Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7988 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nasrul Nabil Sangadji
"ABSTRAK
Pada skripsi ini dilakukan perancangan model senjata magnet dengan kapasitor
dan lilitan yang berbeda-beda. Perancangan ini bertujuan untuk mengetahui
perbandingan antara kapasitor dan lilitan yang berbeda-beda terhadap kecepatan
peluru senjata magnet. Nilai kapasitor dan lilitan ini mempengaruhi kecepatan
peluru pada senjata magnet.Dengan menggunakan tegangan 32V dan dengan
Nlilitan= 72, kecepatan peluru dengan menggunakan kapasitor 37,6 mF adalah
sebesar 10.75m/s. Sedangkan untuk tegangan yang sama dengan Nlilitan= 102 dan
kapasitor 70mF kecepatan peluru sebesar18,18m/s. Semakin besar nilai
kapasitansi dan induktansi maka kecepatan peluru akan semakin tinggi.

ABSTRACT
A coil gun model with different value capacitor dan inductor were designed in this
final project. This design aims to determine the ratio between different value of
capacitor and inductor to the projectile velocity. Value of capacitor and inductor
affect the projectile velocity. Using 32 VDC battery, 37.6 mF capacitor and
Ncoil=72, the projectile velocity is 10,75 m/s. With the same battery, 70mF and
Ncoil=102, the procjectile velocity. is 18,18 m/s. The more value of inductor and
capacitor, the more projectile velocity."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42140
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Azwar Manaf
"ABSTRAK
Telah dilanjutkan suatu studi teoritik dan eksperimental tentang magnet permanen Nd-Fe-B. Studi teoritik melibatkan teori klasik Stoner-Wohlfarth (S-W) dengan mengikut sertakan efek interaksi antar partikel (yang absen pada asumsi S-W). Hasil komputasi menunjukkan bahwa efek interaksi menurunkan koersifitas intrinsik magnet Nd-Fe-B. Terdapat kesesuaian secara kualitatip antara nilai komputasi dan nilai eksperimental meskipun terdapat perbedaan yang sangat besar secara kuantitatip. Baik model komputasi yang dikembangkan maupun optimasi sifat dari pengukuran eksperimental masih harus sama-sama menjalani perbaikan.
Studi eksperimental melibatkan dua proses berbeda untuk memproduksi magnet permanen Nd-Fe-B yaitu masing-masing proses konvensional sintering dan proses modern meltspinnig. Pada proses konvensional telah berhasil dipertahankan fasa utama Nd2Fe14B yang merupakan fasa magnetik magnet permanen setelah melalui tahapan sintering dan aniling meskipun masih teramati adanya fasa oksida yang seharusnya dihindarkan. Magnet permanen Nd-Fe-B untuk tiga komposisi berbeda (komposisi stoildometri; komposisi kaya Nd dan komposisi yang mengandungg Dy) telah dipelajari. Ketiga jenis magnet mencapai densitas medekati 100 % nilai teoritik dengan penggunaan tekanan sebesar 121 MPa untuk menghasilkan green compact dengan densitas 77 % dan densifikasi dicapai setelah proses anil pada temperatur -- 1100 °C selama 1 - 2 jam. Studi XRD menunjukkan bahwa magnet sinter komposisi stoildometri masih mengandung fasa kedua (a-Fe) yang diduga berasal dan sistem milling sedangkan magnet sinter Nd-Fe-B kaya Nd memiliki fasa kedua fasa kaya Nd. Magnet sinter yang dihasilkan menunjukkan koersivitas yang sangat tinggi demikian sehingga medan luar 1,5 T tidak cukup tinggi untuk menginduksi magnetisasi magnet. Ini memberikan loop histeresis yang tidak dapat dievaluasi.
Penelitian terhadap pita alloy Nd-Fe,Co-B material magnetik dengan teknik meltspinning menunjukkan bahwa pita alloy membentuk struktur nanokomposit sistem Nd.(Fe-Co)14BIFe-Co . Struktur nanokomposit ini memberikan ratio antara remanen dan polarisasi total > 0,5 meskipun diturunkan dari loop minor. Pengukuran temperatur transisi menyimpulkan bahwa subsitusi Co terhadap Fe pada fasa Nd2Fe14B meningkatkan Tc secara progresif dari 310 °C sampai 650 °C. Ukuran-ukuran kristal kedua fasa adalah sangat lulus (berskala manometer) sehingga memberikan efek interaksi. Namun efek interaksi tidak signifikan pada nilai Tc."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1996
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Zulkarnain
"Magnet permanen berbasis Sm-Fe-N merupakan magnet kelas baru yang ditemukan pada tahun 1990. Sejak ditemukan fasa magnetik ini telah banyak studi lanjutan yang dilakukan terutama sekali untuk meningkatkan sifat magnetiknya. Dalam penelitian ini telah dilakukan analisis sifat magnetik dan struktur material magnet permanen berbasis Sm-Fe-N dengan komposisi nominal (SmxFe1oo-x)o.97N3, x = 6; 7,5; 9; 11,5 (at. %). Preparasi sampel dilakukan dengan teknik metalurgi serbuk menggunakan ball mill berenergi tinggi dan paduan nitrida didapatkan melalui reaksi gas-padatan. Kompaksi dilakukan dengan teknik kompaksi kejut.
Hasil identifikasi fasa dengan difraksi sinar-x menunjukkan bahwa fasa mayoritas yang hadir adalah Sm2Fe17N3 dengan struktur Th2Zn17 (rhombohedral) dihitung sekitar 90 %. Disamping itu hadir pula fasa kedua yaitu a-Fe sebagai konsekuensi komposisi di luar stoikiometri. Khusus untuk komposisi pada x = 11,5 terdapat kehadiran fasa SmN sebesar 0,14 %.
Hasil perhitungan konstanta kisi dengan metode Cohen memperlihatkan kesesuaian dengan nilai publikasi dan variasi komposisi magnet Sm-Fe-N tidak menyebabkan distorsi pada kisikisi kristal Sm2Fe17N3. Hasil analisis sifat magnetik diketahui terdapat peningkatan koersivitas dengan pertambahan kandungan Sm dalam' komposisi. Sedangkan harga remanen yang didapat melewati batas teoritis Stoner-Wohlfarth - 0,8 T. Namun secara umum remanen menurun dengan adanya peningkatan Sm. Demikian pula terjadi penurunan pada energi produk maksimum, (BH)n,. dengan bertambahnya kandungan Sm dalam komposisi.

