Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 109230 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Marita Kurniati
"Tujuan pelaksanaan kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman bagi calon apoteker untuk menjadi apoteker yang profesional dalam melaksanakan pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) yang optimal kepada pasien serta mengetahui dan memahami kegiatan manajerial dan kegiatan pelayanan kefarmasian yang berlangsung di Apotek Keselamatan. Tugas khusus yang diberikan adalah Pembuatan Poster Sebagai Media Edukasi Mengenai Swamedikasi Infeksi Kulit dan Jaringan Lunak Komplikata.

The aim of pharmacist internship program is to improve the skills and understand for prospective pharmacists to become a professional pharmacist in implementing pharmaceutical services (pharmaceutical care) to the patient and to understand the managerial activities in the pharmaceutical services in Apotek Keselamatan. Specific task that given in pharmacist internship program is Making Poster For Media Education About Self Medication for Skin and Soft Tissue Complicated Infections."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
MK-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rafika Fathni
"Laparotomi merupakan salah satu prosedur medis yang dilakukan secara manual dan menyebabkan banyak perlukaan, yang berisiko tinggi mengalami infeksi, yang dicegah dengan antibiotik profilaksis. Pemberian antibiotik profilaksis yang dilakukan secara empiris dapat menyebabkan banyak dampak negatif jika dilakukan tanpa pengkajian kerasionalan penggunaannya.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data penggunaan antibiotik profilaksis dan melakukan evaluasi kerasionalannya dilihat dari ketepatan indikasi, ketepatan obat, dan ketepatan dosis. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data penggunaan antibiotik profilaksis laparotomi dari rekam medis pasien yang menerima prosedur laparotomi pada bulan Januari - Desember 2012 secara retrospektif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik total sampling. Populasi penelitian berjumlah 486 pasien, dan 161 pasien diterima sebagai sampel penelitian, dengan total administrasi antibiotik profilaksis laparotomi sebanyak 230 kali.
Hasil penelitian menunjukkan pola penggunaan antibiotik profilaksis yang kebanyakan diberikan adalah antibiotik profilaksis tunggal (57,14%), dan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah seftriakson dan sefotaksim (34,78%). Penggunaan antibiotik profilaksis yang memenuhi kriteria tepat indikasi adalah 54,78%, tepat obat 3,48%, dan tepat dosis 88,70%. Namun demikian, dari seluruh sampel penelitian tidak ada yang dapat dikategorikan rasional dilihat dari ketepatan indikasi, obat, dan dosis.

Laparotomy is a manual medical procedure which causes many wounds, and has a high infection risk. Surgical site infection is usually prevented by administration of prophylaxis antibiotics. Empirical administration of prophylaxis antibiotics without rationality study can cause many negative impacts.
The aim of this study was to collect prophylaxis antibiotics usage data and to evaluate rationality of the administration, observed from the accuracy of indication, medication, and dose. This retrospective cross-sectional study was done by collecting laparotomy prophylaxis antibiotics usage data from medical record of patients who had received laparotomy procedure on January - December 2012 using total sampling. Population of study included 486 patients, and 161 patients were accepted as samples of study, with total 230 times administration of laparotomy prophylaxis antibiotics.
The results showed that most of prophylaxis antibiotics were given as single type antibiotic (57.14%), and the most antibiotics used were ceftriaxone and cefotaxime (34.78%). Patients given prophylaxis antibiotics with rational indication were 54.78%, only 3.48% were given the appropriate medication, and 88.70% were given antibiotics with the right dose. However, among all samples, none was considered rational in terms of indication, medication, and dose accuracy.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
S45912
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gumilar Adhi Nugroho
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek dilaksanakan di Apotek Keselamatan. Sebagai tempat pengabdian profesi apoteker, tujuan dari PKPA di apotek adalah untuk mengetahui dan memahami peran dan tanggung jawab seorang apoteker dalam pengelolaan apotek dan memahami serta melaksanakan kegiatan di apotek, baik secara teknis kefarmasian maupun non teknis kefarmasian. Dalam pelaksanaan PKPA, dilakukan juga penyusunan tugas khusus yang berjudul Pembuatan Poster Swamedikasi Keputihan sebagai Media Edukasi di Apotek Keselamatan Jalan Keselamatan No. 27 Manggarai Jakarta Selatan. Penyusunan tugas khusus ini bertujuan menjadikan poster swamedikasi keputihan sebagai media penunjang bagi Apotek Keselamatan dalam pemberian informasi dan edukasi tentang kesehatan kepada masyarakat di sekitar Apotek Keselamatan.

