Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 98256 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Clara Maulidiansa
"Kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi memiliki dampak negatif yaitu menghasilkan limbah, baik dalam bentuk padat, cair maupun gas. Salah satu limbah yang berbentuk padat adalah sludge yang mengandung hidrokarbon. Pengolahan limbah sludge dapat dilakukan secara fisik, kimia dan biologis. Namun pengolahan secara fisik dan kimia membutuhkan biaya yang cukup besar dan tidak ramah lingkungan. Alternatif lain yang dapat digunakan adalah teknologi bioremediasi dengan metode Bioslurry. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat penurunan TPH pada sludge dengan menggunakan metode Bioslurry dan menganalisis pengaruh konsentrasi mikroorganisme Pseudomonas aeruginosa dalam mendegradasi hidrokarbon. Sampel sludge IPAL diperoleh dari lokasi produksi gas bumi PT. Medco E&P Lematang-Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan tiga buah reaktor dengan sistem batch. Konsentrasi penambahan inokulum bakteri pada reaktor A sebanyak 10%, reaktor B sebanyak 15% dan reaktor C sebanyak 0% (kontrol). Selama 57 hari penelitian, tingkat penurunan TPH pada reaktor A sebesar 94%, dari nilai TPH 12,2% menjadi 0,76%, pada reaktor B tingkat penurunan sebesar 92%, dari nilai TPH 12,2% menjadi 0,93% dan pada reaktor C tingkat penurunan sebesar 71%, dari nilai TPH 12,2% menjadi 3,5%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan inokum bakteri sebanyak 10% adalah yang paling optimal dalam mendegradasi hidrokarbon, dengan tingkat penurunan TPH paling besar yaitu 94%.

The activity of exploring oil and gas has a negative impact that it produces solid, liquid, and gas waste as well. One of the solid waste is sludge which contains hydrocarbon. Sludge wastes management can be executed physically, chemically, and biologically. But, physically and chemical waste management have a higher cost and non environmentally friendly. Another alternatives which can be used is bioremediation technology using Bioslurry method. The aim of this study is to analyze TPH reduction on sludge using Bioslurry method and to analyze the effect of concentration of microorganisme Pseudomonas aeruginosa in degradating hydrocarbon. The sample of sludge WWTP is collected from gas production site PT Medco E&P in Lematang, Sumatera Selatan. This study use three reactors with batch system. The concentration addition 10% of inokulum bacteria in reactor A, 15% in reactor B, 0% in reactor C as a control. During 57 days of study, TPH reduction in reactor A read to 94%, from 12.2% of TPH to 0.76% of TPH, TPH reduction in reactor B to 92%, from 12.2% of TPH to 0.93% of TPH, and TPH reduction in reactor C to 71%, from 12.2% of TPH to 3.5% of TPH. As the conclusion of this study is that addition 10% inokulum bacteria is the optimum concentration in degradating hydrocarbon, with the highest TPH reduction, which is 94%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S47736
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syifarahma Ayu
"Penerapan konsep zero waste yang diterapkan pada industri dan kebutuhan akan bahan bangunan mendorong studi penggunaan kembali sludge dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk bahan bangunan. Sludge dari IPAL kegiatan eksplorasi dan produksi migas menurut PP No 85 Tahun 1999, dapat dikategorikan sebagai limbah B3. Maka pemanfaatan sludge IPAL sebagai bahan pengganti pada penelitian ini mengacu pada teknik pengolahan limbah B3 dengan stabilisasi/solidifikasi (s/s) yang melibatkan semen sebagai bahan pengikat. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini meliputi XRF, XRD, TCLP, kuat tekan dan penyerapan air.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada produk s/s yang dibuat dengan komposisi 1 PC : 4 agregat halus dengan penggantian agregat halus sebesar 10%, 25%, dan 50% menggunakan sludge IPAL dan perlakuan dengan atau tanpa dikalsinasi memiliki nilai kuat tekan yang semakin menurun, yaitu 87,1 kg/cm2 sampai 18 kg/cm2 seiring dengan jumlah kandungan sludge IPAL dalam produk. Namun, proses kalsinasi juga dapat menaikan kuat tekan 5 kg/cm2 sampai 25 kg/cm2 dari produk s/s tersebut. Pemanfaatan sludge IPAL sebagai bahan pengganti dengan kandungan sludge IPAL 25% tanpa dikalsinasi dalam pembuatan batako pejal memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) Batako dengan peruntukannya sebagai pasangan dinding nonstruktural yang terlindung dari cuaca, tidak memberikan resiko baik terhadap kesehatan maupun lingkungan dan berdasarkan perhitungan cost and benefit analysis, kegiatan pemanfaatan ini dapat memberikan keuntungan ke perusahaan sebesar 45,5% dibandingkan dengan kondisi jika sludge tersebut dibawa ke PT. Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) untuk diolah.

