Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 144683 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Hendarsono
"Depok merupakan kota yang berkembang cukup pesat. Perkembangan ini seiring dengan perkembangan usaha futsal. Perkembangan usaha futsal ini tentunya memiliki perbedaan karakteristik pelanggan sendiri. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menghitung jumlah lapangan futsal indoor yang berada di kota Depok, dan dikelompokkan berdasarkan penggunaan tanah dan kelas jalan. Hasil yang didapatkan adalah lokasi futsal di penggunaan tanah permukiman sebagian besar berada pada kelas jalan lokal, pada penggunaan tanah perdagangan hanya berada pada kelas jalan kolektor dan lokal, pada pengguaan tanah industri hanya ada pada kelas jalan arteri dan lokal.
Pola karakteristik pelanggannya adalah lokasi usaha futsal yang memiliki karakteristik pelanggan dominasi usia pelajar berada pada penggunaan tanah pemukiman dan perdagangan dengan kelas jalan lokal, sedangkan yang memiliki pola karakteristik pelanggan dominasi usia pekerja hanya berada pada penggunaan tanah industri dengan kelas jalan arteri dan lokal.

Depok is a city that developed rapidly. This development is in line with the development of futsal business. The development is certainly has its own different characteristics of customers. The method used was quantitative method by counting the number of indoor futsal court in Depok city, and stratified by land use and road class. The result is the location of futsal in the land use settlements are mostly located on the local road class, the land use of trading is just a collector and local roads, the only existing industrial land use is local arterial roads.
Characteristic patterns of customers is a business location that has the characteristics of customer futsal domination at the age of students are residential and commercial land use with a class of local roads, while the customer characteristic patterns of domination are at working age only with the industrial land use classes and local arterial roads.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S42310
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Haris Prattama
"Perkembangan usaha futsal di wilayah DKI Jakarta tergolong pesat khususnya pada Kota Jakarta Selatan. Lokasi usaha futsal tersebut memiliki ciri yang berbeda-beda. Ciri yang dimaksud dapat dilihat dari karkteristik lokasi dan karakteristik usaha. Fokus dari penelitian ini adalah pola persebaran lokasi usaha futsal dan karakteristik lokasi usaha futsal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola persebaran dan karakteristik lokasi usaha futsal di Kota Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan korelasi antar penciri pengelompokan usaha futsal, metode pendekatan keruangan dan analisis deskriptif digunakan untuk menjawab masalah penelitian. Hasilnya adalah faktor penggunaan tanah dan kelas jalan memiliki kecenderungan sebagai faktor yang menentukan sebaran lokasi usah futsal di Kota Jakarta Selatan.

Development of futsal business in Jakarta area classified as rapidly especially in South Jakarta City. The futsal business location has different characteristics. Traits in question can be seen from the characteristics of the location dan characteristics of the business. The focus of this research is the distribution pattern of futsal business location and characteristics of the futsal business location. The purpose of this study was to determine the distribution patterns and characteristics of futsal business location in South Jakarta City. This study used qualitative methods to obtain inter-correlation identifier futsal business grouping, spatial approaches and methods used descriptive analysis to answer the research problem. The result is a factor of land use and road class has a tendency to be a factor determining the distribution of futsal business location in South Jakarta City.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S57596
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ralpy Machio
"Skripsi ini membahas tentang aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi muncul banyaknya lapangan futsal milik swasta di perkotaan. Adapun hasil dari penelitian ini menyimpulkan ada beberapa aspek yang mempengaruhi munculnya lapangan futsal milik swasta tersebut, seperti: Futsal hadir sebagai solusi yang efektif dan efisien terhadap sulitnya bermain sepakbola di perkotaan, dikarenakan kurangnya fasilitas olahraga dan ruang terbuka. Fasilitas olahraga yang tersedia masih belum mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna. Selain itu, rutinitas masyarakat urbanyang sangat padat menyebabkan terjadinya pergeseran perilaku masyarakat yang cenderung memilih fasilitas swasta untuk berolahraga. Hal ini dikarenakan fasilitas milik swasta bisa memberikan kepuasan, keamanan, dan kenyamanan bagi pengguna. Hadirnya olahraga futsal diikuti dengan munculnya lapangan futsal milik swasta ini memberikan kemudahan bagi masyarakat perkotaan untuk berolahraga.
