Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 57204 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jocelyn Adrianto
"Dalam rangka untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, Rumah Sakit harus menjamin bahwa setiap proses yang dilakukan berjalan dengan baik tanpa adanya kesalahan. Dewasa ini peran laboratorium klinik adalah demikian pentingnya pada sistem pengobatan dewasa ini karena lebih dari 70% pengambilan keputusan klinis didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium, sehingga mngatlah panting untuk meminimalkan timbulnya kesalahan hasil laboratorium. Data yang didapatkan di RS Global Medika menunjukkan angka kesalahan hasil pemeriksaan lahoratorium adalah 0,29%, yang walaupun masih dalam kisaran normal menumt penelinan Bonini, menimbulkan pengaruh terhadap terapi dan tindak lanjut terhadap kondisi medis pasien. Kesalahan dapat tetjadi akibat timbulnya kegagalan dalam alur proses, \mtuk itulah dilakukan penelitian untuk mengidcntiiikasi potensi kegagalan dan menganalisa potensi akar penyebab kcgagalan yang mengakibatkan kesalahan hasil laboratorium tersebut. Untuk mengidentifikasi potensi akar penyebab kesalahan hasil laboratorium, peneliti melakukan penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan Focus Group Discussion untuk data primer dan obscrvasi eksplomtif untuk data seklmder di Unit Rawat Inap, Rawat Jalan dan Unit Laboratorium RS Global Medika dari tanggal 19 Februari - 31 Mei 2008. Dari data yang didapatkan dilakukan analisa FMEA untuk mengidentifikasi potensi kegagalan dan RCA untuk mendapatkan potensi akar penyebab kesalahan hasil laboratorium. Peneliti menggunakan triangulasi data, sumber dan metode untuk validasi data penelitian. Dari peneljtian yang dilakukan didapatkan potensi aka: penyebab kesalahan hasil pemeriksaan laboratodum adalah proscs rckruitmen yang belum dilakukan sesuai dengan SOP. Prioritas potensi kegagalan dalam alur proses yang ditemukan adalah tcknik pcnanganan sampel yang tidak baik, tidak dilakukannya veriiikasi hasil, dan kesalahan membaca print-out dari alat. Dari penelitian juga diketahui bahwa SOP Pelayanan Laboraiorium yang ada belum lengkap. Dari potensi aka: masalah yang ditcmukan dibcrikan saran perbaikan untuk Asisten Manajer Umum & SDM, unit Diklat, QMR, dan Manajer Medis agar dapat meminimalkan timbulnya kesalahan hasil laboratorium.

In order to give a high quality service, hospital must assure that every process works properly wit:h no failure. In theurapetical system nowadays, the role of clinical laboratory is so important that more than 70% of clinical decision making is based on laboratory result This fact shows the importance of minimizing the occurrence of laboratory result error. Data shows that the percentage of laboratory result error in RS Global Medika is 0,29%. Even though still in normal range according to Bonini’s research, it aiects the therapy and evaluation of the patients medical condition. Errors may happen ifthere's a failure occurs in a process. That is why a research is needed to identify potential failure of the process and to analyze the potential root cause of the failme that may cause laboratory result en~or. A qualitative research is done to identify the root cause of laboratory result error with deep interview and Focus Group Discussion for primary data, and explolative observation for secondary data in Inpatient Unit, Outpatient Unit, and Laboratory Unit RS Global Medika on February I9 - Mei 31, 2008. From the data obtained, a FMEA is used to identify potential failure of the process and RCA to analyze the potential root cause of the failure that may cause laboratory result error. In order to validate the data, researcher is using source, data, and method triangulation. From the research, it known that the potential root cause of the problem is that the standard procedure of staff recruitment is not completely done by the human resource departement. Researcher found that unappropriate sample handling, ver'cadon of laboratory result is not done, and miss~read of the result are the priority of potential failures. It is also known that the SOP of Laboraiory Service is uncomplete. An improvement advice is given to the Assisstant Manager of General Affair & Human Resource, Training & Development Unit, QMR, and Medical Manager to the laboratory result error."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2008
T34393
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Astri Maulinda Sari
"Praktik laboratorium yang baik menuntut penggunaan peralatan gelas yang bersih. Hal ini dikarenakan hasil pengujian sangat dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang bersih dan memadai. Studi pembersihan alat-alat gelas di laboratorium quality control PT CKD Otto Pharmaceuticals dilakukan untuk mengevaluasi bahwa pencucian secara manual terhadap alat-alat gelas telah optimal membersihkan alat-alat gelas dan tidak meninggalkan residu. Evaluasi dilakukan dengan melihat parameter pengujian pH, total organic carbon, dan conductivity dari air yang digunakan untuk membilas alat gelas yang telah dilakukan pencucian secara manual.Studi pembersihan metode pencucian alat-alat gelas di laboratorium memenuhi semua kriteria spesifikasi. Prosedur pencucian yang diterapkan pada semua alat-alat gelas di laboratorium quality control di PT CKD Otto Pharmaceuticals sudah efektif untuk membersihkan semua alat-alat gelas yang terbebas dari residu bahan aktif dan eksipien.