Application of the zero waste concept in the industry and the need for building materials encourage the study to reuse Waste Water Treatment Plant (WWTP) sludge as building materials. WWTP sludge from oil and gas exploration and production activities can be categorized as hazardous waste according to PP No 85 of 1999. The use of WWTP sludge as a substitute in this study is based on the hazardous waste treatment with stabilization / solidification (s/s) involving cement as a binder. Tests performed on the study include XRF, XRD, TCLP, compressive strength and water absorption.
The s/s product was made with the composition of 1 PC: 4 fine aggregate, with replacement of fine aggregate content from 10%, 25%, to 50% using WWTP sludge with or without calcination treatment. Value of compressive strength decreases from 87,1 kg/cm2 to 18 kg/cm2 with the increasing content of WWTP sludge in the product that is. On the other hand, the calcination process also increases the compressive strength from 5 kg/cm2 to 25 kg/cm2 of the s/s products. The utilization of WWTP sludge as a substitute, with the WWTP sludge content of 25% without calcination, in a concrete block-making meets standard national of Indonesia (SNI). This concrete block can be used as a non-structural and weather-protected, has no risk, either to health or the environment and this utilization can provide benefit to the company aof up to 45.5% compared with the condition if the sludge is taken to PT. Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) to be processed."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42256
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Setiya Muji Nugroho
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T27265
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Katarina Sidharta
"Konsep tanggung jawab sosial korporat melahirkan tantangan bagi para praktisi Public Relations (PR). Melalui konsep ini citra atau reputasi organisasi harus diikhtiarkan agar tetap terjaga. Melalui kegiatan community relations (CR), organisasi bisnis dituntut untuk memainkan peran dalam mengatasi permasalahan sosial yang dialami satu komunitas. CR menjadi efektif apabila manajemen PR efektif dan dimulai dari kesadaran publik internal.
Penelitian dari International Association of Business Communicators (IABC) berhasil membangun teori yang diperlukan bagi efektivitas Public Relations dalam menerima fungsi dan perannya. Karena itulah panting mengetahui apakah departemen PR di organisasi telah memiliki karakteristik PR efektif, khususnya ketika menjalankan CR, seperti yang dilakukan oleh FT. Medco E&P Indonesia (Medco E&P).
Penelitian mengenai bagaimana manajemen PR dalam menjalankan fungsi dan peran intemalnya pada CR agar efektif dan sukses berfokus pada tiga tingkatan, yaitu: organisasional, fungsional, dan program. Peneliti meggunakan metode penelitian kualitatif dan mewawancaral 22 orang responden terdiri dari: tiga orang Manajemen senior, tiga orang pensiunan, delapan orang Manajemen menengah, satu orang dari Human Resources, empat orang staf dari unit PR sebagai operasional dan tiga orang pekerja kontrak yang berasal dari penduduk lokal sekitar wilayah operasi. Penelitian ini mengevaluasi dua program utama PR yakni; publikasi ing-griya dan pengembangan masyarakat (community development/CD).