Sm-Fe-N based permanent magnet belong to a new class of magnets were discovery in 1990. Since the discovery, a number of studies have been made to improve the magnetic properties. In this work, magnetic properties and materials structure of Sm-Fe-N based permanent magnets with (Sm)(Feio0.. )o,97N3 x = 6; 7,5; 9; 11,5 atomic persent composition have been analysed. Samples were prepared by powder metallurgy using high energy ball mills, then samples were nitrided using solid-gas reaction and subsequently compacted by shock compaction method.
Phase identification by XRD indicated that Sm2Fei7N3 is the majority magnetic phase with a volume fraction up to - 90 °I°. In addition, it was also identified an a-Fe as the second phase due to unstoichiometric composition of the magnet. Specially for x = 11,5 (at.%) also identified an SmN phase about 0,14 %. Lattice constants value of main phase that determined by Cohen's method is similar to that of published result. It is also shown that compositions of the magnets have no effect to lattice constants of main Sm2Fei7N3 phase.
The result of magnetic properties is increasing the coercivity with additional content of Sm composition. But the remanen value which is obtained more than Stoner-Wohlfarth theory - 0,8 T. In general, the remanen reduces by adding Sm. Also the maximum of product energy, (BH)max, is reduced by adding the content of Sm in the composition.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Bambang Hermanto
"[ABSTRAK
Pada laporan akhir tesis ini telah dikembangkan suatu sistem untuk magnetisasi
bahan magnet menjadi magnet permanen dan demagnetisasi dengan
mengurangi kuat medan magnet suatu magnet permanen. Sistem ini digunakan
untuk magnetisasi bahan magnet seperti Ferit, PrFeB, NdFeB dan jenis
bahan magnet yang lain. Bahan magnet dapat dimagnetisasi menjadi magnet
permanen dengan menerapkan medan magnet sampai diatas titik saturasi
magnet dari bahan magnet pada waktu singkat atau dikenal dengan impulse
magnetizer. Penerapan medan magnet menghasilkan momen magnetik dan
memaksa domain-domain magnetik secara bertahap mengikuti arah medan
magnet yang diterapkan. Jika medan magnet eksternal lebih kuat dari medan
magnet saturasi magnetik dari bahan magnet maka domain-domain magnetik
akan diorientasikan dengan arah yang baru. Sistem ini menggunakan kapasitor
untuk menyimpan muatan listrik dan kemudian diterapkan pada lilitan
kawat berbentuk solenoid multi lapis. Pada tesis ini telah berhasil melakukan
magnetisasi dan demagnetisasi bahan magnet Ferit, PrFeB dan NdFeB dengan
ukuran bahan maksimal 26mm.

