Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 68102 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa P dan K., 1998
499.2 IND b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Bandung: Perusahaan Umum Telekomunikasi, 1980
621.382 PER t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Ninik Widiyanti
Jakarta: Bina Aksara, 1987
301.32 NIN l
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Depok Fakultas Sastra Universitas Indonesia 1988
401 U 194 s
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ali Sulaiman
"

Hadirin yang saya muliakan,

Pada kesempatan yang baik ini saya memilih topik "Hepatitis dan Permasalahannya Menjelang Tahun 2000" untuk disampaikan kepada para hadirin. Hal ini didasari oleh pertimbangan akan pentingnya penyakit tersebut. Saat ini hepatitis virus masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang amat besar di Indonesia, bahkan juga di sebagian besar penduduk dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyadari betapa pentingnya masalah hepatitis. Berbagai pertemuan secara berkala selalu diadakan untuk membahas masalah ini, dalam rangka mencari cara yang tepat bagi usaha-usaha pencegahan.

Mengapa penyakit hepatitis demikian penting? Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

(1) Penyakit hepatitis virus telah menyerang lebih dari 2 miliar manusia.

(2) Penyakit ini menyebabkan morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) pada penduduk yang diakibatkan oleh keadaan akut, maupun keadaan kronik (menahun) penyakit ini.
(3) Hasil pengobatan bentuk kronik penyakit ini belum memuaskan.
(4) Bentuk kronik penyakit ini dapat berkembang menjadi penyakit kanker hati.
(5) Usaha pencegahan dapat dilakukan melalui vaksinasi dan penyuluhan yang terus-menerus.

Hadirin yang terhormat,

Penyakit hepatitis sebenarnya sudah lama ditemukan. Hippocrates telah mengemukakan gambaran klinik ikterus epidemik ("epidemic jaundiceā€) yang manifestasinya masih tetap sama, sampai saat ini. Deskripsinya mengenai hepatitis fulminan (ganas) ternyata dramatik, namun akurat. Ia bahkan memberikan petunjuk diet khusus ditambah campuran air dan madu, yang merupakan nasihat yang masih bisa diterima sampai saat ini. Sangat menarik bahwa Hippocrates juga telah memikirkan konsep imunisasi.

Penelitian eksperimental pada manusia yang amat penting dalam riwayat hepatitis dikerjakan oleh Krugman pada tahun 1950 (5). Melalui penelitian ini diperlihatkan adanya dua macam hepatitis virus. Yang pertama adalah hepatitis yang ditularkan melalui oral (mulut) dengan masa inkubasi yang pendek, yang dikenal sebagai hepatitis infeksiosa atau hepatitis A. Yang kedua adalah hepatitis yang ditularkan melalui parenteral (suntikan) dan dengan masa inkubasi yang panjang, yang disebut hepatitis serum atau hepatitis B.

Hadirin yang terhormat,

Sejak penemuan antigen Australia atau yang kemudian lebih dikenal dengan nama "hepatitis B surface antigen" (HBsAg) oleh Blumberg dkk. pada permulaan tahun enam puluhan perkembangan pengetahuan mengenai hepatitis B telah berlangsung dengan sangat cepat (6). Dalam waktu yang relatif amat singkat, bermula dari satu antigen yang tidak diketahui asal serta arti pentingnya, ternyata telah menguak tabir virus hepatitis B mulai dari struktur, mekanisme pembentukan, cara penyebaran sampai kepada cara pembuatan vaksinnya.

Atas dasar penemuan yang sangat bersejarah tersebut dr.Blumberg mendapat hadiah Nobel pada tahun 1976. Sejak itu, publikasi mengenai hepatitis meningkat dengan pesat. Berbagai penemuan yang merupakan peristiwa penting dan menjadi tonggak sejarah dalam perkembangan hepatitis, bermunculan.

"
Jakarta: UI-Press, 1992
PGB 0116
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Adhi Djuanda
"

Kita semua mengetahui bahwa penyakit kusta pada stadium lanjut dapat menyebabkan cacat sehingga mengakibatkan mereka tidak dapat bekerja oleh karena itu mengurangi kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut tidak sesuai dengan tekad Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam memasuki Pembangunan Jangka Panjang Tahap (PJPT) II, yakni proses tinggal landas menuju terwujudnya masyarakat yang maju, adil, makmur, dan mandiri berdasarkan Pancasila.

Dalam GBHN 1993 tercantum bahwa pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kualitas kehidupan dan usia harapan hidup manusia, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, serta untuk mempertinggi kesadaran masyarakat atas pentingnya hidup sehat. Perhatian khusus diberikan pada golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah, daerah kumuh perkotaan, daerah pedesaan, daerah terpencil dan kelompok masyarakat yang hidupnya masih terasing, daerah transmigrasi, serta daerah pemukiman baru.

Dampak sosial akibat penyakit kusta sedemikian besarnya, sehingga menimbulkan keresahan yang sangat mendalam, tidak hanya pada penderita itu sendiri, tetapi juga pada keluarganya, dan masyarakat.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka saya pada pidato pengukuhan sebagai guru besar telah memilih judul :

MASALAH PEN YAKIT KUSTA DI INDONESIA DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA MENJELANG TAHUN 2000 SERTA BEBERAPA ASPEKNYA

Hadirin yang terhormat

Terlebih dahulu marilah kita menelusuri sejarah penyakit kusta secara singkat. Kusta termasuk penyakit yang tertua, kemungkinan besar berasal dari India. Deskripsi autentik pertama berasal dari India. Kata kusta berasal dari bahasa Sansekerta kustlha yang terdapat dalam kitab Veda (tahun 1400 S.M. ) yang berarti merusak.