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa praktek PR di Medco E&P mempunyai potensi balk bagi efektivitas CR karena Departemen PR memiliki akses pada subsistem manajerial, menerapkan model dua-arah asimetrikal dan mendapat dukungan Manajemen. Namun pada ciri-ciri lain, yaltu: manajemen strategis, proses perencanaan strategis dan departemen PR masih cenderung lemah. Karena itu penefiti merekomendasikan agar Medco E&P melakukan perbaikan pada praktek PR-nya dengan: melibatkan PR sebagai bagian manajemen strategis, melakukan proses perencanaan strategis pada program CR, selalu melibatkan dialog dengan publik intemainya dan meningkatkan kemampuan internal PR-nya dengan meningkatkan riset dan melakukan audit pada semua programnya. Selain kemampuan dan niat dalam komunikasi sikap dan perilaku dalam melaksanakan kegiatan yang menunjukkan adaptasi dengan lingkungan adalah implikasi akademis dari penelitian ini.

Corporate Social Responsibility concept bear challenge to all practitioner of Public Relations (PR). Through this concept, organizational reputation or image has to be devised so that be remained. Through activity of Community Relations (CR), organizational of business claimed to play role in overcoming problems of natural social one community. CR effective if manage of PR effective, and started from awareness of internal public.
Research of International Association Business Communicators (IABC) conduct needed theory to effectiveness of Public Relations in accepting its function and role. Therefore, it's important to asses do PR department in organization have owned characteristic of PR effective, specially when running CR, as have done PT. Medco E&P Indonesia (Medco E&P).
Research about management of PR in running-internal role and function of CR to be successful and effective focus at three level, that is: organizational, functional, and program. Researcher uses qualitative research method and hold an interview with 22 responder people consist of: three senior Management people, three retired people, eight middle Management people, one people of Human Resources, four staff people of unit of PR as operational and three people worker of contract coming from local resident around operation region. This research evaluate two especial program of PR namely; publication of ing-griya and community development (CD).
Result of research conclude that practice of PR in Medco E&P have potency for CR effectiveness because Department of PR have an access at managerial subsystem, applying model of two-way asymmetrical and has Management's support. But for other characteristic, that is: strategic management, strategic plan process and department of PR still tend to weaken. In consequence researcher recommend Medco E&P to improve practice of PR by: entangling PR as a part of strategic management, posses strategic plan process at CR programs, dialogue with internal public and improve internal ability of its PR by improving research and audit of at all of its program. This research has an academic implication that practitioners are not only claimed to have ability of communications but also attitude, behavior and supporting activity conduct its function as adaptive subsystem in developing CR.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2005
T14300
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fieneshia Sevita
"Limbah lumpur minyak bumi merupakan limbah B3 yang harus diolah untuk dapat dibuang ke lingkungan, salah satunya dengan solvent extraction dan biopile. Dalam penelitian ini, pengolahan solvent extraction menggunakan pelarut n-heksana dan avtur dengan waktu pengadukan 15 dan 30 menit, sedangkan pengolahan biopile menggunakan bulking agent berupa kompos dan serabut kelapa. Limbah lumpur minyak bumi yang diolah mengandung TPH sebesar 49,12%, kadar air 37,78%, jumlah mikroorganisme 32.000 CFU/ml dan suhu 21⁰C. Pengolahan solvent extraction menghasilkan besar penyisihan minyak pada n-heksana terbesar adalah 64% dan penyisihan minyak pada avtur sebesar 75% dengan waktu pengadukan 30 menit. Selanjutnya pada pengolahan biopile didapatkan nilai TPH pada reaktor kontrol, bulking agent kompos, dan serabut kelapa masing-masing sebesar 5,48%, 5,29% dan 7,92% setelah 30 hari pengolahan. Nilai koefisien degradasi TPH pada sistem biopile kontrol, kompos dan serabut kelapa, masing-masing adalah 0,018; 0,020; dan 0,009. Dapat disimpulkan bahwa pelarut avtur memiliki nilai penyisihan minyak tertinggi, yakni 75% dengan waktu pengadukan 30 menit dan bulking agent kompos pada pengolahan biopile memiliki kemampuan mendegradasi TPH terbaik dengan efisiensi 65%.

