Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 110323 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nanang Sadikin
"Infrastruktur teknologi informasi yang handal diperlukan untuk mendukung kelancaran proses bisnis. PT XYZ menggunakan e-mail untuk melakukan proses bisnisnya. Penelitian ini mencoba untuk memberikan solusi arsitektur yang handal untuk PT XYZ. Penelitian ini menggunakan metode Architecture Development Method (ADM) The Open Group Achitecture Framework (TOGAF) untuk menyusun solusi yang tepat bagi arsitektur Enterprise E-mail PT XYZ. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk menyusun penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara dengan manajer teknologi informasi PT XYZ dan studi literatur. Data yang ada kemudian diolah untuk menghasilkan solusi arsitektur untuk PT XYZ. Hasil penelitian ini adalah suatu solusi arsitektur SI/TI khususnya Enterprise E-mail yang handal bagi PT XYZ.

Reliable information technology infrastructure is needed to support a smooth business processes. PT XYZ use e-mail to conduct of business process. This research tries to give a reliable architecture solutions to PT XYZ. this research uses Architecture Development Method (ADM) The Open Group Achitecture Framework (TOGAF) method to develop the right solution for Enterprise E-mail architecture of PT XYZ. Data collection techniques that are used to compose the research is observation, interview with PT XYZ Information Technology Manager and literature study. The data are then processed to produce a solution architecture for PT XYZ. The results of this research are reliable IS/IT architecture solution for PT XYZ, especially Enterprise E-mail."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Moh. Dess Syabar
"Peningkatan transaksi perdagangan yang diselenggarakan oleh PT. ABCD mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahun. Seiring dengan peningkatan tersebut, potensi risiko juga turut meningkat sebagai akibat dari peningkatan transaksi maupun oleh penggunaan teknologi pada sistem perdagangan. Untuk itu PT. ABCD telah membangun fasilitas perdagangan darurat yang diharapkan mampu menggantikan fungsi perdagangan pada saat fasilitas perdagangan di lokasi utama tidak dapat digunakan. Namun demikian masih terdapat beberapa “kegagalan” yang mengakibatkan sistem perdagangan di PT. ABCD mengalami pembekuan atau bahkan dihentikan. Dalam beberapa kejadian, hal tersebut lebih diakibatkan terbatasnya waktu tersedia yang dapat digunakan untuk bertransaksi sementara untuk melakukan proses aktivasi fasilitas Disaster Recovery Centre (DRC) juga memerlukan waktu persiapan yang relatif lama.
Berdasarkan hal tersebut muncul kebutuhan untuk mengembangkan infrastruktur sistem perdagangan yang mampu menjalankan fasilitas operasional perdagangan secara jarak jauh atau bahkan dengan mengkombinasikan fasilitas yang terdapat di DRC dan lokasi utama. Dengan demikian proses perdagangan tetap berjalan meskipun terjadi kegagalan pada sebagian atau bahkan seluruh fungsi pada satu lokasi.
Untuk mendukung rencana pengembangan tersebut, penelitian akan dilakukan berdasarkan pendekatan metodologi The Open Group Achitecture Framework- Architecture Development Method (TOGAF-ADM) dengan referensi arsitektur berdasarkan Cisco Service-Oriented Network Architecture (SONA) yang dipetakan terhadap TOGAF TRM.

Trade transaction organized by PT ABCD increased significantly from year to year. Along with this increase, the potential risk is enlarged as a result of increasing transaction and the utilization of information tecnology in trade system. In order to minimize the risk, PT ABCD has developed contigency trade facility that is expected be able to replace the trade function in prime site in case that trade facility cannot be used. Unfortunately, some failures causing the freezed or even stopped trade were encountered. In some cases, the freezed or even stopped trade were caused by limited time in place that could be used for transaction while the activation of Disaster Recovery Centre (DRC) required a relative long preparation.