ABSTRACT
On this nal thesis report has been developed a system for the magnetization
of the magnetic material become permanent magnets and demagnetization
by reducing the magnetic eld strength of a permanent magnet. This system
is used for magnetize the magnetic material such as Ferrite, PrFeB, NdFeB
magnets and other types of magnetic materials. Magnetic material can be
magnetized into a permanent magnet by applying a magnetic eld above the
saturation point of the magnetic material in a short time, known as impulse
magnetizer. Application of a magnetic eld generates a magnetic moment and
domain-domain magnetic force gradually follow the direction of the applied
magnetic eld. If the external magnetic eld is stronger than the magnetic
eld of a magnetic saturation of the magnetic material, the magnetic domains
will be oriented to the new direction. This system uses a capacitor to store
electrical charge and then applied to the multi-layer solenoid or coil by discharging
process. On this thesis has been successfully doing magnetization
and demagnetization magnetic materials such as Ferrite, NdFeB, PrFeB with
a maximum material size of 26mm.;On this nal thesis report has been developed a system for the magnetization
of the magnetic material become permanent magnets and demagnetization
by reducing the magnetic eld strength of a permanent magnet. This system
is used for magnetize the magnetic material such as Ferrite, PrFeB, NdFeB
magnets and other types of magnetic materials. Magnetic material can be
magnetized into a permanent magnet by applying a magnetic eld above the
saturation point of the magnetic material in a short time, known as impulse
magnetizer. Application of a magnetic eld generates a magnetic moment and
domain-domain magnetic force gradually follow the direction of the applied
magnetic eld. If the external magnetic eld is stronger than the magnetic
eld of a magnetic saturation of the magnetic material, the magnetic domains
will be oriented to the new direction. This system uses a capacitor to store
electrical charge and then applied to the multi-layer solenoid or coil by discharging
process. On this thesis has been successfully doing magnetization
and demagnetization magnetic materials such as Ferrite, NdFeB, PrFeB with
a maximum material size of 26mm., On this nal thesis report has been developed a system for the magnetization
of the magnetic material become permanent magnets and demagnetization
by reducing the magnetic eld strength of a permanent magnet. This system
is used for magnetize the magnetic material such as Ferrite, PrFeB, NdFeB
magnets and other types of magnetic materials. Magnetic material can be
magnetized into a permanent magnet by applying a magnetic eld above the
saturation point of the magnetic material in a short time, known as impulse
magnetizer. Application of a magnetic eld generates a magnetic moment and
domain-domain magnetic force gradually follow the direction of the applied
magnetic eld. If the external magnetic eld is stronger than the magnetic
eld of a magnetic saturation of the magnetic material, the magnetic domains
will be oriented to the new direction. This system uses a capacitor to store
electrical charge and then applied to the multi-layer solenoid or coil by discharging
process. On this thesis has been successfully doing magnetization
and demagnetization magnetic materials such as Ferrite, NdFeB, PrFeB with
a maximum material size of 26mm.]"
2015
T43886
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Arya Gamma Aditia
"Sensor pick-up coil telah dibuat sebagai alat ukur medan magnet yang berubah terhadap waktu. Sistem ini dapat mengukur medan magnet pada solenoid yang dialiri arus dan hasilnya ditampilkan pada panel LabVIEW. Sensor pick-up coil yang digunakan pada penelitian ini berupa lilitan kawat email 0,5mm yang digunakan untuk mendeteksi medan magnet di dalam solenoid. Kumparan sensor pickup coil akan memberikan output berupa tegangan keluaran berdasarkan prinsip perubahan fluks magnetik. Alat ukur ini dapat mengukur medan magnet dengan batas pengukuran 8 hingga 150 Gauss.