Apothecary Profession Internship (PKPA) in pharmacy was held in Apotek Keselamatan. The aims of PKPA in pharmacy were to understand the main duties, functions and role of apothecary in managing a pharmacy and understand the activities in pharmacy. The special assignment of PKPA in pharmacy was Designing Poster Self Medication of Vaginal Discharge as Education Media in Apotek Keselamatan No. 27 Manggarai Jakarta Selatan. This special assignment aimed to give provision information about self-medication of vaginal discharge via poster as supporting media to the community around Apotek Keselamatan.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Kartika Citra Dewi Permata Sari
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek Keselamatan bertujuan agar calon apoteker :
a. Mengetahui dan memahami peran dan tanggung jawab seorang apoteker dalam pengelolaan apotek
b. Mempraktekkan pelayanan kefarmasian di apotek secara profesional sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan etika yang berlaku dalam sistem pelayanan kefarmasian di Indonesia
c. Memahami dan melaksanakan pelayanan secara langsung kepada masyarakat mengenai informasi obat dalam penerapan Pharmaceutical Care."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Hasmawati
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek Keselamatan bertujuan agar calon Apoteker:
a. Mengetahui dan memahami peran dan tanggung jawab Apoteker di apotek.
b. Mempelajari cara pengelolaan apotek dalam kegiatan administrasi, manajemen pengadaan, penyimpanan, penjualan, dan pelayanan dalam memberikan pelayanan kesehatan di apotek.
c. Mempraktekkan pelayanan kefarmasian di apotek secara profesional sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan etika yang berlaku dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ninin Kartika Juwita
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek Keselamatan bertujuan agar calon apoteker :
a. Mengetahui dan memahami peran dan tanggung jawab seorang Apoteker di apotek.
b. Mengetahui dan memahami cara pengelolaan apotek dalam kegiatan administrasi, manajemen keuangan, pengadaan, penyimpanan dan penjualan perbekalan farmasi dan pelayanan kefarmasian."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammad Gama Ramadhan
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek Keselamatan bertujuan agar calon apoteker :
a. Mengetahui dan memahami peran dan tanggung jawab seorang Apoteker di apotek.
b. Mengetahui dan memahami cara pengelolaan apotek dalam kegiatan administrasi, manajemen keuangan, pengadaan, penyimpanan dan penjualan perbekalan farmasi dan pelayanan kefarmasian."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Indriyana
"Di Indonesia, antibiotik masih sangat mudah didapatkan di apotek-apotek tanpa resep dokter. Perilaku petugas apotek menjadi faktor penting yang berperan dalam maraknya swamedikasi antibiotik di apotek. Edukasi merupakan salah satu cara untuk memperbaiki perilaku petugas apotek dalam praktek swamedikasi antibiotik. Hingga saat ini belum ditemukan jenis media yang paling efektif untuk memperbaiki praktek swamedikasi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemasangan media banner dalam memperbaiki praktek swamedikasi di apotek. Penelitian merupakan pre-eksperimental multicenter-one group pre-test post-test design. Sampel terdiri dari 79 apotek yang tersebar di wilayah Depok. Metode pseudopatient digunakan untuk mendapatkan data berdasarkan pelayanan oleh petugas apotek atas permintaan antibiotik tanpa resep untuk penyakit ISPA tanpa komplikasi. Data yang direkam dan didokumentasikan diambil pada sebelum dan 1 bulan sesudah pemasangan banner. Data dianalisis secara statistik menggunakan SPSS 18,0. Antibiotik yang paling sering diberikan adalah amoksisilin 500 mg generik. Terdapat perbedaan bermakna pada pemberian informasi obat oleh petugas apotek pada sebelum dan 1 bulan setelah pemasangan banner (p ≤ 0,05).Pemasangan media edukasi banner tidak terbukti efektif dalam memperbaiki praktek swamedikasi antibiotik di apotek. Informasi dalam media edukasi banner hanya mampu memperbaiki informasi obat yang disampaikan oleh petugas apotek dan tidak memperbaiki perilaku petugas dalam pelayanan swamedikasi antibiotik.