In accordance to that case, there is a need to developed trade system infrastructure that has ability to operate remote trading facilities in the DRC site or prime site alternately, or combine the operation of remote trading facilities both in the DRC site and prime site in the same time. Therefore, trade facility still can be run thought there is encountered that a partial or total system failure occurred in one site.
In order to support that development planning, the research methodology will be conducted by The Open Group Achitecture Framework- Architecture Development Method (TOGAF-ADM) approach with reference to Cisco Service-Oriented Network Architecture (SONA) architecture mapped to TOGAF TRM.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2014
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Insan Akhir Suryana
"Seiring waktu organisasi dalam menjalankan kegiatannya berkembang dan berubah sesuai kebutuhan untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi. Perencanaan dan pengembangan Enterprise Architecture (EA) terhadap suatu organisasi menjadi bagian penting dalam upaya mendukung kegiatan organisasi agar lebih efisien, efektif dan mampu beradaptasi dengan perubahan proses bisnis yang ada. Pengembangan aplikasi di Kementerian Sekretariat Negara masih dilakukan oleh masing-masing unit kerja sehingga terjadi kesulitan dalam hal integrasi antar aplikasi, kemudian masih adanya duplikasi data antar aplikasi menyebabkan tidak efisiennya penyimpanan data. Dalam penelitian ini penulis berusaha membuat rancangan EA menggunakan TOGAF Framework. Diharapkan bahwa solusi yang didapat sesuai dengan keperluan bisnis organisasi sekarang dan yang akan datang. Data yang didapat diperoleh melalui dokumen yang ada di Kementerian Sekretariat Negara seperti standar pelayanan, peraturan menteri sekretaris negara, hasil observasi dilapangan maupun melalui wawancara dengan orang yang terkait dengan pengembangan SI/TI. Data yang diperoleh kemudian diolah untuk mendapatkan solusi arsitektur. Web services dan virtualisasi digunakan untuk merancang sistem aplikasi dan teknologi. Dalam penelitian ini diberikan langkah-langkah dalam pengembangan arsitektur."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Abdul Hadi
"Saat ini penggunaan teknologi informasi dalam menjalankan fungsi bisnis dan aktifitas bisnis perusahaan menjadi sebuah kebutuhan yang harus dimiliki oleh perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas bisnisnya. Serta peranan teknologi informasi dapat menjadikan perusahaan memiliki kemampuan dalam bersaing serta keunggulan dalam bersaing (competitive advantages). Untuk mendapatkan hasil penerapan teknologi informasi yang optimal diperlukan suatu framework pengembangan teknologi informasi. Pengembangan teknologi informasi diperoleh melalui perencanaan teknologi informasi yang bersifat menyeluruh dan terintegrasi dalam bentuk arsitektur enterprise. Dalam pengembangan arsitektur enterprise dibutuhkan alat bantu berupa enterprise architecture framework. TOGAF ADM merupakan enterprise architecture framework yang digunakan dalam penelitian ini. Metode TOGAF ADM memberikan hasil berupa arsitektur enterprise dalam bentuk arsitektur bisnis, arsitektur aplikasi, arsitektur data dan arsitektur teknologi. Rancangan arsitektur enterprise ini dapat dijadikan sebagai pedoman atau blue-print perusahaan untuk perancangan dan pengembangan teknologi informasi.

Nowadays, the use of information technology in running the business functions and activities of the company's business becomes a necessity that must be owned by the company to improve the efficiency and effectiveness of its business. And the role of information technology can make the company ability to compete as well as excellence in competitive (competitive advantages). To get the optimal application of information technology we need a framework of information technology development. The development of information technology acquired through information technology planning is comprehensive and integrated in the form of enterprise architecture. In the development of enterprise architecture takes the form of enterprise architecture tools framework. TOGAF ADM is an enterprise architecture framework used in this study. TOGAF ADM method gives results in the form of enterprise architecture in the form of business architecture, application architecture, data architecture and technology architecture. The design of the enterprise architecture can be used as a guide or blueprint for the company's design and development of information technology."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2014
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hadyan Ghaziani Fadli
"BAZNAS merupakan badan pemerintah yang pada awalnya memiliki fungsi sebagai pelaksana kegiatan usaha amil zakat di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, BAZNAS telah mendapatkan undang-undang yang menyatakan bahwa BAZNAS ditunjuk sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan usaha amil zakat untuk badan amil zakat daerah (propinsi dan kabupaten), sekaligus sebagai koordinator pelaporan bagi seluruh badan amil zakat milik pemerintah ataupun yang merupakan organisasi masyarakat. Namun sebagaimana organisasi yang sedang berkembang, arsitektur organisasi BAZNAS masih belum selaras antara pandangan pimpinan, proses bisnis hingga sistem TI yang dibuat. Karenanya dibutuhkan perancangan Enterprise Architecture di BAZNAS.