This writing is talking about any aspects that influence the emergent of many private futsal courts in the urban. From this writing, the conclusion is there are some aspects that influence the emergent of those private futsal court, for example futsal exist as an effective solution upon the difficulty to play football in the urban, due to lack of sports facilities and open space, due to lack of sports facilities and open space. Sports facilities available are still not able to provide security and comfort for the user. In addition, the routines of urban society, which is very busy causes, the shifting attitudes of society who tend to choose private facilities for exercise. It's because private-owned facilities can provide satisfaction, safety, and convenience for users. The existence of futsal followed by the development of private futsal court give the chance for the people to do sport easily."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S389
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hasna Salsabila
"Taman kota sebagai ruang terbuka hijau merupakan elemen penting bagi kehidupan di perkotaan. Kota Depok mempunyai taman kota yang berfungsi ekologis, sosial, budaya maupun estetika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik lokasi taman kota yang dilihat dari aspek site dan situation serta hubungan karakteristik lokasi taman kota tersebut dengan pengunjungnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan keruangan dan menggunakan analisis statistik chi-square untuk melihat hubungan antar variabel.
Hasil penelitian ini adalah karakteristik lokasi taman kota di Kota Depok dikelompokkan menjadi empat tipe taman yaitu Tipe Cukup Memadai Kurang Strategis, Tipe Memadai Kurang Strategis, Tipe Cukup Memadai Strategis, dan Tipe Memadai Strategis. Sebagian besar taman kota di Kota Depok termasuk pada Tipe Cukup Memadai Strategis dan Tipe Memadai Strategis. Karakteristik lokasi taman kota di Kota Depok tidak mempunyai hubungan dengan pengunjungnya. Berdasarkan jumlah pengunjung, kegiatan pengunjung, tipe pengunjung, frekuensi kunjungan, serta persepsi pengunjung mengenai taman kota, tidak terdapat taman kota di Kota Depok yang memiliki karakteristik lokasi khusus.

City park as a green open space is an important element for urban life. Depok city has a city park that serves ecological, social, cultural and aesthetic. This study aims to analyze the characteristics of the city park location seen from the site and situation aspects and relationship characteristics of the city park location with visitors of city park. This research is a descriptive research with spatial approach and using chi square statistical analysis to see the relationship between variables.
The result of this research is characteristic of city park location in Depok City grouped into four type of park, that is type of "Cukup Memadai Kurang Strategis", type of "Memadai Kurang Strategis", type of "Cukup Memadai Strategis" , and type of "Memadai Strategis". Most of the city parks in Depok City are in the Type of "Cukup Memadai Strategis" and the Type of "Memadai Strategis". There are no relationship between characteristic of city park location in Depok City and visitors. Based on the number of visitors, visitor activity, visitor type, visit frequency, and visitor perception about city park, there is no city park in Depok City which has special location characteristic.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S67815
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Febrina Nabilah
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik lokasi Pasar Kaget di Kota Depok berdasarkan site dan situation, karakteristik pengunjung, dan motivasi pengunjung. Metode yang digunakan adalah analisa spasial dan deskriptif yang akan dihubungkan dengan karakteristik dan motivasi pengunjung.
Kesimpulan dari hasil analisis yaitu:
1. Karakteristik lokasi Pasar Kaget paling dominan adalah Pasar Kaget dengan tipe "rendah bervariatif" serta berada di situation dengan permukiman teratur dan tidak ada trayek angkutan umum yang melewati lokasi Pasar Kaget.
2. Karakteristik pengunjung paling dominan adalah para pengunjung yang berasal dari dalam Kota Depok serta komoditas barang yang dibeli yaitu non makanan. Motivasi pengunjung yang paling dominan di Pasar Kaget adalah pengunjung dengan orientasi rekreasi.
3. Pasar Kaget "tinggi bervariatif" yang berada di pola permukiman tidak teratur serta ada trayek, Pasar Kaget "rendah bervariatif" yang berada di pola permukiman teratur serta tidak ada trayek, dan Pasar Kaget "rendah tidak bervariatif" yang berada di pola permukiman tidak teratur serta ada trayek, ketiganya masing-masing memiliki pengunjung yang berasal dari dalam Kota Depok serta komoditas barang yang dibeli yaitu non makanan dengan motivasi pengunjung berupa orientasi rekreasi.
