Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 43759 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mufty Noer Aulia
"The flat plate ship is a ship that is being developed and has entered the mass production stage of the Ministry of Research and Technology Republic of Indonesia. This is related to the function of flat plate vessels that are suitable with the conditions and needs of the Indonesian state, namely the massive production of marine fleets. Flat plate ships provide advantages including production cost efficiency which is far more economical than ships in general because it does not go through the bending process, so does the production time which can be shortened. But the flat plate ship still needs improvement, one of them is the ship propulsion.
This study will combine a flat plate ship tunnel with a ducted propeller as an effort to increase thrust and hydrodynamic efficiency, with the ultimate goal of reducing fuel demand from flat plate vessels. The title of the research that was raised was the Analysis of the Combination of the Use of Tunnel and Ducted Propeller Against Increased Thrust on Flat Plate Ships: Trawler Fishing.
The research method used is bollard pull / trawl pull using reference bollard pull guidelines - ITTC. Using a 70cm model ship with three configurations to be a comparison of the resulting value. The configuration used is conventional fishing trawler type flat plate without tunnel, and flat plate ship with Tunnel with all configurations using open and ducted propeller.
This study succeeded in producing the desired destination with a combination of Tunnel and Ducted able to increase hydrodynamic efficiency and thrust values compared to other configurations. So that this research is expected to be one of the references to propulsion solutions and designs on flat plate vessels."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Almer Ibnu Farhan
"Kecepatan kapal adalah suatu nilai yang penting guna untuk memenuhi standart kecepatan dinas kapal. Pengoptimalan sistem propulsi kapal adalah faktor yang perlu diperhatikan. Beberapa penelitian untuk meningkatkan sistem propulsi kapal sudah banyak dilakukan, salah satunya adalah wake equalizing ducts dan kort nozzle. Penelitian tersebut bertujuan untuk mengarahkan aliran air lebih banyak dari sisi bawah dan sisi samping lambung kapal menuju ke baling - baling kapal. Cara ini dimaksudkan agar dapat meningkatkan efisiensi baling - baling, yang nantinya akan meningkatkan kecepatan kapal secara langsung. Dengan tujuan yang sama dengan wake equalizing ducts dan kort nozzle, maka water tunnel dirancang dengan rancangan yang lebih sederhana. Water tunnel adalah suatu terowongan air berbentuk kotak lengkung yang terhubung dari bawah lambung kapal ke buritan menuju baling - baling. Water tunnel ini memanfaatkan aliran air bawah lambung kapal untuk mengubah energi mekanik menjadi energi kinetik setelah aliran air masuk ke baling - baling. Cara ini diharapkan dapat mengalirkan air lebih terarah menuju ke baling - baling, sehingga efisiensi baling - baling meningkat, yang dapat terukur langsung melalui kenaikan kecepatan kapal. Penelitian ini dilakukan dengan cara ekperimental dan simulasi untuk mengetahui fenomena yang terjadi akibat penggunaan water tunnel. Cara Eksperimental dilakukan untuk membandingkan kecepatan kapal yang terjadi antara penggunaan water tunnel dan tidak menggunakan water tunnel, dan cara simulai dilakukan guna mengetahui fenomena aliran yang terjadi di dalam water tunnel. Sehingga pada akhir penelitian didapatkan analisa kecepatan yang terjadi akibat penggunaan water tunnel pada kapal pelat datar. Dari hasil uji kecepatan secara eksperimen didapatkan kenaikan 19-32% dengan menggunakan water tunnel pada kapal pelat datar, dan dari hasil simulasi didapatkan kontur kecepatan aliran di dalam water tunnel dengan batasan pengujian yang dihasilkan.