Berdasarkan hal tersebut, dilakukanlah penelitian untuk membuat perancangan Enterprise Architecture di BAZNAS. Penelitian dimulai dengan diskusi awal dengan manajemen BAZNAS, pengumpulan data dengan cara melakukan diskusi dan permintaan data dengan QMR, divisi Renbang dan TI BAZNAS serta analisa perancangan dengan framework TOGAF. Di akhir penelitian, hasil penelitian ini dipresentasikan ke manajemen BAZNAS untuk mendapatkan feedback dan memastikan pemetaan arsitektur saat ini serta solusi yang dibuat telah sesuai.
Enterprise Architecture merupakan salah satu solusi dari kebutuhan rancangan arsitektur tersebut dengan menselaraskan antara bisnis dan TI. Hasil penelitian ini berisikan solusi arsitektur dari BAZNAS. Diharapkan solusi ini dapat digunakan oleh Manajemen BAZNAS sebagai masukan awal dari divisi Perencanaan dan Pengembangan yang baru saja dibentuk.

BAZNAS is a governmental agency that initially has a function as an operation executive of amil zakat in Indonesia. As time goes by, BAZNAS has earned a law stating that BAZNAS has been appointed as the coordinator of business activities of amil zakat in provinces and districts, as well as the coordinator for all agencies reporting amil zakat owned by the government or community organizations. But as a growing organization, organizational architecture of BAZNAS is still not aligned between the views of the leader, business processes and the IT systems. So, it requires the design of Enterprise Architecture in BAZNAS.
Based on this, research was undertaken to make the design of Enterprise Architecture in BAZNAS. The study began with an initial discussion with the BAZNAS management, data collection by conducting discussions with QMR, the Renbang and IT divisions, and design analysis with TOGAF framework. At the end of the study, the results of this study were presented to the management of BAZNAS to get feedback and ensure the mapping of current architecture and the suitable solutions.
Enterprise Architecture is one of the solutions needed to harmonize the architectural design between business and IT. This study contains the results of the architectural solutions of BAZNAS. The solutions are expected to be used by BAZNAS Management as initial input for the newly formed, The Renbang division.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Agustian Proklamirsyah
"Penerapan teknologi informasi (TI) telah menjadi sebuah kebutuhan yang harus dimiliki oleh institusi perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saingnya. Untuk memberikan hasil penerapan TI yang maksimum, diperlukan kerangka pedoman pengembangan teknologi informasi yang diperoleh dari perencanaan TI yang bersifat menyeluruh dan terintegrasi dalam sebuah arsitektur enterprise. Untuk mengembangkan arsitektur enterprise diperlukan alat bantu berupa kerangka kerja arsitektur. Salah satunya yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kerangka kerja Zachman dengan metode Enteprise Architecture Planning (EAP). Metode EAP akan memberikan hasil berupa arsitekur data, aplikasi dan teknologi serta rencana implementasinya sebagai pedoman atau cetak biru untuk perancangan sistem informasi/teknologi informasi di perguruan tinggi.