Good laboratory practice requires the use of clean glassware. This is because the test results are strongly influenced by a clean and adequate work environment. A study on cleaning glassware in the quality control laboratory of PT CKD Otto Pharmaceuticals was conducted to evaluate that manually washing glassware has optimally cleaned glassware and left no residue. The evaluation was carried out by looking at the testing parameters for pH, total organic carbon, and the conductivity of the water used to rinse glassware that had been washed manually. The study of cleaning methods for washing glassware in the laboratory met all specification criteria. The washing procedure applied to all glassware in the quality control laboratory at PT CKD Otto Pharmaceuticals has been effective in cleaning all glassware free from residues of active ingredients and excipients."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Pangkey, Ferni
"Saat ini telah terjadi perubahan paradigma di bidang kesebatan, yang berawal dari paradigma sakit menekankan pada aspek kuratif menjadi paradigma sehat dengan titik berat pada pelayanan promotif dan preventif. Unit Uji Kesehatan sebagai salah satu unit yang ada dalam Pelayanan Kesebatan St. Carolus adalah unit yang juga dipersiapkan untuk perubaban paradigma yang ada. Pelayanan Kesehatan St. Carolus (PKSC) yang telah lama berkecimpung di sektor jasa juga merasakan pengaruh tingkat kompetisi dalam melayani pasar pelayanan kesehatan. Hal ini mengbaruskan PKSC untuk jeli melibat pasar yang ada dengan tujuan menjawab situasi pasar. Salah satunya melaknkan analisis segmen, target dan positioning dari unit ujikes sehingga bisa diketabui segmen, target dan positioning deri unit Ujikes PKSC. Penelitian dilakukan terhadap responden yang berasal dari poli spesialis PKSC dengan asumsi behwa dari gamharan pelanggan poli spesialis bisa diketahui segmen yang menggunakan PKSC dan mrget pasar yang akan dibidik oleh unit Ujikes. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan kuesioner pada tahapan segmentasi dan kualitatif dengan wawancara mendalam dalam menentukan target dan positioning dari Ujikes.

There has been changing in paradigm of health, beganwith sick paradigm which curative aspects as focus, to health paradigm with promotion and preventive as focus.Medical check up is one of units in Pelayanan Kesehatan St. Carolus (PKSC) that bad been prepared to health paradigm. PKSC which has serve community health from long time ago, get the impact of high competition in health services.PKSC must aware of the market to answer this situation. One of the answer by doing analysis of segmentation, targeting and positioning private customer of PKSC medical check up unit to know the segment, target and positioning of this unit. This research takes respondent from visitors of PKSC specialist policlinics, with assume by knowing the segment of this unit we can have target of medical check unit. The research is quantitative by using questioner in segmentation and qualitative by doing depth interview to decide target and positioning of medical check up unit. From this research, we got segment of this uoit, by analysis demography, socioeconomic and psicography variables, are upper low and middle class of society. The positioning of PKSC medical unit is to give satisfaction by quality and good services. Advices for this unit are to make a product that focus to martenity and geriartri with competitive price, more active in promotion that can be doing by media such make consultation space in news paper. In the future} medical check up unit and the other support facility will focus in one service area to give easy access and comfortable for costumer."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2008
T21048
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mabella Ardelia
"Apabila pihak merasa dirugikan atas tindakan yang dilakukan dokter dalam penyelenggaraan praktik kedokteran, maka pihak yang merasa dirugikan tersebut dapat mengajukan gugatan terhadap dokter ataupun melapor kepada polisi untuk diproses secara hukum pidana. Selain itu, dapat pula perbuatan dokter tersebut diadukan kepada MKDKI. Skripsi ini membahas mengenai peran dan kedudukan hukum MKDKI dalam penegakan disiplin kedokteran terutama dalam halnya kewenangan MKDKI untuk memeriksa dugaan pelanggaran disiplin, serta mengenai kewajiban untuk melakukan pengaduan kepada MKDKI sebelum mengajukan gugatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yang bersifat yuridis-normatif. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa tidak adanya kewajiban untuk melakukan pengaduan kepada MKDKI terlebih dahulu sebelum mengajukan gugatan. Bahwa ranah MKDKI adalah pada disiplin profesi dokter dan dokter gigi, dimana apabila seorang dokter dinyatakan salah secara disiplin, tidak berarti secara langsung salah secara hukum pula. Saran yang diberikan adalah untuk lebih mencermati peraturan terkait MKDKI agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemahaman akan kewenangan MKDKI.