Ship velocity is the important value to meet the standard of ship velocity service. Optimalization ship propulsion system is a factor that have to consider. Some studies to improving ship propulsion system has been done, one of study is wake equalizing ducts and kort nozzle. In this study aims to direct the flow more water fro the bottom and side of hull towards the propeller. This method is conducted to improve the efficiency propeller, that will increase the velocity of the ship directly. With the same purpose as wake equalizing ducts and kort nozzle, the water tunnel is designed with a simply design. Water tunnel is a duct of water that shaped is curve box and connected from bottom hull ship toward aft propeller. Water tunnel takes the water flow from under the hull to convert mechanical energy to be kinetic energy after the water flow enter propeller. This method is expected to drain the water more directed toward the propeller, so the efficiency would increase, which can be measured directly through the ship velocity increase. The research was done by experimental and simulation to know the phenomenon that occurs due to using water tunnel. Experiment test conducted to compare the velocity ship that happen between unsing water tunnel and not using water tunnel, and with simulation test conducted to know the flow phenomena in water tunnel. So at the end of study was obtained that analisys of the velocity result using water tunnel system on the flat plate ship. Result of the ship velocity test experiment, obtained 19-32% increase by using a water tunnel on a flat plate ship, and from simulation test result obtained the value of contours flow in the water tunnel with boundary of study result."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
T35648
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Robert Pujakusuma
"Water tunnel merupakan salah satu alat yang digunakan untuk melakukan penelitian visualisasi aliran. Salah satu keunggulan dari water tunnel adalah menampilkan visualisasi aliran yang lebih jelas. Salah satu metode visualisasi aliran adalah dengan dye injection. Dye injection adalah menginjeksi fluida berwarna baik di luar benda uji ataupun dari dalam benda uji, agar terlihat pola aliran dari fluida berwarna yang melewati atau keluar dari benda uji. Metode dye injection dengan menggunakan dye carmoisine CI 14720 warna merah yang dikeluarkan dari benda uji silinder dan airfoil menampilkan pola aliran di belakang benda uji dalam test section water tunnel. Dengan benda uji silinder, pola aliran dilihat berdasarkan bilangan Reynolds aliran yang melewati silinder. Sedangkan dengan benda uji airfoil NACA 2410, pola aliran dilihat berdasarkan bilangan Reynolds aliran dalam test section water tunnel. Dye injection yang dilakukan di test section water tunnel memperlihatkan hasil yang baik. Hasil yang baik berupa pola aliran yang sesuai dengan referensi atau literatur mekanika fluida yang telah dipelajari. Yaitu terjadinya fenomenafenomena aliran fluida berupa struktur lapisan batas, separasi lapisan batas, olakan, dan kondisi tanpa slip.

Water tunnel is one of the tool use for doing a research in flow visualization. One of the superiority of water tunnel is its ability to display the flow visualization more clearly. One of the flow visualization method is with dye injection. Dye Injection is an injecting colored fluid inside or outside the test object, in attempt to display the flow pattern of the colored fluid through or come out from the test object. Dye Injection method by using dye carmoisine CI 14720 red colored which taken out from the cylinder test object and airfoil displays the flow pattern behind the test object in test section water tunnel. With cylinder test object, flow pattern being seen based on the Reynolds number flow going through the cylinder. And with the airfoil NACA 2410 test object, flow pattern being seen based on the Reynolds numbering flow inside the test section water tunnel. Dye Injection undertaken in the test section water tunnel has shown good result. The good result is by means of flow pattern which in accordance with the studied fluid mechanic reference or literature. Where fluid phenomenon?s occurred, such as boundary layer structure, boundary layer separation, vortex, and no-slip condition."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S37917
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Almer Ibnu Farhan
"Kapal pelat datar merupakan salah satu bentuk kapal alternatif yang dapat memberikan kemudahan dalam proses perakitan. Namun, kapal pelat datar memiliki tahanan lebih tinggi dibandingkan kapal berbentuk streamline, maka diperlukan suatu modifikasi untuk mengurangi tahanan tersebut dengan cara meningkatkan kinerja baling-baling terhadap daya dorong. Cara tersebut adalah dengan menggunakan water tunnel yang dilengkapi pengarah aliran air. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektifitas propulsi kapal yang akan berpengaruh terhadap kecepatan kapal. Metode penelitian ini dilakukan dengan mengalirkan daya listrik ke dinamo motor kapal model dan menggunakan stopwatch digital untuk mendapatkan waktu tempuh saat melakukan uji tarik kapal. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa besarnya aliran yang terarah masuk ke baling-baling efektif meningkatkan daya dorong baling-baling, sehingga kenaikan kecepatan kapal dapat dicapai.