Implementation of information technology (IT) has become a necessity that must be owned by higher education institutions to improve the quality of education and competitiveness. To provide the maximum outcomes of IT implementation, the institution must have a framework of guidelines for the development of information technology from the IT planning comprehensively and integrated in an enterprise architecture (EA). Developing of enterprise architecture requires tools as the architectural framework. One of EA frameworks which are used in this study using the Zachman framework with the methods of Enteprise Architecture Planning (EAP). The results of EAP consist of data architecture, application architecture, technology architecture and implementation plan. These architectures will become a guidance or a blueprint for the design of information systems / information technology for higher education institutions."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
A. Fauzi Firdaus A.S.
"Teknologi informasi (TI) saat ini tidak sekedar berperan sebagai perangkat pendukung kegiatan organisasi, namun telah menjadi bagian dari strategi suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Namun yang masih menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana memastikan bahwa strategi TI selaras dengan strategi bisnis organisasi. Oleh karena itu untuk menjawab tantangan tersebut, organisasi harus merencanakan arsitektur TI atau dalam konteks lebih luas yaitu Enterprise Architecture (EA). Dengan memiliki arsitektur maka suatu organisasi akan memiliki cetak biru dalam pembuatan keputusan TI jangka panjang yang tepat dengan mempertimbangkan kepentingan organisasi secara keseluruhan.
PT XYZ yang dijadikan sebagai studi kasus dalam penelitian ini merupakan perusahaan penyedia solusi produk dan jasa TI yang memiliki permasalahan pada implementasi sistem ERP. Permasalahan tersebut disebabkan karena tidak adanya standar yang dapat dijadikan pedoman dalam memilih dan mengimplementasikan sistem yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan bisnis perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dalam penelitian ini didekati dengan merancang model EA sedemikian hingga rancangan arsitektur SI/TI yang dihasilkan selaras dengan strategi dan proses bisnis PT XYZ.
Dalam usaha mengembangkan model EA, penulis membandingkan beberapa metodologi perancangan EA mencakup Zachman Framework, EAP, TOGAF, FEAF, dan Gartner. Penulis memilih TOGAF dengan metodologi ADM dalam perancangan EA untuk studi kasus PT XYZ ini karena beberapa alasan berdasarkan hasil studi literatur. Metodologi TOGAF ADM kemudian disesuaikan agar bisa digunakan secara relevan dengan kondisi dan permasalahan arsitektur di PT XYZ.
Hasil akhir dari perancangan EA ini diharapkan dapat mengoptimalkan seluruh sumber daya SI/TI yang dimiliki perusahaan, terutama dari sisi infrastruktur dan layanan yang dimiliki perusahaan untuk mendukung aktifitas bisnis, sehingga bisa menciptakan kepuasan pelanggan seperti yang tertuang dalam visi, misi, dan strategi PT XYZ.

Information technology (IT) currently does not merely act as a supporting tools of the organization activities, but has become important part of an organization's strategy to achieve its business objectives. The challenge that still exist today is how to ensure that the IT strategy aligned with the business strategy of the organization. Therefore, to address these challenges, organizations must plan an IT architecture or in a broader context, namely the Enterprise Architecture (EA). By having the architecture, an organization will have a blueprint that can be used as a basis for a creation of long-term IT decisions by considering the interests of the organization as a whole.
PT XYZ which is used as a case study in this research is an IT solution provider company that have problems with the implementation of an ERP system. The problems caused by the absence of a standard that can be used as guidelines in selecting and implementing the system in accordance with the conditions and needs of the company's business. To overcome these problems, an approach employed in this study is by designing an EA model so that the resulting design in line with the strategy and business processeses of PT XYZ.
In an effort to develop a model of the EA, the author compares several methodologies including Zachman Framework, EAP, TOGAF, FEAF, and Gartner. The author chose TOGAF ADM methodology in designing the EA for the case of study PT XYZ for a number of reasons. The TOGAF ADM is then adjusted in order to be relevant with the conditions and problems in PT XYZ.