If a party suffers from loss over the actions of a doctor in doing medical practice, they can file a lawsuit against the doctor or report to the police to be processed in criminal law. In addition, they can also report the doctor to Indonesian Medical Disciplinary Board. This thesis discusses the role and legal status of MKDKI in enforcing medical discipline mainly in MKDKI rsquo s authority to examine alleged disciplinary violation, as well as on the obligation to make a complaint to MKDKI before filing a lawsuit. This research uses literature research method that is juridical normative. This study concludes that there is no obligation to make a complaint to MKDKI first before filing a lawsuit. MKDKI rsquo s authority is in the disciplinary of doctors and dentists, whereas if a doctor is declared in violation of discipline, it does not immediately mean that the doctor also violates the law. Both of it are different things and should be examined respectively according to each provisions. The suggestion given is to examine the regulation regarding MKDKI more thoroughly in order to avoid mistakes in understanding the authority of MKDKI.
"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2018
S69862
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anggi Aprilia Prawidi
"Profesi apoteker memiliki peran penting dalam pekerjaan kefarmasiaan. Apoteker berperan dalam menjamin praktik keframasiaan, baik untuk menjamin kualitas obat di Industri farmasi maupun pelayanan di bidang klinis seperti apotek. Apoteker harus berpartisipasi secara langsung dalam melakuakan praktik kefarmasiaan tersebut, maka dari itu, calon apoteker dituntut untuk melakukan praktik profesi sebagai bekal dan pengalaman sebelum memasuki dunia kerja. Hal ini penting bagi calon apoteker untuk mengetahui peran apoteker serta untuk meningkatkan kompetensi dan menambah pengalaman. Praktik kerja Profesi Apoteker dilaksanakan di PT Kalbio Global Medika periode Januari - Februari 2022 dan Apotek Kimia Farma Pasar Anyar Tangerang periode April 2022, melalui proses PKPA ini, calon apoteker diharapkan mendapatkan wawasan, pengetahuan dan pengalaman yang dapat berguna untuk melakukan pekerjaan kefarmasiaan kedepannya.

Pharmacists have an important role in pharmacy practice. Pharmacists play a role in ensuring the practice of pharmacy namely, to ensure the quality of drugs in the pharmaceutical industry and pharmaceutical services in clinical fields such as pharmacies. Pharmacists must participate directly in carrying out these pharmaceutical practices, therefore, prospective pharmacists are required to undergo professional practice as provision and experience before entering the world of work. It is important for prospective pharmacists to know the role of pharmacists and to increase competence and gain experience. The Pharmacist Professional work practice is carried out at PT Kalbio Global Medika for the period January - February 2022 and Apotek Kimia Farma Pasar Anyar Tangerang for the period April 2022. Through those activities, prospective pharmacists are expected to gain insight, knowledge and experience that can be useful for doing pharmaceutical work in the future."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Greenberg, Samuel I.
Springfield: Charles C. Thomas, 1998
616.891 4 GRE i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Farkhatul Muyassaroh
"Skripsi ini membahas materi muatan kebijakan hak dan kewajiban pasien yang terdapat dalam Undang-Undang No. 29 tahun 2004 tentang Praktik kedokteran, Undang-Undang No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan dan Undang-Undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit dengan melihat adakah materi muatan yang sama antara peraturan tersebut. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan metode pengambilan data menggunakan deskriptif kualitatif kemudian dianalisis menggunakan segitiga kebijakan. Data yang didapatkan menggunakan jenis data sekunder berupa undang-undang, risalah, rancangan undang-undang dan naskah akademik. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengulangan hal yang sama dengan makna yang sedikit berbeda pada materi muatan kebijakan hak dan kewajiban pasien dalam tiga undang-undang tersebut. Diperlukan adanya tataurutan perundangan yang seharusnya dilakukan sesuai pedoman pembentukan perundang-undangan sehingga tercipta konsistensi dan sinkronisasi antar peraturan. Selain itu, untuk meminimalkan pengulangan hal yang sama maka dalam proses pembuatan perundang-undangan diperlukan analisis kemiripan.