Pasar Kaget "rendah bervariatif" yang berada di pola permukiman teratur serta tidak ada trayek dengan motivasi pengunjung yaitu orientasi ekonomi dan Pasar Kaget "rendah bervariatif" yang berada di pola permukiman tidak teratur serta tidak ada trayek dengan motivasi pengunjung yaitu orientasi rekreasi, keduanya masing-masing memiliki pengunjung yang berasal dari dalam Kota Depok serta komoditas barang yang dibeli yaitu non makanan serta makanan. Pasar Kaget "tinggi bervariatif" yang berada di pola permukiman teratur serta tidak ada trayek, memiliki pengunjung yang berasal dari dalam Kota Depok serta komoditas barang yang dibeli berupa non makanan dengan motivasi pengunjung yaitu orientasi ekonomi.

This study aims to analyze the characteristics of the location of Pasar Kaget in Depok City based on site and situation, characteristics of visitors, and motivation of visitors. The method used spatial and descriptive analysis that will be connected with the characteristics and motivation of the visitors.
The results of the analysis are:
1. The most dominant characteristics of the location is Pasar Kaget with the type low vary as well as in the regular settlements situation and there is no public transport route that passes the location.
2. The most dominant visitors who came from Depok City with the commodity items purchased are non food.
3. Pasar Kaget with the type high vary as well as in the irregular settlement situation and there is a public transport route, Pasar Kaget with the type low vary rdquo as well as in the regular settlements situation and there is no public transport route, and Pasar Kaget with the type low not vary as well as in the irregular settlements situation and there is no public transport routes, each has a visitor who came from Depok City and the commodity items purchased are non food with the motivation of visitors is recreation.
Pasar Kaget with the type low vary as well as in the regular settlements situation and there is no public transportation route with the motivation of visitors is economic and Pasar Kaget with the type low vary as well as in the irregular settlements situation and there is no public transportation route with the motivation of visitors is recreation with the visitors who come from Depok City and the commodity items purchased is non food and food. Pasar Kaget with the type high vary as well as in a regular settlement situation and there is no public transportation route is have a visitors who came from Depok City as well as the commodity items purchased is non food with motivation of visitor is economic.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S68208
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahma Hijrisanitri
"Kota Depok memiliki banyak lokasi usaha tanaman hias, dan dua pertiganya berada di Kecamatan Sawangan. Lokasi usaha tersebut memiliki karakteristik yang sama, dan jenis variannya pun sama. Dalam penelitian ini penulis ingin mengkaji tentang karakteristik lokasi usaha tanaman hias di Kecamatan Sawangan dan hubungannya dengan omzet. Analisis dilakukan dengan menggunakan peta dan tabel.Peta digunakan untuk mendapatkan perbedaan karakteristik berdasarkan lokasinya dan tabel digunakan untuk menentukan harkat (kategori) dari lokasinya. Berdasarkan hasil asosiasi semua variabel, didapatkan tiga kategori area karakteristik lokasi unit usaha tanaman hias di Kecamatan Sawangan, Depok, yakni area yang sangat baik, baik, dan kurang baik. Karakteristik lokasi unit usaha sangat baik terdapat di area yang dekat atau berada di jalan arteri dengan jumlah kios yang tinggi dan menawarkan jumlah varian yang memiliki keragaman tinggi. Karakteristik lokasi unit usaha yang baik terdapat di lokasi yang agak jauh dari jalan arteri dan berada di jalan kolektor dengan jumlah kios yang rendah dan menawarkan jumlah varian yang memiliki keragaman sedang. Karakteristik lokasi unit usaha yang kurang baik hanya berada di lokasi yang agak jauh dari jalan arteri dan berada di jalan kolektor dengan jumlah kios yang rendah dan menawarkan jumlah varian yang memiliki keragaman rendah. Jumlah varian dan luas kios paling berpengaruh terhadap omzet."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2009
S34101
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tyas Anggraeni
"Perkembangan minimarket yang pesat di Kota Depok membuat keberadaannya menjadi perhatian baik dari konsumen maupun pemerintah. Dikhawatirkan keberadaanya menimbulkan suatu perubahan fungsi keruangan kota tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisa pola persebaran minimarket di Kota Depok dan kesesuaian dengan peraturan terkait. Selain itu dalam penelitian ini juga menganalisa faktor-faktor yang di duga mempengaruhi jumlah minimarket di Kota Depok dengan mempertimbangkan keterkaitan antar wilayah kelurahan. Hasil analisis Sistem informasi geografi pola persebaran minimarket yaitu berpola sistemik. Penyebarannya yaitu banyak di kepadatan penduduk tinggi, perumahan, dan infratruktur jalan baik. Sedangkan hasil analisis regresi spasial menunjukkan adanya hubungan depedensi spasial antar jumlah minimarket yang dijelaskan oleh spatial error model. Identifikasi dengan spasial error model meyakinkan bahwa beberapa variabel yang tidak termasuk dalam model tetapi signifikan mempegaruhi secara spasial, seperti harga tanah dan kebijakan pemerintah.