Oil sludge is hazardous waste must be processed to be discharged into the environment, either by solvent extraction and biopile. In this research, solvent extraction processing using n-hexane and aviation fuel by stirring time 15 and 30 minutes, while the biopile processing using a bulking agent in the form of compost and coconut fibers. Oil sludge containing TPH processed by 49.12%, 37.78% moisture content, the amount of microorganisms 32,000 CFU / ml and the temperature of 21⁰C. The most oil removal in solvent extraction was 64% with n-hexane and 75% with aviation fuel when stirring time of 30 minutes. Furthermore, the processing biopile TPH value obtained in the control reactors, compost, and coconut fibers respectively by 5.48%, 5.29% and 7.92% after 30 days of treatment. TPH degradation coefficient value biopile system control, compost and coconut fibers, each of which is 0,018; 0,020; and 0.009. It can be concluded that the solvent aviation fuel has the highest value of oil removal, which is 75% with a stirring time of 30 minutes and compost bulking agent on processing biopile have the best ability to degrade TPH with efficiency of 65%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
T44439
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Noviar Armien
"Tesis ini bertujuan untuk menganalisis uji penurunan nilai yang dilakukan di industri minyak dan gas bumi. Penelitian ini merupakan analisis studi kasus pada PT Medco Energi Internasional, Tbk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset minyak dan gas bumi serta aset eksplorasi dan evaluasi mengalami penurunan nilai paling besar, termasuk aset yang ada di UPK Tarakan. Dalam perhitungan uji penurunan nilai, ICP sangat mempengaruhi nilai terpulihkan aset. Uji penurunan nilai dihitung dengan metode bagi hasil dan selisihnya diakui sebagai rugi penurunan nilai aset minyak dan gas bumi. Pengungkapan penurunan nilai aset lebih diprioritaskan untuk aset minyak dan gas bumi serta aset eksplorasi dan evaluasi.

This study analyses impairment test performed in oil and gas industry. This is a case study at PT Medco Energi Internasional, Tbk. The result shows oil and gas properties and exploration and evaluation asset is the biggest impaired asset, including assets in CGU Tarakan. In impairment test calculation, ICP strongly affects the recoverable amount of asset. Impairment test is calculated using production sharing method and the difference is recognized as loss on impairment of oil and gas properties. Disclosure of impairment is prioritized for oil and gas properties and exploration and evaluation asset.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jonathan Megan
"ABSTRAK
Lumpur biologis merupakan masalah yang timbul setelah proses pengolahan air, tetapi dapat menghasilkan energi jika diolah dengan proses AD. Potensi energi dari suatu substrat dapat diperkirakan dengan biochemical methane potential BMP . Pengukuran BMP dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu gas chromatography GC dan GB-21. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi produksi gas metana dari substrat lumpur biologis 100 L100 , dan dengan penambahan ko-substrat sampah makanan dengan variasi 25 L75 dan 50 L50 volume, dan menganalisis perbedaan volume gas dari metode pengukuran GC dan GB-21. Parameter yang diiuji yaitu pH, TS, VS, COD, C/N, amonia, temperatur kering dan basah, tekanan udara dan uap air, kelembaban udara serta konsentrasi dan volume gas metana. Pengujian dilakukan selama 35 hari, yaitu dihentikan saat produksi gas metana kumulatif.