This thesis discusses about patient's rights and obligations in regulation of law No. 29 in 2004 about Medical Practice, law No. 38 in 2014 about Nursing, and law No. 44 in 2009 about Hospital by looking overlapping material between regulations. This study uses library research, using qualitative on data collection method descriptive base with triangle policy. Use secondary data types. The results of the study is that there are overlap in the material content of the patient's rights and obligations in the law. Required rules of legislation that should be carried out using guidelines for establishing legislation so as to create consistency and synchronization between regulations. to minimize repetition of the same thing, in the process of making legislation analysis of similarities is needed."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Fitriana Lupitaningrum
"Industri farmasi harus memiliki pengawasan mutu dalam proses pembuatan obat. Produk biologi dalam bentuk parenteral dilindungi dengan kemasan primer untuk melindungi terhadap faktor lingkungan, termasuk potensi kontaminasi mikroba selama masa simpan. Penting bagi suatu industri farmasi untuk melakukan pengambilan sampel dan pengujian untuk memastikan bahwa bahan awal untuk kemasan primer yang akan digunakan memenuhi persyaratan.Pengawasan mutu rubber stopper pre-filled syringe dalam rangka uji pelolosan untuk proses produksi ini dilakukan berdasarkan metode analisis yang telah ditetapkan oleh PT Kalbio Global Medika yakni termasuk uji identifikasi FTIR, uji kadar abu, uji dimensi fisik, uji absorbansi, uji tampilan larutan, uji asiditas atau alkalinitas, uji kandungan amonium, uji extractable zinc, uji batas logam berat, dan uji residu evaporasi.Kedua sampel rubber stopperPFS yang diuji telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan PT Kalbio Global Medika. Kedua sampel rubber stopper PFS dapat diteruskan ke Laboratorium Mikrobiologi untuk dilakukan uji endotoksin.Perlu dilakukan pengujian pengganti untuk metode analisis volatile sulfide yang tidak dapat dijalankan karena keterbatasan teknis.

The pharmaceutical industry must have quality control in the drug manufacturing process. Biological products in parenteral form are protected with primary packaging to protect against environmental factors, including potentialmicrobial contamination during shelf life. It is important for a pharmaceutical industry to carry out sampling andtesting to ensure that the starting materials for primary packaging that will be used meet the requirements. Quality control of rubber stopper pre-filled syringes in the context of escape tests for the production process is carried out based on analytical methods that have been determined by PT Kalbio Global Medika includes FTIR identification test, ash content test, physical dimension test, absorbance test, solution appearance test, acidity or alkalinity test, ammonium content test, extractable zinc test, heavy metal limit test, and evaporation residue test. Both rubber samples The PFS stopper tested has met the requirements set by PT Kalbio Global Medika. The two PFS rubber stopper samples can beforwarded to the Microbiology Laboratory for endotoxin testing. It is necessary to carry out replacement testing for thevolatile sulfide analysis method which cannot be carried out due to technical limitations.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Entuy Kurniawan
"Hasil pemeriksaan laboratorium yang cepat dan akurat sangat penting untuk pengarnbilan keputusan bagi dokter. Kesalahan hasil pemeriksaan laboratorium akan berdampak pada kesalahan dokter dalam mendiagnosis suatu penyakit serta penatalaksanaan pasien (pemantauan jalannya penyaldt dan evaluasi efektivitas pengobatan). Untuk itu upaya mencegah atau meminimalisasi faktor-faktor penyebab kesalahan analisis, harus dilkukan dengan kegiatan pengendalian mutu balk internal maupun eksternaI (uji profisiensi).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan pada kinerja laboratorium klinik di Provinsi Jawa Barat yang berperan dalam penyimpangan hasil pemeriksaan melalui uji profiiensi. Desain penelitian adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Responden adalah petugas laboratorium klinik peserta uji profisiensi. Sampel penelitian berupa total populasi sebanyak 77 laboratorium. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dari melihat hasil evaluasi kegiatan pengendalian mutu eksternal laboratorium kesehatan provinsi Jawa Barat tahun 2007.
Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor manusia, alat, lingkungan, dan sistem memiliki hubungan yang bermakna dengan kinerja laboratorium. Hasil analisa multivariat menunjukan bahwa faktor manusia raerupakan faktor dominan penyebab kesalahan analisis di laboratorium klinik. Studi ini menyarankan agar pimpinan laboratorium dan dinas kesehatan provinsi Jawa Barat lebih meningkatkan kualitas tenaga laboratoriuna dengan mengikutsertakan path program pendidikan berkelanjutan sesuai keahlian dan spesifikasi pekerjaannya.

