Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 124823 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Lianasanti
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1984
S6548
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammad Zaky
"Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan obat dalam pengobatan sendiri, menguji hubungan antara pengetahuan, sikap dan ketersediaaan anggaran kesehatan dengan efektifitas penggunaan obat dalam pengobatan sendiri, mendapatkan informasi tentang efisiensi penggunaan obat dalam pengobatan sendiri, dan mendapatkan informasi tentang materi dan metode yang dibutuhkan untuk penyuluhan pengobatan sendiri pada masyarakat di Kelurahan Cibodasari Kotamadya Tangerang. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian cross sectional dengan mengambil responden sebanyak 96 orang dari seluruh ibu rumah tangga yang menggunakan obat dalam upaya pengobatan sendiri selama kurun waktu sebulan terakhir penelitian. Pengambilan sample dilakukan dengan metode sampling random bertingkat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan pertanyaan terbuka dan tertutup dengan pengumpul data adalah peneliti sendiri. Persentase responden terbesar yang melakukan pengobatan sendiri mengeluh sakit kepala dan influenza, mengobati sendiri dengan tablet, dengan dosis 3 kali sehari selama 1-2 hari dengan basil 95,8 % sembuh (hilang keluhan). Obat yang digunakan persentase terbesar berharga Rp 100 - Rp 600 berasal dari warung, yang jaraknya 0 - 250 meter dari rumah, tanpa mengeluarkan biaya transportasi. Alasan pengobatan sendiri persentase terbesar karena penyakit ringan atau tabu obatnya, bila tidak sembub akan pergi ke dokter atau Puskesmas. Secara statistik ada hubungan bermakna antara pengetahuan tentang obat dengan efektifitas penggunaan obat. Tidak ada hubiingan bermakna antara sikap responden terhadap obat dan pengobatan sendiri dengan efektifitas penggunaan obat dan tidak ada hubungan bermakna antara ketersediaan anggaran kesehatan dengan efektifitas penggunaan obat. Penggunaan obat yang efektif mencapai 55,2 % sedangkan yang efisien mencapai 83,7 % dimana biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan sendiri lebih murah dari pada biaya ke Puskesmas. Penyuluhan pengobatan sendiri yang dibutuhkan masyarakat adalah gejala penyakit dan efek samping obat dan penyuluhan diberikan oleh dokter puskesmas atau kader, melalui konsultasi langsung atau televisi.

This research aims to describe the use of drug in self medication, to test the relationship between knowledge, attitude and health fund with the efectiveness of its usage in self medication, to get information about the efficiency of its usage in self medication and to get information about material and method needed in health education of Cibodasari community. This research is a cross sectional method with 96 respondents consist of housewives who use the drug in self medication during the past one month of the research. The sampling was conducted in multi stage random sampling method. Data gathering has been done by using questioner with opened and closed question by the researcher. Most respondent use drug in self medication if the get of headache and influenza. They use the tablet to treat themselves which dosage three times in a day among 1 to 2 days later. 95,8 percent of respondent are cured. Cost of drug between Rp 150 - Rp 600. The Respondent can get the drug at any small shops which are nearer from their house without spending much money for transportation. The reason of doing self medication is their assumption that their illness is light and they know about the drug it self. If they are not cured, they will go to the docter or the health center. Statistically there was a significantly relationship between the drug knowledge and the effectiveness of the use of drug. There was no significantly relationship between the respondent attitude and the effectiveness of the use of drug. There was no significantly relationship between the health fund and the effectiveness of the use of drug. The efectiveness of drug raise to 55,2 % and the efficiency up to 83,7% which cost are cheaper in self medication than cost of the health center. The informations about drug in self medication needed by the community of Cibodasari are sickness symptoms and drugs side effects, and the information should be given by physician at health center, cadre or directly counseling via television.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 1998
S70491
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Silaen, Nella Ria
"Tindakan pertama yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ringan adalah dengan swamedikasi atau pengobatan sendiri (self medicated).
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan obat dalam swamedikasi pada ibu rumah tangga, mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan swamedikasi dan mendapatkan informasi tentang materi dan metode yang dibutuhkan untuk penyuluhan swamedikasi pada masyarakat di Kelurahan Utan Panjang, Jakarta Pusat.