ABSTRAK
Waste activated sludge WAS is a problem that arises after water processing, but it can produce energy if processes by AD process. Energy potential of a substrate can be estimated by biochemical methane potential BMP . BMP measurement can be done by two methods, gas chromatography GC dan GB 21. The research objective was to analyze methane gas production potential from WAS 100 L100 , and with the addition of food waste as co substrate with variation 25 L75 and 50 L50 of the volume, and to analyze the differences between methane gas production of GC and GB 21 methods. The parameter examined are pH, TS, VS, COD, C N, ammonia, dry and wet temperature, air and vapor pressure, air humidity, and methane volume and concentration. The study was conducted for 35 days, stopped when cumulative methane gas production."
2017
S69391
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Henri Yuwono
"Operation of gas pipelines by PT X, built in 1998 along 14.4 km of which has a danger of gas leaks and fires. Risk analysis is conducted to anticipate the risks that would arise in the gas distribution activities whose results are expected to provide input for the company. This relative risk analysis using semiquantitative methods Risk Rating Index with the approach where the risk of possible dangers (Sum Index) and consequences (Leak Impact Factor). The results showed that the pipelines are in high risk areas (Intolerable) and most of the factors that play a role in contributing to the failure of the operation of the pipeline is the design factor."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
T40815
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Suparman
Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1985
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wanda Mulfariana
"Potensi kebutuhan listrik di Sumatera Selatan terus meningkat, disebabkan pertumbuhan penduduk dan industri. Untuk mencukupi kebutuhan listrik dapat dilakukan dengan meningkatkan kapasitas power plant PT X. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis feasibility study penyaluran gas dengan variasi skema gas pipa, CNG atau LNG. Penentuan cost of good sold COGS masing-masing opsi dan skema penyaluran gas yang paling optimal. Penyaluran gas dilakukan dengan menggunakan pendekatan teknis dan ekonomi.
Berdasarkan hasil penelitian semua alternatif skenario dapat dilaksanakan. Opsi penyaluran gas menggunakan gas pipa penghematan COGS sebesar 8,4 dilakukan dengan pemanfaatan pipa existing DJKN dan transmisi, sehingga harga gas bisa dikurangi menjadi US 7,55/MMBTU. Opsi CNG menggunakan GTM dari MS ke konsumen, harga jual US 9,01/MMBTU. Opsi penyaluran LNG menggunakan shipping, LNG hub, isotank dari LNG plant ke konsumen, harga jual US 14,16/MMBTU. LNG dan CNG dimanfaatkan sebagai bridging memenuhi target waktu penyaluran ke konsumen.
Perhitungan keekonomian untuk masing-masing opsi penyaluran menunjukkan nilai NPV positif dan IRR yang melebihi target WACC 10,56 , artinya semua alternatif dapat diaplikasikan. Sesuai perhitungan COGS terlihat upstream memiliki persentasi paling besar untuk penentuan harga jual ke konsumen.

The potential for electricity demand in South Sumatra rapidly increase, due to population and industry growth. Electricity needs can be provided by increasing the capacity of PT X power plant. This research aims to analyze feasibility study of gas distribution with variation of gas pipeline, CNG or LNG. Determination cost of good sold COGS of each option and the most optimal gas distribution scheme. Gas supply is calculated using technical and economic approach.
Based on the results of research all alternative scenarios can be implemented. The gas distribution option using COGS savings gas pipe of 8.4 is carried out by utilizing existing DJKN pipeline and transmission, so that gas price can be reduced to US 7,55 MMBTU. The CNG option uses GTM from MS to the consumer, the selling price is US 9.01 MMBTU. LNG channeling options use shipping, LNG hub, isotank from LNG plant to consumer, selling price US 14,16 MMBTU. LNG and CNG are used as bridging to meet the target of the time distributed to the consumer.
The economic calculation for each scheme result a positive NPV value and an IRR exceeding the WACC target of 10.56 , meaning that all alternatives can be applied. Appropriate calculations COGS seen upstream has the largest percentage for the determination of the selling price to consumers.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
T50710
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>