The rapid development of mini market in Depok City makes its presence a concern both from consumers and government. It is feared its existence will cause a change in spatial function of the city. This study aims to analyze the pattern of minimarket distribution in Depok City and compliance with relevant regulations. In addition, in this study also analyzed the factors that are suspected to affect the number of minimarkets in Depok City by considering the inter regional relationships between districts. The result of geographic information system of minimarket distribution pattern that is patterned systemically. The location of minimarket is influenced by population density, housing, and quality of road infrastructure. There is a spatial dependence among the location of minimarkets in a form of spatial error model. The identification of spatial error is believed that there are several variables which are not included in the model but has an important role spatially, namely the price of land and local government policy."
Depok: Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Harjanti Wilujeng
"Kehidupan perkotaan yang dinamis dan meningkatnya aktivitas di luar rumah
menyebabkan terciptanya gaya hidup yang sifatnya instant termasuk dalam hal
menyediakan makanan. Pola ini menciptakan peluang dalam bisnis kuliner yaitu
penyediaan makanan siap santap. Salah satu rumah makan yang cukup unik di
Kota Depok adalah Rumah Makan Tiktok Van Depok (TVD). Rumah makan ini
menghidangkan masakan berbahan baku unggas hasil persilangan itik dan entok.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lokasi serta konsumen
pada outlet Rumah Makan Tiktok Van Depok yang dijelaskan dengan
menggunakan analisis deskriptif dan pendekatan keruangan. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa lokasi outlet yang berdekatan atau bahkan berjejer berada
pada jalur jalan yang sama menimbulkan persaingan antar outlet itu sendiri
sehingga konsumen yang didapatkan/datang tidak maksimal. Jangkauan
pelayanan ideal pada outlet TVD 1 lebih luas karena karakteristik lokasinya yang
berbeda, yakni di wilayah permukiman dan posisinya yang terpisah dari ketiga
outlet yang lain. Karakteristik konsumen tidak berbeda diantara outlet yang ada.
Fasilitas dan lokasi setiap outlet tidak memperlihatkan adanya perbedaan
karakteristik konsumen."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
S34160
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Almusafia Putri
"ABSTRAK
Hallyu Wave merupakan fenomena penyebaran budaya Korea ke seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Persebaran ini diawali dari sektor hiburan yang merambah kepada produk budaya Korea lainnya yaitu makanan,sehingga memunculkan bisnis restoran Korea. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat karakteristik lokasi restoran Korea dan karakteristik konsumen di Kota Depok dengan menggunakan metode analisis spasial deskriptif sehingga membentuk sebuah pola. Hasil
penelitian menunjukan restoran Korea di Kota Depok memiliki lokasi dengan
aksesibilitas baik dan dekat dengan pasar/targetnya yaitu mahasiswa. Pada site Kpop terbentuk pola kunjungan konsumen dengan durasi lama selama berada di restoran dengan frekuensi yang jarang dan pengaruh niai hedonis serta likability yang kuat terhadap musik dan drama Korea. Pada situation yang strategis terbentuk pola kunjungan konsumen dengan durasi lama, frekuensi jarang dan pengaruh nilai hedonis serta likability terhadap musik yang kuat.

