Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 56245 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Poppy Rahma Putri
"Optimisme adalah pemikiran yang didasarkan pada ekspektasi positif mengenai hasil yang akan diperoleh di masa mendatang.Ekspektasi positif tersebut dilatarbelakangi oleh tujuan yang telah ditetapkan. Skala kepentingan tujuan tersebut berbanding lurus dengan nilainya dalam motivasi. Dengan kata lain, semakin penting tujuan yang dimiliki maka semakin besar pula nilainya dalam motivasi seseorang. Dalam mencapai tujuan tersebut, seseorang akan menyesuaikan perilaku dan egonya dengan sesuatu yang hendak diraih. Rasa percaya diri, yang merupakan elemen konseptual pada nilai ekspektasimembantu seseorang dalam berupaya mencapai tujuan. Seseorang yang optimis akan mengedepankan ekspektasi mengenai hasil yang baik dan bertahan melawan segala rintangan yang dihadapi. Pemikiran tersebut dapat dilihat pada Candide, yakni tokoh utama dalam dongeng Candide ou L’optimisme karya Voltaire, yang dibahas dalam artikel ini.Hampir di setiap langkah dalam petualangannya ia menemukan permasalahan. Namun, di setiap kesulitan itu pula pertolongan dalam segala bentuk menghampirinya. Kemudahan-kemudahan yang ia peroleh di balik setiap permasalahan tersebut dipengaruhi oleh pemikiran optimisnya.

Optimism is a thought which is based on positive expectation about the result that will be gained in the future. The positive expectation has been established by the fixed purpose. The importance scale of the objective is directly proportional to its value in motivation. In other words, if the purpose which is owned more essential, its value will be greater in motivation. While trying to reach the purpose, people will adjust their behavior and ego to something that is going to be achieved. The confidence which is the second conceptual element in expectancy-value helps people to reach their purpose. The optimist will put forward the expectation about the good result and survive against the obstacles faced. The thought can be seen in Candide, main character in Candide ou L’optimisme, written by Voltaire which is discussed in this article. He often found the problem in each step of his adventure. However, he got the help in any forms after have been attacked by the difficulties. All of those ease that he found behind each of problem have been influenced by his optimism."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1965
S14341
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Voltaire, Frangois Marie, 1694-1778
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2016
843.503 VOL c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ida Sundari Husen
"ABSTRACT
"Dans les relations interculturelles 1'etude d'une oeuvre litteraire, en tant que production et expression de la civi_lisation, constitue un des moyens efficaces pour creer une meilleure comprehension parmi les groupes ethniques apparte_nant a des cultures differentes. Une oeuvre litteraire repre_sente un aspect de la vie culturelle d'une nation dans la me-sure ou elle traduit les pensees, les sentiments, les sensa_tions des individus a un moment donne en un certain ""lieu"" de r'histoire.Comme le discours scientifique, philosophique, juridique ou techniques, un texte litteraire utilise les memes elements linguistiques, produisant des codes propres a chacun de ces domaines. Mais les elements et les relations qui constituent le vocabulaire d'une oeuvre litteraire ne sont pas homologues a ceux qui constituent le vocabulaire general; ils dessinent une structure originale, et c'est en ce sens qu'on a pu considerer le.discours poetique comme un message qui engendre son propre code, c'est-a-dire des reseaux connotatifs origi_naux, qui peuvent bien relier les uns aux autres des mots banals, mais qui donnent a 1'oeuvre ces sursignifications""
1990
D1857
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Voltaire, Frangois Marie, 1694-1778
London: Everyman's Library, 1992
843.5 VOL c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Brailsford, H.N.
London: Oxford University Press, 1945
928 BRA v
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ida Sundari Husen
"ABSTRAK
Dalam hubungan antarbudaya, studi karya sastra merupakan salah satu cara yang paling ampuh untuk membina saling pengertian antara kelompok-kelompok yang berasal dari berbagai masyarakat budaya. Karya sastra adalah salah satu ekspresi dan hasil budaya suatu bangsa, dan dengan demikian mencerminkan kehidupan bangsa tersebut, karena pada hakikatnya karya sastra adalah pengejawantahan pikiran-pikiran, perasaan, kesan pribadi-pribadi, pada saat dan tempat tertentu di dalam sejarah bangsa tersebut.
