Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 141242 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nike Maya Manro
"Lingkungan keluarga merupakan fondasi awal yang membentuk identitas sosial seseorang, terutama peran orang tua. Dalam kehidupan orang-orang dari keluarga broken home di masa poskolonial, identitas sosial seringkali menjadi isu sentral. Krisis identitas yang berujung pada rekonstruksi identitas tidak hanya dialami oleh keturunan Indo di Indonesia, namun juga di Belanda, seperti yang dialami tokoh utama dalam fragmen De Onschuld van Een Vis karya Alfred Birney. Tulisan ini berusaha memaparkan bagaimana proses rekonstruksi identitas sosial dipengaruhi oleh faktor sejarah, budaya dan lingkungan sosial. Dalam menganalisis permasalahan identitas sosial ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan mempelajari situasi, tata cara, sikap, pandangan dan terutama dialog di dalamnya. Selain itu, penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan poskolonial. Di akhir pembahasan, terlihat bahwa ternyata peran ayah sebagai faktor utama yang merupakan figur negatif pembentuk identitas awal tokoh utama juga terlibat secara implisit di balik faktor budaya dan lingkungan sosial dalam proses rekonstruksi identitas sosial tokoh utama tersebut.

Family environment is a basic foundation that establishes someone’s social identity, parents’ role is the foremost. For ones lives from a broken home family in post-colonial period, social identity is often considered a central issue. Crisis of identity that led into reconstruction of identity is not only experienced by Indo people that stayed in Indonesia, but also in the Netherlands, as it showed by the main character in one of chapters from De Onschuld van Een Vis by Alfred Birney. This paper tries to describe how reconstruction process of social identity influenced by historical, cultural and social environment. Descriptive research is used to analyze this social identity issue. This method has always been used to study situations, manners, attitudes, views, and especially dialogues in fragment. For addition, this is a qualitative study that using a post-colonial approach. At the end of this paper, we would see that the fact is the father's role as the main factor of a negative figure that formed the main character’s early identity, also implicitly involved behind the cultural and social environment in that reconstruction process of the main character’s social identity.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Muetia Chesar O.
"Relasi kuasa merupakan hubungan yang menunjukkan bentuk kekuasaan yang tidak setara antara pihak yang satu dengan pihak yang lain. Dalam kajian poskolonialisme, terdapat relasi kuasa antara pihak yang superior dan inferior di mana pihak inferior sudah mampu melakukan resistensi. Fragmen De Onschuld van Een Vis karya Alfred Birney (1995) menceritakan tentang konflik batin seorang anak berdarah Indo (Indonesia-Belanda) yang memegang posisi inferior dalam relasi kuasa dengan ayah kandungnya sendiri. Konflik dalam cerita semakin tajam dengan hadirnya sosok wanita yang secara tidak langsung berperan aktif sebagai media antara Hij dan ayahnya sehingga pada akhirnya kehadiran wanita tersebut akan berpengaruh terhadap relasi kuasa antar tokoh dalam cerita. Jurnal ilmiah ini membahas bagaimana relasi kuasa antara Hij, Wanja dan tokoh Ayah direpresentasikan dan juga menemukan siapa tokoh yang memegang kekuasaan tertinggi.

A power relation is a relation that shows unequal power between one side and another. In a postcolonialism study, there are a power relations between the superior and inferior where the inferior had been able to perform resistance. Fragment De Onschuld van Een Vis by Alfred Birney (1995) told us about a psychological conflict in a mix-blooded kid (Indisch-Nederland) who held the inferior position in the power relation with his biological father. The conflict in the story gets more complicated with the presence of a woman who indirectly took a big part as a mediator between Hij and his father, which eventually , her presence would affect the power relation between characters in the story. This scientific journal discussed about how power relation between Hij, Wanja and the Father are represented and also finding which character held the highest power.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nadia Haq
"Kolonialisme memiliki dampak terhadap banyak hal, dan sebagian besar dari dampak tersebut adalah dampak negatif. Hal itu terjadi pula pada masa penjajahan Belanda di Hindia-Belanda. Kisah-kisah mengenai Hindia Belanda banyak dijumpai pada karya sastra postkolonial, salah satunya adalah fragmen yang berjudul Familiefeest karya Theodor Holman. Holman yang berdarah campuran Indo-Belanda menjadi saksi hidup akan keberlangsungan kehidupan kolonial maupun postkolonial. Melalui fragmen Familiefeest, tergambarkan bagaimana orang-orang yang berhubungan dengan masa kolonial, terutama kaum Indo-Belanda memiliki permasalahan dengan identitasnya. Mereka berusaha mengukuhkan bahwa dirinya adalah seorang Belanda murni, walaupun secara fisik mereka tidak sama dengan orang Belanda pada umumnya, tetapi juga tidak seperti orang pribumi asli. Problematika identitas merupakan wacana yang seringkali muncul dalam cerita peninggalan penjajahan.