ABSTRACT
Hallyu Wave is a phenomenon of Korean culture spreading to the whole world, without exception Indonesia. This spread begins with the entertainment sector that extends to other Korean cultural products such as food, resulting in Korean restaurant business. This research is intended to see the characteristics of Korean restaurant location and consumer characteristics in Depok by using descriptive spatial analysis method to form a pattern. The results showed that Korean restaurants in Depok have great locations with good accessibility and close to the market / target, which is students. On the Kpop site, a long-term customer visit pattern is established in restaurants with sparse frequency and heady influence and
strong likability for Korean music and drama. In strategic situations, it is formed a customer pattern with long duration and rare frequency, and also influenced by hedonic value, along with strong music likability."
2017
S69361
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizka Wirasatya
"ABSTRAK
Dalam pembentukan suatu kota sangat penting keberadaan tempat untuk hangout bagi para penduduknya, terutama bagi para remaja yang memang membutuhkan tempat tersebut sebagai sarana hiburan. Kegiatan hangout saat ini sudah menjadi gaya hidup bagi masyarakat perkotaan. Gaya hidup masyarakat modern, khususnya remaja secara perlahan didominasi oleh kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi diri, maka para remaja ditentukan berdasarkan kemampuan ekonominya dan karakteristik psikografisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemilihan lokasi hangout remaja baik yang formal maupun yang informal, serta mengetahui pola pemilihan lokasi hangout remaja Kota Depok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan secara keruangan untuk menjelaskan data-data yang diperoleh di lapangan dari hasil kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan para remaja dengan uang saku yang tinggi dan memiliki gaya hidup hedonis cenderung lebih memilih lokasi hangout formal yang berada di kawasan CBD Kota Depok, yaitu di sepanjang jalan Margonda Raya. Remaja dengan karakteristik tersebut tidak peduli dengan jarak yang ditempuh, walaupun jaraknya tidak dekat, namun karena nyaman dengan suatu tempat maka para remaja tetap memilih lokasi hangout tersebut. Remaja dengan kekuatan ekonomi yang rendah dan memiliki gaya hidup proletar cenderung memilih lokasi hangout yang dekat dengan tempat tinggalnya. Dalam pembentukan suatu kota sangat penting keberadaan tempat untuk hangout bagi para penduduknya, terutama bagi para remaja yang memang membutuhkan tempat tersebut sebagai sarana hiburan. Kegiatan hangout saat ini sudah menjadi gaya hidup bagi masyarakat perkotaan. Gaya hidup masyarakat modern, khususnya remaja secara perlahan didominasi oleh kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi diri, maka para remaja ditentukan berdasarkan kemampuan ekonominya dan karakteristik psikografisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemilihan lokasi hangout remaja baik yang formal maupun yang informal, serta mengetahui pola pemilihan lokasi hangout remaja Kota Depok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan secara keruangan untuk menjelaskan data-data yang diperoleh di lapangan dari hasil kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan para remaja dengan uang saku yang tinggi dan memiliki gaya hidup hedonis cenderung lebih memilih lokasi hangout formal yang berada di kawasan CBD Kota Depok, yaitu di sepanjang jalan Margonda Raya. Remaja dengan karakteristik tersebut tidak peduli dengan jarak yang ditempuh, walaupun jaraknya tidak dekat, namun karena nyaman dengan suatu tempat maka para remaja tetap memilih lokasi hangout tersebut. Remaja dengan kekuatan ekonomi yang rendah dan memiliki gaya hidup proletar cenderung memilih lokasi hangout yang dekat dengan tempat tinggalnya.

ABSTRACT
In the forming of a city the existence of a place for hangout is very important, especially for teenagers who really need it as a means of entertainment. Hangout activity has now become a lifestyle for urban communities. The lifestyles of modern society, especially adolescents are slowly dominated by the need for self esteem and self actualization, then adolescents are determined on the basis of their demographic characteristic and psycographic characteristic. This study aims to determine the pattern of election of teenagers hangout location either it is formal or informal, and knowing the pattern of teens hangout location selection in Depok City. The method used in this research is descriptive analysis with spatial approach to explain the data obtained in the field from the results of the questionnaire. The results showed that teenagers with high pocket money and hedonistic lifestyle tend to spent their money on formal hangout location in the CBD area of Depok City, which is along Margonda Raya road. Teenagers with these characteristic are not concerned with the distance traveled, although the distance is not close, but because the location is within the preference of them then teenagers still choose the location wherever it is. Teenagers with low economic strength and proletarian lifestyle tend to choose a hangout location close to where they live."
2017
S68363
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>