"
Jakarta: UI-Press, 1995
PGB 0126
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Wita Pribadi
"Siapa yang tidak mengenal penyakit malaria? Bagi mereka yang lahir sebelum tahun tiga puluhan pasti pernah menderitanya paling sedikit satu kali dalam hidupnya. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium golongan Protozoa dan dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Saat ini penyakit malaria masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia, bahkan di banyak negara tropis lainnya di seluruh dunia.
GBHN 1993 mencantumkan, bahwa salah satu sasaran umum di bidang kesejahteraan rakyat adalah peningkatan derajat kesehatan melalui peningkatan kualitas dan pelayanan kesehatan yang makin menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan bersih ber-orientasi kepada kepedulian lingkungan agar terus dibina sehingga tumbuh dan berkembang menjadi sikap dan budaya bangsa. Perhatian khusus diberikan kepada golongan masyarakat berpenghasilan rendah di daerah kumuh perkataan, daerah pedesaan, daerah terpencil, dan kelompok masyarakat yang hidupnya masih terasing, serta daerah pemukiman baru.
Upaya perbaikan kesehatan masyarakat terus ditingkatkan antara lain melalui pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, penyehatan lingkungan pemukiman, perbaikan gizi, penyediaan air bersih, dan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Salah satu penyakit menular yang masih merupakan masalah di Indonesia adalah penyakit malaria. Sehubungan dengan hal tersebut, maka saya memilih judul :
" Masalah Penyakit Malaria dan Upaya Penanggulangannya Menjelang Tahun 2000 ".
Hadirin yang terhormat,
Marilah kita menengok dahulu sejarah penyakit malaria.
Penyakit malaria diperkirakan berasal dari Afrika, tempat asal muasal manusia. Fosil nyamuk ditemukan di lapisan geologis yang berumur 30 juta tahun dan tidak dapat disangsikan lagi bahwa nyamuk itu menyebarkan infeksi ke daerah yang beriklim panas di seluruh dunia, lama sebelum sejarah dimulai. Malaria mengikuti migrasi manusia ke pantai Mediteranian, ke Mesopotamia, jazirah India dan Asia Tenggara. Demam musiman dan intermiten diketahui dari buku-buku agama dan kedokteran orang Assyria, Cina dan India tetapi belum dipastikan berhubungan dengan malaria. Penyakit ini biasanya dihubungkan dengan kutukan Tuhan ataupembalasan iblis. Mitologi Cina menggambarkan tiga iblis, yang satu dengan membawa palu, yang lain membawa ember berisi air dingin dan yang ketiga dengan tungku api. Mereka melambangkan kelainan sakit kepala, menggigil dan demam. Tahun 2700 sebelum Masehi, buku kedokteran Cina, Nei Ching, menguraikan gejala seperti malaria dan hubungannya antara demam dan pembesaran limpa.
Hippocrates yang hidup di Yunani pada abad ke 5 sebelum Masehi merupakan dokter pertama yang merinci gambaran klinis beberapa jenis penyakit malaria. Ia juga merupakan orang pertama yang tidak percaya pada tahayul itu dan mengamati hubungan antara timbulnya penyakit dengan musim atau ternpat tinggal penderita. Air rawa dan uap rawa adalah faktor penyebabnya dan mulai diperbincangkan pengaruh musim dan topografi pada penyakit malaria. Hal ini merupakan permulaan dari epidemitologi malaria. Mulai saat itu, dilakukan drainase di Yunani kuno terutama di Roma untuk rnengurangi genangan air, dan "membersihkan udara dari aliran air yang beracun". Oleh karena itu, nama penyakit malaria berasal dari kata "mal" - buruk, dan "aria" udara. Epidemi malaria berulang kali berlanjut di Yunani, Italia, dan negara lain selama berabad-abad.
Selama hampir 1.500 tahun pengetahuan tentang malaria tidak bertambah. Baru pada tahun 1880, Laveran menemukan parasit malaria di bawah mikroskop dan Ross kemudian membuktikan bahwa malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles.
Hadirin yang mulia,
Keadaan malaria di seluruh dunia cukup mengkhawatirkan dan makin memburuk. Jumlah penduduk yang tinggal di daerah dengan risiko tinggi kena malaria adalah 2100 juta. Di negara-negara yang tidak termasuk program pemberantasan malaria secara global - yaitu di Afrika sebelah selatan gurun Sahara - di antara 500 juta penduduk, 275 juta orang terinfeksi; tiap tahunnya lebih dari 100 juta orang dengan gejala klinis dan mengakibatkan lebih dari 1 juta yang meninggal dunia. Angka-angka ini merupakan 80% kasus penyakit malaria di seluruh dunia. Negara-negara yang melakukan upaya pembasmian malaria dalam 20-35 tahun terakhir, adalah negara-negara di Asia dan di Amerika Selatan. Jumlah kasus di daerah ini sekarang kurang lebih 5 juta per tahun, tetapi menurut perkiraan, angka sebenarnya hampir empat kali lipatnya. Kira-kira 80% kasus ditemukan di Asia (kecuali di Cina) yang situasinya sedang memburuk, terutama di jasirah 1ndocina yang mempunyai masalah resistensi parasit."
Jakarta: UI-Press, 1993
PGB 0112
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Hendarto Hendarmin
Jakarta: UI-Press, 1992
PGB 0237
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia , 1988
499.221 BAH
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>