Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 52975 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), 2012
306.959 8 SAN
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Ni Wayan Suryatini
"Identitas kembali dipertanyakan ketika individual hidup sebagai masyarakat modern di kota besar seperti Jakarta. Identitas masyarakat perkotaan dapat tergerus akibat tingginya laju kehidupan dan arus urbaanisasi. Di tengah kesibukan beraktivitas dan mobilitas yang cepat, masyarakat perkotaan memerlukan cara untuk mengkomunikasikan identitas untuk meningkatkan kualitas hidup mereka , salah satunya dengan bergabung dalam suatu komunitas. Tesis ini membahas bagaimana masyarakat perkotaan menghubungkan keterlibatan mereka pada sanggar tari dengan komunikasi identitas milik Michael Hecht. Komunikasi Identitas merupakan cara untuk membentuk identitas dan mengubah mekanisme identitas seseorang melalui aspek sosial, individu, dan kolektif yang terangkai dalam empat lapisan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus deskriptif. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap pendiri sanggar dan tiga orang anggota Sanggar Tari Wulangreh Omah Budaya pada kelas pertama tari Bali di Jakarta Selatan dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat perkotaan memerlukan kehadiran ruang ketiga untuk mengurangi kepenatan kehidupan kota besar. Mereka menjadikan keanggotaan dalam sanggar sebagai aktivitas alternatif untuk menyeimbangkan kehidupan pekerjaan dan pribadi. Pada akhirnya hal ini memperkuat indentitas nasional masyarakat Jakarta dalam bentuk pilihan gaya berpakaian, presentasi di media sosial, pilihan kegiatan sehingga menimbulkan identitas baru sebagai orang yang berbudaya.

Identity is questioned again when individuals live as modern citizens in big cities like Jakarta. The identity of urban communities can be eroded due to the high pace of life and urbanization. In the midst of busy activities and rapid mobility, urban people need ways to communicate their identity to improve their quality of life, one of which is by joining a community. This thesis discusses how urban communities connect their involvement in dance studios with Michael Hecht's identity communication. Identity communication is a way to form identity and change one's identity mechanism through social, individual, and collective aspects that are arranged in four layers. This research is a qualitative research using descriptive case study method. Data were collected through in-depth interviews with the founder of the studio and three members of Wulangreh Omah Budaya Dance Grup in the first class of Balinese dance in South Jakarta and observation. The results showed that urban communities need the presence of a third space to reduce the fatigue of big city life. They use membership in a studio as an alternative activity to balance work and personal life. In the end, this strengthens the national identity of Jakarta people in the form of choice of clothing style, presentation on social media, choice of activities so as to create a new identity as a cultured person."
Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Keri Asteria
"Monumen adalah salah satu elemen kota. Perencanaannya mempengaruhi kota secara keseluruhan dan kualitas visual dari kota. Monumen yang baik akan mempercantik wajah kota, sementara monumen yang diperlakukan tidak dengan semestinya akan memperburuk keadaan suatu kota, karena monumen juga hadir sebagai identitas suatu kota. Banyak monumen ada dalam kota namun tidak bermakna apapun bagi kota, atau paling jauh hanya berfungsi sebagai hiasan yang tersingkirkan dari dinamika kehidupan kota sehari-hari. Banyak yang terkait dalam masalah ini karena monumen seharusnya tidak pernah hanya menjadi elemen pelengkap, karena monumen didirikan untuk suatu maksud tertentu.
Esensi kota yang indah adalah kehidupan yang berlangsung di dalamnya. Interaksi yang terjadi antara elemen-elemen fisik kota dengan penduduk dan mobilitasnya. Sebuah monumen menjadi bermakna bagi kota apabila ia dapat berinteraksi dengan penduduk kota sehingga dapat diapresiasi dengan baik.
Teori mengenai monumen, seni, kota serta kesatuan antara ketiga hal tersebut adalah titik tolak untuk pada akhirnya diperoleh pemahaman mengenai monumen sebagai seni dalam kota. Dari berbagai teori dan studi kasus, ternyata keberadaan monumen sebagai seni dalam kota tidak selalu berhasil, tergantung dari perlakuan yang diberikan kota tersebut pada masing-masing monumen.
Perlu lebih dari sekedar fisik monumen yang indah untuk dapat menghadirkan seni dalam kota. Agar dapat diapresiasi dengan baik, perlu adanya pembenahan kota, menempatkan monumen-monumen sesuai dengan tempatnya, selain itu masyarakat harus terlebih dahulu memperoleh pendidikan publik mengenai monumen-monumen tersebut sesuai dengan latar belakang sejarah yang membentuknya.
Hasilnya adalah kualitas kehidupan kota yang lebih baik, yang memberikan kota sebuah nilai tambah, manfaat dan kenikmatan bagi penduduk kota."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
S48491
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
JANTRA 15(9-10) 2010 (1)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Hardwick, Patricia
Batam: 2018
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
Olga Laurenza
"Penelitian ini menjelaskan bagaimana sanggar kesenian memegang peranan dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensi seni dan budaya Betawi. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, terdapat banyak seni dan tradisi Betawi yang terancam berada di ambang kepunahan. Berbagai aksi untuk mempertahankan eksistensi budaya Betawi pun dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, salah satunya melalui sanggar seni, yaitu Sanggar Jali Putra sejak tahun 1990 hingga 2009. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah; yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi, penelitian ini menemukan bahwa Sanggar Jali Putra bergerak aktif dalam rangka mempertahankan eksistensi kesenian Betawi. Sanggar Jali Putra berupaya untuk melakukan pengembangan dan pelatihan kesenian secara konsisten, salah satunya dengan membuat kreasi dalam kesenian Gambang Kromong dan Gambang Rancag. Selain itu, sanggar ini juga masih mempertahankan bentuk asli dari Lenong Denes. Dalam upaya pengembangan Gambang Rancag, dibentuklah grup turunan Sanggar Jali Putra yang dikenal sebagai Grup Putra Jali Betawi yang titik fokusnya mengenalkan Gambang Rancag kepada para akademisi. Dengan keberadaan Sanggar Jali Putra, Lenong Denes dan Gambang Rancag masih tetap dikenal dan bisa dinikmati oleh penduduk Jakarta dari berbagai kalangan dan kelompok usia.

This research explains how Sanggar Jali Putra played a role in maintaining and developing the existence of the arts and cultures of Betawi. Amid the increasing modern developments, there is much of the artwork and traditions of the endangered Betawi. Action to preserve the cultural existence of Betawi has been carried out by the Jakarta government and the Jakarta`s society, one through Sanggar Jali Putra since 1990-2009. Using methods of historical research; heuristic, criticism, interpretation, and historiography, this research has found that Sanggar Jali Putra is actively involved in the preservation of the arts and cultures of Betawi. Sanggar Jali Putra strives to do consistent development and arts training, one of whom makes creations in the Gambang Kromong and Gambang Rancag. Further, Sanggar Jali Putra retained the original form of Lenong Denes. In an effort to develop the Gambang Rancag, Sanggar Jali Putra branch, known as the Puja Betawi (Putra Jali Betawi), was formed to introduce Gambang Rancag on academics. Through Sanggar Jali Putra`s existence, Lenong Denes, Gambang Rancag, and Gambang Kromong remain known and could be enjoyed by the Jakarta people of all ages and societies."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Dinas Kebudayaan. DKI Jakarta, 1994
709.598 22 IND m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>