Desain penelitian ini adalah dengan Cross Sectional study. Data primer didapatkan dari responden dengan wawancara menggunakan pedoman kuesioner. Sampel penelitian adalah 96 orang ibu-ibu rumah tangga yang melakukan swamedikasi dalam tiga bulan terakhir penelitian yang diambil dengan metode sampling random. Ditemukan bahwa responden terbesar berusia 40 ? 49 tahun, berpendidikan tamat SLTA, tidak bekerja, dengan pendapatan rumah tangga antara Rp 1.001.000 ? Rp 2.000.000. Responden terbesar yang melakukan swamedikasi mengeluh sakit kepala dan maag, mengobati sendiri menggunakan obat dengan bentuk sediaan tablet sebagai pilihan terbesar, dosis obat yang digunakan dua kali sehari selama 1 ? 2 hari dengan hasil 93,8 % sembuh (hilang keluhan). Persentase terbesar obat yang digunakan berharga Rp 400 ? Rp 1.000 berasal dari warung yang jaraknya 0?100 meter dari rumah, tanpa mengeluarkan biaya transportasi. Alasan melakukan swamedikasi atau pengobatan sendiri persentase terbesar karena penyakit yang diderita masih dianggap ringan. Secara statistik tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan, pendapatan rumah tangga, pengetahuan, sikap responden dan biaya obat dengan tindakan swamedikasi. Menurut responden penyuluhan swamedikasi yang dibutuhkan masyarakat adalah mengenai efek samping obat dan gejala penyakit yang diberikan oleh dokter puskesmas atau kader, melalui media telivisi atau ceramah. Dengan melihat aspek kebutuhan informasi untuk meningkatkan kualitas pengobatan sendiri, maka diperlukan suatu upaya untuk membekali masyarakat dengan informasi yang benar dalam hal ini apoteker merupakan fasilitator yang ideal bagi kegiatan tersebut.

The first health seeking action undertaken by most people to overcome mild disease is through self medication.
This research aim to describe the use of drug in self medication of housewives, to find out the related factors in self medication and to get information about material and method needed in health education of Utan Panjang community.
This study employed Cross Sectional approach design, primary data are acquired from the respondents through interviews using questionnaire as the guidelines. The samples of this research are 96 respondents consist of housewives who perform self medication in the recent three months which are taken through random sampling method. It is discovered that most respondents aged between 40 ? 49 years old, most with high school educational background, with household incomes around Rp 1.001.000 ? Rp 2.000.000. Most respondents use drugs in self medication if they get headache and digestive problem. They use tablet to treat themselves which dosage two times in a day among 1 ? 2 days latter. 93,8 % of respondents are cured. Cost of drugs between Rp 400 ? Rp 1000. The respondents can get the drug at any small shops, which are near from their house without spending more money for transportation. The reason of doing self medication is the assumption that their illness is mild and they know about the drug itself. Statistically there was no significantly relation between educational levels, household incomes, respondents knowledge, respondents? attitude, and the drugs cost with self medication. The information about drugs in self medication needed by the community of Utan Panjang are drugs side effects and sickness symptoms, the information should be given by physician at health center via television or presentation. Considering the requires of information to improve quality of self medication, we have to contribute the society with right information in this case pharmacist as the ideal facilitator.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2005
S32956
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"HIV/AIDS dan Hepatitis C adalah dua jenis penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang memiliki kesamaan dalam proses penularan dan penyebarannya yang semakin meluas. Meskipun demikian persepsi masyarakat terhadap kcdua penyakit ini mungkin saja berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan persepsi ibu rumah tangga tentang HIV/AIDS dan Hepatitis C. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif perbandingan dengan sampel sebanyak 70 orang ibu rumah tangga di wilayah RW 07 Kelurahan Rangkapan Jaya Kota Depok. Instrumen penelitian adalah kuisioner berisi 50 pertanyaan. Metode pengumpulan data dengan pembagian dan pengisian kuisioner setelah dilakukan penjelasan tujuan dan manfaat penelitian pada responden.
Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dengan menghitung distribusi fiekuensi, mean, dan median, dan bivariat dengan uji beda dua proporsi. Hasil penelitian 64,3% (45 orang) menganggap HIV/AIDS lebih berbahaya daripada Hepatitis C. Untuk persepsi responden tentang HIV/AIDS adalah seimbang, yaitu 50% (35 orang) memiliki persepsi positif dan 50% (35 orang) merniliki persepsi negatifi Sedangkan persepsi responden tentang Hepatitis C adalah 34 orang (5l,4%) memiliki persepsi positifl dan sebanyak 36 orang (48,6%) memiliki persepsi negatifi Setelah dilakukan uji beda dua proporsi terhadap persentase persepsi negatif responden tentang HIVIAIDS dan Hepatitis C diketahui bahwa p vaIue=0,2?. Berarti pada tingkat kepercayaan 5% tidak ada perbedaan antara persepsi ibu rumah tangga tentang HIV/AIDS dan Hepatitis C. Saran peneliti untuk penelitian selanjutnya instrumen penelitian lebih spesifik dan jumlah sampel diperbesar, penyuluhan kesehatan tentang kedua penyakit tersebut juga harus semakin gencar dilakukan dengan strategi-stlategi yang tepat sehingga persepsi masyarakat dapat semakin positif."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2007
TA5278
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
"ASI merupakan makanan alamiah yang kaya zat yang diperlukan tubuh bayi, karena komposisinya bersifat sangat spesitik dan berubah sesuai kebutuhan tubuh bayi. Perubahan peran wanita untuk berkarir di Iuar rumah telah membexi kontribusi terhadap perubahan pola pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan mmtuk mcngdentiiikasi sejauh mana tingkat perbedaan frekuensi pemberian ASI dan makanan tambahan pada ibu rumah tangga dan ibu bekerja yang mempunyai bayi berusia kurang dari empat bulan. Penelitian ini mengguuakan desfiin deskriptjf perbandingan. Populasi yang digunakan adalah ibu-ibu yang memiliki bayi, baik ibu mmah tangga maupun ibu bekerjayang memenuhi kriteria penelitian. Sampelv_
ditentukan berdasar teknik consecutive sampling. J umlah sampel sebanyalc_ยง brang.
Data dianalisa menggunakan rumus statistik Uji Pasti Fisher. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai probabiiitas = 0,02756. Kesimpulan penelitian adalah tidak terdapat perbedaan yang berarti antara ibu rumah tangga dan ibu bekenja dalam memberikan ASI dan makanan tambahan kepada bayi yang berusia kurang dari empat bulan."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5106
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Wulansari
"Dengan adanya berita-berita iinengenai kasus penganiaya an pembantu rumah tangga ( disingkat raenjadi PRT ) oleh majikan raereka dimana PRT tersebut bekerja pada ibu rumah tangga yang tidak bekerja, serta adanya ungkapan dari seorang psikolog ( Sartono Mukadia, 1987 ) yang mengatakan bahwa ibu rumah tangga yang tidak pernah bekerja sering sangat kasar terhadap PRT, raaka tirabul dua pertanyaan dalam diri peneliti, Pertama, apakah ada perbedaan perlakuan terhadap PRT antara ibu rumah tangga yang bakerja dengan ibu rumah tangga yang tidak bekerja? Kedua, faktor-faktor apakah yang ibu rumah tangga rasakan berpengaruh dalam memperlakukan PRT? Kedua pertanyaan ini lah yang hendak diteliti lebih lanjut. Penelitian dilakukan terhadap ibu rumah tang ga yang bekerja pada inatansi pemerintah atau swasta dan ibu rumah tangga yang tidak bekerja dalam jumlah sama melalui teknik sample yang inaidental. Alat yang dlgunakan adalah kuesioner yang dianalisa dengan teknik point bisprial disertai satu pertanyaan timggal. Metode analisa yang digunakan adalah t test.