The end result of the EA design is expected to optimize all IS/IT resources owned by PT XYZ, especially in terms of infrastructure and services to support the company's business activities and finally the company can deliver customer satisfaction as stated in the company's vision, mission, and strategy.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yosua Suhandi
"ABSTRAK
Kebutuhan akan SI/TI yang mendukung bisnis dan meningkatkan kapabilitas perusahaan di level enterprise merupakan suatu nilai tambah yang harus dipenuhi oleh setiap perusahaan. Meningkatnya kapabilitas dalam hal memberikan pelayanan dan jasa yang optimal harus didukung oleh berbagai hal, salah satunya adalah dengan menggunakan SI/TI yang berkualitas. Untuk merealisasikan hal tersebut, dibutuhkan suatu model rancangan arsitektur yang dapat digunakan sebagai landasan dan acuan dalam proses implementasi SI/TI yang diharapkan untuk saat ini dan masa depan.
Dalam pengembangan solusi model rancangan arsitektur, penulis membandingkan 2 metodologi antara Zachman framework dengan TOGAF Architecture Development Model (ADM) agar didapatkan metodologi yang cocok untuk menjadi acuan dalam membuat rancangan Enterprise Architecture pada PT. XYZ. Metodologi yang didapat tersebut kemudian akan digunakan untuk menyediakan struktur dasar organisasi yang mendukung integrasi, pengembangan, pengelolaan, dan perubahan perangkat dari sisi SI/TI. Salah satu trend dalam dunia TI yang terkait dengan infrastruktur yang dapat dijadikan solusi dalam menjawab kebutuhan organisasi adalah konsep Cloud Computing. Cloud Computing memungkinkan organisasi untuk memberikan layanan aplikasi, infrastruktur dan database yang dapat digunakan secara bersama-sama, dan mobile oleh penggunanya melalui internet. Hasil akhir dari perancangan model enterprise architecture ini diharapkan dapat mengoptimalisasikan seluruh sumber daya SI/TI pada perusahaan, terutama dari sisi infrastruktur dan service yang dimiliki perusahaan dalam mendukung aktifitas bisnis, agar dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada customer.

ABSTRACT
The need for IS/IT that support business and enchance a company’s capabilities at enterprise level is an added value that must be met by each company. The increased capability in terms of providing optimal care and services must be supported by many things, one of the things is to use IS/IT with good quality. To achive that vision, we need a model of architectural design that can be used as the basis and reference for the implementation of IS/IT that the company wanted to be develop now and for the future.
In developing the solution model of architecture design, the authors compared two methodologies between Zachman Framework and TOGAF Architecture Development Model (ADM) to obtain a suitable methodology for the reference on developing Enterprise Architecture at PT. XYZ. The methodology obtained is then used to provide the basic organizational structure that supports the integration, development, management, and procurement process of hardware or device from IS/IT. One trend in the world of IT related to the infrastructure that can be used as a solution to address the needs of the organization is the concept of Cloud Computin. Cloud Computing enables organizations to provide application services, infrastructure services, and database services that enables users to do mobile and multiple access via the internet. The result of the design of enterprise architecture model is expected to optimize all IS/IT resources in the company, especially in terms of infrastructure and services to support the company’s business activities, in order to provide optimum services to the customers."