In Indonesia, antibiotics could easily be obtained without a prescription from community pharmacies. Pharmacy workers behavior can be a substantially factor impacting antibiotics self-medication practices in community pharmacies. Education is one of way to improve pharmacy workers behavior in antibiotics self-medication practices. Appropriate media used to improve antibiotics self-medication practices effectively has not provided yet. The aim of this study was to analyse the effectiveness of banner setting to improve antibiotics self-medication practices in community pharmacies. This study was pre-experimental multicenter-one group pre-test post-test design. Sample was 79 community pharmacies spread in Depok. Pseudopatient method was used to obtain data based on pharmacy worker’s behavior to dispense antibiotics without prescription for uncomplicated URTI. Data was recorded and documented before and after the 1 month intervention. Data was analysed with SPSS 18.0. Result showed that antibiotic that mostly given was generic amoxicillin 500 mg. Significant difference was seen in the type of information that provide by pharmacy worker before and after 1 month banner setting (p ≤ 0.05). Banner educational media setting were ineffective to improve antibiotics self-medication practices in community pharmacies. Information provided in banner could improve the drug information that given by pharmacy worker, but could not improve pharmacy worker’s behavior in antibiotics self-medication practices.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
T35393
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Zamilatul Azkiyah
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek dilaksanakan di apotek Keselamatan. Tujuan dari PKPA di apotek adalah untuk memahami tugas dan fungsi Apoteker Pengelola Apotek (APA) di apotek dan memahami seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian yang dilakukan di apotek. Pada pelaksanaan PKPA juga dilakukan penyusunan tugas khusus yaitu penyusunan poster mengenai swamedikasi penyakit asma sebagai media promosi dan edukasi bagi masyarakat. Tugas khusus ini juga bertujuan memberikan informasi tentang swamedikasi dalam tatalaksana asma sebagai salah satu strategi dalam pengendalian penyakit asma di Indonesia.

Apothecary Profession Internship (PKPA) in pharmacy has been held in Apotek Keselamatan. The aims of this internship is to understand the main duties, functions and roles of apothecary and to understand the activities in pharmaceutical services. The particular assignment was designing poster as educational and promotional material as for self medication in asthma. This particular assignment also has an objective, providing informations about selfmedication in asthma, as one of the strategy to control asthma in Indonesia.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Corry Shirleyana Putri
"Gangren kaki diabetik ialah salah satu bentuk komplikasi yang dialami oleh banyak pasien penderita diabetes melitus. Pemberian terapi antibiotik sudah menjadi hal yang umum untuk mengatasi infeksi gangren kaki diabetik. Terapi antibiotik yang rasional sangat diperlukan bagi penderita infeksi gangren kaki diabetik kerena diharapkan dapat mengurangi terjadinya resistensi bakteri dan mencegah dilakukannya tindakan amputasi, mengurangi biaya dan waktu lama perawatan pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kerasionalan penggunaan antibiotika pada pasien penderita gangren kaki diabetik yang di RSAL Dr. Mintohardjo pada tahun 2012, melalui penilaian ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis ketepatan pasien, dan tidak adanya interaksi obat. Peneliti melakukan pengambilan data melalui data sekunder berupa rekam medis pasien periode Januari–Desember 2012 dengan desain cross-sectional. Dengan menggunakan teknik total sampling, didapatkan 18 sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian.
Pada hasil penyajian data secara deskriptif, penilaian ketepatan berdasarkan pemberian antibiotik pada pasien terdapat tepat dosis sebesar 27,78%, tepat indikasi 38,89%, tidak adanya interaksi obat 72,22%, tepat pasien 8,33%, dan tepat obat 13,89%. Pada penilaian terhadap jumlah pasien gangren kaki diabetik, terdapat 16,67% pasien sudah mendapatkan dosis yang tepat, 16,67% pasien mendapatkan antibiotik sesuai indikasi, 55,56% pasien tidak mengalami interaksi obat, 11,11% pasien mendapatkan terapi antibiotik tepat dengan kondisi pasien, dan 0% pasien mendapatkan antibiotik tepat obat. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa tidak ada pasien gangren kaki diabetik yang mendapatkan pengobatan antibiotik secara rasional.

Diabetic foot gangrene is one of complications happened in many patients with diabetes mellitus. Antibiotic therapy has become a common thing to overcome diabetic foot infection. Rational antibiotic therapy is necessary for patients with diabetic foot gangrene infection because it is expected to reduce the occurrence of bacterial resistance, prevent the amputation, reduce cost, and patient's length of stay time.
The purpose of this study was to obtain an overview rational usage of antibiotics in patients with diabetic foot gangrene in Naval Hospital Dr. Mintohardjo during 2012, through the appropriate indication, appropriate drug, appropiate dose, appropiate patient, no drugs interaction. Researcher collected secondary data from medical record during January-December 2012 and used cross-sectional design. By total sampling technique, there were 18 samples were obtained in accordance with inclusion criteria of study.
Appropriate assessment based on number of antibiotics given, showed 27,78% appropriate dose, 38,89% appropriate indication, 72,22% no drugs interaction, 8,33% appropriate patient, and 13,80% appropriate drug. Based on the number diabetic foot gangrene patients, there were 16,67% patients received appropriate dose, 16,67% received appropriate indication of antibiotics, 55,56% patients had no drugs interaction 11,11% patients received appropriate antibiotics as their own condition, and 0% patients received appropriate drug. Based on the result of, it was concluded that, there were no diabetic foot gangrene patients who received rational antibiotic treatment.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
S47008
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>