Sensor coil pick-up have been designed and constructed to measure time varying magnetic field. This system can measure the magnetic field when the solenoid is energized and the results are displayed in the LabVIEW. Pick-up coil sensor used in this research of 0.5 mm wire windings used to detect the magnetic field inside the solenoid. Sensor coil pickup coil has output a voltage based on the principle of change of magnetic flux. This instrument has can measure the magnetic field with the limits of 8 to 150 Gauss."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
S53994
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Philadelphia, PA: M. W. Lads Publishing Company, 1963
538 MAG
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Febie Permata Sari
"

Telah dilakukan penelitian mengenai struktur kristal, morfologi dan sifat magnetic bahan Nd1-xSrxMnO3 (x = 0, 0.2, 0.4, 0.6, 0.8, 1) dengan metode sol-gel. Divariasikan substitusi Sr terhadap senyawa NdMnO3. Efek dari substitusi Sr terhadap NdMnO3 didapatkan dari perbedaan struktur kristal, morfologi, dan sifa magnetic setiap variasi komposisi Sr. Dengan karakterisasi struktur kristal menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD) dan karakterisasi morfologi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) serta karakterisasi sifat magnetik menggunakan Vibrating Sample Magnetometer (VSM). Hasil XRD menunjukkan bahwa komposisi Sr di NdMnO3 tidak mengubah struktur kristal dari perovskite tersebut, tetapi parameter kisi dari struktur kristal berubah tiap komposisi Sr nya. Bentuk dan ukuran grain partikel juga sangat berbeda tiap komposisi Sr nya, hal ini menunjukkan bahwa komposisi Sr di NdMnO3 memang dapat mengubah strukur kristal, morfologi, dan sifat magnetik manganit perovskite NdMnO3.


Research on the crystal structure, morphology and magnetic properties of Nd1- xSrxMnO3 (x = 0, 0.2, 0.4, 0.6, 0.8, 1) was carried out using the sol-gel method. The Sr substitution of NdMnO3 was varied. The effect of Sr substitution on NdMnO3 was obtained from differences in crystal structure, morphology, and magnetic properties for each variation in the composition of Sr. With characterization of crystal structure using X-Ray Diffractometer (XRD) and morphological characterization using Scanning Electron Microscope (SEM) and characterization of magnetic properties using a Vibrating Sample Magnetometer (VSM). XRD results showed that the Sr composition in NdMnO3 change the crystal structure of the perovskite and the lattice parameters of the crystal structure changed with each Sr. composition. The shape and grain size of the particles are also very different for each Sr. composition, this shows that the Sr composition in NdMnO3 can indeed change the crystal structure, morphology, and magnetic properties of the NdMnO3 perovskite manganite.

 

"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>