A quick and precise clinical laboratory examination result was very important for a physician in making medical decision. Any inaccuracies of laboratory results could affect the medical decision suggested by the physician and as well as for the effectiveness of patient treatment.There were some efforts proposed to minimize laboratory examination inaccuracy, i.e., internal quality control and external quality control, called as proficiency test.
The research objectives were to determine any factors which are involved in making of any inaccuracy in some clinical laboratories in West Java Province, using proficiency test. The research was designed as a quantitative approach of cross-sectional method. Respondents who involved in the research were laboratory technicians (called health analyst) taken from seventy-seven (77) clinical laboratories located around West Java Province. Data collecting were conducted using interviewing and questionnaires check-list, and also secondary data collecting from West Java Health Laboratory External Quality Control Program conducted in year 2007.
The results have been concluded that individual skills (human factor), laboratory equipments, job environments and laboratory management system show a significant correlation with the laboratory performance. Statistical multivariate analysis has determined that individual skill (human factors) was as dominant factor in making inaccuracy of laboratory examination result. Based of the conclusion and discussion, the research recommended that West Java Health Agency and related stakeholders could make some efforts in improvement of laboratory's individual quality which is can be realized with academic upgrading based on their specific jobs.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat, 2008
T33908
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Intan Nur Marinda
"ABSTRAK
Tesis ini merupakan penerapan SAK ETAP dan penyajian sesuai dengan PSAK 45 (R2011) Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba Terhadap Laporan Keuangan Tahun 2011 Unit PKBL BUMN sesuai dengan Surat Edaran Menteri BUMN No. SE.02/MBU/Wk/2012 dan No. SE- 01/D5/MBU/2012 terkait Pedoman Akuntansi PKBL Revisi Tahun 2012. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan acuan aturan akuntansi unit PKBL BUMN didasari atas perkembangan standar akuntansi di Indonesia dan bentuk operasional PKBL BUMN.
Sebagian Laporan Keuangan Tahun 2011 Unit PKBL BUMN sudah menerapkan secara dini Pedoman Akuntansi PKBL Revisi Tahun 2012, yaitu Unit PKBL PT TLX dan Unit PKBL PT ANX.
Penerapan pedoman tersebut berpengaruh terhadap kebijakan akuntansi yang diterapkan pada Laporan Keuangan 2011 unit PKBL PT TLX dan PT ANX, diantaranya kebijakan akuntansi atas piutang, pendapatan, dan pengungkapan khusus.

ABSTRACT
This thesis is about the implementation and presentation of SAK ETAP and PSAK 45 (R2011) : ?Financial Reporting For Non Profit Entities? on Unit PKBL BUMN?s Financial Statements 2011 in accordance with the Circular Letter of BUMN No. SE.02/MBU/Wk/2012 and No. SE- 01/D5/MBU/2012 for ?Pedoman Akuntansi PKBL Revisi Tahun 2012?. The factors that cause changes in the reference state accounting rules are based on the new development of accounting standards for PKBL BUMN in Indonesia and Operation Nature of PKBL BUMN.
Some of the Sample Units PKBL BUMN?s have implemented earlier adoption of ?Accounting Guidelines of PKBL Revision 2012? such as Unit PKBL PT TLX and Unit PKBL PT ANX.
The implementation of these guidelines have affected the financial statement 2011 of the sampel unit PKBL PT TLX and PT ANX, among others its accounting policies of receivables, revenues, and othe specific disclosure."
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
T33766
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>