Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 93137 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Endah kusrini
"ABSTRAK
LATAR BELAKANG
Lengkeng (Nephelium Longanum) adalah salah satu jenis buah di Indonesia yang belum
banyak dlbudidayakan. Dengan jumlah produksi yang terbatas sedangkan permintaan
masyarakat cukup tinggi, harga buah lengkeng tergolong tinggi dibandingkan dengan buah
lokal lainnya di Indonesia, sehingga apabila tanaman ini dibudldayakan secara baik, akan
memberikan keuntungan finansial yang cukup tinggi.
Karena kondisi fisik alam tertentu di Indonesia yaitu : tekstur tanah, kemasaman (pH) tanah,
curah hujan, distribusi curah hujan serta ketinggian, tanaman ini dapat berproduksi dengan
baik. Kabupaten Temanggung merupakan daerah sentra produksi tanaman lengkeng terbesar
di Indonesia, dan pembudidayaannya dilakukan secara meluas hampir pada seluruh
kecamatan di wilayah itu.
MASALAH
1. Berdasarkan syarat tumbuhnya, bagaimana pola wilayah kesesuaian fisik tanaman
lengkeng di Kabupaten Temanggung ?
2. Bagaimana penyebaran dan produktifitas tanaman lengkeng dihubungkan dengan wilayah
kesesuaian fisiknya ?
METODE PENELITIAN DAN ANALISA
Penelitian ini menggunakan metode analisa korelasi peta yang didukung oleh survey di lokasi
penelitian. Dan diperoleh wilayah kesesuaian fisik tanaman lengkeng berdasarkan syarat
tumbuhnya yaitu wilayah yang diklasifikasikan atas wilayah sangat sesuai, sesuai, kurang
sesuai, dan tidak sesuai. Wilayah kesesuaian dengan kategori sesuai merupakan wilayah yang
terluas dan merupakan penyebaran areal lengkeng terluas pula dengan produktifitas tinggi,
wilayah ini merupakan bagian dari Kecamatan Pringsurat, Temanggung, dan Kaloran HASIL PENELITIAN DAN KESIMPULAN
Penyebaran areal lengkeng yang terpusat di bagian Tenggara, Tengah, dan Selatan wilayah
penelitian yaitu Kecamatan Pringsurat, Temanggung, dan Tembarak dengan produksi rata-rata
tinggi. Wilayah kesesuaian yang terluas adalah yang berkategori sesual yang membentang di
bagian Tengah wilayah penelitian. Secara umum dapat dikatakan bahwa ada hubungan
keselarasan antara wilayah kesesuaian fisik dengan penyebaran dan produktifitas tanaman
lengkeng di Kabupaten Temanggung."
1998
S33657
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1996
S33729
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1997
S33751
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Kecenderungan masyarakat kembali ke alam (back to nature),
meningkatnya jumlah perusahaan obat tradisional berbahan baku tanaman obat
kunyit, melonjaknya harga obat modern pada masa krisis ekonomi berbahan
kimia dan efek samping yang diakibatkan, menyebabkan lebih mudah
diterimanya tanaman obat kunyit (Curcuma domestica Val) dalam pengobatan
maupun konsumsi sehari-hari. Sebagai tanaman obat yang memiliki nilai medis,
interaksi tanaman obat kunyit dengan unsur fisik di Kabupaten Bogor sangat
perlu diperhatikan, karena berpengaruh terhadap kuantitas (tingkat produksi)
dan kualitas (tingkat mutu fisik). Tujuan dalam penelitian ini adalah menjelaskan
keterkaitan kondisi fisik (kesesuaian fisik) tanaman obat kunyit terhadap tingkat
produksi dan mutu fisik rimpang yang dihasilkan. Untuk mengetahui kaitan
kondisi fisik dengan tingkat produksi dan mutu fisik tanaman digunakan metode
korelasi peta; untuk mengukur tingkat mutu fisik tanaman obat kunyit digunakan
analisa visual dan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan adanya
perbedaan tingkat produksi tanaman obat kunyit menurut wilayah kesesuaian
fisik sedangkan tingkat mutu fisiknya relatif seragam. Secara keseluruhan,
dapat disimpulkan bahwa tingkat produksi tanaman obat kunyit dipengaruhi
kondisi fisik suatu wilayah sedangkan tingkat mutu fisiknya relatif tidak
dipengaruhi kondisi fisik. Pada wilayah dengan kesesuaian fisik yang sama,
tampak bahwa tingkat produksi dan tingkat mutu fisik tanaman obat kunyit tidak
selalu mempunyai tingkatan yang sama."
Universitas Indonesia, 2006
S34024
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Machfud Nilriad
1996
S33570
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andri Junico
1995
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1995
S33504
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1996
S33589
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siahaan, Wilson
Depok: Universitas Indonesia, 1988
S33375
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Edy Zulfan
"ABSTRAK
Tanaman kopl membutuhkan .persyaratan tertentu di dalam pertijimbuhannya.