Hasil penelitian menemukan bahv/a ada perbedaan perlakuan terhadap PRT antara ibu ruraah tangga yang bekerja dengan ibu ruinah tangga yang tidak bakerja dalam hal memberikan kesempatan PRT untuk mengembangkan kemampuannya, Ibu rumah tangga yang bekerja lebih memberikan perhatian dalam hal tersebut dibandingkan dengan ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Kehendak diri sendiri merupakan faktor yang dirasakan sangat berpengaruh, sedangkan mass media merupakan faktor yang dirasakan sangat tidak berpengaruh, Ajaran agama, keluarga, pendidikan dan pengalaman bekerja merupakan faktor-faktor yang dirasakan cukup berpengaruh, Suku bangsa, pengalaman berorgnnisasi dan tetangga meimpakan faktor-faktor yang dirasakan kurang berpengaruh. Ditemukan pula indikasi bahv;a faktor usia, agama, suku bangsa dan tingkat pendidikan mempengarulii pola perlakuan ibu rumah tangga terhadap PRT.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah faktor bekerja mempengaruhi ibu rumah tangga dalam memperlakukan PRT dalam hal memberikan kesempatan PRT untuk mengembangkan kemampuannya. Seberapa jauh hubungan usia, agama, suku bangsa dan tingkat pendidik an serta bagaimana hubungannya dengan jenis perilaku majikan tertentu, belum diketahui. Kiranya hal itu menarik untuk dilakukan penelitian lebih lanjut."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1988
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Nur Ramdaniati
"Dari beberapa tatanan PHBS, rumah tangga merupakan tatanan awal dari pelaksanaan PHBS karena rumah tangga merupakan kelompok masyarakat terkecil yang paling dekat dengan individu. Kondisi geografis RW04 Kelurahan Manggarai dilalui aliran sungai Ciliwung sehingga sering mengalami banjir pada musim hujan. Terlebih lagi jika melihat kondisi ekonomi mereka yang berada pada status miskin dan pendidikan yang rendah. Selain itu, sarana sanitasi yang minim di daerah tersebut juga menambah keprihatinan. Dengan kondisi seperti ini menyebabkan kerentanan terhadap berbagai penyakit.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada ibu rumah tangga RW04 Kelurahan Manggarai. Populasi penelitian ini adalah ibu rumah tangga karena proses pembinaan dan pengaturan dalam rumah tangga lebih didominasi oleh ibu yang memiliki lebih banyak waktu di rumah dibandingkan ayah. Variabel bebas pada penelitian ini adalah karakteristik (umur, pendidikan, mata pencaharian), pengetahuan tentang PHBS dan sikap tentang PHBS. Sedangkan variabel terikat adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan menggunakan uji chi square (tingkat kemaknaan 0,05) untuk melihat adanya hubungan antara varisbel bebas dan terikat.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap tentang PHBS terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada ibu rumah tangga RW04 Kelurahan Manggarai. Disarankan kepada Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan hendaknya menganggarkan dana untuk membuat program khusus terkait PHBS yang bersifat promotif seperti penyuluhan secara langsung maupun tidak langsung melalui media spanduk, poster, dan lain - lain."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sitorus, Chrissendy Tuan Laham
"Dusun Tipar Kelurahan Cikelet Kabupaten Garut pernah terjangkit Flu Burung dan sempat menjadi perhatian Dunia Tahun 2006. Hingga Tahun 2009 kondisi Dusun ini masih sangat berisiko terjadinya penyakit Flu Burung pada manusia. Maka dilakukan penelitian menggunakan desain studi cross-sectional dengan Simple Random Sampling pada ibu rumah tangga. Didapatkan 62,4 % berpengetahuan kurang, 70,4% bersikap tidak tepat, 58,4% berperilaku buruk terhadap Flu Burung. Variabel yang diduga mempengaruhi pengetahuan, sikap, perilaku ibu rumah tangga memperlihatkan 63,2% ibu kurang/tidak terpapar informasi, 21,6% ibu kurang memiliki motivasi, 52,8% masih memiliki persepsi negatif, juga terdapat 79,2% ibu yang tidak mendapat dukungan sosial.

Orchard of Tipar Sub-District of Cikelet Garut?s City have been infected by Avian Influenza and ever become attention of World on 2006th. Until 2009th, Orchard of Tipar still have more risk for Avian Influenza happened at human. Therefore, researcher doing reseacrh using cross-sectional?s design study with Simple Random Sampling at housewife. Result of research is 62,4% housewife still have less knowledge, 70,4% housewife have imprecise attitude, and 58,4% housewife have bad behavior to Avian Influenza. Variable that predicted influenced to knowledge, attitude, and behavior to Avian Influenza at housewife showing: 63,2% housewife less/no exposed with Avian Influenza Information, 21,6% housewife owning less motivation, 52,8% housewife have negative perception, as well as there are 79,2% housewife never get social support."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Budiyono
"ABSTRAK
Kota-kota di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia, sampai saat ini selalu mengalami perluasan wilayah. Oleh karena itu, yang disebut pinggiran kota dari masing-masing kota tersebut, selalu bergeser lokasinya. Dengan demikian persoalan pinggiran kota akan selalu aktual untuk dijadikan sebagai masalah penelitian.
Dengan kekhasan pinggiran kota di negara berkembang, yaitu sebagian besar dihuni oleh orang miskin, maka daerah ini sering ditandai dengan kondisi lingkungan hidup yang kurang baik. Dalam hal ini terutama adalah lingkungan rumah tinggal, sebagai lingkungan hidup yang paling dekat dengan manusia sebagai penghuninya.
