan oleh SRI dan FSI memperlihatkan bahwa karya-karya sinetron yang bisa di klasifikasikan sebagai sinetron menengah - yang mampu memadukan unsur komersial dengan kualitas - hampir tidak ada atau sulit didapat, apalagi sinetron menengah yang memuat pesan-pesan pembangunan. Ironinya justru sebagian menyuguhkan sinetron atas, yang mementingkan segi estetika dan sebagian lain sinetron bawah yang mengutamakan sisi komersial saja. Kenyataan ini dapat dilihat dari munculnya perbedaan apresiasi yang mencolok antara khalayak dengan Dewan Juri FSI.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa timbulnya perbedaan tersebut mencermin kan adanya perbedaan dalam tolak ukur serta motivasi antara khalayak dengan Dewan Juri FSI Barangkali perbedaan ini lebih bersifat `kodrati'. Tetapi tidak demikian jika kita melirik kepada karyanya, karena ia lah yang sebetulnya menjadi ajang pertemuan keduanya.
Dengan demikian perbedaan penilaian tersebut, secara umum, juga mencerminkan bahwa hasil rating SRI lebih merujuk kepada kegagalan para sineas kita dalam konsepsinya namun berhasil dalam eksekusinya Sedangkan program unggulan FSI lebih menunjukkan keberhasilan para sineas dalam segi konsepsi tetapi gagal dalam eksekusinya.
Di samping itu, ternyata pula, peranan stasiun televisi dalam menyeleksi karya karya sinetron serta para produser tuna menentukan tinggi rendahnya kualitas sinetron Indonesia. Dari hasil temuan dapat dikemukakan bahwa bagian terbesar produsen lebih menelaankan pada pencapaian basil rating atau lebih menekankan kepada kepentingan bisnis. Begitu juga selektivitas yang dilakukan stasiun stasiun televisi masih kurang.
Tentu saja semua ini tak dapat dilepaskan dari faktor lingkungan. Artinya perbedaan penilaian ini juga mengindikasikan lingkungan masyarakat yang belum dapat sepenuhnya melahirkan atau menciptakan kreator-kreator sinetron yang handal. Di samping itu adanya regulasi pemerintah yang sangat ketat turut memasung kreativitas para sineas Indonesia.
Berdasarkan penelaahan yang dilakukan dapatlah dikemukakan beberapa proposisi sebagai berikut :
Jika suatu sinetron mampu memadukan antara unsur komersial dengan kualitas maka di samping akan diminati khalayak juga akan masuk nominasi unggulan Dewan Juri serta Komite Seleksi FS1.
Suatu sinetron yang marnpu memadukan antara unsure komersial dengan kualitas akan dapat menjangkau khalayak lebih luas dibandingkan jika menekankan pada salah satu aspek saja, komersial atau kualitas.
Suatu sinetron yang dapat memadukan kedua unsur, komersial dan kualitas, jika diberi muatan atau pecan-pecan yang konsiruktif akan mampu menumbuhkan serta mendorong partisipasi sosial masyarakat dalam proses pembangunan."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sirly Eka Nur Intan
"[ABSTRAK
Propolis telah terbukti sebagai herbal yang memiliki aktivitas antibakteri. Penambahan lilin propolis dalam suatu produk kosmetik ini akan meningkatkan manfaat dari segi antimikroba. Lilin propolis terbukti efektif dalam menginhibisi jamur Candida albicans hingga 76% pada konsentrasi 79,43 mg/mL. Lilin propolis dalam penelitian ini dikembangkan menjadi bahan aktif sediaan sabun cair yang diperuntukkan untuk membersihkan mikroogranisme dalam tubuh manusia. Untuk menghantarkan aktivitas tersebut, sabun dibuat dalam bentuk sediaan sabun cair yang efektif untuk menghilangkan kotoran pada permukaan kulit dalam fase air atau minyak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formula sabun cair yang memiliki sifat fisik dan stabilitas terbaik serta teruji sifat fisika dan kimianya. Propolis dan pengental hydroxyethylcellulose akan diformulasikan menjadi sebuah sediaan sabun cair menggunakan metode saponifikasi. Pada masing – masing formula, dilakukan jumlah variasi pengental hydroxyethylcellulose dan lilin propolis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap stabilitas sediaan. Formula yang lulus uji stabilitas kemudian akan diuji kemampuan sifat fisika dan kimianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula lilin propolis dan pengental hydroxyethylcellulose 1,5 : 1,5 (%v/w) merupakan formula dengan stabilitas fisik terbaik. Lilin propolis dan pengental hydroxyethylcellulose terbukti tidak mampu bekerja secara tunggal untuk menghasilkan sediaan sabun cair yang stabil. Sabun cair lilin propolis dan pengental hydroxyethylcellulose ini teruji stabilitas fisika dan kimia sesuai dengan standar SNI.