Colonialism has an impact on many things, and most of the impact is negative. It also occurred during the Dutch colonial at Dutch-East Indies. The stories of the Dutch-East Indies often found in postcolonial literature, one of which is a fragment of a work entitled Familiefeest by Theodor Holman. As a mixed-blood Indo-Dutch, Holman will be a living witness of colonial and postcolonial continuing life. Through Familiefeest fragments, illustrated how people associated with the colonial period, especially the Indo-Dutch have problems with identity. They are trying to confirm that he is a pure Dutch, although physically they are not the same as the Dutch in general, but also did not like the indigenous. Problems of identity is a discourse that often appear in the story colonial legacy."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Vina Uli
"Artikel ini membahas dampak kolonialisme pada masyarakat Aljazair dalam cerpen Oran, langue morte karya Assia Djebar. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, sedangkan pendekatan yang dipilih adalah pendekatan tekstual. Pengaruh kolonialisme diteliti berdasarkan peristiwa-peristiwa cerita, deskripsi tokoh serta latar ruang dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolonialisme berdampak buruk pada tokoh utama sehingga tokoh utama mengalami trauma yang sangat medalam.

This article analyzes the influence of colonialism in Algeria’s society in short story titled Oran, langue morte by Assia Djebar. This research is classified as a qualitative research by using a descriptive argumentative method and structural approach. The influence of colonialism could be observed based on the story events, characters description, and by the places and times as well. The result of this article shows that colonialism has a negative influence on main character which give her a deep trauma.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Astrina Nadia Wandasari
"Apa yang terjadi pada masa penjajahan Belanda di Hindia Belanda meninggalkan kesan yang begitu dalam bagi setiap pihak yang terlibat, tidak hanya kaum inferior tetapi juga kaum superior. Penceritaan kembali mengenai apa yang terjadi pada masa kolonial dilakukan melalui berbagai media, salah satunya karya sastra postkolonial Familiefeest karya Theodor Holman. Secara jelas dan nyata pasti terjadi diskriminasi pada masa tersebut. Dengan metode penelitian deskriptif-sinkronis, diteliti bagaimana penggambaran diskriminasi yang ditemukan dalam cerita Familiefeest beserta dampak yang dihasilkannya. Melalui cerita ini, ditemukan diskriminasi ras, etnis, dan kebangsaan yang terjadi pada tokoh didalamnya, yang notabene adalah kaum superior pada masa kolonial tersebut, dan dampak yang dialami para tokoh tersebut tidaklah ringan karena menyangkut masalah psikis dan masa depan mereka. Diskriminasi yang mereka alami mengubah sifat, perilaku, dan kehidupan mereka. Mereka memandang negatif akan masa depan dan selalu dihantui oleh rasa takut, terancam, dan malu.

What happened during the Netherlands‟ colonialism in the Dutch East Indies left deep impression to every side that involved this moment, not only the inferior side but also the superior side. About what that happened on colonial period was told through many media, one of them is through postcolonial literature, Familiefeest by Theodor Holman. Discrimination was clearly and obviously happened on that moment. By using descriptive-synchronic method, the description and the effects of discriminations on Familiefeest were researched and found. On Familifeest was found racial, ethnic, and nationality discriminations that were experienced by the personages that on this story were superior people on colonialism moment. The effects that they experienced weren‟t simple things because those have correlation with psychological problem and how they faced their future. It changed their character, behavior, and life. They looked negatively about their future and haunted by fear, threat, and shame."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Manoppo, Adassa Elisheba
"The Absolutely True Diary of a Part-Time Indian 2001 adalah novel Bildungsroman oleh Sherman Alexie yang menceritakan tentang seorang anak Native American yang tinggal di Spokane Reservation Area. Novel ini menekankan perjuangan seorang anak Native American yang miskin dan menginginkan kehidupan yang lebih layak. Banyak yang telah membahas buku ini menggunakan pendekatan budaya seperti racial formation theory, trauma kolektif, dan krisis identitas, namun tidak banyak yang menganalisis novel ini menggunakan psikoanalisis Jung. Dengan menggunakan arketipe pahlawan Jung, artikel ini mencoba untuk meneliti apakah Arnold dapat disebut pahlawan dengan cara mencocokkannya dengan monomyth yang digagaskan oleh Jung dan Campbell. Selain itu, artikel ini juga akan meneliti apakah pascakolonialisme yang dialami oleh para Native American berpengaruh dalam membentuk Arnold menjadi pahlawan. Artikel ini akan membuktikan bahwa seseorang yang disebut pahlawan belum tentu hanya yang menyelamatkan orang lain dan mengorbankan dirinya sendiri, tetapi seseorang yang berjuang untuk keuntungan sendiri adalah pahlawan juga.