Juimlah maupun mutu basil dari tanaman kopi
dipengaruhi oleb berbagai faktor, salab eatu di antaranya
adalab iklim.
Tanaman kopi Jenis robusta dapat tumbub baik pada curab bujan
2000-3000 mm per tabun, lama bulan kering 3-4 bulan, dan snbu
udara tahunan 21-24*^ atau pada ketinggian 400-800 meter dpi,
sedangkan pada Jenis arabika tumbub baik pada curab bujan
2000-3000 mm per tabun, lama bulan kering 2-3 bulan, dan subu
udara tabunan 17-21° atau pada ketinggian 800-1500 dpi.
Masalab yang dibabas adalab: 1. Berdasarkan syarat tumbubnya,
di mana wilayab kesesuaian iklim untuk tanaman kopi di
propinsi Jawa Timur ? 2. Bagaimana tingkat produktifitas,
tanaman kopi pada wilayab kesesuaian iklim ?
Metode penelitian berupa korelasi peta dan korelasi statistik.
Tujuan penelitian ini adalab untuk mengetabui tingkat
produktifitas tanaman kopi pada wilayab kesesuaian iklim
tanaman kopi di propinsi Jawa Timur.
Ringkasan yang diperoleb dari basil penelitian adalab :
Wilayab sesuai berdasarkan iklim untuk tanaman kopi robusta
menyebar pada kabupaten-kabupaten Bodonegoro, Lamongan,
Ngawi, Paditan, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganduk, Kediri,
Tulung Agung, Malang, Bondowoso, Pasuruan, Mojokerto,
Jember, Jombang, Situbondo, Probolinggo, Blitar, Lumajang,
dan Banyuwangi. Wilayab tidak sesuai meliputi kabupatenkabupaten
Tuban, Gresik, Sldoarjo, Lamongan, Magetan, Madiun,
Nganduk, Kediri, Tulung Agung, Probolinggo, Lumajang, Situ
bondo, Banyuwangi, Modokerto, Ponorogo, Jember, Bodonegoro,
Ngawi, Pacitan, Pasuruan, Malang, dan Bondowoso.
Wilayab sesuai berdasarkan iklim untuk tanaman kopi arabika
menyebar pada kabupaten-kabupaten Ngawi, Magetan, Pacitan,
Bodonegoro, Malang, Lamongan, Nganduk, Ponorogo, Trenggalek,
Tulung Agung, Kediri, Blitar, Jombang, Modokerto, Pasuruan,
Probolinggo, Lumadang, Jember, Sitxibondo, Bondowoso, dan
Banyuwangi. Wilayab tidak sesuai meliputi kabupaten-kabupaten
Tuban, Gresik, Sidoardo, Madiun, Lamongan, Nganduk, Magetan,
Kediri, Tulung Agung, Probolinggo, Lumadang, Situbondo,
Banyuwangi, Modokerto, Bodonegoro, Ponorogo, Jember, Ngawi,
Pacitan, Pasuruan, Malang, dan Bondowoso.
Wilayab curab hudan sesuai untuk tanaman kopi robusta tingkat
produktifitas rata-rata sedang, wilayab curab budan tidak
sesuai tingkat produktifitas rata-rata rendab. Pada wilayab
lama bulan kering sesuai tingkat produktifitas rata-rata
rendab, wilayab lama bulan kering tidak sesuai tingkat pro
duktifitas rata-rata sedang. Wilayab ketinggian sesuai ting
kat produktifitas rata-rata sedang bingga rendab, wilayab
ketinggian tidak sesuai tingkat produktifitas rata-rata rendah.
Wllayah iklim yang sesuai -unt-uk tanaman kopl robusta tingkat
produktlfitas rata-rata sedang, pada wllayah iklim yang tidak
sesuai tingkat produktifitas rata-rata rendah.
Wllayah curah hujan sesuai untuk tanaman kopi arabika tingkat
produktifitas rata-rata sedang, pada wllayah curah hudan
tidak sesuai tingkat produktifitas rata-rata rendah. Pada
wllayah lama bulan kering sesuai tingkat produktifitas ratarata
tinggi, pada wllayah lama bulan kering tidak sesuai,
tingkat produktifitas rata-rata rendah. Wllayah ketinggian
sesuai tingkat produktifitas rata-rata rendah, pada wllayah
ketinggian tidak sesuai tingkat produktifitas rata-rata
rendah.
Wllayah iklim yang sesuai bagi tanaman kopi arabika tingkat
produktifitas rata-rata sedang, wllayah iklim yang tidak
sesuai tingkat produktifitas rata-rata rendah."
1995
S33551
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>