ABSTRACT
Propolis wax have been reported to have antibacterial activity. The addition of propolis wax will be the latest breakthrough in the preparation of cosmetic product given propolis wax contain antimicrobial substances. Propolis wax proven effective in inhibit the fungus Candida albicans reached 76% in the concentration of 79.43 mg/mL. The herbs can be developed as antibacterial liquid soap. In order to deliver the biological activity, soap is produced as liquid soap that effective to remove dirt on the skin surface either water soluble or fat soluble. This study aims to create the best liquid soap formulation with great physical characteristics and stability, also proved in its physical and chemical properties. Each propolis wax and emulsifier hydroxyethylcellulose was formulated into a liquid soap using saponification method. There was a variation amount of propolis wax and emulsifier hydroxyethylcellulose in each formulation to investigate its effect on stability. The proven formula with greatest stability was continued to undergo with the test of physical and chemical properties. Result of this study showed that formula with ratio of propolis wax and emulsifier hydroxyethylcellulose 1,5 : 1,5 (%w/v) was found to be the best. Propolis wax and emulsifier hydroxyethylcellulose was investigated can’t work as a single material to produce stable liquid soap. Propolis wax and emulsifier hydroxyethylcellulose liquid soap showed physical and chemical stability appropriate with SNI., Propolis wax have been reported to have antibacterial activity. The addition of propolis wax will be the latest breakthrough in the preparation of cosmetic product given propolis wax contain antimicrobial substances. Propolis wax proven effective in inhibit the fungus Candida albicans reached 76% in the concentration of 79.43 mg/mL. The herbs can be developed as antibacterial liquid soap. In order to deliver the biological activity, soap is produced as liquid soap that effective to remove dirt on the skin surface either water soluble or fat soluble. This study aims to create the best liquid soap formulation with great physical characteristics and stability, also proved in its physical and chemical properties. Each propolis wax and emulsifier hydroxyethylcellulose was formulated into a liquid soap using saponification method. There was a variation amount of propolis wax and emulsifier hydroxyethylcellulose in each formulation to investigate its effect on stability. The proven formula with greatest stability was continued to undergo with the test of physical and chemical properties. Result of this study showed that formula with ratio of propolis wax and emulsifier hydroxyethylcellulose 1,5 : 1,5 (%w/v) was found to be the best. Propolis wax and emulsifier hydroxyethylcellulose was investigated can’t work as a single material to produce stable liquid soap. Propolis wax and emulsifier hydroxyethylcellulose liquid soap showed physical and chemical stability appropriate with SNI.]"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
S58882
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amanda Lathifah Laksmana Putri
"Artikel ini membahas tentang sejarah perkembangan iklan sabun Lux di Jawa dengan periode pembahasan tahun 1929-1941. Lux adalah produk sabun dari Unilever. Meski pabrik sabun Unilever baru masuk pada tahun 1933 di Batavia, namun iklan perdana sabun Lux muncul di tahun 1929 dan berakhir pada 1941. Untuk meningkatkan penghasilan maka produk Lux kemudian diiklankan dengan gencar. Iklan-iklannya bervariasi dalam segi visualisasi, teknik promosi, dan juga bahasa yang digunakan. Dalam artikel jurnal ini dijelaskan mengenai perkembangan dari iklan-iklan sabun kecantikan Lux tersebut beserta dampaknya, baik secara aspek penjualan maupun aspek sosial. Artikel ini ditulis menggunakan metode sejarah, dengan pengumpulan sumber sejarah berupa surat kabar, majalah, buku, yang diperoleh dari koleksi Perpustakaan Nasional, Perpustakaan UI, ataupun secara daring. Hasil yang didapat dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa masifnya iklan Lux di berbagai media surat kabar baik lokal maupun nasional berdampak pada meningkatnya penjualan dan meningkatnya popularitas Lux. Selain itu Lux juga mengadakan kontes yang berdampak signifikan pada penjualan.

This article discusses the history of the development of Lux soap advertisements in Java with a discussion period of 1929-1941. Lux is a soap product from Unilever. Although the Unilever soap factory only entered in 1933 in Batavia, the first advertisement for Lux soap appeared in 1929 and ended in 1941. To increase income, Lux products were then heavily advertised. The ads vary in terms of visualization, promotional techniques, and also the language used. This journal article describes the development of the Lux beauty soap advertisements and their impact, both in terms of sales and social aspects. This article was written using the historical method, by collecting historical sources in the form of newspapers, magazines, books, obtained from the collections of the National Library, UI Library, or online. The results obtained in this article show that the massive advertising of Lux in various newspapers, both local and national, has an impact on increasing sales and increasing Lux's popularity. In addition, Lux also held a contest that had a significant impact on sales."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9   >>