Flat plate ship is one of alternative ship that can provide convenience in the assembly process. However, Flat plate ship has a higher resistance than the streamlined shape of the ship. So a modification is needed to reduce resistance by improving performance of propeller to thrust. The way is by using a water tunnel with added water flow direction. The purpose of this research is to improve the effectiveness of ship propulsion that will affect the speed of the ship. The research method is done by passing electrical power to the dynamo model boat motor and use a digital stopwatch to obtain the travel time during the test. Results of testing showed that the amount of flow directed into the propeller effective increasing the propeller thrust, so the increase of velocity in boat can be reach."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1119
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Gun Gun Ramdlan G.
"As an initial analysis,
numerical simulation has more advantages in saving time and costs regarding experiments. For example, variations in flow
conditions and geometry can be adjusted easily to obtain results. Computational
fluid dynamics (CFD) methods, such
as the k-ε model, renormalization
group (RNG) k-ε model and reynolds stress model (RSM), are widely used to
conduct research on different
objects and conditions. Choosing the appropriate model helps produce and develop
constant values.
Modeling studies as appropriate, i.e., in the turbulent flow simulation in the wind
tunnel, is
done to get a more accurate result. This study was conducted by comparing the results of
the simulation k-ε model, RNG k-ε model and RSM, which is validated by the test
results. The air had a
density of 1,205 kg/m3, a viscosity of 4×10-5 m2/s
and a normal speed of 6 m/s. By comparing the simulation results of the k-ε model, RNG k-ε model and RSM, which is
validated by the test results, the third turbulence
model provided good results to predict the distribution of speed
and pressure of the fluid flow in the wind tunnel. As for predicting the
turbulent kinetic energy, turbulent dissipation rate and turbulent effective
viscosity, the k-ε
model was effectively
used with comparable results to the RSM models."
2016
J-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Gun Gun Ramdlan G.
"As an initial analysis, numerical simulation has more advantages in saving time and costs regarding experiments. For example, variations in flow conditions and geometry can be adjusted easily to obtain results. Computational fluid dynamics (CFD) methods, such as the k-? model, renormalization group (RNG) k-? model and reynolds stress model (RSM), are widely used to conduct research on different objects and conditions. Choosing the appropriate model helps produce and develop constant values. Modeling studies as appropriate, i.e., in the turbulent flow simulation in the wind tunnel, is done to get a more accurate result. This study was conducted by comparing the results of the simulation k-? model, RNG k-? model and RSM, which is validated by the test results. The air had a density of 1,205 kg/m3, a viscosity of 4×10-5 m2/s and a normal speed of 6 m/s. By comparing the simulation results of the k-? model, RNG k-? model and RSM, which is validated by the test results, the third turbulence model provided good results to predict the distribution of speed and pressure of the fluid flow in the wind tunnel. As for predicting the turbulent kinetic energy, turbulent dissipation rate and turbulent effective viscosity, the k-? model was effectively used with comparable results to the RSM models."
Depok: Faculty of Engineering, Universitas Indonesia, 2017
UI-IJTECH 7:8 (2016)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Rayhan Danendra Wiracalosa
"Seiring berjalannya waktu, populasi manusia di dunia akan semakin bertambah, sehingga kebutuhan energi dan transportasi dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat juga bertambah. Transportasi telah menjadi elemen fundamental di dunia khususnya dalam kehidupan modern, yang memainkan peran penting dalam menghubungkan masyarakat, akomodasi kebutuhan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Meskipun memberikan manfaat yang signifikan, perkembangan transportasi juga membawa tantangan serius terkait dengan penggunaan efisiensi energi. Efisiensi ini bukan hanya penting untuk mengurangi biaya operasional pengguna, tetapi juga untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dalam upaya mencapai efisiensi energi yang lebih tinggi, aerodinamika menjadi salah satu aspek yang memegang peran penting dalam kendaraan. Aerodinamika mempelajari bagaimana karakteristik aliran fluida ketika berinteraksi dengan bentuk permukaan body. Water tunnel merupakan wadah eksperimen aerodinamika yang berfungsi sebagai salah satu alat uji visualisasi aliran dengan menggunakan air sebagai wadah utama. Water tunnel memiliki keuntungan yang salah satunya adalah kemudahan dalam menganalisis pola aliran karena laju air yang lambat. Selain itu kriteria similaritas (dynamic similarity) yang melibatkan parameter bilangan Reynolds pada kondisi aktual (udara) dan pengujian tidak perlu melibatkan efek kompresibilitas atau bilangan Mach. Hal ini disebabkan adanya perbedaan massa jenis antara air dengan udara yang menyebabkan kecepatan aliran tidak perlu sangat cepat. Pada penelitian ini, rancang bangun alat eksperimen water tunnel memiliki tujuan untuk mempermudah visualisasi aliran. Kami juga mendesain alat sesuai dengan studi literatur yang sudah ada, seperti adanya contraction dengan rasio 6:1, penerapan flow conditioning, dan pompa sirkulasi. Pada penelitian ini, dilakukan eksperimen dengan variasi rasio campuran dye (karmoisin murni, campuran karmoisin air, dan campuran karmoisin air dan susu). Selain itu, terdapat juga variasi nozzle yang digunakan dengan ukuran 1 mm (komersial) dan 2 mm (pipa kapiler) serta variasi kecepatan aliran dengan mekanisme buka-tutup ball valve (34, 32, 28, 24, 20, 16 LPM). Hasil studi menunjukkan, setup sistem yang terbaik adalah dengan menggunakan campuran karmoisin dan air serta nozzle pipa kapiler. Pada debit 28, 32, dan 34 LPM aliran fluida masih menunjukkan streamline yang cukup baik. Sedangkan pada debit 16, 20, dan 24 LPM sudah menunjukkan indikasi adanya backflow.