Dalam masyarakat kita saat ini, yang bertanggung jawab dalam mengelola lingkungan rumah tinggal tersebut terutama adalah kaum ibu, sebagai ibu rumah tangga.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsi dan memahami kualitas perilaku ibu rumah tangga dalam mengelola lingkungan rumah tinggalnya tersebut. Perilaku ini dicari kaitannya dengan faktor lingkungan baik secara fisik maupun nirfisik, yang meliputi kondisi lingkungan rumah tinggal; tingkat pendidikan; daerah asal; tingkat kemiskinan; tingkat pemilikan budaya kemiskinan; dan kedudukan ibu dalam hubungan suami-istri. Oleh karenanya, penelitian ini merupakan salah satu kajian ekologi perilaku, sebagai bagian dari ekologi manusia.
Lokasi penelitian ini adalah di Kelurahan Pedurungan Tengah, Kecamatan Semarang Timur, dan Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunung Pati, masing-masing merupakan wilayah Kota Madia Semarang. Ibu rumah tangga sampel masing-masing kelurahan 75 orang, dan 6 orang sebagai telaah kasus. Tehnik pengumpul data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumenter. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif (deskriptif, khi-kuadrat, dan koefisien kontingensi), dan analisis kualitatif.
Kualitas perilaku ibu rumah tangga, baik di Kelurahan Pedurungan Tengah maupun di Kelurahan Patemon, dalam mengelola lingkungan rumah tinggalnya, dalam kategori sedang, cenderung rendah. Di antara komponen dari perilaku tersebut, yang termasuk dalam kategori terendah adalah : partisipasi para ibu dalam gerakan kebersihan bersama; frekuensi pembersihan bak mandi; pengendalian kebocoran bak air; penempatan pembuangan sampah lokasi tempat buang air besar; peningkatan upaya daur ulang; dan upaya pemanfaatan pekarangan.
Dalam kaitan dengan faktor lingkungan, maka perilaku ibu tersebut berasosiasi secara nyata dengan kondisi lingkungan rumah tinggal, tingkat pendidikan, tingkat kemiskinan, dan tingkat pemilikan budaya kemiskinan.
Sedangkan dengan daerah asal dan kedudukan ibu dalam hubungan suami-istri tidak berasosiasi secara nyata.
Selain hal-hal di atas, hasil telaah kasus menunjukkan, bahwa perilaku ibu tersebut ditentukan juga oleh keberadaan anggota keluarga yang lain (baik dalam arti menunjang maupun menghambat), kebiasaan pengaturan penggunaan waktu, pemilikan dan tanggung jawab rumahnya, serta pengalaman ibu sebagai pembantu rumah tangga.

The Behavior Quality Of Housewives In Managing Their Home Environment (Case Study On Two Administrative Units Of Semarang Suburb)Up till now, cities in developing countries, including Indonesia, always under go a regional expansion.
Therefore, the so-called suburbs always shift from their former location. Thus the suburb problems will continually be actual for research proposals.
The special case of suburbs in the development countries, which mostly inhabited by the poor makes the condition of the living environment unfavorable. The nearest to the people, the home environment is sometimes very bad.
Those responsible for managing the home environment are mainly mothers as housewives.
The aim of this research is to describe and understand the quality of housewives behavior in managing their home environment. The interrelationship between their behavior and environmental factors, would then be sought, physical as well as non physical, These include, the home environmental condition, educational level, region of origin, level of poverty, level of poverty culture, and their material status.
Hence, this research is a study of behavior ecology as a part of the human ecology.
The research takes place in the administrative Anita of Pedurungan Tengah, East Semarang District, and Patemon, Gunungpati District, both of which are in the Semarang region.
The sample of each administrative unit consists 75 housewives, 6 of which as a case study. The data is collected form questionnaires, interview, observations, and document. The analysis is based on quantitative (descriptive, Chi--Square and Coefficient Contingency) as well as qualitative methods.
The quality of housewives behaviour, either in Pedurungan Tengah and in Patemon administrative units is categorized as medium low in managing home environment. Among the components of medium low are a less participation in common clearings, frequency of bath-tub cleaning, control of water tub leaks, placing garbage pails, placing toilets increasing of recycling, applying the usefulness of the garden. Obviously, the housewives behavior is associated (correlated) with the condition of their homes, education, poverty, and the culture qf poverty. The place of origin and the place of the mother in the husband and wife relationship is not clearly associated.
The case study shows that the mother behavior is also influenced by other members in the family, time scheduling, responsibilities of the house, and the experience of the mother as a maid-servent.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1992
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>