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eko Sulistyo
"ABSTRAK
Sebagai organisasi perguruan tinggi yang memberikan layanan informasi secara komplek, maka informasi merupakan satu bagian yang vital dalam menjalankan proses bisnis pada Universitas XYZ. Kondisi demikian mengharuskan Universitas XYZ untuk menyediakan dan menjaga kontinuitas akses informasi. Terjaminnya ketersediaan akses informasi haruslah didukung oleh infrastruktur TI yang reliable dan terhindar dari kegagalan sistem akibat adanya suatu bencana. Untuk mewujudkan hal tersebut, Universitas XYZ harus mempunyai infrastruktur TI yang dilengkapi dengan Disaster Recovery System (DRS). Penelitian ini ditujukan untuk menentukan teknologi Disaster Recovery System (DRS) yang sesuai guna menjamin ketersediaan akses informasi pada Universitas XYZ. Penelitian ini dituangkan dalam bentuk karya akhir. Karya akhir ini berisikan latar belakang penelitian dengan menjelaskan permasalahan yang ada pada Universitas XYZ dan disertai rumusan pertanyaan penelitian, kemudian dilanjutkan dengan studi literatur untuk menentukan kerangka kerja pemilihan strategi disaster recovery sebagai acuan penentuan teknologi DRS. Selanjutnya disusunlah metodologi penelitian yang menjelaskan langkah-langkah dalam melaksanakan penelitian untuk menentukan teknologi DRS pada Universitas XYZ. Pada pembahasan dilakukan analisis terkait dampak dan kecenderungan resiko kegagalan sistem untuk menentukan tingkat kerawanan sistem pendukung layanan pada Universitas XYZ. Berdasarkan tingkat kerawanan sistem tersebut, selanjutnya dilakukan penentuan disaster recovery – tier dan teknologi DRS yang sesuai. Pada akhir karya akhir disusunlah kesimpulan beserta saran terkait penelitian.

ABSTRACT
As an education institution that provide complex information, that information is a vital part of running the business process at the University of XYZ. These conditions require University of XYZ to provide and maintain the continuity of access to information. Ensuring the availability of access to information should be supported by a reliable IT infrastructure that able to avoid system failures due to a disaster. To achieve this goal, the University of XYZ shall have the IT infrastructure that comes with the Disaster Recovery System (DRS). This study aimed to determine the appropriate technology of Disaster Recovery System (DRS) to ensure the availability of access to information on the University of XYZ. This study set out in the form of the final work. The work contains of the research background to explain the problems that existed at University of XYZ and completed with research question, followed by a study of the literature to determine the framework of disaster recovery straregy selection as the reference for choosing DRS technology. Methodology was formulated to explain the steps in conducting research to determine the DRS technology at University of XYZ. In the discussion, there is an analysis of impact and likehood of system failure to determine the vulnerability of the system supporting services at University of XYZ. Approriate disaster recovery – tier and DRS technologies are choosen based on systems vulnerability. At the end of the final work, there is composed a summary and some suggestion related the work."
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Manalu, Sonya Rapinta
"Pengelolaan kinerja secara efektif merupakan salah satu faktor kunci untuk meningkatkan kinerja bisnis organisasi. Pengukuran kinerja yang efektif mencakup proses pengukuran hasil kerja secara objektif melalui serangkaian indikator kinerja yang tepat. Indikator ini disebut dengan Key Performance Indicator (KPI) yang diselaraskan dengan strategi organisasi yang disusun melalui BSC. BCS organisasi dapat diturunkan atau cascade menjadi BSC departemen, sehingga masing-masing bagian dalam organisasi memahami apa peran yang harus diberikan guna mencapai tujuan organisasi.
Dengan menggunakan studi literatur dan studi kasus pada karya ilmiah ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana menurunkan BSC organisasi menjadi BSC departemen dengan menggunakan framework strategy map atau peta strategi hingga dapat ditetapkan sasaran strategi, KPI, target dan inisiatif dari departemen. Studi kasus karya ilmiah ini adalah yayasan XZY, dimana akan dilakukan cascading BSC yayasan XYZ menjadi BSC direktorat TI hingga memperoleh sasaran strategi, KPI, target dan inisiatif direktorat TI.

Effective performance management is one of the key factors to improve the organization's business performance. Effective performance measurement includes measurement of result objectively through a series of appropriate performance indicators. This indicator is called as Key Performance Indicator (KPI) that is aligned with the organizational strategy developed through the BSC. BCS organization can be cascaded into BSC departments, so each part of the organization understands what role should be given to achieve organizational goals.
By literature and case studies, this research will explain more about how to cascade organization BSC become department BSC to obtain strategic objectives, KPIs, targets and initiatives strategy of the department. Case study of this research is XZY IT directorate, which will cascade XYZ BSC become BSC IT directorate to obtain strategic objectives, KPIs, targets and initiatives strategy IT directorate.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>