As the global population continues to grow, the demand for energy and transportation is poised to surge, posing challenges in maintaining both efficiency and environmental sustainability. Transportation, a cornerstone of modern life, plays a pivotal role in connecting communities, fulfilling needs, and fostering economic growth. While offering significant advantages, advancements in transportation also introduce formidable challenges, particularly in terms of energy efficiency. Energy efficiency, encompassing the use of more efficient fuels and minimizing energy losses, emerges as a critical avenue for addressing these challenges. This not only helps reduce operational costs for users but also mitigates adverse environmental impacts. In the pursuit of enhanced energy efficiency, aerodynamics emerges as a key aspect influencing vehicle performance. Aerodynamics delves into how fluid flow characteristics interact with the contours of a vehicle's surface. Water tunnels serve as invaluable experimental containers in aerodynamics, facilitating flow visualization tests using water as the primary medium. Water tunnels offer advantages, including the ease of analyzing flow patterns due to the slower water flow rate. In this research endeavor, we have constructed a water tunnel experimental apparatus to enhance flow visualization. The design is meticulously crafted based on insights from existing literature studies, incorporating features such as a contraction with a 1:6 ratio, the application of flow conditioning, and the inclusion of a circulation pump. To further aid flow visualization, we have developed a dye injection system to represent flow characteristics in the test section. The experimentation involved variations in dye mixtures, including pure carmoisine, a water-carmoisine mixture, and a water-and-milk-carmoisine mixture. Additionally, nozzle sizes were varied between 1 mm (commercial) and 2 mm (capillary pipe), along with adjustments in flow speed using a ball valve opening and closing mechanism (34, 32, 28, 24, 20, 16 LPM). The findings from our study underscore the efficacy of employing a carmoisine and water mixture with a capillary tube nozzle as the optimal system setup. The study results indicate that the optimal system setup involves using a mixture of carmoisine and water with a capillary tube nozzle. At flow rates of 28, 32, and 34 LPM, the fluid flow still exhibits reasonably well-defined streamlines. However, at flow rates of 16, 20, and 24 LPM, there are indications of backflow."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ilham Wahyudi
"Water tunnel merupakan salah satu alat yang digunakan untuk melakukan penelitian mengenai fenomena-fenomena dinamika fluida. Salah satu keunggulan dari water tunnel adalah untuk menampilkan visualisasi aliran yang lebih jelas. Water tunnel ini dibuat untuk melengkapi alat praktikum di Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia. Tahap pembuatan water tunnel meliputi perancangan dan pembangunan water tunnel serta pembuatan alat untuk menghasilkan gelembung hidrogen sehingga diperoleh karakteristik water tunnel berupa kecepatan aliran dengan menggunakan metoda gelembung hidrogen. Metoda gelembung hidrogen juga digunakan untuk menampilkan pola aliran yang terjadi pada test section. Water tunnel yang dibuat memiliki bagian test section dengan ukuran 0,6 m x 0,2 m x 0,3 m. Kecepatan maksimum rata-rata aliran di daerah pengamatan dari test section water tunnel adalah 0.1081m/s. Water tunnel menghasilkan aliran yang uniform pada daerah pengamatan di test section. Visulisasi aliran pada test section yang menggunakan metoda gelembung hidrogen dari water tunnel ini telah memperlihatkan hasil yang baik."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S37549
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Milne, John
Jakarta: Dian Rakyat, [Date of publication not identified]
823 MIL l
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Khalif Arrahman Amin
"