The Absolutely True Diary of a Part-Time Indian 2001 is a coming-of-age novel by Sherman Alexie which tells the story of a young Native American boy who lives in the Spokane Reservation Area. This novel emphasizes the struggle of a poor Native American boy who desires a better life. While a lot of scholars have discussed the book using cultural approach like racial formation theory, collective trauma, and crisis identity, not many have analyzed the novel using Jung rsquo;s psychoanalysis. By using Jung rsquo;s hero archetype, this article seeks to discover whether Arnold can be called a hero by matching it with the monomyth stages proposed by Jung and Campbell. Moreover, it will examine whether post-colonialism that the Native American community experiences has anything to do in shaping Arnold as a hero. This article is aimed at proving that a hero is not necessarily someone who saves others and sacrifices his/herself, but someone who fights for own benefits is also considered a hero.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Galuh Sakti Bandini
"Tesis ini membahas kaitan antara ideologi teks yang ada di dua novel karya Liem Khing Hoo, Berjuang 1934 dan Merah 1937 , dengan situasi sosial, ekonomi, dan politik yang melingkupinya. Ideologi teks yang terdapat dalam dua karya tersebut berkenaan dengan komunisme dan konstruksi sosial masa kolonial. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu sosiologi sastra dan pascakolonial. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kedua teks ini menolak tujuan politik yang dibawa oleh komunisme, yaitu menghancurkan sistem kolonial. Akan tetapi dalam Berjuang sistem ekonomi yang digagas oleh komunis, yaitu kepemilikan bersama, disetujui sehingga membentuk masyarakat tanpa kelas. Kedua teks ternyata melanggengkan konstruksi sosial yang membedakan kelas berdasarkan ras. Hal ini terlihat dari penggambaran Eropa yang selalu menempati posisi paling tinggi, serta ketiadaan interaksi antara Tionghoa peranakan dan pribumi.

This thesis examines the intercourse between the textual ideology with the surrounding social, economic, and political situation found in two novels by Liem Khing Hoo, Berjuang 1934 and Merah 1937 . The textual ideology contained in the two works relates to communism and social construction of the colonial period. The textual research uses two approaches, sociology of literature and postcolonialism. The result of this study shows that these two texts rejected the political objectives brought by communism to destruct the colonial system. However, Berjuang welcomed the idea of joint ownership as to form a classless society, which is the economic system initiated by the communists. In the other hands, both texts evidently perpetuate social constructs that distinguish classes based on race. This narration is depicted with the positional construction that always puts Europe at the top and the lack of interaction between the Chinese Peranakan with the indigenous people.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
T49586
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Birney, Alfred
amsterdam: uitgeverij contact, 1995
BLD 839.313 BIR o
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Arief Widya Budiman
"ABSTRAK
Artikel ini membahas tentang tema postkolonial yang terdapat dalam film La Noire de.. karya Ousmane Sémbene melalui aspek naratif dan sinematografis film. Analisis juga didukung dengan teori postkolonial Edward Said untuk melihat apa saja bentuk isu-isu postkolonial yang terdapat dalam film La Noire de… Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa isu postkolonial yang muncul yaitu relasi kuasa, rasisme, stereotip, mimikri, krisis identitas, dan resistensi. Dari beberapa isu postkolonial tersebut relasi kuasa merupakan isu postkolonial yang paling banyak dan aspek visual merupakan aspek yang paling banyak memunculkan isu-isu postkolonial tersebut. Film ini menggugat postkolonial dengan adanya tokoh Diouana sebagai ras kulit hitam yang memberontak atas tindakan diskriminatif yang dilakukan ras kulit putih padanya.

ABSTRACT
This article discusses postcolonial themes contained in La Noire de.. directed by Ousmane Sémbene, through narrative and cinematographic aspects of the film. Analysis is also supported by postcolonial theories of Edward Said to see what kind of postcolonial issues contained in the film La Noire de… The analysis showed that there are some postcolonial issues that arise are power relations, racism, stereotypes, mimicry, an identity crisis, and resistance. From some of those postcolonial issues, power relations is a most numerous postcolonial issues and the visual aspect is the most often raises the postcolonial issues. This film suing the postcolonial by the character of Diouana as the black race who rebelled over discrimination carried the white race to her."
2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Akbar Kemas
"Novel Pulang berkisah tentang empat sekawan pelarian politik, dengann Dimas Suryo sebagai tokoh utama. Mereka terjebak di Perancis dan terancam tidak bisa lagi kembali lagi akibat status mereka yang dianggap berafliasi dengan PKI. Pada Novel Pulang terlihat jelas polarisasi Barat dan Timur, Barat sebagai sisi positif dan Timur sebagai sisi negatif. Kolonialisme secara struktur menciptkan oposisi biner antara Barat dan Timur. Pengkajian polarisasi Barat dan Timur mengambil bangun teori poskolonialisme atau yang juga disebut orientalisme.

This paper will discuss about East-West Polarization in the novel Pulang by Leila S. Chudori. Pulang focuses on political refugees with Dimas Suryo as the main character. They stuck in France and threatened that they can't go back to Indonesia because they are considered to be afliated with Indonesian Communist Party. In Pulang, . East-West polarization seems obvious. The novel indicates West the positive side and East as the negative side. The perspective is legacy of colonial era that creates a binnary opposition of East and West. To Review about East-West, this paper will use post-colonialims theory pr better known as Orientalism.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>