Karya sastra termasuk dalam kelompok wacana khusus. Sebagaimana halnya wacana ilmiah: filsafat, hukum atau teknik, dll., wacana sastra memang menggunakan unsur-unsur bahasa yang sama, namun yang menghasilkan kode-kode yang khas untuk masing-masing bidang. Unsur-unsur dan hubungan yang berlaku dalam kosa kata sastra tidaklah sama dengan yang berlaku dalam kosakata biasa. Di dalam karya sastra unsur-unsur tersebut saling berkaitan membentuk suatu struktur, yang mengungkapkan jaringan-jaringan konotasi yang khas. Kata-kata biasa dirangkai satu sama lain, sehingga menghasilkan makna-makna tambahan yang diinginkan pengarang . Di dalam karya -sastra makna kata tidak dikaitkan dengan benda atau konsep﷓konsep, atau dengan kata lain dengan kenyataan non-verbal, melainkan dengan suatu kompleks pengertian yang telah menyatu dalam dunia kebahasaan. Kompleks tersebut dapat terdiri dari teks-teks atau bagian-bagian teks yang maknanya tetap dipahami, walaupun dipisahkan dari konteksnya. Dalam konteks yang baru, bagian tersebut tetap dapat dipahami, berkat teks-teks yang dikenal sebelumnya.
Pengungkapan makna dalam satu karya sastra diperoleh berdasarkan dua langkah berikut: pemahaman kata-kata sesuai dengan peraturan-peraturan bahasa serta pengaruh konteks, dan pengenalan kata-kata tersebut sebagai suatu kelompok yang sebelumnya telah mempunyai peranan tertentu di dalam teks lain. Kata-kata penting dalam suatu teks sastra pada hakikatnya mengungkapkan suatu teks. Sehubungan dengan hal itu, maka suatu teks sastra tidak dapat digambarkan sebagai kumpulan kata yang dirangkaikan dalam kalimat-kalimat, melainkan sebagai suatu kompleks praanggapan ("presuppositions"). Ibarat puncak gunung es yang tampak kecil pada permukaan lautan, padahal sebenarnya merupakan bagian badan gunung yang tak terkirakan besarnya, demikian pula halnya setiap kata penting dalam teks sastra sesungguhnya memiliki makna konotasi yang luas cakupannya.
Secara lebih sederhana dapat dikatakan bahwa seseorang yang tidak biasa membaca teks sastra mungkin akan mengalami kesulitan untuk memahaminya: pertama, karena dia tidak memiliki bekal pengetahuan tentang teks-teks yang muncul sebelumnya, baik dari pengarang yang sama maupun pengarang lain; kedua, karena tidak menguasai konvensi-konvensi yang berlaku dalam lingkungan penulisan karya sastra. Tanpa disadari, pemahaman suatu karya sastra perlu ditopang oleh pengalaman dan pengetahuan pembaca, yang diperoleh dengan membaca karyakarya sejenis. Teks-teks yang dibaca dapat dipahami, karena konotasi asosiatif yang ingin diungkapkan pengarangnya dengan mudah dapat ditangkap, apabila teks-teks yang dibaca sebelumnya masih diingatnya. Kegiatan membaca sesungguhnya merupakan suatu kegiatan yang berkesinambungan, yang menghimpun sejumlah praanggapan ("presuppositions") yang diperlukan untuk memudahkan munculnya konotasi asosiatif dalam pembacaan teks-teks berikutnya."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1990
D200
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mustika Kusuma
"ABSTRAK
Artikel ini membahas kritik sosial yang terdapat dalam novel L rsquo;Ing nu yang ditulis oleh Voltaire dan dipublikasikan pada tahun 1767. Kritik sosial adalah tanggapan terhadap masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat yang disebabkan karena adanya ketidakselarasan terhadap norma dan nilai sosial yang berlaku. Kritik dapat disampaikan melalui dua bentuk, yaitu penyampaian secara langsung seperti sarkasme dan penyampaian secara tidak langsung dengan majas seperti metafora. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengungkapkan dan menjelaskan berbagai kritik sosial di Prancis abad ke-18 yang terdapat dalam novel L rsquo;Ing nu. Analisis dalam penelitian ini meliputi analisis aspek struktural alur dan pengaluran, tokoh dan penokohan dan latar serta analisis teks dengan pendekatan sosiologi milik Wellek dan Warren 1993 . Berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa L rsquo;Ing nu sarat akan kritik sosial yang mencakup kritik di bidang agama, sosial dan politik.

ABSTRACT
This article discusses the social criticism contained in the novel L rsquo Ing nu written by Voltaire and published on 1767. Social criticism is a response to social problems that occur within the society and disturbs the prevailing social norms and values. Criticism can be conveyed through two forms, directly such as sarcasm and indirectly by using metaphors. This study aims to reveal and explain various social criticisms in France during the 18th century that are written in the novel L rsquo Ing nu. The analyses done in this study includes the structural aspects of flow and channeling, figures and characterizations and also the literary and analyze text using sociological approach of Wellek and Warren 1993 . In this article, the author uses qualitative methods and literature study techniques. After the analysis is conducted, it can be concluded that social criticism in L rsquo Ing nu is found in the religious, social, and political sector."
2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
843.5 V 312 cx (2)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Voltaire, Frangois Marie, 1694-1778
Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2018
843 VOL c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>