KLM (Kapal Layar Motor) merupakan representasi dari kapal bersejarah yaitu Kapal Pinisi yang hampir seluruh bangunannya terbuat dari kayu. Di zaman yang modern ini sudah sulit untuk mendapatkan bahan material kayu untuk membuat kapal khususnya KLM. Melihat permasalahan tersebut muncul sebuah ide untuk melakukan penelitian terhadap kapal pelayaran rakyat dengan menggunakan kapal pelat datar berbasis pelat baja demi meminimalisir pemakaian kayu yang sangat mahal. Kapal pelat datar merupakan salah satu bentuk alternatif kapal yang memberikan kemudahan dalam pengerjaan plat dan perakitan dalam waktu yang cepat dari pembuatan kapal biasanya. Namun kapal pelat datar masih belum sempurna, dikarenakan memiliki tahanan yang lebih tinggi dari kapal berbentuk streamline. Oleh karena itu, perlu cara khusus untuk mengurangi hambatan tersebut dengan cara memaksimalkan sistem propulsi pada kapal. Pada penelitian ini berfokus untuk meningkatkan efektifitas propulsi pada kapal yang nantinya akan mempengaruhi peningkatan kecepatan dengan cara penambahan zigzag water tunnel pada bagian bawah kapal yang berfungsi untuk memfokuskan aliran air menuju propeller. Dasar teori yang digunakan berdasarkan dari teori Wake Equalizing Duct (WED). Pengambilan data dilakukan dengan eksperimen berbasis remote control yang diberikan variasi beban yaitu tanpa beban, beban 800 gram, dan beban 1,5 kg. Dari hasil penelitian yang didapat, zigzag water tunnel  berhasil menaikkan kecepatan kapal di beberapa pembebanan sebesar 4.1% pada daya 75,5 W.

 

 


Motorized Sailing Boat (KLM) is a representation of a historic ship, the Pinisi Ship, which almost all of the buildings are made of wood. In modern times it has been difficult to get wood material to make a ships, especially for KLM. Seeing this problem, an idea emerged to conduct research on Folks Sailing Vessel (Kapal Pelayaran Rakyat) using flat plate boat concept with steel based material, to minimize the use of very expensive wood. Flat plate ship is one of the alternative in shipbuilding that provide ease in work process and also require less time. The flat plate boat concept requires improvement since it has a higher resistance than a streamlined one. Therefore, special methods are needed to reduce these obstacles by maximizing the performence of propulsion on boat in purpose of increasing the speed, by adding zigzag water tunnels to the bottom of the ship which serves to focus the flow of water towards the propeller. The theoretical basis used is based on the thory of Wake Equalizing Duct (WED). Data retrieval is done by remote control based experiments which are given variations in load, no load, 800 gram load, and 1,5 kg load. From the results of the research obtained, zigzag water tunnel managed to icrease the speed of the ship in several loads by 4,1% at 75,5 W.

 

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>